Anda di halaman 1dari 12

ADAB DAN AKHLAK SESAMA MUSLIM

KELOMPOK 17 WILCOXON :
Via Pujiah

10060316099

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
BANDUNG
2016/1437 H

Akhlak Dan Adam Sesama Muslim

Persaudaraan atau persahabatan sesama muslim yang hakiki hanya terjadi jika dibangun di
atas ridho Allah, yaitu sesama muslim mereka bersaudara, dalam kitab suci Al Quran
dijelaskan pada surat Al Hujurat Ayat :10. yang artinya :
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua
saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat nikmat.
Maka bagi sesama muslim setidaknya ada 11 point yang mesti dilakukan terhadap saudaranya
(sesama muslim):

1. Memberi salam apabila saling jumpa (QS Annisa:86)


Banyak dari kita masih menyapa dengan Hai, Halo, Pagi, padahal ini tidak ada nilai
ibadahnya. Didalam Islam, salam yang bernilai ibadah (karena didalamnya ada doa) adalah
Assalamualikum, dan dijawab dengan Wa alaikum salam, minimal, atau ditambahkan dengan
ucapan Warahmatullahi wabarakatuh itu lebih baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam
QS An Nisa ayat 86.
Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah
penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan)
dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.

2. Saling mendoakan apabila yang lain bersin


Hal ini tidak dimiliki oleh agama/ ajaran apapun hanya dalam din Islam. Hadits riwayat Abu
Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:Jika salah seorang dari kalian bersin,
hendaklah ia mengucapkan Alhamdulillah (Segala puji bagi ALLOH) dan saudaranya atau
orang yang bersamanya mengatakan kepadanya Yarhamukallah (Semoga ALLOH
memberikan rahmat-Nya kepadamu). Jika salah seorang mengucapkan Yarhamukallah,
maka orang yang bersin tersebut hendaklah menjawab Yahdiikumullah wayushlih baalakum
(Semoga ALLOH SWT memberikanmu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).

3. Tawadhu. tidak sombong terhadap saudaranya


Seorang muslim tidak boleh sombong terhadap saudaranya, karena sombong adalah pakaian
kebesaran Allah. Sebaliknya seorang muslim harus tawadhu, rendah hati dan kasih sayang
sesama manusia apalagi sesama muslim.
janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu
berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong lagi membanggakan diri. (QS Lukman:18)

4. Lemah lembut dan kasih sayang


Lemah lembut dan kasih sayang adalah ciri umat Rasulullah, tercermin didalam surat Al Fath
ayat 29
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras
terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS Al Fath:29)

5. Tidak mendiamkannya lebih dari 3 hari


Seorang muslim tidak boleh memendam dendam, apalagi mendiamkan saudaranya labih dari
3 hari. Hindari kata2 Tiada maaf bagi mu, hendaknya seorang muslim saling memaafkan.

6. Memberi nasihat apabila diminta


Apabila salah seorang dimintai nasehat saudaranya maka berilah ia nasehat Muttafaqun
Alaih.
Surat An Nahl:125, mengajarkan kita untuk menyeru dengan hikmah, dan mendebat dangan
cara yang baik.

Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat
pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara
yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang

sesat dari jalanNya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang mendapat
hidayah petunjuk. (Al-Nahl: 125)

7. Besemangat dalam tolong menolong dan beramar maruf nahi mungkar


Tolong menolong tidak membedakan suku, bangsa, warna kulit, tetapi dengan satu kesatuan
Akidah.
..Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa , dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. . (QS.Al-Maidah:2)

8. Menutupi aib saudaranya


Aib disini adalah aib individual, bukan aib yang bersifat umum. Siapa saja yang menutupi aib
saudaranya di dunia maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat.
Suatu ketika seorang lelaki menemui Umar bin Khattab Radiallahu Anhu. Maksudnya
menyampaikan satu berita dengan harapan ia mendapat pujian dari Khalifah kedua ini.
Dihadapan Umar ia berkata: Wahai Amirul Mukminin, saya melihat si Fulan dengan si
Fulanah berpelukan di balik pohon kurma. Lalu bagaimana reaksi Umar? Lelaki ini malah
dijambak jubahnya oleh Umar. Beliau sambil mengacungkan cambuk kepadanya seraya
berkata: Kenapa tidak kamu tutupi kesalahannya dan harapkan kesadaran serta taubat
mereka? Bukankah Rasulullah Shallallahu alayhi wasallam telah mengatakan, Barangsiapa
menutupi aib atau kesalahan saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia maupun
akhirat. (Al Hadis).

9. Tidak suudhon/ berburuk sangka


Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena
sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan
janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang. (QS Al Hujurat:12)

10. Berkata-kata yang baik dan saling memaafkan


Kata-kata yang baik adalah sedekah. Hendaknya apabila pembicaraan sudah tidak lagi
bernilai, maka lebih baik diam. Seorang muslim harus membuka lebar2 pintu maaf, Putusnya
silaturahim adalah salah satu sebab terbukanya pintu suul kothimah. (QS Al Maidah:13)

11. Menjenguk dan mendoakan apabila saudaranya sakit, menghadiri undangannya, serta
menyelenggarakan jenazahnya (memandikan, mengkafani, mensholatkan, menguburkan, dan
mendoakannya).
Berikan dorongan spirit, 2 kebaikan ketika kita menjenguk orang sakit, Allahuma anta
bari..semoga Allah mengangkat penyakitnya dan disembuhkan, dan apabila saudara kita yang
sakit sabar, Allah akan menjadikan penyakitnya pintu penghapus dosanya. Dan sebaiknya kita
belajar tentang Fiqh Jenazah, sehingga apabila ada diantara saudara/ keluarga kita yang
meninggal kita dapat dengan segera menyelenggarakan jenazahnya.

Bagaimana cara hidup lebih baik dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain
di sekitarnya, itu adalah fokus bahasannya. Bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain,
mengasah kepekaan emosional, bertoleransi, selalu bersikap positif, tips-tips cara mendapat
dan mempengaruhi teman, cara berkomunikasi yang baik, dengan think win-win, memahami
lebih dahulu, maupun bersinergi.

Menariknya, Islam sebagai agama yang sempurna, sudah mengajarkan semua itu, dengan
Rasulullah saw sebagai model utamanya. Innama buitstu liutammima makaarimal akhlaq,
sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq, demikian sabda Rasulullah saw.
Akhlaq dalam seluruh bidang kehidupan, bagaimana berinteraksi dengan orang tua, dengan
sanak keluarga, dengan tetangga, dan seterusnya.

Berikut ini adalah tips-tips dari Rasulullah saw bagaimana cara berinteraksi dengan sesama
muslim:

Pertama, mencintai muslim lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri.


Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia
mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari-Muslim)

Kedua, menyukai apa yang disukai muslim lain sebagaimana dirinya menyukai apa yang dia
sukai, dan membenci apa yang dibenci muslim lain sebagaimana dirinya membenci apa yang
dia benci.
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti
satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik
(sakit) demam dan tidak bisa tidur. (HR. Bukhari-Muslim)

Ketiga, tidak menyakiti muslim lain dengan perbuatan atau perkataan.


Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan
tangannya. (HR. Bukhari-Muslim)

Keempat, bersikap tawadhu kepada setiap muslim dan tidak sombong kepadanya.
Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku hendaklah kamu tawadhu sehingga tidak ada
orang yang membanggakan diri kepada yang lain. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Maajah)

Kelima, tidak menyampaikan berita atau gunjingan kepada sebagian yang lain tentang apa
yang didengarnya dari sebagian yang lain.
Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba. (HR. Bukhari-Muslim)

Keenam, kalau marah, maka tidak boleh mengindarinya lebih dari tiga hari.

Tidak boleh seorang muslim menghindari saudaranya lebih dari tiga hari, keduanya saling
bertemu lalu saling berpaling. Sebaik-baik orang di antara keduanya adalah orang yang
memulai mengucapkan salam. (HR. Bukhari-Muslim)

Ketujuh, melakukan kebaikan kepada setiap muslim semampunya dengan tidak membedakan
antara keluarga dan yang bukan keluarga.
Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw tidak pernah berbicara dengan seseorang
melainkan beliau menghadapkan wajahnya ke wajah teman bicaranya lalu Rasulullah saw
tidak akan berpaling dari wajah seseorang sebelum ia selesai berbicara. (HR. ath-Thabrani)

Kedelapan, tidak masuk ke rumah muslim lain tanpa meminta izin, jika sampai tiga kali tidak
diizinkan maka harus kembali.
Meminta izin itu tiga kali. Yang pertama untuk menarik perhatian tuan rumah, kedua
memperbaiki, dan ketiga agar memberi izin atau menolak. (HR. Bukhari-Muslim)

Kesembilan, bersikap sopan kepada setiap muslim dengan akhlaq yang baik dan berinteraksi
dengan mereka sesuai dengan keadaannya.
Hindarilah api neraka sekalipun dengan separoh korma. Lalu siapa yang tidak memilikinya,
maka dengan perkataan yang baik. (HR. Bukhari-Muslim)

Kesepuluh, menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.


Tidak termasuk dalam golongan kami orang yang tidak menghormati orang tua dan tidak
menyayangi anak kecil. (HR. Bukhari dan Abu Dawud)

Kesebelas, selalu memberikan kegembiraan, bermuka manis, dan bersikap lembut kepada
semua muslim.

Tahukah kamu kepada siapa api neraka diharamkan? Para sahabat menjawab, Allah dan
Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Lalu Nabi saw bersabda, Kepada orang yang lemah
lembut, yang selalu memudahkan, dan selalu dekat (akrab) (HR. Tirmidzi)

Kedua belas, janganlah berjanji kecuali bermaksud menepatinya.


Tiga hal ada pada diri orang munafik, apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia
mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat. (HR. Bukhari-Muslim)

Ketiga belas, bersikap adil dan tidak melakukan sesuatu kepada muslim lain kecuali apa yang
ia sukai untuk diperlakukan kepada dirinya.
Siapa yang ingin dijauhkan dari api neraka dan masuk surga maka hendaklah ia mati dalam
keadaan bersaksi Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan
hendaklah ia memperlakukan orang lain dengan sesuatu yang disukainya jika dilakukan pada
dirinya. (HR. Muslim)

Keempat belas, menghormati muslim lain yang penampilan dan pakaiannya menunjukkan
kedudukannya sehingga dirinya bisa menempatkannya sesuai dengan kedudukannya.
Apabila orang dimuliakan suatu kaum datang kepada kamu, maka muliakanlah ia. (HR. alHakim)

Kelima belas, mendamaikan sesama muslim yang bersengketa jika menemukan jalan
(penyelesaian) ke arah itu.
Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara kamu karena sesungguhnya
Allah akan memperbaiki hubungan di antara orang-orang beriman di hari kiamat. (HR. alHakim)

Keenam belas, menutupi aib setiap muslim.


Siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan
akhirat. (HR. Muslim)

Ketujuh belas, menghindari tempat-tempat yang bisa mendatangkan tuduhan demi untuk
menjaga hati orang lain agar tidak berburuk sangka dan juga untuk menjaga lidah mereka
agar tidak menggunjing.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasulullah saw berbicara dengan salah
seorang istrinya kemudian ada laki-laki lewat lalu dipanggil oleh Nabi saw seraya berkata,
Ya Fulan, ini adalah istriku Shafiyyah.

Kedelapan belas, memintakan bantuan bagi setiap muslim yang membutuhkan pada orang
yang memiliki kedudukan dan berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya itu sesuai
kemampuannya.
Sesungguhnya aku diberi dan diminta. Sering dimintakan kepadaku kebutuhan-kebutuhan
sedangkan kamu ada di sisiku, maka ikutlah memberi bantuan agar kamu diberi pahala dan
Allah swt memutuskan apa yang dicintai-Nya melalui kedua tangan Nabi-Nya. (HR.
Bukhari-Muslim)

Kesembilan belas, mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum berkata kepada muslim lain
dan menjabat tangan ketika memberi salam itu.
Jika salah seorang di antara kamu bertemu dengan saudaranya maka ucapkanlah,
Assalamualaikum warahmatullah. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan an-Nasai)
Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabatan tangan melainkan keduanya akan
diampunkan (dosanya) sebelum mereka berpisah. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu
Majah)

Kedua puluh, menjaga kehormatan jiwa dan harta saudaranya sesama muslim dari
kezhaliman orang lain apabila dirinya mampu membela dan menolong serta mampu
memperjuangkannya sebab itu merupakan kewajiban baginya.
Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya maka ia akan terlindung dari api
neraka. (HR. Tirmidzi)

Kedua puluh satu, menjawab ucapan muslim lain yang bersin.


Seorang muslim yang bersin dijawab jika ia bersin tiga kali dan jika (lebih dari tiga kali)
maka itu adalah penyakit flu. (HR. Abu Dawud)

Kedua puluh dua, memberi nasihat kepada setiap muslim dan bersungguh-sungguh ingin
selalu memberikan kegembiraan ke dalam hati setiap muslim itu.
Sesungguhnya salah seorang di antara kamu adalah cermin bagi saudaranya, jika ia melihat
sesuatu (pada saudaranya) maka hendaklah ia membersihkannya. (Hr. Abu Dawud dan
Tirmidzi)

Kedua puluh tiga, menjenguk muslim yang sakit.


Siapa yang menjenguk orang sakit berarti ia duduk di taman-taman surga, sampai-sampai
jika ia hendak berdiri, maka ditugaskan tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakannya
sampai malam hari. (HR. al-Hakim)

Kedua puluh empat, mengantar (mengiringi) jenazah muslim yang meninggal.


Barangsiapa yang mengantar jenazah maka akan mendapatkan pahala satu qirath. Jika ia
berdiri sampai jenazah itu dikubur maka ia mendapatkan pahala dua qirath. (HR. BukhariMuslim)
Satu qirath seperti (berat/besarnya) bukit Uhud. (HR. Muslim)

Kedua puluh lima, menziarahi kuburan muslim.


Aku belum pernah melihat pemandangan yang lebih menakutkan dari kuburan. (HR.
Tirmidzi, Ibnu Maajah, al-Hakim)
Setiap muslim meyakini, bahwa Allah adalah sumber segala sumber dalam kehidupannya.
Allah adalah Pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan segala isinya , Allah adalah
pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah pemberi hidayah dan pedoman
hidup dalam kehidupan manusia, dan lain sebagainya. Sehingga manakala hal ini mengakar
dalam diri setiap muslim, maka akan terimplementasikan dalam realita bahwa Allah-lah yang
pertama kali harus dijadikan prioritas dalam berakhlak.

Jika kita perhatikan akhlak terhadap Allah ini merupakan dasar dalam berakhlak terhadap
siapapun yang ada di muka bumi ini. Jika seseorang tidak memiliki akhlak positif terhadap
Allah, maka ia tidak akan mungkin memiliki akhlak positif.

DAFTAR PUSTAKA

Nangimam. 2012. Akhlak mulia kepada sesama muslim/teman.


http://www.nangimam.com/2012/02/akhlak-mulia-kepada-sesama-muslimtema.html
http://sosbud.kompasiana.com
Anonim. 2007. Adab berinteraksi dengan sesama muslim.
https://kajianmuslimah.wordpress.com/2007/11/22/adab-berinteraksi-dengan-sesamamuslim/
Anonim. Tanpa tahun. Kepentingan akhlak mulia dalam kehidupan muslim.
http://halaqah.net/v10/index.php?topic=1588.5;wap2.

Anda mungkin juga menyukai