Anda di halaman 1dari 5

Notulen

PERTEMUAN EVALUASI HASIL KEGIATAN POSYANDU


1. Tanggal pelaksanaan
:
2. Tempat Pelaksanaan
:
3. Pelaksana
:
Nama petugas Puskesmas
Nama Petugas Puskesmas
Nama Petugas Puskesmas
Bidan
Nama Kader
Kader
Kader
Kader
Kader
Kader
TOPIK:
EVALUASI HASIL KEGIATAN POSYANDU
1. PROGRAM GIZI
o PENIMBANGAN
o Jlh balita seluruh
o Jlh balita yang datang timbang
o Jlh balita yang naik berat badan
o Jlh balita T2 atau lebih
o Jlh balita BGM
o Jlh Balita gizi buruk
Permasalahan :
a. D/S sebesar %,
b. N/D sebesar %
c. T2/D sebesar %
d. BGM/D.%

:
:
:
:
:
:

Solusinya

a. Sweeping penimbangan
b. Konseling PMBA
c. Konseling PMBA dan rujuk
d. Konseling PMBA, kunjungan rumah dan rujuk
ASI EKSKLUSIF
o Jumlah bayi seluruh
o Jumlah bayi yang menyusui eksklusif
Permasalahan
a. Ibu bekerja sehingga bayi tidak lagi diberikan ASI secara Eksklusif
b. Keluarga tidak mendukung pemberian ASI secara eksklusif
c.
d. ..

Solusi
a. Konseling menyusui,
b. .
c.
2. PROGRAM IMUNISASI
a. Sasaran imunisasi
:
org
b. Jlh Bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
:
org
Permasalahan
a. Ada keluarga yang tidak mau mengimunisasikan anaknya
b. Ibu trauma karena anak sakit /demam setelah imunisasi sebelumnya
c. Ada bayi yang belum datang ke Posyandu
d. ..
Solusi
a. Konfirmasi ke sasaran dan bekerjasama dengan kepala dusun menyampaikan
permasalahan yang ada
b. Penyuluhan dan konseling keluarga
c. Sweeping atau menghadirkan sasaran ke Posyandu
d. ..
3. PROGRAM KIA
a. Jumlah sasaran ibu hamil seluruhnya
:
org
b. Jumlah ibu hamil KEK
:
org
c. Jumlah ibu hamil yang mendapat Fe
:
org
d. Jumlah ibu hamil yg mendapat Multi Mikronutrien
:
org
e. Jlh ibu hamil yang sudah memiliki calon donor drah :
org
f. .
g. .
Masalah
a. Ada ibu hamil yang tidak memeriksakan kehamilannya ke Bidan maupun
b.
c.
d.
e.

Poskesdes
:
org
Ada ibu hamil yang tidak mendapatkan Fe/ Mikronutrien :
Ada ibu menyusui yang tidak di ANC
.
.

org

Solusi
a. Mengunjungi ibu hamil agar datang memeriksakan kehamilannya ke Posyandu
atau ke Poskesdes
b. Memberikan fe/ Multinutrien ke ibu hamil
c. Konseling
d. Berkoordinasi dengan bidan agar melakukan ANC
4. PENANGGULANGAN DIARE
a. Jumlah penderita diare
:
org
b. Jumlah penderita yang ditangani kader
:
org
Permasalah:
a. .
b. ..
Solusi
a.

b.
Ketua Kader

(______________________)

Ini Jadwal Pemberian Vaksin Ulang Sesuai Usia


Anak

138
Shares

ThinkstockphotosIlustrasi

Berita Terkait

Menkes Berharap Tersangka Kasus Vaksin Palsu Dihukum Berlapis


Bio Farma: Kualitas Vaksin Dalam Negeri Sudah Diakui WHO
14 RS Mayoritas Gunakan Vaksin Palsu Jenis Pediacel dan Tripacel
Jenis Vaksin yang Diberikan Ulang kepada Korban Vaksin Palsu
Pemerintah Jamin Keaslian Vaksin dan Stok Cukup untuk Imunisasi Ulang

JAKARTA, KOMPAS.com -Imunisasi ulang akan dilaksanakan secara bertahap


menyusul proses pendataan jumlah anak yang diduga mendapat vaksin palsu.
Tahap pertama, imunisasi ulang telah dilakukan terhadap puluhan anak korban vaksin
palsu di empat lokasi. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman Pulungan,
SpA (K) mengatakan para orangtua tak perlu ragu dengan pemberian vaksin ulang.
"Vaksin ulang tidak ada efek sampingnya, jadi tetap boleh diberikan," kata Aman di
Gedung Kementerian Kesehatan, Selasa (19/7/2016).
Aman menjelaskan, vaksinasi ulang, seperti vaksin DPT (difteri, pertusus, dan tetanus)
diberikan sesuai dengan usia anak. Misalnya, anak diduga mendapat vaksin DPT palsu
saat usianya di bawah 1 tahun, tetapi saat ini sudah berusia 2 tahun.
Jadwal pemberian vaksin DPT pun disesuaikan dengan usia anak agar efektivitas
vaksin untuk kekebalan tubuh tetap didapatkan. Berikut jadwal pemberian vaksin ulang
untuk jenis DPT/Td (Tetanus, difteri).

1. Anak usia di bawah 1 tahun


Untuk anak berusia di bawah 1 tahun, imunisasi DPT diberikan 3 kali dengan interval 1
bulan.
2. Usia 1-7 tahun
Jika anak sudah berusia 1-7, dosis pertama diberikan pada hari H. Kemudian, kembali
diberi vaksin atau dosis kedua setelah 2 bulan dari jadwal pemberian dosis pertama.
Lalu, dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis kedua.
3. Usia 7-18 tahun (diberikan Td)
Jika anak sudah berusia 7-18 tahun, vaksin yang efektif diberikan adalah vaksin Td.
Vaksin Td dosis pertama diberikan pada hari H.
Kemudian, dosis kedua diberikan 2 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga
diberikan 6 bulan setelah dosis kedua. Untuk penguatan kekebalan tubuh, vaksin Td
kembali diberikan 12 bulan setelah dosis ketiga.

Anda mungkin juga menyukai