Anda di halaman 1dari 112

Laporan Tahunan

Annual Report
2011

PRODUK PERSEROAN COMPANY'S PRODUCTS

Industrial
Products

Duplex
plex Board, Newsprint,
ppi
bed Kraft,
Wrapping
Kraft, Ribbed
aft, Samson Kraft,
Laminated Kraft,
g & Painting
ainting Tabloid, Writing & Prin
g
Writing
Printing

Consumer

Products

Tissue
Handtowel

Daftar Isi
Table Of Content
Produk Perseroan
Companys Products

Daftar Isi
Table of Content

Iktisar Data Keuangan Penting


Financial Highlights

Informasi Saham
Share Information

Laporan Dewan Komisaris


Board of Commissioners Report

Laporan Dewan Direksi


Board of Direcrtors Report

10

Keterangan Tentang Perseroan


Information About Company

13

Stuktur Organisasi
Organization Structure

15

Visi Dan Misi


Vision and Mission

16

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

18

Dewan Direksi
Board of Directors

19

Analisis Dan Pembahasan Umum Oleh Manajemen


Management Discussion and Analysis

25

Tata Kelola Perusahaan


Good Corporate Governance

32

Laporan Auditor Independen


Independent Auditors Report

51

IKTISAR DATA KEUANGAN PENTING


(Dalam miliar Rupiah, kecuali untuk laba (rugi) per saham dasar dan
jumlah saham yang beredar)

2007

2008

2009

363.7

405.9

348.8

LAPORAN POSISI KEUANGAN ( NERACA )

ASET
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap-Bersih
Aset Tidak Lancar Lainnya
Jumlah Aset

1,055.6
82.6
1,501.9

1,072.6
86.5
1,564.9

1,037.3
46.5
1,432.6

90.2

136.0

251.5

729.6
5.9
676.1
1,501.9

759.0
8.1
661.8
1,564.9

482.3
10.0
688.8
1,432.6

273.5

269.9

97.3

Laba (Rugi) Sebelum Beban Pajak


Laba (Rugi) Tahun Berjalan

815.4
152.2
39.3
27.4

1,037.5
149.6
(9.2)
(14.3)

1,019,7
119.3
73.1
26.9

Laba Sebelum Beban Bunga, Beban Pajak,


Penyusutan dan Amortisasi

167.4

158.1

128.0

22.8

(9.6)

18.0

139.3

105.9

85.8

1,201,635,699

1,492,046,658

1,492,046,658

404
109
49
91
19

298
118
50
75
14

139
100
48
67
12

Laba (Rugi) Tahun Berjalan Terhadap Ekuitas

(2)

Laba (Rugi) Tahun Berjalan Terhadap Jumlah Aset

(0.9)

LIABILITAS DAN EKUITAS


Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas

MODAL KERJA BERSIH


LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
Penjualan Bersih
Laba Kotor

Laba (Rugi) Bersih per Saham Dasar


Laba Sebelum Beban Bunga, Pajak
Penghasilan, Penyusutan dan Amortisasi per Saham
Jumlah Saham yang Beredar

RASIO-RASIO KEUANGAN (dalam %)


Aset Lancar Terhadap Kewajiban Lancar
Pinjaman Terhadap Ekuitas
Pinjaman Terhadap Jumlah Aset
Pinjaman Terhadap Penjualan Bersih
Laba Kotor Terhadap Penjualan Bersih

Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi)


dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada
tahun yang bersangkutan

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

FINANCIAL HIGHLIGHTS
(In billion Rupiah, except for basic earning (loss) per share and number of
outstanding shares)

2010

2011
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
( BALANCE SHEETS)

ASSETS
371.6

1,137.9
1,490.0

1,173.0
7.2
1,551.8

Current Assets
Non - Current Assets
Property, Plant and Equipment -Net
Other Non-Current Assets
Total Assets

LIABILITIES AND STOCKHOLDERS EQUITY


90.0

304.8

666.5
15.1
718.4
1,490.0

474.5
21.0
751.5
1,551.8

262.1

66.7

Current Liabilities
Non - Current Liabilities
Long-Term Debts
Other Non - Current Liabilities
Stockholders Equity
Total Liabilities and Stockholders Equity

NET WORKING CAPITAL


STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME

1,162.6
173.4
84.3
29.6

1,189.5
166.1
44.4
33.1

179.0

167.4

19.9

22.2

120.0

112.2

1,492,046,658

1,492,046,658

Net Sales

Financial Highlights

352.1

Gross profit
Income (Loss) Before Tax Expenses
Income (Loss) For The Year
EBITDA
Basic Earning (Loss) per Share
EBITDA per Share
Number of Shares Outstanding

FINANCIAL RATIOS ( in %)
391
99
48
61
15

122
95
46
60
14

Return on Equity

Return on Assets

Current Ratio
Debt to Equity
Debt to Total Assets
Debt to Net Sales
Gross Profit Ratio

Income (loss) per share are computed by dividing income


(loss) by the weighted-average number of shares
outstanding during the year.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

JUMLAH AKTIVA
TOTAL ASSETS

EKUITAS

STOCKHOLDERS EQUITY

1.551,8

1.564,9
1.501,9

751,5

1.490,0

1.432,6

718,4
688,8

676,1
661,8

PENJUALAN BERSIH
NET SALES

LABA SEBELUM BEBAN BUNGA,


BEBAN PAJAK, PENYUSUTAN
DAN AMORTISASI
EBITDA

1.189,5
1.162,6
1.037,4

167,4

179,0
158,1

167,4

128,0

1.019,7

815,4

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

informasi saham
Share Information
Komposisi Pemegang
Saham

Composition Of
Shareholders

Rincian pemegang saham dan kepemilikannya


pada tanggal 31 Desember 2011 adalah
sebagai berikut :

The stockholders and their respective


stockholdings on December 31, 2011
are as follows :

443,763,920

29.7 %

Shangton Finance Limited

232,500,000

15.6 %

PT Mahkotamutiara Mustika

221,936,977

14.9 %

UBS AG, Singapura

165,000,000

11.1 %

Cashpoint Investments Limited

104,500,000

7.0 %

Strategy Finance Limited

104,500,000

7.0 %

Masyarakat / Public

219,845,761

14.7 %

1,492,046,658

100.0 %

Jumlah Total

Data Perdagangan Saham


Masa Triwulan

Harga Saham Perseroan yang diperdagangkan


untuk setiap masa triwulan dalam tahun 2011
dan 2010 pada Bursa Efek Indonesia adalah
sebagai berikut :

www.ptsuparmatbk.com

Information Of Quarterly Shares


Trade

Share Information

PT Gloriajaya Gempita

Shares price of transactions for every quater


in 2011 and 2010 on the Indonesia Stock
Exchange (IDX) are as follows :

2011

2010

2011

2010

2011

2010

250

235

215

196

21.724.000

53.239.000

270

365

215

215

69.193.000

626.007.500

395

260

205

230

606.494.500

42.496.000

250

280

205

225

15.426.500

35.515.500

2011

2010

2011

2010

2011

2010

215

220

96.378

98.619

320.790.031.470

328.250.264.760

235

240

105.343

107.585

350.630.964.630

358.091.197.920

240

250

107.585

112.067

358.091.197.920

373.011.664.500

240

230

107.585

103.102

358.091.197.920

343.170.731.340

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

Laporan Dewan
Komisaris

Board Of Commissioners
Report

Meskipun p e r e kon om i an d un i a d i ba y a n g i
perlambatan pertumbuhan ekonomi
negara-negara maju dan krisis utang yang
berlangsung di Eropa, namun selama tahun 2011
perekonomian makro Indonesia masih
menunjukkan tren yang positif. Laju pertumbuhan
ekonomi nasional mencapai 6,5 % sedikit
melampaui target pertumbuhan yang sebesar 6,4
% dan merupakan pencapaian tertinggi dalam 15
tahun sejak tahun 1996, sedangkan tingkat inflasi
sepanjang 2011 berhasil ditekan menjadi sebesar
3,8% atau jauh lebih terkendali di bawah proyeksi
pemerintah sebesar 5,6 %.

Despite worldwide economy was overshadowed


by the deceleration of economic growth of
advanced countries and debt crisis that took place
in Europe, during the year 2011 macro economics
of Indonesia still showed positive trend. National
economic growth rate reached 6.5 % slightly
exceeded the target of growth which was
budgeted to 6.4 % and was highest achievement
in 15 years since 1996, while inflation rate during
2011 successfully depressed became 3.8 % or
much more in under control and below
government forecasting of 5.6 %.

Kontribusi terbesar Produk Domestik Bruto pada


tahun 2 0 1 1 m asi h b e r asal d ar i in d u s t r i
pengolahan dengan pertumbuhan 24,3 %,
dimana dalam tiga tahun terakhir, peran sektor
industri pengolahan tersebut terus mengalami
penurunan dari semula sebesar 26,4% di tahun
2010. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran
kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto dari
sektor manufaktur ke sektor jasa. Rendahnya
pertumbuhan sektor riil terutama pertanian dan
industri pengolahan yang masing-masing hanya
tumbuh 3 % dan 5,6 %, jauh di bawah
pertumbuhan nasional, juga menyebabkan
kerapuhan struktural perekonomian nasional.
Disisi lain, sumber pertumbuhan ekonomi di
tahun 2011 masih berimbang, meskipun sektor
konsumsi domestik masih mendominasi sekitar
65 % dari Produk Domestik Bruto, namun
pertumbuhan didukung juga oleh ekspor dan
investasi, sehingga perekonomian nasional dapat
tumbuh berkesinambungan.

The biggest contribution of Gross Domestic


Product in the year 2011 still came from
manufacturing industry with growth by 24.3 %,
whereas in three last years, role of the
manufacturing industry sector continued
experiencing downdraft from initialy equal to 26.4
% in the year 2010. This matter showed the shifted
contribution of Gross Domectic Product from
manufacturing sector to service sector. The low
growth of real sectors especially agriculture and
manufacturing industries which grew only 3 % and
5.6 % respectively, deep below the national
growth, also caused a fragile national economy
structure. On the other hand, sources of economic
growth in the year 2011 was still proportional,
though the domestic consumption sector still
dominated around 65 % from Gross Domestic
Product, however the growth was also supported
by export and investment , therefore national
economy was able to grow continuously.

Dengan dukungan jumlah cadangan devisa yang


mencapai 110 miliar Dolar AS, maka kebijakan
stabilisasi pasar keuangan selama tahun 2011
berjalan efektif sehingga dalam kondisi minimnya
pasokan Dolar AS, nilai tukar Rupiah terhadap
Dolar AS hanya mengalami sedikit pelemahan
sebesar 0,9 % menjadi Rp 9.068 per Dolar AS
pada akhir tahun 2011.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

By supporting of foreign exchange reserve which


was reaching 110 billion US Dollar, the policy of
monetary market stabilization during the year
2011 was running effectively, therefore in the
condition of lack of supply of US Dollar, Rupiah
exchange rate against US Dollar only experienced
a few depreciation of 0.9 % became Rp 9,068 per
US Dollar at the end of the year 2011.

www.ptsuparmatbk.com

In the middle of Europe crisis that caused the


lowering demand of world commodities included
paper products, Board of Commissioners believed
that Board of Directors and management had
performed the best efforts in running the Companys
operational activities during 2011. Though the
Companys net sales experienced a few growth of
2.3% became Rp 1.19 triliun, however the
Companys income for the year increased 11.7%
became Rp 33.1 billion with the achievement of
EBITDA amounted to Rp 167.4 billion. Meanwhile
the Companys total asset as of December 31, 2011
has increased of 4.1% compared to total asset as of
December 31, 2010.

Dewan Komisaris telah melakukan penelaahan


atas Anggaran Perseroan tahun 2012 dan
Rencana Usaha tahun 2012 2016. Dengan
mempertimbangkan kondisi perekonomian
Indonesia dan kinerja Perseroan terkini, Dewan
Komisaris meyakini asumsi-asumsi yang
digunakan di Anggaran 2012 dan Rencana
Usaha 2012-2016 tersebut masih reasonable
dan feasible.

Board of Commissioners has already reviewed the


Companys Budget of year 2012 and Business Plan
years 2012-2016. By considering the recent
condition of Indonesian economy and the recent
Companys performance, Board of Commissioners
believed that the assumptions used in Budget year
2012 and Business Plan years 2012-2016 were still
reasonable and feasible.

Dalam upayanya untuk menerapkan Good


Corporate Governance dalam setiap kegiatan
usahanya, Perseroan telah memiliki Komisaris
Independen dengan jumlah mencapai 60 % atau
telah sesuai dengan peraturan Bapepam-LK dan
BEI mengenai jumlah minimum Komisaris
Independen, sedangkan jumlah Direktur Tidak
Terafiliasi mencapai 50 %. Perseroan juga telah
memiliki Sekretaris Perusahaan serta Komite Audit
yang bekerja berdasarkan Rencana Kegiatan
Tahunan 2008-2012. Selama tahun 2011,
Dewan Komisaris telah memantau kinerja Komite
Audit Persero an d an m e yaki n i b a h wa
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Komite
Audit telah sesuai dengan Rencana Kegiatan
Tahunan tersebut.

In efforts to apply Good Corporate Governance in


every business activity, the Company has had
Independent Commissioners reached 60 % of total
number of Commissioners or complied already with
the requirement of the minimum amount
of
Independent Commissioners which have been set by
Capital Market and Financial Institution Supervisory
Agency, while total number Non-Affiliated Directors
reached 50%. The Company also has Corporate
Secretary and Audit Committee that have performed
their job referred to Annual Activity Plan 2008-2012.
During 2011, Board of Commissioners have
monitored the Companys Audit Committee
performance and concluded that the tasks and
responsibilities of Audit Commettee has been
performed according to the said Annual Activity
Plan.

Atas nama Dewan Komisaris, kami


menyampaikan terima kasih kepada pemegang
saham atas kepercayaan yang telah diberikan
selama ini. Kami juga menyampaikan
penghargaan dan terima kasih kepada Dewan
D i reksi, mana j e m e n , staf d an kar ya wa n
Pe rseroan atas ke r j a ke r as, d e d i kasi d a n
loyalitasnya dalam menjalankan kegiatan usaha
Perseroan.

On behalf of Board of Commissioners, we would like


to thank to all of shareholders who have given us
trust nowadays. We also would like to express our
appreciation and thank to Board of Directors,
management, staff and employees on their hard
working, dedication and loyalty in running the
Companys business activities.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

Board of Commisioners Report

Ditengah krisis Eropa yang menyebabkan


turunnya permintaan komoditas dunia termasuk
produk-produk kertas, Dewan Komisaris meyakini
bahwa Dewan Direksi dan manajemen telah
m elakukan usah a yan g te r b ai k d a l a m
menjalankan kegiatan operasionalnya selama
t a h un 2 0 1 1 . M e ski p un p e n j ual an b e r s i h
Perseroan hanya mengalami sedikit pertumbuhan
sebesar 2,3 % menjadi Rp 1,19 triliun, namun
laba tahun berjalan Perseroan meningkat 11,7 %
menjadi Rp 33,1 miliar dengan capaian EBITDA
sebesar Rp 167,4 miliar. Sedangkan jumlah aset
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011
m engalami pen i n g katan se b e sar 4 ,1 %
dibandingkan jumlah aset pada tanggal 31
Desember 2010.

10

Laporan Dewan
Direksi

Board of Directors Report

Pada tahun 2011, Perseroan membukukan


penjualan bersih sebesar Rp 1,19 triliun atau
mengalami sedikit pertumbuhan sebesar 2,3 %
dimana pertumbuhan penjualan bersih tersebut
terutama disebabkan oleh naiknya harga jual
rata-rata produk kertas Perseroan selama tahun
2011 sebesar 2,1 %, sedangkan kuantitas
penjualan produk kertas Perseroan pada tahun
2011 relatif tidak mengalami perubahan
dibandingkan kuantitas penjualan di tahun 2010.

In the year 2011, the Company booked net sales


to Rp 1.19 trillion or slightly grew by 2.3 % which
was especially driven by increasing of average
selling prices of Companys paper products during
2011 by 2.1 %, while the sales quantity of
Companys paper products in 2011 relatively did
not change compared to sales quantity in 2010.

Meskipun di tahun 2011, Perseroan berhasil


melakukan efisiensi pada pemakaian bahan
baku, namun kenaikan beban pabrikasi selama
tahun 2011 sebesar 14,9 % yang terutama
disebabkan oleh naiknya beban perbaikan dan
pemeliharaan serta beban energi masing-masing
sebesar 88,4 % dan 32,7 %, menyebabkan
Perseroan membukukan penurunan laba kotor
sebesar 4,2 % dari semula Rp 173,4 miliar
menjadi Rp 166,1 milliar.

Despite the Company succeeded doing efficiency


on raw material usage in 2011, the increasing of
manufacturing overhead cost during 2011 by 14.9
% which was mainly caused by the hiking up of
repairs and maintenance cost and energy cost by
88.4 % and 32.7 % respectively, caused the
Company book decreasing of gross profit by 4.2 %
from initially Rp 173.4 billion to Rp 166.1 billion.

Sedangkan kenaikan beban penjualan dan


beban umum dan administrasi masing-masing
sebesar 6,6 % dan 22,7 % serta timbulnya rugi
selisih kurs sebesar Rp 7,7 miliar di tahun 2011
dibandingkan dengan laba selisih kurs di tahun
2010 sebesar Rp 14,3 miliar karena pelemahan
nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS selama
tahun 2011 menyebabkan laba sebelum beban
pajak Perseroan mengalami penurunan yang
signifikan sebesar 47,3 % menjadi Rp 44,4 miliar.
Berkurangnya beban pajak pada tahun 2011
membuat Perseroan berhasil mempertahankan
pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 11,7 %
menjadi Rp 33,1 miliar dari semula Rp 29,6
miliar di tahun 2010. Pencapaian laba tahun
berjalan di tahun 2011 ini masih merupakan
kinerja yang terbaik selama satu dekade.

While the increasing of selling expenses and


general and administration expenses by 6.6 % and
22.7 % respectively also suferring of loss on
foreign exchange amounted to Rp 7.7 billion in
2011 instead of booking of gain on foreign
exchange in 2010 amounted to Rp 14.3 because
of the depreciation of Rupiah exchange rate
against US Dollar during 2011, caused the income
before tax expenses decrease significantly by 47.3
% became Rp 44.4 billion. The decreasing of tax
expenses in 2011 made the Company succeed to
retain the growth of income for the year by 11.7 %
became Rp 33.1 billion from Rp 29.6 billion in
2010. This achievement of 2011s income for the
year was still the best performance during one
decade.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Meanwhile, the decreasing of income before tax


expenses significantly caused the Companys
EBITDA in 2011 reach Rp 167.4 billion or
decreased by 6.5 %. Due to the negative growth of
EBITDA and increasing of financial charges by
7.3% during 2011, the Interest Coverage Ratio
which is ratio of measuring the Companys ability
to pay financial charges from its EBITDA
decreased by 3.9x from 4.5x in 2010. While, debt
to EBITDA ratio and debt to net sales ratio which
reflected Companys ability to make debt
repayment in year 2011, did not relatively change
by 4.3x and 60.3 % from 4x and 61.2 % in year
2010, respectively.

J u mlah aset Per se r oan p ad a tan g g al 3 1


Desember 2011 adalah sebesar Rp 1.551,8
miliar atau tumbuh sebesar 4,1 % dibandingkan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2010
yang sebesar Rp 1.490 miliar. Peningkatan
jumlah aset tersebut disebabkan naiknya saldo
piutang usaha kepada pihak ketiga yang belum
j a t uh tempo se i r i n g d e n g an p e r ub a h a n
kebijakan kredit Perseroan serta naiknya nilai
buku aset tetap sebesar 3,1% karena adanya
penambahan aset tetap berupa mesin dan
peralatan sesuai anggaran belanja modal tahun
2011.

As of December 31, 2011, the Companys total


assets was Rp 1,551.8 billion or grew by 4.1%
compared with total assets as of December 31,
2010 which was Rp 1,490 billion. The increment of
Companys total assets was mainly due to the
increasing of balance of receivables to third
parties which was not due yet, in line with the
change of the Companys credit policy and the
increment of net book value of property, plant and
equipment by 3.1% due to the additional
machinery and equipment according to budget of
capital expenditure in year 2011.

Dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan


pelanggan, pada tahun 2011 Perseroan telah
melakukan investasi yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas produknya dan
menambah kapasitas terpasang mesin kertas
menjadi 190.000 MT per tahun serta
meningkatkan kualitas pengolahan limbah
Pe rseroan. Sed an g kan p ad a tah un 2 0 1 2 ,
Perseroan berencana melakukan investasi baru
untuk meningkatkan kualitas produknya secara
berkesinambungan.

In the efforts to fullfil the customer needs, in year


2011 the Company had new investments to
increase the quality of the Companys products, to
increase the installed capacity of paper machines
to 190,000 MT per year and to improve the quality
of the Companys waste water treatment. While in
2012, Company plan to do new investment to
improve the quality of its products continuously.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

Board of Directors Report

Sementara itu, turunnya laba sebelum beban


pajak yang signifikan menyebabkan pencapaian
EBITDA Perseroan di tahun 2011 mencapai Rp
167,4 miliar atau mengalami penurunan sebesar
6,5%. Pertumbuhan negatif EBITDA tersebut dan
meningkatnya beban keuangan sebesar 7,3%
selama tahun 2011 menyebabkan Interest
Coverage Ratio yaitu kemampuan Perseroan
untuk membayar beban keuangan dari EBITDA
mengalami penurunan menjadi 3,9x dari semula
pada posisi 4,5x di tahun 2010. Sedangkan rasio
pinjaman terhadap EBITDA dan rasio pinjaman
terhadap penjualan bersih yang mencerminkan
kemampuan membayar pinjaman Perseroan di
tahun 2011, masing-masing relatif tidak
mengalami perubahan menjadi 4,3x dan 60,3 %
dari semula 4x dan 61,2 % di tahun 2010.

11

12

Perseroan secara terus menerus berupaya


melakuka n p e r b ai kan - p e r b ai ka n da l a m
pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik.
Saat ini sebesar 50 % anggota Dewan Direksi
merupakan Direktur Tidak Terafiliasi, dimana
salah seorangnya mempunyai tugas sebagai
Sekretaris Perusahaan. Selama tahun 2011,
dalam menjalankan kegiatan usahanya Dewan
Direksi telah melaksanakan dengan baik semua
masukan dan saran dari Dewan Komisaris dan
Komite Audit. Disamping itu, Dewan Direksi telah
menetapkan suatu sistem pengawasan internal
yang efektif untuk menjaga investasi dan aset
Perseroan serta menerapkan sistem informasi
internal yang memadai.

The Company improves continuously the


implementation of good corporate governance.
Currently, 50 % of members of Board of Directors
are non-affiliated Directors, which is one of them
has tasks as a Corporate Secretary. In year 2011,
all of feedbacks and suggestions provided by
Board of Commissioners and Audit Committee
have been accomplished well by Board of
Directors. Besides, Board of Directors has set up an
effective internal control system to protect
Companys assets and its investment, also
applying appropriate internal information system.

Pada kesempatan ini, kami atas nama Dewan


Direksi menyampaikan penghargaan dan terima
kasih kepada para pemegang saham, Dewan
Komisaris dan karyawan atas kepercayaan,
dukungan dan kerja kerasnya dalam
menjalankan kegiatan usaha Perseroan, serta
kepada stakeholders antara lain mitra usaha,
pemasok, pelanggan dan para kreditur atas
dukungan dan kerjasamanya selama ini. Kami
mengharapkan agar pada masa mendatang
kepercayaan, dukungan, kerjasama dan kerja
keras tersebut dapat dilanjutkan agar bisa
bersama-sama tumbuh berkembang.

In this opportunity, on behalf of Board of Directors


we would like to express our appreciation and
thank to all of shareholders, Board of
Commissioners and employees on giving trust,
supports and their hard working in running the
Companys business activities, also to the
stakeholders such as business partners, suppliers,
customers and creditors on giving their supports
and cooperation nowadays. We wish we can
continue the trust, supports, cooperation and hard
working in order to be able to grow in the future
together.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Information About Company


Jalan Sulung Sekolahan no.6A Surabaya 60174
Telp / Phone : (031) 353 9888, 353 3842 (Hunting)
Fax
: (031) 353 3827

Information About Company

Keterangan Tentang Perseroan

Jalan Mastrip no.856 Karangpilang, Surabaya 60221


Telp / Phone : (031) 766 6666 (Hunting)
Fax
: (031) 766 3287

Jalan Sulung Tengah no.3 Surabaya 60174


Telp / Phone : (031) 3576668
Jalan Teluk Gong Raya no.14 Jakarta Utara 14450
Telp / Phone : (021) 6601711
Jalan Sukarno-Hatta no.701 Bandung
Telp / Phone : (022) 7332335

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

13

14

Riwayat Singkat
Perseroan

The Companys Brief


History

Perseroan adalah perusahaan kertas yang didirikan


dalam rangka Undang-Undang PMDN yang dibuat
dihadapan Notaris Tjahjadi Hartanto, Notaris di
Jakarta, berdasarkan Akta No.29 tanggal 25
Agustus 1976 dengan nama PT Supar Inpama,
kemudian diubah menjadi PT Suparma dengan akta
No.5 tanggal 7 Desember 1978 dari Notaris yang
sama. Akta tersebut telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dengan Akta No.31 tanggal 31
Januari 1980 dari Notaris yang sama, dan telah
mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No.Y.A.5/449/22 tanggal 15 September 1981,
didaftarkan dalam Register Kepaniteraan
Pengadilan Negeri Surabaya pada tanggal 7
Nopember 1981 di bawah No.563/1981 dan
566/1981 serta diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No.26, Tambahan No.376,
tanggal 30 Maret 1982.

The Company is a paper manufacturer that


established under the Domestic Capital
Investment Law based on the Notarial Deed
No. 29 of Tjahjadi Hartanto, S.H., on August
25, 1976 named PT Supar Inpama, then it was
changed to PT Suparma based on the Notarial
Deed No. 5 dated December 7, 1978 of the
same notary. The Notarial Deed has been
amended from time to time, the last by
Notarial Deed No. 31, on January 31, 1980
of the same notary, and was approved by the
Ministry of Justice in its Decision Letter No.
Y.A.5/449/22 dated September 15, 1981,
and was registered in the Register Office of
Courts Clerk at District Court of Surabaya on
November 7,1981 on No.563/1981 and
566/1981 also was published in the State
Gazette No. 26, Supplement No. 376 dated
March 30, 1982.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami


beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
akta Notaris Siti Nurul Yuliami,S.H.,M.Kn. No.2
tanggal 1 September 2010 mengenai perubahan
susunan pengurus Perseroan. Perubahan tersebut
telah diterima dan dicatat di Departemen Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan nomor : AHU-AH.01.10-28849
tertanggal 10 November 2010.

The Companys Articles of Association has


been amended several time, the last by
Notarial Deed No.2 dated September 1st,
2010 of Siti Nurul Yuliami,S.H.,M.Kn.,
concerning change of the member of the
Companys board. The amendment was
accepted and recorded by the Minister of
Justice and Human Right of Republic of
Indonesia in its Decision Letter number
AHU-AH.01.10-28849 dated November 10,
2010.

Perseroan bergerak dalam industri kertas dan jenis


kertas dimana bisa diklasifikasikan dalam 2
kelompok besar :

The Company is a manufacturer in paper and


wrapping paper industry that produces
various kinds of papers which it can be
classified in 2 big groups:

1 . Industrial Products (Kertas Industri).


Merupakan jenis kertas yang digunakan untuk
konsumsi keperluan industri untuk diproses lebih
lanjut, antara lain, Duplex Board, Wrapping Kraft,
Ribbed Kraft, Laminated Kraft, Samson Kraft,
Newsprint (Kertas Koran), Writing & Printing Paper.

1 . Industrial Products.
It is kind of paper that is used for industrial
consumption to be processed further, such as,
Duplex Board, Wrapping Kraft, Ribbed Kraft,
Laminated Kraft, Samson Kraft, Newsprint,
Writing & Printing Paper.

2 . Consumer Products.
Merupakan jenis kertas tipis, ringan dan agak
menerawang yang digunakan untuk konsumsi
keperluan end users (pengguna akhir) sebagai alat
pembersih, penyerap atau pembungkus, antara
lain, Tissue Paper dan Towel Paper.

2 . Consumer Products.
It is kind of thin paper, light and rather see
through which is used for consumption of end
users needs as cleaning materials, absorbing
materials or wrapping materials, such as,
Tissue Paper and Towel Paper.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

www.ptsuparmatbk.com
Maintenance

ME
Operation*)

Paper
Machine
Finishing &
Laminating
Tissue Plant

PPIC

WT/WWT*)

Soda Plant*)

Workshop

Engineering

Power
Plant

Electra

Stock
Preparation

Warehouse
ECD

General
Affair

Industrial
Relation

Delivery

Product
Development

Marketing
Cons.Prod.LkI

Marketing
Ind.Prod.LkI

Marketing
International

Organization Structure

Quality
Assurance

STRUKTUR ORGANISASI

ORGANIZATION STRUCTURE

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

15

VISI DAN MISI


Sebagai produsen kertas yang ramah lingkungan, PT SUPARMA Tbk akan selalu berusaha untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan maupun pihak terkait.
Mutu, Kehandalan serta Pelayanan merupakan budaya kami.
Kami akan bersaing di pasar dunia dengan menyediakan produk yang tepat, kepada pelanggan dan pasar
yang tepat pula.

16

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Vision and Mission

VISION AND MISSION


PT SUPARMA Tbk is an environmental friendly paper mill which will strive to continuously meet our
stakeholders and customers need.
Quality, Reability and Service will be our culture.
We will compete in the liberalized world market by providing the Right Product Range, to the Right
Customer Base, in our chosen Geographic Markets.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

17

18

Dewan Komisaris

Board Of Commissioners

Jan Karunia Janto


Presiden Komisaris (Independen)
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1942.
Sebelum bergabung dengan Perseroan, pernah
berkecimpung di dunia pendidikan sebagai
pengajar di suatu sekolah swasta asing di
Sumatera Utara, serta bekerja di beberapa
p e r usah aan sw asta. S ej a k t a h u n 1 9 8 1
bergabung dengan Perseroan dan pada tahun
2005 menjabat sebagai Komisaris Perseroan
dan tahun 2009 ditunjuk sebagai Presiden
Komisaris.

Jan Karunia Janto


(Independent) President Commissioner
Indonesian citizen, born in 1942. Prior to
joining the Company, he had been in
education sector as a teacher at foreign
private school in North Sumatera, also
worked at several companies. Since 1981,
he joined the Company and hold a position
as a Commissioner since 2005 and was
appointed as a President Commissioner in
2009.

Paul Liputra
Komisaris
Warga Negara Indonesia lahir tahun 1944.
Mengawali kariernya pada tahun 1975 sebagai
Wakil Direktur PT Siantar Madju hingga
menjabat sebagai Komisaris PT Siantar Madju
sampai sekarang. Sebagai salah seorang
pendiri Perseroan pada tahun 1976 dan sejak
Jun i 1 9 9 4 m e n j ab at se ba g a i Ko m i s a r i s
Perseroan.

Paul Liputra
Commissioner
Indonesian citizen, born in 1944. He started
his career as an Assistant Director PT
Siantar Madju in 1975 and now as a
Commissioner of PT Siantar Madju. As one
of founders of the Company in 1976, and
since 1994 hold a position as a
Commissioner.

Joseph Sulaiman
Komisaris
Warga negara Indonesia, lahir tahun 1980,
Sarjana dibidang Manajemen Sumber Daya
Manusia lulusan Universitas Central
Queensland, Australia. Sejak tahun 2003
bergabung di Perseroan dan pada tahun 2005
ditunjuk sebagai Komisaris.

Joseph Sulaiman
Commissioner
I n do n e s ian c itize n , bo r n in 1980,
graduated from Human Resource
Man age m e n t, C e n tr al Q u e e ns l a nd
Un ive r s ity , A u s tr alia. He jo i ne d the
Company since 2003 and was appointed as
a Commissioner in 2005.

Suhartojo Tjandra
Komisaris Independen
Warga negara Indonesia, lahir tahun 1953,
Sarjana Hukum lulusan Hukum Perdata
Internasional , Fakultas Hukum Universitas
Indonesia. Telah berpengalaman di beberapa
perusahaan nasional dimulai dari karir sebagai
koresponden bahasa Inggris sampai
m e n d ud uki p osi si Di r e k t u r. Ta h u n 1 9 9 4
b e r g ab un g d e n g an Pe r s e r o a n s e ba g a i
Komisaris dan menjabat Ketua Komite Audit
Perseroan sejak tahun 2005.

Suhartojo Tjandra
Independent Commissioner
Indonesian citizen, born in 1953, graduated
from Private International Law, Faculty of
Law, University of Indonesia with long
working experience starting as English
Correspondent to the position as Director at
some companies. He joined the Company in
June 1994 as a Commissioner and hold the
position as a Chairman of Audit Committee
since 2005.

Subiantara
Komisaris Independen
Warga negara Indonesia, lahir tahun 1956,
S ar j an a E l e ctr on i c E n gi n e e r i n g l u l u s a n
California Polytechnic Pomona, USA. Sebelum
bergabung dengan Perseroan, pernah bekerja
di Trading Co dan Manufacture of Flow Meter
Co. Sejak tahun 2007 bergabung di Perseroan
d an p ad a tah un 2 0 1 0 d i t u n j u k m e n j a d i
Komisaris Perseroan.

Subiantara
Independent Commissioner
Indonesian citizen, born in 1956, graduated
from Electrical Engineering, California
Polytechnic Pomona, USA. Prior to joining
the Company, he has been working in
Trading Co. and Manufacture of Flow Meter
Co. He joined the Company in 2007 and
was appointed as a Commissioner in 2010.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Dewan Direksi

Board Of Directors

Hendro Luhur
Direktur Tidak Terafiliasi
Warga negara Indonesia, lahir tahun 1966,
Sarjana Akuntansi lulusan Fakultas Ekonomi
Universitas Airlangga Surabaya. Sejak tahun
1990 sampai tahun 1997 bekerja di Kantor
Akuntan Publik Prasetio Utomo & Co (Arthur
Andersen & Co) Surabaya, terakhir menjabat
sebagai manajer. Mulai tahun 1997 bergabung
dengan Perseroan dan pada tahun 1998
ditunjuk sebagai Direktur Perseroan merangkap
Sekretaris Perusahaan.

Hendro Luhur
Non-affliated Director
Indonesian citizen, born in 1966, graduated
from the Faculty of Economics, Airlangga
University in 1990. He started working at
Public Accountant Prasetio Utomo & Co
(Arthur Andersen & Co) Surabaya up to
1997, and his last position was as a
Manager. He joined the Company in 1997
and was appointed as a Director and
Corporate Secretary in 1998.

M.B. Lanniwati
Direktur Tidak Terafiliasi
Warga negara Indonesia, lahir tahun 1959,
Sarjana Sastra Inggris lulusan Universitas
Kristen Petra, Surabaya. Mulai tahun 1987
bergabung di Perseroan dan pada tahun 2005
ditunjuk sebagai Direktur.

M.B. Lanniwati
Non-affiliated Director
Indonesian citizen, born in 1959, graduated
from English Literature, Petra Christian
Un ive r s ity , S u r abay a. S h e jo in e d th e
Company since 1987 and was appointed as
a Director in 2005.

Edward Sopanan
Direktur
Warga negara Indonesia, lahir tahun 1978,
Sarjana dibidang Bisnis lulusan Universitas
Trinity Western , Kanada. Sejak tahun 2003
bergabung di Perseroan dan pada tahun 2005
ditunjuk sebagai Direktur.

Edward Sopanan
Director
Indonesian citizen, born in 1978, graduated
from Business, Trinity Western University,
Canada. He joined the Company since
2003 and was appointed as a Director in
2005.

Welly
Presiden Direktur
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1948.
Mengawali kariernya pada tahun 1969 pada
perusahaan kilang rokok, adalah seorang
wiraswasta yang berpengalaman luas. Sebagai
Wakil Direktur pada tahun 1975 dan sebagai
Direktur Utama pada tahun 1976 pada PT
Siantar Madju sampai sekarang. Salah seorang
pendiri Perseroan pada tahun 1976,dan sejak
Juni 1994 menjabat sebagai Presiden Direktur
Perseroan.

www.ptsuparmatbk.com

Welly
President Director
Indonesian citizen, born in 1948. He started
h is c ar e e r in 1 9 6 9 at th e C igar e tte
Company and he has a good knowledge as
an entrepreneur. As an Assistant Director in
1975, as well as President Director PT
Siantar Madju from 1976 up to now. He is
one of the founders of the Company in 1976
and hold a position as a President Director
of the Company since June 1994.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

19

Sumber Daya Manusia

Human Resources

Profil karyawan Perseroan (tidak termasuk anggota


Dewan Komisaris, anggota Dewan Direksi dan
tenaga kerja asing) pada tanggal 31 Desember
2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:

The profile of the Companys employees (excluded


members of Board of Commissioners, members of
Board of Directors and expatriates) as of December
31, 2011 and 2010 were as follows:

2011

2010

574

824

339

588

471

41.1%

58.9%

24.2%

42.1%

33.7%

560

827

332

586

469

40.4%

59.6%

23.9%

42.2%

33.8%

Jumlah karyawan Perseroan pada tanggal 31


Desember 2011 mengalami sedikit kenaikan sebesar
0,8 % dibandingkan jumlah karyawan pada tanggal
31 Desember 2010, sedangkan jumlah produksi
kertas dan kertas berlaminasi Perseroan meningkat
sebesar 1,2 % dari sejumlah 218.841 MT pada tahun
2010 menjadi 221.572 MT pada tahun 2011,
sehingga produktivitas pada tahun 2011 mengalami
sedikit kenaikan jika dibandingkan tahun 2010 yaitu
menjadi sebesar 158,5 ton per orang.

20

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

226

250

569

51

34.0%

237

263

36.0%

290 12

1,398

66.0%

543

53

282

1,387

64.0%

Total Companys employees as of December 31, 2011


slightly increased by 0.8 % compared as of December
31, 2010, while the total Companys paper and
laminated paper production increased 1.2 % from
218,841 MT in year 2010 to 221,572 MT in year
2011, therefore the productivity slightly increased in
year 2011 compared with year 2010 became 158.5
tons per person.

www.ptsuparmatbk.com

Pada tahun 2011, jumlah karyawan dalam usia


produktif (31 - 40 tahun) mencapai 588 orang atau
mewakili 42,1 % dari seluruh jumlah karyawan
Perseroan. Tingkat pendidikan karyawan Perseroan
meningkat, dimana pada tahun 2010 tingkat
pendidikan SLTP ke bawah sebesar 36,0 % dan SMU
ke atas sebesar 64,0 %, sedangkan pada tahun 2011
tingkat pendidikan SLTP ke bawah sebesar 34,0 %
dan SM U ke atas m e n c ap ai 6 6 , 0 %. U n t u k
meningkatkan kompetensi karyawannya, pada tahun
2011 Perseroan telah melakukan 33 kali pelatihan
manajerial dan tehnikal yang dilakukan secara
intern, sehingga pelaksanaan pelatihan Perseroan
mencapai 7,9 jam/tahun/karyawan, sedikit dibawah
target tahun 2011 sebesar 8 jam/tahun/karyawan.
S e d a n g k a n p a d a t a h u n 2 0 1 2 , Pe r s e r o a n
merencanakan untuk menyelenggarakan pelatihan 5
topik manajerial dan 14 topik tehnikal dengan target
8 jam/tahun/ karyawan.

In year 2011, total employees at their productive ages


(31 40 years old) reached 588 persons or
r e pr e s e n te d 4 2 . 1 % o f all to tal C o mp a nys
employees. Education level of Companys employees
also increased, whereas in year 2010, Junior High
School level and below was 36.0 % and Senior High
School level and above was 64.0 %, while in year
2011 Junior High School level and below was 34.0 %
and Senior High School level above reached 66.0 %.
To increase the employees competence, in year 2011,
the Company hold 33 intern managerial and technical
trainings, as a result of that training implementation,
the Companys achieved 7.9 hours/year/employee,
slightly below than 2011s target which was 8
hours/year/employee. While in year 2012, the
Company has a plan to hold 5 managerial trainings
and 14 technical trainings with the target of 8
hours/year/employee.

Untuk menjaga lingkungan kerja yang produktif dan


hubungan kerja yang harmonis dengan dasar saling
menghargai antara manajemen dan pekerja,
Perseroan menerapkan pendekatan Manajemen
Modal Manusia (Human Capital Management). Juga
di tahun 2011 Manajemen Perseroan dengan
Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
(SPSI) Perseroan telah memperbarui Perjanjian Kerja
Bersama (PKB) untuk periode 2(dua) tahun.

To maintain a productive working environment and a


harmonious working relationship based on respecting
each other between management and employees, the
Company implemented an approach of Human
Capital Management. Also, in year 2011, Companys
management and Working Unit Caretaker of the
Companys Indonesian Labour Union (SPSI) have
renewed Agreement of Working Together (PKB) for
two years period.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

21

22

Kronologi Pencatatan Saham


Perseroan

Companys Cronology of
Share Registration

Penawaran Umum Efek Perseroan dan Tindakan


Perseroan yang Mempengaruhi Efek yang Diterbitkan

The Companys Public Offering and Listing


Activities which Affect Capital Stock Issued

Pada tanggal 14 Oktober 1994, Perseroan telah


memperoleh persetujuan dengan Surat Keputusan
No. S-1739/PM/1994 dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal (BAPEPAM) untuk menawarkan saham
di Bursa Ef ek d i In d on e si a. Pe r se r oa n t e l a h
mencatatkan seluruh sahamnya sejumlah
86.500.000 saham pada Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya tanggal 15 Nopember 1994.

On October 14, 1994, the Company obtained


the Decision Letter No. S-1739/PM/1994 of the
Chairman of the Capital Market Supervisory
Agency (BAPEPAM) regarding initial public
offering in the Indonesian Stock Exchanges. The
Company listed its shares totaled 86,500,000
shares at the Jakarta and Surabaya Stock
Exchanges on November 15, 1994.

Pada bulan Juni 1996, Perseroan mengeluarkan


saham bonus yang berasal dari agio saham
sebanyak 64.875.000 saham dan mengeluarkan
dividen saham yan g b e r asal d ar i sal do l a b a
sebanyak 4.325.000 saham, sehingga modal yang
ditempatkan dan disetor penuh menjadi
155.700.000 saham.

In June 1996, the Company issued bonus


shares of 64,875,000 shares from additional
paid-in capital and declared stock dividends of
4,325,000 shares from retained earning, which
increased the number of shares issued and fully
paid to become 155,700,000 shares.

Pada bulan September 1997, Perseroan melakukan


pemecahan nilai nominal saham dari Rp 1.000
menjadi Rp 500, sehingga modal yang ditempatkan
dan disetor penuh menjadi 311.400.000 saham.

In September 1997, the Company changed the


nominal value of its share from Rp 1,000 to Rp
500 per share, which increased the number of
shares issued and fully paid to become
311,400,000 shares.

Pada bulan Juli 1999, Perseroan mengeluarkan


rkan
saham bonus yang berasal dari selisih penilaian
enilaian
kembali aset tetap sebanyak 616.572.000 saham,
aham,
sehingga modal yang ditempatkan dan disetor
or
penuh menjadi 927.972.000 saham.

In July 1999, the Company issued bonus shares


of 616,572,000 shares from revaluation
increment in property, plant and equipment,
which increased the number of shares issued
and fully paid to become 927,972,000 shares.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Pada bulan Juli 2000, Perseroan mengeluarkan


dividen saham sebanyak 157.755.240 saham.
Dalam rapat umum luar biasa para pemegang
saham bulan Oktober 2000, para pemegang saham
menyetujui antara lain perubahan jumlah dividen
saham sehingga seluruhnya menjadi 64.074.658
saham. Dengan adanya perubahan ini, modal yang
ditempatkan dan disetor penuh menjadi
992.046.658 saham.

In July 2000, the Company issued stock dividends of


157,755,240 shares. Based on the stockholders
extraordinary general meeting in October 2000, the
stockholders approved, among others, the change of
stock dividends totaled 64,074,658 shares. Due to
this change, the number of shares issued and fully
paid to be 992,046,658 shares.

Sehubungan dengan pelaksanaan kuasi


reorganisasi, pada tanggal 20 April 2005 Perseroan
meningkatkan modal dasar dari sebesar
2.000.000.000 saham menjadi sebesar
2.500.000.000 saham dan menurunkan nilai
nominal saham dari sebesar Rp 500 menjadi sebesar
Rp 400, sehingga modal ditempatkan dan disetor
penuh menurun sebesar Rp 99.204.665.800
sehingga menjadi sebesar Rp 396.818.663.200.

In relation with execution of quasi reorganization, on


April 20, 2005, the Company increased authorized
c apital s to c k f r o m 2 , 0 0 0 , 0 0 0 , 0 0 0 s ha r e s to
2,500,000,000 shares and decreased of the par value
of its share from Rp 500 to Rp 400 per share, which
was decreasing in issued and fully paid capital stock
amounting to Rp 99,204,665,800 therefore the
Companys issued and fully paid capital stock become
to Rp 396,818,663,200.

Pa d a t a n g g a l 3 0 J u l i 2 0 0 7 , Pe r u s a h a a n
meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh
melalui konversi hutang jangka panjang sebesar Rp
200.000.000.000 sehingga modal ditempatkan dan
disetor penuh menjadi sebesar Rp 596.818.663.200
dalam 1.492.046.658 lembar saham.

On July 30, 2007, the Company increased in issued


and fully paid capital stock from conversion of
long-term debts amounted to Rp 200,000,000,000,
therefore issued and fully paid capital stock increased
to Rp 596,818,663,200 in 1,492,046,658 shares.

Pada tanggal 31 Desember 2011 Perseroan telah


mencatatkan 1.492.046.658 saham biasanya pada
Bursa Efek Indonesia.

As of December 31, 2011, the Company has listed all


1,492,046,658 common shares in Indonesia Stock
Exchange.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

23

Nama dan Alamat Lembaga atau Profesi Penunjang


Pasar Modal
Names and Addresses of institutions or Capital Market
Supporting Professions

24

AKUNTAN PUBLIK /
PUBLIC ACCOUNTANT

HADORI SUGIARTO ADI & REKAN


Jalan Ngagel Tama No.18
Surabaya 60283

PENILAI INDEPENDEN /
INDEPENDENT APPRAISAL

WIRATNO ACHMANAN ARMANSYAH & REKAN


Komplek Permata Jemur Andayani Kav. C 59-60
Jalan Jemur Andayani No.50
Surabaya 60236

BIRO ADMINISTRASI EFEK /


:
BUREAU OF SHARES ADMINISTRATION

PT ELEKTRONIC DATA INTERCHANGE INDONESIA


Wisma SMR Lt.10
Jalan Yos Sudarso Kav.89
Jakarta 14350

NOTARIS /
NOTARY

SITI NURUL YULIAMI,S.H.,M.Kn


Jalan Raya Pondok Jati Blok C-7A
Sidoarjo 61231

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

ANALISIS
S DAN PEMBA
PEMBAHASAN UMUM OLEH MANAJEMEN
AGEMENT DIS
MANAGEMENT
DISCUSSION AND ANALYSIS

Production

Meskipun pada tahun 2011, Perseroan berhasil


melakukan modifikasi pada beberapa mesin
kertasnya se h i n g g a kap asi tas te r p a s a n g
Perseroan me n i n g kat se b e sar 1 5 . 0 0 0 M T
menjadi 190.000 MT per tahun, namun produksi
kertas Perseroan mengalami sedikit penurunan
sebesar 1,5 % menjadi 163.486 MT dari semula
sebesar 166.055 MT di tahun 2010, sehingga
tingkat kapasitas terpakai atau utilitas Perseroan
berada pada level 86 %.

Despite the Company succeeded to modify some


of its paper machines to increase its installed
capacity by 15,000 MT to 190,000 MT per year,
th e C o m pan y s pape r pr o du c tio n s lightl y
decreased 1.5 % to 163,486 MT from initially
amounted to 166,055 MT in 2010, so the
Companys utilization level was at 86 % level.

Perseroan masih tetap mempertahankan strategi


untuk memusatkan upayanya pada penjualan
produk-produk kertas yang mempunyai nilai
tambah dan pada pasar yang memberikan
marjin keuntungan yang lebih tinggi, sehingga
pada tahun 2011 Perseroan meningkatkan
produksi kertas berlaminasi dari total produksi
sebesar 52.785 MT di tahun 2010 menjadi
sebesar 58.086 MT di tahun 2011 atau naik
sebesar 10 %. Kenaikan kapasitas produksi
kertas berlam i n asi i n i d i d ukun g d en g a n
beroperasin ya se m ua Me si n Lam i n a t i n g
Perseroan secara optimal pada tahun 2011.
Pada tahun 2011, Perseroan juga berhasil
meningkatkan produksi Mesin Kertas No.8, yang
berupa Towel dan Tissue Paper menjadi 14.934
MT atau naik sebesar 4,7 % dari produksi pada
tahun 2010 yang sebesar 14.256 MT.

The Company still kept sustaining the strategy to


focus the efforts on sales of paper products that
have added value and on the markets which
provided higher profit margin, therefore in year
2011 the Company increased the laminated paper
production from 52,785 MT in year 2010 to
58,086 MT in year 2011 or increased by 10 %.
This increment of laminated paper production
capacity was supported by the operating optimally
of all Companys Laminating Machines in 2011. In
year 2011, the Company also succeeded to
increase the production of Towel and Tissue Paper
from Paper Machine Number 8 became 14,934
MT or increased 4.7% from 14,256 MT in year
2010.

Management Discussion & Analysis

Produksi

Th 2011
9%

Perkembangan Hasil Produksi (dalam Ton)


Production Growth (in Ton)

31%

49%
190.000

7%

163.486

Duplex Board
WP & Newsprint

Th 2010

Kraft
Tissue & Others

11%
27%
2007

2008

www.ptsuparmatbk.com

2009

2010

2011

50%

8%

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

25

Selama tahun 2011, sebesar 91 % produk Perseroan


merupakan industrial products, sedangkan 9 % nya
merupakan consumer products. Sama seperti
tahun-tahun sebelumnya, Duplex Board masih
mendominasi komposisi produk Perseroan sekitar 48 %
dimana tren dominasi komposisi produk ini akan
bergeser ke consumer products karena menjanjikan
marjin keuntungan yang lebih baik.

During 2011, approximately 91 % of Companys


products were industrial products, while 9 % of it was
consumer products. Similar to previous years, Duplex
Board still dominated the Companys product
composition approximately 48 % while the domination
trend of this products composition will move to
consumer products due to promising better profit
margin.

Pemasaran

Marketing

Tahun 2011, Perseroan memasarkan sekitar 10 %


hasil produksinya ke pasar luar negeri ke 19 negara
tujuan ekspor, sedangkan sisanya dipasarkan di
pasar dalam negeri. Negara tujuan ekspor Perseroan
sebagian besar merupakan negara-negara di Asia,
dimana Malaysia dan Thailand mendominasi porsi
ekspor Perseroan masing-masing sebesar 28 % dan
19 % dari total kuantitas ekspor Perseroan. Pada
tahun 2011, Perseroan juga masih mempertahankan
strategi pemasarannya yang memusatkan upayanya
pada pasar domestik karena memberikan marjin
yang lebih baik. Strategi yang berfokus pada pasar
dalam negeri ini masih sejalan dengan proses
pemulihan krisis ekonomi global serta meningkatnya
daya beli konsumen dalam negeri, sehingga kinerja
penjualan bersih Perseoan di tahun 2011 dapat
ditingkatkan 2,3% mencapai Rp 1,19 triliun. Untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2011, porsi penjualan ekspor terhadap jumlah
penjualan bersih Perseroan adalah sebesar 10 %.

In 2011, the Company marketed its product


approximately 10 % of production output to export
markets with 19 export destination countries, while the
r e s t w as m ar ke te d to do m e s tic m arke t. T he
Companys export destination countries are mainly
Asia countries, whereas Malaysia and Thailand
dominated the Companys export portion which was
approximately 28 % and 19 %, respectively, of the
Companys total export quantities. In year 2011, the
Company still also kept sustaining the marketing
strategy which focused on the efforts in domestic
market since it provided better margin. The strategy
focused in this domestic market was still in line with
recovery process of global economic crisis and the
increment of domestic consumers purchasing power,
therefore the Companys net sales performance in
2011 was able to be increased of 2.3% by reaching
Rp 1.19 triliun. For the year ended December 31,
2011, the Companys export portion to net sales was
10 %.

Pemasaran / Marketing (dalam miliar Rp / Rp in Billion)


1189.5
1019.7

1037.5
815.4
701.8

113.6

2007

26

882.6

154.9

2008

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

1162.6

1,074.4

1,020.4

887.0

132.7

2009

142.2

2010

115.1

2011

www.ptsuparmatbk.com

Sedangkan realisasi penjualan bersih untuk pasar


domestik selama tahun 2011 mencapai Rp 1,07
triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 5%
dibandingkan penjualan bersih di pasar domestik
tahun 2010. Agar bisa melakukan efisiensi di beban
penjualan, khususnya pada beban pengangkutan,
Perseroan masih menerapkan strategi penjualan
dengan memusatkan upaya penjualan domestik
produk kertasnya ke pulau Jawa, dimana 44 %
dipasarkan di Jawa Timur dan 20 % dipasarkan di
Jakarta. Pasar Jawa Timur tetap merupakan tujuan
utama pemasaran produk Perseroan, karena Jawa
Timur adalah daerah dengan pertumbuhan ekonomi
di atas rerata pertumbuhan ekonomi nasional,
dimana pertumbuhan ekonominya didominasi oleh
sektor perdagangan, hotel dan restoran, yang
merupakan target pasar dari produk Perseroan. Jawa
Timur juga merupakan provinsi yang memiliki Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi kedua
setelah Jakarta. Karena sebagian besar hasil
produksi Perseroan merupakan industrial products,
maka pada tahun 2011 Perseroan masih tetap
mempertahankan strategi pemasaran Business to
Business (B2B).

Jumlah Aset dan Ekuitas

Meanwhile, the net sales realization for domestic


market during 2011 reached Rp 1.07 trillion or grew
5% compared with net sales in domestic market in
year 2010. In order to perform efficiency in selling
expenses, especially for transportation costs, the
Company still kept applying the strategy by focusing
on the domestic sales to Java Island, which 44% of its
was marketed in East Java and 20% of its was
marketed in Jakarta. East Java market was still the
major marketing destination for the Companys
products since East Java was region with the economy
growth was above average of national economy
growth and was dominated by trading sector, hotel
and restaurant, which was target market of
Companys products. East Java also reprensted a
province that had the second biggest Regional Gross
Domestic Product (RGDP) after Jakarta. Due to the
most of the Companys production output was
industrial product, so the Company still kept
sustaining Bussiness to Bussiness (B2B) marketing
strategy in 2011.

Total Assets and


Stockholders Equity

Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember


2011 adalah sebesar Rp 1.552 miliar atau naik
sebesar 4,1 % dibandingkan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2010 yang sebesar Rp 1.490
miliar. Peningkatan jumlah aset tersebut terutama
disebabkan naiknya saldo piutang usaha kepada
pihak ketiga yang belum jatuh tempo sebesar 74 %
s e iring dengan p e r ub ah an ke b i j akan k r e d i t
Perseroan serta naiknya nilai buku aset tetap sebesar
3% karena adanya tambahan perolehan aset tetap
berupa mesin dan peralatan sesuai anggaran
belanja modal tahun 2011. Sedangkan umur piutang
rerata dan perputaran piutang masih dalam kisaran
wajar yaitu masing-masing 56 hari dan 6,5 x.

The Companys total assets as of December 31, 2011


amounted to Rp 1,552 billion or increased by 4.1 %
compared with total assets as of December 31, 2010
which was amounting of Rp 1,490 billion. The
increasing of Companys total assets was mainly due
to the increasing of balance of trade receivables to
third parties which was not due yet by 74% in line with
the change of the Companys credit policy and the
increment of net book value of property, plant and
equipment by 3% due to the additional machinery and
equipment according to budget of capital expenditure
in year 2011. Meanwhile, the average of aging
receivables and receivables turn-over were still
r e as o n able w h ic h w e r e 5 6 day s and 6.5x ,
respectively.

Jumlah ekuitas Perseroan mengalami pertumbuhan


4,6 % dari semula Rp 718,4 miliar pada tanggal 31
Desember 2010 menjadi Rp 751,5 miliar pada
tanggal 31 Desember 2011. Pertumbuhan ini
terutama disebabkan Perseroan membukukan laba
tahun berjalan sebesar Rp 33,1 miliar pada tahun
2011. Laba tahun berjalan tersebut meningkatkan
saldo laba Perseroan menjadi sebesar Rp 154 miliar
pada tanggal 31 Desember 2011.

The stockholders equity of the Company grew by 4.6


% from Rp 718.4 billion as of December 31, 2010 to
Rp 751.5 billion as of December 31, 2011. This
growth was mainly due to the Company booked
income for the year amounting of Rp 33.1 billion in
2011. The income for the year increased the
Companys retained earnings to Rp 154 billion as of
December 31, 2011.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

27

28

Jumlah Liabilitas

Total Liabilities

Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31


Desember 2011 mencapai Rp 800,3 miliar atau
naik 3,7 % dari jumlah liabilitas pada tanggal
31 Desember 2010 sebesar Rp 771,6
miliar,
77
yang disebabkan oleh meningkatnya
pemakaian kredit modal kerja
rja dari BRI seiring
dengan meningkatnya kebutuhan
ebutuhan modal kerja
Perseroan.

As of December 31, 2011, the Companys total


liabilities reached Rp 800.3 billion
n or increased
3.7 % from total liabilities as of December
cember 31,
2010 which was Rp 771.6 billion, mainlyy due to
the increasing of utilization of working capital
apital
facilities from BRI in line with the increasing of the
Companys working capital need.

Penjualan Bersih, Beban


Pokok Penjualan, Laba Sebelum
Beban Pajak dan Laba Tahun Berjalan

Net Sales, Cost of Goods Sold, Income


Before Tax Expenses and Income for
The Year

Penjualan bersih Perseroan pada tahun 2011


mencapaii Rp 1.189,5 miliar atau naik sebesar
dingkan penjualan be
2,3 % dibandingkan
bersih pada
besar Rp 1.1
tahun 2010 yang sebesar
1.162,6 miliar.
Kenaikan tersebut terutama dis
disebabkan oleh
naiknya harga jual rata-rata produk kertas
Perseroan sebesar 2 %, sedangkan kuantitas
penjualan produk kertas Perseroan pada tahun
2011 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,1
% atau mencapai 169,1 ribu MT.

The Company achieved net sales of Rp 1,189.5


billion in 2011 or increased by 2.3 % compared
with year 2010 which was amounting
mounting of Rp
1,162.6 billion. The increment was mainly due to
the increasing of average
e selling prices of
Companys paper products
ts by 2 %, while paper
sales quantities Company
mpany in 2011 slightly
decreased by 0.1 % orr achieved 169.1 thousand
MT.

Beban pokok penjualan Perseroan di tahun 2011


naik sebesar 3,5 % dari semula Rp 989 miliar di
tahun 2010 menjadi Rp 1.023 miliar yang
ang
terutama disebabkan naiknya beban pabrikasi
brikasi
sebesar 15 % dari semula Rp 422,3
3 miliar
ditahun 2010 menjadi Rp 485,2 milarr di t ah u
n
un
2011. Kenaikan beban pabrikasi
terutama disebabkan oleh kenaikan
aikan beban
perbaikan dan pemeliharaan,
an, pemakaian
bahan bakar dan pemakaian
n bahan pembantu
masing-masing sebesar 88,4
8,4 %, 32,7 % dan
14,4 % dimana kenaikan yang cukup
signifikan tersebut didorong oleh
tingginya har g a komoditas
moditas dunia dan harga
minyak mentah dunia pada tahun 2011.

In year 2011, the Companys cost of goods sold


increased by 3.5 % from Rp 989 billion in year
2010 to Rp 1,023 billion mainly caused by the
manufacturing cost
co by 15% from Rp 422.3 billion
in 2010 to Rp 485.2 billion in 2011. The
increasing of manufacturing cost was mainly
caused by
b the increment of repairs and
maintenance,
fuel consumption and indirect
mainte
material
consumption by 88,4%, 32.7% and
mate
14.4%
respectively which the significant
14
in
i c r e m e n t w as dr ive n by th e h igh w o r l d
commodity and crude oil prices in 2011.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Beban pen j ual an d an b e b an um u m d a n


adminstrasi mengalami kenaikan masing-masing
sebesar 6,6 % dan 22,7 % yang terutama
disebabkan oleh kenaikan gaji dan upah dan
honorarium tenaga ahli masing-masing sebesar
20,9 % dan 33,1 %. Sedangkan beban keuangan
mengalami peningkatan sekitar 7,3 % karena
adanya peningkatan pemakaian fasilitas kredit
modal kerja dari BRI seiring dengan
meningkatnya kebutuhan modal kerja Perseroan
karena naiknya harga komoditas dan beban
energi dunia.

Selling expenses and general and administrative


expenses increased by 6.6% and 22.7%
respectively was mainly due to the increment of
salaries and wages and professional fee by 20.9%
and 33.1% respectively. While financial charges
increased about 7.3% because the increment of
work capital facility using from BRI in line with the
increasing of Companys working capital need
due to the increment of world commodity prices
and energy cost.

Naiknya beban pokok penjualan yang melebihi


kenaikan penjualan bersih di tahun 2011
menyebabkan turunnya laba kotor Perseroan
sebesar 4, 2 % m e n j ad i Rp 1 6 6 , 1 m i l i a r.
Sedangkan kenaikan beban penjualan, beban
umum dan administrasi, beban keuangan serta
adanya rugi selisih kurs sebesar Rp 7,7 miliar,
d i m a n a p a d a t a h u n 2 0 1 0 Pe r s e r o a n
membukukan laba selisih kurs sebesar 14,3
miliar, membuat laba sebelum beban pajak
Perseroan mengalami penurunan yang signifikan
sebesar 47,3 % dari semula Rp 84, 3 miliar di
tahun 2010 menjadi Rp 44,4 miliar pada tahun
2011.

The increasing of cost of goods sold exceeded the


net sales increment in year 2011 caused the
declining of Companys gross profit by 4.2% to Rp
166.1 billion. Meanwhile the increasing of selling
expenses, general and administrative expenses,
financial charges also the suferring loss on foreign
exchange amounting to Rp 7.7 billion instead of
the Company booked gain on foreign exchange to
Rp 14.3 billion in 2010, made Companys income
before tax expenses decrease significantly to
47.3% from Rp 84.3 billion in 2010 to Rp 44.4
billion in 2011.

Menurunnya beban pajak selama tahun 2011


menyebabkan Perseroan berhasil membukukan
kenaikan laba tahun berjalan sebesar 11,7 %
menjadi Rp 33,1 miliar dan membuat laba per
saham dasar meningkat menjadi Rp 22 per
lembar saham.

The decreasing of tax expenses during year 2011


caused the Company succeed to book the income
for the year increment by 11.7% became Rp 33.1
billion and made basic earning per share
increased to Rp 22 per share.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

29

Kemampuan Membayar Pinjaman Ability of Debt Repayment


dan Kolektibilitas Perseroan
and Colectibility of
Trade Receivables
Pada tahun 2011, Perseroan membukukan
EBITDA sebesar Rp 167,4 miliar atau mengalami
penurunan sebesar 6,5 % dari semula Rp 179
miliar di tah un 2 0 1 0 , yan g d i se b a bk a n
menurunnya l ab a se b e l um b e b an p a j a k
Perseoan, sehingga Interest Coverage Ratio yaitu
kemampuan Perseroan untuk membayar beban
keuangan dari EBITDA nya, juga mengalami
penurunan menjadi 3,9 x di tahun 2011 dari
semula pada posisi 4,5 x di tahun 2010.
Sedangkan, rasio pinjaman terhadap EBITDA
dan rasio pinjaman terhadap penjualan bersih
yang mencerminkan kemampuan membayar
p i n j a m a n Pe r s e r o a n d i t a h u n 2 0 1 0 ,
masing-masi n g r e l ati f ti d ak m e n g a l a m i
perubahan menjadi 4,3 x dan 60,3 % dari
semula sebesar 4 x dan 61,2 % di tahun 2010.

In year 2011, the Company booked EBITDA


amounted to Rp 167.4 billion or decreased by 6.5
% from Rp 179 billion in year 2010, due to the
declining of the Companys income before tax
expenses, therefore Interest Coverage Ratio that
represented Companys ability to pay its financial
charges from its EBITDA, also decreased to 3.9x in
year 2011 from the position of 4.5x in year 2010.
While, debts to EBITDA ratio and debt to net sales
ratio which reflected the Companys ability to pay
its debt in year 2011 did not change relatively to
4.3x and 60.3 % from 4x and 61.2 % in year 2010
respectively.

Rincian umur piutang dihitung sejak


tanggal faktur adalah sebagai berikut :

The details of aging schedule on trade


receivables calculated since invoice date are as
follows :

2011

Pihak berelasi :

92.031.140.311

52.865.394.262

62.840.012.446
23.603.499.528
4.554.866.494

39.901.960.184
35.329.577.791
15.626.276.394

183.029.518.779

143.723.208.631

426.021.753

416.001.122

217.417.996
134.483.258

426.021.753

767.902.376

183.455.540.532

144.491.111.007

Meskipun saldo piutang usaha Perseroan pada


tanggal 31 Desember 2011 naik 27 % menjadi
Rp 183,4 miliar, namun umur piutang rata-rata
dan perputaran piutang masih dalam kisaran
wajar yaitu masing-masing 56 hari dan 6,5 x,
sedikit lebih lambat dibandingkan pada tahun
2010 yang mencapai 45 hari dan 8,1 x.

30

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

2010

Despite the Companys trade receivables balance


as of December 31, 2011 increased 27 % to Rp
183.4 billion, however the average aging trade
receivables and trade receivables turn-over were
still reasonable by 56 days and 6.5x, respectively,
slightly slower than achieving in year 2010 which
were 45 days and 8.1x.

www.ptsuparmatbk.com

Prospek Usaha

Business Prospect

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2012


diharapkan akan mencapai kisaran 6,5 %
dengan tingkat inflasi yang dipertahankan pada
level maksimum sebesar 7 %. Sedangkan
Organisasi untuk Kerja sama dan Pembangunan
Ekonomi (OECD) memperkirakan pada
2012-2016 Indonesia akan mencatat
pertumbuhan rerata 6,6 % per tahun, yang
merupakan tingkat pertumbuhan tertinggi di
ASEAN. Pertumbuhan ekonomi tahun 2012
terutama akan didukung konsumsi domestik
yang didoron g ol e h d aya b e l i yan g t e r u s
meningkat. Demografi Indonesia tahun 2012
sangat berpotensi meningkatkan daya beli pasar
domestik dengan sekitar 235 juta konsumen
dimana 50 % dari jumlah tersebut merupakan
penduduk berusia di bawah 30 tahun dan lebih
dari 40 % nya merupakan kelas menengah baru
yang berdaya konsumsi tinggi. Pencapaian PDB
per kapita yang diprediksi mencapai Dolar AS
4.000 pada tahun 2012 juga akan mendorong
peningkatan daya beli.

The Indonesian economic growth in 2012 is


expected to reach 6.5 % with sustaining inflation
rate on maximum level of 7 %. Meanwhile,
Organization for Economic Cooperation and
Development (OECD) forecast that in 2012 2016 Indonesia will achieve the average growth
6.6% per year, which is the highest growth level in
ASEAN. The 2012 economic growth will be mainly
supported by domestic consumption which is
driven by continuous increasing of the purchasing
power. Indonesian demography in year 2012 is
very potential to increase buying power in
domestic market around 235 million consumers
which 50% of its total are residences with age
below 30 years old and more than 40% is new
middle class with high consumption power. The
achievement of GDP per capita that predicted US
Dollar 4,000 in the 2012 will also drive the
purchasing power increment.

Menurut proyeksi APKI, kebutuhan kertas


Indonesia akan tumbuh sekitar 4,1 % sedangkan
konsumsi kertas di Indonesia terus meningkat
minimal satu kilogram per kapita setiap tahun,
sehingga pada tahun 2012, volume permintaan
produk kertas nasional diproyeksikan akan
mengalami peningkatan sekitar 240 ribu MT dan
konsumsi kertas per kapita akan mencapai 34
Ton.

According to APKI projection, paper demand in


Indonesia will grow about 4.1% while paper
consumption in Indonesia increase continuosly
minimum one kilogram per capita every year,
therefore demand volume of national paper
product in 2012 will be projected to increase
about 240 thousand MT and paper consumption
per capita will reach 34 MT.

Dengan mempertahankan strategi penjualan


yang fokus pada pasar domestik, Perseroan
meyakini bahwa peningkatan daya beli domestik
bisa menyerap produk-produk Perseroan di pasar
dalam negeri. Di pasar domestik, Perseroan juga
masih tetap konsisten memasuki niche market
dan fokus pada pengembangan produk-produk
yang memiliki nilai tambah tinggi, seperti
produk-produk kertas berlaminasi dan kertas
tissue. Begitu pula dengan strategi pemasaran
ekspor Perseroan yang masih berfokus pada
negara-negara tujuan ekspor di Asia, membuat
Perseroan bisa mempertahankan porsi penjualan
ekspor di kisaran 10 %. Manajemen Perseroan
meyakini bahwa strategi-strategi tersebut akan
mendukung target-target kinerja Perseroan tahun
2012.

By sustaining the sales strategy that focused in


domestic market, the Company believes that the
domestic buying power increment is able to
absorb Companys products in domestic market.
The Company is still consistent to penetrate niche
market in domestic market and focuses on
products development that has higher value
added such as laminated paper products and
tissue paper. Furthermore, the Companys export
strategy still focuses on countries export
destination in Asia, will make the Company able
to maintain export sales portion approxiamately
10 %. The Companys management believes that
those strategies will support the targets of
Companys performance in year 2012.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

31

TATA KELOLA PERUSAHAAN


GOOD CORPORATE GOVERNANCE

32

Uraian Pelaksanaan Tugas


Dewan Komisaris

Board of Commissioners Job


Description

Tugas Utama Dewan Komisaris Perseroan adalah


menjamin pelaksanaan strategi Perseroan,
mengawasi manajemen dalam mengelola
Perseroan serta mewajibkan terlaksananya
akuntabilitas. Tugas utama tersebut dapat
diuraikan sebagai berikut :

The main job of Board of Commissioners is to


ensure the execution of Companys strategies, to
control the management in running the Company
an d to s u pe r vis e th e im ple m e n tat i o n o f
accountability. The main jobs are follows :

1. Menilai dan mengarahkan strategi Perseroan,


garis-garis besar rencana kerja, kebijakan
pengendalian risiko, anggaran tahunan dan
rencana usaha; menetapkan sasaran kerja;
mengawasi pelaksanaan dan kinerja Perseroan;
serta memantau penggunaan modal, investasi
dan pengelolaan aset.

1. To assess and guide the Companys strategies,


outlines of working plan, policy of risk controlling,
annual budget and business plan ; to determine
the working objectives ; to control the Companys
implementation and performance ; also
monitoring the use of capital, investment and
asset management.

2. Menilai sistem penetapan penggajian pejabat


pada posisi kunci dan penggajian anggota
Dewan Direksi, serta menjamin suatu proses
pencalonan anggota Dewan Direksi yang
transparan dan adil.

2. To assess the payroll system of key management


and members of Board of Directors, also ensuring
the transparancy and fairness of nomination
process for members of Board of Directors.

3. Memantau dan mengatasi masalah benturan


kepentingan pada tingkat manajemen, anggota
Dewan Direksi dan anggota Dewan Komisaris,
termasuk penyalagunaan aset Perseroan dan
manipulasi transaksi Perseroan.

3. To monitor and to overcome conflict of interest


that takes place on management level, members
of Board of Directors and Board of
C o m m is s io n e r s , in c lu de d m is - u s e o f the
Companys asset and manipulating the Company
transactions.

4. Memantau pelaksanaan Governance dan


mengadakan perubahan jika perlu.

4. To monitor the implementation of governance and


implementing necessary changes.

5. Memantau proses keterbukaan dan efektifitas


komunikasi dalam Perseroan.

5. To m o n ito r th e tr an s par an c y pr o c es s a nd
effectiveness of communication in the Company.

Besarnya remunerasi seluruh anggota Dewan


Komisaris tahun 2011 ditetapkan sebesar 48 %
dari besarnya remunerasi seluruh anggota
Dewan Direksi Perseroan, dimana besarnya
remunerasi Presiden komisaris ditetapkan
sebesar 31 % dari remunerasi Presiden Direktur.
Jumlah remunerasi seluruh anggota Dewan
Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan pada
tahun 2011 meningkat sebesar 9,6 % menjadi
sebesar Rp 3.166.788.790

In year 2011, remuneration amount for all


members of Board of Commissioners represented
48 % from the total renumeration amount for all
members of the Companys Board of Directors,
while the remuneration amount for President
Commissioner represented 31% of President
Directors remuneration amount. The total
remuneration amount of all members of the
Companys Board of Commissioners and Board of
Directors in year 2011 increased by 9.6 % to be
amounting of Rp 3,166,788,790.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Pada tahun 2011, Dewan Komisaris telah


mengadakan lima kali Rapat Dewan Komisaris
untuk membahas laporan Direksi mengenai
kinerja Perseroan tahun 2010 dan agenda RUPS
Tahun 2 0 1 1, m e m b ah as l ap or an D i r e k s i
mengenai ki n e r j a Pe r se r oan e n am b u l a n
pertama tahun 2011, membahas usulan Direksi
untuk melakukan modifikasi beberapa Mesin
Kertas dalam rangka peningkatan kapasitas
produksi terpasang dan peningkatan kualitas
produk Perse r oan d i tah un 2 0 1 1 , s e r t a
membahas Anggaran 2012 dan Rencana Usaha
2012 2016. Rapatrapat Dewan Komisaris
tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Dewan
Komisaris.

www.ptsuparmatbk.com

I year 2011, Board of Commissioners


In
Commiss
hold five
times Board of Commissioners
ssioners Meeting with the
agenda, among others,
ers, discussing the Boa
Board of
Directors report regarding with the Com
Companys
performance in year 2010 and agenda ffor 2011s
Shareholderss Meeting, discussing th
the Board of
D ir e c to r s r e po r t in c o n n e c ti
tio n w i th the
Companys
ys performance in first semester 2011,
discussing Board
ard of Directors proposal to modify
some paper machines to inc
increase the utilization
ion of
production capacity in year 2011, also discussing
scussing
2012 Budget and Business Plan 2012-2016.
2016. The
Board of Commissioners Meetings was attended
by all members of Board of Commissioners.
issioners.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

33

34

Uraian Pelaksanaan Tugas


Dewan Direksi

Board of Directors Job


Description

Dewan Direksi Perseroan terdiri dari satu orang


Presiden Direktur dan tiga orang Direktur,
dimana mereka secara bersama-sama memiliki
tanggung jawab penuh atas efektifitas seluruh
kegiatan usaha Perseroan.

Companys Board of Directors consists of one


President Director and three Directors, that they
all together have full responsibilities on the
efectivity of all Companys business activities.

Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab


Presiden Direktur adalah melakukan fungsi
koordinasi diantara para anggota Dewan Direksi
dan menga r ah kan ke g i atan m an a j e m e n
Perseroan agar sesuai dengan kebijakan dan
strategi Perseroan serta memberikan keputusan
akhir atas kebijakan dan strategi Perseroan.

Job scope and responsibility of President Director


is performing coordination between members of
Board of Directors and providing direction on
Companys management activities in order to be
in line with the Companys policy and strategy and
providing the final decision for policy and strategy
of the Company.

Sedangkan anggota Dewan Direksi yang lain,


memiliki ruang lingkup pekerjaan dan tanggung
jawab sebagai berikut:

While other members of Board of Directors have


job scope and responsibility as follows:

Direktur Keuangan sebagai penanggung jawab


di bidang keuangan dan administrasi dengan
ruang lingkup pekerjaan yang utama antara lain:

Finance Director who has responsibility in


financial and administration fields with main job
scope as follows:

1. Bertanggung jawab untuk memastikan adanya


k e n d a l i y a n g b a i k d a r i Pe r s e r o a n a t a s
pengelolaan arus kasnya serta perencanaan
strategis dan pengambilan keputusannya
didukung oleh analisis yang tepat dan baik.

1. To have responsibility to ensure the Company


control and manage cash flow well, and that
strategic planning and decision making are
supported by sound and precise analysis.

2. Bertanggung jawab untuk memimpin dan


mengarahkan operasional dan strategi-strategi
keuangan yang memilki peran penting, baik
untuk eksternal pemangku kepentingan maupun
di dalam tim kepemimpinan dan manajemen
senior.

2. To have responsibility for leading and directing


financial strategy and operations, occupies a
pivotal role, both for external stakeholders and
w ith in th e le ade r s h ip te am an d s e ni o r
management.

3. Bertanggung jawab terhadap proses penyusunan


kebijakan Perseroan di bidang keuangan dan
akuntansi.

3. To have responsibilty to determine process of


Companys policy in finance and accounting.

4. Bertanggung jawab atas efektifitas penerapan


pengendalian intern Perseroan.

4. To have responsibility in effective implementation


of Companys internal control.

5. Bertanggung jawab terhadap proses penyusunan


laporan keuangan dan pemenuhan kewajiban
Perseroan di bidang perpajakan sesuai dengan
peraturan dan perundang-undangan.

5. To have responsibility in repot finalisation process


of financial statement and Companys obligations
in taxation, according to the regulations and laws.

6. Bertanggung jawab atas efektifitas manajemen


arus kas Perseroan.

6. To have responsibility in efective implementation


of Companys cashflow management.

7. Memberika n ke p utusan un tuk ma s a l a h


operasional keuangan.

7. To provide the decision to overcome financial


operation problems.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

1.

2.
3.
4.

1.
2.
3.
4.
5.

Direktur Komersial (Commercial Director)


memiliki ruang lingkup pekerjaan utama sebagai
berikut:
Bertanggung jawab atas penetapan kebijakan di
bidang komersial yaitu pemasaran dan
pengadaan sesuai dengan strategi yang telah
ditentukan.
Bertanggung jawab atas target pencapaian
s asaran mutu d i b i d an g p e m asar an d a n
pengadaan.
Mengembangkan hubungan yang baik dan
saling menguntungkan dengan para pelanggan
dan pemasok.
Memantau pengembangan pasar produk kertas
serta pasar bahan baku dan bahan pembantu
untuk mendukung penerapan strategi di bidang
komersial.
Direktur Produksi dan Sumber Daya Manusia
dengan ruang lingkup pekerjaan utama, antara
lain:
Bertanggung jawab atas penetapan kebijakan
dan strategi di bidang produksi dan sumber daya
manusia.
Bertanggung jawab atas jalannya seluruh
aktivitas produksi dengan efektif.
Bertanggung jawab atas target pencapaian
sasaran mutu di bidang produksi dan sumber
daya manusia.
Bertanggung jawab atas terciptanya suasana
kerja yang harmonis dan kondusif.
Bertanggung jawab atas dipatuhinya peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan
ketenagakerjaan.

www.ptsuparmatbk.com

Commercial Director has main job scope as


follows:
1. To have responsibility in policy determining in
commercial division, which are marketing and
purchasing, in line with the determined strategy.
2. To have responsibility on targets achievement of
Quality Objectives in marketing and purchasing
fields.
3. To develope a good and mutual relationship with
customers and suppliers.
4. To monitor the market situation of paper products,
raw materials and indirect materials in order to
support the implementation of appropriate
strategy in commercial field.
Production and Human Resources Director has
main job scope as follows :
1. To have responsibility in policy determining and
strategy implementation in production and human
resources fields.
2. To have responsibility in effective running of all
production activities.
3. To have responsibility in targets achievement of
Quality Objectives in production and human
resources fields.
4. To have responsibility in creating the harmonious
and condusive working environment.
5. To have responsibility in complying in the laws and
regulations related to labor and employee
matters.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

35

36

Besarnya remunerasi seluruh anggota Dewan


Direksi tahun 2011 ditetapkan oleh Dewan
Komisaris berdasarkan penilaian atas kinerja
Dewan Direksi. Penilaian kinerja Dewan Direksi
diukur berdasarkan pencapaian Rencana Usaha
dan Anggaran Perseroan tahun 2011. Jumlah
remunerasi seluruh anggota Dewan Komisaris
dan Dewan Direksi Perseroan pada tahun 2011
adalah sebesar Rp 3.166.788.790.

The remuneration for Board of Directors in year


2011 was determined by Board of Commissioners
based on evaluation of Board of Directors
performances. The Board of Directors
performance was measured by the achievement
reflected in the Companys Business Plan and
2011 Budget. Total remuneration amount of all
members of the Companys Board of
Commissioners and Board of Directors in year
2011 was Rp 3,166,788,790.

Pa da tahun 20 1 1 , De w an Di r e ksi te l a h
mengadakan lima belas kali Rapat Dewan
Direksi, dimana dua belas kali rapat merupakan
rapat bulanan Dewan Direksi sedangkan tiga kali
rapat membahas agenda khusus mengenai
rencana investasi baru untuk meningkatkan
kualitas produk Perseroan di tahun 2012 beserta
pendanaannya, mengenai Rencana Usaha 2012
-2016 dan Anggaran Perseroan tahun 2012 serta
mengenai rencana refinancing sebagian
pinjaman jangka panjang Perseroan di tahun
2012. Tingkat kehadiran anggota Dewan Direksi
dalam rapat-rapat tersebut rata-rata mencapai
75 %.

In year 2011, Board of Directors hold fifteen times


Board of Directors Meetings, which were twelve
times monthly meeting of Board of Directors, while
three times meetings to discuss special agenda,
among others, planning new investment to
increase Companys quality product in year 2012,
discussing the Business Plan 2012-2016 and
2012 Company Budget, also discussing plan of
refinancing part of Companys long-term loan in
2012. Attendance rate of members of Board of
Directors in its meeting reached 75 % averagely.

Dalam upayanya untuk meningkatkan


kompetensi, pada tahun 2011, Dewan Direksi
telah mengikuti berbagai seminar dan pelatihan,
baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga
mampu mengantisipasi perubahan-perubahan
yang terjadi. Seminar dan pelatihan tersebut
mengenai hal-hal yang bersifat manajerial
maupun tehnikal, khususnya di bidang industri
kertas, antara lain tehnologi informasi, tehnologi
mesin kertas, perubahan-perubahan di pasar
industri kertas baik di pasar domestik maupun di
pasar internasional dan peraturan
perundang-undangan.

Regarding with the efforts to increase their


competence, in year 2011, Board of Directors has
joined the various seminars and trainings in
Indonesia as well as abroad, in order to have
capabilities to anticipate the unexpected changes.
The said seminars and trainings included
managerial as well as technical skills, especially
for paper industrial sector, such as information
technology, technology of paper machine,
changes in domestic as well as international
paper industry and its regulations.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Komite Audit

Audit Committee

Suhartojo Tjandra
Ketua Komite Audit

Suhartojo Tjandra
Chairman of Audit Committee

Warga negara Indonesia, lahir tahun 1953,


Sarjana Hukum l ul usan H ukum Pe r d a t a
Internasional , Fakultas Hukum Universitas
Indonesia. Telah berpengalaman di beberapa
perusahaan nasional dimulai dari karir sebagai
koresponden bahasa Inggris sampai menduduki
posisi Direktur. Tahun 1994 bergabung dengan
Perseroan sebagai Komisaris dan menjabat
Ketua Komite Audit Perseroan sejak tahun 2005.

Indonesian citizen, born in 1953, graduated from


P r ivate I n te r n atio n al L aw , F ac u lty o f La w,
University of Indonesia with long working
experience starting as English Correspondent to
the position as Director at some companies. He
jo in e d th e C o m pan y in J u n e 1 9 9 4 a s a
C o m m is s io n e r an d h o ld th e po s itio n a s a
Chairman of Audit Committee since 2005.

Sri A.Yudha
Anggota Komite Audit

Sri A.Yudha
Member of Audit Committee

Warga negara Indonesia, lahir tahun 1964,


Sarjana Akuntansi lulusan Fakultas Ekonomi
Universitas Airlangga Surabaya. Sejak tahun
1988 sampai tahun 1993 bekerja di Kantor
Akuntan Publik Prasetio Utomo & Co (Arthur
Andersen & Co) Surabaya. Sejak tahun 1993
hingga seka r an g b e r kar i r d i b e b e r a p a
perusahaan manufaktur. Menjadi anggota
Komite Audit Perseroan sejak tahun 2002.

Indonesian citizen, born in 1964, graduated from


the Faculty of Economics, Airlangga University. He
started working at Public Accountant Prasetio
Utomo & Co (Arthur Anderson & Co) Surabaya in
1988 until 1993. He has worked in several of
manufacturing industries since 1993. He has been
appointed as a member of Audit Committee since
2002.

Wenny
Anggota Komite Audit

Wenny
Member of Audit Committee

Warga negara Indonesia, lahir tahun 1975,


Magister Manajemen lulusan Pasca Sarjana
Universitas Surabaya. Memulai karirnya pada
tahun 1996 di sebuah Perusahaan Konsultan
Bisnis di Jakarta, sejak tahun 2001 hingga
sekarang berkarir di beberapa Perusahaan Retail.
Menjadi anggota Komite Audit Perseroan sejak
tahun 2009.

Indonesian citizen, born in 1975, graduated from


Magister Management Programs of Surabaya
University. She started her career by working at a
Business Consultant Company in Jakarta. She has
worked in several retail industries since 2001 untill
now. She has been appointed as a member of
Audit Committee since 2009.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

37

38

Uraian Tugas dan Tanggung


Jawab Komite Audit

Task and Responsibilities of


Audit Committee

Perseroan menguraikan tugas dan tanggung


jawab Komite Audit dalam sebuah Rencana
Kegiatan Tahunan (Annual Activity Plan) tahun
20082012 sebagai berikut :

The Company describes task and responsibility of


Audit Committee in Annual Activity Plan 2008
2012 as follows:

1. Penelaahan atas informasi keuangan yang akan


dikeluarkan oleh Perseroan , antara lain
Laporan Ke uan g an Tah un an , La p o r a n
Keuangan Triwulanan , Proyeksi Laporan
Keuangan dan informasi keuangan lainnya.

1. To review financial informations that is going to


be published by the Company , such as Annual
Financial Statement , Quarterly Financial
Statement , Financial Projection and other
financial informations.

2. Penelaahan independensi dan obyektivitas


akuntan publik Perseroan.

2. To review on independency and objectivity of


Companys public accountant.

3. Penelaahan atas kecukupan pemeriksaan


yang dilakukan oleh akuntan publik Perseroan
untuk memastikan semua risiko yang penting
telah dipertimbangkan.

3. To review sufficiency of audit procedures which


were conducted by Companys public accountant
to confirm all important audit risks have been
addressed.

4. Penelaahan atas efektifitas pengendalian internal


Perseroan.

4. To review the effectiveness of Companys internal


control.

5. Penelaahan atas tingkat kepatuhan terhadap


peraturan perundangan di bidang Pasar Modal
dan Perseroan Terbatas serta peraturan
perundangan lainnya yang berhubungan
dengan kegiatan Perseroan.

5. To review the compliance level against


regulations in Capital Market and Corporate
Law, also other regulations which is related to the
Companys activities.

6. Pemeriksaan atas dugaan penyimpangan dan


atau kesalahan dalam pelaksanaan keputusan
Rapat Dewan Direksi , Rapat Dewan Komisaris
dan Rapat Umum Pemegang Saham.

6. To investigate discrepancy and or mistake in


implementation of decisions as results of Board
of Directors Meeting , Board of Commissioners
Meeting and Shareholders General Meeting.

7. M e n y e l e n g g a r a k a n R a p a t K o m i t e A u d i t
Triwulanan untuk merumuskan pendapat
profesional yang independen kepada Dewan
Komisaris Perseroan terhadap laporan atau
hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada
Dewan Komisaris.

7. To h o ld th e Q u ar te r ly A u dit C ommi tte e


Meeting to formulate the independent
professional opinion to the Companys Board of
Commissioners regarding with the reports
or
other matters that submitted by Board of
Directors to Board of Commissioners.

8. Menyelenggarakan Rapat Komite Audit Tahunan


untuk menyusun laporan kegiatan Komite Audit
Perseroan yang akan dilampirkan pada Laporan
Tahunan Perseroan.

8. To hold the Annual Audit Committee Meeting to


arrange the activities report of Companys
Audit Committee that will be attached in
Companys Annual Report.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Sesuai uraian tugas dan tanggung jawab


tersebut, Komite Audit Perseroan selama tahun
2011 telah melakukan Rapat Komite Audit
sebanyak tujuh kali dengan dihadiri oleh Ketua
Komite Audit dan seluruh anggotanya.

In line with that task and responsibility description,


the Company Audit Committee hold seven times of
Audit Committee Meeting in year 2011 which
were attended by Chairman of Audit Committee
and its all members.

Selama tahun 2011, Komite Audit Perseroan


telah melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai
berikut :

The Companys Audit Committee conducted the


activities during 2011 as follows:

1. Menelaah atas informasi keuangan yang


dikeluarkan Pe r se r oan , b e r up a La p o r a n
Keuangan per 31 Desember 2010, per 31 Maret
2011, per 30 Juni 2011 dan per 30 September
2011 serta menelaah Rencana Usaha 2011 2015 beserta Proyeksi Laporan Keuangan
2011 2015 yang diterbitkan dalam rangka
rencana Perseroan melakukan investasi baru
untuk meningkatkan kapasitas terpasang dan
kualitas prod uk ke r tas Pe r se r oan s e r t a
peningkatan pagu fasilitas kredit modal kerja
dari BRI.

1. Reviewing the financial informations that were


published by the Company, such as Financial
Statements as of December 31, 2010, as of March
31, 2011, as of June 30, 2011 and as of
September 30, 2011 and reviewing Business Plan
2011-2015 together with Financial Projection
2011-2015 which were issued regarding with the
Companys plan to make new investments to
increase the installed capacity and quality of the
Companys paper products also the limit
increment of working capital loan facility from BRI.

2. Menelaah independensi dan obyektivitas serta


kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh
Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
Rekan atas audit Laporan Keuangan Perseroan
per 31 Desember 2010.

2. Reviewing the independency, objectivity and


sufficiency of audit procedures which were
conducted by Hadori Sugiarto Adi & Partner,
public accountant, on the Companys Financial
Statement as of December 31, 2010.

3. Menelaah Anggaran Perseroan tahun 2012 dan


Rencana Usaha 2012 2016 beserta Proyeksi
La p o r a n Ke u a n g a n t a h u n 2 0 1 2 2 0 1 6
kemudian memberikan masukan dan pendapat
profesional kepada Dewan Komisaris.

3. Reviewing the Companys 2012 Budget and


Business Plan 2012-2016 with Projection of
Financial Statement 2012-2016, then providing
feedbacks and professional opinion to Board of
Commissioners.

4. Menelaah efektifitas pengendalian intern


Perseroan d an m e m b e r i m asukan u n t u k
perbaikan pengendalian intern serta untuk
meningkatkan kinerja internal audit.

4. Reviewing the effectiveness of Companys internal


control and providing the feedbacks to improve its
internal control and to increase the performance
of internal audit.

peraturan
5. M e n g e v a l u a s i d i p a t u h i n y a
perundangan sehubungan dengan adanya
investasi baru yang dilakukan oleh Perseroan.

5. Evaluating the compliance level against related


regulations regarding the Companys new
investments.

6. Telah dilakukan rapat-rapat Komite Audit sesuai


jadwal yang telah ditetapkan yaitu triwulanan
dan tahunan.

6. Audit Committee has held meetings following the


determined schedule, such as quarterly and
annual meetings.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

39

40

Sekretaris Perusahaan

Corporate Secretary

Hendro Luhur
Sekretaris Perusahaan

Hendro Luhur
Corporate Secretary

Warga negara Indonesia, lahir tahun 1966,


Sarjana Akuntansi lulusan Fakultas Ekonomi
Universitas Airlangga Surabaya. Sejak tahun
1990 sampai tahun 1997 bekerja di Kantor
Akuntan Publik Prasetio Utomo & Co (Arthur
Andersen & Co) Surabaya, terakhir menjabat
sebagai manajer. Mulai tahun 1997 bergabung
dengan Perseroan dan pada tahun 1998 ditunjuk
sebagai Direktur Perseroan merangkap Sekretaris
Perusahaan.

Indonesian citizen, born in 1966, graduated from


the Faculty of Economics, Airlangga University in
1990. He started working at Public Accountant
Prasetio Utomo & Co (Arthur Andersen & Co)
Surabaya up to 1997, and his last position was as
a Manager. He joined the Company in 1997 and
was appointed as a Director and Corporate
Secretary in 1998.

Buyung Octoviano
Sekretaris Perusahaan

Buyung Octoviano
Corporate Secretary

Warga negara Indonesia, lahir tahun 1974,


Sarjana Akuntansi lulusan Fakultas Ekonomi
Universitas Surabaya. Memulai karirnya dengan
bekerja di sebuah hotel internasional berbintang
lima di Surabaya. Sejak tahun 1998 sampai
tahun 2002 bekerja di Kantor Akuntan Publik Adi
Wirawan, Surabaya. Mulai tahun 2002
bergabung dengan Perseroan sebagai Sekretaris
Perusahaan.

Indonesian citizen, born in 1974, graduated from


the Faculty of Economics, Surabaya University. He
started his career by working at a five stars
international hotel in Surabaya. He worked at Adi
Wirawan public accountant in 1998 up to 2002.
02.
Since 2002, he joined the Company as Corporate
orate
Secretary.

Uraian Pelaksanaan Tugas


Sekretaris Perusahaan

Job Description of Corporate


Secretary

Peran, tugas dan tanggung jawab Sekretaris


Perusahaan (SP) adalah sebagai berikut:

Roles, tasks and responsibilities of Corporate


Secretary (CS) are as follows:

1. Sebagai Compliance Officer SP mempunyai tugas


untuk selalu mengikuti perkembangan pasar
modal beserta peraturan-peraturan yang berlaku
di pasar modal serta mempunyai tanggung
j a w a b m e n j a g a a g a r Pe r s e r o a n d a p a t
menjalankan usahanya tanpa melanggar
peraturan dan ketentuan yang berlaku.

1. As a Compliance Officer, CS has tasks to monitor


the updated informations of capital market
including its regulations and has responsibilities to
keep the Company runs its business without
breaking the related rules and regulations.

2. Sebagai Corporate Communications Officer SP


mempunyai tugas memberikan pelayanan
informasi yang menyangkut kondisi Perseroan
dan hal-hal lain yang perlu diketahui oleh
pemegang saham, investor, masyarakat dan
pihak lainnya secara transparan serta sebagai
p e n g h u b u n g a n t a r a Pe r s e r o a n d e n g a n
Bapepam-LK dan masyarakat.

2. As a Corporate Communications Officer, CS has


tasks to provide the informations service regarding
with the Companys updated condition and other
necessary matters which was concerned by
shareholders, investors, public and other parties,
also as a liaison officer between the Company
and Capital Market Supervisory Agency-Financial
Institution and public.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

3. Sebagai Advisory Function Officer SP mempunyai


tugas utam a un tuk m e m b e r i kan ma s u k a n
kepada Direksi Perseroan mengenai peraturan
dan ketentuan yang berlaku di pasar modal serta
memberikan masukan untuk perkembangan
Perseroan dan penerapan Good Corporate
Governance.

3. As an Advisory Function Officer, CS has prime


tasks to provide feedbacks to the Companys
Board of Directors regarding with the existing
regulations at capital market , also providing
feedbacks to the Company in connection with
its improvements and implementation of Good
Corporate Governance.

Pengendalian Intern

Internal Control

Perseroan telah menerapkan suatu sistem


pengendalian intern yang memadai dimana
secara terjadwal Komite Audit melakukan
penelaahan atas efektifitas pengendalian intern
untuk memastikan bahwa aset Perseroan sudah
dikelola dengan optimal dan dilindungi secara
baik serta untuk memastikan bahwa sistem
akuntansi dan sistem informasi Perseroan
menghasilkan informasi keuangan yang benar
dan handal (reliable).

The Company has applied a sufficient and


reasonable internal control system whereas Audit
Committee has regular schedule to review the
effectiveness of internal control in order to assure
that Companys assets have been managed
optimally and been protected well, also to assure
that accounting system and information system of
the Company resulting appropriate and reliable
financial informations.

Di samping itu, Perseroan memiliki internal audit


yang merupakan unit independen dan obyektif
yang melakukan ke g i atan - ke g i ata n y a n g
dirancang untuk memberikan nilai tambah dan
memperbaiki operasional Perseroan. Internal
audit Perse r oan d i b e n tuk d e n g an t u j u a n
membantu Perseroan mencapai
sasaran- sasarannya dengan menerapkan
sebuah pendekatan yang sistematik untuk
mengevaluasi dan memperbaiki efektifitas dari
manajemen risiko, pengendalian dan proses tata
kelola agar sesuai dengan penerapan praktek
prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
Internal audit Perseroan juga berfungsi untuk
memantau dan mengevaluasi efektifitas dari
proses manajemen risiko Perseroan yang terkait
dengan bagaimana Perseroan menentukan
sasaran-sasarannya, kemudian mengidentifikasi,
menganalisa dan merespon risiko-risiko tersebut
yang berdampak potensial terhadap
kemampuan Perseroan untuk merealisasi
sasaran-sasarannya.

Furthermore, the Company has internal audit


which is an independent and objective unit that
performs activities designed to add value and
improve Companys operations. Internal audit is
expected to help Company to accomplish its
objectives by bringing a systematic approach to
evaluate and improve the effectiveness of risk
management, control, and governance processes
according to practice of implementation of Good
Corporate Governance principles. The Companys
internal audit also has function to monitor and
evaluate the effectiveness of Companys risk
management processes that relates to how the
Company sets objectives, then identifies,
analyzes, and responds to those risks that could
potentially impact its ability to realize its
objectives.

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

41

Risiko Usaha

42

Business Risks

1. Persaingan.
Pada tahun 2011, terdapat 79 pabrik kertas dan
14 pabrik pulp di Indonesia dengan total
kapasitas terpasang industri kertas sekitar 12,17
juta MT per tahun, sedangkan tingkat utilitas
rata-rata pada tahun 2011 mengalami sedikit
peningkatan dibandingkan tingkat utilitas tahun
2010 menjadi 88 % per tahun. Berdasarkan
besarnya kapasitas produksi terpasang tersebut,
Perseroan hanya mewakili sebesar 1,6 %.
Namun, dengan mengandalkan fleksibilitas
m e s i n - m e s i n p r o d u k s i Pe r s e r o a n d a n
memposisikan sebagai pemain celah (niche
player), Perseroan berhasil meningkatkan
kapasitas produksi terpasangnya menjadi
190.000 MT per tahun atau meningkat 8,6 %
dari kapasitas terpasang di tahun 2010.

1. Competition.
In year 2011, there were 79 paper mills and 14
pulp and paper mills in Indonesia with the total
installed capacity of paper industry amounting of
12.17 million MT per year, while average
utilization level in 2011 slightly increased
compared with 2010s utilization to be 88 % per
year. Based on this installed capacity, the
Company represented 1.6 % only. However, by
counting on the flexibility of the Companys
machines and positioning as niche player, the
Company succeeded to increase its installed
capacity to become 190,000 MT per year or
increase 8.6 % from its capacity in 2010.

2. Bahan Baku.
Data APKI menunjukkan bahwa Indonesia
memiliki luas hutan 120 juta hektar dimana
sekitar 70 juta hektar merupakan hutan tanaman
industri. Dari luas tersebut, pemanfaatan di
sektor pulp dan kertas baru sekitar 4,4 juta
hektar, sehingga masih ada ruang gerak yang
besar untuk pertumbuhan industri kertas
Indonesia di masa mendatang. Juga,
pohon-pohon di iklim tropis Indonesia lebih cepat
tumbuh dan 3 kali lebih cepat ditebang daripada
di negara-negara yang bermusim dingin.
Sedangkan, untuk bahan baku kertas bekas, data
APKI menunjukkan bahwa sekitar 60 % sampai
70 % dari total produksi kertas nasional
dialokasikan untuk memenuhi pasar dalam
negeri sehingga sisa kertas bekas cukup besar
dan dapat dimanfaatkan kembali oleh industri
kertas. Pada tahun 2011, tingkat pemanfaatan
kembali kertas bekas (waste paper recovery rate)
di Indonesia sudah melampaui 60 %. Dengan
didukung oleh beroperasinya secara penuh tiga
mesin De-inking Pulp nya, Perseroan terus
melakukan pengembangan yang berkelanjutan
terhadap porsi pemakaian bahan baku kertas
bekas agar te r us m e n i n g kat ag ar d a pa t
meminimalkan risiko langkanya bahan baku,
terutama bahan baku Pulp.

2. Raw Materials.
IPPAs data showed that Indonesia has 120
million hectares forest whereas about 70 million
hectares are forest of industrial plants. From that
width, the use in pulp and paper sector just around
4.4 million hectares, therefore still has big room
for Indonesian paper industry to grow in the
future. Also, Indonesian trees that grow in tropical
climate are growing 3 times faster and ready to
cut down than in the winter countries. IPPAs data
also showed that approximately 60 % to 70 % of
total national paper production is allocated to
fulfill domestic market demands, therefore waste
paper left is available much enough and can be
re-used by paper industry. In year 2011, waste
paper recovery rate in Indonesia has exceeded 60
%. Supporting by three De-inking Pulp machines
with full operation, the Company continuously
develops the portion of waste paper consumption
in order to increase constantly and to minimize the
risk of raw materials shortage, especially pulp
material.

3. Likuiditas Perseroan.
Pada tahun 2011, kredit perbankan nasional
mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan
sebesar 24,6 %, dengan rasio kecukupan modal
perbankan nasional mencapai 16,7 %, jauh di
atas ambang minimum 8 % dan non-performing
loan hanya sebesar 2,7 %, sehingga perbankan
nasional memiliki ruang gerak yang cukup untuk
pertumbuhan kreditnya.

3. The Companys Liquidity.


In year 2011, loan granted by national banking
grew significantly by 24.6 %, with capital
adequacy ratio of national banking achieved 16.7
%, much more above the minimum limit of 8 % and
its non-performing loan was only 2.7 %, therefore
national banking had adequate room for growing
its loan.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

Sementara itu, likuiditas valuta asing perbankan


nasional masih berada pada posisi yang aman
dimana rasio posisi devisa neto hanya 2,7 % dari
modal perbankan, sedangkan secara teori devisa
neto tidak boleh melebihi 20 % modal bank.
Namun, pertumbuhan kredit yang cukup
signifikan tersebut sebagian besar disalurkan
untuk kredit konsumsi bukan kredit investasi atau
kredit modal kerja, sehingga menyebabkan risiko
kekurangan likuiditas bagi Perseroan, terutama
untuk menutup tambahan kebutuhan pendanaan
sehubungan dengan adanya peningkatan
kapasitas produksi kertas terpasang di tahun
2011. Oleh karena itu, dengan dukungan bank
rekanan yang lebih dari 20 tahun dan
manajemen arus kas yang ketat, Perseroan
mampu membiayai kebutuhan modal kerjanya
secara mandiri (self financing), bahkan pada
tahun 2011 Perseroan mampu mendanai
pengeluaran modalnya (capital expenditure)
dengan menggunakan kas intern sebesar lebih
kurang 10,9 juta Dolar AS.
4. Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing.

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS


selama tahun 2 0 1 1 yan g se b e sar 8,4 %
menyebabkan saldo pinjaman Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2011 mengalami kenaikan
sebesar 8,6 %. Risiko perubahan nilai tukar Dolar
AS tidak dapat dihindari, karena Perseroan masih
memiliki pinjaman modal kerja dalam Dolar AS.
Sedangkan pinjaman tersebut masih diperlukan
oleh Perseroan karena pada tahun 2011
Perseroan masih mengimpor bahan baku dan
bahan pembantu dengan kuantitas
masing-masing sebesar 19 % dan 4 % dari
jumlah kuantitas pembelian, dimana jumlah ini
sudah mengal am i p e n ur un an d i b an d i n g
porsinya di tahun 2010 yang masing-masing
sebesar 23 % dan 14 %. Oleh karena itu fluktuasi
Rupiah terhadap Dolar AS akan menimbulkan
risiko usaha yang cukup tinggi bagi Perseroan,
sehingga untuk meminimalkan risiko tersebut,
Perseroan tetap konsisten menerapkan strategi
commercial hedging yaitu berupaya memperoleh
hasil penjualan ekspor dalam Dolar AS yang
setara dengan kebutuhan impor Perseroan setiap
tahunnya serta berupaya mengurangi porsi
pembelian impornya dan menggantinya dengan
kandungan lokal.

www.ptsuparmatbk.com

Me an w h ile , n atio n al ban kin gs fo r e i g n


exchange liquidity were still secure which netto
foreign exchange position ratio of 2.7 % only from
banking capital, while netto foreign exchange
teoritically might not more than 20 % of banking
capital. However, that significant growth was
mostly flown to consumption loan not to
investment or working capital loans therefore it
caused the lack of liquidity risk for the Company,
mainly to cover additional fund need in
connection with increasing of the installed paper
production capacity in 2011. Hence, with the
supports from reference bank with more than 20
years relationship and performing tight cash
management, the Company has ability to perform
self financing for the needs of working capital,
furthermore the Company was able to finance its
capital e x p e n d i t u r e b y u s i n g i n t e r n a l
c a s h approxiametely amounted to 10.9 million
US Dollar in 2011.

4. Substantial Difference of Foreign Exchange


Rates.

The depreciation of Rupiah currency against US


Dollar by 8.4 % during 2011 caused the balance
of Companys debt as of December 31, 2011
increased by 8.6 %. The risk of US Dollar exchange
rate could not be avoided because the Company
still had working capital loan in US Dollar. While
that loan was still needed by Company due to the
Company still imported raw materials and
chemicals by 19 % and 4 % respectively from its
total purchases in 2011 whereas this portion has
decreased by 23 % and 14 %, respectively
compared with its portion in 2010. Hence, Rupiah
volatility against US Dollar would create the quite
high business risks for the Company, therefore to
minimize those risks, the Company keeps
consistently to implement commercial hedging
strategy which was having efforts to keep export
proceeds in US Dollar equal with the Companys
import needs every year, also having efforts to
reduce the portion of import purchase and
substituted with local content.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

43

Tanggung Jawab Sosial

Social Responsibility

Perseroan berpedoman bahwa penerapan


tanggung jawab sosial adalah sebuah komitmen
untuk membuat komunitasnya menjadi baik
melalui kebijakan praktek-praktek bisnis dan
kontribusi dari sumber daya Perseroan sesuai
dengan prinsip pelaksanaan Good Corporate
Governance.

The Company has a principle that implementation


of corporate social responsibility is a commitment
to improve its community well being through
discretionary business practices and contribution
of Company resources as well as principles of
implementation of Good Corporate Governance.

Sehubungan dengan tanggung jawab sosial


Perseroan te r se b ut, se l am a tah u n 2 0 1 1
Perseroan telah melakukan kegiatan-kegiatan di
beberapa bidang sebagai berikut:

Regarding with the Companys social


responsibility, during 2011 the Company had
performed some activities in the following fields:

1. Bidang Pendidikan

Perseroan telah menerapkan tanggung jawab


sosial di bidang pendidikan, antara lain ;
pemberian beasiswa untuk pelajar dan
mahasiswa berprestasi, penyediaan sarana dan
prasarana pendidikan anak usia dini, berbagi
pengalaman praktis dalam proses pembelajaran
dengan beberapa Perguruan Tinggi di Jawa
Timur berupa pemberian kuliah tamu, menerima
kunjungan mahasiswa ke pabrik, menerima
mahasiswa kerja praktek dan menerima
mahasiswa kerja magang.
2. Lingkungan Hidup

Sebagai bentuk kepedulian Perseroan terhadap


lingkungan hidup, Perseroan telah melakukan
penebaran bibit ikan di Sungai Surabaya serta
penanaman bibit pohon sebagai upaya
pelestarian lingkungan dan upaya mengurangi
efek rumah kaca.
3. Komunitas Sosial dan Lingkungan Sekitar

Salah satu program dalam penerapan tanggung


jawab sosial untuk komunitas sekitar pabrik
adalah Community Development, dimana
program tersebut mencakup kegiatan-kegiatan,
antara lain ; memberikan kesempatan berusaha
kepada masyarakat setempat di wilayah sekitar
pabrik Perseroan dengan program kemitraan,
bekerjasama dengan tokoh masyarakat setempat
dalam pemberdayaan ketrampilan masyarakat,
berpartisipasi dalam penyediaan air bersih di
lingkungan sekitar pabrik Perseroan, pembinaan
kerohanian karyawan, berpartisipasi dalam hal
pelestarian lingkungan, berpartisipasi dalam
kegiatan-kegiatan rutin dan keagamaan di
lingkungan w i l ayah se ki tar p ab ri k , s e r t a
berpartisipasi dalam pemberian donasi untuk
komunitas sosial.

44

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

1. Education

The Company had implemented social


responsibility in educational field, such as
providing scholarship for performed highschool
and university students, providing facilities and
infrastructures for education of early aged
children, sharing best practices in line with
learning process of several universities in East Java
in the form of conducting guest lecture, welcoming
university students visit to the plant, welcoming
university students for job practices and job
apprentices.
2. Environment

As a concern to environment, the Company had


performed dispersion of fries in River of Surabaya
and planting tree seeds as efforts of environmental
conservation and reducing green house effect.

3. Social and Neighbourhood Communities

One of the Companys programs in implementing


social responsibility for neighbourhood community
is Community Development, whereas the program
includes activities, such as giving opportunity to do
business with partnership program for people who
lives around the Companys plant, working
together with local public figure in developing
people skill, participating in supply of clean water
at neighbourhood community, spiritual building for
C o m pan y s e m plo y e e s , par tic ipati ng i n
environmental conservation, participating in
routine and religious activities in neighbourhood
community, and participating in giving donation
for social community.

www.ptsuparmatbk.com

ncern

Environmental Co

Social & Neighbourhood


Communities

Sharing Best Practices

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

45

46

Penerapan Corporate Social Responsibility


(CSR) akan mendorong Perseroan untuk
menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan
para investor, konsumen dan pemasok, begitu
j uga dengan p ar a p e ke r j a, p e m e r in t a h ,
komunitas sosial dan lingkungan. Hubungan
yang harmonis dengan para stakeholder ini
diharapkan dapat memperkecil risiko yang
dihadapi Per se r oan d al am m e n j al a n k a n
usahanya, sehingga CSR menjadi salah satu
strategi dari manajemen risiko yang diterapkan
oleh Perseroan.

Implementation of Corporate Social Responsibility


(CSR) is believed to drive the Company to have
more harmonious relationship with investors,
consumers and suppliers, as well as with
employees, government, social communities and
its neighbourhood. This harmonious relationship
with the stakeholders is expected to be able to
minimize its business risks therefore CSR
represents one of the Companys strategies of risk
management.

Sejalan dengan program CSR, Perseroan terus


berupaya menciptakan lingkungan yang sehat
dan aman dari gangguan polusi serta terus
menerus berupaya untuk mengembangkan
proses produksi yang ramah lingkungan. Selama
tahun 2011, total emisi COD dan BOD dalam
limbah Perseroan tidak melebihi standard baku
mutu limbah yang ditetapkan pemerintah. Pada
tahun 2011, Perseroan telah mengalokasikan
sebagian pengeluaran modalnya untuk investasi
baru dalam peningkatan pengolahan limbah
berupa Biological Treatment System, Sludge
Dewatering Unit dan Recovered Fiber Distribution
Unit.

In line with CSR program, the Company keeps its


efforts in creating healthy and safety environment
from pollution, also keeps its efforts in developing
friendly environmental production process. During
2011, total emissions of COD and BOD in
Companys waste water didnt exceed the waste
water parameters which are set by government. In
2011, the Company has allocated a part of its
capital expenditures for new investments in
improving of waste processing such as Biological
Treatment System, Sludge Dewatering Unit and
Rocovered Fiber Distribution Unit.

Kewajiban Kontijensi

Contingent Liability

Pada bulan Pebruari 1995, Perseroan dengan


beberapa perusahaan lain di Surabaya, telah
digugat oleh Wahana Lingkungan Hidup
I n donesia (Wal h i ) d i Pe n g ad i l an N e g e r i
Surabaya, dalam kasus perdata No.
116/Pdt.G/1995/PN.SBY. Walhi mengajukan
gugatan bahwa Perseroan telah membuang
limbahnya ke Kali Surabaya dan memohon
kepada Pengadilan untuk menghukum Perseroan
dengan membayar denda sebesar Rp
7.726.250.000. Berdasarkan Putusan
Pengadilan Ne g e r i S ur ab aya tan g g a l 1 6
Nopember 1995 No. 116/Pdt.5/1995/PN.SBY.
Pengadilan memutuskan dan menyatakan
bahwa gugatan yang telah diajukan oleh Walhi
tidak dapat diterima. Namun berdasarkan
catatan Pengadilan Negeri Surabaya, putusan
tersebut belum mempunyai kekuatan hukum
tetap karena adanya upaya hukum berupa
banding yang diajukan oleh Walhi pada tanggal
29 Nopember 1995. Selanjutnya, berdasarkan
Surat Keputusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur
No. 535/Pdt/1997/PT.SBY.

In February 1995, the Company, together with


other companies in Surabaya, had been sued by
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) at
the District Court of Surabaya under the Civil Case
No.116/Pdt.G/1995/PN.SBY. Walhi claims that
the Company had discharged its waste into
Surabaya River and requested the Court to impose
a penalty of Rp 7,726,250,000 to the Company.
Based
on
the
letter
No.
116/Pdt.5/1995/PN.SBY.dated November 16,
1995 of the District Court of Surabaya, the Court
decided not to accept the suit of Walhi. However,
according to the Court, the decision still had no
strong legal basis because Walhi had submitted
an appeal to the Appellate Court on November
29, 1995. Subsequently, based on its Letter No.
535/Pdt/1997/PT.SBY.

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

www.ptsuparmatbk.com

tanggal 10 Desember 1997, Pengadilan Tinggi


Jawa Timur menguatkan keputusan Pengadilan
Negeri Surabaya tanggal 16 Nopember 1995,
No. 116/Pdt.5/1995/PN.SBY. tersebut. Pada
tanggal 9 April 1998, Pengadilan Tinggi
menerima permohonan kasasi yang diajukan
Walhi kepada Mahkamah Agung. Berdasarkan
putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
No. 1885/K/Pdt/2007 tanggal 13 Maret 2008
yang telah diterima Perseroan pada tanggal 11
Maret 2010, Mahkamah Agung menolak
permohonan kasasi yang diajukan Walhi.

dated December 10, 1997, the Appellate Court


supported the decision of the District Court of
Surabaya in its letter mentioned above. On April
9, 1998, the Appellate Court had accepted
Walhis appeal to the Supreme Court. Based on
decision of the Supreme Court of the Republic of
Indonesian No. 1885/K/Pdt/2007 dated March
13, 2008 that has received by the Company on
March 11, 2010, the Supreme Court of the
Republic of Indonesian had rejected appeal from
Walhi.

Pada tanggal 1 1 Mar e t 2 0 1 0 , Pe r s e r o a n


menerima salinan putusan Mahkamah Agung
Republik Indonesia No. 1885 K/Pdt/2007
tanggal 13 Maret 2008 dimana surat putusan
tersebut menyatakan bahwa Mahkamah Agung
Republik Indonesia menolak permohonan kasasi
yang dilakukan oleh Walhi atas putusan
Pengadilan Negeri No. 116/Pdt.G/1995/PN.Sby
tanggal 12 Juli 2004 serta membebankan biaya
perkara sebesar Rp 500.000 kepada Walhi
selaku penggugat dan Rp 200.000 kepada
Perseroan d an b e b e r ap a p e r usaha a n d i
Surabaya selaku tergugat.

On March 11, 2010, the Entity received a copy of


the decision of the Supreme Court of the Republic
of Indonesia No. 1885 K/Pdt/2007 dated March
13, 2008 which the related decision letter states
that the Supreme Court of Republic of Indonesian
rejected the appeal made by WALHI to the District
Court decision No. 116/Pdt.G/1995/PN.Sby
dated July 12, 2004, and to charge the case of Rp
500.000 to Walhi as plaintiff and Rp 200.000 to
the Entity and several companies in Surabaya as a
defendant.

Untuk memp e r ol e h i n for m asi m e n g e n a i


Perseroan, Pemegang Saham atau masyarakat
dapat menghubungi pada jam kerja :

For any information about Company,


Shareholders or public may contact on working
hours:

Sekretaris Perusahaan
Hendro Luhur atau Buyung Octoviano
Jl.Mastrip No.856, Karang Pilang,
Surabaya 60221
Telepon (031) 7666666

Corporate Secretary
Hendro Luhur or Buyung Octoviano
Jl.Mastrip No.856, Karang Pilang,
Surabaya 60221
Phone (031) 7666666

www.ptsuparmatbk.com

Laporan Tahunan PT SUPARMA Tbk 2011

47

hal ini sengaja dikosongkan


(This page is intentionally left blank)

PT. SUPARMA Tbk.

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

Paper Mill - Indonesia

Certificate ID 03/0249
Jl. Sulung Sekolahan 6, Surabaya 60174, Indonesia

Phone: +62-31-3539888, 3533779

Fax: +62-31-3533827

www.ptsuparmatbk.com

SURAT PERNYATAAN DIREKSI


TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2011 DAN 2010
PT SUPARMA Tbk

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:


1. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Welly
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. Prapanca 33, Surabaya
(031) 7666666
Presiden Direktur

2. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Hendro Luhur
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. Darmo Permai Selatan XVIII/20, Surabaya
(031) 7666666
Direktur

menyatakan bahwa:
1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan;
2. Laporan keuangan perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum;
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan perusahaan telah dimuat secara lengkap dan
benar;
b. Laporan keuangan perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang
tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;
4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian interen dalam perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Surabaya, 19 Maret 2012

Welly

Hendro Luhur

Presiden Direktur

Direktur

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

49

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

Halaman ini sengaja dikosongkan


(This page is intentionally left blank)

50

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk
LAPORAN KEUANGAN /
FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2011 DAN 2010/

FOR THE YEARS ENDED


DECEMBER 31, 2011 AND 2010,
DAN/AND

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/


INDEPENDENT AUDITORS REPORT

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

51

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

Halaman ini sengaja dikosongkan


(This page is intentionally left blank)

52

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

INDEPENDENT AUDITORS REPORT

Laporan No. 022/LA-SPMA/SBY2/III/2012

Report No. 022/LA-SPMA/SBY2/IlI/2012

Pemegang saham, Dewan Komisaris dan Direksi


PT. Suparma Tbk.

The Shareholders, Board of Commissioners and Directors


PT Suparma Tbk.

Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan (neraca)


PT Suparma Tbk (Entitas) tanggal 31 Desember 2011
dan 2010, serta laporan laba rugi komperhensif, laporan
perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan
keuangan adalah tanggung jawab manajemen Entitas.
Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat
atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.

We have oudited the accompanying statements of financial


position (balance sheets) of PT Suparma Tbk (Entity) as
of December 31, 20ll and 2010, and the related statements
of comprehensive income, changes in stockholders equity
and cash flows for the years then ended. These financial
statements are the responsibility of the Entitys management.
Our responsibility is to express an opinion on these financial
statements based on our audits.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing


yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia.
Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan
melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan
memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji
material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar
penguijan, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah
dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga
meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan
dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen,
serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan
secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami
memberikan dasar memadai untuk menyatakan
pendapat.

We conducted our audits in accordance with auditing


standards established by the Indonesian Institute of Certified
Public Accountants. Those standards require that we plan
and perform the audit to obtain reasonable assurance
about whether the financial statements are free of material
misstatement. An audit includes examining, on a test basis,
evidence supporting the amounts and disclosures in the
financial statements. An audit also includes assessing the
accounting principles used and significant estimates made
by management as well as evaluating the overall financial
statements presentation.We believe that our audits provide a
reasonable basis for our opinion.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami


sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal
yang material, posisi keuangan PT SuparmaTbk tanggal
3l Desember 20ll dan 2010, dan hasil usaha serta arus
kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.

In our opinion, the financial statements referred to above


present fairly, in all material respects, the financial position
of PT Suparma Tbk as of December 31, 2011 and 2010, and
the results of their operotions, and their cash flows for the
years then ended in conformity with Indonesian Financial
Accounting Standards.

The accompanying fnancial statements are not intended to present the financial position, results of operations and cash flows in accordance
with accounting principles and practices generally accepted in countries and jurisdictions other than Indonesia. The standards, procedures
and practices to audit such financial statements are those generally accepted and applied in Indonesia.

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

53

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(NERACA)
31 DESEMBER 2011 DAN 2010

PT SUPARMA Tbk
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
(BALANCE SHEETS)
DECEMBER 31, 2011 AND 2010

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2011

Catatan/
Notes

2010

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank
Piutang usaha

2c,2m,4,30

183.029.518.779
426.021.753

2d,2m,
5,16,30
2e,5,6

143.723.208.631
767.902.376

Piutang lain-lain Pihak ketiga


Persediaan
Biaya dibayar di muka
Uang muka kepada pemasok

397.472.590
147.186.584.648
948.316.304
9.863.015.727

2d,7
2f,8,11,16
2g,9
2m,10,30

296.777.527
187.723.548.359
909.809.870
12.337.684.070

Third parties
Related party
Other receivables Third
Parties
Inventories
Prepaid expenses
Advance to suppliers

Jumlah Aset Lancar

371.564.331.873

352.091.251.672

Total Current Assets

ASET TIDAK LANCAR


Taksiran tagihan pajak
penghasilan
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 738.247.138.278 pada
tahun 2011 dan
Rp 665.591.890.772 pada
pada tahun 2010

1.172.989.827.733

Jumlah Aset Tidak Lancar

JUMLAH ASET

6.332.320.839

CURRENT ASSETS
Cash on hand and in banks
Trade receivables

29.713.402.072

Pihak ketiga
Pihak berelasi

54

ASSETS

1.137.942.519.760

NON-CURRENT ASSETS
Estimated claims for
tax refund
Property, plant and
equipment - net of
accumulated depreciation of
Rp 738,247,138,278
in 2011 and
Rp 665,591,890,772 in 2010

1.180.213.075.200

1.137.942.519.760

Total Non - Current Assets

1.551.777.407.073

1.490.033.771.432

TOTAL ASSETS

7.223.247.467

2n,28

2h,2i,3,
8,11,16

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(NERACA) (Lanjutan)
31 DESEMBER 2011 DAN 2010

PT SUPARMA Tbk
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
(BALANCE SHEETS) (Continued)
DECEMBER 31, 2011 AND 2010

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated

2011

Catatan/
Notes

2010
LIABILITIES AND
STOCKHOLDERS EQUITY

LIABILITAS DAN EKUITAS


LIABILITAS JANGKA
PENDEK

CURRENT LIABILITIES

Hutang usaha Pihak ketiga


Hutang lain-lain Pihak ketiga
Hutang pajak
Beban masih harus dibayar
Uang muka dari pelanggan
Pinjaman jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu satu
tahun

242.990.581.471

Jumlah Liabilitas Jangka


Pendek

304.846.562.444

LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu
tahun
Liabilitas pajak tangguhan bersih
Liabilitas jangka panjang
lainnya
Jumlah Liabilitas Jangka
Panjang

38.459.607.996
2.886.473.931
8.702.380.037
11.199.953.586
607.565.423

2m,2q,12,30
13
2n,14,28
2m,15,27,30

2m,2q,5,8,11,
15,16,27,30

26.465.590.165
38.667.519
8.112.504.970
9.825.359.755
637.387.268

Trade payables third parties


Others payables
Taxes payables
Accrued expenses
Advance from customers

44.955.000.000

Current maturities of
long-term debts

90.034.509.677

Total Current Liabilities

NON-CURRENT LIABILITIES

474.486.261.832

2m,2q,5,8,11,
15,16,27,30

666.534.957.683

Long-term debts - net of


current maturities

5.870.011.496

2n,28

2.820.985.592

Deferred tax liabilities - net

15.112.988.459

2l,17

12.257.725.705

Other non-current liability

681.613.668.980

Total Non-Current Liabilities

495.469.261.787

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp 400 per saham
Modal dasar 2.500.000.000 saham
Modal ditempatkan dan
disetor penuh 1.492.046.658 saham
Tambahan modal disetor agio saham
Saldo laba
Telah ditentukan
penggunaannya
Belum ditentukan
penggunaannya

596.818.663.200

3, 18

596.818.663.200

597.819.550

3, 19
20

597.819.550

Jumlah Ekuitas

JUMLAH LIABILITAS DAN


EKUITAS

STOCKHOLDERS EQUITY
Capital stock Rp 400 par value per share
Authorized 2,500,000,000 shares
Issued and fully paid 1,492,046,658 shares
Additional paid-in capital in excess of par value
Retained earnings

1.000.000.000

Appropriated

153.045.100.092

120.969.110.025

Unappropriated

751.461.582.842

718.385.592.775

Total Stockholders Equity

1.551.777.407.073

1.490.033.771.432

TOTAL LIABILITIES AND


STOCKHOLDERS EQUITY

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang


tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

See accompanying Notes to Financial Statements which are


an integral part of the financial statements.

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

55

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2011 DAN 2010

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2011

Catatan/
Notes

2010

PENJUALAN BERSIH

1.189.507.920.704

2k,6,22

1.162.609.336.847

NET SALES

BEBAN POKOK
PENJUALAN

1.023.428.959.219

2k,6,23

989.191.116.132

COST OF GOODS SOLD

173.418.220.715

GROSS PROFIT

489.803.394
(41.591.546.238)

14.313.066.569
(40.146.541.519)

Other income
Selling expenses
General and administrative
expenses
Gain (loss) on foreign
exchange-net
Financial expenses

84.341.246.318

INCOME BEFORE TAX


EXPENSES

LABA KOTOR

166.078.961.485

Pendapatan lain-lain
Beban penjualan

646.564.783
(44.347.481.965)

Beban umum dan administrasi

(27.173.907.956)

Laba (rugi) selisih kurs-bersih


Beban keuangan

(7.719.679.623)
(43.067.152.253)

2k,24
2k,25
2k,26

(22.141.756.603)
2k,2m
2k,2m,27

LABA SEBELUM BEBAN


PAJAK

44.417.304.471

BEBAN PAJAK
Kini
Tangguhan

(8.292.288.500)
(3.049.025.904)

(18.235.293.904)
(36.485.118.270)

TAX EXPENSES
Current
Deferred

(11.341.314.404)

(54.720.412.174)

Total tax expenses

33.075.990.067

29.620.834.144

INCOME FOR THE YEAR

20

BASIC EARNING PER


SHARE

Jumlah beban pajak


LABA TAHUN BERJALAN

LABA PER SAHAM DASAR

2n,28

22

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

56

PT SUPARMA Tbk
STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2011 AND 2010

2p,21

See accompanying Notes to Financial Statements


which are an integral part of the financial statements.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

20
-

596.818.663.200

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

Saldo 31 Desember 2011

Laba tahun berjalan

Pembentukan dana cadangan

596.818.663.200

Laba tahun berjalan

Saldo 31 Desember 2010

596.818.663.200

Saldo 1 januari 2010

Catatan/
Notes

Modal
Ditempatkan dan
Disetor Penuh/
Issued
and Fully paid
Capital Stock

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SUPARMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2011 DAN 2010

597.819.550

597.819.550

597.819.550

Tambahan
Modal DisetorAgio Saham/
Additional Paid-in
Capital
Excess of Par Value

1.000.000.000

1.000.000.000

Telah Digunakan
Penggunaannya/
Appropriated

751.461.582.842

33.075.990.067

718.385.592.775

29.620.834.144

688.764.758.631

Jumlah/
Total

Balance, December 31, 2011

Income for the year

Appropriation of reserve

Balance, December 31, 2010

Income for the year

Balance, january 1, 2010

See accompanying Notes to Financial Statements


which are an integral part of the financial statements.

153.045.100.092

33.075.990.067

(1.000.000.000)

120.969.110.025

29.620.834.144

91.348.275.881

Belum Ditentukan
Penggunaannya/
Unappropriated

Saldo Laba/
Retained Earnings

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

PT SUPARMA Tbk
STATEMENT OF CHANGES IN STOCKHOLDERS EQUITY
FOR THE YEARS
ENDED
DECEMBER 31, 2011 AND 2010

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

57

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2011 DAN 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2011

PT SUPARMA Tbk
STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS
ENDED
DECEMBER 31, 2011 AND 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2010

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada:
Pemasok
Direksi dan karyawan

CASH FLOWS FROM OPERATING


ACTIVITIES
1.258.149.819.800

1.250.649.080.491

(1.006.836.658.955)
(84.984.344.769)

(1.023.035.168.912)
(76.521.590.316)

Cash receipts from customers


Cash payments for:
Suppliers
Directors and employees

Kas yang dihasilkan dari operasi


Penerimaan kas dari penghasilan
bunga
Pembayaran beban bunga
Pembayaran pajak penghasilan
Penerimaan dari lain-lain

166.328.816.076

151.092.321.263

Cash provided by operating activities

181.128.832
(36.895.394.954)
(17.275.542.846)
187.850.890

46.571.767
(44.937.540.513)
(21.044.528.636)
4.698.992.394

Cash receipts from interest income


Cash payments for interest expenses
Cash payments for income taxes
Cash receipts from other

Kas bersih yang diperoleh dari


aktivitas operasi

112.526.857.998

89.855.816.275

Net Cash Provided by operating


activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


INVESTASI
Perolehan aset tetap

(60.757.729.718)

(37.453.337.329)

Penjualan aset tetap

176.890.000

249.860.000

(60.580.839.718)

(37.203.477.329)

1.263.001.463.413
(1.291.778.112.985)

513.701.031.559
(567.740.724.455)

Net cash used in


investing activities
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
Withdrawal of long-term debts
Payments of long-term debts

(28.776.649.572)

(54.039.692.896)

Net cash used to


financing activities

23.169.368.708

(1.387.353.950)

NET INCREASE (DECREASE) IN


CASH ON HAND AND IN BANKS

211.712.525

326.918.371

The effect of foreign exchange in cash


on hand and in banks

KAS DAN BANK AWAL TAHUN

6.332.320.839

7.392.756.418

CASH ON HAND AND IN BANKS


AT BEGINNING OF THE YEAR

KAS DAN BANK AKHIR TAHUN

29.713.402.072

6.332.320.839

CASH ON HAND AND IN BANKS


AT END OF THE YEAR

Kas bersih yang digunakan untuk


aktivitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penarikan pinjaman jangka panjang
Pembayaran pinjaman jangka panjang
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN BANK
Pengaruh perubahan kurs terhadap kas
dan bank

INFORMASI TAMBAHAN ARUS


KAS:
Aktivitas yang Tidak Mempengaruhi
Arus Kas:
Pembelian aset tetap melalui
pinjaman jangka panjang
Pembelian aset tetap melalui hutang
lain-lain
Pemakaian suku cadang yang
dikapitalisasi ke aset tetap

SUPPLEMENTAL CASH FLOWS


INFORMATION:
Activities Not Affecting Cash Flows:
27.400.449.495

95.039.278.000

2.610.800.000

17.131.351.545

37.617.279.614

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

58

CASH FLOWS FROM INVESTING


ACTIVITIES
Acquisition of property, plant and
equipment
Proceeds from sale of property,
plant, and equipment

Acquisition of property, plant and


equipment through long-term debts
Acquisition of property, plant and
equipment through other payables
Capitalization of spare part used to
fixed assets

See accompanying Notes to Financial Statements


which are an integral part of the financial statements.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. GENERAL

a. Pendirian Entitas

a. The Entitys Establishment

PT Suparma Tbk (Entitas) didirikan dalam rangka UndangUndang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun
1968 jo Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan
akta Notaris Tjahjadi Hartanto, S.H. No. 29 tanggal 25
Agustus 1976. Nama Entitas, PT Supar Inpama telah
diubah menjadi PT Suparma dengan akta Notaris yang
sama No. 5 tanggal 7 Desember 1978. Akta pendirian dan
perubahan nama Entitas telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/449/22
tanggal 15 September 1981 serta diumumkan dalam
Berita Negara No. 26 Tambahan No. 376 tanggal 30 Maret
1982. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta
Notaris Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn. No. 2 tanggal
1 September 2010 mengenai perubahan susunan
pengurus Entitas. Perubahan tersebut telah diterima dan
dicatat di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHUAH.01.10-28849 tanggal 10 Nopember 2010.

PT Suparma Tbk (Entity) established under the Domestic


Capital Investment Law No. 6 of 1968 as amended by
Law No. 12 of 1970 based on the Notarial Deed No. 29 of
Tjahjadi Hartanto, S.H., on August 25, 1976. The Entitys
name, PT Supar Inpama changed to PT Suparma based
on the Notarial Deed No. 5 dated December 7, 1978 of the
same notary. The deed of establishment and the change
in the Entitys name were approved by the Ministry of
Justice in its Decision Letter No. Y.A.5/449/22 dated
September 15, 1981 and published in the State Gazette
No. 26 Supplement No. 376 dated March 30, 1982. The
Entitys Articles of Association has been amended several
time the last by Notarial Deed No. 2 dated September 1,
2010 of Siti Nurul Yuliami, S.H.,M.Kn., concerning change
of the member of the Entitys board. The amendment
was accepted and recorded by the Minister of Law and
Human Right of Republic of Indonesia in its Decision
Letter No. AHU-.AH.01.10-28849 dated November 10,
2010.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Entitas, ruang


lingkup kegiatan Entitas adalah industri kertas dan
produk-produk lain yang terkait. Kantor dan pabrik Entitas
terletak di Desa Warugunung, Karangpilang, Surabaya,
Jawa Timur.

Based on Article 3 of the Entitys Articles of Association, the


Entitys scope of activities comprises the manufacture of
paper and other related products. The Entitys office and
plant are located in Warugunung Village, Karangpilang,
Surabaya, East Java.

Entitas memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan


April 1978.

The Entity started its commercial operations in April


1978.

b. Penawaran Umum Efek Entitas dan


Tindakan Entitas yang Mempengaruhi
Efek yang Diterbitkan

b. The Entitys Public Offering and Listing


Activities which Affect Capital Stock Issued

Pada tanggal 14 Oktober 1994, Entitas telah memperoleh


persetujuan dengan Surat Keputusan No. S-1739/
PM/1994 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
(BAPEPAM) untuk menawarkan saham di Bursa Efek di
Indonesia. Entitas telah mencatatkan seluruh sahamnya
sejumlah 86.500.000 saham pada Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya tanggal 15 Nopember 1994.

On October 14, 1994, the Entity obtained the Decision


Letter No. S-1739/PM/1994 of the Chairman of the Capital
Market Supervisory Agency (BAPEPAM) regarding initial
public offering in the Indonesian Stock Exchanges. The
Entity listed its shares total 86,500,000 shares in the
Jakarta and Surabaya Stock Exchanges on November
15, 1994.

Pada bulan Juni 1996, Entitas mengeluarkan saham


bonus yang berasal dari agio saham sebanyak
64.875.000 saham dan mengeluarkan dividen saham
yang berasal dari saldo laba sebanyak 4.325.000

In June 1996, the Entity issued bonus shares of 64,875,000


shares from additional paid-in capital and declared stock
dividends of 4,325,000 shares from retained earnings,
which increased the number of shares issued and fully

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

59

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

60

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

saham, sehingga modal yang ditempatkan dan disetor


penuh menjadi 155.700.000 saham.

paid to become 155,700,000 shares.

Pada bulan September 1997, Entitas melakukan


pemecahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 menjadi
Rp 500, sehingga modal yang ditempatkan dan disetor
penuh menjadi 311.400.000 saham.

In September 1997, the Entity changed the nominal value


of its share from Rp 1,000 to Rp 500, which increased
the number of shares issued and fully paid to become
311,400,000 shares.

Pada bulan Juli 1999, Entitas mengeluarkan saham


bonus yang berasal dari selisih penilaian kembali
aset tetap sebanyak 616.572.000 saham, sehingga
modal yang ditempatkan dan disetor penuh menjadi
927.972.000 saham

In July 1999, the Entity issued bonus shares of 616,572,000


shares from revaluation increment in property, plant and
equipment, which increased the number of shares issued
and fully paid to become 927,972,000 shares.

Pada bulan Juli 2000, Entitas mengeluarkan dividen


saham sebanyak 157.755.240 saham. Dalam rapat
umum luar biasa para pemegang saham bulan
Oktober 2000, para pemegang saham menyetujui
antara lain perubahan jumlah dividen saham sehingga
seluruhnya menjadi 64.074.658 saham. Dengan
adanya perubahan ini, modal yang ditempatkan dan
disetor penuh menjadi 992.046.658 saham.

In July 2000, the Entity issued stock dividends of


157,755,240 shares. Based on the stockholders
extraordinary general meeting in October 2000, the
stockholders approved, among others, the change
of stock dividends totaled 64,074,658 shares, which
increased the number of shares issued and fully paid to
become 992,046,658 shares.

Sehubungan dengan pelaksanaan kuasi reorganisasi,


pada tanggal 20 April 2005 Entitas meningkatkan
modal dasar dari sebesar 2.000.000.000 saham menjadi
sebesar 2.500.000.000 saham dan menurunkan nilai
nominal saham dari sebesar Rp 500 menjadi sebesar
Rp 400, sehingga modal ditempatkan dan disetor
penuh menurun sebesar Rp 99.204.665.800 sehingga
menjadi sebesar Rp 396.818.663.200.

In relation with execution of quasi reorganization, on


April 20, 2005, the Entity increased authorized capital
stock from 2,000,000,000 shares to 2,500,000,000 shares
and decreased of the par value of its share from Rp 500
to Rp 400 per share, which was decreasing in issued and
fully paid capital stock amounting to Rp 99,204,665,800,
therefore the Entitys issued and fully paid capital stock
become to Rp 396,818,663,200.

Pada tanggal 30 Juli 2007, Entitas meningkatkan


modal ditempatkan dan disetor penuh melalui
konversi hutang jangka panjang sebesar Rp
200.000.000.000 sehingga modal ditempatkan dan
disetor penuh menjadi sebesar Rp 596.818.663.200
dalam 1.492.046.658 lembar saham.

On July 30, 2007, the Entity increased in issued and fully


paid capital stock from conversion of long-term debts
amounted to Rp 200,000,000,000, therefore issued and
fully paid capital stock increased to Rp 596,818,663,200
in 1,492,046,658 shares.

Pada tanggal 31 Desember 2011, Entitas telah


mencatatkan seluruh saham biasanya (1.492.046.658
saham) pada Bursa Efek Indonesia.

As of December 31, 2011, the Entity has listed all


common shares (1,492,046,658 shares) in Indonesia
Stock Exchange.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c. Karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi

c. Employees, Board of Commissioners


and Directors

Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi


Entitas pada tanggal 31 Desember 2011 dan
2010 adalah sebagai berikut:

The members of the Entitys Board of Commissioners


and Directors as of December 31, 2011 and 2010 are
as follows:

Dewan Komisaris

Board of Commissioners

Presiden Komisaris
Komisaris

:
:
:
Komisaris Independen :
:

Jan Karunia Janto


Paul Liputra
Joseph Sulaiman
Suhartojo Tjandra
Subiantara

President Commissioner
Commissioners

:
:
:
Independent Commissioners :
:

Jan Karunia Janto


Paul Liputra
Joseph Sulaiman
Suhartojo Tjandra
Subiantara

Directors
Direksi
Presiden Direktur
Direktur

:
:
:
:

Welly
Hendro Luhur
M. B. Lanniwati
Edward Sopanan

Jumlah karyawan tetap Entitas adalah 574 orang dan 583


orang masing-masing pada tahun 2011 dan 2010.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

President Director
Directors

:
:
:
:

Welly
Hendro Luhur
M. B. Lanniwati
Edward Sopanan

The Entitys permanent employees are 574 and 583 in


2011 and 2010, respectively.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES

a. Pernyataan Kepatuhan

a. Statement of Compliance

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan


dan penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia serta Peraturan Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK)
mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.

Management responsible for the preparation and


presentation on the financial statements and have been
prepared in accordance with the Indonesian Financial
Accounting Standards which include Statement and
Interpretations of Financial Accounting Standards
issued by Financial Accounting Standards Board of
the Indonesian Accountant Institute and the Capital
Market and Financial Institution Supervisory Agency
(BAPEPAM-LK) Regulations regarding Guidelines for
the Preparation of Financial Statements.

b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

b. Basis of
Statements

Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas,


disusun berdasarkan pada saat terjadinya (accrual
basis) dengan konsep biaya perolehan (historical cost),
kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan

The financial statements except for the statements of


cash flows, have been prepared on the accrual basis
using historical cost concept of accounting, except for
certain accounts which are measured on the bases

Preparation

of

Financial

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

61

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

62

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam


kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

described in the related accounting policies.

Sejak tanggal 1 Januari 2011, Entitas telah mengadopsi


PSAK No. 1 (Revisi 2009), mengenai Penyajian Laporan
Keuangan dan PSAK No. 2 (Revisi 2009), mengenai
Laporan Arus Kas, yang efektif untuk periode
pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2011.

Since January 1, 2011, the Entity has adopted PSAK No.


1 (Revised 2009), regarding Presentation of Financial
Statementsand PSAK No. 2 (Revised 2009), regarding
Statements of Cash Flows which became effective
for financial statement periods beginning on or after
January 1, 2011.

Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung


yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi
dan pendanaan.

The statements of cash flows presented using direct


method, classify cash flows into operating, investing and
financing activities.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan


keuangan adalah Rupiah.

The reporting currency used in the financial statements


is Indonesian Rupiah.

c. Kas dan Setara Kas

c. Cash and Cash Equivalents

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito
berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau
kurang pada saat penempatan dan tidak digunakan
sebagai jaminan atas kewajiban dan pinjaman lainnya,
serta tidak dibatasi penggunaannya.

Cash and cash equivalents consists of cash on hand,


cash in banks and time deposits with maturity periods
of 3 (three) months or less at the time of placement and
are not pledged as collateral for liability and other loans
and no restricted.

d. Aset Keuangan

d. Financial Assets

Pinjaman yang diberikan dan piutang

Loans and receivables

Piutang pelanggan dan piutang lain-lain adalah


aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran
tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai
kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai pinjaman
yang diberikan dan piutang, yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai.

Receivable from customers and other nonderivative


receivables that have fixed determinable payments
that are not quoted in an active market are classified as
loans and receivableswhich measured at amortised
cost using the effective interest method less impairment.

Metode suku bunga efektif

Effective interest method

Metode suku bunga efektif adalah metode yang


digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode
untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama
periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku
bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh
komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima
oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif,

The effective interest method is a method calculating


the amortised cost of a financial instrument and of
allocating interest income over the relevant period. The
effective interest rate is the rate that exactly discounts
estimated future cash receipts (including fees and points
paid or received that form integral part of the effective
interest rate, transaction costs and other premiums
discounts) through the expected life of the financial
instrument, or, where appropriate, shorter period to the
net carrying amount initial recognition.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya)


selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau,
jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat
untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset
keuangan pada saat pengakuan awal.
Penurunan nilai aset keuangan

Impairment of financial assets

Aset keuangan Entitas dievaluasi terhadap indikator


penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. Aset
keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti
objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa
yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan,
dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak
pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan
yang dapat diestimasi secara handal.

The Entity financial assets are assessed for indicators


impairment at each reporting date. Financial assets
are impaired where there is objective evidence that, as
a result of one or more events that occurred after the
initial recognition of the financial asset, the estimated
future cash flows of the investment have been impacted.

Untuk aset keuangan lainnya, bukti


penurunan nilai termasuk sebagai berikut:

obyektif

For all other financial assets, objective evidence of


impairment could include:

- kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit


atau pihak peminjam; atau
- pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi
atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;
atau
- terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam
akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan.

- significant financial difficulty of theissuer or


counterparty; or
- default or delinquency in interest or principal
payments; or
- it becoming probable that the borrower will enter
bankruptcy or financial reorganisation.

Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti


piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara
individual akan dilakukan penurunan secara kolektif.
Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang
dapat termasuk pengalaman Entitas atas tertagihnya
piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan
penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata
periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan
kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi
dengan default atas piutang.

For certain categories of financial asset, such as


receivables, assets that are assessed not to be impaired
individually are, in addition, assessed for impairment
on a collective basis. Objective evidence of impairment
for a portfolio of receivables could include the Entity
of collecting payments, an increase in the number of
delayed payments in the portfolio past the average
credit period, as well as observable changes in national
or local economic conditions that correlate with default
on receivables.

Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya


perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian
penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat
aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus
kas masa datang yang didiskontokan menggunakan
tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.

For financial assets carried at amortised cost, the


amount of the impairment is the difference between
the assets carrying amount and the present value of
estimated future cash flows, discounted at the financial
assets original effective interest rate.

Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi


dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas

The carrying amount of the financial asset is reduced


by the impairment loss directly for all financial assets

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

63

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

64

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya


dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan
piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut
dihapuskan melalui akun penyisihan piutang.
Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya
telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun
penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan
piutang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

with the exception of receivables, where the carrying


amount is reduced through the use of an allowance
account. When a receivable is considered uncollectible, it
is written off against the allowance account. Subsequent
recoveries of amounts previously written off are credited
against the allowance account. Changes in the carrying
amount of the allowance account are recognised in
statements of comprehensive income.

Penghentian pengakuan aset keuangan

Derecognition of financial assets

Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan jika


dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang
berasal dari aset berakhir, atau Entitas mentransfer aset
keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada
entitas lain. Jika Entitas tidak mentransfer serta tidak
memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan
manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset
yang ditransfer, maka Entitas mengakui keterlibatan
berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas
terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar.
Jika Entitas memiliki secara substansial seluruh
risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang
ditransfer, Entitas masih mengakui aset keuangan
dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar
pinjaman yang diterima.

The Entity derecognise a financial asset only when the


contractual rights to the cash flows from the asset expire,
or when the Entity transfers the financial asset and
substantially all the risks and rewards of ownership of
the asset to another entity. If the Entity neither transfer
nor retain substantially all the risks and rewards of
ownership and continue to control the transferred asset,
the Entity recognise their retained interest in the asset
and an associated liability for amounts they may have
to pay. If the Entity retain substantially all the risks and
rewards of ownership of a transferred financial asset, the
Entity continue to recognise the financial asset and also
recognise a collateralised borrowing for the proceeds
received.

e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

e. Transactions with Related Parties

Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak


berelasi seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. 7
(Revisi 2010) mengenai Pengungkapan Pihak-pihak
Berelasi yang efektif berlaku mulai tanggal 1 Januari
2011.

The Entity has transactions with entities that are


regarded as having special relationship as defined by
PSAK No. 7 (Revised 2010) regarding Related Parties
Disclosures which has been effective since January 1,
2011.

Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan


pihak-pihak berelasi, diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan.

All significant transactions and balances with related


parties, are disclosed in the notes to the financial
statements.

f. Persediaan

f. Inventories

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah


antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto (the
lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan
ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang
(weighted-average method).

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable


value. Cost is determined using the weighted-average
method.

Entitas menetapkan penyisihan kerugian persediaan,


usang atau penurunan nilai persediaan, jika ada,

The Entity provide allowance for inventory losses,


obsolescence or decline in stock value, if any, based on a

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik


dan tingkat perputaran persediaan.

review of the physical conditions and inventory turnover.

g. Biaya Dibayar di Muka

g. Prepaid Expenses

Biaya dibayar di muka dibebankan pada usaha sesuai


masa manfaatnya.

Prepaid expenses are charged to operations over the


periods benefited.

h. Aset Tetap

h. Property, Plant and Equipment

Berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi 2007) mengenai


Aset Tetap suatu entitas harus memilih model biaya
(cost model) atau model revaluasi (revaluation model)
sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset
tetap. Entitas telah memilih untuk menggunakan
model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran
aset tetapnya.

Under PSAK No. 16 (Revised 2007) regarding Fixed


Assets an entity shall choose between the cost model
and revaluation model as the accounting policy for its
property, plant and equipment measurement. The Entity
has chosen the cost model as the accounting policy for
its property, plant and equipment measurement.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode


garis lurus (straight-line method), kecuali hak atas
tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak
diamortisasi. Berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Depreciation is computed using the straight-line


method, except land rights are stated at cost and are not
amortized. Over the estimated useful lives of the assets
as follows:

Tahun / Years
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Alat pengangkutan
Peralatan dan perabot kantor

20
20 - 30
5
5

Buildings and installation


Machinery and equipment
Transportation equipment
Furniture, fixtures and office equipment

Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan


pada operasi pada saat terjadinya; pemugaran dan
penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi.
Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau
dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang
bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi
dilaporkan dalam operasi tahun berjalan.

The costs of repairs and maintenance are charged


to operations as incurred; significant renewals and
betterments are capitalized. When assets are retired
or otherwise disposed of, their carrying values and the
related accumulated depreciation are removed from
the accounts and any resulting gain or loss is credited or
charged to current operations.

Penurunan nilai aset tetap dibebankan pada operasi


tahun berjalan bilamana terdapat peristiwa atau
perubahan situasi yang menunjukkan adanya
penurunan nilai aset.

Impairment in value of property, plant and equipment is


charged to current operations whenever there are events
or changes in circumstances, which indicate assets
impairment.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya


perolehan dan disajikan sebagai bagian dari Aset
tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi

Construction in progress is stated at cost and presented


as part of Property, Plant and Equipment. The
accumulated costs are reclassified to the appropriate

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

65

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

66

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan


pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap
digunakan.

property, plant and equipment account when the


construction is substantially completed and the asset is
ready for its intended use.

i. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan

i. Impairment of Non Financial Asset

Sejak tanggal 1 Januari 2011, Entitas menerapkan


PSAK No. 48 (Revisi 2009), mengenai Penurunan Nilai
Aset.

Since January 1, 2011, Entity adopts PSAK No. 48 (Revised


2009), regarding Impairment of Assets.

Pada tanggal laporan posisi keuangan, Entitas


menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk
menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset
tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh
kembali dari aset diestimasi untuk menentukan
tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak
memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat
diperoleh kembali atas suatu aset individu, Entitas
mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari
unit penghasil kas atas aset.

At the statement of financial position dates, the Entity


review the carrying amount of non-financial assets
to determine whether there is any indication that
those assets have suffered an impairment loss. If any
such indication exists, the recoverable amount of the
asset is estimated in order to determine the extent of
the impairment loss (if any). Where it is not possible to
estimate the recoverable amount of an individual asset,
the Entity estimate the recoverable amount of the cash
generating unit to which the asset belongs.

Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali


adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai
pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari
aset nonkeuangan (unit penghasil kas) kurang dari
nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas)
dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh
kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke
laporan laba rugi komprehensif.

Estimated recoverable amount is the higher of net selling


price or value in use. If the recoverable amount of a nonfinancial asset (cash generating unit) is less than its
carrying amount, the carrying amount of the asset (cash
generating unit) is reduced to its recoverable amount
and an impairment loss is recognized immediately in the
statements of comprehensive income.

Penerapan PSAK No. 48 (Revisi 2009) tidak memberikan


pengaruh yang signifikan pada laporan keuangan
kecuali bagi pengungkapannya.

The adoption of PSAK No. 48 (Revised 2009) did not have


significant impact on the financial reporting except for
related disclosures.

j. Kuasi Reorganisasi

j. Quasi Reorganization

Berdasarkan PSAK No. 51 (Revisi 2003), mengenai


Akuntansi Kuasi Reorganisasi, kuasi reorganisasi
merupakan prosedur akuntansi yang mengatur
Entitas untuk merestrukturisasi ekuitasnya dengan
menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh
aset dan liabilitasnya berdasarkan nilai wajar untuk
mendapatkan awal yang baik (fresh start), dengan
neraca yang menunjukkan nilai sekarang dan tanpa
dibebani defisit.

In accordance with Statement of PSAK No. 51 (Revised


2003), regarding Accounting for Quasi Reorganization,
quasi reorganization is an accounting procedure which
allows the Subsidiaries to restructure its equity by
eliminating deficit and revaluing its assets and liabilities
at fair values to establish a fresh start, with a balance
sheet which shows present value and without being
encumbered by an accumulated deficit.

Nilai wajar aset dan liabilitas Entitas Anak dalam


rangka kuasi reorganisasi ditentukan berdasarkan

The fair value of the Subsidiaries assets and liabilities


for quasi reorganization purposes is determine based

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

nilai pasar. Bila nilai pasar tidak tersedia, estimasi


nilai wajar didasarkan pada informasi terbaik yang
tersedia. Estimasi nilai wajar dilakukan dengan
mempertimbangkan harga aset sejenis dan teknik
penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik aset
dan liabilitas yang bersangkutan.

on market value. If market value is not available, the


estimation is done by considering the value of similar
assets and the valuation technique most appropriate to
the characteristics of the related assets and liabilities.

k. Pengakuan Pendapatan dan Beban

k. Revenue and Expense Recognition

Pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada


saat penyerahan barang di atas kapal di pelabuhan
pengirim (f.o.b. shipping point). Pendapatan dari
penjualan domestik diakui pada saat penyerahan
barang kepada pelanggan. Beban diakui pada saat
terjadinya (accrual basis).

Revenue from export sales is recognized upon shipment


of the goods to the customers (f.o.b. shipping point).
Revenue from domestic sales is recognized upon
delivery of the goods to the customers. Expenses are
recognized when incurred (accrual basis).

l. Imbalan Kerja

l. Employees Benefits

Entitas mengakui kewajiban atas imbalan kerja


karyawan yang tidak didanai sesuai dengan Undangundang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25
Maret 2003 (UU).

The Entity recognizes an unfunded employee benefit


liability in accordance with Labor Law No. 13/2003 dated
March 25, 2003 (the Law).

Sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004), biaya


penyisihan imbalan kerja karyawan menurut
UU ditentukan berdasarkan penilaian aktuaria
menggunakan metode Projected Unit Credit.
Keuntungan dan kerugian aktuaria diakui sebagai
penghasilan atau beban apabila akumulasi
keuntungan dan kerugian aktuaria bersih yang belum
diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya
melebihi 10% dari jumlah yang lebih besar antara nilai
kini imbalan pasti dan nilai wajar aset program pada
tanggal laporan posisi keuangan. Keuntungan dan
kerugian aktuaria ini diakui dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan
rata-rata sisa masa kerja karyawan. Kemudian, biaya
jasa lalu diamortisasi dengan menggunakan metode
garis lurus sampai imbalan tersebut menjadi hak
karyawan (vested).

Under PSAK No. 24 (Revised 2004), the cost of providing


employee benefits in accordance with the Labor
Law is determined using the Projected Unit Credit
actuarial valuation method. Actuarial gains and losses
are recognized as income or expense when the net
cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the
end of the previous reporting year exceeded 10% of the
higher of the entitys defined benefit obligations or fair
values assets program at statement of financial position
date. These gains or losses are amortized on a straightline basis over the expected average remaining working
lives of the employee. Past service cost is amortized on a
straight-line basis until the benefit become to employees
rights.

m. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang


Asing

m. Foreign Currency Transactions and Balances

Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan


kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada
tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk
mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal

Transactions involving foreign currencies are recorded


in Rupiah at the exchange rates prevailing at the
time the transactions are made. At statements of
financial position date, monetary assets and liabilities
denominated in foreign currencies are adjusted to reflect
the prevailing rates of exchange and any resulting gains

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

67

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan


atau dibebankan pada operasi tahun berjalan. Kurs yang
digunakan untuk menjabarkan aset dan liabilitas moneter
adalah kurs tengah Bank Indonesia, yaitu sebagai berikut:

GBP 1, Poundsterling
EUR 1, Euro Eropa
AS$ 1, Dolar Amerika Serikat
SGD 1, Dolar Singapura
JPY 1, Yen Jepang

68

or losses are credited or charged to current operations.


The exchange rate used to adjust monetary assets and
liabilities was middle rate of Bank Indonesia as follows:

2011

2010

13.969
11.739
9.068
6.974
117

13.894
11.956
8.991
6.981
110

GBP 1, Poundsterling
EUR 1, European Euro
US$ 1,United States Dollar
SGD 1, Singapore Dollar
JPY 1, Japanese Yen

n. Beban Pajak

n. Tax Expense

Taksiran beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran


penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan.
Entitas menerapkan metode penangguhan pajak
sesuai dengan PSAK No. 46 tentang Akuntansi Pajak
Penghasilan. Penangguhan pajak penghasilan dilakukan
untuk mencerminkan pengaruh pajak atas beda temporer
antara aset dan liabilitas pada pelaporan komersial dan
pajak, dan akumulasi rugi fiskal yang diharapkan dapat
terealisir.

The Entitys current provision for tax expense is


determined on basis of estimated taxable income for
the year. The Entity applies the deferred tax method in
accordance with PSAK No. 46, regarding Accounting for
Income Taxes. Deferred income tax is provided to reflect
the tax effects on temporary differences between the
financial and tax bases of assets and liabilities and the
accumulated tax loss that is expected to be realized.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif


pajak yang diharapkan akan digunakan pada tahun
ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi
berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang
berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada
tanggal laporan posisi keuangan. Perubahan nilai tercatat
aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh
perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan,
kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Deferred tax assets and liabilities are measured at the


tax rates that are expected to apply to the year when
the assets are realized ot the liabilities are settled, based
on the applicable tax rates (and tax laws) that have
been enacted or substantively enacted at statement of
financial position date. Changes in the carrying amount
of deferred tax assets and liabilities due to a change in
tax rates is charged to current year operations, except to
the extent that it relates to items previously charged or
credited to equity.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada


saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau jika Entitas
mengajukan keberatan/banding pada saat keputusan
atas keberatan/banding tersebut telah ditetapkan.

Changes to the tax liability is recognized when the Tax


Assessment Letter (SKP) is received or if the Entity filed
the objection at the time of the decision of the objection/
appeal has been determined.

o. Informasi Segmen

o. Segment Information

Efektif tanggal 1 Januari 2011, PSAK No. 5 (Revisi 2009)


mengenai Segmen Operasi mengharuskan segmen
operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal
mengenai komponen dari Entitas yang secara regular
direview oleh pengambil keputusan operasional

Effective January 1, 2011, PSAK No. 5 (Revised 2009)


requires operating segments to be identified on the basis
of internal reports about components of the Entity that
are regularly reviewed by the chief operating decision
maker in order to allocate resources to the segments and

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan


menilai kinerja segmen operasi. Kebalikan dengan
standar sebelumnya yang mengharuskan Entitas
mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan geografis),
menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian.

to assess their performances. In contrast, the predecessor


standard required the to identify two sets of segments
(business and geographical), using a risks and returns
approach.

PSAK revisi ini mengatur pengungkapan yang


memungkinkan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan
dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan
lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi.

The revised PSAK requires disclosures that will enable


users of financial statements to evaluate the nature and
financial effects of the business activities in which the
entity engages and the economic environments in which
it operates.

Segmen operasi adalah suatu komponen dari Entitas:

Operating segments is a component of the Entity:

- Yang melibatkan dalam aktivitas bisnis yang mana


memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan
transaksi dengan komponen lain entitas yang sama);
- Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh
pengambil keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan kinerjanya;
dan
- Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

- Involving in business activities which earn income


and create a load (including revenues and expenses
related to transactions with other components of the
same entity);
- The results of operations are reviewed regularly by
decisions makers about the resources allocated to the
segment and its performance; and

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen


termasuk item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang
dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada
segmen tersebut.

Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities


include items directly attributable to a segment as well
as those that can be allocated on a reasonable basis to
that segment.

Penerapan PSAK No. 5 (Revisi 2009) tidak berpengaruh


signifikan terhadap laporan keuangan.

The adoption of PSAK No. 5 (Revised 2009) did not have


significant impact on the financial statements.

p. Laba per Saham Dasar

p. Basic Earning per Share

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba


tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang
dari saham yang beredar dalam tahun yang
bersangkutan. Rata-rata tertimbang jumlah saham
yang beredar adalah 1.492.046.658 lembar saham
pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
Desember 2011 dan 2010.

Basic earning per share is computed by dividing the


income for the year by the weighted-average number
of shares outstanding during the year. The weightedaverage number of shares outstanding amounted to
1,492,046,658 shares for the years ended December 31,
2011 and 2010.

q. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas

q. Financial Liabilities and Equity Instrument

Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas

Classification as debt or equity

Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang


diterbitkan oleh Entitas diklasifikasi sesuai dengan

Financial liabilities and equity instruments issued by


the Entity are classified according to the substance

- Available financial information which can be


separated.

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

69

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas


keuangan dan instrumen ekuitas.

of the contractual arrangements entered into and


the definitions of a financial liability and an equity
instrument.

Instrumen ekuitas

Equity instruments

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang


memberikan hak residual atas aset Entitas setelah
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas
dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi
biaya penerbitan langsung.

An equity instrument is any contract that evidences a


residual interest in the assets of the Entity after deducting
all of their liabilities. Equity instruments are recorded at
the proceeds received, net of direct issue costs.

Liabilitas keuangan

Financial liabilities

Hutang usaha dan utang lain-lain, obligasi dan wesel bayar


serta pinjaman lainnya pada awalnya diukur pada nilai
wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya
diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban
bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif.

Trade and other payables, bonds and notes payable,


bank and other borrowings are initially measured at
fair value, net of transaction costs, and are subsequently
measured at amortised cost, using the effective interest
method, with interest expense recognised on an effective
yield basis.

Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi)


dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama
jangka waktu pinjaman.

Any difference between the proceeds (net of transaction


costs) and the settlement or redemption of borrowings is
recognized over the term of the borrowings.

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan

Derecognition of financial liabilities

Entitas menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, dan


hanya jika, liabilitas Entitas telah dilepaskan, dibatalkan
atau kadaluarsa.

The Entity derecognise financial liabilities when, and only


when, the Entity obligations are discharged, cancelled or
they expire.

r. Penggunaan Estimasi

r. Use of Estimates

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar


Akuntansi Keuangan mengharuskan manajemen
membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi
jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
Karena terdapatnya risiko yang melekat dalam suatu
estimasi, hasil sebenarnya yang akan dilaporkan di masa
mendatang mungkin didasarkan pada jumlah yang
berbeda dari estimasi tersebut.

The preparation of financial statements in conformity


with Financial Accounting Standards requires
management to make estimations and assumptions
that affect amounts reported in there. Due to inherent
uncertainty in making estimates, actual results reported
in future periods may be based on amounts that differ
from those estimates.

3. KUASI REORGANISASI
Sesuai dengan PSAK No. 51 (Revisi 2003) (PSAK
51) tentang Akuntansi Kuasi Reorganisasi, kuasi
reorganisasi (Kuasi) merupakan prosedur akuntansi yang
mengatur entitas merestrukturisasi ekuitasnya dengan

70

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

3. QUASI REORGANIZATION
Based on PSAK No. 51 (Revised 2003) (PSAK 51),
regarding Accounting for Quasi Reorganization, quasi
reorganization (Quasi) represent accounting procedure
which regulated entity to restructure the equity by

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh


aset dan kewajibannya berdasarkan nilai wajar. Melalui
Kuasi entitas mendapatkan awal yang baik (fresh start),
dengan laporan posisi keuangan yang menunjukkan nilai
sekarang dan tanpa dibebani defisit.

eliminating deficit and revaluating assets and liabilities


which are stated at fair value. With the Quasi, the
Entity obtained fresh start, which showing the present
value of statements of financial position and without
encumbered deficit.

Kuasi yang diterapkan oleh Entitas pada tanggal 31


Desember 2004 dilakukan sesuai dengan PSAK 51, dan
Peraturan BAPEPAM No.IX.L.1, Lampiran Keputusan Ketua
BAPEPAM No.Kep-16/PM/2004, tanggal 13 April 2004,
tentang Tata Cara Pelaksanaan Kuasi Reorganisasi.

The Quasi applied by the Entity on December 31, 2004


conducted based on PSAK 51, and regulation of BAPEPAM
No. IX.L.1, Enclosure Decision of Chief of BAPEPAM
No.Kep-16/PM/2004, dated April 13, 2004, regarding
Procedure Execution of Quasi Reorganization.

Pelaksanaan Kuasi didasarkan atas keyakinan yang


memadai bahwa Entitas setelah Kuasi akan dapat
mempertahankan kelangsungan usahanya (going
concern).

Execution of the Quasi based on strong confidence that


after the Quasi, the Entity has ability to continue as a
going concern entity.

Entitas melakukan Kuasi diikuti dengan reorganisasi


secara hukum, yaitu dengan cara menurunkan nilai
nominal modal ditempatkan dan modal disetor dan
menjumpakan (set-off) antara agio yang timbul dari
penurunan nilai nominal modal saham dan selisih hasil
penilaian kembali aset dan kewajiban dengan saldo
defisit. Pelaksanaan Kuasi tersebut telah mendapat
persetujuan dari pemegang saham Entitas melalui Rapat
Umum Luar Biasa Pemegang Saham pada tanggal 20
April 2005 dan telah diaktakan dengan akta Notaris Dyah
Ambarwaty Setyoso, S.H., No. 44 Notaris di Surabaya
tanggal 20 April 2005.

The Entity conducted the Quasi that followed by legal


reorganization, whereas par value of issued and fully
paid was decrease, then set off between additional paidin capital which was raise from that decreasing par
value and revaluation increment in assets and liabilities
with deficit balance. On April 20, 2005, the stockholders
approved the realization of the Quasi in Stockholders
Extraordinary General Meeting based on Notarial Deed
of Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H., No. 44 dated April 20,
2005, in Surabaya.

Penentuan nilai wajar aset dan liabilitas Entitas dalam


rangka Kuasi dilakukan sesuai dengan nilai pasar
pada tanggal kuasi reorganisasi. Apabila nilai pasar
tidak tersedia atau tidak menggambarkan nilai yang
sebenarnya, estimasi nilai wajar aset dan kewajiban
dilakukan dengan mempertimbangkan nilai wajar
instrumen lain yang substansinya sejenis, estimasi
perhitungan nilai sekarang, atau arus kas diskonto.
Sedangkan untuk aset dan liabilitas tertentu, penilaian
dilakukan sesuai dengan PSAK terkait. Selisih lebih
atas penilaian tersebut dicatat pada akun Selisih
Penilaian Kembali Aset dan Liabilitas. Penilaian aset
dan liabilitas Entitas adalah sebesar Rp 227.501.041.832
yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik lain sesuai
dengan laporan No. AN/L-11/05 tanggal 9 Maret 2005.

In connection with the Quasi, fair value of Entitys assets


and liabilities was determined based on market value
on quasi reorganization date. If market value is not
available or not depict value in fact, fair value estimated
of assets and liabilities is conducted by considering fair
value of other instrument which its of a kind, estimation
of present value calculation, or discounted cash flow.
For certain assets and liabilities, assessment based on
related PSAK. The revaluation increment was presented
as part of Revaluation Increment in Assets and
Liabilities. Revaluation increment in assets and liabilities
of the Entity amounting to Rp 227,501,041,832 which
was conducted by other Registered Public Accountant
based on report No. AN/L-11/05 dated March 9, 2005.

Saldo defisit pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp


339.288.698.890 dieliminasi pada akun sebagai berikut :

Deficit as of December 31, 2004 amounting to Rp


339,288,698,890 were eliminated in account as follows:

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

71

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Selisih penilaian kembali aset tetap


Selisih penilaian kembali
aset dan liabilitas
Tambahan modal disetor Agio saham
Tambahan modal disetor Penurunan
nilai nominal saham

Jumlah

98.606.846.250

Revaluation increment in property,


plant and equipment
Revaluation increment in assets
and liabilities
Additional paid-in capitalin excess of par value
Additional paid-in capital-decreasing
of the par value of its share

339.288.698.890

Total

12.515.185.810
227.501.041.830
665.625.000

4. KAS DAN BANK

4. CASH ON HAND AND IN BANKS

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:


2011

Kas
Bank
PT Bank ICBC Indonesia, Surabaya
Standard Chartered Bank,
Surabaya (AS$ 193.393,97
dan Rp 59.242.474 pada tahun
2011 dan AS$ 189.698,78 dan
Rp 51.382.617 pada tahun 2010)
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk, Surabaya
PT Bank Central Asia Tbk,
Surabaya
PT Bank CIMB Niaga Tbk, Surabaya
PT Bank DBS Indonesia, Surabaya
(AS$ 3.227,94 pada tahun 2011
dan AS$ 3.236,13 pada tahun 2010)

Jumlah

72

2010

615.673.750

1.203.965.948

24.228.733.578

1.812.938.994

1.756.964.348

1.581.243.637

543.433.699

1.396.692.775
48.848.378

2.678.594.293
120.266.506

29.270.960

29.096.045

Cash on hand
Banks
PT Bank ICBC Indonesia, Surabaya
Standard Chartered Bank
Surabaya (US$ 193,393.97 and
Rp 59,242,474 in 2011 and
US$ 189,698.78 and
Rp 51,382,617 in 2010)
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk, Surabaya
PT Bank Central Asia Tbk,
Surabaya
PT Bank CIMB Niaga Tbk, Surabaya
PT Bank DBS Indonesia, Surabaya
(US$ 3,227.94 in 2011
and US$ 3,236.13 in 2010)

29.713.402.072

6.332.320.839

Total

Tidak terdapat saldo kas dan bank kepada pihak


berelasi.

There are no cash on hand and in banks balances to


related party.

Tingkat suku bunga tahunan adalah sebesar 1% 3,25% pada tahun 2011 dan 2010.

Annual interest rate amounted to 1% - 3.25% in 2011


and 2010.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. PIUTANG USAHA

5. TRADE RECEIVABLES

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:


2011

2010

Pihak ketiga:
Penjualan domestik
Penjualan ekspor

173.739.785.011
9.289.733.768

135.000.632.508
8.722.576.123

Third Parties:
Domestic sales
Export sales

Sub jumlah

183.029.518.779

143.723.208.631

Sub total

426.021.753

767.902.376

Related party:
PT Siantar Madju

183.455.540.532

144.491.111.007

Total

Pihak berelasi:
PT Siantar Madju

Jumlah

Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang


transaksi adalah sebagai berikut:

The details of trade receivables based on its transaction


currencies are as follow:

2011

2010

Pihak ketiga:
Rupiah
Dolar Amerika Serikat

173.739.785.011
9.289.733.768

135.000.632.508
8.722.576.123

Third Parties:
Rupiah
United States Dollar

Sub Jumlah

183.029.518.779

143.723.208.631

Sub total

426.021.753

767.902.376

Related party:
Rupiah

183.455.540.532

144.491.111.007

Total

Pihak berelasi:
Rupiah

Jumlah

Rincian umur piutang usaha dihitung sejak tanggal


faktur adalah sebagai berikut

2011
Pihak ketiga:
Belum jatuh tempo
Jatuh tempo:
1 30 hari
31 60 hari
Lebih dari 60 hari
Sub jumlah

The details of aging schedule on trade receivables


calculated since invoice date are as follows:

2010

92.031.140.311

52.865.394.262

62.840.012.446
23.603.499.528
4.554.866.494

39.901.960.184
35.329.577.791
15.626.276.394

Third Parties:
Not due
Over due:
1 30 days
31 60 days
Over 60 days

183.029.518.779

143.723.208.631

Sub total

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

73

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2011
Pihak berelasi:
Belum jatuh tempo
Jatuh tempo:
1 30 hari
31 60 hari
Sub - jumlah

Jumlah

426.021.753

Related party:
416.001.122

217.417.996
134.483.258

426.021.753

767.902.376

Sub - total

183.455.540.532

144.491.111.007

Total

Not due
Over due:
1 30 days
31 60 days

Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh


piutang usaha tersebut dapat ditagih sehingga
penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan
nihil.

The management believes that all trade receivables are


collectible, therefore the allowance for doubtful accounts
were not provided.

Piutang usaha dan persediaan sebesar


Rp 270.618.831.000 digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman yang diperoleh dari
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (lihat
Catatan 8 dan 16).

Trade receivables and inventories amounted to


Rp 270,618,831,000 are used as guarantee for long-term
debts obtained from PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk (see Notes 8 and 16).

6. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI

6. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH


RELATED PARTIES

Dalam kegiatan usaha normal, Entitas melakukan


transaksi dengan pihak-pihak berelasi.

The Entity, in the ordinary course of business, has


transactions with related parties.

Sifat hubungan antara Entitas dengan pihak-pihak


berelasi adalah sebagai berikut:

The nature of the Entitys relationship with related parties


are as fllows:

Sifat Hubungan

Pihak-pihak Berelasi/
Related Parties

Memiliki Komisaris dan Direktur


Utama yang sama dengan
Entitas

PT Siantar Madju

Manajemen dan karyawan kunci

Dewan Komisaris dan Direksi/


Board Commissioners and
Directors

Transaksi-transaksi dengan pihak berelasi adalah


sebagai berikut:

74

2010

Nature of Relationships

Have the same Commissioner and


President Director with Entity

Management and key employee

Transactions with related parties are as follows:

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

a. Entitas melakukan penjualan kertas kepada


PT Siantar Madju sebesar Rp 406.822.131 dan
Rp 1.192.403.053 masing-masing pada tahun 2011
dan 2010, yang masing-masing merupakan 0,03%
dan 0,10% dari penjualan bersih pada tahun-tahun
tersebut. Saldo piutang yang timbul dari transaksi
ini disajikan sebagai Piutang Usaha Pihak
Berelasi dalam laporan posisi keuangan (lihat
Catatan 5).

a. The Entity sold paper to PT Siantar Madju amounting


to Rp 406,822,131 and Rp 1,192,403,053 in 2011
and 2010, respectively, which are 0.03% and 0.10%
of net sales in such years. The related outstanding
receivable is presented as Trade receivables - Related
Party in the statements of financial position (see
Note 5).

Penjualan kertas tersebut dilakukan dalam kondisi


dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan
dengan pihak ketiga. Penjualan tersebut sebanyak
66.257 kg dan 163.384 kg dengan harga rata-rata
sebesar Rp 6.140/kg dan Rp 7.298/kg masingmasing pada tahun 2011 dan 2010.

Sales of paper was conducted in normal conditions


and requirements as is done by third parties. The
related sales are in 66,257 kg and 163,384 kg with an
average price of Rp 6,140/kg and Rp 7,298/kg in 2011
and 2010, respectively.

b. Entitas melakukan penjualan bukan produk


utama, berupa tenaga listrik, kepada PT
Siantar Madju sebesar Rp 3.668.642.618
dan Rp 4.365.816.399 masing-masing pada
tahun 2011 dan 2010, yang masing-masing
merupakan 0,31% dan 0,38% dari penjualan
bersih pada tahun-tahun tersebut. Saldo
piutang yang timbul dari transaksi ini
disajikan sebagai Piutang Usaha - Pihak
Berelasi dalam laporan posisi keuangan
(lihat Catatan 5).

b. The Entity sold electricity, its non-main products, to


PT Siantar Madju amounting to Rp 3,668,642,618
and Rp 4,365,816,399 in 2011 and 2010, respectively,
which are 0.31% and 0.38% of net sales in such years.
The related outstanding receivable is presented as
Trade receivables - Related Party in the statements
of financial position (see Note 5).

Penjualan listrik tersebut dilakukan dalam


kondisi dan persyaratan normal. Penjualan
tersebut sebanyak 4.264.263 kwh dan
4.367.588 kwh dengan harga rata-rata
sebesar Rp 860/kwh dan Rp 1.000/kwh
masing-masing pada tahun 2011 dan 2010.

Sales of electricity was conducted in normal


conditions and requirements. The related sales are in
4,264,263 kwh and 4,367,588 kwh with an average
price of Rp 860/kwh and Rp 1,000/kwh in 2011 and
2010, respectively

c. Entitas melakukan penjualan bukan produk utama,


berupa soda, kepada PT Siantar Madju sebesar
Rp 2.938.000 dan Rp 2.962.250 masing-masing
pada tahun 2011 dan 2010, yang masing-masing
merupakan 0,00% dari penjualan bersih pada
tahun-tahun tersebut. Saldo piutang yang timbul
dari transaksi ini disajikan sebagai Piutang Usaha
- Pihak Berelasi dalam laporan posisi keuangan
(lihat Catatan 5).

c. The Entity sold soda, its non-main product, to PT


Siantar Madju amounting to Rp 2,938,000 and Rp
2,962,250 in 2011 and 2010, respectively, which
are 0.00% of net sales in such years. The related
outstanding receivable is presented as Trade
Receivables - Related Party in the statements of
financial position (see Note 5).

Penjualan soda tersebut dilakukan dalam kondisi


dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan
dengan pihak ketiga. Penjualan tersebut sebanyak

Sales of soda was conducted in normal conditions


and requirements as is done by third parties. The
related sales are in 1,580 kg and 1,810 kg with an

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

75

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.580 kg dan 1.810 kg dengan harga rata-rata


sebesar Rp 1.859/kg dan Rp 1.637/kg masingmasing pada tahun 2011 dan 2010.

average price of Rp 1,859/kg and Rp 1,637/kg in 2011


and 2010, respectively.

d. Entitas membeli bahan baku dan bahan


pembantu dari PT Siantar Madju sebesar
Rp 273.295.200 dan Rp 233.918.300 masingmasing pada tahun 2011 dan 2010, yang masingmasing merupakan 0,03% dari pembelian bersih
pada tahun-tahun tersebut.

d. The Entity bought raw material and supplies to PT


Siantar Madju amounting to Rp 273,295,200 and Rp
233,918,300 in 2011 and 2010, respectively, which are
0.03% of net purchase in such years.

Pembelian bahan baku dan bahan pembantu


tersebut dilakukan dalam kondisi dan persyaratan
normal sebagaimana dilakukan dengan pihak
ketiga. Pembelian tersebut sebanyak 269.097 kg
dan 226.863 kg dengan harga rata-rata sebesar
Rp 1.016/kg dan Rp 1.031/kg masing-masing pada
tahun 2011 dan 2010.

Purchase of raw material and supplies was conducted


in normal conditions and requirements as is done by
third parties. The related purchase are in 269,097 kg
and 226,863 kg with an average price of Rp 1,016/kg
and Rp 1,031/kg in 2011 and 2010, respectively.

e. Gaji dan kompensasi kesejahteraan lain untuk


Dewan Komisaris dan Direksi Entitas kurang lebih
sebesar Rp 3.166.788.790 dan Rp 2.888.180.667
masing-masing pada tahun 2011 dan 2010.

e. The salaries and other compensation benefit for


the Entitys Boards of Commissioners and Directors
approximately amounted to Rp 3,166,788,790 and
Rp 2,888,180,667 in 2011 and 2010, respectively.

7. PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA


Akun ini merupakan saldo pinjaman karyawan kepada
Entitas sebesar Rp 397.472.590 dan Rp 296.777.527
masing-masing pada tahun 2011 dan 2010.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang
lain-lain tersebut dapat ditagih sehingga penyisihan
piutang ragu-ragu ditetapkan nihil.

8. PERSEDIAAN

This account consists of:


2011

Jumlah

76

This account represented balance of loan employee


to the Entity which amounted to Rp 397,472,590 and
Rp 296,777,527 in 2011 and 2010, respectively. The
management believes that all other revceivables are
collectible, therefore the allowance for doubtful accounts
were not provided.

8. INVENTORIES

Akun ini terdiri dari:

Barang jadi
Barang dalam proses
Bahan baku dan pembantu
Barang dalam perjalanan

7. OTHER RECEIVABLES THIRD PARTIES

2010

34.801.375.250
23.556.258.018
86.292.363.887
2.536.587.493

37.070.202.427
24.896.836.388
119.611.182.144
6.145.327.400

Finished goods
Work in process
Raw materials and supplies
Material in transit

147.186.584.648

187.723.548.359

Total

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap persediaan pada


akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa persediaan
telah mencerminkan nilai realisasi netonya, sehingga
tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan
tersebut. Manajemen Entitas berkeyakinan bahwa tidak
ada persediaan usang dan oleh karena itu penyisihan
persediaan usang ditetapkan nihil.

Based on the review of the physical condition of the


inventories at the end of the year, management believes
that inventories are realizable at the above amounts and
no provision for inventory losses is necessary. The Entitys
management believes there is no obsolete inventories,
and therefore, no allowance for obsolete inventories.

Persediaan dan aset tetap tertentu diasuransikan secara


gabungan terhadap risiko kerugian kebakaran atau
pencurian dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket
polis dengan jumlah pertanggungan sebesar AS$
225.000.000 pada tahun 2011 dan 2010 (lihat Catatan 11).
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
atas risiko-risiko tersebut.

Inventories together with property, plant and equipment


are covered by insurance against losses from fire or
theft and other risks under blanket policies amounted
to US$ 225,000,000 in 2011 and 2010 (see Note 11). The
management believes that the insurance is adequate to
to cover any possible losses from such risks.

Persediaan dan piutang usaha sebesar Rp 270.618.831.000


digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diperoleh
dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (lihat Catatan
5 dan 16).

Inventories and trade receivables in amounted to Rp


270,618,831,000 are pledged as collateral to long-term
debts obtained from PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk (see Notes 5 and 16).

BIAYA DIBAYAR DIMUKA

9.

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:


2011

Asuransi
Bea masuk
Lain-lain

Jumlah

PREPAID EXPENSES

2010

790.558.637
70.233.000
87.524.667

785.821.107
28.510.679
95.478.084

Insurance
Custom duty
Others

948.316.304

909.809.870

Total

10. UANG MUKA KEPADA PEMASOK


Akun ini merupakan saldo uang muka atas
pembelian persediaan sebesar AS$ 265.883,10 dan Rp
7.451.987.776 pada tahun 2011 dan AS$ 1.306.717,08
dan Rp 588.990.784 pada tahun 2010.

10. ADVANCE TO SUPPLIERS


This account represented prepayment of purchasing
inventories which amounted to US$ 265,883.10 and
Rp 7,451,987,776 in 2011 and US$ 1,306,717.08 and Rp
588,990,784 in 2010.

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

77

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP

11. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

The details of property, plant and equipment are as


follows:

2011
Saldo Awal/
Beginning Balance
Nilai Tercatat
Pemilikan Langsung
Hak atas tanah
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Alat pengangkutan
Peralatan dan Perabot Kantor
Sub-jumlah
Aset dalam Penyelesaian
Mesin dan peralatan
Jumlah Nilai Tercatat
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Alat pengangkutan

Penambahan/
Additions

Pengurangan/
Deduction

Reklasifikasi/
Reclassification

Saldo Akhir/
Ending Balance

18.899.001.734

Carrying Value
Direct Ownership
Landrights
Buildings and installation
Machinery and equipment
Transportation Equipment
Furniture, fixtures and
office equipment

11.487.774.760 1.903.551.854.727

Sub-total

171.701.300.000
116.888.238.526
1.462.739.968.321
24.627.851.714

6.574.394.545
86.613.771.027
4.217.329.379

197.775.279

16.949.825.988

1.949.175.746

1.792.907.184.549

99.354.670.697

197.775.279

10.627.225.983

8.545.660.061

(11.487.774.760)

197.775.279

1.803.534.410.532 107.900.330.758

178.275.694.545
116.888.238.526
11.487.774.760 1.560.841.514.108
28.647.405.814
-

7.685.111.284
1.911.236.966.011

Construction in Progress
Machinery and equipment
Total Carrying Value

70.100.659.731
567.717.641.466
14.394.745.879

4.914.684.062
62.866.967.352
3.278.041.748

197.775.279

75.015.343.793
630.584.608.818
17.475.012.348

Peralatan dan perabot kantor

13.378.843.696

1.793.329.623

15.172.173.319

Accumulated Depreciation
Buildings and installation
Machinery and equipment
Transportation equipment
Furniture, fixtures and office
equipment

Jumlah Akumulasi Penyusutan

665.591.890.772

72.853.022.785

197.775.279

738.247.138.278

Total Accumulated Depreciation

1.172.989.827.733

Net Book Value

Nilai Buku

1.137.942.519.760

2010
Saldo Awal/
Beginning Balance
Nilai Tercatat
Pemilikan Langsung
Hak atas tanah
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Alat pengangkutan
Peralatan dan Perabot Kantor
Sub-jumlah
Aset dalam Penyelesaian
Mesin dan peralatan
Jumlah Nilai Tercatat
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Alat pengangkutan

Pengurangan/
Deduction/

Reklasifikasi/
Reclassification

Saldo Akhir/
Ending Balance

313.574.417

171.701.300.000
116.888.238.526
1.462.739.968.321
24.627.851.714

16.949.825.988

Carrying Value
Direct Ownership
Landrights
Buildings and installation
Machinery and equipment
Transportation equipment
Furniture, fixtures and
office equipment

313.574.417

1.792.907.184.549

Sub-total

10.627.225.983

Construction in Progress
Machinery and equipment

170.109.894.943

313.574.417

1.803.534.410.532

Total Carrying Value

5.881.638.510
58.929.117.579
2.766.872.892

188.116.917

70.100.659.731
567.717.641.466
14.394.745.879

157.244.000.000
116.575.364.110
1.319.431.341.634
18.195.134.014

14.457.300.000
312.874.416
143.308.626.687
6.746.292.117

16.170.315.985

779.510.003

1.627.616.155.743

165.604.603.223

6.121.934.263

4.505.291.720

1.633.738.090.006
64.219.021.221
508.788.523.887
11.815.989.904

Peralatan dan perabot kantor

11.605.889.350

1.772.954.346

13.378.843.696

Accumulated Depreciation
Buildings and installation
Machinery and equipment
Transportation equipment
Furniture, fixtures and office
equipment

Jumlah Akumulasi Penyusutan

596.429.424.362

69.350.583.327

188.116.917

665.591.890.772

Total Accumulated Depreciation

1.137.942.519.760

Net Book Value

Nilai Buku

78

Penambahan/
Addition/

1.037.308.665.644

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pembebanan penyusutan pada tahun 2011 dan 2010


adalah sebagai berikut:
2011
Beban pabrikasi
Beban umum dan administrasi
(lihat Catatan 26)

Jumlah

Depreciation expenses charged in 2011 and 2010 are as


follows:
2010

71.088.200.520

67.641.100.385

1.764.822.265

1.709.482.942

Manufacturing overhead
General and administrative expenses
(see Note 26)

72.853.022.785

69.350.583.327

Total

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2011, hak atas


tanah merupakan Hak Guna Bangunan (HGB) yang akan
berakhir pada berbagai tanggal sampai dengan tahun
2025, dan selanjutnya dapat diperbarui. Tanah seluas 275
m (kurang dari 1% dari keseluruhan tanah) masih atas
nama pemilik terdahulu.

As of December 31, 2011, land rights represent the Right


to Build and Use (HGB) which will expire in certain dates
until 2025, and are renewable. Land rights consisting
of 275 m (less than 1% of the total land rights) are still
under the names of the previous owners.

Penambahan aset tetap termasuk pemakaian suku


cadang yang dikapitalisasi ke aset tetap sebesar Rp
17.131.351.545 dan Rp 37.617.279.614 masing-masing
pada tahun 2011 dan 2010.

Additions of property, plant and equipment included


capitalization of sparepart used to property, plant and
equipment amounting to Rp 17,131,351,545 and Rp
37,617,279,614 in 2011 and 2010, respectively.

Pengurangan aset tetap merupakan penjualan aset tetap


tertentu dengan nilai buku nihil dan harga jual sebesar
Rp 176.890.000 pada tahun 2011 dan nilai buku sebesar
Rp 125.457.500 dan harga jual sebesar Rp 249.860.000
tahun 2010

Deduction of property, plant and equipment was


disposal of certain property, plant and equipment with a
net book value of nil and selling price of Rp 176,890,000
in 2011 and net book value of Rp 125,457,500 and selling
price of Rp 249,860,000 in 2010.

Pada tahun 2010, Entitas melakukan pembelian aset tetap


tanah dari pihak ketiga, seluas 10.000 m yang berlokasi
di Semarang, Jawa Tengah, yang kepemilikannya
dibuktikan dengan perjanjian jual beli. Proses sertifikasi
hak atas tanah tersebut menjadi atas nama Entitas masih
dalam proses.

In 2010, the Entity acquired fixed assets of landrights from


third party, consisting of 10,000 m, located in Semarang,
Central Java, whose ownership is evidenced by sales and
purchase agreement. Landrights certification process
become the name of the Entity was still in process.

Pada tahun 2010, Entitas melakukan pembelian aset


tetap tanah dari pihak ketiga, seluas 7.056 m yang
berlokasi di Bandung, Jawa Barat, yang kepemilikannya
dibuktikan dengan perjanjian jual beli. Pada tahun 2011,
proses sertifikasi hak atas tanah tersebut menjadi atas
nama Entitas telah selesai.

In 2010, the Entity acquired fixed assets of landrights


from third party, consisting of 7,056 m, located in
Bandung, West Java, whose ownership is evidenced
by sales and purchase agreement. In 2011, landrights
certification process become the name of the Entity has
been completed.

Persentase penyelesaian dari aset dalam penyelesaian


pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masingmasing kurang lebih sebesar 92% dan 95% berdasarkan
perbandingan biaya aktual yang dikeluarkan terhadap

The percentage of completion of construction in progress


as of December 31, 2011 and 2010 approximately are
92% and 95% based on the actual expenditure incurred
compared against total budgeted project cost. The

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

79

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

jumlah biaya proyek yang dianggarkan. Penyelesaian atas


mesin dalam penyelesaian tahun 2011 dan 2010 masingmasing pada bulan Maret 2012 dan Pebruari 2011.

completion of machinery and equipment in progress is


in Maret 2012 and February 2011.

Aset tetap tertentu digunakan sebagai jaminan atas


pinjaman jangka panjang (lihat Catatan 16).

Certain property, plant and equipment are pledged as


collateral to long-term debts (see Note 16).

Sesuai dengan laporan Kantor Jasa Penilai Publik


Wiratno Achmanan Armansyah & Rekan, Perusahaan
Penilai, No. 004/PR/APP/WAA/I/2012 dan No. 004A/PR/
APP/WAA/I/2012 tanggal 9 Januari 2012, nilai wajar aset
tetap Entitas pada tanggal 31 Desember 2011 adalah
sebesar Rp 1.623.207.478.000. Berdasarkan evaluasi
yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak
terdapat penurunan nilai aset tetap pada tahun 2011.

Based on the appraisal report No. 004/PR/APP/


WAA/I/2012 and No. 004A/PR/APP/WAA/I/2012 dated
January 9, 2012 of Wiratno Achmanan Armansyah
& Partners, the appraisal company, the fair value of
property, plant and equipment of the Entity as of
December 31, 2011 amounting to Rp 1,623,207,478,000.
Based on the evaluation performed, the management
believes that there are no impairment of asset values in
2011.

Aset tetap dan persediaan, kecuali hak atas tanah,


diasuransikan secara gabungan terhadap risiko kerugian
kebakaran atau pencurian dan risiko lainnya berdasarkan
suatu paket polis dengan jumlah pertanggungan sebesar
AS$ 225.000.000 dan Rp 10.050.000.000 pada tahun 2011
dan AS$ 225.000.000 dan Rp 8.500.000.000 pada tahun
2010 (lihat Catatan 8). Manajemen berpendapat bahwa
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut.

Property, plant and equipment together with inventories,


except landrights, are covered by insurance against losses
from fire or theft and other risks under blanket policies
amounted to US$ 225,000,000 and Rp 10,050,000,000
in 2011 and US$ 225,000,000 and Rp 8,500,000,000 in
2010 (see Note 8). The management believes that the
insurance is adequate to cover any possible losses from
such risks.

12.

HUTANG USAHA PIHAK KETIGA


Akun ini merupakan hutang atas pembelian
persediaan Entitas kepada pihak ketiga yang terdiri
dari:
2011

Lokal
Impor

Jumlah

This account represented trade payables from


purchasing of the Entitys inventories to third parties
which consists of:
2010

27.943.859.719
10.515.748.277

16.581.265.988
9.884.324.177

Local
Import

38.459.607.996

26.465.590.165

Total

Rincian hutang usaha berdasarkan mata uang transaksi


adalah sebagai berikut:

80

12. TRADE PAYABLES THIRD PARTIES

The details of trade payables based on transaction


currencies are as follows:

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2011

2010

Rupiah

18.003.478.288

8.641.276.512

Rupiah

Mata uang asing:


Dolar Amerika Serikat
Yen Jepang
Poundsterling
Euro Eropa
Dolar Singapura

10.872.897.712
9.441.988.671
49.304.940
48.748.483
43.189.902

8.653.603.464
7.249.500.549
1.921.209.640
-

Foreign currencies:
United States Dollar
Japanese Yen
Poundsterling
European Euro
Singapore Dollar

20.456.129.708

17.824.313.653

38.459.607.996

26.465.590.165

Sub - Jumlah

Jumlah

Rincian hutang usaha berdasarkan jatuh tempo


pembayaran adalah sebagai berikut :
2011
Belum jatuh tempo
Jatuh tempo:
1 30 hari
31 60 hari
Lebih dari 60 hari

Jumlah

Sub - Total

Total

The details of trade payables based on its maturity which


consists of:
2010

24.462.484.594

17.064.157.194

3.601.018.313
495.486.848
9.900.618.241

1.614.644.941
190.324.386
7.596.463.644

Not due
Over due:
1 30 days
31 60 days
Over 60 days

38.459.607.996

26.465.590.165

Total

Tidak ada jaminan yang diberikan atas hutang usaha


kepada pihak ketiga tersebut.

13. HUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA


Akun ini merupakan saldo hutang atas pembelian
aset tetap tanah yang berlokasi di Semarang, Jawa
Tengah sebesar Rp 2.610.800.000 (lihat Catatan
11) dan beban operasional Entitas sebesar Rp
275.673.931 pada tahun 2011 dan beban operasional
Entitas sebesar Rp 38.667.519 pada tahun 2010.

All of the third party trade payable are unsecured.

13. OTHER PAYABLES THIRD PARTIES


This account represented balance on the acquire
fixed assets of landrights located in Semarang,
Central Java amounted to Rp 2,610,800,000 (see
Note 11) and purchase of the Entitys operating
expenses which amounted to Rp 275,673,931
in 2011 and purchase of the Entitys operating
expenses which amounted to Rp 38,667,519 in
2010.

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

81

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. HUTANG PAJAK

14. TAXES PAYABLE

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:


2011

Pajak Penghasilan
Pasal 4 (2)
Pasal 21
Pasal 22
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pasal 29
Pajak Pertambahan Nilai

Jumlah

76.064
51.925.579
44.418.147
1.357.597
580.642.445
1.251.911.359
6.772.048.846

27.511.446
126.504.827
4.212.174
1.071.917.292
1.064.459.055
1.268.732.032
4.549.168.144

Income Tax
Article 4 (2)
Article 21
Article 22
Article 23
Article 25
Article 26
Article 29
Value-Added Tax

8.702.380.037

8.112.504.970

Total

15. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR

15. ACCRUED EXPENSES

Akun ini merupakan pencadangan atas beban


bunga pinjaman jangka panjang sebesar AS$
1.235.107,37 pada tahun 2011 dan beban bunga
pinjaman jangka panjang dan honorarium tenaga
ahli masing-masing sebesar AS$ 1.083.901,66 dan
Rp 80.000.000 pada tahun 2010.

16. PINJAMAN JANGKA PANJANG

This account consists of:


2011

Jumlah
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
(AS$ 25.937.177,06 dan
Rp 7.792.259.891 pada tahun
2011 dan AS$ 5.000.000 pada tahun 2010)

Bagian Jangka Panjang

82

This account represented provision for interest


expense of long-term debts amounting to
US$ 1,235,107.37 in 2011 and interest expense of
long-term debts and professional fee amounting to
US$ 1,083,901.66 and Rp 80,000,000, respectively
in 2010.

16. LONG-TERM DEBTS

Akun ini terdiri dari:

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk:


Kredit Modal Kerja AS$
(AS$ 25.937.177,06 pada
tahun 2011 dan
AS$ 22.936.082,61 dan
GBP 45.299 pada tahun 2010)
Kredit Modal Kerja Rp
Pinjaman Sindikasi
DBS Bank Ltd., Singapura
(AS$ 18.000.000 pada
tahun 2011 dan 2010)
Channel Securities Ltd, Singapura

2010

2010
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk:

235.198.321.580
7.792.259.891
225.186.377.985

206.847.693.903
31.542.001.948
225.186.377.985

163.224.000.000
86.075.883.847

161.838.000.000
86.075.883.847

717.476.843.303

711.489.957.683

242.990.581.471

44.955.000.000

474.486.261.832

666.534.957.683

Working Capital Facilities US$


(US$ 25,937,177.06 in 2011 and
US$ 22,936,082.61 and,
GBP 45,299 in 2010)
Working Capital Facilities Rp
Syndicated loan
DBS Bank Ltd., Singapore
(US$ 18,000,000 in
2011 and 2010)
Channel Securities Ltd, Singapore
Total
Less current maturities of
long term debts
(US$ 25,937,177.06 and
Rp 7,792,259,891 in 2011 and
US$ 5,000,000 in 2010)

Long-term portion

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

a.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

a. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

Entitas memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja


dari BRI dengan pagu sebagai berikut:
Mata uang Dolar AS
Kredit modal kerja impor
Kredit modal kerja
Mata uang Rupiah
Kredit modal kerja

The Entity obtained working capital facilities


from BRI, which limit of those facilities are as
follow:

AS$
AS$

18.600.000
15.500.000

Rp

20.000.000.000

US Dollar currency
Working capital facility for import
Working capital
Rupiah currency
Working capital

Pinjaman dalam mata uang asing dan mata uang Rupiah


masing-masing dibebani bunga per tahun sebesar 5,5%
dan 10,5% pada tahun 2011 dan 5,5% dan 11% pada
tahun 2010.

Loans in foreign currency and Rupiah bears annual


interest rate 5.5% and 10.5% in 2011, respectively and
5.5% and 11% in 2010, respectively.

Pada tanggal 10 Agustus 2007, Entitas memperoleh


penambahan fasilitas kredit modal kerja impor dari
BRI sebesar AS$ 3.100.000 sehingga jumlah maksimum
pinjaman menjadi sebesar AS$ 12.900.000. Penambahan
tersebut telah diaktakan dengan akta Notaris Soehartono,
S.H., No. 5 tanggal 10 Agustus 2007.

On August 10, 2007, the Entity obtained addition


working capital facility for import from BRI amounted to
US$ 3,100,000, therefore, the Entitys loan become to US$
12,900,000. This addition was covered by Notarial Deed
No. 5 dated August 10, 2007 of Soehartono, S.H.

Pada tanggal 10 Januari 2011, Entitas memperoleh


perpanjangan fasilitas pinjaman modal kerja dari BRI,
selama 2 (dua) tahun sampai dengan tanggal 31 Maret
2012, disertai dengan penurunan plafon kredit untuk
fasilitas kredit modal kerja Rupiah dari sebesar Rp
40.000.000.000 menjadi sebesar Rp 20.000.000.000.

On January 10, 2011, the Entity obtained working capital


loan roll-overed from BRI, for 2 years until March 31, 2012,
and decrease the credit limit for working capital facility
Rupiah amounted to Rp 40,000,000,000 become to
Rp 20,000,000,000.

Pada tanggal 22 Juli 2011, Entitas memperoleh


penambahan fasilitas kredit modal kerja impor dari
BRI sebesar AS$ 2.600.000 sehingga jumlah maksimum
pinjaman menjadi sebesar AS$ 15.500.000. Penambahan
tersebut telah diaktakan dengan akta Notaris Kukuh
Muljo Rahardjo, S.H., No. 183 tanggal 22 Juli 2011. Fasilitas
pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret
2012.

On July 22, 2011, the Entity obtained addition working


capital facility for import from BRI amounted to US$
2,600,000, therefore, the Entitys loan become to US$
15,500,000. This addition was covered by Notarial Deed
No. 183 dated July 22, 2011 of Kukuh Muljo Rahardjo, S.H.
This facility will be matured on March 31, 2012.

Pinjaman dari BRI tersebut di atas dijamin dengan aset


tetap tertentu, piutang usaha dan persediaan (lihat
Catatan 5, 8, dan 11).

The loans from BRI are secured by certain property, plant


and equipment, trade receivable and inventories (see
Notes 5, 8 and 11).

Perjanjian pinjaman dengan BRI memuat beberapa


pembatasan kepada Entitas, antara lain, pemeliharaan
rasio keuangan tertentu, perolehan pinjaman baru,
melakukan penggabungan usaha, akuisisi atau
penyertaan baru pada entitas lain, merubah Anggaran

The loan agreements with BRI, generally included certain


restrictive covenants to the Entity, relating to, among
others, maintaining of certain financial ratios, obtaining
additional borrowings, entering into merger, acquisition
or new investment in other companies, change of the

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

83

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

84

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Dasar Entitas termasuk susunan pengurus dan atau


pemegang saham serta pemodalan, memberikan
pinjaman, melakukan investasi, bertindak selaku
penjamin dan melakukan pengalihan, penjaminan atau
penjualan aset.

Entitys articles of association include changes of board


of commissioners and directors, member of stockholders
and the capital structure, granting of credit, making
investment, acting as guarantor and transferring or
disposal of assets.

b.

b. Syndicated Loan

Pinjaman Sindikasi

Pada bulan Juni 1996, Entitas mengadakan perjanjian


kredit sindikasi dengan The Sanwa Bank, Limited,
Singapura, sebagai koordinator sindikasi, secara kolektif
dengan 7 bank di luar negeri dan 4 bank di Indonesia
(Sindikasi), di mana Sindikasi setuju untuk menyediakan
fasilitas pinjaman berjangka sebesar AS$ 43.000.000.
Fasilitas kredit sindikasi ini digunakan untuk modal kerja
dan pelunasan kembali sebagian hutang Entitas yang
diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
(BRI). Pinjaman yang diperoleh dari BRI digunakan untuk
membiayai perolehan aset tetap tertentu.

On June 1996, the Entity entered into syndicated loan


agreement with The Sanwa Bank, Limited, Singapore, as
the coordinator, collectively with 7 overseas banks and 4
domestic banks (Lenders), whereby the Lenders agreed
to provide a long-term debt facility amounting to US$
43,000,000. This facility was used for working capital
purposes and repayment part of the loans from PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). The loans obtained
from BRI were used to finance the acquisition of certain
property, plant and equipment.

Pinjaman sindikasi ini dijamin dengan aset tetap tertentu


Entitas, piutang usaha dan persediaan, secara pari passu
dengan pinjaman BRI. Pinjaman ini jatuh tempo pada
tanggal 20 September 1999. Sesuai dengan perjanjian
restrukturisasi hutang tanggal 30 Maret 2000, Sindikasi
setuju untuk menjadualkan kembali pembayaran hutang
pokok dalam 13 angsuran triwulanan mulai tanggal 10
April 1999 sampai dengan tanggal 10 Januari 2002,
masing-masing dalam jumlah tertentu.

The syndicated loan is secured by certain property, plant


and equipment, trade receivables and inventories on
a security sharing basis with the short-term loans from
BRI. The facility was due on September 20, 1999. However,
the Lenders agreed to reschedule the repayment of the
principal in 13 quarterly installments starting April 10,
1999 to January 10, 2002, each in a certain amount as
detailed in the debt restructuring agreement dated
March 30, 2000.

Berdasarkan akta Notaris Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H.,


No. 34 tanggal 9 Desember 2004, Notaris di Surabaya,
(menambah dan mengubah akta Notaris No. 63 tanggal
29 Agustus 2003 yang diaktakan oleh notaris yang sama),
Entitas dan Sindikasi telah menandatangani perjanjian
restrukturisasi hutang yang berisi kesepakatan untuk
menjadualkan kembali pembayaran pinjaman pokok
dan hutang bunga yang telah ditetapkan sebelumnya
(Perjanjian).

Based on Notarial Deed No. 34 dated December 9, 2004


of Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H., Notary in Surabaya
(added and amended Notarial Deed No. 63 dated August
29, 2003 by the same notary), the Entity and Lenders
had entered into the agreement of debt restructuring
(Agreement) which contained agreement for
rescheduling payment of principal and interest payable
which was stated before.

Perjanjian pinjaman ini memuat pembatasan kepada


Entitas, antara lain, pemeliharaan rasio keuangan
tertentu dan mengharuskan adanya persetujuan
tertulis dari Sindikasi mayoritas untuk memperoleh
tambahan pinjaman, pembagian dividen dan melakukan
pengalihan atau penjualan aset. Entitas harus memelihara
rasio hutang terhadap ekuitas tidak lebih besar dari 4,0
: 1, rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar tidak
lebih kecil dari 0,4 : 1 dan minimum ekuitas sebesar
Rp 150.000.000.000.

The loan agreement includes certain restrictive covenants


to the Entity relating to, among others, maintaining the
certain financial ratios and requiring the written consent
form majority of the Lenders to obtain additional loans,
distribution of dividends and transfers or disposal of
assets. The Entity should maintain the debt to equity
ratio of not more than 4.0 : 1, the current ratio of not less
than 0.4 : 1, and minimum stockholders equity of
Rp 150,000,000,000.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Selain yang disebutkan di Perjanjian di atas, syarat-syarat


pinjaman lainnya yang dinyatakan dalam akta Notaris
No. 63 di atas tidak berubah.

Besides which was mentioned by the agreement above,


other loan condition, which expressed in Notarial Deed
No. 63 above remained unchanged.

Pada tahun 2005 dan 2006, Entitas melakukan


restrukturisasi atas pinjamannya.

In 2005 and 2006, the Entity had restructuring these


loans.

Pada tanggal 20 Juli 2007, Entitas dan Sindikasi


melakukan perjanjian restrukturisasi hutang yang berisi
kesepakatan untuk mengkonversi hutang sindikasi
sebesar Rp 200.000.000.000 menjadi saham Entitas
sebanyak 500.000.000 lembar saham. Sedangkan sisa
pinjaman Sindikasi sebesar Rp 226.563.839.639 akan
dijadualkan kembali untuk dilunasi dalam waktu 10
tahun yang akan dimulai sejak tanggal 30 Juni 2009
sampai dengan tanggal 31 Desember 2018. Tingkat
bunga pinjaman atas sisa pinjaman tersebut adalah 3%
di atas SIBOR.

On July 20, 2007, the Entity and lenders entered into debt
rectructuring agreement, which agreed to convertion
the loan amounting to Rp 200,000,000,000 become the
Entitys shares amounted to 500,000,000 shares. The
remaining balance amounting to Rp 226,563,839,639
will be rescheduled to be pay in ten years, which starting
from June 30, 2009 until December 31, 2018. This debt
bears annual interest rate of 3% over the SIBOR.

Pada tanggal 22 Desember 2008, Entitas dan Sindikasi


melakukan kesepakatan untuk menjadualkan kembali
atas pembayaran hutang di atas dimana dari tanggal 30
Juni 2009 menjadi 30 Juni 2014, dan mengubah tingkat
bunga pinjaman untuk periode berikutnya menjadi
sebesar 4% di atas SIBOR.

On December 22, 2008, the Entity and lenders agreed


to reschedule loan payment above from June 30, 2009
became June 30, 2014, and changed its annual interest
rate became 4% over the SIBOR for next period.

Pada tanggal 21 Desember 2009, Entitas dan Sindikasi


melakukan kesepakatan untuk mengubah tingkat bunga
pinjaman untuk periode berikutnya menjadi sebesar
5% di atas SIBOR dan melakukan pembayaran hutang
sebesar Rp 1.377.461.654 untuk periode berikutnya
sehingga pinjaman Sindikasi pada tahun 2011 dan 2010
menjadi sebesar Rp 225.186.377.985.

On December 21, 2009, the Entity and lenders agreed


to change its annual interest rate became 5% over the
SIBOR for next period, and paid the loan amounting to
Rp 1,377,461,654 for next period, which decrease the
remaining balance in 2011 and 2010 became amounting
to Rp 225,186,377,985.

Pada tanggal 18 Mei 2011, Entitas dan Sindikasi


melakukan kesepakatan untuk mengubah tingkat bunga
pinjaman untuk periode berikutnya menjadi sebesar
5,2% di atas SIBOR.

On May 18, 2011, the Entity and lenders agreed to


changed its annual interest rate became 5.2% over the
SIBOR for next period.

c.

c. Channel Securities Ltd., Singapore

Channel Securites Ltd., Singapura

Berdasarkan akta Notaris Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H.,


No. 37 tanggal 14 Desember 2004, Notaris di Surabaya,
(merubah akta Notaris No. 59 tanggal 24 Juni 2003 yang
diaktakan oleh notaris yang sama mengenai perjanjian
restrukturisasi hutang antara Entitas dengan Kanematsu
Corporation, Singapura (Kanematsu), Entitas dan Channel
Securites Ltd., Singapura (Channel), sebagai kreditur
penerus Kanematsu, telah menandatangani perjanjian

Based on Notarial deed No. 37 dated December 14, 2004 of


Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H., (amended Notarial Deed
No. 59 dated June 24, 2003 by the same notary about the
agreement of debt restructuring between the Entity and
Kanematsu Corporation, Singapura (Kanematsu), the
Entity and Channel Securites Ltd., Singapura (Channel),
who continue the precious lender, Kanematsu, entered
into the agreement of debt restructuring (Agreement)

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

85

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

restrukturisasi hutang yang berisi kesepakatan untuk


menjadualkan kembali pembayaran pinjaman pokok
dan hutang bunga yang telah ditetapkan sebelumnya
dengan Kanematsu. Pembayaran pinjaman dan hutang
bunga tersebut dikelompokkan kembali dalam beberapa
skema sebagai berikut:

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

which contained agreement to rescheduling payment of


principal and interest payable which was settled before
with Kanematsu. Payment of principal and interest
payable were classified in several tranches as follows:

Skema A.

Merupakan saldo pinjaman pokok yang


dapat dipertahankan (Sustainable
Debt) dimana pada tanggal 14
Desember 2004 bersaldo AS$ 1.198.542,
diangsur dalam pembayaran tengah
tahunan sebanyak 9 kali angsuran yang
dimulai pada tanggal 31 Desember 2005
sampai dengan tanggal 31 Desember
2009. Tingkat bunga per tahun atas
pinjaman ini sebesar 2% diatas SIBOR.

Tranche A. Represent the balance of sustainable


debt whereas on December 14, 2004
amounting to US$ 1,198,542, will be paid
in semi annually installment for 9 times
commenced on December 31, 2005 to
December 31, 2009. This debt bears annual
interest rate of 2% over the SIBOR.

Skema B.

Merupakan saldo pinjaman yang tidak


dapat dipertahankan (Unsustainable
Debt) dimana pada tanggal 14
Desember 2004 bersaldo AS$ 7.134.257,
dilunasi dengan cara sebagai berikut,
sebesar 50% dari saldo tersebut atau
sejumlah AS$ 3.567.130 diangsur dalam
pembayaran tengah tahunan sebanyak
10 kali angsuran yang dimulai pada
tanggal 31 Desember 2005 sampai
dengan tanggal 30 Juni 2010, dan 50%
sisanya pada tanggal 31 Desember 2010
akan dijadualkan kembali untuk periode
5 tahun berikutnya. Tingkat bunga per
tahun atas pinjaman ini sebesar SIBOR.

Tranche B. Represent the balance of unsustainable


debt whereas on December 14, 2004
amounting to US$ 7,134,257, will be
paid as follows; 50% from the balance or
amounting to US$ 3,567,130 will be paid
in semi annually installment for 10 times
commenced on December 31, 2005 to
June 30, 2010 and on December 31, 2010
the remaining balance of 50% will be
rescheduled for the next 5 years. This debt
bears annual interest rate of SIBOR.

Jika Entitas tidak dapat melakukan


pembayaran atas pokok pinjaman
sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditentukan, pada akhir tahun 2010
Channel akan menjadualkan kembali
pembayaran sisa pinjaman dengan
pembayaran tengah tahunan untuk
jangka waktu 5 tahun berikutnya.

When the Entity unable to pay the principal


according to repayment schedule, at the
end of 2010, Channel will reschedule the
payment of remaining balance for the
next 5 years.

Merupakan saldo bunga yang belum


dibayar oleh Entitas dimana pada
tanggal 14 Desember 2004 bersaldo
AS$ 1.273.738,45, akan dilunasi sampai
dengan tanggal 31 Desember 2010.

Tranche C. Represent the balance of interest


payables whereas on December 14, 2004
amounting to US$ 1,273,738.45, will be
fully paid until December 31, 2010. No
interest charged on this loan. When the

Skema C.

86

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Pinjaman ini tidak dikenakan bunga.


Jika Entitas tidak dapat melakukan
pembayaran
atas
bunga
yang
belum dibayar sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditentukan, maka
Channel akan menjadualkan kembali
pembayaran sisa pinjaman tersebut
untuk jangka waktu 5 tahun berikutnya.

Entity unable to pay this accrued balance


according to payment schedule, Channel
will reschedule the payment of remaining
balance for the next 5 years.

Pada tahun 2005 dan 2006, Entitas melakukan


restrukturisasi atas pinjamannya.

In 2005 and 2006, the Entity had restructuring these


loans.

Pada tanggal 22 Desember 2008, Entitas dan Channel


melakukan kesepakatan untuk penjadualan kembali atas
pembayaran hutang di atas dari tanggal 30 Juni 2009
menjadi 30 Juni 2014, dan mengubah tingkat bunga
pinjaman untuk periode berikutnya menjadi sebesar 4%
di atas SIBOR.

On December 22, 2008, the Entity and Channel agreed


to reschedule the loan payment above from June 30,
2009 became to June 30, 2014, and changed its annual
interest rate became 4% over the SIBOR for next period.

Pada tanggal 21 Desember 2009, Entitas dan Channel


melakukan kesepakatan untuk mengubah tingkat bunga
pinjaman untuk periode berikutnya menjadi sebesar
5% di atas SIBOR dan melakukan pembayaran hutang
sebesar Rp 454.160.463 untuk periode berikutnya,
sehingga pinjaman pada tahun 2010 menjadi sebesar Rp
86.075.883.847.

On December 21, 2009, the Entity and Channel agreed


to change its annual interest rate became 5% over ther
SIBOR for next period, and paid the loan amounting
to Rp 454,160,463 for next period, which decrease the
remaining balance in 2010 became amounting to Rp
86,075,883,847.

Pada tanggal 18 Mei 2011, Entitas dan Channel melakukan


kesepakatan untuk mengubah tingkat bunga pinjaman
untuk periode berikutnya menjadi sebesar 5,2% di atas
SIBOR.

On May 18, 2011, the Entity and Channel agreed to


changed its annual interest rate became 5.2% over the
SIBOR for next period.

d.

d. DBS Bank Ltd., Singapore

DBS Bank Ltd., Singapura

Pada bulan April 2008, Entitas memperoleh fasilitas


pinjaman dari DBS Bank Ltd., Singapura (DBS Singapura)
dengan jumlah maksimum sebesar AS$ 13.000.000,
merupakan fasilitas refinancing pinjaman yang diperoleh
dari PT Bank DBS Indonesia. Fasilitas pinjaman tersebut
dikenakan bunga per tahun sebesar 4% di atas SIBOR
pada tahun 2009 dan mempunyai jangka waktu pinjaman
selama 5 tahun dan dijamin dengan aset tetap tertentu
milik Entitas.
Pada tanggal 25 Juni 2009, Entitas memperoleh tambahan
fasilitas pinjaman dari DBS Singapura dengan nilai
maksimum sebesar AS$ 5.000.000 yang digunakan untuk
tambahan modal kerja Entitas. Fasilitas pinjaman tersebut

In April 2008, the Entity obtained loan facility from DBS


Bank Ltd., Singapore (DBS Singapore) with maximum
amount of US$ 13,000,000, represented refinancing
facility of loan which obtained from PT Bank DBS
Indonesia. This loan facility bears annual interest rate of
4% over the SIBOR in 2009 and the loan period of 5 years
and secured by certain of the Entitys property, plant and
equipment.

On June 25, 2009, the Entity obtained additional loan


from DBS Singapore, with maximum of US$ 5,000,000,
which used as addition of the Entity working capital. This
loan bears annual interest rate of 4% above SIBOR, with

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

87

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

dikenakan bunga 4% di atas SIBOR dengan jangka waktu


2 tahun, sampai dengan tanggal 30 Juni 2011, dan dijamin
dengan aset tetap tertentu milik Entitas.

the loan period of 2 years, until June 30, 2011, and secured
by certain of the Entitys property, plant, and equipment.

Pada tanggal 10 Juni 2011, Entitas memperoleh


perpanjangan atas fasilitas tambahan dari DBS selama 5
tahun.

On June 10, 2011, the Entity obtained roll-overed of the


additional loan from DBS, for 5 years.

17. IMBALAN KERJA

17. EMPLOYEES BENEFITS

Entitas telah mencatat akrual untuk uang pesangon,


uang penghargaan masa kerja, dan ganti kerugian
sebesar Rp 15.112.988.459 dan Rp 12.257.725.705
masing-masing pada tahun 2011 dan 2010, dan
disajikan sebagai Liabilitas Jangka Panjang
Lainnya dalam laporan posisi keuangan (neraca).
Beban imbalan kerja sebesar Rp 3.594.401.613 dan
Rp 2.978.044.844 (lihat Catatan 26) masing-masing
pada tahun 2011 dan 2010, disajikan sebagai
Beban Umum dan Administrasi Imbalan Kerja
dalam laporan laba rugi komprehensif.

Entity has accrued liabilities of termination,


gratuity and compensation expense to employees
amounting to Rp 15,112,988,459 and Rp
12,257,725,705 in 2011 and 2010, respectively,
and presented as Other Non-Current Liability in
statements of financial position (balance sheets).
Employees benefit expense amounting to Rp
3,594,401,613 and Rp 2,978,044,844 (see Note 26) in
2011 and 2010, respectively, presented as General
and Administrative Expenses Employees Benefits
in the statements of comprehensive income.

Pada tahun 2011 dan 2010, Entitas mencatat


akrual berdasarkan perhitungan aktuaris yang
dilakukan masing-masing oleh PT Sigma Prima
Solusindo, aktuaris independen, berdasarkan
laporan No. 003/SPS/R-I/II/2012 tanggal 6
Pebruari 2012 dan PT Sigma Aktuarindo, aktuaris
independen, berdasarkan laporan No. 016/PSAKSpm/II/2011 tanggal 7 Pebruari 2011 dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit
yang mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai
berikut:

In 2011 and 2010, Entity recorded the accruals by


considering the actuarial calculations prepared
by PT Sigma Prima Solusindo, an independent
actuary, based on report No. 003/SPS/R-I/II/2012
dated February 6, 2012 and PT Sigma Aktuarindo,
an independent actuary based on report No.
016/PSAK-Spm/II/2011 dated February 7, 2011,
respectively, using the Projected Unit Credit method,
which considered the following assumptions:

Usia pensiun
Tingkat kenaikan gaji tahunan
Tingkat kematian
Suku bunga diskonto

50 tahun/years
6%
TMI-II 199
8% dan 9,5%
masing-masing
pada tahun 2011
dan 2010/ 8% and
9.5% in 2011 and
2010, respectively

Manajemen Entitas berpendapat bahwa jumlah


akrual pada tahun 2011 dan 2010 tersebut adalah
memadai untuk memenuhi ketentuan dalam
keputusan tersebut.

88

Retirement age
Annual rate of increase in salary
Mortality rate
Discount rate

Entitys management believes that the amount


accrued in 2011 and 2010 is adequate to meet the
requirement of that decree.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

a. Beban imbalan kerja karyawan

a. Employee benefits expenses


2011

Beban jasa kini


Beban bunga
Amortisasi dari biaya jasa lalu yang
belum diakui non vested
Amortisasi keuntungan aktuaria

Jumlah

1.417.498.588
1.639.147.886

932.459.923
1.564.697.284

346.878.892
190.876.247

346.878.892
134.008.745

Current service cost


Interest cost
Amortization of unrecognized
past service cost non vested
Amortization of actuarial gain

3.594.401.613

2.978.044.844

Total

b. Liabilitas imbalan kerja karyawan

Nilai kini liabilitas


Beban jasa lalu yang belum diakui
non vested
Keuntungan aktuaria yang
belum diakui

Saldo akhir tahun

2010

b. Estimated Liabilities for employee benefits


2011

2010

20.088.739.025

20.489.348.575

(2.081.273.348)

(2.428.152.240)

Present value of liabilities


Unrecognized past service cost
non vested

(2.894.477.218)

(5.803.470.630)

Unrecognized of actuarial gain

15.112.988.459

12.257.725.705

Balance at end of the year

Manajemen Entitas berpendapat bahwa jumlah akrual


pada tahun 2011 dan 2010 tersebut adalah memadai
untuk memenuhi ketentuan dalam keputusan
tersebut.

Entitys management believes that the amount accrued


in 2011 and 2010 is adequate to meet the requirement of
that decree.

Analisis akrual imbalan kerja adalah sebagai berikut:

The analysis of accrued employees benefits are as


follows:

2011
Saldo awal tahun
Penambahan selama satu tahun
Pembayaran manfaat

Saldo akhir tahun

2010

12.257.725.705
3.594.401.613
(739.138.859)

10.018.184.336
2.978.044.844
(738.503.475)

Balance at beginning of the year


Additions in a year
Benefit payment

15.112.988.459

12.257.725.705

Balance at end of the year

18. MODAL SAHAM

18. CAPITAL STOCK

Rincian pemegang saham dan kepemilikannya pada


tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai
berikut:

The stockholders and their respective stockholdings


as of December 31, 2011 and 2010 are as follows:

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

89

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Nilai Nominal Rp 400 per Saham)/ (Par Value at Rp 400 per Share)

Pemegang Saham

Jumlah Saham Ditempatkan


Persentase
dan Disetor Penuh (lembar) / Kepemilikan /
Number of Shares Issued
Percentage of
and Fully Paid (Shares)
Ownership

PT Gloriajaya Gempita
Shangton Finance Limited
PT Mahkotamutiara Mustika
UBS AG, Singapura
Cashpoint Investments Limited
Strategy Finance Limited
Masyarakat

Jumlah

Jumlah /
Amount

443.763.920
232.500.000
221.936.977
165.000.000
104.500.000
104.500.000
219.845.761

29,7%
15,6%
14,9%
11,1%
7,0%
7,0%
14,7%

177.505.568.000
93.000.000.000
88.774.790.800
66.000.000.000
41.800.000.000
41.800.000.000
87.938.304.400

PT Gloriajaya Gempita
Shangton Finance Limited
PT Mahkotamutiara Mustika
UBS AG, Singapore
Cashpoint Investments Limited
Strategy Finance Limited
Public

1.492.046.658

100,0%

596.818.663.200

Total

19. TAMBAHAN MODAL DISETOR

19. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL IN


EXCESS OF PAR VALUE

Akun ini merupakan tambahan modal disetor berupa


agio saham sebesar Rp 597.819.550 (lihat Catatan 3).

20. SALDO LABA

This account represented additional paid-in


capital - in excess of par value amounting to Rp
597,819,550 (see Note 3).

20. RETAINED EARNINGS

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:


2011

2010

a. Telah ditentukan
penggunaannya
Saldo awal tahun
Pembetukan dana cadangan

Saldo akhir tahun

a. Appropriated
1.000.000.000

Balance at beginning of the year


Appropriation of reserve

1.000.000.000

Balance at end of the year

2011

2010

b. Belum ditentukan
penggunaannya
Saldo awal tahun
Pembetukan dana cadangan
Laba tahun berjalan

Saldo akhir tahun

90

Stockholders

b. Unappropriated
120.969.110.025
(1.000.000.000)
33.075.990.067

91.348.275.881
29.620.834.144

Balance at beginning of the year


Appropriation of reserve
Income for the year

153.045.100.092

120.969.110.025

Balance at end of the year

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. LABA PER SAHAM DASAR

21. BASIC EARNING PER SHARE

Laba per saham dasar dihitung berdasarkan laba


tahun berjalan dibagi dengan rata-rata tertimbang
jumlah saham yang beredar dalam tahun yang
bersangkutan. Rata-rata tertimbang jumlah saham
yang beredar adalah 1.492.046.658 saham pada
tahun 2011 dan 2010. Jumlah laba per saham dasar
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing adalah
sebesar Rp 22 dan Rp 20.

22. PENJUALAN BERSIH

22. NET SALES

Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:

2011
Domestik
Ekspor

Jumlah

Basic earning per share is computed by dividing the


income for the year by the weighted-average number
of shares outstanding during the year. The weightedaverage number of shares outstanding amounted to
1,492,046,658 shares in 2011 and 2010. Basic earnings
per share for the years ended December 31, 2011 and
2010 amounted to Rp 22 and Rp 20, respectively.

The details of net sales are as follows:

2010

1.074.379.061.112
115.128.859.592

1.020.421.582.421
142.187.754.426

Domestic
Export

1.189.507.920.704

1.162.609.336.847

Total

Pada tahun 2011, penjualan yang melebihi 10%


dari jumlah penjualan bersih adalah kepada PT
Langgeng Karya Makmur sebesar Rp 133.505.059.713,
sedangkan pada tahun 2010 tidak terdapat penjualan
kepada suatu pihak yang melebihi 10% dari jumlah
penjualan bersih.

In 2011, sales which exceed 10% of total net sales


is to PT Langgeng Karya Makmur amounting to Rp
133,505,059,713, while in 2010, there are no sales to a
single party that exceeds 10% from the total net sales.

Penjualan utama Entitas berupa kertas sebesar 98,4%


dan 98,8% dari penjualan bersih masing-masing
pada tahun 2011 dan 2010, sehingga Entitas tidak
melaporkan informasi segmen produk secara terpisah.

The Entitys main sales in paper represented 98.4%


and 98.8% of net sales in 2011 and 2010, respectively,
accordingly the Entity did not disclose product
segmented information which is segregated.

Penjualan sebesar Rp 4.078.402.749 dan Rp


5.561.181.702 dari penjualan bersih merupakan
penjualan kepada pihak berelasi masing-masing pada
tahun 2011 dan 2010 (lihat Catatan 6).

The sales amounting to Rp 4,078,402,749 and Rp


5,561,181,702 from net sales represented sales to related
party in 2011 and 2010, respectively (see Note 6).

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

91

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

23. BEBAN POKOK PENJUALAN

23. COST OF GOODS SOLD

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai


berikut:
2011

2010

Pemakaian bahan baku


Upah buruh langsung
Beban pabrikasi

485.831.662.086
48.735.561.372
485.252.330.214

518.622.097.237
45.352.404.064
422.282.440.645

Raw materials used


Direct labor
Manufacturing overhead

Jumlah Beban Produksi

1.019.819.553.672

986.256.941.946

Total manufacturing cost

24.896.836.388
(23.556.258.018)

21.617.742.832
(24.896.836.388)

Work in process inventory


At beginning of the year
At end of the year

Beban Pokok Produksi

1.021.160.132.042

982.977.848.390

Cost of Goods Manufactured

Persediaan barang jadi


Pada awal tahun
Pada akhir tahun

37.070.202.427
(34.801.375.250)

43.283.470.169
(37.070.202.427)

Finished goods inventory


At beginning of the year
At end of the year

989.191.116.132

Cost of Goods Sold

Persediaan barang dalam proses


Pada awal tahun
Pada akhir tahun

Beban Pokok Penjualan

1.023.428.959.219

24. PENDAPATAN LAIN-LAIN

24. OTHER INCOME

Rincian pendapatan lain-lain adalah sebagai berikut:


2011

The details of other income are as follows:


2010

Penghasilan bunga

181.128.832

46.571.767

Laba penjualan aset tetap


Lain-lain

176.890.000
288.545.951

124.402.500
318.829.127

Interest income
Gain on disposal of
property, plant and equipment
Miscellaneous

646.564.783

489.803.394

Total

Jumlah

92

The details of cost of goods sold are as follows:

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. BEBAN PENJUALAN

25. SELLING EXPENSES

Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:

Ekspor dan pengangkutan


Gaji dan upah
Telepon dan telex
Perbaikan dan pemeliharaan
Lain-lain

Jumlah

2011

2010

31.821.220.986
4.611.828.580
1.524.937.209
1.042.470.948
5.347.024.242

30.366.643.491
4.215.908.921
1.333.299.333
984.294.169
4.691.400.324

Export and freight


Salaries and wages
Telephone and telex
Repairs and maintenance
Miscellaneous

44.347.481.965

41.591.546.238

Total

26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

Rincian beban umum dan administrasi adalah


sebagai berikut:

Gaji dan upah


Imbalan kerja (lihat Catatan 17)
Penyusutan (lihat Catatan 11)
Honorarium tenaga ahli
Perjalanan dinas
Perbaikan dan pemeliharaan
Jamuan
Keperluan kantor
Telepon dan telex
Lain-lain

Jumlah

The details of selling expenses are as follows:

26. GENERAL AND ADMINISTRATIVE


EXPENSES
The details of general and administrative
expenses are as follows:

2011

2010

13.522.585.219
3.594.401.613
1.764.822.265
1.244.920.300
993.750.913
937.869.410
600.347.600
494.180.778
403.945.029
3.617.084.829

10.787.540.274
2.978.044.844
1.709.482.942
935.306.000
985.740.991
1.431.290.096
476.956.960
410.081.257
313.756.556
2.113.556.683

Salaries and wages


Employees benefits (see Note 17)
Depreciation (see Note 11)
Professional fee
Traveling
Repairs and maintenance
Representation
Office supplies
Telephone and telex
Miscellaneous

27.173.907.956

22.141.756.603

Total

27. BEBAN KEUANGAN


Akun ini terdiri dari beban bunga dan administrasi
bank dengan rincian sebagai berikut:

27. FINANCIAL CHARGES


This account consists of interest expense and bank
administration expenses are as follows:

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

93

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Beban bunga pinjaman


Pinjaman Sindikasi
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
DBS Bank Ltd., Singapura
Channel Securities Ltd., Singapura
Administrasi bank

Jumlah

2011

2010

14.212.555.455

14.047.186.832

13.902.108.453
8.057.696.937
4.685.996.354
2.208.795.054

12.769.660.335
8.112.477.356
4.657.225.313
559.991.683

Interest expense from debt


Syndicated Loan
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
DBS Bank Ltd., Singapore
Channel Securities Ltd., Singapore
Bank administration

43.067.152.253

40.146.541.519

Total

28. PAJAK PENGHASILAN

28. INCOME TAX

a. Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan

a. Estimated Claims for Tax Refund

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:


2011

Pajak Penghasilan
Pasal 22
Pasal 25

Jumlah

94

2010

7.074.022.441
149.225.026

Income Tax
Article 22
Article 25

7.223.247.467

Total

Pada tanggal 31 Maret 2010, Entitas menerima Surat


Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) Badan dari
Direktorat Jenderal Pajak No. 00108/406/08/054/10 untuk
tahun pajak 2008. Laba fiskal yang disetujui untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 adalah
sebesar Rp 668.869.590 dan kelebihan pembayaran
pajak adalah sebesar Rp 5.153.130.594. Disamping itu,
Entitas juga menerima Surat Tagihan Pajak (STP) Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp 743.776.065. Selisih
antara jumlah yang lebih bayar dan kurang bayar sebesar
Rp 4.409.354.529 telah diterima oleh Entitas pada tanggal
6 Mei 2010.

On March 31, 2010, the Entity received Tax Assessment


Letter of Overpayment on Corporate Income Tax
(SKPLB) from Directorate General of Taxation No.
00108/406/08/054/10 of fiscal year 2008. The taxable
income for the year ended December 31, 2008 amounted
to Rp 668,869,590 and overpayment of income tax
amounted to Rp 5,153,130,594. The Entity also received
Tax Collection Notice Letter (STP) on Value Added Tax
(VAT) amounted to Rp 743,776,065. The difference
between the amount of the related overpayment and
underpayment amounted to Rp 4,409,354,529 has been
received by the Entity on May 6, 2010.

Pada tanggal 11 Juni 2009, Entitas mengajukan keberatan


dengan Surat No. 40/SPM-FA/VI/2009 untuk Surat
ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Penghasilan
Pasal 26. Atas pengajuan keberatan tersebut Direktorat
Jenderal Pajak mengeluarkan Surat Keputusan No. 922/
WPJ.07/BD.05/2009 tanggal 26 Agustus 2009 dengan
keputusan menolak keberatan Entitas. Entitas kemudian

On June 11, 2009, the Entity submitted an objection


letter No. 40/SPM-FA/VI/2009 for Tax Assessment Letter
of Underpayment on Corporate Income Tax (SKPKB) on
Income Tax Article 26. Over the objection Directorate
General of Taxes issued a Decision Letter No. KEP-922/
WPJ.07/BD.05/2009 dated August 26, 2009, with decision
rejected the objection of the Entity. The Entity has further

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

mengajukan banding ke Pengadilan Pajak dengan


surat No. 71/SPM-FA/XI/2009 tanggal 18 Nopember
2009 dan diterima oleh Pengadilan Pajak pada tanggal
23 Nopember 2009. Berdasarkan Surat Keputusan
Pengadilan Pajak tanggal 19 Nopember 2010, banding
Entitas tersebut ditolak dan Entitas menerima keputusan
tersebut.

made an appeal to Tax Court vide its letter No. 71/SPMFA/XI/2009 dated November 18, 2009 and the Tax Court
received on November 23, 2009. Based on the Tax Court
Decision Letter dated November 19, 2010 the Entitys
appeal was rejected and the Entity agreed with this
decision.

Pada tanggal 13 Juni 2008, Entitas mengajukan keberatan


dengan Surat No. 002/SPM/VI/2008 untuk SKPKB Pajak
Penghasilan Pasal 26. Atas pengajuan keberatan tersebut
Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan Surat Keputusan
No. 1562/WPJ.07/BD.05/2008 tanggal 10 Desember 2008
dengan keputusan menolak keberatan Entitas. Entitas
kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Pajak
dengan surat No. 03/SPM-FA/II/2009 tanggal 16 Pebruari
2009 dan diterima oleh Pengadilan Pajak pada tanggal
2 Maret 2009. Berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan
Pajak tanggal 23 April 2010, banding Entitas tersebut
ditolak dan Entitas menerima keputusan tersebut.

On June 13, 2008, the Entity submitted an objection letter


No. 002/SPM/VI/2008 for SKPKB on Income Tax Article 26.
Over the objection Directorate General of Taxes issued a
Decision Letter No. KEP-1562/WPJ.07/BD.05/2008 dated
December 10, 2008, with decision rejcted the objection
of the Entity. The Entity has further made an appeal to
Tax Court vide its letter No.03/SPM-FA/II/2009 dated
February 16, 2009 and the Tax Court received on March
2, 2009. Based on the Tax Court decision letter dated April
23, 2010 the Entitys appeal was rejected and the Entity
agreed with this decision.

b. Pajak Kini

b. Current Tax

Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak seperti yang


disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2011 dan 2010, dengan taksiran laba fiskal adalah sebagai
berikut:

The reconciliation between income before tax expense,


as shown in the statements of comprehensive income for
the years ended December 31, 2011 and 2010, and the
estimated taxable income are as follows:

Laba sebelum pajak


sesuai dengan laporan
laba rugi komperhensif
Beda tetap:
Jamuan dan representasi
Penghasilan bunga yang pajaknya
bersifat final
Lain-lain

2011

2010

44.417.304.471

84.341.246.318

1.129.082.735

862.346.969

(181.128.832)
-

(46.571.767)
2.030.701.222

Income before tax expenses


per statements of comprehensive
income
Permanent differences:
Entertainment and representation
Interest income already subjected to
final tax
Others

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

95

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2011
Beda temporer:
Penyisihan piutang ragu-ragu
Penyusutan
Imbalan kerja
Laba penjualan aset tetap

Taksiran laba fiskal

2010

(15.051.366.371)
2.855.262.754
-

(255.465.025)
(16.356.080.982 )
2.239.541.369
125.457.500

33.169.154.757

72.941.175.604

Perhitungan beban pajak kini Entitas dan hutang


pajak adalah sebagai berikut:
2011
Pajak penghasilan
25% x Rp 33.169.154.000
25% x Rp 72.941.175.000
Dikurangi pembayaran pajak di muka
Pajak Penghasilan Pasal 22
Pajak Penghasilan Pasal 25
Jumlah

Hutang Pajak Kini


Taksiran Tagihan Pajak
Penghasilan

96

Temporary differences:
Alowance for doubtful account
Depreciation
Employees benefits
Gain on disposal of property, plant
and equipment
Estimated taxable income

The computation of current tax expenses and


tax payables are as follows:
2010

8.292.288.500
-

18.235.293.904

7.074.022.441
8.441.513.526

6.215.554.332
10.751.007.540

Income tax
25% x Rp 33,163,154,000
25% x Rp 72,941,175,000
Less prepaymentof prepaid tax
Income Tax Article 22
Income Tax Article 25

15.515.535.967

16.966.561.872

Total

1.268.732.032

Current Tax Payable

(7.223.247.467)

Estimated Claims for Tax Refund

Taksiran laba fiskal tahun 2011 telah disesuaikan


dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak
penghasilan tahun 2011 yang akan dilaporkan Entitas
kepada kantor pajak.

The estimated taxable income in 2011 have conformed with


the Annual Income Tax Return (SPT) filed to the tax office.

Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia,


Entitas
melaporkan/menyetorkan
pajak
yang
terhutang berdasarkan sistem self assessment. Fiskus
dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak
tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan
yang berlaku.

Under the taxation laws in Indonesia, the Entity submits the


annual tax return on the basis of self assessment. The tax
authorities may assess or amend taxes within the statute of
limitations under prevailing regulations.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

c. Pajak Tangguhan

c. Deferred Tax

Perhitungan beban pajak tangguhan untuk tahun yang


berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan
2010 adalah sebagai berikut:

Calculation of deferred tax expense for the years ended


December 31, 2011 and 2010 are as follows:

2011
Penyusutan
Imbalan kerja
Penyisihan piutang ragu-ragu

Beban pajak tangguhan

(3.762.841.593)
713.815.689
-

(36.981.137.358)
559.885.342
(63.866.254)

Depreciation
Employees benefits
Allowance for doubtful accounts

(3.049.025.904)

(36.485.118.270)

Deferred tax expense

Rekonsiliasi antara taksiran pajak penghasilan yang


dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
berlaku dari laba akuntansi sebelum beban pajak yang
tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:

2011
Laba akuntansi sebelum
beban pajak
Taksiran pajak penghasilan dengan
tarif pajak efektif
Pengaruh pajak atas beda tetap
Penghasilan bunga yang
pajaknya bersifat final
Lain-lain

Jumlah Beban Pajak

2010

The reconciliation between provision for income tax


computed by applying the effective tax rate to accounting
income before tax expense as shown in the statements of
comprehensive income for the years ended December 31,
2011 and 2010 are as follows:

2010

(44.417.304.471)

(84.341.246.318)

(11.104.326.178)
(282.270.434)

(21.085.311.580)
(723.262.048)

45.282.208
-

11.642.942
(32.923.481.488)

Accounting income before


tax expense
Provision for income tax with
effective tax rate
The tax effects of permanent differences
Interest income already subjected
to final tax
Others

(54.720.412.174)

Total tax expense

(11.341.314.404)

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

97

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pengaruh pajak atas beda waktu yang signifikan


antara pelaporan komersial dan fiskal dan kumulatif
rugi fiskal adalah sebagai berikut:

2011
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Imbalan kerja
Aset tetap

Jumlah

The tax effects of significant temporary differences


between financial and tax reporting and cumulative
fiscal loss are as follows:

2010

3.778.247.115
(9.648.258.611)

3.064.431.426
(5.885.417.018)

Deferred tax assets (liabilities)


Employees benefits
Property, plant and equipment

(5.870.011.496)

(2.820.985.592)

Total

29. KEWAJIBAN KONTINJENSI


Pada bulan Pebruari 1995, Entitas dengan beberapa
entitas lain di Surabaya, telah digugat oleh Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Pengadilan
Negeri Surabaya, dalam kasus perdata No. 116/
Pdt.G/1995/PN.SBY. Walhi mengajukan gugatan
bahwa Entitas telah membuang limbahnya ke Kali
Surabaya dan memohon kepada Pengadilan untuk
menghukum Entitas dengan membayar denda
sebesar Rp 7.726.250.000. Berdasarkan Putusan
Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 16 Nopember
1995 No. 116/Pdt.5/1995/PN.SBY. Pengadilan
memutuskan dan menyatakan bahwa gugatan yang
telah diajukan oleh Walhi tidak dapat diterima. Namun
berdasarkan catatan Pengadilan Negeri Surabaya,
putusan tersebut belum mempunyai kekuatan hukum
tetap karena adanya upaya hukum berupa banding
yang diajukan oleh Walhi pada tanggal 29 Nopember
1995. Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan
Pengadilan Tinggi Jawa Timur No. 535/Pdt/1997/
PT.SBY. tanggal 10 Desember 1997, Pengadilan Tinggi
Jawa Timur menguatkan keputusan Pengadilan
Negeri Surabaya tanggal 16 Nopember 1995, No.
116/Pdt.5/1995/PN.SBY. tersebut. Pada tanggal 9 April
1998, Pengadilan Tinggi menerima permohonan
kasasi yang diajukan Walhi kepada Mahkamah Agung.
Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik
Indonesia No. 1885/K/Pdt/2007 tanggal 13 Maret 2008
yang telah diterima Entitas pada tanggal 11 Maret
2010, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi
yang diajukan Walhi.

98

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

29. CONTINGENT LIABILITY


In February 1995, the Entity, together with other
companies in Surabaya, had been sued by Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) at the District
Court of Surabaya under the Civil Case No.116/
Pdt.G/1995/PN.SBY. Walhi claims that the Entity had
discharged its waste into Surabaya River and requested
the Court to impose a penalty of Rp 7,726,250,000 to
the Entity. Based on the letter No. 116/Pdt.5/1995/
PN.SBY.dated November 16, 1995 of the District Court
of Surabaya, the Court decided not to accept the
suit of Walhi. However, according to the Court, the
decision still had no strong legal basis because Walhi
had submitted an appeal to the Appellate Court on
November 29, 1995. Subsequently, based on its Letter
No. 535/Pdt/1997/PT.SBY. dated December 10, 1997, the
Appellate Court supported the decision of the District
Court of Surabaya in its letter mentioned above. On
April 9, 1998, the Appellate Court had accepted Walhis
appeal to the Supreme Court. Based on decision of
the Supreme Court of the Republic of Indonesian No.
1885/K/Pdt/2007 dated March 13, 2008 that has
received by the Entity on March 11, 2010, the Supreme
Court of the Republic of Indonesian had rejected appeal
from Walhi.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pada tanggal 11 Maret 2010, Entitas menerima salinan


putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
No. 1885 K/Pdt/2007 tanggal 13 Maret 2008
dimana surat putusan tersebut menyatakan bahwa
Mahkamah Agung Republik Indonesia menolak
permohonan kasasi yang dilakukan oleh Walhi atas
putusan Pengadilan Negeri No. 116/Pdt.G/1995/
PN.Sby tanggal 12 Juli 2004 serta membebankan
biaya perkara sebesar Rp 500.000 kepada Walhi
selaku penggugat dan Rp 200.000 kepada Entitas dan
beberapa entitas di Surabaya selaku tergugat.

30. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA


UANG ASING
Pada tanggal 31 Desember 2011, posisi aset dan
liabilitas yang dinyatakan dalam mata uang asing
adalah sebagai berikut:

Mata Uang Asing/


Foreign Currencies
Aset
Bank
Piutang usaha - pihak ketiga
Uang muka kepada pemasok

AS$
AS$
AS$

196.621,91
1.024.454,54
265.883,10

Jumlah Aset
Liabilitas
Hutang usaha - pihak ketiga

Biaya masih harus dibayar


Pinjaman jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Jumlah Liabilitas

Liabilitas - bersih

On March 11, 2010, the Entity received a copy of


the decision of the Supreme Court of the Republic
of Indonesia No. 1885 K/Pdt/2007 dated March 13,
2008 which the related decision letter states that the
Supreme Court of Republic of Indonesian rejected the
appeal made by WALHI to the District Court decision
No. 116/Pdt.G/1995/PN.Sby dated July 12, 2004, and
to charge the case of Rp 500,000 to Walhi as plaintiff
and Rp 200,000 to the Entity and several companies in
Surabaya as a defendant.

30. ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED


IN FOREIGN CURRENCIES
As of December 31, 2011, the foreign currencies
denominated assets and liabilities are as follows:

Rupiah/
Rupiah
1.782.967.480
9.289.733.768
2.411.027.951

Assets
Cash in banks
Trade receivables - third parties
Advances to suppliers

13.483.729.199

Total Assets
Liabilities
Trade payables - third parties

AS$
JPY
GBP
EUR
SGD
AS$

1.199.040,33
80.836.764,00
3.529,53
4.152,70
6.192,70
1.235.107,37

10.872.897.712
9.441.988.671
49.304.940
48.748.483
43.189.902
11.199.953.586

AS$

25.937.177,06

235.198.321.580

Accured expenses
Current maturities of
long-term debts

AS$

18.000.000

163.224.000.000

Long-term debts-net of
current maturities of long-term debts

430.078.404.874

Total Liabilities

416.594.675.675

Liabilities - net

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

99

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pada tanggal 31 Desember 2010, posisi aset dan


liabilitas yang dinyatakan dalam mata uang asing
adalah sebagai berikut:

As of D ecember 31, 2010, the foreign


currencies denominated assets and liabilities
are as follows:

Mata Uang Asing/


Foreign Currency
Aset
Bank
Piutang usaha - pihak ketiga
Uang muka kepada pemasok

AS$
AS$
AS$

Rupiah/
Rupiah

192.934,91
970.145,27
1.306.717,08

Jumlah Aset
Liabilitas
Hutang usaha - pihak ketiga

Assets
Cash in banks
Trade receivables - third parties
Advances to suppliers

22.205.947.185

Total assets
Liabilities
Trade payables - third parties

AS$
EUR
JYP
AS$

962.473,97
160.690,00
65.734.090,00
1.083.901,66

8.653.603.464
1.921.209.640
7.249.500.549
9.745.359.754

AS$

5.000.000

44.955.000.000

Accured expenses
Current maturities of
long-term debts

AS$
GBP

35.936.082,61
45.299,00

323.101.318.657
629.375.246

Long-term debts-net of
current maturities of
long-term debts

Jumlah Liabilitas

396.255.367.310

Total Liabilities

Liabilitas - bersih

374.049.420.125

Beban masih harus dibayar


Pinjaman jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Pinjaman jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun

31. PENGELOLAAN MODAL

Liabilities - net

31. CAPITAL MANAGEMENT

Struktur permodalan Entitas adalah sebagai berikut:

The Entitys capital structure are as follows:

2011
Jumlah

100

1.734.677.776
8.722.576.123
11.748.693.286

2010
Persentase

Jumlah

Persentase

Liabilitas jangka pendek


Liabilitas jangka panjang

304.846.562.444
495.469.261.787

20%
32%

90.034.509.677
681.613.668.980

6%
46%

Short- term liabilities


Long- term liabilities

Jumlah Liabilitas

800.315.824.231

52%

771.648.178.657

52%

Ekuitas

751.461.582.842

48%

718.385.592.775

48%

Total Liabilities
Stockholders
equity

Jumlah

1.551.777.407.073

100%

1.490.033.771.432

100%

Total

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Tujuan pengelolaan modal Entitas adalah untuk


pengamanan kemampuan Entitas dalam melanjutkan
kelangsungan usaha agar dapat memberikan manfaat
bagi pemegang saham dan pihak berkepentingan
lainnya serta mempertahankan struktur permodalan
yang optimum untuk meminimalkan biaya modal.

The objective of capital management are to secure the Entity


ability to continue its business in order to deliver results for
shareholders and benefits to other stakeholders and to
maintain an optimal capital structure to minimize the cost
of capital.

Secara periodik, Entitas melakukan valuasi pinjaman


untuk menentukan kemungkinan pembiayaan kembali
pinjaman yang ada dengan pinjaman baru yang lebih
efisien yang akan mengarah pada biaya pinjaman yang
lebih optimal.

Periodically, the Entity doing the valuation of debt to


determine the possible refinancing of existing debt with new
debt that is more efficient which will lead to more optimal
debt costs.

Selain harus memenuhi persyaratan pinjaman, Entitas


juga harus mempertahankan struktur permodalannya
pada tingkat yang tidak berisiko terhadap peringkat
kreditnya dan setara dengan pesaingnya.

Apart from having to meet loan requirements, the Entity also


must maintain its capital structure at a level that no risk of
credit rating and equal to its competitors.

Rasio
pinjaman
terhadap
ekuitas
(dengan
membandingkan pinjaman yang dikenai bunga) adalah
rasio yang diawasi oleh manajemen untuk mengevaluasi
struktur permodalan Entitas dan mereview efektivitas
pinjaman Entitas.

Debt to equity ratio (by comparing the gearing debt to


equity) is the ratio of which is manage by management to
evaluate the capital structure of the Entity and review the
effectiveness of the Entitys debt.

Sesuai dengan persyaratan dari pihak kreditur bahwa


Entitas harus memelihara rasio pinjaman terhadap
ekuitas maksimal 4 kali. Rasio pinjaman terhadap ekuitas
Entitas pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
masing-masing sebesar 0,95 dan 0,99.

According with the requirement of Creditors, that the Entity


has to maintain ratio of debt to equity maximal 4 times. as
of December 31, 2011 and 2010, ratio of debt to equity of the
Entity amounted to 0.95 and 0.99, respectively

32. KEWAJIBAN
KEUANGAN

32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT POLICIES

MANAJEMEN

RISIKO

Aktivitas Entitas mengandung berbagai macam


risiko-risiko keuangan antara lain: risiko mata uang,
risiko suku bunga, risiko harga, risiko kredit dan risiko
likuiditas. Kebijakan manajemen risiko keuangan yang
dijalankan oleh Entitas adalah sebagai berikut:

Activities of the Entity contain various kinds of financial


risks include: currency risk, interest rate risk, price risk,
credit risk and liquidity risk. Financial risk management
policies implemented by the Entity are as follows:

a. Risiko Mata Uang

a. Currency Risk

Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi atas nilai


wajar atau arus kas dari instrumen keuangan yang
disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing.

Currency risk is the risk of fluctuations in the fair value


or cash flows of financial instruments due to changes in
foreign currency exchange rates.

Entitas tidak memiliki kebijakan khusus manajemen


untuk mengantisipasi risiko fluktuasi mata uang asing.

The Entity has no specific policy for management to


anticipate the risk of foreign currency fluctuations.

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

101

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

102

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Manajeman berkeyakinan bahwa risiko yang timbul


dari fluktuasi mata uang asing dapat diminimalisasikan
dengan strategi commercial hedging yaitu dengan
memperoleh hasil penjualan ekspor dalam mata uang
asing yang setara dengan kebutuhan impor Entitas
serta berupaya untuk mengurangi porsi pembelian
impor dan mengganti dengan bahan baku lokal.

Management believes that the risks arising from


fluctuations in foreign currency can be minimized with
commercial hedging strategy is to earn export proceeds
in foreign currency equivalent to the import needs of the
Entity and seeks to reduce the portion of the purchase
impor and replace imports with local raw materials.

b. Risiko Suku Bunga

b. Interest Rate Risk

Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi atas nilai


wajar atau arus kas dari instrumen keuangan yang
disebabkan perubahan suku bunga pasar.

Interest rate risk is the risk of fluctuations in the fair value


or cash flows of financial instruments due to changes in
market interest rates.

Eksposur risiko tingkat bunga Entitas timbul terutama


dari pinjaman yang diperoleh dari pinjaman bank.
Entitas memandang tingkat suku bunga pinjaman
bank sangat kompetitif dan risiko dalam berinvestasi
akan memberikan hasil yang sangat memadai. Entitas
aktif melakukan telaah atas pinjaman yang diberikan
oleh bank.

The exposure on interest rate risk of the Entity arises


mainly from the bank loan. The Entity considers the
interest rates are very competitive and thus the risk of
investing will give a very adequate result. The Entity
actively reviews the loans granted by banks.

c. Risiko Harga

c. Price Risk

Risiko harga adalah risiko fluktuasi atas nilai wajar atau


arus kas dari instrumen keuangan yang disebabkan
perubahan harga pasar, baik yang disebabkan oleh
faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau
faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen
yang diperdagangkan di pasar.

Price risk is the risk of fluctuations in the fair value or


cash flows financial instruments due to changes in
market prices, whether caused by factors specific to the
individual instrument or factors affecting all instruments
traded in the market.

Harga kertas sangat dipengaruhi oleh besarnya


permintaan dan penawaran di pasar, dan fluktuasi
yang besar pada harga kertas di pasar dunia akan
secara langsung mempengaruhi kinerja keuangan,
kegiatan operasional dan prospek usaha Entitas.
Untuk mengantisipasi risiko akibat fluktuasi harga
komoditas kertas ini, Entitas melaksanakan kegiatan
usaha secara konservatif, baik dalam kondisi pada
saat harga naik maupun turun yaitu secara konsisten
mempertahankan stok bahan baku optimal yaitu ratarata untuk tiga bulan produksi, karena periode tiga
bulan ini merupakan rata-rata waktu yang dibutuhkan
mulai order sampai dengan pesanan bahan baku tiba.

The price of paper influenced by demand and supply


in the market, and the fluctuations in paper prices in
world markets will directly affect financial performance,
operations and business prospects of the Entity. To
anticipate the risks due to fluctuations in commodity
prices of paper, the Entity is conducting business in a
conservative, both in conditions when the prices go up
or down is to consistently maintain a optimum stock
of raw material that is an average for the three months
of production, because this is a period of three months
average average time it takes from order until the raw
materials arrive.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

d. Risiko Kredit

d. Credit Risk

Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak


atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
kewajibannya dan menyebabkan pihak lain
mengalami kerugian keuangan.

Credit risk is the risk that one party of a financial


instruments will fail to fulfill its obligations and cause the
other party suffered financial losses.

Entitas selalu melakukan pemantauan kolektibilitas


dan penelaahan atas masing-masing piutang
pelanggan secara berkala untuk mengantisipasi
kemungkinan tidak tertagihnya piutang.

The Entity always monitoring and review the collectibility


of accounts receivable of customers on a regular basis to
anticipate the possibility of uncollectible accounts.

e. Risiko Likuiditas

e. Liquidity Risk

Risiko likuiditas adalah risiko dimana entitas akan


mengalami kesulitan dalam memperoleh dana
untuk memenuhi komitmennya terkait dengan
instrumen keuangan. Ekposur risiko likuiditas Entitas
timbul terutama dari persyaratan pendanaan untuk
membayar kewajiban dan mendukung kegiatan usaha.
Entitas menerapkan manajemen risiko likuiditas yang
berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang
cukup yang berasal dari penagihan hasil penjualan
dan juga dapat memperoleh dana tambahan melalui
lembaga perbankan serta menjalankan manajemen
arus kas yang ketat.

Liquidity risk is the risk that an entity will have difficulty


in obtaining funds to fulfill commitments related with
financial instruments. The liquidity risk exposure of
the Entity arises mainly from funding requirement to
pay its liabilities and support its business activities. The
Entity adopt prudent liquidity risk management by
maintaining sufficient cash balance from sales collection
and also may seek to raise such additional funds from
bank and performing tight cash management

33. ESTIMASI AKUNTANSI PENTING

33. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATED

Penyusunan laporan keuangan mengharuskan


manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi
yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas dan
pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada
tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan
dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan.

The preparation of financial statements requires


management to make estimation and assumption that
affect assets and liabilities and disclosure of contingent
assets and liabilities at the date of the financial
statements and the reported amounts of revenues and
expenses during the reporting period.

Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan


asumsi antara lain:

Significant posts associated with the estimation and


assumptions include:
a. Fixed assets

a. Aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan
menggunakan metode garis lurus (straightline method). Manajemen mengestimasi masa
manfaat ekonomis aset tetap antara 5 sampai

The costs of fixed assets are depreciated on straightline method. Management estimates the useful lives
of these fixed assets to be within 5 to 30 years. These
are common life expectancies applied in the industries

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

103

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

dengan 30 tahun. Umur masa manfaat ini


adalah umur yang secara umum diharapkan
dalam industri di mana Entitas menjalankan
bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian
dan
perkembangan
teknologi
dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan
nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan
masa depan mungkin direvisi.
b. Pajak penghasilan
Entitas beroperasi di bawah peraturan
perpajakan di Indonesia. Pertimbangan yang
signifikan diperlukan untuk menentukan
provisi pajak penghasilan dan pajak
pertambahan nilai. Apabila keputusan final
atas pajak tersebut berbeda dari jumlah yang
pada awalnya dicatat, perbedaan tersebut
akan dicatat di laporan laba rugi pada periode
dimana hasil tersebut dikeluarkan.
c. Imbalan kerja

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

where the Entity conducts its businesses. Changes


in the expected level of usage and technological
development could impact the economic useful lives
and the residual values of these assets, and therefore
future depreciation charges could be revised.

b. Income tax
The Entity operates under the tax regulations in
Indonesia. Significant judgement is required in
determining the provision for income taxes and
value added taxes. Where the final tax outcome of
these matters is different from the amounts that were
initially recorded, such differences will recorded at
statement of comprehensive income account in the
period in which such determination is made.

c. Employee benefits

Nilai kini kewajiban imbalan kerja tergantung


pada sejumlah faktor yang ditentukan
dengan menggunakan asumsi aktuaria.
Asumsi yang digunakan dalam menentukan
biaya bersih untuk pensiun termasuk
tingkat pengembalian jangka panjang yang
diharapkan atas aset program dan tingkat
diskonto yang relevan. Setiap perubahan
dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai
tercatat kewajiban imbalan kerja.

The present value of the employee benefits obligation


depends on a number of factors that are determined
on an actuarial basis using a number of assumptions.
The assumptions used in determining the net cost
for pensions include the expected long-term rate of
return on the relevant plan assets and the discount
rate. Any changes in these assumptions will impact
the carrying amount of employee benefits obligation.

Asumsi
tingkat
pengembalian
yang
diharapkan atas aset program ditentukan
secara seragam, dengan mempertimbangkan
pengembalian historis jangka panjang,
alokasi aset dan perkiraan masa depan atas
pengembalian investasi jangka panjang.

The expected return on plan assets assumption


is determined on a uniform basis, taking into
consideration long-term historical returns, asset
allocation and future estimates of long-term
investment returns.

Asumsi penting lainnya untuk kewajiban


imbalan kerja sebagian didasarkan pada
kondisi pasar saat ini.

Other key assumptions for employee benefits


obligation are based in part on current market
conditions.

Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut.

104

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)

Actual results could be different from these estimation.

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI BARU

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

34. NEW FINANCIAL ACCOUNTING


STANDARDS

Berikut ini ikhtisar revisi Pernyataan Standar Akuntansi


Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan (DSAK) dan belum berlaku efektif
untuk laporan keuangan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2011:

Here is an overview of the revision of Statement


of Financial Accounting Standards (PSAK) and
Interpretations of Financial Accounting Standards
(ISAK) published by the Board of Finance Accounting
Standart and has not become effective for financial
statements for the year ended December 31, 2011 are
as follows:

(i) Standar dan interpretasi yang berlaku efektif untuk


laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2012:

(i) Standards and interpretations effective for


financial statements beginning on or after January
1, 2012:

- PSAK No. 10 (Revisi 2010), mengenai Pengaruh


Perubahan Kurs Valuta Asing.
- PSAK No. 13 (Revisi 2011), mengenai Properti
Investasi.
- PSAK No. 16 (Revisi 2011), mengenai Aset
Tetap.
- PSAK No. 18 (Revisi 2010), mengenai
Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat
Purnakarya.
- PSAK No. 24 (Revisi 2010), mengenai Imbalan
Kerja.
- PSAK No. 26 (Revisi 2011), mengenai Biaya
Pinjaman.
- PSAK No. 28 (Revisi 2010), mengenai Akuntansi
Kontrak Asuransi Kerugian.
- PSAK No. 30 (Revisi 2011), mengenai
Sewa.
- PSAK No. 33 (Revisi 2010), mengenai Aktivitas
Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup pada Pertambangan
Umum.
- PSAK No. 34 (Revisi 2010), mengenai Kontrak
Konstruksi.
- PSAK No. 36 (Revisi 2010), mengenai Akuntansi
Kontrak Asuransi Jiwa.
- PSAK No. 45 (Revisi 2010), mengenai Pelaporan
Keuangan Organisasi Nirlaba.

- PSAK No. 10 (Revised 2010), regarding The


Effects of Changes in Foreign Exchange Rates.
- PSAK No. 13 (Revised 2011), regarding
Investment Property.
- PSAK No. 16 (Revised 2011), regarding
Property, Plant and Equipment.
- PSAK No. 18 (Revised 2010), regarding
Accounting and Reporting by Retirement
Benefit Plans.
- PSAK No. 24 (Revised 2010), regarding
Employee Benefits.
- PSAK No. 26 (Revised 2011), regarding
Borrowing Costs.
- PSAK No. 28 (Revised 2010), regarding
Accounting for Casualty Insurance Contracts.
- PSAK No. 30 (Revised 2011), regarding Leases.

- PSAK No. 46 (Revisi 2010), mengenai Pajak


Penghasilan.
- PSAK No. 50 (Revisi 2010), mengenai Instrumen
Keuangan: Penyajian.
- PSAK No. 53 (Revisi 2010), mengenai
Pembayaran Berbasis Saham.

- PSAK No. 33 (Revised 2010), regarding


Stripping Cost Activity and Environmental
Management in the Public Mining.
- PSAK No. 34 (Revised 2010), regarding
Construction Contracts.
- PSAK No. 36 (Revised 2010), regarding
Accounting for Life Insurance Contracts.
- PSAK No. 45 (Revised 2010), regarding
Financial
Reporting
for
Non-profit
Organizations.
- PSAK No. 46 (Revised 2010), regarding Income
Taxes.
- PSAK No. 50 (Revised 2010), regarding
Financial Instruments: Presentation.
- PSAK No. 53 (Revised 2010), regarding Sharebased Payments.

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

105

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

- PSAK No. 55 (Revisi 2011), mengenai


Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran.
- PSAK No. 56 (Revisi 2011), mengenai Laba per
Saham.
- PSAK No. 60, mengenai Instrumen Keuangan:
Pengungkapan.
- PSAK No. 61, mengenai Akuntansi Hibah
Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan
Pemerintah.
- PSAK
No.
62,
mengenai
Kontrak
Asuransi.
- PSAK No. 63, mengenai Pelaporan Keuangan
Dalam Ekonomi Hiperinflasi.
- PSAK No. 64, mengenai Aktivitas Eksplorasi
dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya
Mineral.
- ISAK No. 13, mengenai Lindung Nilai
Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar
Negeri.
- ISAK No. 15, mengenai PSAK No. 24 Batas
Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan
Minimum dan Interaksinya.
- ISAK No. 16, mengenai Perjanjian Konsesi
Jasa.
- ISAK No. 18, mengenai Bantuan Pemerintah
Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas
Operasi.
- ISAK No. 19, mengenai Penerapan Pendekatan
Penyajian Kembali Dalam PSAK No.63: Pelaporan
Keuangan Dalam Ekonomi Hiperinflasi.
- ISAK No. 20, mengenai Pajak Penghasilan
Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para
Pemegang Saham.
- ISAK No. 22, mengenai Perjanjian Konsesi Jasa:
Pengungkapan.
- ISAK No. 23, mengenai Sewa Operasi Insentif.
- ISAK No. 24, mengenai Evaluasi Substansi
Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu
Bentuk Legal Sewa.
- ISAK No. 25, mengenai Hak atas Tanah.
- ISAK No. 26, mengenai Penilaian Ulang Derivatif
Melekat.
(ii) Standar dan interpretasi yang berlaku efektif untuk
laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2013:

106

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

- PSAK No. 55 (Revised 2011), regarding


Financial Instruments: Recognition and
Measurement.
- PSAK No. 56 (Revised 2011), regarding
Earnings per Share.
- PSAK No. 60, regarding Financial Instruments:
Disclosures.
- PSAK No. 61, regarding Accounting for
Government Grants and Disclosure of
Government Assistance.
- PSAK No. 62, regarding Insurance Contracts.
- PSAK No. 63, regarding Financial Reporting in
Hyperinflationary Economies.
- PSAK No. 64, regarding Mining Exploration
Activity and Mineral Resources Mining
Evaluation.
- ISAK No. 13, regarding Hedges of Net
Investments in Foreign Operations.
- ISAK No. 15, regarding PSAK No. 24 The Limit
on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding
Requirements and their Interaction.
- ISAK No. 16, regarding Service Concession
Arrangements.
- ISAK No. 18, regarding Government
Assistance No Specific Relation to Operating
Activities.
- ISAK No. 19, regarding Applying the
Restatement Approach Under PSAK 63:
Financial Reporting in Hyperinflationary
Economies.
- ISAK No. 20, regarding Income Taxes
Changes in the Tax Status of an Enterprise or
its Shareholders.
- ISAK No. 22, regarding Service Concession
Arrangements: Disclosures.
- ISAK No. 23, regarding Operating Lease
Incentives.
- ISAK No. 24, regarding Evaluating the
Substance of Transaction Involving the Legal
form of a Lease.
- ISAK No. 25, regarding Land Rights
- ISAK No. 26, regarding Reassessment of
Embedded Derivatives.
(ii) Standard and interpretations effective for financial
statements beginning on or after January 1, 2013:

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

PT SUPARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


(Lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SUPARMA Tbk

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS


(Continued)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

- ISAK No. 21, mengenai Perjanjian Konstruksi


Real Estate.

- ISAK No. 21, regarding Agreement for the


Construction of Real Estate.

Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar


dan interpretasi ini terhadap laporan keuangan.

Management is evaluating the effect of these standards


and interpretations on the financial statements.

35. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN


Manajemen Entitas bertanggung jawab atas
penyusunan laporan keuangan yang telah diselesaikan
pada tanggal 19 Maret 2012.

35. COMPLETION OF THE FINANCIAL


STATEMENTS
The management of the Entity is responsibe for the
preparation of the financial statements that was
completed in March 19, 2012.

Financial Statements For The Years Ended December 31, 2011 And 2010 And Independent Auditors Report

107

These Original Financial Statements Included Herein are in Indonesian Language.

Halaman ini sengaja dikosongkan


(This page is intentionally left blank)

108

Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 Dan 2010 Dan Laporan Auditor Independen

PT. SUPARMA Tbk.


Paper Mill - Indonesia

Certificate ID 03/0249
Jl. Sulung Sekolahan 6, Surabaya 60174, Indonesia

Phone: +62-31-3539888, 3533779

Fax: +62-31-3533827

www.ptsuparmatbk.com

SURAT PERNYATAAN DIREKSI DAN KOMISARIS


TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2011
PT SUPARMA Tbk

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:


1. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Welly
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. Prapanca 33, Surabaya
(031) 7666666
Presiden Direktur

2. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

M.B.Lanniwati
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. Raya Manyar Tirtosari 58, Surabaya
(031) 7666666
Direktur

3. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Edward Sopanan
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. HR Muhammad 181, Surabaya
(031) 7666666
Direktur

4. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Hendro Luhur
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. Darmo Permai Selatan XVIlI/20, Surabaya
(031) 7666666
Direktur

5. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Jan Karunia Janto


Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. Kutisari Indah Selatan I/52, Surabaya
(031) 7666666
Presiden Komisaris

6. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Joseph Sulaiman
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. Prapanca 33, Surabaya
(031) 7666666
Komisaris

7. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Paul Liputra
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Warugunung RT 001/RW 002, Surabaya
(031) 7666666
Komisaris

8. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Suhartojo Tjandra
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. KH Zainul Arifin Dalam no.2, Jakarta
(031) 7666666
Komisaris

PT. SUPARMA Tbk.


Paper Mill - Indonesia

Certificate ID 03/0249
Jl. Sulung Sekolahan 6, Surabaya 60174, Indonesia

Phone: +62-31-3539888, 3533779

9. Nama
Alamat Kantor
Alamat Domisili
Nomor Telepon
Jabatan

:
:
:
:
:

Fax: +62-31-3533827

www.ptsuparmatbk.com

Subiantara
Jl. Mastrip 856 Karangpilang, Surabaya
Jl. Darmo Permai Selatan 10/110, Surabaya
(031) 7666666
Komisaris

menyatakan bahwa:
1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Tahunan perusahaan;
2. Bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Surabaya, 26 April 2012

Welly

M.B.Lanniwati

Edward Sopanan

Hendro Luhur

Presiden Direktur

Direktur

Direktur

Direktur

Jan Karunia Janto

Joseph Sulaiman

Presiden Komisaris

Komisaris

Paul Liputra
Komisaris

Suhartojo Tjandra

Subiantara

Komisaris

Komisaris

Designed & Printed by:

Prime Publishing Advantage


031-91728000 | 087852698000