Anda di halaman 1dari 37

INSTRUKSI KERJA PERSIAPAN PENGGUNAAN

PERALATAN & PERLENGKAPAN


PROSEDUR PENGENDALIAN DOKUMENAUDIT ENERGI

Nomor Dokumen :
IKPSM/SCI PBK QAPBK/031

Jabatan
Disiapkan
oleh

Tanggal

Didi Hendradi
Bsiness Development
Korporat 3

Kepala Bagian
Sistem Manajemen &
GCGKepala Bagian
Syistem
Managjement
Diperiksa
oleh

Tandatangan

Bernard Sihombing
Kepala Bagian
Pengembangan Bisnis
Korporat

0326/0911/2015

0326/0911/2015

Kepala Divisi
SMOKepala Divisi
SGR
Disetujui
oleh

Wirawan Laksono
Kepala Divisi
Pengembangan Bisnis
Korporat

Wakil Manajemen
Korporat

0326/0911/2015

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

No. Salinan :

Dilarang menggandakan atau memperbanyak dokumen ini dalam bentuk apapun


tanpa ijin tertulis dari PT SUCOFINDO (PERSERO)
Rev.006

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 2 dari 6 hal

Hal 2 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
1.

TUJUAN
I.1.
I.2.

Memastikan auditor energi mengenal alat pelindung diri pada saat audit energi.
Memastikan auditor energi memahami pentingnya penggunaan alat pelindung
diri pada saat audit energi.
I.3. Memastikan auditor energi mampu menggunakan peralatan yang dipergunakan
dalam pengukuran pada saat audit energi.
I.4. dalam kegiatan persiapansebagai auditor energi.
I.5.
I.6.
I.7.
I.8. menyiapkan dokumen (formulir isi
I.9.
I.10.

I.11.
I.12.
I.13.
Prosedur ini dibuat sebagai acuan untuk memastikan agar semua dokumen telah
ditinjau, disetujui, didistribusi, disimpan, digunakan dan dijamin status revisinya.

2.

RUANG LINGKUP
Prosedur ini digunakan Auditor Energi atau Tim Audit Energi untuk penggunaan alat
pelindung diri dan pengukuran pada saat audit energi.
2.1. scooping dan persiapan audit energi Pelaksanaan Serah terima jasa dari Divisi
Porat kepada Unit Bisnis
2.2.
2.3.
2.4.

Prosedur ini meliputi kegiatan proses pengendalian dokumen sistem manajemen


yang terdiri dari penyusunan, perubahan, pengidentifikasian, pengesahan,
penetapan, penggandaan dan pendistribusian di lingkungan Sucofindo.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 3 dari 6 hal

Hal 3 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
3.

REFERENSI
3.1

Keputusan Menteri Tenaga Penetapan Rancangan Standar Kompetensi


Kerja & Transmigrasi No. 614 Kerja
Nasional
Indonesia
Sektor
Jasa
Tahun 2012.
Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya Sub
ISO 9001:2008
Sektor Jasa Konservasi Energi Bidang
Manajemen Energi Untuk Jabatan Kerja Auditor
Energi Industri dan Bangunan Gedung Menjadi
Standar
Kompetensi
Kerja
Nasional
Indonesia.Quality Management System Requirements
3.2 SNI 6196:2011 SNI ISO/IEC Prosedur
Audit
Energi
Pada
BangunanPersyaratan
umum
17020:2012
pengoperasian
berbagai
lembaga
inspeksi
3.3 ISO 50002:2014SNI
Audit EnergiPersyaratan Umum Kompetensi
Laboratorium
ISO/IEC 17025:2005
Penguji dan Laboratorium Kalibrasi
3.4 PO/PBK-PBK/01
Prosedur Pelaksanaan Jasa Audit Energi
3.5 IK/PBK-PBK/01
Instruksi Kerja Persiapan Audit Energi
3.6. IK/PBK-PBK/02
Instruksi Kerja Pelaksanaan Audit Energi
3.4 ISO 14001 : 2004
Environmental Management System
3.5 OHSAS 18001: 2007

Requirements with guidance for use


Occupational Health and Safety Management
System-Requirements

3.6 PP 50 tahun 2012

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan


dan Kesehatan Kerja

3.7 ISO 19011 : 2011

Guidelines for Auditing System Management

3.8 SNI ISO 31000 : 2011

Manajemen risiko - Prinsip dan panduan

3.9 Barantan 2008

Pedoman Registrasi Perusahaan Fumigasi

3.10 No.1/PP/2014

Sistem Manajemen SUCOFINDO

3.11 44/KD/2014

Kearsipan Perusahaan

3.12 01/KD/2007

Pedoman Persuratan, Logo dan Surat


Elektronik

3.1
ISO 9001:2008
PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 4 dari 6 hal

Hal 4 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
3.2

ISO/IEC 17020 1998

3.3
3.4
3.5
3.6
3.7
3.8

ISO/IEC 17025 2005


ISO 14001 : 2004
OHSAS 18001: 2007
KEPMENAKER NO. 5/1996
Keputusan Direksi Nomor 17/KD/2006 tentang Kearsipan Perusahaan
Keputusan Direksi Nomor 1/KD/2007 tentang Pedoman Persuratan,
Pedoman
Penggunaan Logo dan Kebijakan Penggunaan Surat
Elektronik.
ISO 310000 : 2009 1 0

3.9

4.

DEFINISI
4.1

Dokumen
Informasi dan media pendukungnya seperti pernyataan, kebijakan, prosedur,
spesifikasi, tabel, kalibrasi, grafik, buku teks, catatan, memo, gambar, rencana
dan lain lain.

4.2

Daftar Induk Dokumen


Daftar yang mencatat dan memuat semua nama Judul Dokumen serta
Identifikasinya.

4.3

Dokumen Eksternal
Dokumen yang berasal dari luar perusahaan yang dipergunakan
referensi dalam melaksanakan pekerjaan.

4.4

sebagai

Dokumen Internal
Dokumen yang berasal dari dalam perusahaan yang dipergunakan sebagai
referensi dalam pelaksanaan pekerjaan.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 5 dari 6 hal

Hal 5 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
4.5

Dokumen Korporat
Dokumen dengan lingkup pemberlakuannya meliputi seluruh unit kerja
(SBU/Divisi/SPI/Unit PKBL/Cabang/Unit Pelayanan).

4.6

Dokumen Master
Lembar asli dokumen yang telah mendapat persetujuan dan pengesahan.

4.7

Salinan terkendali
Copy dari Dokumen Master yang peredarannya dikendalikan
Dokumen yang didistribusikan secara on line (soft copy) melalui
outlook/intranet/CD maupun hard copy yang telah di stempel TERKENDALI,
yang apabila terjadi perubahan terhadap dokumen tersebut, pengendali
dokumen berkewajiban menarik dari peredarannya dan menggantikannya
dengan status revisi terkini.
Salinan tidak terkendali
Salinan dokumen yang diberikan kepada pihak lain yang perlu mendapat
memerlukan informasi, akan tetapi tidak harus mendapat pemberitahuan
apabila terjadi perubahan.

4.8

4.9

Dokumen Keadaluwaarsa
Dokumen yang dinyatakan tidak berlaku lagi.

4.10

Unit Kerja (UK)


SBU/Divisi/SPI/Unit/Cabang/SPI/Cabang/Sub Cabang/cabang khusus yang
bertanggung-jawab atas dokumen yang diterbitkan dan dikendalikan.Unit
Pelayanan

4.11

Kepala Unit Kerja (KUK)


Vice President Kepala SBU/Divisi/SPI/Unit dan Kepala Cabangg/Sub Cabang.

4.12

WMK (Wakil Manajemen Korporat)


Salah satu Direksi yang ditunjuk dan diberi kewenangan karena jabatannya
sebagai wakil dari perusahaan dalam penanganan sistem manajemen yang
diterapkan.

4.13

WMUK (Wakil Manajemen Unit Kerja)


Personil yang diberi kewenangan karena jabatannya sebagai Wwakil
Mmanajemen Uunit Kkerja (SBU/Divisi/SPI/Unit/Cabang/Unit Pelayanan)
SBU/Divisi/Cabang/SPI)

4.14

Quality, -Safety and Health Environment (Q-SHE) Officer atau Quality


Assurance (QA) Officer /Fungsi QSHE
Officer karena jabatannya sebagai penanggung jawab kegiatan sistem
manajemen mutu.

4.1.

Audit Energi (Energy Audit)

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 6 dari 6 hal

Hal 6 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
Proses evaluasi pemanfaatan energi dan identifikasi peluang penghematan
energi serta rekomendasi peningkatan efisiensi pada pengguna energi dan
pengguna sumber energi dalam rangka konservasi energi.
4.2.

Audit Energi Singkat (Walk Through Energy Audit)


Kegiatan audit energi yang meliputi pengumpulan data historis, data
dokumentasi yang tersedia, perhitungan intensitas konsumsi energi (IKE) dan
kecenderungannya, potensial penghematan energi dan penyusunan laporan
audit.

4.3.

Audit Energi Awal (Preliminary Energy Audit)


Kegiatan audit energi yang meliputi pengumpulan data historis, data
dokumentasi yang tersedia, observasi dan pengukuran sesaat, perhitungan
intensitas konsumsi energi (IKE) dan kecenderungannya, potensial
penghematan energi dan penyusunan laporan audit.

4.4.

Audit Energi Rinci (Detail Energy Audit)


Kegiatan audit energi yang meliputi pengumpulan data historis, data
dokumentasi yang tersedia, observasi dan pengukuran lengkap, perhitungan
intensitas konsumsi energi (IKE) dan kecenderungannya, potensial
penghematan energi dan penyusunan laporan audit.

4.5.

Tenaga Audit
Terdiri dari Auditor Energi dan Teknisi Audit Energi.

4.6.

Auditor Energi
Tenaga profesional yang memenuhi persyaratan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia Sektor Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya Sub
Sektor Jasa Konservasi Energi Bidang Manajemen Energi untuk Jabatan
Kerja Auditor Industri dan Bangunan Gedung.

4.7.

Ketua Tim Audit


Auditor Energi yang memimpin pelaksanaan audit energi.

4.8.

Konservasi Energi
Upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya
energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi.

4.9.

Intensitas Konsumsi Energi


Besarnya penggunaan energi

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 7 dari 6 hal

Hal 7 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

5.

URAIAN PROSEDUR
Kegiatan

5.1

Pe
na
ng
gu
ngj
aw
ab

Penyusunan Dokumen Baru


5.1.1

Menyiapkan dan/atau menyusun dokumen dengan mengacu kepada


Pedoman Format Penulisan Dokumen dan Pedoman Penomoran Dokumen.

Pe
mili
k
Pro
ses
/
Fu
ngs
i
terk
ait

Membuat penomoran dokumen, sesuai dengan Pedoman Penomoran


Dokumen.
5.1.2

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Dokumen yang baru diterbitkan diberi nomor revisi 00. Bila terjadi
perubahan, nomor revisinya naik satu hitungan

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 8 dari 6 hal

Hal 8 dari 18 hal

Fu
ngs
i
QS
HE

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
5.21. ScoopingJenis Alat Pelindung Pemeriksaan Dokumen
5.1.1.

lan
&

Pelindung Kepala
Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda jatuh yang bisa mengenai
kepala baik secara langsung maupun tidak langsung.

lapangan

yaitta

yang

berhubungan dengan audit jungan lapangan.


5.1.2.

Pelindung Mata dan Muka


Pelindung mata ; Berfungsi sebagai pelindung mata ketika kita bekerja.alat ini
melindungi mata dari partikel-partikel kecil,debu,radiasi,atau sinar yang
menyilaukan.misal pekerjaan pengelasan.
Pelindung Mata dan Muka ; Berfungsi untuk melindungi mata atau muka. Dari
percikan bahan kimia dapat dipasang pada helm atau bisa pula dipegang
dengan tangan.biasanya digunakan untuk pekerjaan penggerindaan/kimia.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 9 dari 6 hal

Hal 9 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
5.2.1

Memeriksa dokumen dengan ketentuan, apabila disetujui maka dokumen


tersebut ditandatangani pada kolom Disusun oleh.Apabila tidak disetujui
maka dokumen tersebut dikembalikan kepada pihak yang mengusulkan
dokumen

P
e
m
ili
k
P
ro
s
e
s/
F
u
n
g
si
te
rk
ai
t

5.1.3.5
.2.2

Pelindung Pendengaran
Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja ditempat yang
bising.karena dapat menguragi intensitas suara yang masuk kedalam telinga,
dipakai pada tingkat kebisingan 85 dBA keatas.

P
e
m
ili
k
P
ro
s
e
s/
F
u
n
g
si
te
rk
ai
t

Mempersiapkan dan menyusun Dokumen LelangMenyerahkan dokumen


yang telah ditandatangani pada kolom Diperiksa oleh kepada Kepala
Bagianabag SM terkait/VP Kepala KUK terkait/Direktur terkait

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 10 dari 6 hal

Hal 10 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

Untuk kolom tanda tangan dapat dilihat pada Pedoman Format Penulisan
Dokumen
5.1.4.

Pelindung Pernafasan
Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja ditempat
dengan kualitas udara yang buruk.(berdebu,beracun).

1.

5.1.5.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Tentukan lokasi atau titik-titik yang


memungkinkan dilakukannya proses pengukuran terkait audit energi.
Buat laporan hasil scooping dan serahkan kebagian administrasi operasi
Pelindung Tangan
Terbuat dari (kain, kulit, karet) ; berfungsi untuk melindungi tangan dari
benda-benda
tajam,goresan,bahan-bahan
kimia,
benda
panas/dingin,ataupun kontak arus listrik. Intinya melindungi tangan dari
cidera.

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 11 dari 6 hal

Hal 11 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
5.1.6.

Pelindung Kaki
Sepatu Karet (Rubber Boot) Berfungsi sebagai alat pengaman kaki saat
bekerja ditempat yang becek,ataupun berlumpur,juga melindungi kaki dari
benda tajam atau berat,panas,cairan kimia,arus listrik dll.
Sepatu Keselamatan (Safety Shoes) ; fungsinya sama dengan Rubber Boots
hanya saja terbuat dari bahan kulit dilapisi metal.dengan sol dari karet tebal
dan kuat.biasanya diujung kaki dilengkapi dengan baja dan anti hantaran
listrik.

5.1.7.

Pelindung Jatuh Ketinggian


Berbentuk seperti sabuk (ikat pinggang) yang berfungsi melindungi kita dari
bahaya jatuh apabila bekerja diketinggian.
Fungsinya sama dengan safety belt hanya saja body harness lebih aman
karena tali pengamannya melindungi seluruh badan kita.(Tidak hanya
dipinggang saja).wajib digunakan ketika bekerja diketinggian/2 meter keatas.

5.1.8.

Pelindung Tubuh
Terdiri dari ; Pelampung, Rompi Nyala, Jas Hujan

Keterangan :

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Pergunakan jenis alat pelindung diri sesuai kondisi kerja, minta informasi
dari pihak obyek audit energi mengenai alat pelindung diri yang sesuai
dengan kondisi kerja.
Pergunakan alat pelindung diri dengan standar yang telah diakui.
Periksa masa kadaluarsa dari alat pelindung diri yang akan digunakan.
Seluruh alat pelindung diri yang merupakan inventarisasi perusahaan
menjadi tanggungjawab pemakain selama digunakan dalam kegiatan
audit energi.
Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 12 dari 6 hal

Hal 12 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

5.2.

Jenis Alat Ukur


5.2.1.
Peralatan pengukur energi termal
2..
2..
2..
2..
2..

Audit energi industri


1. Steam Trap Detector
Alat untuk mengecek kebocoran

Daftar Formulir Audit /PBK-PBK/01.


singkatawal untuk mendapatkan :
Data historis,
Data dokumentasi yang te
Penyusunan laporan audit.
rinci untuk mendapatkan
2. TDS meter
Alat untuk mengukur partikel padatan terlarut di air minum yang tidak
tampak oleh mata.
TDS adalah singkatan dari Total Dissolved Solids . Setiap air minum
selalu mengandung partikel yang terlarut yang tidak tampak oleh mata,
bisa berupa partikel padatan (seperti kandungan logam misal : Besi,
Aluminium, Tembaga, Mangan dll) maupun partikel non padatan seperti
mikro organisma dll. Salah satu cara untuk mengukurnya adalah
menggunakan alat yang disebut sebagai TDS meter. Alat ini bisa
mengukur berapa jumlah padatan yang terlarut didalamnya dalam
satuan ppm (mg/L) yang ditunjukkan berupa angka digital di displaynya.
Cara kerja alat ini adalah dengan cara mencelupkan kedalam air yang
akan diukur (kira-kira kedalaman 5cm) dan secara otomatis alat bekerja
mengukur.
Pada saat pertama dicelupkan angka yang ditunjukkan oleh display
masih berubah-ubah, tunggulah kira-kira 2 sampai 3 menit sampai angka
digital stabil.
TDS meter ini digunakan sebagai alat cek kemurnian air dan kadar
mineral yang ideal untuk semua aplikasi pemurnian air seperti
pengecekan air minum isi ulang, air reverse osmosis, air PAM, air
destilasi, air aki, air tanah, air limbah regulasi, air sadah, budidaya
hidroponik, dan koloid perak.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 13 dari 6 hal

Hal 13 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

Kick Of Meeting (Rapat Pendahuluan)


Kick of Meeting (Rapat Pendahuluan).PBK.02.
Pemeriksaan Audit Energi no. : FOR/PBK-PBK/03.
Pergunakan alat ukur ukuo. : IK
1.
Peralatan & Perlengkapan Audit Energi. : FOR/PBK-PBK/045
3. Combustion analyzer
Combustion Analyser Kit ini merupakan module instrument yang di
design secaraprofessional untuk pengukuran dan analisis mesin-mesin
berbahan bakar (combustion engine) bensin maupun diesel.
Alat ini untuk menentukan efisiensi pembakaran dan untuk melakukan
uji emisi. Peralatan handheld combustion and emissions analyzer yang
ini dapat mengukur dan menampilkan langsung Flue Gas Oksigen
( O2) , Karbon Monoksida ( CO) , Stack Temperature, Draft, Differential
Pressure, Temperatur Air Combustion serta dapat juga mengukur dan
menampilkan Nitric Oxide ( NO) , Nitrogen Dioksida ( NO2) dan Sulfur
Dioksida ( SO2). Alat ini dapat menghitung dan menampilkan Efisiensi
Pembakaran ( FPD) , Excess Air ( EA), Karbon Dioksida ( CO2) , NOx
dan nilai-nilai referensi Oksigen.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 14 dari 6 hal

Hal 14 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
4.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Pocket Termometer, Infrared Termometer


Digital Infrared Thermometer atau biasa disebut dengan Termometer
Infra Merah, termometer laser atau termometer tembak merupakan
sebuah alat pengukur yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi
temperatur atau suhu secara optikal (selama objek diamati),
menggunakan metode pengukuran radiasi energi sinar infra merah,
untuk kemudian digambarkan dalam bentuk suhu.
Digital Infrared Thermometer menggunakan metode pengukuran suhu
yang sangat cepat, tepat dan akurat pada objek yang diukur dari jarak
jauh dan tanpa disentuh atau kontak langsung sangat ideal untuk
mengukur pada situasi dimana objek bergerak sangat cepat, sangat
panas, dan jauh letaknya, adanya kebutuhan menghindari kontaminasi
objek (seperti makanan/alat medis/obat-obatan/produk), dan berada di
lingkungan yang bahaya.
Digital Infrared Thermometer mengukur suhu menggunakan radiasi
kotak hitam (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. Kadang
disebut termometer laser atau tembak karena menggunakan laser untuk
membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan
untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh.
Dengan mengetahui jumlah energi inframerah yang dipancarkan oleh
objek dan emisinya, maka temperatur objek dapat dibedakan.

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 15 dari 6 hal

Hal 15 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
5.

Thermography / Imaging Termometer


Thermography atau thermal imaging adalah suatu teknik dimana energi
inframerah yang tidak terlihat secara kasat mata, dipancarkan oleh
obyek kemudian diubah menjadi gambar panas secara visual. Infrared
Thermography dapat dianggap sebagai pemetaan panas tanpa sentuhan
dan analisa pola panas pada permukaan objek.
Thermography juga dapat digunakan sebagai cara untuk menginspeksi
peralatan listrik atau mekanis untuk menentukan ketidaknormalan fungsi
dengan memperoleh pola panasnya. Metode Inspeksi ini didasarkan
pada kenyataan sebagian besar komponen di dalam suatu system yang
akan menunjukkan kenaikan atau penurunan temperatur jika terjadi
malfungsi.
Peningkatan temperatur dalam rangkaian listrik mungkin disebabkan oleh
koneksi kendor atau sekring yang mengalami beban lebih. Dengan
Thermography kita dapat mengamati pola panas pada saat komponen
sistem beroperasi, kerusakan atau gangguan dapat dilokalisir dan
keparahannya dapat langsung dievaluasi. Kontak secara fisik terhadap
sistem tidak lagi diperlukan, inspeksi dengan Thermography dapat
dilakukan dalam kondisi beroperasi penuh tanpa menghasilkan kerugian
operasi atau menghentikan operasi tersebut.

6. Lux meter
Luxmeter atau Lightmeter merupakan sebuah alat untuk mengukur intensitas
cahaya. Dalam fotografi, pengukur cahaya digunakan untuk menentukan
pembukaan. Diberikan kecepatan film dan kecepatan rana, alat ini akan
menunjukkan f-stop yang akan memberikan sebuah pembukaan yang
netral.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 16 dari 6 hal

Hal 16 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

7.

Hygrometer
Alat untuk mengukur tingkat kelembaban pada suatu tempat.

8.

Anemometer
Alat pengukur kecepatan angin dan juga dapat mengukur besarnya
tekanan angin itu.

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 17 dari 6 hal

Hal 17 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
9.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Flow meters
Flow meter merupakan instrumen guna mengukur aliran dari suatu fluida
baik liquid ( liquid flowmeter), sludge ( sludge flow meter) maupun gas
( flow meter gas), baik bertemperatur rendah hingga temperatur tinggi.
Dalam memilih flow meter harus disesuaikan dengan kondisi fluid
dan fungsi flowmeter itu sendiri. Karakteristik dari fluida yang diukur
oleh flow meter sangat luas mulai dari tingkat corosive fluida dimana
untuk fluida yang tingkat keasamannya tinggi mungkin lebih cocok jika
menggunakan flowmeter dari bahan PVC / non logam.
Untuk fluida yang bertemperatur tinggi tentunya digunakan matrial lain.
Begitu juga untuk tingkat kepekatan matrial fluida jenis flow meter harus
disesuaikan. Untuk fluida yang diaplikasikan pada bahan makanan atau
obat-obatan yang menuntut bahan pipa dan bahan flowmeter yang harus
food grade lebih cocok kalo dipakai stainles steel SUS 316L. Dan untuk
lingkungan yang corisive seperti di laut mungkin body dan flange flow
meter lebih pas jika menggunakan stainless steel.
Karena dibutuhkan ketelitian dan pemahaman akan karakteristik fluid
serta manfaatnya , serta cara kerja Flowmeter dan fungsi flow meter itu
sendiri. Ada beberapa variabel yang harus kita tentukan dalam memilih
flow meter pada saat penentuan type flow meter dan model
flowmeter yang cocok dengan aplikasi yang kita harapkan, varibel
pemilihan flow meter tersebut dapat dimasukan ke dalam pertanyaan
sebagai berikut :
1.
Jenis Fluid yang akan digunakan pada flow meter : gas, water,
chemical, oil , liquid gas, sludge, dll
2.
Pengukuran flow meter hanya pada flow atau total fluid yang
mengalir atau kedua2nya
3.
Viscosity dari fluid, Kebersihan/kekotoran dari fluid ( lumpur,
banyak kotoran atau bersih ) yang mengalir ke flow meter
4.
Tujuan dari Flow meter : sebagai alat ukur flow, total volume,
control, switch, pengiriman sinyal electric yang berfungsi sebagai
control ataupun data ke komputer atau Hand phone lewat sms.
5.
Perlu tidaknya display pada flow meter atau electronic signal out
put or electrical out put.
6.
Besaran ( max dan min ) dari Flow rate, working Pressure,
Temperature dari fluid yang akan diukur flow meter
7.
Perlu tidaknya sistem kedap air pada flow meter ( water proof)
atau area yang mudah terbakar atau explossive atau yang
setandart.
8.
Penggunaan untuk bahan kimia dan makanan seperti tingkat
keasaman dari fluid atau perlu food grade untuk matrial flow
meter yang sering digunakan di industry obat atau makanan dan
minuman. Ukuran dari pipa dimana flow meter ini di install termasuk
menggunakan sistem sambungan flange atau ulir atau fitting
9.
Sistem insatallasi flow meter : Vertical atau horizontal.
10. Keterangan lain yang diperlukan dalam memilih jenis flow
meter karena padadasarnya flow meter bisa dibuat/dipesan sesuai
dengan keinginan pemesan (custom).
Flow meter mempunyai banyak jenis dan berdasarkan cara kerja dapat
Rev : 0640

Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 18 dari 6 hal

Hal 18 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
a.

Ultrasonic Flow Meter

b. Electromagnetic Flow Meter

c. Coriolis Flow Meter

d. Vortex Flow Meter

e. Impeller Flow Meter

f.

Glass Tube Flow Meter

g. Sigh Gauge Flow Meter

h. Open Channel Flow Meter

i.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Turbine FLow Meter

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 19 dari 6 hal

Hal 19 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

j.

Thermal mass Flow Meter

k. Water Meter

l.

Gas Meter

m. Oriffice Flow Meter

n.

Oval Gear Meter

10. Leak detect

11. Kamera
12. Teropong
5.2.2.Peralatan pengukur energi listrik
PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 20 dari 6 hal

Hal 20 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
1. Power Analyzer
Adalah suatu peralatan ukur yang digunakan untuk mengetahui kualitas daya
dari tenaga listrik. Alat ini sangat kompleks, karena dapat mengukur
tegangan, arus lisrik, frekuensi, daya komples, daya aktif, daya reaktif
dan factor daya. Pada penelitian ini, parameter yang diukur
menggunakan peralatan ini adalah besaran listrik dasar, yaitu tegangan,
arus dan frekuensi listrik.

2. Clamp on power tester


Adalah perangkat listrik memiliki dua rahang yang terbuka untuk
memungkinkan menjepit di sekitar konduktor listrik. Hal ini
memungkinkan sifat-sifat arus listrik dalam konduktor yang akan diukur,
tanpa harus melakukan kontak fisik dengan itu, atau untuk memutuskan
untuk penyisipan melalui probe. Klem saat ini biasanya digunakan untuk
membaca besarnya sebuah sinusoidal saat ini (seperti yang selalu
digunakan dalam arus bolak-balik (AC sistem) distribusi daya), tetapi
dalam hubungannya dengan instrumentasi lebih maju dengan fase dan
gelombang yang tersedia. Arus bolak sangat tinggi (1000 A dan lebih)
yang mudah dibaca dengan meteran yang sesuai; arus langsung, dan
arus AC yang sangat rendah (milliamperes) lebih sulit untuk diukur.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 21 dari 6 hal

Hal 21 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
3.

Megger
Selain untuk memeriksa tahanan isolasi Generator atau Motor listrik,
Megger digunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat listrik atau
instalasi tenaga listrik misalnya : kabel ,trafo , OCB, Jaring SUTM dll.
Tegangan alat ukur ini umumnya tegangan Tinggi arus searah yg
besarnya berkisar 500 V/ 10.000 Volt.Tegangan megger dipilih berdasar
tegangan kerja daripada sistem tegangan kerja peralatan atau instalasi
yang akan diuji.
Hasil pengujian ditetapkan bahwa harga penahan isolasi minimum =
1000 X tegangan kerja peralatan yang akan diuji
Prosedur Pengukuran.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan pengukuran
adalah alat yang diukur harus bebas tegangan AC / DC atau tegangan
induksi, karena tegangan tersebut akan mempengaruhi hasil
pengukuran.
Prosedur Pengukuran.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan pengukuran
adalah alat yang diukur harus bebas tegangan AC / DC atau tegangan
induksi, karena tegangan tersebut akan mempengaruhi hasil ukur.
Megger Merk Metriso 5000 dan laksanakan sesuai prosedur pengukuran
sebagai berikut :

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 22 dari 6 hal

Hal 22 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
a.
b.

c.

Check batere apakah dalam kondisi baik.


Mekanikal zero check pada kondisi megger off, jarum penunjuk
harus tepat berimpit dengan garis skala. Bila tidak tepat, atur
pointer zero (10) pada alat ukur.
Lakukan elektrikal zero check:
Pasang kabel test pada megger terminal (1) dan (3), serta
hubung singkatkan ujung yang lain.
Letakkan saklar pemilih (8) di posisi 500.
Letakkan saklar pemilih skala (7) pada posisi skala 1.
On-kan megger, jarum akan bergerak dan harus menunjuk
tepat keangka nol, bila tidak tepat atur pointer (11). Bila
dengan pengaturan pointer tidak berhasil (penunjukan tidak
mencapai nol) periksa / ganti batere.
Off-kan megger dan ulangi poin pengecekan elektrikal zero.

Pasang kabel test ke peralatan yang diukur .


Pilih tegangan ukur melalui saklar (8) sesuai tegangan kerja alat
yang diukur.
f. On-kan megger, baca tampilan pada skalanya
Bila skala 1 hasil ukur menunjuk, pindahkan ke pemilih skala 2, bila
hasilnya sama pindahkan ke skala 3, dan tunggu sampai waktu
pengukuran yang ditentukan ( 0,5 1 menit) atau jarum penunjuk
tidak bergerak lagi.
Catat hasil ukur dan kalikan dengan factor kali alat ukur, bandingkan hasil
ukur dengan standard tahanan isolasi. Harga terendah 1 M / kV.
d.
e.

4. Insulation Tester
Berfungsi untuk mengukur nilai tahanan atau resistan resistance dari
isolasi insulation yang membungkus penghantar yang biasa digunakan
pada kabel - kabel listrik. Dengan secara normatif apabila tegangan listrik
setinggi 1 Volt maka membutuhkan isolasi yang bernilai tahanan atau
resistans resistance sebesar 1000 Ohm. Kerusakan pada isolasi bisa
menyebabkan kebocoran tegangan listrik yang bisa membahayakan bagi
manusia. Alat ini umumnya digunakan untuk motor listrik, industri trafo
dan pemasangan jaringan listrik.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 23 dari 6 hal

Hal 23 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

5. Multitester
Alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang
dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun
arus (amperemeter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau
DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil
pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat
mengukur listrik AC, maupun listrik DC. Alat pengukur listrik yang sering
dikenal sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan
(voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amperemeter). Ada
dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)
(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter
analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun
listrik DC.

5.3.

Baca, pelajari dan pahami Manual Book dari tiap peralatan, meliputi :
5.3.1.Cara instalasi alat
5.3.2.
Cara pemakaian alat
5.3.3.
Cara perawatan alat

5.4.

Untuk peralatan memerlukan koneksi dengan perangkat Laptop / Notebook /


Komputer, lakukan instalasi :
5.4.1.
Aplikasi dari pengoperasian alat
5.4.2.
Aplikasi dari driver perangkat keras

5.5.

Periksa kondisi battery, untuk peralatan yang menggunakan battery charger.


Lakukan pengisian apabila diperlukan.

5.6.

Lakukan pemeriksaan / pengujian fungsi dari peralatan yang akan digunakan.

5.7.

Periksa jadwal kalibrasi alat secara rutin.

5.8.

Bila kalibrasi telah dilakukan secara rutin maka tetap wajib untuk dicek kembali
apakah pada waktu di lapangan kalibrasi alat sudah sesuai.

5.9.

Prosedur kalibrasi mengikuti pedoman masing-masing alat.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 24 dari 6 hal

Hal 24 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
5.10.

Isi formulir Pemeriksaan Peralatan dan Perlengkapan Audit Energi no. :


FOR/PBK-PBK/03 serta formulir Berita Acara Peminjaman Peralatan dan
Perlengkapan Audit energi no. : FOR/PBK-PBK/04 setiap kali akan menggunakan
alat untuk kegiatan audit energi.

5.11.

Seluruh peralatan yang digunakan selama pemakaian di lapangan menjadi


tanggung jawab pemakai dimana pemakai wajib memastikan sejak pertama kali
digunakan alat dapat difungsikan secara normal dan saat selesai alat masih
dapat difungsikan.

5.12.

Semua kebutuhan peralatan dipersiapkan oleh Team Leader dengan memastikan


bahwa peralatan tersebut tersedia di PT. Sucofindo.

5.13.

Seluruh peralatan dan perlengkapan audit energi berasal dari inventarisasi PT.
Sucofindo, namun bila ada peralatan dan perlengkapan audit energi yang tidak
tersedia maka peralatan dan perlengkapan audit energi dapat diperoleh melalui
sistem sewa pihak ketiga sesuai aturan yang berlaku di PT. Sucofindo.

5.14.

Tata cara P\pengukuran dilakukan mengikuti pedoman / manual book masingmasing alat sesuai dengan merek dan spesifikasinya.

5.15.

Setiap melakukan pengukuran, catat kondisi pengukuran dengan penggunakan


formulir ino. : FOR/PBK-PBK/07

5.3.

Pengesahan Dokumen
5.3.1

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Meninjau dan memeriksa dokumen yang akan disetujui.

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 25 dari 6 hal

Dir
ekt
ur
ter
kai
t/
VP
Ke
pal
a
KU
K/
Ka
ba
g
ter
kai
t

Hal 25 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
5.3.2

Menyetujui dan menandatangani dokumen pada kolom Disetujui oleh


sebagai bukti pengesahan penerbitan dokumen.
Tanggal terbit dokumen sama dengan tanggal pengesahan/disetujui
penerbitan dokumen yang terdapat pada cover prosedur atau tanggal
berlaku yang tercantum pada footnote di setiap lembar dokumen

5.3.3

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Dokumen master mempunyai tanda tangan asli dan semua dokumen


dicatat pada formulir Daftar Induk Dokumen.

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 26 dari 6 hal

Hal 26 dari 18 hal

Dir
ekt
ur
ter
kai
t/
VP
Ke
pal
a
KU
K/
Ka
ba
g
ter
kai
t
SM
CM
S
Kab
ag
SM /
Fun
gsi
QSH
E

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

5.4.

Pendistribusian

5.4.1

5.4.2

Menggandakan master dokumen untuk didistribusikan


kepada unit kerja/bagian yang membutuhkan dan
dicatat pada formulir Daftar Distribusi Dokumen
dan/atau mendistribusikan dokumen secara on line
dengan mengacu kepada alamat email Kepala Uunit
Kkerja sebagai pengakses dokumen (on-line) dokumen
sistem mutu.
Memberi stempel berwarna merah TERKENDALI pada
setiap halaman depan penerbitan dokumen (cover)
untuk pendistribusian dokumen hard copy

SM CMS Kabag
SMBag Sistem
Manajemen /
QSHE/
Fungsi QSHE
Bag Sistem
Manajemen /
QSHE/
Fungsi QSHE
SM CMS Kabag SM /
Fungsi QSHE

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 27 dari 6 hal

Hal 27 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
5.4.3

Mendistribusikan
salinan
dokumen
dengan
menggunakan memo atau bukti serah terima dokumen
sebagai
pengantar
dilamdpiri
denganengan
mengunakan daftar penditribusian dokumen.

SM CMS Kabag SM /
Fungsi QSHE

Master Ddaftar induk dokumen tersebut disimpan di


pemilik proses.
5.4.4

Menerima dokumen dan menandatangani form


Pendistribusian Dokumen/form tanda terima dokumen
kemudian mengembalikan form tersebut ke fungsi
QSHE atau pemilik proses

5.4.5

Penggandaan dokumen hard copy untuk salinan Tidak


terkendali dapat dilakukan dengan persetujuan KUK
terkait dan memberikan stempel berwarna merah
TIDAK TERKENDALI pada setiap halaman depan
penerbitan dokumen (cover).

Bag Sistem
Manajemen /
QSHE/
Fungsi QSHE SM
CMS Kabag SM /
Fungsi QSHE

5.4.6

Mendistribusikan dokumen hard copy tidak terkendali SM CMS Kabag SM /


kepada penerimanya dengan menggunakan formulir Fungsi QSHE
Pendistribusian Dokumen/ bukti serah terima dokumen

5.4.7

Untuk dokumen yang berasal dari pihak eksternal


seperti standar, metoda, peraturan dan lain lain
dicatat dalam formulir Daftar Induk Dokumen.

5.4.8

5.5

Pegawai yang
menerima

Mendistribusikan
dokumen
eksternal
ke
unit
kerja/bagian yang membutuhkan dengan menggunakan
formulir Pendistribusian Dokumen.

Bag Sistem
Manajemen /
QSHE/
Fungsi QSHE
SM CMS Kabag SM /
Fungsi QSHE
SM CMS Kabag SM /
Fungsi QSHE

Perubahan Dokumen

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 28 dari 6 hal

Hal 28 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
5.5.1

5.5.2

Mengajukan usulan perubahan dokumen dengan


menggunakan formulir Usulan Perubahan Dokumen
dengan terlebih dahulu meminta persetujuan kepada
pemilik dokumen untuk ditinjau dan dievaluasi.
Usulan perubahan dokumen yang telah disetujui
diserahkan ke SM CMS Kabag SM/ Fungsi QSHE,
selanjutnya mengikuti langkah 5.3.

Pemilik Proses/
Fungsi terkait

Bag Sistem
Manajemen /
QSHE/
Fungsi QSHE SM
CMS Kabag SM /
Fungsi QSHE

5.5.3

5.6

Seluruh usulan perubahan dokumen dicatat dalam


Formulir Riwayat Perubahan Dokumen.

SM CMS Kabag SM /
Fungsi QSHE

Tinjauan Dokumen
5.6.1

Seluruh dokumen
akan
ditinjau
ulang
kesesuaiannya secara periodik minimal 5 tahun sekali.

5.6.2

Hasil tinjauan ulang dokumen dicantumkan dalam


formulir Tinjauan Ulang Dokumen.

Pemilik Proses/
Fungsi terkait
Pemilik Proses/
Fungsi terkait

Dokumen yang perlu ditinjau / periodik 5 tahun akan


diinformasikan oleh Aplikasi SIPEDE.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 29 dari 6 hal

Hal 29 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

5.7.

Dokumentasi
5.7.1

Menyimpan dan mMemelihara dokumen untuk


mencegah kerusakan dan kehilangan, serta mampu
telusur pada saat dibutuhkan.

5.7.2

Menyimpan dan memelihara master dokumen yang


sudah kadaluarsa kedaluwarsa dua kali revisi
sebelumnya dan memberikan stempel berwarna merah
dengan tulisan KEDALUWARSAADALUARSA.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 30 dari 6 hal

Penerima dokumen

SM CMS KabBag
Sistem ManajemenM /
QSHE
/Fungsi QSHE

Hal 30 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
5.7.3

Memastikan
bahwa
seluruh dokumen
digunakan adalah edisi terkini / revisi terakhir.

yang

5.7.4

Seluruh dokumen yang terbit/ revisi disimpan dalam


bentuk PDF dan diunggah pada aplikasi SIPEDE

SM CMS Kabag SM /
Fungsi QSHE QSHE

Pemilik proses/Fungsi
QSHE

5.8.

Kondisi Khusus
Unit kerja harus memberlakukan prosedur pengendalian
dokumen korporat untuk penerbitan dokumen yang baru
dan/atau hasil revisi, di unit kerjanya.
Unit kerja harus memberlakukan prosedur pengendalian
dokumen korporat untuk penerbitan dokumen yang baru
dan/atau hasil revisi, di unit kerjanya.
Sedangkan untuk dokumen
yang tidak mengalami
perubahan, maka format penulisannya mengikuti prosedur
pengendalian dokumen sebelumnyalama yang ada di Uunit
Kkerja penerbit dokumen.

10

. Gunakan Instruksi Kerja Persiapan AdBK-PBK/01


Gunakan Instruksi Kerja Persiapan Audit n
. Gunakan Instruksi Kerja Persiapan Audit energio.
dan Bagian
Penjualan
penawaran bia kepada pelanggn
penawaran biaya dari pelanggan.

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 31 dari 6 hal

Hal 31 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
17
17.
17.

.
barang dan jasa yang berlaku di PT. Sucofindo
(Persero).

yang bersertifikat Audi


bersertifikat Auditor En
yang memili dengan Lingkup Pekerjaan

Persiapan Audit Energi no. : IK/PBK-PBK/01.


no. : IK/PBK-PBK/01.

Pelaksanaan Audit Energi no. : IK/PBK-PBK/02.


Instruksi Kerja Pelaksanaan Audit Energi n02.

clossing meeting)
Pelaksanaan Audit Energi no. : IK/PBK-PBK/02.
Instruksi Kerja Pelaksanaan Audit Energi no. : IK/PBKPBK/02.

Instruksi Kerja Pelaksanaan Audit Energi no. : IK/PBKPBK/02.


.

6
.

LAMPIRAN

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 32 dari 6 hal

Hal 32 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
6.1

Daftar Induk Dokumen

6.2

Daftar Distribusi Dokumen

6.3

Pendistribusian Dokumen

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

F
O
R
/
S
C
I
Q
A
/
0
1
F
O
R
/
S
C
I
Q
A
/
0
2
F
O
R
/
S
C
I
Q
A
/
0
3

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 33 dari 6 hal

Hal 33 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
6.4

Riwayat Perubahan Dokumen

6.5

Usulan Perubahan Dokumen

6.6

Tinjauan ulang dokumen

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

F
O
R
/
S
C
I
Q
A
/
0
4
F
O
R
/
S
C
I
Q
A
/
0
5
F
O
R
/
S
C
I
Q
A
/
0
6

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 34 dari 6 hal

Hal 34 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI
6.7

Pedoman Format Penulisan Dokumen

6.8

Pedoman Penomoran Dokumen

D
O
K
/
S
C
I
Q
A
/
0
1
D
O
K
/
S
C
I
Q
A
/
0
2

5.9 Sosialiasi Dokumen


Dokumen baru atau dokumen naik revisi akan diinformasikan
Ol oleh aplikasi SIPEDE melalui email.

6
.

LAMPIRAN
6.1
6.2
6.3
6.4
6.5
.

Daftar Induk Dokumen


Daftar Distribusi Dokumen
dan& Perlengkapan AuditRiwayat Perubahan
Dokumen
Usulan perubahan Dokumen
Umum yang DipeTinjauan ulang dokumen
P
Audit Energi Formulir Daftar Pemeriksaan Alat
P
Berita Acara Peminjaman Alat Ukur Audit Energ

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

/PFOR/SCI-QA/01
FOR/SCI-QA/02
/PFOR/SCI-QA/04
PPBKFOR/SCI-QA/05
FORFOR/SCI-QA/06

FOR/PBK-PBK/05

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 35 dari 6 hal

Hal 35 dari 18 hal

PROSEDUR INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN


PERALATAN & PERLENGKAPAN PENGENDALIAN
DOKUMENAUDIT ENERGI

6.1.
6.2.
6.3.
6.6
6.4.

Instruksi Kerja Persiapan Audit Energi


Instruksi Kerja Pelaksanaan Audit Energi
Instruksi Kerja Penggunaan Peralatan dan

IK/PBK-PBK/01
IK/PBK-PBK/02

Perlengkapan Audit EnergiPedoman Format

IK/PBK-PBK/03DOK/SCI-QA/01

Penulisan Dokumen
Daftar Formulir Audit Energi Pedoman Penomoran

FOR/PBK-PBK/01DOK/SCI-

6.7
6.5.

Dokumen

QA/02
FOR/PBK-PBK/02DOK/SCI-

6.8

Formulir Data Audit Energi Panduan SIPEDE


Formulir Pemeriksaan Peralatan dan Pelengkapan

QA/06

6.3.
6.4.
6.10.

Audit Energi
Berita Acara Peminjaman Peralatan & Perlengkapan
Audit Energi
Formulir Catatan Kondisi Pengukuran

PSMIK/SCIPBKPBKQA/031
PSM/SCI-QA/01

Rev : 0640
Rev : 04

FOR/PBK-PBK/03
FOR/PBK-PBK/04
FOR/PBK-PBK/07

Tgl. berlaku :
0626/06/201203/0911/2015

Hal 36 dari 6 hal

Hal 36 dari 18 hal