Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KLIMATOLOGI HUTAN

ANOMALI IKLIM INDONESIA

Oleh:
M.YUDHI PANGESTU (D1D015071)
Kelas:B
Dosen Pengajar
Ir.ENDRIANI, M.P.

PROGRAM STUDI KEHUTANAN


FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas pertolongan, rahmat
dan karuniaNYA penyusunan makalah sebagai tugas mata kuliah Klimatologi Hutan
ini selesai saya susun sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu makalah tentang
Anomali Iklim Indonesia.

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat untuk para pembaca dan tidak lupa
saya mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan baik
dalam kosa kata ataupun isi dari keseluruhan makalah ini. Saya sebagai penulis sadar
bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan untuk itu kritik dan saran
sangat saya harapkan demi kebaikan saya untuk kedepannya.

Jambi, 16 Mei 2016

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................................................i
Daftar Isi ...................................................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2
1.3 Tujuan .......................................................................................................................... 2
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Iklim........................................................................................................ 3-4
2.2 Macam-Macam Iklim Di Indonesia ............................................................................. 4
a. Angin muson barat ......................................................................................... 4
b. Angin muson timur ........................................................................................ 5
c. Iklim muson.....................................................................................................5
d. Iklim tropis......................................................................................................5
e. Iklim laut.........................................................................................................5
2.3 Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Iklim Di Indonesia..................................... 6
2.4 Pengaruh Anomali Iklim Indonesia Dengan Pergeseran Musim........................... 7
2.5 Dampak El Nino dan La Nina Terhadap Iklim Indonesia .....8-9
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan ...................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................. 11

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Iklim di bumi
sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Terdapat beberapa klasifikasi
iklim di bumi ini yang ditentukan oleh letak geografis. Di Indonesia secara umum
kita dapat menyebutnya sebagai iklim tropis, lintang menengah dan lintang tinggi.
Seluruh kepulauan Indonesia yang letaknya sepanjang khatulistiwa antara 6 LU dan
11 LS dan antara 95 dan 141 BT termasuk daerah beriklim tropis. Sifat utamanya
ialah suhu yang selalu tinggi, tanpa penyimpangan-penyimpangan yang besar.
Sehingga dalam hal ini dipelajarilah mengenai iklim di Indonesia salah
satunya yaitu mengenai macam macam iklim di Indonesia serta faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Dan sekarang saya ingin memberi tahu sedikit saja tentang laut di
Indonesia yaitu tentang kejadiaan di laut yang bisa memberi efek yang besar terhadap
laut, bahkan sampai daratan di Indonesia. Yaitu El Nino dan La Nina.
El Nino dan La Nina merupakan gejala yang menunjukkan perubahan iklim. El
Nino adalah peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut di pantai barat Peru
Ekuador (Amerika Selatan yang mengakibatkan gangguan iklim secara global).
Biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut dingin karena adanya up-welling
(arus dari dasar laut menuju permukaan). Menurut bahasa setempat El Nino berarti
bayi laki-laki karena munculnya di sekitar hari Natal (akhir Desember). Di Indonesia,
angin monsun (muson) yang datang dari Asia dan membawa banyak uap air, sebagian
besar juga berbelok menuju daerah tekanan rendah di pantai barat Peru Ekuador.
Akibatnya, angin yang menuju Indonesia hanya membawa sedikit uap air sehingga
terjadilah musim kemarau yang panjang.
La Nina merupakan kebalikan dari El Nino. La Nina menurut bahasa penduduk
lokal berarti bayi perempuan. Peristiwa itu dimulai ketika El Nino mulai melemah,
dan air laut yang panas di pantai Peru ekuador kembali bergerak ke arah barat, air
laut di tempat itu suhunya kembali seperti semula (dingin), dan upwelling muncul
kembali, atau kondisi cuaca menjadi normal kembali. Dengan kata lain, La Nina
adalah kondisi cuaca yang normal kembali setelah terjadinya gejala El Nino.

1.2

Rumusan Masalah
1. Untuk mengetahui apa itu iklim
2. Untuk mengenal akan macam-macam iklim di Indonesia
3. Untuk mengetahui faktor- faktor apa sajakah yang mempengaruhi iklim di
Indonesia
4. Apa pengaruh anomali iklim indonesia dengan pergeseran musim hujan dan
musim kemarau
5. Dampak La Nina dan El Nino

1.3

Tujuan
Tujuan dibuantnya makalah ini ialah untuk:
a. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Iklim.
b. Mengetahui apa saja macam-macam iklim di Indonesia.
c. Untuk mengetahui faktor- faktor apa sajakah yang mempengaruhi iklim di
Indonesia
d. Mengetahui pengaruh anomali iklim indonesia dengan pergeseran musim
hujan dan musim kemarau.
e. Mengetahui dampak La Nina dan El Nino

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Iklim
Iklim adalah keadaan rata-rata dari cuaca di suatu wilayah yang luas dan
diperhitungkan dalam jangka waktu yang lama,antara 30 100 tahun.Factor-faktor
yang mempengaruhi keadaan iklim antara lain suhu, kelembaban, curah hujan, angun
dan penyinaran matahari.Ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi.
Sedangkan iklim didefinisikan sebagai berikut :
Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik
cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan
pada setiap saatnya (World Climate Conference, 1979).
Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu
daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980).
Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain suhu, tekanan, angin
kelembaban, yang terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang
(Gibbs,1987).
Cuaca dan iklim merupakan dua kondisi yang hampir sama tetapi berbeda pengertian
khususnya terhadap kurun waktu. Cuaca merupakan bentuk awal yang dihubungkan
dengan penafsiran dan pengertian akan kondisi fisik udara sesaat pada suatu lokasi
dan suatu waktu, sedangkan iklim merupakan kondisi lanjutan dan merupakan
kumpulan dari kondisi cuaca yang kemudian disusun dan dihitung dalam bentuk ratarata kondisi cuaca dalam kurun waktu tertentu
Pengertian iklim menurit para ahli yaitu :
Trewartha and Horn (1995) : mengatakan bahwa iklim merupakan suatu konsep
yang abstrak, dimana iklim merupakan komposit dari keadaan cuaca hari ke hari dan
elemen-elemen atmosfer di dalam suatu kawasan tertentu dalam jangka waktu yang
panjang. Iklim bukan hanya sekedar cuaca rata-rata, karena tidak ada konsep iklim
yang cukup memadai tanpa ada apresiasi atas perubahan cuaca harian dan perubahan
cuaca musiman serta suksesi episode cuaca yang ditimbulkan oleh gangguan atmosfer
yang bersifat selalu berubah, meski dalam studi tentang iklim penekanan diberikan
pada nilai rata-rata, namun penyimpangan, variasi dan keadaan atau nilai-nilai yang
ekstrim juga mempunyai arti penting.
Trenberth, Houghton and Filho (1995) : mendefinisikan perubahan iklim sebagai
perubahan pada iklim yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh aktivitas

manusia yang merubah komposisi atmosfer yang akan memperbesar keragaman iklim
teramati pada periode yang cukup panjang. Menurut Effendy (2001) salah satu akibat
dari penyimpangan iklim adalah terjadinya fenomena El-Nino dan La-Nina.
Fenomena El-Nino akan menyebabkan penurunan jumlah curah hujan jauh di bawah
normal untuk beberapa daerah di Indonesia. Kondisi sebaliknya terjadi pada saat
fenomena La-nina berlangsung.
Menurut Winarso (2003) : berdasarkan kajian dan pantauan dibidang iklim
siklus cuaca dan iklim terpanjang adalah 30 tahun dan terpendek adalah10 tahun
dimana kondisi ini dapat menunjukkan kondisi baku yang umumnya akan berguna
untuk menentukan kondisi iklim per dekade. Penyimpangan iklim mungkin akan,
sedang atau telah terjadi bila dilihat lebih jauh dari kondisi cuaca dan iklim yang
terjadi saat ini.

2.2 Macam-Macam Iklim Di Indonesia


Menurut pembagian letak astronomis Indonesia letak Negara Indonesia berada
pada 6 Lintang utara 11 Lintang selatan serta 95 bujur timur 141 bujur
timur. Jika anda melihat dari luar angkasa, maka letak Indonesia berada pada sisi
timur yang menghadap matahari. Dengan posisi dunia (bumi) yang mirip orang
ruku dalam sholat, posisi ini membuat wilayah Indonesia mendapat penyinaran
selalu tiap tahun. Dan karena letak inilah yang menyebabkan Indonesia termasuk
negara dengan iklim tropis.
Sedangkan menurut letak geografis, pembagian iklim di Indonesia cukup
strategis. Posisinya di apit oleh dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra
Pasifik. Selain itu juga di lewati oleh dua pegunungan muda, seperti Pegunungan
Mediterania dan Pegunungan Sirkum Pasifik. Inilah yang menyebabkan Indonesia
menjadi salah satu negara yang memiliki aktivitas gunung berapi dalam status
aktif cukup banyak. Inilah alasan mengapa Indonesia pula menjadi negara yang
rawan terjadi gempa vulkanik. Tapi sisi positifnya adalah keadaan tanah menjadi
subur dan gembur.
Berikut adalah penjelasan pembagian musim dan iklim :
a. Angin muson barat
angin ini akan bergerak dari arah utara barat laut memiliki tekanan udara yang
tinggi dari pada arah selatan. Angin tersebut juga membawa banyak uap air,
sehingga saat berjalan melewati Indonesia berpotensi besar turun hujan. Biasanya
terjadi di bulan Oktober sampai bulan April. Itulah mengapa di sebut musim
penghujan oleh penduduk Indonesia

b. Angin muson timur


Angin ini akan bertiup dari arah Selatan tenggara yang memiliki sedikit uap
air, sehingga di katakana kering. Saat melewati negara Indonesia akan membawa
panas efek angin tersebut, sehingga di namakan musim kemarau oleh penduduk
Indonesia. Biasanya terjadi pada bulan April sampai dengan bulan Oktober.
Jika di rata rata, Indonesia merupaka negara dengan suhu udara sekitar 23
celcius sampai dengan 28 celcius sepanjang tahunnya. Termasuk sedang sedang
saja, dan cuaca yang ada di dalamnya tidak di kategorikan ekstrim. Tapi di
bebeapa daerah yang memiliki dataran tinggi seperti kota Palu, Sulawesi dan
Pulau Timor mencapai 40 celcius. Sedangkan di bagian Pegunungan Jayawijaya,
Irian, suhu udara rata ratanya bisa sampai 0 celcius. Tak heran jika saat anda
sampai pada puncak pegunungan tersebut terdapat salju yang akan abadi di atas
sana.
c. Iklim muson (musim)
Daerah Indonesia semuanya mengalami iklim muson ini. Adanya pergerakan
angin musim daya barat dan angin musim timur lautlah yang menjadikan
Indonesia negara dwi musim (kemarau dan penghujan). Angin musim barat daya
ini terjadi pada bulan oktober sampai bulan april yang sifatnya basah, oleh karena
itu Indonesia mengalami musim hujan yang berkepanjangan. Sedangkan angin
musim timur laut terjadi pada bulan april sampai dengan bualn oktober yang
sifatnya kering, sehingga Indonesia mengalami musim kemarau yang
berkepanjangan.
d. Iklim tropis (panas)
Daerah Indonesia yang berada di sekitar garis ekuator atau khatulistiwa
mengalami iklim tropis. Lebih sangat terasa di bagian negara yang berada di garis
khayal ekuator, seperti Pontianak. Sedangkan keadaan panas lainnya bisa di batas
rata rata. Musim panas yang seerti ini mengakibatkan banyak hujan yang
curahnya tinggi. hujan ini di namakan dengan hujan naik tropis.
e. Iklim laut
Indonesia merupakan salah satu negara yang di kelilingi oleh laut dan
perairan, bahkan lebih besar perairannya. Dengan banyak pulau, Indonesia
menjadi negara yang memiliki kepulauan terbanyak di dunia. Keadaan inilah
yang menyebabkan beberapa bagian wilayah Indonesia yang berbatasan dengan
perairan memiliki iklim laut. Keadaan ini membuat wilayah tersebut memiliki
suhu rendah, kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan tinggi di bandingkan
dengan lainnya. Resikonya adalah daerah ini rawan terjadi banjir.

2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Iklim Di Indonesia


Fator-faktornya dapat diperinci sebagai berikut :
1. Faktor alami
a. Pada skala global ( bumi secara keseluruhan )
Kepulauan Indonesia dikelilingi oleh dua samudra yaitu samudera hindia dan
samudera pasifik dan berbatasan dengan dua benua yaitu benua austalia dan benua
asia.
b. Pada skala regional
Kepulauan Indonesia terdiri atas lima pulau besar dan ribuan pulau kecil , dikelilingi
dan diantarai oleh laut laut dan selat selat.
c. Pada Skala Lokal
Gunung-gunung yang menjulang tinggi besar pengaruhnya atas penyebaran curah
hujan dan suhu. Iklim dapat dipengaruhi oleh pegunungan. Pegunungan menerima
curah hujan lebih dari daerah dataran rendah karena suhu di atas gunung lebih rendah
daripada suhu di permukaan laut.
2. Faktor buatan
Pengaruh Manusia
Faktor di atas mempengaruhi iklim secara alami, namun kita tidak bisa melupakan
pengaruh manusia di iklim kita miliki. Kami telah mempengaruhi iklim sejak kita
muncul di bumi ini jutaan tahun lalu. Pada waktu itu, yang mempengaruhi iklim
kecil. Pohon-pohon ditebang untuk menyediakan kayu untuk api. Pohon mengambil
karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Penurunan pohon karena itu akan telah
meningkatkan jumlah karbon dioksida di atmosfer.
Revolusi Industri, mulai pada akhir abad 19, telah memiliki pengaruh yang besar
pada iklim.. Penemuan motor mesin dan meningkatkan pembakaran bahan bakar fosil
telah meningkatkan jumlah karbon dioksida di atmosfer Jumlah pohon yang ditebang
juga meningkat, yang berarti bahwa karbon dioksida dihasilkan ekstra tidak dapat
diubah menjadi oksigen

2.4

Pengaruh Anomali Iklim Indonesia Dengan Pergeseran Musim

Hujan dan Musim Kemarau


Perubahan iklim merupakan perubahan pola dan intensitas unsur iklim pada
periode waktu yang dapat dibandingkan (di Indonesia umumnya terhadap rata-rata 30
tahun). Perubahan iklim dapat berupa perubahan dalam kondisi cuaca rata-rata atau
perubahan dalam distribusi kejadian cuaca terhadap kondisi rata-ratanya. Sebagai
contoh, lebih sering atau berkurangnya kejadian cuaca ekstrim, berubahnya pola
musim dan peningkatan luasan daerah rawan kekeringan.
Perubahan iklim dapat menyebabkan adanya pergeseran musim. Di Indonesia,
musim mengalami pergeseran pada awal musim dan panjang musim. Pergeseran
tersebut terjadi dimusim kemarau dan musim hujan, baik maju maupun mundur.
Fenomena yang terjadi akhir akhir ini adalah tidak teraturnya iklim dan
musim di Indonesia. Keti dakteraturan ini diakibatkan oleh pergeseran iklim atau
musim dari pola pada umunya (pola monsun). Hal ini berdampak bagi petani dan
nelayan, karena baik petani maupun nelayan, menggantungkan mata pencaharian
mereka pada iklim dan musim.
Pergeseran iklim dan cuaca ini sangat erat kaitannya dengan meningkatnya
temperatur iklim di Indonesia. Iklim di Indonesia telah menjadi lebih hangat selama
abad 20. Suhu rata-rata tahunan telah meningkat sekitar 0,3 C sejak tahun 1900.
Fenomena El Nino juga mempengaruhi iklim dan musim di beberapa bagian
Indonesia. Fenomena ini menyebabkan berkurangnya curah hujan yang drastis sekitar
2 hingga 3 persen pada abad ini. Akibatnya terjadi kekeringan di beberapa daerah.
Pergeseran iklim dan musim di Indonesia juga menjadikan periode musim
menjadi lebih panjang atau pendek. Contohnya periode musim kemarau yang terjadi
pada tahun 2011 lebih dominan (panjang) daripada musim penghujan.
Fenomena ini menurut beberapa ahli diakibatkan oleh efek pemanasan global.
Bumi secara alamiah dapat menjaga suhu bumi relatif hangat dengan sistem efek
rumah kaca (green house effect), namun dengan adanya aktivitas penduduk yang
tidak terlepas dari kegiatan industri maka akan mempercepat hangatnya suhu bumi.
Hal ini dikarenakan perubahan iklim global diakibatkan oleh meningkatnya
konsentrasi gas CO2 di atmosfer bumi sebagai efek rumah kaca, kegiatan industri,
pemanfaatan sumberdaya minyak bumi dan batubara, serta kebakaran hutan sebagai
penyumbang emisi gas CO2 terbesar di dunia yang mengakibatkan perubahan pada
lingkungan dan tataguna lahan.
Pemanasan global berdampak pada perubahan iklim di dunia menjadi tidak stabil.
Apabila pemananasan global terus bertambah setiap tahunnya, dapat menimbulkan
dampak yang besar terhadap ancaman bencana global, seperti badai siklon tropis, air
pasang dan banjir, kenaikan temperatur ekstrim, tsunami dan kekeringan yang
diakibatkan oleh aktivitas El Nino.

2.5Dampak El Nino dan La Nina Terhadap Iklim Indonesia


Dampak El Nino
El Nino merupakan fenomena cuaca skala global dan mempengaruhi kondisi iklim di
berbagai tempat.
Dampak El Nino terhadap kondisi cuaca global
a. Angin pasat timuran melemah
b. Sirkulasi Monsoon melemah
c. Akumulasi curah hujan berkurang di wilayah Indonesia, Amerika Tengah dan
Amerika Selatan bagian Utara. Cuaca di daerah ini cenderung lebih dingin
dan kering.
d. Potensi hujan terdapat di sepanjang Pasifik Ekuatorial Tengah dan Barat serta
wilayah Argentina. Cuaca cenderung hangat dan lembab.

Dampak El Nino terhadap kondisi cuaca Indonesia


Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah
Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari
intensitas El Nino tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal
sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh
fenomena El Nino.
El Nino pernah menimbulkan kekeringan panjang di Indonesia. Curah hujan
berkurang dan keadaan bertambah menjadi
lebih buruk dengan meluasnya
kebakaran hutan dan asap yang ditimbulkannya.
Kekeringan dan kebakaran hutan terparah yang pernah terjadi selama 50 tahun
terjadi di tahun 1997. Polusi udara yang ditimbulkannya menyebar hingga ke seluruh
wilayah ditambah Negara-negara tetangga Brunei, Filipina, dan Thailand

Dampak La Nina
La Nina merupakan fenomena cuaca skala global dan mempengaruhi kondisi iklim di
berbagai tempat.
Dampak La Nina terhadap kondisi cuaca global
a. Angin pasat timuran menguat
b. Sirkulasi Monsoon menguat
c. Akumulasi curah hujan berkurang di wilayah Pasifik bagian timur. Cuaca di
daerah ini cenderung lebih dingin dan kering.
d. Potensi hujan terdapat di sepanjang Pasifik Ekuatorial Barat seperti Indonesia,
Malaysia dan Australia bagian Utara. Cuaca cenderung hangat dan lembab.

Dampak La Nina terhadap kondisi cuaca Indonesia


Fenomena La Nina menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah
Indonesia bertambah, bahkan sangat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir.

Peningkatan curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas La Nina tersebut.
Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka
tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena La Nina.

BAB III
PENUTUP

3.1

Kesimpulan
1. Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang
2. Macam macam iklim di Indonesia
a. Iklim Musim (iklim Muson)
Iklim Muson terjadi karena pengaruh angin musim yang bertiup berganti arah
tiap-tiap setengah tahun sekali. Angin musim di Indonesia terdiri atas Musim
Barat Daya dan Angin Musim Timur Laut.
b. Iklim Tropika (Iklim Panas)
Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa.
c. Iklim Laut.
Negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagian besar tanah daratan
Indonesia dikelilingi oleh laut atau samudra. Itulah sebabnya di Indonesia
terdapat iklim laut.
3. Faktor factor yang mempengaruhi iklim di Indonesia
a. Faktor alami
1. Pada skala global ( bumi secara keseluruhan )
2. Pada skala regional
3. Pada Skala Lokal
b. Faktor buatan
Pengaruh Manusia
4. Kondisi El nino jumlah air laut bersuhu rendah yang mengalir di sepanjang
Pantai Selatan Amerika dan Pasifik Timur berkurang atau bahkan menghilang
sama sekali. Wilayah Pasifik Timur dan Tengah menjadi sehangat Pasifik
Barat
5. Kondisi La Nina jumlah air laut bertemperatur rendah yang mengalir di
sepanjang Pantai Selatan Amerika dan Pasifik Timur meningkat. Wilayah
Pasifik Timur dan Tengah menjadi lebih dingin dari Pasifik Barat.
6. Dampak El Nino tehadap curah hujan di Indonesia adalah curah hujan di
sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah
hujan ini sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut.
7. Dampak La Nina tehadap curah hujan di Indonesia adalah curah hujan di
sebagian besar wilayah Indonesia bertambah, bahkan sangat berpotensi
menyebabkan terjadinya banjir. Peningkatan curah hujan ini sangat tergantung
dari intensitas La Nina tersebut

10

DAFTAR PUSTAKA
http://nofri-aganta.blogspot.co.id/2012/03/cuaca-dan-iklim.html
http://bizim-zafer.blogspot.co.id/2013/01/normal-0-false-false-false-en-usx-none.html
http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/iklim/pembagian-musim-di-indonesia
https://peraduanilmu.wordpress.com/2011/11/05/pergeseran-iklim-danmusim-di-indonesia/

11