Anda di halaman 1dari 20

Unsur-unsur Musik Barat

Secara umum, terdapat empa tunsur musik Barat, yakni sebagai berikut.
Irama dan matra
Irama dalam musik pop atau kontemporer sering disebut style, tradisi, idiom, atau corak
(genre). Dalam musik pop modern, irama mencakup country, folk, waltz, rock n roll, samba,
salsa, disko, dan lain-lain. Ia mencakup juga fusi atau peleburan berbagai corak pop seperti
country-rock, jazz-rock, dan Latin-disco.
Anda yang bisa memainkan gitar irama tahu bahwa memainkan irama country, misalnya,
berbeda dengan memainkan irama salsa. Pola pukulan gitarmu untuk jenis irama pertama
berbeda dengan pola pukulanmu untuk jenis irama kedua. Dalam notasi khusus untuk irama
gitar, setiap irama ini diperikan dengan pola kombinasi not dengan berbagai nilai tertentu.
Ritme harus dibedakan dengan matra. Secara sederhana, matra adalah pengelompokan
ketukan-ketukan dasar yang tetap dari suatu lagu. Dalam musik populer, ia disebut beat, suatu
kata bahasa Inggris yang berarti ketukan dalam bahasa Indonesia. Jenis-jenis matra
membentuk jenis-jenis birama seperti 2/4, 3/4, 4/4, 6/4, 3/8, 6/8, 9/8, dan 12/8. Angka di
sebelah kiri garis miring menunjukkan jumlah ketukan per birama; angka di sebelah kanan
menunjukkan nilai not dasar yang melandasi berbagai nilai not yang membentuk ritme suatu
lagu.
Atmosfir
Atmosfir adalah lingkungan di sekitar suatu nyanyian. Atmosfir menjawab pertanyaan:
Anda di mana? Di suatu pantai tropik atau pegunungan salju; di gereja, di rumah, atau di
hotel?
Suasana hati
Bagaimanakah perasaan Anda yang tengah menyanyi tentang apa yang Anda
katakan pada kami sebagai pendengar? Bahagia, merenung, sedih, damai, tenang, rindu,
bercanda, sangat hormat, sepi.
Pesan
Apa yang Anda, penyanyi, katakan pada kami sebagai pendengarmu? Apa fakta, sudutpandang, filsafatmu; tanggapan apakah yang Anda inginkan dari kami?
Secara khusus, terdapat empat unsur musik barat, yakni sebagai berikut.
Lirik
Ada beda arti antara pesan dan lirik. Pesan adalah apa yang Anda katakan melalui suatu
nyanyian atau lagu; lirik adalah bagaimana Anda menyampaikan pesanmu melalui
nyanyianmu.

Lirik mengungkapkan emosi (umum) dan nyanyian mencakup melodi dan lirik adalah
ungkapan emosional. Lirik bisa terdiri dari bait (verse) dan koor (chorus). Bait menunjukkan,
koor bercerita. Bait menunjukkan seseorang atau sesuatu melalui bahasa yang spesifik dan
menarik; koor bercerita melalui komentar atau ringkasan tentang bait.
Melodi
Unsur ini adalah suatu gabungan dari rangkaian tingginada (pitch) dan ritme. Rangkaian
tingginada dan ritme ditandai oleh rangkaian not dan tanda-diam dengan bermacam-macam
nilai.
Harmoni
Harmoni dalam musik Barat adalah salah satu teori musik yang mengajarkan bagaimana
menyusun suatu rangkaian akord-akord agar musik tersebut dapat enak didengar dan selaras.
Di sini dipelajari tentang penggunaan berbagai nada secara bersama-sama dan akord-akord
musik, yang terjadi dengan sesungguhnya ataupun yang tersirat. Studi ini sering merujuk
kepada studi tentang progresi harmonis, gerakan dari satu nada secara berbarengan ke nada
yang lain, dan prinsip-prinsip struktural yang mengatur progresi tersebut.
Ciri interval bergantung juga pada tangga nada. Contoh-contoh interval berasal dari suatu
tangga nada Barat yang sangat lazim dipakai untuk menciptakan lagu: tangga
nada diatonik mayor. Urutan notnya dari yang paling rendah ke yang paling tinggi sejauh satu
oktaf delapan nada adalah do-re-mi-fa-sol-la-si-do. Anda bisa membunyikan urutan not
ini dari yang paling rendah ke yang paling tinggi dan sebaliknya.
Karena tangga nada diatonik mayor mengenal dua setengah nada, maka secara ilmu berhitung
sederhana jarak nada antara pasangan not lain yang punya satu nada bisa dibagi menjadi dua.
Pasangan not do-re, re-mi, fa-sol, sol-la, dan la-si yang masing-masing berisi satu nada
sebagai akibatnya dibagi menjadi setengah nada. Timbullah suatu tangga nada baru yang di
dalamnya setiap pasangan not tadi diperkecil jaraknya menjadi setengah nada dan
menghasilkan jaraknada yang sama antara semua pasangan not yang baru.
Tangga nada baru berdasarkan hasil pembagian satu nada menjadi setengah nada ini disebut
tangga nada kromatik. Dari yang paling rendah ke yang paling tinggi, urutan notnya
demikian: 1-#1-2-#2-3-4-#4-5-#5-6-#6-7-1. Tanda kres (#) menaikkan not di sebelah kiri kres
sejauh setengah nada. Ketika dinyanyikan, not-not yang diberi tanda # berbunyi dari yang
paling rendah ke yang paling tinggi do-di-re-ri-mi-fa-fi-sol-se-la-li-si-do. Tapi kalau
dibunyikan dari not do yang paling tinggi ke yang paling rendah, cara menulisnya berbeda: 17-b7-6-b6-5-b5-4-3-b3-2-b-1. Tanda mol (b) menurunkan not di sebelah kiri sejauh setengah
nada juga. Urutan not ini dibunyikan sebagai do-si-sa-la-lu-sol-su-fa-mi-mu-re-ru-do.
Secara praktis, bunyi setengah nada pada posisi naik dan turun dari tangga nada kromatik
sama: di sama bunyinya dengan ru, ri sama bunyinya dengan mu, fi sama bunyinya dengan su
dan seterusnya. Karena sama bunyinya, nada-nada ini disebut nada-nada enharmonik.

Tangga nada diatonik mayor lazimnya dipakai untuk menciptakan lagu-lagu yang bersuasana
gembira, ceria, cerah pendek kata, lagu-lagu yang bersuasana optimistik. Tangga nada
kromatik memberi warna-warna halus pada suatu ciptaan musikal. Ada juga lagu-lagu yang,
meskipun memakai tangga nada diatonik mayor, bersuasana sedih.
Pola ritme khas suatu melodi dibentuk oleh kombinasi khusus berbagai interval tadi.
Dalam musik vokal (gabungan nyanyian dan musik iringan), pola ritme ini dipengaruhi ritme
dan makna liriknya. Not-not yang ditahan misalnya, selama dua sampai dengan empat
ketukan alam jenis birama 4/4 (1 . . . ) cocok untuk menekankan pesan lirik yang penting,
seperti judul suatu lagu. Pasangan atau rangkaian not yang bergerak cepat karena memakai
satu garis penghubung di atasnya), kombinasi satu dan dua garis penghubung di atas tiga not,
atau dua garis penghubung di atas empat not cocok untuk lagu-lagu yang bersifat cakap
(conversational). Pola ritme yang ditandai oleh berbagai garis penghubung not-not bernilai
kecil mengungkapkan suasana kegiatan yang membutuhkan energi tinggi seperti kesibukan
pekerjaan, kehidupan yang terburu-buru, pertandingan olahraga seperti sepak bola, bahkan
keadaan kacaubalau atau perang.
Entah tangga nada diatonik, kromatik, atau minor naturel, melodi yang diciptakan
berdasarkan salah satu dari antaranya punya ciri-ciri umum tertentu, yaitu:
Pertama, melodi itu dibentuk oleh suatu gagasan inti yang disebut motif melodi. Ini ibarat
tiang utama suatu rumah. Dari tiang utama ini, pencipta seperti seorang arsitek bangunan
mengembangkan rumah itu dengan menambah tiang lain, kerangka, dinding, atap,
penghalusan, pengecatan dinding, penambahan ornamen, dan rincian-rincian konstruksi lain
sampai rumah itu tampak keren sama sekali berbeda dengan kali pertama ia dimulai dengan
tiang utama. Padakomposisi melodi Barat, motifnya biasanya ada di awal lagu sebanyak satu
sampai sekitar dua birama dan bisa diulang-ulangi dengan memakai not yang sama atau
berbeda pada bagian lain dalam melodi.
Kedua, suatu melodi diciptakan melalui kombinasi not-not berbagai nilai dengan waktu
istirahat tertentu di antara not-not itu. Not yang ditahan selama beberapa ketukan digabung
dengan not yang berlangsung selama satu ketukan, setengah ketukan, seperempat ketukan,
seperenam belas ketukan, dan seterusnya. Tanda istirahat biasanya muncul padanot yang
ditahan yang bisa diikuti tanda koma atau tanda diam. Dalam notasi angka, tanda diam ditulis
dengan memakai angka nol (0). Melodi tanpa waktu istirahat akan melelahkan untuk
didengar dan dinyanyikan.
Ketiga, suatu melodi diciptakan berdasarkan tangga nada. Tangga nada Barat yang paling
lazim dipakai adalah tangga nada diatonik mayor. Karena ada tujuh not pokok dalam tangga
nada ini, maka ada juga tujuh kunci atau nada dasar. Kunci ini ditulis dengan memakai abjad.
Padanannya dengan not angka demikian: C (do), D (re), E (mi), F( fa), G (sol), A (la), dan B
(si). Tangga nada Barat kedua yang lazim dipakai adalah tangga nada minor naturel: A-B-CD-E-F-G. Kedua jenis tangga nada paling populer ini berdasarkan tangga nada diatonik
mayor C.

Keempat, suatu melodi bisa memakai not-not akordal atau gabungan not-not akordal dan
non-akordal. Untuk memahami pernyataan ini, kita memakai susunan not akordal dari tiga
not disebut triad dalam tangga nada C mayor.
Ritme
Dalam musik, ritme adalah suatu bagian dari melodi atau lagu. Ia berhubungan dengan
distribusi not-not dalam waktu dan tekanan not-not itu. Not-not dalam waktu ini diberi
berbagai nilai.
Dalam ketukan 4/4, misalnya, satu not bernilai empat ketukan dibunyikan untuk jangka
waktu yang agak lama (misalnya, selama 4 detik) sementara satu not bernilai satu ketukan
membutuhkan waktu yang singkat untuk dibunyikan (misalnya, setengah detik). Satu not lain
yang bernilai setengah ketukan jelas membutuhkan waktu lebih pendek dari not sebelumnya
untuk dimainkan atau dinyanyikan.

Aliran Musik Mancanegara


1. Musik Rock
Musik ini memiliki gaya rhythm and blues. Musik rock mendominasi
musik populer di barat sejak tahun 1955 dan musik ini mempunyai
ciri-ciri khas bervoltase tinggi.
Ciri-ciri umum musik rock adalah :

Tempo bervariasi,
Lirik lagu cenderung eksprektif,
Wilayah nada luas,
Kekuatan musik pada dinamika aransemen, dan
Beat cenderung keras.
Aliran-aliran musik rock adalah progressive rock, alternative rock,
punk, heavy metal, hard rock, garage rock, dan rock'n roll.
Artis atau musisi rock mancanegara, antara lain : Bon Jovi, Qeen,

Greenday, My Chemichal Romance, Simple Plan, dan lain-lain.

2. Musik R&B
Musik ini didukung oleh sebagian masyarakat dari Afrika-Amerika
pada awal tahun 1940. R&B pertama kali diciptakan oleh Jr.
Wexler yang terkenal dengan Atlatic Records. Musik R&B
cenderung mengutamakan kemampuan improvisasi melodi,
khususnya vokal para penyanyi dengan harmonisasi ynag
progresif.
Penyanyi dan grup vokal R&B adalah Black Eyed Peas, Beyonce,
R. Kelly, dan lain-lain.

3. Musik Jazz
Musik Jazz pertama kali dikembangkan oleh bangsa dari AfrikaAmerika sekitar abad ke -20 di New Orleans, Amerika
Serikat. Instrumen musiknya adalah piano, bass, drum, gitar,
saxophone, trombon, dan terompet. Ciri utama musik Jazz adalah
improvisasi.
Ciri-ciri musik jazz secara umum :

Bass Progresif (walkng bass),


Ritme menggantung/patah-patah (syncope),
Susunan melodi improvisasi,
Penggunaan akor dissonant,
Kebanyakan instumental,
Improvisasi relatif bebas,
Kebanyakan menggunakan alat musik akustik,
Menggunakan standar teknologi rendah,
Memiliki tingkat kesulitan harmonisasi akor tinggi,
Teknik pengolahan lagu bervariasi,
Lagu berdurasi panjang,

Alat tiup dan piano mendominasi.


Pemusik Jazz, antara lain adalah : Sidney Bachet, Dexter
Gorden, Louis Amstring, Wynton Marsalis, dan lain-lain.

4. Musik Reggae dan Ska


Musik Reggae merupakan perpaduan musik tradisional di
kawasan Laut Karibia terutama musik mento dari Jamaika dengan
musik modern barat. Musik Jamaikan bereksperimen dengan
menambah pukulan drum dan pola permainan gitar bass dalam
permainan musik tradisi Jamaika.
Dengan eksperimen itu, timbul sebuah gaya baru dikenal sebagai
musk Ska. Tokoh musik Ska adalah Don Drum Mond. Tokoh musik
Reggae antara lain adalah : Jimmy Cliff (dikenal sebagai musisi
reggae) dan Bob Marley (dikenal sebagai musisi yang membawa
musik reggae ke Amerika).

5. Musik Pop
Musik Pop adalah musik yang ringan, sederhana, yang disenangi
masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Contoh musik pop,
yaiu : musik R&B, musik Jazz, musik country, dan musik dangdut.
Penyanyi pop mancanegara antara lain adalah :

Avril Lavigne.
Celine Dion.
Bruno Mars.
Maher Zain, dan lain-lain.

6. Musik Klasik
Musik klasik adalah musik yang memilik estetika atau kendahan
yang mencapai tingkat mutu yang memuaskan dan mengandung
nilai seni yang sangat tinggi. Musik klasik lahir dan berkembang
pada zaman setelah Barok-Rokoko yang dimulai melalui
karya Joann Stamitz.
Ciri-ciri karakteristik musik klasik adalah :

Peralihan dinamika dari pelan menjadi keras dan


sebaliknya.
Peralihan kecepatan dari mempercepat tempo atau
menguranginya menjadi lambat dan sebaliknya.
Hiasan ornamen dibatasi pemakainnya,
Pemakain accelereando mempercepat tempo dan
ritardando memperlambat tempo dalam penyajian musik.
Pembatasan pemakaian nada penghias.
Pemakaian akor trinada.

Seni Musik Mancanegara

1. Musik Klasik
a. Pengertian
Musik klasik adalah musik yang diproduksi dalam seni, atau berakar dalam, tradisi musik
liturgi Barat dan sekuler, yang mencakup periode yang luas dari sekitar abad ke-9 untuk
menyajikan norma-norma sentral times
b. Ciri-ciri dan Elemen
>ciri-ciri :
1. Didominasi oleh musik gesek dan tiup.
2. Tidak menggunakan beat (drum-set) secara konstan.
3. Tidak menonjolkan ritme pada melodi dan harmoni.
>elemen
Elemen klasik adalah suatu konsep yang digunakan oleh para filosof kuno untuk menjelaskan
terjadinya pola-pola di alam.
c. Alat-alat Musik yang digunakan
1. Harpsichord
2. Piano
3. Biola (Violin)
4. Brass
5. Cello / Bass Violin

d. Sejarah dan Fungsi


>Sejarah

Musik Klasik dimulai dengan penemuan Notasi Gregorian tehun 590 oleh Paus Agung
Gregori, berupa balok not dengan 4 garis, namun notasi belum ada hitungannya. Paus
Gregory semasa hidupnya telah mencatat lagu-lagu Gereja dengan Notasi Gregorian tersebut.
sebelum tahun 590 musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis yang dapat
dibaca

>Fungsi
1.

Meningkatkan kecerdasan majemuk

2.

Memfasilitasi ikatan emosional orang tua dan anak anak

3.

Membangun ketrampilan sosial dan emosional anak

4.

Meningkatkan perlatihan terhadap tugas tugas dan kemampuan bicara

5.

Mengembangkan kontrol impulsif dan perkembangan motorik

6.

Menjembatani keratifitas dan kesenangan

2. Musik jazZ
a. Pengertian
Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik
Eropa, terutama musik band
b. Ciri-ciri dan elemen-elemennya
>Ciri-ciri :
1) Vokal dan lirik cenderung dianggap sebagai bagian dari bunyi instrumen
2) Harmoninya rumit, memiliki tonalitas yang luas dan sering terjadi modulasi
3) Ritme dan melodi memiliki kecenderungan improvisatif
> Elemen
Elemen penting dalam jazz adalah blue notes, improvisasi,polyrhythms, sinkopasi,
dan shuffle note.
c. Alat-alat Musik yang digunakan
1. Gitar
2. Trombon
3. Piano

4. Trompet
5. Saksofon
d. Sejarah dan Fungsi
>Sejarah
Musik Jazz lahir di Amerika Serikat tahun 1868. Hal itu adalah yang ditulis oleh para peneliti
sejarah jazz dan yang telah disepakati oleh berbagai pihak. Walaupun musik jazz lahir di
Amerika Serikat, namun kini jazz bukan lagi hanya milik bangsa Amerika, melainkan sudah
menjadi sebuah warna musik yang dimiliki oleh seluruh masyarakat dunia.
Awalnya, musik jazz lahir dengan dasar Blues. Kemudian pada sekitar tahun 1887 mulai
dikenal bentuk Rag Time, yang pada waktu itu berupa permainan piano di bar- bar. Blues dan
Rag Time berkembang menjadi Boogie - Woogie. Bentuk-bentuk tersebut selain merambah
pada jalurnya sendiri, juga berkembang menelusuri perjalanan musik jazz.Para peneliti musik
mengemukakan, bahwa bentuk musik jazz yang dapat dianggap sebagai bentuk awal yang
berkembang dari zaman ke zaman sampai bentuk jazz yang ada saat ini, adalah bentuk musik
jazz yang terdapat sekitar tahun 1915 - 1917. Pada masa itu, para negro di kota New Orleans,
AS memainkan musik jazz yang memiliki corak yang khas, sehingga dikenal sebagai Jazz
New Orleans. Para musisi jazz New Orleans, menyajikan penampilan mereka di bar, rumah
judi, bahkan tempat-tempat pelacuran yang di masa itu sangat tumbuh subur di New
Orleans.Karena dianggap mengurangi perhatian masyarakat terhadap pemerintahan dan
banyak terjadinya tindak kriminal, maka pada tahun 1917 tempat hiburan hampir di seluruh
New Orleans ditutup. Musik Jazz lalu berkembang keluar dari kota New Orleans. Para musisi
jazz yang berasal dari New Orleans mulai membawa musik jazz menelusuri sungai
Mississippi, terus ke arah utara hingga sampai di Detroit. Di tahun 1920-an musik jazz telah
berkembang di New York, Chicago, Memphis dan kota-kota besar di Amerika Serikat hingga
akhirnya meluas ke seluruh dunia seperti saat ini.

3. Musik Country
a. Pengertian
Musik country adalah campuran dari sejumlah unsur musik Amerika yang berasal
dari Amerika Serikat Bagian Selatan dan Pegunungan Appalachia.
b. Ciri-ciri
>ciri-ciri :
Ciri khas Country adalah penggunaan alternasi bass atau bas berganti disela-selastrumming.
Bila memainkan akor C misalnya, maka bas C dan G dibunyikan bergantian dengan
strumming tetap pada akor C. Improvisasi tangga nada yang digunakan, apabila dengan
tangga nada natural, adalah dengan not-not C-D-Dis-E-G-A

c. Alat-alat Musik yang digunakan


1.

Gitar

6. gitar bass

2.

Biola

7. drum

3.

steel guitar

8. mandolin

4. dobro
5.

9. banjo

harmonika

d. Sejarah
>Sejarah
Sejarah musik country selalu di identikan dengan koboi musik ini lahir saat imigran-imigran
datang ke Amerika Utara dan mentap di selatan pegunungan Appalachia. Para imigran ini
membawa alat musik yang telah dikenal sejak lama oleh mereka. sejarah musik country
dimulai oleh interaksi para musisi dari berbagai kebangsaan yang menghasilkan musik khas
dari Amerika Utara. Dan diabad ke 19 kelompok musik ini akhirnya berpindah ketexas,
mereka pun melanjutkan bermain musik disana Rekaman yang dianggap sebagai rekaman
pertama sejarah musik country adalah lagu Sallie Gooden dari pemain Fiddle A.C. (Eck)
Robertson yang dirilis tahun 1922 oleh Victory Records. Dan dari sini lah muncul para musisi
blues yang menjadi awal dari perkembangan musik blues sperti Riley Puckett, Don
Richardson, Fiddlin John Carson, Al Hopkins, Charlie Poole and the North Carolina
Ramblers dan The Skillet Lickers..

4.Musik Blues
a. Pengertian
Blues adalah sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika
Serikat (AS).
b. Ciri-ciri
>ciri-ciri :
Ciri dari permainan musik blues hampir sama dengan musik jazz, perbedaanya yaitu terletak
pada tempo dan penonjolan unsur melodinya. Musik blues temponya slow, pada lagu dan
permainan gitar lebih ditonjolkan sedangkan instrumen lainnya kelihatan hanya sebagai
pelengkap saja.
c. Alat-alat Musik yang digunakan

1.

Gitar

6. Klarinet

2.

Gitar Bass

7. Trompet

3.

Saksofon

8. Double Bass

4.

Trombon

9. Drum

5.

Piano

d. Sejarah
>Sejarah
Istilah blues resmi dipakai baru pada tahun 1910.Blues adalah sebuah aliran musikvokal dan
instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Nama blues lahir dari istilah blue yang
dikonotasikan dengan perasaan frustatif dan melankolis.Musik bluesberangkat dari musikmusik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak Afrika di AS.
Dan mulai berkembang pesat pada abad ke-19 M itu AS.
Menurut penulis ,ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black
Culture di New York, Sylviane Diouf,Blues memiliki relasi dengan tradisi masyarakat
Muslim di Afrika Barat.Untuk membuktikan keterkaitan antara musik Blues Amerika dengan
tradisi kaum Muslim, Diouf memutar dua rekaman. Yang pertama diperdengarkannya kepada
publik yang hadir di sebuah ruangan Universitas Harvard adalah lantunan adzan (panggilan
bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah shalat). Setelah itu, Diouf memutar Levee Camp
Holler.
Rekaman kedua itu adalah lagu Blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi
sekitar 100 tahun yang lalu. Levee Camp Holler bukanlah lagu blues yang terbilang biasa.
Lagu itu diciptakan oleh komunitas kulit hitam Muslim asal Afrika Barat yang bekerja di
Amerika pasca-Perang Sipil.lagu Levee Camp Holler itu menekankan kata-kata yang
terdengar bergetar. Menurut Diouf, langgam yang sengau antara laguBlues Levee Cam Holler
yang mirip adzan juga merupakan bukti adanya pertautan antara keduanya.
Guru Besar Ethnomusikologi dari Universitas Mainz, Jerman, bernama Prof Gehard Kubik
juga menulis sebuah buku tentang relasi musik Blues dengan peradaban Islam di Afrika Barat
berjudul, Africa and the Blues, yang diterbitkan University Press of Mississippi pada
1999.Prof Kubik telah membuktikannya. Gaya vokal kebanyakan
penyanyi Blues menggunakan melisma, intonasi bergelombang. Gaya vokal seperti itu
merupakan peninggalan masyarakat di Afrika Barat yang telah melakukan kontak dengan
dunia Islam sejak abad ke-7 dan 8 M, paparnya. Melisma menggunakan banyak nada dalam
satu suku kata.

5. Musik reggae

a. Pengertian
Reggae merupakan irama musik yang berkembang di Jamaika.
b. Ciri-ciri
>ciri-ciri :
Ciri khas reggae terletak pada ritmenya, di mana terdapat aksen musik yang seakan terputusputus, yang dikenal sebagai skank. Biasanya, reggae lebih lambat dari ska, akan tetapi lebih
cepat jika dibandingkan dengan rocksteady.
c. Alat-alat Musik yang digunakan
1.

Drum

2.

Bass

3.

Guitars

4.

Keyboard

d. Sejarah
>Sejarah
Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada
kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik
masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada
paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat :
reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena
dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.
Kata reggae diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata ragged (gerak
kagokseperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae).
Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul,
Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang
disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi
pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang
berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan
musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar
secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan
ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.
Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh
musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm
guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian
(chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari.
Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik

lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik
dan universal.
Album Catch A Fire (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat
melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat
ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh
para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee Scratch Perry dan UB40.
Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut
saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

Sejarah Perkembangan Musik Barat


SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK BARAT

Sejarah perkembangan musik Barat dibagi menjadi beberapa periode. Periodisasi itu adalah
sebagai berikut.
Zaman Kuno
Sebelum ditemukan alat-alat musik, hampir seluruh karya musik hanya berbentuk melodi
yang dinyanyikan dengan suara manusia sehingga zaman ini disebut zaman musik vokal.
Gereja menolak alat-alat musik dalam peribadatan karena dianggap mengganggu suasana
beribadat.

Ketika Paus Gregorius I menjabat pimpinan gereja, mulailah diadakan reorganisasi liturgi
Katholik dan dimulailah penggunaan musik gregorian sebagai musik resmi gereja Katholik.
Bentuk musik gregorian berupa melodi yang dinyanyikan tanpa iringan musik sehingga
tekstur lagu-lagu Gregorian lebih bersifat sakral dan hanya dimaksudkan untuk meningkatkan
mutu dalam ibadah keagamaan. Lagu-lagu Gregorian mampu menimbulkan suasana tenang,
mampu mewakili suara gereja yang sebenarnya. Ritme lagu-lagu Gregorian sangat fleksibel,
hampir tidak ada tekanan. Kebebasan ritme yang dikembangkan oleh musik Gregorian
menjadikan musik Gregorian mengambang dan hanya mengandalkan improvisasi.
Zaman Renaisans
Karya musik pada zaman Renaisans banyak dipengaruhi oleh bentuk ruangan gereja yang
besar dan kedap suara, sehingga faktor-faktor kejernihan, kelembutan, dan keseimbangan
suara merupakan ciri khusus.
Ciri-ciri yang terdapat pada karya-karya pada zaman Renaisans adalah sebagai berikut.

a.

Media Penyajian

Permainan musik iringan banyak diperuntukkan bagi penari dan vokalis perorangan. Lagulagu koor gereja sebagian besar berbentuk akapella. Alat-alat musik yang digunakan, antara
lain mandolin, lute, harpsicord, hord,clavichord, virginal, keyboard, cornet, dan organ pipa.
b.

Ritme

Hampir sebagian besar karya musik zaman Renaisans ditandai dengan ketukan bertekanan
berat. Karya musiknya sering terjadi pergantian tanda tempo dan birama yang berlebihan.
c.

Melodi

Gerakan melodi pada zaman ini masih banyak menggunakan langkah-langkah pendek seperti
yang digunakan oleh musik gregorian. Melodi untuk suara tenor digunakan nada panjang.
d.

Tekstur

Teksturnya berbentuk poliponik dengan susunan empat suara atau lebih. Pada akhir abad ke16, suara sopran berperan lebih besar. Harmoni yang banyak digunakan
berbentuk triad pokok.
e.

Pola

Pada zaman Renaisans, karya musiknya banyak diciptakan dalam bentuk dan pola, antara lain
motet, missa, madrigal, passion, fantasia, dan toccaca. Pola pembentukan phrase sangat
panjang sehingga penyanyi-penyanyi dituntut memiliki teknik pernapasan yang prima.
Tokoh musik pada zaman Renaisans, antara lain sebagai berikut.
a.
Karya Geovanni Pierlugi da Palestrina (1525 - 1594) antara lain Missa
Papae Marcelli dan Motet Adoremus te Christe.
a.
Karya Orlandus Lassus (1532 - 1594) antara lain Penetensial Psalms, Motet Tristis
Estanimame, dan Madrigal O Che Bon Echo.
b.
Karya Giovanni Gabrielli (1557 - 1623) antara lain Sonata Piano E Forte dan Gantonas
for Bass Choirs.

Zaman Barok
Zaman Barok dimulai setelah abad ke-16 dan sering disebut sebagai awal Gaya Modern.
Bentuk baru yang menyangkut instrumentasi, metode maupun sumber ide garapan mulai
mengalami revolusi meskipun bentuk dan gaya zaman Renaisans masih tampak di sini. Pada
abad ke-18, gaya Barok murni dapat terwujud dengan sempurna.

Bentuk opera mulai disuguhkan untuk khalayak ramai, sedangkan khusus untuk konser masih
terbatas untuk kalangan bangsawan. Bentuk-bentuk homoponik mulai muncul di mana-mana.
Tangga nada mayor dan minor yang dikembangkan sejak zaman Renaisans mulai dengan
sengaja disatukan penggunaannya terutama di dalam penggarapan musik instrumental.
Ciri-ciri yang terdapat pada karya zaman Barok adalah sebagai berikut.
a.

Media Penyajian

Peranan musik instrumental pada zaman ini berkembang dengan pesat. Di dalam orkhestra,
musisi mulai menggunakan alat-alat musik flute, hobo, basson, keyboard, dan alat musik
petik. Dalam pentas resmi atau apresiasi musik, alat-alat musik, seperti viola dan
gamba, viola diamore, dan trompet merupakan tolok ukur bagi kelompok-kelompok musik.
b.

Ritme

Musik vokal resetatip dan kontra menggunakan ritme bebas. Aksentuasi dilakukan karena
perubahan harmonis dan nada-nada lang dalam iringan. Zaman Barok banyak karya musik
yang didasarkan pada satu pola ritme dan pemakaian satu tempo yang tampak sangat
monoton.
c.

Melodi

Melodi zaman Barok sangat menarik perhatian bila dibandingkan dengan bentuk poliponik
zaman Renaisans. Melodi zaman ini selalu mengalir, kadang menggunakan ornamentasi di
luar akor iringan. Melodi banyak menggunakan teknik repetisi serta teknik modifikasi dari
motif asli. Kalimat-kalimat lagu yang penuh perasaan sering dilukiskan dalam bentuk akorakor disonan.
d.

Tekstur

Awal zaman Barok masih banyak kita jumpai bentuk homoponi, tetapi memasuki dekade
berikutnya sudah penuh dengan sonoritas dan kontrapung. Salah satu ciri umum pada zaman
Barok adalah pemakaian alat musik basso continuoatau figure bass.
e.

Pola

Bentuk-bentuk passion, fantasia, dan toccata masih dilanjutkan zaman Barok. Namun,
bentuk-bentuk opera, oratorio, cantata, sonata, concerto grosso, dan overture sudah mulai
menjadi mode.
Tokoh musik pada zaman Barok adalah sebagai berikut.
a.
Karya Johan Sebastian Bach (1685 1750) antara lain Oratorio Christmas and Easter,
Misa in B Minor, Passion According to St. Mathew, dan The Magnificat in D.
b.
Karya Jean Babtisme Lully (1632 1687) antara lain The Miserere dan Opera Gadmus
et Hernione.

c.
Karya George Frederick Handel (1625 1775) antara lain Meziah, Judas Maccabaeus,
Israil Egypt, dan Opera Julius Caesarand Xerxes
.
Zaman Klasik (1740 - 1770)
Zaman klasik adalah zaman kemegahan kebudayaan Yunani atau Romawi, dan zaman di
mana orang mengagungkan akal.
Karakteristik musik pada zaman Klasik, yaitu sebagai berikut.
a.

Bentuk : musik kamar menjadi mode dalam bentuk sonata.

b.

Tekstur : bersifat homopon.

c.

Melodi : gaya melodi bersifat kompak dan memiliki kesamaan tema.

d.

Harmoni : kurang kompleks, cenderung banyak menggunakan trinada.

e.
Improvisasi : mulai hilang, semua tanda-tanda frase, dinamik, ornamentasi, dan akor
ditulis lengkap.
Tokoh musik pada zaman Klasik adalah sebagai berikut.
a.
Karya Joseph Haydn (1732 1809) antara lain The Missa Solemnis in D minor, The
Cello Conserto in D. op 101, dan The Creation and the Season.
b.
Karya Wolfgang Amadeus Mozart (1756 1791) antara lain The Magic Flute, Don
Giovanni, dan The Meriage of Figaro.
c.
Karya Ludwig Von Beethoven (1770 1827) antara lain Symphoni No. 3, The
Conserto in D for Violine, dan Missa Soleonsis in D op 123.
Zaman Romantik
Zaman Romantik ditandai dengan kegiatan musik yang lebih menitik-beratkan pada
penggarapan pada pemanfaatan timbre, ritmik, melodi, dan harmoni.
Karya-karya musik pada zaman Romantik lebih mengutamakan pada garapan emosional dan
dramatis. Memasuki abad ke-19, bentuk-bentuk musik pada zaman Klasik didominasi oleh
program-program resital maupun konser.
Ciri-cirinya yang terdapat pada karya zaman Barok adalah sebagai berikut.
a.

Media Penyajian

Karya musik pada zaman Romantik selalu dipertunjukan pada gedunggedung konser dan
opera maupun tempat-tempat pertunjukan khusus. Musik gereja masih mendominir sebagian
besar kegiatan masyarakat. Penyajian nyanyian tunggal dengan iringan piano merupakan
teknik penyajian yang sangat digemari oleh masyarakat luas. Orkestra zaman Romantik mulai

didominir oleh alat musik gesek yang ditambah dengan picolo, clarinet, horn, trombon, tuba,
harpa, dan beberapa alat musik pukul.
b.

Ritme

Ritme yang mendukung ide serta ekspresi seseorang makin lengkap. Denyutan-denyutan
ritmik, perubahan matra, sinkopisasi dalam berbagai pola mulai menjadi mode. Pembuatan
partitur selalu dilengkapi tanda-tanda tempo berbagai modifikasinya serta tanda-tanda
ekspresi.
c.

Melodi

Pembuatan melodi untuk vokal sangat dipengaruhi oleh gaya pembuatan melodi instrumen.
d.

Tekstur

Tekstur zaman Romantik sebagian besar berbentuk homophonik yang sudah dikembangkan
dengan pemakaian akor-akor disonan, ornamentasi, dan teknik kontrapung secara bebas.
e.

Pola

Pada zaman Romantik pembentukan karya musik bentuk garapannya rhapsodi dan usahausaha musikalisasi puisi. Karya-karya yang berbentuk instrumental merupakan salah satu
tolok ukur (standar) perkembangan musik zaman Romantik karena zaman ini kaya harmoni
serta lagu klimaks.
Tokoh musisi pada zaman Romantik adalah sebagai berikut.
a. Karya Franz Schubert antara lain Unfinished Symphony, C Mayor Symphony, The
Great, dan Death and the Maiden.
b. Karya Felix Mendelson (18091847) antara lain Scotch, Italian and
Reformation, Eliyah, dan A Midsummer Nights Dream.
c. Karya Franz Lizt (18111886) antara lain Faust Symphony, Funerailles, Sonata in B
minor, dan Hungarian Rhapsodies.
d. Karya Peter Ilich Tchaikvsky (18401893) antara lain Pathetique no. 6, Piano concerto in
B Flat Minor, dan Romeo and Juliet.
e. Karya Antonin Dvorak (18141907) antara lain Symphony No. 5 (From
the World) dan String Quartet in F Mayor.
f. Karya Richard Wagner (18131883) antara lain Lohengrin, Die Meister Singer,
Tannhauser, dan Tristan und Isolde.
g.
Karya Johannes Brahms (18331897) antara lain Symphony No.
3, German Requiem, The Double Concerto for Violin and Celo,Hungarians
Dances, dan Overture The Academic Festival and the Tragic.

Zaman Impresionisme
Karya-karya musik pada zaman Impressionisme ditandai oleh penggunaan akor-akor disonan
yang waktu itu dianggap menyimpang dari kaidah yang telah mapan di masyarakat. Paduan
nada yang kurang disenangi masyarakat justru menjadi mode khususnya untuk menutup suatu
kadens.
Berikut ini merupakan karakter yang ada pada zaman ini Impressionisme.
a.

Media Penyajian

Penggunaan alat musik flute dan klarinet selalu diarahkan untuk suara beregister rendah,
sedangkan violin untuk register tinggi. Di samping itu, alat-alat musik trompet, horn, selesta,
dan glokkenspiel mulai digemari untuk memainkan kalimat lagu pendek.
b.

Ritme

Sebagian besar karya-karya pada zaman Impressionisme ditandai dengan gerakan akor-akor
paralel. Bahkan, mulai kelihatan kegemaran masyarakat dengan pemakaian akor-akor
sembilan dengan denyutan-denyutan bas dari akorsustain.
c.

Melodi

Pada zaman Impressionisme ditandai dengan penggunaan melodi dan tangga nada yang
dipengaruhi oleh musik gamelan.

Tokoh musik pada zaman Impressionisme adalah Acille Claude Debussy (18621918)
dengan beberapa karyanya yang terkenal, antara lain Lenfant Prodique dan Pelleas et
Melisande.

alat musik barat (melodis,harmonis,ritmis)


Menurut jenisnya, alat musik Barat dibedakan menjadi alat musik melodis, harmonis, dan
ritmis.
1. Alat musik melodis.
Alat musik melodis yaitu alat musik yang memainkan melodi lagu. Antara lain:
a. Rekorder, yaitu jenis alat musik tiup. Mempunyai 4 jenis yaitu rekorder sopranino,
rekorder sopran, rekorder alto, dan rekorder bas. Yang sering digunakan adalah jenis sopran.
b. Pianika, yaitu alat musik bertuts dengan cara ditiup yang menghasilkan nada kromatis.
c. Harmonika, memiliki dua perangkat penggetar berpisah yang berbunyi saat pemain
meniup dan mengisap udara.
d. Saxophon, merupakan alat musik tiup bersuara logam dengan jangkauan nada dan

kemampuan ekspresinya yang besar.


e. Terompet, alat musik tiup yang menghasilkan bunyi berapi-api yang dihasilkan oleh
besarnya tenaga untuk memainkan fanfare-nya, juga disebabkan tabung logam yang sempit,
silindris, dang corong yang lebar juga mengembang.
f. Hobo, alat musik tiup dengan suara lembut dengan getar lidah rangkap.
g. Flute, alat musik tiup bersuara kaya dan menimbulkan suasana magis.
h. Klarinet, alat musik tiup yang dikrmbangkan oleh Theoblad Boem dengan nada tinggi
dan nyaring.
i. Biola, alat musik string dengan cara digesek dengan ekspresi, banyak digunakan dalam
orkestra untuk menghasilkan nada tinggi menakjubkan.
2. Alat musik harmonis
Alat musik harmonis yaitu alat musik yang berfungsi mengiringi perjalanan melodi lagu
dengan menggunakan akor tertentu. Diantaranya:
a. Piano, memainkannya dengan cara ditekan.
b. Keyboard, jenis organ yang perolehan nadanya hasil olahan elektronik.
c. Electon, alat musik keyboard yang nadanya diperoleh dari tiupan udara ke dalam
sejumlah pipa pada organ mekanis.
d. Gitar, alat musik petik yang sangat populer di masyarakat. Umumnya berdawai enam
dan berbahan dari kawat atau nilon.
3. Alat musik ritmis
Alat musik ritmis yaitu alat musik berfungsi mengatur jalannya irama musik atau ritme
lagu. Diantaranya:
a. Tamborin, sejenis rebana dengan atau tanpa hiasan kirincing.
b. Triangle, alat musik perkusi berbentuk lengkung segi dan terbuat dari baja.
c. Tabla, alat musik India yang dipakai dalam banyak kegiatan.
d. Simbal, menghasilkan gema benturan saat dipukul dengan stik dan dipakai untuk
menandai klimaks musik.
e. Drum set, seperangkat alat musik perkusi, khususnya jenis drum dengan jumlah dan
macamnya tidak tertentu.