Anda di halaman 1dari 10

Tim teaching

INTENSIFIKASI SISTEM BUDIDAYA

SISTEM BUDIDAYA
1.

Tradisional (ekstensif)

Teknik relatif sederhana


Kepadatan orgm tgt pd jenis komoditas &
daya dukung sistem, mengandalkan
pakan alami

.
2. Semi intensif
Mulai menggunakan teknologi hanya blm
sec keseluruhan
Konstruksi wadah dan pendukung lbh baik
Kepadatan orgm mulai di perhatikan
Ada pemberian pakan tambahan

.
3. Intensif
Teknologi terbaru pengelolaan secara profesional
mengandalkan pakan tambahan kepadatan
komoditas tinggi waktu pemeliharaan lbh singkat,
produksi lbh banyak

BUDIDAYA TERPADU

(MIX FARMING)

JENISNYA

1. Terpadu dengan bidang pertanian :


padi (mina padi), tan hidrophonik (akuaponik),
ugadi (udang galah dan padi)
2. Terpadu dengan bidang peternakan :
ayam (longyam), puyuh, bebek (perlabek),
3. Terpadu dengan bidang industri (makanan)
limbah tahu, tapioka, tempe, jamur, roti dll

MINA PADI
Syarat :
1. Jenis padi harus tahan terhadap air lebih
lama (sistem jajar legowo)
2. Dilakukan pada waktu selang penanaman
padi
3. Jenis ikan bukan termasuk herbivora
4. Ukuran ikan untuk tahap pendederan 1, 2
5. Warna ikan sebaiknya tidak mencolok

AKUAPHONIK
Merupakan teknik budidaya perpaduan antara
tanaman hidroponik dengan akuakultur
Jenis tan : sayuran, buah (masa tanam singkat)
Jenis ikan : nila, mujair, gurami
Sistem : resirkulasi

MINA AYAM (LONGYAM)


Syarat :
1. Luas kandang yg ada di atas air max 10 % dr
luas kolam
2. Jarak kandang dg perm air kolam min 1 m
3. Jenis ikan : gurami, nila, lele
4. Jenis kolam air mengalir
5. Kepadatan disesuaikan dengan ukuran ikan

TERPADU DENGAN BID. INDUSTRI


1.

2.
3.

Sebaiknya limbah bahan pangan yang tidak


mengandung senyawa beracun seperti
tapioka, ampas tahu, media jamur, ikan rucah
untuk dibuat campuran pakan buatan (pellet)
Ikan dapat dibudidayakan di kolam IPAL
Jenis ikan : nila, lele