Anda di halaman 1dari 7

Friday, November 29, 2013

TANYA JAWAB TENTANG LEADERSHIP /


KEPEMIMPINAN
V.
1.

KEPEMIMPINAN
Sebutkan definisi-definisi kepeemimpinan !
Jawab :
Banyak definisi kepemimpinan diberikan para ahli, diantaranya :

a. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang-orang,


agar mau bekerja sama menuju kepada suatu tujuan tertentu yang mereka inginkan
bersama. (Sondang P. Siagian MPA, Ph.D.)
b. Kepempimpinan adalah kemampuan dari seseofang untuk mempengaruhi orang
lain, sehingga orang lain itu bertingkah laku sebagaimana dikehendakinya. (Soerjono
Soekanto)
c.

Kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin yang oleh kata dan atau tindakannya
mendorong orang-orang untuk mengikutinya dengan suka rela. (Raymond J. Burby)

d. Kepemimpinan adalah proses pengaruh mempengaruhi antar pribadi atau orang


dalam situasi tertentu melalui proses komunikasi yang terarah untuk mencapai suatu
tujuan tertentu. (Pariata Westra, Drs. SH)
e. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang guna
bekerja sama menuju kepada suatu tujuan tertentu yang diinginkan. (Ordway Tead).
2.

Dari definisi-definisi di atas, dapat diketahui adanya unsur-unsur kepemimpinan.


Sebutkan unsur-unsur kepemimpinan itu !
Jawab :
Unsur-unsur kepemimpinan itu ialah :

a. Ada orang yang mempengaruhi (pimpinan)


b. Ada orang yang dipengaruhi (bawahan)
c.
3.

Pengaruh yang diberikan berupa pengarahan untuk mencapai tujuan tertentu.


Sebutkan kunci kepemimpinan menurut Andrew E. Sikula !
Jawab :

Kunci kepemimpinan adalah :


a. Bahwa kepemimpinan itu merupakan proses,
b. Bahwa kepemimpinan itu berarti mengarahkan orang lain,
c. Bahwa kepemimpinan itu berarti memimpin orang lain,
d. Bahwa kepemimpinan itu dilakukan oleh orang tertentu untuk mengarahkan dan
membimbing usaha-usaha orang lain dalam mencapai tujuan tertentu.
4.

Dalam

mempelajari

kepemimpinan,

banyak

pendekatan

dipergunakannya. Sebutkan beberapa pendekatan kepemimpinan !

yang

dapat

Jawab :
Beberapa pendekatan kepemimpinan adalah :
a. Pendekatan tradisional,
b. Pendekatan berdasar sifat,
c. Pendekatan perilaku,
d. Pendekatan aktivitas sosial.
5.

Berilah penjelasan tentang pendekatan tradisional !


Jawab :
Dalam pendekatan

tradisional, mempelajari kepemimpinan

melalui

praktek-

praktek pemimpin-pemimpin pada waktu tempo dulu. Menurut pendekatan ini, memimpin berarti mendikte bawahan atas apa yang dike hendakinya dalam usaha
mencapi tujuan. Bawahan melakukan apa saja yang dikehendaki pimpinannya,
bawahan tidak berhak untuk menyumbang ide-ide baru, dan juga tidak memiliki hak
untuk menuntut sesuatu.
6.

Berilah penjelasan tentang pendekatan kepemimpinan berdasar sifat pimpinan !


Jawab :
Pendekatan ini menguraikan kepemimpinan dari sudut sifat atau perangai pribadi
dari seorang pemimpin. Pendekatan ini juga berpendapat bahwa :

a. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada bakatnya. :


b. Karakter-karakter pemimpin akan diturunkan dalam keluarganya (akan

terjadi

kepemimpinan turun-temurun).
c. Setiap pimpinan tidak dijumpai sifatnya yang sama. d. Sifat pimpinan yang berhasil
adalah penuh antusiasme, mengenal diri sendiri, Waspada, percaya diri,kuat, punya
rasa bertanggung jawab, dan punya rasa humor.
7.

Berilah penjelasan tentang pendekatan perilaku !


Jawab :
Menurut pendekatan ini, keberhasilan pemimpin sangat dipengaruhi oleh:

a. Sifat dari pemimpin


b. Karakter dari pengikut
c. Sifat-sifat pekerjaan yang dilaksanakan
d. Struktur dan sifat organisasi .
e. Sifat-sifat lingkungannya.
Dasar pandangan ini adalah bahwa kepemimpinan itu sebenarnya merapakan
sesuatu yang dapat dipelajari dan tidak karena pembawaan sejak lahir. Pendekatan
ini mengisyaratkan akan kepemimpinan yang baik, yaitu :
a. Pemimpin haras memulai lebih dahulu dan membimbing bawahannya
b. Memberi perintah yang akan dilaksanakan bawahan
c. Mempergunakan saluran yang sudah ditetapkan dalam kelompoknya
d. Mengenal dengan baik mentaati segala peraturan dan kebiasaan
kelompoknya
e. Mempertahankan disiplin

dalam

f. Mendengarkan apa yang dikatakan bawahannya


g. Tanggap akan kebutuhan bawahan
h. Membantu bawahan.
8.

Berilah penjelasan tentang pendekatan aktivitas sosial !


Jawab :
Pendekatan ini didasarkan pada pendapatan bahwa gejala kepemimpinan selalu
terdapat dalam masyarakat.
Dalam masyarakat, kepemimpinan selalu melibatkan seseorang atau beberapa
orang dengan kelompok yang dibentuk untuk suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan kenyataan ini, maka pendekatan aktivitas sosial, lebih menekankan
pada sifat hubungan antar pemimpin dan yang dipimpin.

9.

Apa yang dimaksud dengan tipe atau gaya kepemimpinan itu ?


Jawab :
Tipe atau gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang dirancang untuk
mengintegrasikan tujuan orga-nisasi dan tujuan individu untuk mencapai tujuan
bersama.

10. Ada berapa macam tipe atau gaya kepemimpinan ini ?


Jawab :
Ada beberapa yaitu :
a. Tipe atau gaya kepemimpinan otokratis.
b. Tipe atau gaya kepemimpinan militeristis.
c. Tipe atau gaya kepemimpinan paternalistis.
d. Tipe atau gaya kepemimpinan kharismatis
e. Tipe atau gaya kepemimpinan demokratis.
11. Berilah penjelasan tentang gaya kepemimpinan otokratis !
Jawab :
Pimpinan otokrat selalu berpendapat bahwa ditangannyalah pusat segala kegiatan.
Pimpinan dengan gaya ini, selalu memerintah, mendikte dan bawahan harus
mengerjakan tugas sesuai dengan kehendak sang pimpinan.
Adapun ciri-ciri kepemimpinan otokrat adalah :
a. Menganggap organisasi
b. Mengidentifikasikan tujuan organisasi dengan tujuan pribadi.
c. Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.
d. Tidak mau menerima saran, kritik dan pendapat bawahan, karena mereka ini
beranggapan bahwa bawahan itu bodoh dan hanya mengancam kedudukan saja.
e. Terlalu bergantung pada kekuasaan formal.
f.

Pendapat yang digunakan selalu mengandung unsur paksaan, ancaman dan bersifat
primitif.

g. Tidak memberikan infonnasi yang berarti kepada bawahan.


h. Bersikap menjauhi kelompok.

12. Berilah penjelasan tentang gaya kepemimpinan militeristis !


Jawab :
Ciri-ciri pimpinan yang menggunakan gaya kepemimpinan militeristis adalah :
a. Menggerakan bawahan dengan sistem komando.
b. Menggerakan bawahan senantiasa ditentukan oleh pangkat dan jabatannya.
c. Menyukai formalitas yang berlebihan.
d. Menuntut bawahan untuk berdisiplin tinggi, ketat, kaku.
e. Sukar menerima kritikan dan bawahan.
f. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
13. Berilah penjelasan mengenai gaya kepemimpinan paterna listik !
Jawab :
Pimpinan paternalistis selalu beranggapan bawahan adalah seorang yang belum
dewasa. Jadi pimpinan harus selalu mempersiapkan segala sesuatunya untuk
bawahan ini.Ciri-ciri kepemimpinan ini adalah :
a. Beranggapan bahwa bawahan adalah manusia yang belum dewasa.
b. Bersikap sangat melindungi bawahan.
c.

Jarang memberi kesempatan pada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri,


berinisiatif dan mengembangkan daya kreasinya.

d. Bersikap maha tahu.

14. Berilah penjelasan mengenai gaya kepemimpinan kharismatis !


Jawab :
Pimpinan kharismatis adalah pimpinan yang karena sifat-sifat pribadinya yang iuar
biasa menurut pandangan pengikut-pengikutnya, maka dia didudukkan menjadi
pimpinannya. Kehadiran pimpinan di tengah-tengah pengikutnya, akan menimbulkan
pesona, (contoh : Khomaeni),
15. Berilah penjelasan mengenai gaya kepemimpinan demokratis !
Jawab :
Pemimpin yang demokratis, adalah pemimpin yang bersedia menerima saran-saran
dari bawahan dan selalu memberi kesempatan bawahan untuk berkonsultasi.
Adapun ciri-ciri kepemimpinan yang demokratis adalah :
a. Memandang manusia adalah makhluk yang termulia di dunia.
b. Mensinkronisasikan tujuan organisasi dengan tujuan pribadi.
c. Mengutamakan kerjasama dalam mencapai tujuan.
d. Memberikan kebebasan kepada bawahan untuk berbuat.
e. Selalu berusaha mengembangkan pribadinya sebagai pimpinan.
16. Jelaskan perbedaan pengertian pimpinan dan manajer.
Jawab :

Perbedaannya :
Pimpinan lebih berfungsi untuk mengelola sumber daya manusia saja, sedangkan
manajer, disamping mengelola sumber daya manusia, juga mengelola sumber daya
lain maupun sumber dana guna mencapai tujuan organisasi secara efektif dan
efisien.
17. Dari pengertian ini seorang pimpinan atau seorang manajer dapat diidentifikasikan
menjadi tiga macam, apa saja ?
Jawab :
Tiga macam klasifikasi sifat pimpinan atau manajer adalah : .
a. Pimpinan yang bukan manajer
b. Pimpinan yang sekaligus manajer
c.

Manajer yang bukan pimpinan

18. Seorang pemimpin atau seorang manajer, dilahirkan ataukah dibentuk?


Jawab :
Ada dua pandangan tentang hal ini. Dahulu orang berpendapat bahwa seorang
pemimpin atau seorang manajer adalah dilahirkan, artinya sangat tergantung
kepada bakat bawaan sejak dilahkkan, Namun dengan kemajuan teknologi dan ilmu
pengetahuan, seorang pemimpin atau seorang manajer dapat dibentuk atau dilatih
19. Seorang pemimpin atau manajer yang berhasil sangat ditentukan oleh beberapa
faktor.Sebutkan faktor-faktor tersebut.
Jawab :
Menurut Ralph Stogdill :
a. Intelegensia dan kesarjanaan
b. Kondisi pisiknya
c. Kepribadiannya
d. Status sosial dan pengalamannya
e. Berorientasi pada tugas/pekerjaan
Menurut Edwin Ghiselli :
Unsur penting :
a. Kemampuan memutuskan
b. Kapasitas intelektualnya
c. Orientasi pada prestasi kerja
d. Keinginan untuk aktualisasi
e. Percaya diri
f. Kemampuan manajemen dalam membangun tim
Unsur yang cukup penting :
a. Kemampuan menciptakan kerjasama
b. Semangat kerja dan inisiatifnya
c. Jumlah dana pengembangannya
d. Keamanan kerjanya
e. Kematangan pribadinya

20. Sebutkan pedoman yang biasa dianut di Indonesia

Jawab :
Pedomannya :
Asah, asih, asuh.
Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayai.

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi, memberi contoh dan memberjalankan suatu sistem kerja dalam
upaya mencapai tujuan organisasi. Dalam arti luas, seorang pemimpin adalah orang yang mampu berdiri
(memimpin) orang banyak untuk memberi arahan dan contoh dalam suatu sistem kerja dengan cara yang
sistematis, sehingga tujuan dari sistem kerja tersebut dapat tercapai.
Suatu lembaga membutuhkan pemimpin, bahkan sampai lembaga terkecil dalam rumahpun membutuhkan
seorang pemimpin. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memiliki aspek-aspek tertentu dalam memimpin
suatu grup. Namun secara mendasar, seorang pemimpin dilihat dari aspek kharismatik, pandangan ke depan,
daya persuasi dan intensitas.
Dalam suatu lingkungan masyarakat, penentuan pemimpin di lingkungan satu dengan yang lainnya sangatlah
beragam. Pemilihan seorang pemimpin di lingkungan yang agamis akan berbeda dengan lingkungan metropolis.
Kepemimpinan berasal dari kata Pimpin yang berarti tuntun, bina atau bimbing. Pimpin dapat pula berarti
menunjukan jalan yang baik atau benar, tetapi dapat pula berarti mengepalai pekerjaan atau kegiatan. Dengan
demikian, kepemimpinan adalah hal yang berhubungan dengan proses menggerakkan, memberikan tuntutan,
binaan dan bimbingan, menunjukkan jalan, memberi keteladanan, mengambil resiko, mempengaruhi dan
meyakinkan pihak lain, atau suatu proses mempengaruhi aktivitas orag lain atau sekelompok orang untuk
bekerjasama mencapai tujuan tertentu.
Kepemimpinan diri sendiri juga sangat berkaitan dengan penegakkan disiplin atas diri sendiri. Tidak semua orang
bisa mendisiplinkan diri sendiri. Karena dengan mendisiplinkan diri sendiri berarti harus berani mengakui
kesalahan diri sendiri. Pada dasarnya orang akan lebih mudah mencari kesalahan orang lain, tetapi kesalahan
diri sendiri selalu ditutup-tutupi. Ujung-ujungnya berusaha mencari pembenaran agar lebih mudah memaafkan
kesalahan diri sendiri. Padahal hanya dengan memaafkan kesalahan tanpa melakukan perubahan sebagai
bentuk penghukuman tidak akan merubah sesuatu menjadi lebih baik. Dan ketika seseorang sudah dapat
memimpin diri sendiri, berarti dirinya telah dapat mengembangkan kemampuan untuk mengelola hubungan
dengan orang lain.
Salah satu manfaat yang diperoleh dari keberhasilan memimpin diri sendiri adalah munculnya keberanian untuk
memiliki mimpi yang besar, berani melangkah, dan berani untuk menghadapi segala risiko yang akan
menghadang. Memang tidak ada salahnya bagi seseorang memiliki mimpi dan berusaha untuk mewujudkan
mimpinya, hanya untuk meraih keberhasilan dan kebahagiaan. Tetapi seringkali yang ada adalah orang yang
mencapai keberhasilan, tetapi sebagian besar diperoleh dengan memendam rasa takut kehilangan apa yang
telah dicapai sekarang dan apa yang akan dicapainya di masa mendatang. Memang rasa ketakutan dapat
memotivasi seseorang untuk meningkatkan kinerjanya, tetapi hal itu tidak akan dapat berlangsung lama. Pada
suatu saat seseorang juga akan merasakan kejenuhan. Oleh sebab itu, agar dapat mencapai kinerja puncak
yang berkelanjutan, pelajari dan ubah motivasi dari takut kehilangan menjadi senang mengerjakan sesuatu.
Jadi kepemimpinan lebih baik jika dimulai dari diri sendiri. Memang hal itu tidaklah mudah tetapi kita harus
mengupayakannya. Dengan keberhasilan memimpin diri sendiri sekaligus dapat mengatasi rintangan dalam
memimpin diri sendiri akan membuka jalan bagi keberhasilan dalam kepemimpinan-kepemimpinan lainnya yang
melibatkan orang lain.

Fungsi kepemimpinan adalah menggerakkan orang yang dipimpin menuju tercapainya tujuan.
Agar dapat menanamkan kepercayaan pada orang yang dipimpinnya dan menyadarkan bahwa
mereka mampu berbuat sesuatu dengan baik. Disamping itu, pemimpin harus memiliki

pikiran, tenaga dan kepribadian yang dapat menimbulkan kegiatan dalam hubungan antar
manusia.