Anda di halaman 1dari 16

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Asma adalah salah satu penyakit kronis terbanyak di dunia dengan
jumlah penderita yang diperkirakan mencapai 300 juta (GINA, 2012). Jumlah
tersebut akan terus bertambah sebesar 180.000 orang setiap tahun (Kemenkes,
2008). Prevalensi asma di Indonesia adalah 3,3% (GINA, 2004). PPOK juga
penyakit kronis terbanyak yang pada tahun 2020 diperkirakan akan menjadi
penyebab kematian ketiga di dunia. Di Indonesia jumlah penderita PPOK
sekitar 4,8 juta jiwa (Pratomo, 2012).
Asma

adalah

inflamasi

kronis

yang

ditandai

dengan

keadaan

penyempitan jalan napas berulang dan bermanifestasi sebagai sesak napas,


mengi, batuk, sukar bernapas yang biasa timbul pada pagi serta malam hari
(GINA, 2012). Sedangkan PPOKadalah penyakit hambatan persisten aliran
udara yang bersifat progressif dan merupakan proses inflamasi kronis akibat
paparan partikel atau gas berbahaya (GOLD, 2013).
PPOK

banyak

memiliki

penyakit

penyerta,

diantaranya

adalah

kecemasan dan depresi (Olmos et al, 2013; GOLD, 2013). Namun seringkali
depresi pada pasien PPOK tidak diakui sehingga tidak mendapat pengobatan
(Pommer et al., 2012). Terapi non-farmakologis seharusnya diperlukan untuk
mencegah terjadinya depresi pada pasien (Jones dan Ostrem, 2011). Penelitian
lain menyebutkan bahwa orang yang menderita asma 60-70% lebih rentan
mengalami depresi daripada orang yang tidak memiliki asma (Katz et al.,
2010). Depresi yang terjadi pada pasien asma juga memperburuk kontrol asma
dan kwalitas hidup pasien (Panaszek dan Machaj, 2012). Bahkan menurut
penelitian Walters et al., (2011) depresi yang terjadi pada pasien asma
meningkatkan mortalitas.
Depresi bisa menyebabkan peningkatan tingkat kesakitan, peningkatan
biaya rumah sakit serta penurunan kwalitas hidup pasien (Olmos et al., 2013).
Hal yang lebih penting adalah depresi bisa meningkatkan keparahan penyakit
dan juga memperburuk prognosis penyakit. Bahkan depresi juga meningkatkan
resiko bunuh diri hingga 41 kali daripada orang yang tidak terkena depresi.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis tertarik untuk


meneliti apakah terdapat hubungan antara lama sakit dengan tingkat depresi
pada pasien asma dan pasien PPOK.
B. Perumusan Masalah
Apakah terdapat hubungan antara lama sakit dengan tingkat depresi pada
pasien asma dan pasien PPOK?
C. Tujuan Program
Mengetahui apakah terdapat hubungan antara lama sakit dengan tingkat depresi
pada pasien asma dan pasien PPOK.
D. Luaran yang Diharapkan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bukti ilmiah
yang menjelaskan hubungan antara lama sakit dengan tingkat depresi pada
pasien asma dan pasien PPOK yang nantinya dapat dijadikan landasan
pemilihan terapi psikiatri pada pasien asma dan PPOK.
E. Kegunaan Program
1. Aspek Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai
hubungan antara lama sakit dengan tingkat depresi pasien asma dan pasien
PPOK.
2. Aspek Aplikatif
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan
dilakukannya intervensi psikiatrik dan juga pemilihan obat antidepressan
yang sesuai pada pasien asma dan PPOK.
II.

TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar Teori
1. Asma
a. Definisi
Asma adalah inflamasi kronis yang ditandai dengan keadaan
penyempitan jalan napas berulang dan bermanifestasi sebagai sesak
napas, mengi, batuk, sukar bernapas yang biasa timbul pada pagi serta
malam hari (GINA, 2012).
b. Patogenesis dan Gejala Klinis
Gejala utama pada asma adalah sesak napas mendadak, disertai fase
inspirasi yang lebih pendek dibandingkan dengan fase ekspirasi, dan

diikuti dengan mengi dan batuk. Keluhan setiap orang akan berbedabeda, bisa ringan, sedang, atau berat (Alsagaff dan Mukty, 2005).

Sel

Gambar 1. Sitokin Proinflamasi yang Berperan dalam Asma


(Barnes, 2008)
epitel memainkan peran pentingdalam mencetuskan

prosesinflamasi pada asma melaluipelepasanbeberapasitokin yang akan


merangsang degranulasi sel mast. Sel mastkemudian mengalami
degranulasi dan mengeluarkan histamine, sistein-leukotrien dan juga
prostaglandin yang memicu timbulnya bronkokonstriksi (Barnes, 2008).
c. Diagnosis
Diagnosis asma dapat ditegakkan dengan adanya gejala dan riwayat
kesehatan. Pemeriksaan spirometri membantu penegakan diagnosis dan
penentuan derajat asma (GINA, 2012).
2. PPOK
a. Definisi
PPOK adalah penyakit yang bercirikan adanya hambatan persisten
aliran udara yang bersifat progressif dan merupakan proses inflamasi
kronis akibat paparan partikel atau gas berbahaya (GOLD, 2013)
b. Patofisiologi dan Gejala Klinis
Patogenesis PPOK merupakan modifikasi respon tubuh terhadap
inflamasi kronis karena paparan faktor resiko yang terlalu lama sehingga
kadar oksidan dan antioksidan di dalam tubuh tidak seimbang sehingga

menimbulkan stress oksidatif yang menyebabkan kerusakan jaringan


paru (GOLD, 2013; Pauwels et al., 2001).

Gambar 2. Sitokin yang Berperan Pada PPOK (Barnes, 2008)


c. Diagnosis
Diagnosis PPOK dapat ditegakkan dengan adanya sesak napas,
batuk kronis, produksi sputum berlebih dan adanya riwayat paparan
faktor resiko. Pemeriksaan spirometri sangat diperlukan untuk konfirmasi
diagnosis PPOK, menentukan derajat PPOK serta pemilihan terapi pada
PPOK (GOLD, 2013).
3. Depresi
a. Definisi
Depresi merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai oleh
hilangnya perasaan kendali dan pengalaman subjektif adanya penderitaan
berat (Sadock dan Sadock, 2010).
b. Patofisiologi dan Gejala Klinis
Hampir semua pasien pasien depresi (97%) mengeluh berkurangnya
energi, penurunan motivasi. Sekitar 80% pasien depresi mengeluh
gangguan tidur dan kebanyakan pasien depresi nafsu makannya
berkurang serta kehilangan berat badan. Pada beberapa pasien, nafsu
makan dapat bertambah, peningkatan berat badan, dan tidur yang
bertambah (Sadock dan Sadock, 2010).
Patogenesis:
a). Faktor Neurotransmiter

1) Norepinefrin, hubungan antara turunnya regulasi reseptor adrenergik dan respon antidepresan.
2) Serotonin, penurunan serotonin

memiliki

peranan

dalam

mencetuskan terjadinya depresi.


3) Dopamin, pada orang depresi terjadi penurunan kadar dopamin.
b). Faktor Neurokimia lain
Sebuah

meta-analisis

meneliti

stimulasi

sitokin

untuk

membuktkan depresi berkaitan dengan ketidakteraturan sistem imun


dan juga aktivasi sistem respon inflamasi di dalam tubuh, hasilnya
kenaikan kadar TNF- dan kadar IL-6 terhadap timbulnya depresi
signifikan menurut uji statistik (Dowlati et al., 2010).
c). Faktor Psikososial
1) Peristiwa Hidup dan Stres Lingkungan
Kematian anggota keluarga dekat, kematian pasangan dan PHK
adalah stressor berat yang dapat menimbulkan depresi (Sadock dan
Sadock, 2010). Penyakit kronis juga memiliki hubungan kuat dengan
timbulnya depresi (Clarke dan Currie, 2009; Katz et al., 2010).
2) Faktor Kepribadian
Orang

berkepribadian

obsesif

kompulsif,

histrionik

dan

borderline berrisiko lebih besar mengalami depresi (Sadock dan


Sadock, 2010).
c. Diagnosis
Diagnosis dan skrining depresi dapat dilakukan dengan:
a.

Revisi teks edisi keempat Diagnostic and Statistical Manual of

b.

Mental Disorder (DSM-IV-TR) (Sadock dan Sadock, 2010).


Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia

edisi ke III (PPDGJ- III) (Maslim, 2001).


1) Gejala utama: Afek depresif, kehilangan minat dan kegembiraan,
berkurangnya energi.
2) Gejala tambahan: berkurangnya konsentrasi, harga diri dan
kepercayaan diri, gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna,
pandangan masa depan yang suram dan pesimis, gagasan bunuh diri,
gangguan tidur dan nafsu makan.

3) Diperlukan minimal 2 minggu untuk penegakan diagnosis, tetapi


periode lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala luar biasa berat
dan cepat.
4) Kategori diagnosis episode depresif ringan, sedang, dan berat hanya
B.

digunakan untuk episode depresi tunggal (yang pertama).


Kerangka Pemikiran
Penyakit paru kronis
Pasien PPOK

Pasien
asma

Paparan faktor

Paparan
alergen
Reaksi inflamasi saluran napas

Reaksi inflamasi saluran napas


IL-1, TNF-, IL-6, IFN-

IL-4, IL-5, IL-9, IL-13, histamin,


prostaglandin, sistein-leukotrien

Bronkokonstriksi

SSP

Penurunan
volume grayPeningkatan
matter hipokampus
Penurunan produksi
serotonin
ACTH, CRH, dan kortisol

depresi

Faktor
eksternaltidak
: genetik,
jenis antidepressan
kelamin, kepribadian, sosial e
komplikasi(-), penyakit kronis lain (-),jenis kelamin, genetik,
kepribadian,
meminum

C.

Hipotesis
Terdapat hubungan antara lama sakit dengan tingkat depresi pada pasien
asma dan pasien PPOK.

III.

METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian

Penelitian ini bersifat observasional analytic dengan pendekatan cross


sectional.
B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di RSUD Dr. Moewardi.
C. Subjek Penelitian
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah pasien asma dan pasien PPOK di
RSUD Dr. Moewardi.
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien asma dan pasien PPOK yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
D. Kriteria Inklusi
1. Pasien asma dan pasien PPOK derajat sedang dan berat usia >40 tahun
2. Skor L-MMPI 10
E. Kriteria Eksklusi
1. Tidak mengalami komplikasi dan atau memiliki penyakit kronis lain.
2. Tidak memiliki anggota keluarga yang baru saja meninggal
3. Tidak mengalami perceraian
4. Tidak mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
5. Tidak menggunakan obat antidepressan
F. Teknik Pengambilan Sampel
Sampel diambil dengan teknik purposive sampling.
G. Rancangan Penelitian
Populasi
Purposive sampling
Sampel
Penyakit paru kronis
Asma persisten sedang dan berat

PPOK derajat sedang dan berat

Depresi

Depresi

Skordepresi

Skordepresi
Uji T-test

H. Identifikasi Variabel Penelitian


1. Variabel bebas
: lama sakit
2. Variabel terikat
: tingkat depresi
3. Variabel kontrol
: penyakit paru kronis
I. Definisi Operasional Variabel Penelitian

1. Variabel bebas (lama sakit)


a. Definisi: Lama sakit adalah jangka waktu pasien terdiagnosa sakit sampai
saat ini yang dinyatakan dalam tahun.
b. Cara pengukuran: pasien menjawab pertanyaan saat wawancara.
c. Skala: Numerik
2. Variabel terikat (tingkat depresi)
a. Definisi: Tingkatan depresi adalah keparahan atau derajat depresi.
b. Cara pengukuran: pasien mengisi kuesioner Beck Depression Inventory
II (BDI-II) dan hasil yang diperoleh akan dinilai dengan skor tertentu.
c. Skala: Numerik
3. Variabel kontrol (penyakit paru kronis)
a. Definisi: Penyakit paru kronis adalah penyakit paru yang sudah diderita
lebih dari 6 bulan. Penyakit paru kronis yang dimaksud adalah asma dan
PPOK.
b. Cara pengukuran: data rekam medis pasien dan hasil pemeriksaan
spirometri.
c. Skala: Nominal
J. Teknik Analisis Data Statistik
Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan Chi Square.
IV.

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


A. Biaya
B.
C.

D. Jadwal Kegiatan
No KEGIATAN
1
2
3
4
5
6
7

MINGGU
1

10 11 12

13

14 15 16

8
9

Lampiran 4. Biodata Ketua dan Anggota


Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap (dengan gelar)


Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP

Arum Alfyiah Fahmi


P
Pendidikan Dokter
G0010028
Bantul, 22 September 1991
arumalfiyahf@yahoo.com
085729768786

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi
Jurusan
Tahun masuk
lulus

SD
SD Tirtohargo 1
Umum
1997-2003

SMP
SMP N 1 Kretek
Umum
2003-2006

SMA
SMA N 1 Bantul
IPA
2006-2009

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat

dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata


dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKMP Dikti 2013.
Pengusul,

(Arum Alfiyah Fahmi)


Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap (dengan gelar)


Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP

Dea Fiesta Jatikusuma


Perempuan
Pendidikan Dokter
G0011062
Sleman, 05 Februari 1994
venusfiesta@gmail.com
085729301415

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi

Jurusan
Tahun masuk
lulus

SD
SD
Muhammadiyah
Ngijon I
Umum
2000-2006

SMP
SMP Negeri 5
Yogyakarta

SMA
SMA Negeri 3
Yogyakarta

Umum
2006-2009

IPA
2009-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKMP Dikti 2013.
Pengusul,

(Dea Fiesta Jatikusuma)


Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap (dengan gelar)


Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP

B. Riwayat Pendidikan
SD

SMP

SMA

Nama Institusi
Jurusan
Tahun masuk
lulus
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKMP Dikti 2013.
Pengusul,

(Farrah Putri)

Lampiran Justifikasi Biaya Kegiatan


a. Peralatan Penunjang
Material

Justifikasi Pemakaian

Kuantitas

Harga per
Satuan

Keterangan

Proposal

Biaya pembuatan

1eksempla

(Rp)
100.000,0

100.000,00

penelitian
Loog book

proposal penelitian
Biaya pembuatan dan

r
3

0
20.000,00

60.000,00

Alat tulis

fotokopi
Buku tulis, pulpen,

eksemplar
1 paket

50.000,00

50.000,00

Komunika

dan kertas
Biaya pulsa telefon

3 orang

100.000,0

300.000,00

si
Spirometri

Biaya spirometri

100 orang

0
40.000,00

4.000.000,0

untuk menentukan
Internet

diagnosis pasti pasien


Biaya internet

0
3 orang

100.000,0

penunjang pencarian
Konsumsi

sumber data
Konsumsi peneliti

300.000,00

0
30 kali

15.000,00

450.000,00

SUBTOTAL (Rp)

5.260.000,0

selama pengambilan
sampel
0
b. Bahan Habis Pakai
Justifikasi
Material

Pemakaian

Harga per
Kuantitas

Bingkisan

Bingkisan berupa

100

pasien
Informed

peralatan MCK
Pembuatan dan

100

concent dan

fotokopi kuisioner

eksemplar

Kuisioner

yang berjumlah 10

Satuan

Keterangan

(Rp)
30.000,00

3.000.000,0

3.000,00

0
300.000,00

lembar
SUBTOTAL (Rp)

3.300.000,0
0

c. Perjalanan
Material

Justifikasi
Pemakaian

Kuantitas

Harga per
Satuan

Keterangan

Perjalanan ke Transportasi saat


RSUD Dr.

(Rp)
30.000,00

30 kali

900.000,00

pengambilan sampel

Moewardi
SUBTOTAL (Rp)
d. Lain- lain

900.000,00
Justifikasi

Kuantita

Harga per

Biaya izin

Pemakaian
Biaya administratif

Satuan (Rp)
400.000,00

penelitian

di RSUD Dr.

Material

Keterangan
400.000,00

Moewardi untuk
penelitian dan
pengambilan
sampel
SUBTOTAL (Rp)
TOTAL KESELURUHAN (Rp)

400.000,00
9.860.000,00

E. Lampiran 6. Susunan Organisasi dan Pembagian Tugas


No

Nama/NI

Program

Bidang

Alokasi

Studi

Ilmu

waktu

Uraian

(jam/minggu
)
1

Arum

Pendidika

Samplin

Alfiyah

n Dokter

g, olah

Mengolah data

Fahmi
Dea Fiesta

Pendidika

data.
Samplin

mentah,
Pengambilan sampel,

Jatikusum

n Dokter

g,

Menghandle loog

Laporan

book, mencatat semua

kegiatan

pengeluaran,

12

12

Pengambilan sampel,

mempersiapkan
3

12

laporan kegiatan.
Menyelesaikan

Farrah

Pendidika

Administ

Putri

n Dokter

ratif dan

administrasi dan

pengamb

perizinan penelitian,

ilan data

pengambilan rekam

rekam

medis pasien sampel

medis

penelitian.

pasien

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Arum Alfiyah Fahmi

NIM

: G0010028

Program Studi
Fakultas

: Pendidikan Dokter
: Kedokteran

Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKMP saya dengan judul:


yang diusulkan untuk tahun anggaran 2014 bersifat original dan belum pernah
dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya
bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
mengembalikan
seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenarbenarnya.
Surakarta, 28-09-2013
Mengetahui,

Yang menyatakan,

KetuaBidang Kemahasiswaan,

(Drs. Darmawan, M.Lib)

(Arum Alfiyah Fahmi)

NIM G0010028

PENGESAHAN USULAN PKM-PENELITIAN


1. Judul Kegiatan

: Hubungan Antara Lama Sakit dengan Tingkat

Depresi Pasien Asma dan PPOK.


2. Bidang Kegiatan

: PKM-P

3. Ketua Pelaksana Kegiatan


a. Nama Lengkap

: Arum Alfiyah Fahmi

b. NIM

: G0010028

c. Jurusan

: Pendidikan Dokter

d. Universitas/Institut/Politeknik: Universitas Sebelas Maret


e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Kalangan, Tirtohargo, Kretek, Bantul,
Yogyakarta. No HP: 085729768786
f. Alamat email

: arumalfiyahf@yahoo.com

4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis

: 2 orang

5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar

: Sumardiyono, S.KM., M.Kes

b. NIDN

: 0006076510

c. Alamat Rumah dan No Tel./HP: No. HP 08562838920


6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti

: Rp 9.560.000,00

b. Sumber lain

: Rp -

7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 bulan


Surakarta, 28 September 2013
Menyetujui
Pembantu Dekan 3 FK UNS

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Prof. Dr. H. Mohammad Fanani, dr., Sp.KJ (K))


NIP. 19510711 198003 1 001

(Arum Alfiyah Fahmi)


NIM. G0010028

Pembantu Rektor III UNS

Dosen Pendamping

(Drs. Dwi Tiyanto, S.U.)


NIP. 19540414 198003 1 007

(Sumardiyono, S.KM., M.Kes)


NIP. 1965 0706 198803 1002