Anda di halaman 1dari 2

SP 114/DKNS/OJK/XI/2016

OJK DAN SATGAS WASPADA INVESTASI HENTIKAN KEGIATAN


PANDAWA GROUP DEPOK
___________________________________________________________________________
Jakarta, 15 Nopember 2016. Otoritas Jasa Keuangan dan Satuan Tugas Penanganan
Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan
Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi memutuskan menghentikan
seluruh kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan Pandawa Group karena
berpotensi merugikan masyarakat dan diduga melanggar UU tentang Perbankan.
Pandawa Group berkantor di Jalan Raya Meruyung No. 8A, RT.002/RW.024,
Meruyung, Limo, Kota Depok, Jawa Barat dan diketahui sejak beberapa waktu lalu
telah melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dengan tawaran bunga
investasi yang tinggi.
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing di Jakarta, Selasa
mengatakan Satgas Waspada Investasi telah memanggil pemimpin Pandawa Group
Salman Nuryanto dan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri
Group tanggal 11 November 2016 di Gedung OJK. Dalam rapat tersebut, Salman
Nuryanto dan pengurus KSP Pandawa Mandiri Group menjelaskan sebagai berikut:
1. Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan pemeriksaan terhadap KSP
Pandawa Mandiri Group dan saat ini sedang dilakukan pembinaan terhadap KSP
Pandawa Mandiri Group sehingga dapat beroperasi sesuai dengan ketentuan
perkoperasian.
2. Pandawa Group itu tidak ada, yang ada adalah KSP Pandawa Mandiri Group,
meskipun Satgas Waspada Investasi telah menunjukkan adanya perjanjian antara
Pandawa Group dengan nasabah yang ditandatangani oleh Salman Nuryanto .
3. Penghimpunan dana masyarakat dilakukan secara pribadi oleh Salman Nuryanto
dan tidak ada kaitannya dengan KSP Pandawa Mandiri Group.
4. Jumlah masyarakat yang menyimpan dana saat ini sekitar 1000 orang dengan
dana yang dihimpun sebesar Rp500 miliar dengan suku bunga atau imbalan yang
diberikan sebesar 10% perbulan.
5. Tidak pernah ada penawaran dari Salman Nuryanto, KSP Pandawa Mandiri Group
atau Pandawa Group kepada masyarakat untuk menyimpan dananya, tetapi
masyarakatlah yang datang menitipkan dananya.
Satgas Waspada Investasi dalam rapat tersebut memutuskan:
1. Menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat yang dilakukan oleh
Salman Nuryanto dan/atau Pandawa Group terhitung sejak tanggal 11 November
2016.
2. Menyatakan segala kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan Pandawa Group
adalah ilegal.
3. Memerintahkan kepada Salman Nuryanto dan KSP Pandawa Mandiri Group
untuk:

a. tidak menggunakan nama Pandawa Group dalam kegiatan menghimpun dana


masyarakat.
b. mengganti papan nama dan segala yang berkaitan dengan Pandawa Group
menjadi KSP Pandawa Mandiri Group.
4. Meminta Salman Nuryanto melanjutkan pembenahan KSP Pandawa Mandiri
Group sehingga memenuhi ketentuan tentang perkoperasian.
Tindak lanjut keputusan Satgas Waspada Investasi tersebut adalah:
1. Salman Nuryanto dan KSP Pandawa Mandiri Group melaksanakan keputusan
rapat Satgas Waspada Investasi tersebut.
2. Kementerian Koperasi dan UKM melanjutkan pembinaan terhadap KSP Pandawa
Mandiri Group sehingga KSP tersebut dapat berjalan sesuai dengan ketentuan
perkoperasian.
3. OJK melaksanakan sosialisasi kepada KSP Pandawa Mandiri Group terkait tata
cara pendirian lembaga jasa keuangan.
4. Apabila masih terdapat kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan oleh Salman
Nuryanto dan/atau Pandawa Group tanpa izin, OJK dan Bareskrim Polri akan
melakukan penyidikan karena melanggar ketentuan dalam Pasal 46 UU
Perbankan mengenai larangan penghimpunan dana tanpa izin atau bank gelap
dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak
Rp200 miliar.
Dalam sistem hukum pidana di Indonesia, ancaman hukuman pidana tidak hanya
dikenakan terhadap pelaku, tetapi termasuk juga terhadap setiap orang yang turut
melakukan, menyuruh melakukan, atau membantu melakukan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.
Atas kasus ini, OJK dan Satgas Waspada Investasi menghimbau kepada masyarakat
khususnya yang berdomisili di wilayah Depok dan sekitarnya agar :
1. Tidak menyimpan dana kepada Salman Nuryanto dan/atau Pandawa Group
karena tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan.
2. Sebelum melakukan investasi untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Memastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut memiliki izin
usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang
dijalankan.
b. Memastikan bahwa pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin
dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
Apabila ada masyarakat yang mengetahui masih adanya kegiatan tersebut agar dapat
melaporkan
kepada
Layanan
Konsumen
OJK
melalui
1500655
atau
konsumen@ojk.go.id dan waspadainvestasi@ojk.go.id.
***
Untuk Informasi lebih lanjut:
Tongam L. Tobing, Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan/Ketua Satgas
Waspada Investasi, Telp: 021-29600000, Email: tongam.tobing@ojk.go.id/ website:
www.ojk.go.id.