Anda di halaman 1dari 52

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan hidup yang sangat penting
dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Manusia melakukan berbagai upaya
demi mewujudkan hidup yang sehat. Pasal 47 UU Nomor 36 tahun 2009
tentang kesehatan menyebutkan bahwa upaya kesehatan diselenggarakan
dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif

yang

dilaksanakan

secara

terpadu,

menyeluruh

dan

berkesinambungan.
Menurut Depkes RI (2009), data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008,
menunjukkan angka kesakitan penduduk secara nasional sekitar 33,24%. Dari
jumlah tersebut sekitar 65,59% memilih berobat sendiri (termasuk berobat ke
klinik tradisional), sisanya sekitar 34,41% memilih berobat ke pelayanan
kesehatan. Hal ini menunjukkan sekalipun pelayanan kesehatan modern telah
berkembang di Indonesia, namun jumlah masyarakat yang memilih
pengobatan tradisional cukup tinggi (Ritonga dan Nasution,tt).
Pengembangan pengobatan tradisional dilakukan sebagai upaya untuk
mengintegrasikan pengobatan tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional.
Untuk itu, sejumlah kerangka regulasi telah diterbitkan seperti Keputusan
Menteri Kesehatan No. 1076/Menkes/SK/2003 tentang pengobatan tradisional
dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang
penyelenggaraan pengobatan komplementer-alternatif di fasilitas pelayanan
kesehatan.
Pengobatan

komplementer-alternatif

adalah

pengobatan

non-

konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan


masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang
diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan dan
efektifitas yang tinggi yang berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik, yang
belum diterima dalam kedokteran konvensional (Permenkes RI No. 1109
tahun 2007).
1

Mengingat telah dikembangkannya metode pengobatan komplementeralternatif yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menertibkan
pengobatan tradisional agar dapat berdampingan dengan pengobatan
konvensional sehingga mampu meningkatkan kesehatan perseorangan maupun
masyarakat yang lebih baik, maka pada tugas pengenalan profesi kali ini
diadakan kunjungan ke Puskesmas Kampus yang merupakan salah satu
Puskesmas yang telah menerapkan pengobatan komplementer-alternatif.
Melalui kunjungan ini diharapkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Palembang, khususnya mahasiswa yang memilih blok elektif
obat tradisional dapat mengetahui macam-macam pengobatan komplementeralternatif sehingga dapat menarik minat para calon dokter untuk meneruskan
dan bahkan mengembangkan pengobatan komplementer-alternatif sehingga
dapat mengatasi persepsi salah masyarakat yang menjadikan pengobatan
tradisional sebagai alternatif dengan melupakan pengobatan konvensional dan
pada akhirnya diharapkan kesehatan masyarakat dapat lebih terjamin.
1.2 Rumusan Masalah
Berikut adalah rumusan masalah dalam tugas pengenalan profesi kali ini:
1. Apa saja macam-macam pelayanan kesehatan komplementer yang ada di
Puskesmas Kampus?
2. Siapa saja tenaga pengobat yang terlibat dalam pelayanan kesehatan
komplementer di Puskesmas Kampus?
3. Apa saja sarana prasarana yang ada di Puskesmas Kampus yang digunakan
untuk menunjang pelaksanaan pelayanan kesehatan komplementer?

1.3 Tujuan Tugas Pengenalan Profesi


1.3.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu:
Mengetahui pelayanan kesehatan komplementer yang ada di
Puskemas Kampus.
1.3.2

Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu:

1. Mengetahui macam-macam pelayanan kesehatan komplementer


yang ada di Puskesmas Kampus.
2. Mengetahui tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan
kesehatan komplementer di Puskesmas Kampus.
3. Mengetahui sarana prasarana yang ada di Puskesmas Kampus yang
digunakan untuk menunjang pelaksanaan pelayanan kesehatan
komplementer.
1.4 Manfaat Tugas Pengenalan Profesi
Berikut ini adalah manfaat dari tugas pengenalan profesi kali ini:
1. Menambah ilmu dan pengetahuan tentang pelayanan

kesehatan

komplementer.
2. Sebagai pengalaman observasi lapangan tentang pelayanan tradisional
komplementer.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pelayanan Tradisional Komplementer
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan
tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau
campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan
untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di
masyarakat (UU No. 36 tahun 2009).
Sediaan galenik adalah hasil ekstraksi simplisia yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan atau hewan (Peraturan Kepala BPOM RI

Nomor

HK.00.05.41.1384).

Pengembangan pengobatan tradisional dilakukan sebagai upaya untuk


mengintegrasikan pengobatan tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional.
Untuk itu, sejumlah kerangka regulasi telah diterbitkan seperti Keputusan
Menteri Kesehatan No. 1076/Menkes/SK/2003 tentang pengobatan tradisional
dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang
penyelenggaraan pengobatan komplementer-alternatif di fasilitas pelayanan
kesehatan.
Pengobatan

komplementer-alternatif

adalah

pengobatan

non-

konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan


masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang
diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan dan
efektifitas yang tinggi yang berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik, yang
belum diterima dalam kedokteran konvensional (Permenkes RI No. 1109
tahun 2007).
Terapi komplementer

dikenal

dengan

terapi

tradisional

yang

digabungkan dalam pengobatan modern. Komplementer adalah penggunaan


terapi tradisional ke dalam pengobatan modern (Andrews et al.,1999).
Terapi komplementer juga ada yang menyebutnya dengan pengobatan
holistik. Pendapat ini didasari oleh bentuk terapi yang mempengaruhi individu
secara

menyeluruh

yaitu

sebuah

keharmonisan

individu

untuk

mengintegrasikan pikiran, badan dan jiwa dalam kesatuan fungsi (Smith et


al.,2004).
2.2 Macam Pelayanan Tradisional Komplementer
Menurut UU No. 36 tahun 2009 pasal 59, berdasarkan cara
pengobatannya, pelayanan kesehatan tradisional terbagi menjadi:
a. Pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan keterampilan;
b. Pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan ramuan.
Menurut Pasal 3 ayat (1) Kepmenkes No. 1076//MENKES/SK/VII/2003
tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional menyatakan bahwa pengobat
tradisional diklasifikasikan dalam jenis ketrampilan, ramuan, pendekatan
agama dan supranatural.
Menurut pasal 7 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 103
Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional, jenis pelayanan
kesehatan tradisional terdiri dari:
1. Pelayanan Kesehatan Tradional Empiris adalah penerapan kesehatan
tradisional yang manfaat dan keamanannya terbukti secara empiris.
2. Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer adalah penerapan
kesehatan tradisional yang memanfaatkan ilmu biomedis dan biokultural
dalam penjelasannya serta manfaat dan keamanannya terbukti secara
ilmiah.
3. Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi adalah suatu bentuk pelayanan
kesehatan yang mengombinasikan pelayanan kesehatan konvensional
dengan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer, baik bersifat
sebagai pelengkap atau pengganti.
Menurut Pasal 3 Ayat (2) Kepmenkes No.1076//MENKES/SK/VII/2003
tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional merumuskan Klasifikasi dan
jenis sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) meliputi:
a. Pengobat tradisional keterampilan terdiri dari pengobat tradisional pijat
urut, patah tulang, sunat, dukun bayi, refleksi, akupresuris, akupunkturis,
chiropractor dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
b. Pengobat tradisional ramuan terdiri dari pengobat tradisional ramuan
Indonesia (jamu), gurah, tabib, shinshe, homoeopathy, aromatherapist dan
pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.

c. Pengobat tradisional pendekatan agama terdiri dari pengobat tradisional


dengan pendekatan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, atau Budha.
d. Pengobat tradisional supranatural terdiri dari pengobat tradisional tenaga
dalam (prana), paranormal, reiky master, qigong, dukun kebatinan dan
pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
2.3 Uraian Pelayanan Tradisional Komplementer
2.3.1 Akupuntur
A. Sejarah Akupunktur
Akupuntur adalah jenis pengobatan yang menggunakan
teknik tusukan pada titik-titik tertentu di tubuh yang dinamakan
Acupuncture Point. Ilmu akupuntur Moksibusi adalah bagian dari
ilmu pengobatan Cina. Ilmu ini berkembang sejak jaman batu,
dimana

pengobatan

ini

menggunakan

jarum

batu

untuk

menyembuhkan penyakit (Tse Ching San,1985).


Teori Yin Yang terdapat dalam ilmu akupuntur didapat
pandangan-pandangan bahwa tubuh manusia yang dilahirkan dan
berbentuk adalah berasal dari dua buah benda yang mewakili Yin
dan Yang. Yin dan Yang adalah dua hal yang bertentangan tetapi
juga saling membentuk. Keduanya memiliki sifat dan kerja yang
saling bertentangan, tetapi dalam pertentangannya keduanya
memiliki hubungan yang erat satu sama lain, mereka merupakan
sebuah kesatuan. Jadi hanya dengan mempertahankan Yin dan
Yang itu lah manusia dapat mempertahankan keseimbangan yang
mengakibatkan manusia dapat hidup teratur (Tse Ching San,1985).
Akupunktur merupakan sebahagian penting dalam perobatan
tradisional Cina, pada permulaannya, akupunktur merupakan satu
cara ruwatan, kemudian berkembang menjadi satu cabang
pelajaran. Ilmu akupunktur adalah ilmu yang mengkaji teknik dan
prinsip ruwatan akupunktur. Akupunktur sudah bersejarah lama.
Buku kuno banyak mencatat jarum batu yang disebut batu Bian.
Batu Bian tersebut mula dicipta pada 8000 tahun hingga 4000
tahun yang lalu. Cina pernah menemui batu bian itu dalam kaji
6

purba. Pada zaman Dinasti Chunqiu (tahun 770 sebelum masehi


tahun 476 sebelum masehi), Cina mulai mempunyai dokter yang
professional. Menurut catatan Chunqiuzuoshizhuan, dokter pada
zaman itu telah mengetahui menggunakan akupunktur (Tse Ching
San,1985).
Pada zaman Negeri-negeri berperang dan zaman Dinasti Han
Barat (tahun 476 sebelum masehi - tahun 25 masehi), seiring
dengan kemajuan teknologi peleburan besi, mulai menggantikan
batu. Akupunktur telah berkembang lebih pesat. Pada zaman
Dinasti Han Timur dan Zaman Negara, Cina telah mempunyai
dokter akupunktur yang professional. Pada zaman Liangji dan
zaman kerajaan dan utara (tahun 256 masehi - tahun 589 masehi),
jumlah karya tentang akupunktur ditingkatkan besar-besaran.
Zaman itu, akupunktur telah diperkenalkan ke Korea dan Jepun.
Pada Zaman Dinasti Sui dan Dinasti Tang (tahun 581 masehi tahun 589 masehi), akupunktur telah menjadi satu pelajaran yang
khusus, badan pendidikan perubatan pada zaman itu. Pada abad ke16, akupunktur mula diperkenalkan ke Eropah, tetapi pada zaman
Dinasti Qi mementingkan penggunaan obat-obatan saja dan
mengabaikan penggunaan akupunktur, ini telah menjelaskan
perkembangan ilmu akupunktur (Tse Ching San,1985).
Pada tahun 1949 ilmu akupunktur telah berkembanag pesat.
Sekarang, terdapat 2000 buah hospital corak perobatan tradisional
Cina telah menyediakan bahagian akupunktur. Pengkajian ilmu
akupunktur sudah melibatkan berbagai bagian badan dan berbagai
bagian klinikal serta telah menyediakan data-data yang penting
tentang fungsi menyusun semula, menghilangkan kesakitan dan
meningkatkan daya talar tentang akupunktur (Tse Ching San,1985).
B. Penjaruman

Penjaruman adalah cara terapi yang dipergunakan dalam


ilmu akupunktur. Jarum ditusukkan pada titik akupunktur terpilih
dalam pemilihan titik, sehingga menimbulkan Te Ci atau Needle
Feeling. Te Ci adalah istilah yang diberikan pada saat dimana
penjaruman, sipasien merasakan timbulnya rasa tebal, kemang,
ngilu atau bagaikan terkena aliran listrik, dan bagi sipenusuk
dirasakan jarum bagaikan terpagut, seolah- olah umpan kail
termakan oleh ikan pada saat memancing. Dengan penjaruman
dapat dicapai pula tujuan pencegahan penyakit, baik dalam
pencegahan sebelum sakit atau pencegahan dalam sakit.
1. Jenis jarum
Menurut Kiswojo dan Kusuma (1978), jarum yang
dipergunakan

dalam

penjaruman

akupunktur-moksibasi

terdapat berbagai jenis:


a. Jarum halus
Jenis jarum akupunktur yang paling popular. Bahan jarum
adalah baja tahan karat. Ukuran jarum dinilai dari panjang
dan kehalusan. Panjang jarum dari Cun samapai 6 Cun.
Kehalusan jarum ditentukan dengan nomor, dari nomor
kecil kenomor besar, makin besar nomor jarum makin
halus. No. 34 adalah yang terhalus. Jarum halus yang
umum dipakai adalah ukuran: No. 28, 30 dan 32. panjang :
- 1 Cun.
b. Jarum emas-jarum perak
Jenis jarum ini banyak digunakan di negeri barat. Terutama
diperancis. Bahan jarum dibedakan dari emas dan perak.
Emas bersifat tonifikasi dan perak bersifat sedatifikasi.
Ukuran jarum seluruhnya sama, panjang Cun dan garis
tengan tebal jarum 2 mm. Jenis jarum ini ditusukkan tidak
dalam, hanya superficial atau intrakutan, paling dalam
subkutan

c. Jarum kulit
Jenis jarum ini dibagi dalam 2 jenis Mei Hua Jen dan ci
Sing cen. Mei Hua cen atau jarum Mei Hua terdiri dari lima
jarum, sedangkan ci sing cen atau jarum bintang tujuh
terdiri

dari

tujuh

jarum.

Jarum-jarum

itu

ditanam

mengumpul pada muka jarum kulit dan batang jarum kulit


merupakan tangkai yang panjang.
d. Jarum prisma
Jenis harum yang mempunyai badan berbentuk prisma,
hanya bagian ujungnya yang digunakan pada penusukan.
e. Jarum dalam kulit
Terdapat dua macam jenis jarum ini yaitu yang berbentuk
paku payung dan yang berbentuk jarum halus dalam ukuran
kecil dan halus, jenis jarum yang membentuk paku payung
banyak digunakan dalam akupunktur telinga, karena itu
disebut

juga

sebagai

jarum

telinga.

Dan

karena

penggunaannya dengan cara penekanan maka disebut juga


sebagai pressneedle atau jarum tekan.
2. Teknik penjaruman
Menurut

Kiswojo

dan

Kusuma

(1978),

teknik

penjaruman dibagi dalam dua jenis yaitu teknik penguatan


(tonifikasi, pu) yang menghasilkan rangsangan penguatan dan
teknik pelemahan (sedatifikasi, Sie) yang menghasilkan
rangsangan pelemahan. Beraneka ragam teknik- teknik
diungkapkan untuk masing-masing jenis teknik penjaruman itu,
secara garis besar dapat disimpulkan dan dapat dilihat dari
gambar dibawah ini

Gambar 1. Penjaruman
Sumber: http://www.naturheilpraxis-scharfbillig.de/images/akupunktur.jpg

1) Teknik pelemahan: penusukan dengan rangsangan/tenaga yang


kuat, kasar, teknik penguatan: penusukan dengan rangsangan /
tenaga yang lemah, lembut
2) teknik penguatan: arah jarum penusukan mengikuti aliran Cimeridian,

seolah-olah

jarum

menghantarkan

kepergian

Ci-

meridian, teknik pelemahan: arah jarum. Penusukan melawan


aliran Ci-meridian, seolah- olah jarum menyambut kedatangan Cimeridian.
3) Teknik pelemahan: jarum ditinggalkan untuk waktu yang lama,
lebih dari 10 menit. Kadang- kadang sampai setengah jam. Teknik
penguatan: jarum tidak ditinggal atau ditinggal kurang dari 10
menit.

C. Macam- macam terapi akupuntur


Dengan dasar akupuntur telah berkembang berbagai jenis
terapi akupuntur diantaranya adalah:
a. Akupuntur hidung
10

b. Akupuntur kepala
c. Akupuntur muka
d. Akupuntur tangan
e. Akupuntur cara akebane
f. Akupuntur cara baru
g. Terapi pengikatan titik akupuntur
h. Terapi penyuntikan titik akupuntur
Jenis terapi akupuntur poin a sampai dengan d adalah sejenis
akupuntur telinga dimana daerah letak titik akupuntur yang
mempengaruhi organ. Jaringan tubuh adalah organ tertentu yaitu:
telinga pada akupuntur telinga, hidung pada akupuntur hidung,
kepala pada akupunktur kepala, muka pada akupunktur muka, dan
tangan pada akupunktur tangan. Terapi jenis itu umumnya mudah
dapat digunakan dalam ilmu kedokteran barat dalam arti
penegakkan diagnosa cara kedokteran barat dapat berlaku untuk
terapi jenis itu, sekalipun pengetahuan teori phenomen organ tetap
dibutuhkan. Juga jenis akupunktur itu selain digunakan untuk
terapi, digunakan juga dalam bidang anesthesia sebagai akupunktur
analgetik (Kusuma dan Kiswojo,1978).
Jenis terapi akupunktur poin e dan f adalah variasi dari
akupunktur moksibasi umum dalam cara penegakkan diagnosa dan
terapi untuk akupunktur cara akabane, sedang untuk akupunktur
cara baru dalam tekhnik penjaruman dan pemilihan titik.
Sedangkan jenis terapi poin g dan h adalah kombinasi akupunktur
dan tindakan terapi kedokteran (Kusuma dan Kiswojo,1978).
Adapun kasus-kasus yang dapat diobati dengan cara
akupunktur ini antara lain: asthma bronciale, bells palsy
(kelumpuhan saraf otot wajah yang dipersarafi saraf wajah),
cervical sindrom, cholera, Colitis Ulcerativa, Diabetes Melitus,
Glaucoma, Hemiplegia-hemiparese (kelumpuhan sebagian anggota
gerak), Hemorrhoid, Hipertensi, Hyperthyroidysme, potensi, duksi

11

partus (persalinan), insomnia (susah tidur), ischialgia (nyeri bagian


pinggang), Ketergantungan Obat, Leukorrhea, Lumbago, Malaria,
Migraine, Obesitas, Rhinitis Allergica, Trigeminal Neuralgia, Tuli,
Ulcus Pepticum (Kusuma dan Kiswojo,1978).
2.3.2

Akupresur
Akupresur adalah pemijatan yang dilakukan pada titik tertentu
di permukaan tubuh sesuai dengan titik akupuntur. Pemijatan dapat
dilakukan dengan menggunakan ujung jari, siku atau menggunakan
alat bantu yang tumpul dan tidak melukai permukaan tubuh (Loupatty
et al (1996) dan Premukumar (2004) dalam Adam (2011)). Akupresur
merupakan salah satu bentuk terapi sentuhan (touch therapy) yang
didasarkan pada prinsip ilmu akupuntur dan pengobatan Cina, di mana
beberapa titik yang terdapat pada permukaan tubuh dirangsang dengan
penekanan jari (Dupler (2005) dalam Adam (2011)). Sedangkan
menurut Sukanta (2008) dalam Adam (2011), akupresur yang juga
biasa disebut pijat akupuntur adalah metode pemijatan berdasarkan
ilmu akupuntur tanpa menggunakan jarum.

2.3.3

Pijat Urut (Massage)


Berdasarkan istilahnya massage berasal dari bahasa Arab dari
kata mass yang berarti menekan, dan imbuhan age dari bahasa
Prancis. Sedangkan dari bahasa Yahudi Maschesch yang berarti
meraba. Menurut Anastasia, H (2007), massage adalah tindakan
perawatan yang dilakukan terapis dengan melakukan gerakan-gerakan
seperti mengusap dengan telapak tangan, meremas dengan jari,
menekan dengan ibu jari atau dengan kepalan tangan, meremas
dengan menggunakan kedua tangan, mencubit, meninju, menetap
dengan sisi tangan, menakup, menepuk dengan punggung tangan,
menggetarkan, memutar dan menggosok. Sedangkan menurut
Konggidinata (2007), massage merupakan terapi yang efektif yang
dapat digunakan untuk meningkatkan kelenturan dan rentang gerak

12

persendian karena suplai darah ke dalam sel-sel di area tersebut lebih


banyak sehingga rasa sakit dan ketegangan berkurang.
Secara umum manfaat massage yaitu memperlancar peredaran
darah dan getah bening karena massagemembantu memperlancar
metabolisme dalam tubuh sehingga enyebabkan vasodilatasi pada
pembuluh darah dan getah bening. Hasilnya aliran oksigen dalam
darah meningkat, pembuangan sisa metabolise semakin lancar
sehingga memicu hormon endhoprin yang dapat memberikan
rasa nyaman . Adapun manfaat massage yang lain yaitu:

a. Mengurangi ketegangan otot.


b. Meningkatkan sirkulasi darah.
c. Meningkatakan mobilitas dan

rentang

kemampuan

gerak

persendian.
d. Merangsang dan mengaktifkan sistem saraf.
e. Meningkatkan kondisi kulit.
f. Memperbaiki pencernaan dan fungsi usus, mengatasi nyeri akut
dan kronis.
g. Mengurangi pembengkakan, mengurangi stres, menimbulkan
relaksasi, memperbaiki sistem imunitas dan meningkatkan kualitas
hidup secara umum.
Menurut Purnawan (2012), pembagian macam-macam pijat
antara lain adalah sebagai berikut:
1. Pijat relaksasi
Cara pemijatan yang lembut dan mengalir untuk menimbulkan
efek relaksasi, meningkatakn dan memperbaiki sirkulasi, serta
rentang gerak tubuh dan mengatasi ketegangan otot.
2. Pijat pengobatan
Tindakan paramedik yang membantu pemulihan fungsi jaringan
lunak yang terluka atau cedera.
3. Pijat olahraga
Mengkombinasikan berbagai teknik pijat untuk meningkatkan
performa olahraga dan pemulihan akibat cedera karena olahraga.
4. Pijat aromaterapi
Memadukan unsur terapeutik dari minyak esensial dengan teknik
pemijatan khusus, untuk pengobatan, meningkatakn kesehatan, dan
kesejahteraan secara umum.
5. Refleksologi

13

Teknik pemijatan dengan menggunakan terakan jari pada titik-titik


refleksi di kaki, untuk memabantu keseimbangan energi di dalam
tubuh.
6. Pijat oriental (untuk pengobatan)
Pemijatan yang dilakukan disepanjang garis eridian untuk
menyeimbangkan energi dalam tubuh. Pemijatan ini berdasar pada
sisten oriental seperti akupresur, shiatsu, dan tui na.
Menurut Purnawan (2012), pengaruh yang ditimbulkan dari
proses massage diantaranya:
1. Terhadap Otot
Mampu mengendurkan dan meregangkan otot dan jaringanjaringan lunak dalam tubuh sehingga mengurangi ketegangan otot,
dengan mekanisme mempercepat pengosongan dan pengisian
cairan dan mempelancar sirkulas dan pembesan sisa-sisa
pembakaran.
2. Saraf
Massage dapat memberikan rasa ringan pada saraf yang terganggu
oleh

ketidaknyamanan

seperti

tegang,

dan

sakit

dimana

massageakan menstimulasi aktivitas otot dan aliran darah sehingga


akan memelihara kondisi saraf terutama saraf perifer.
3. Rangka
Memperkuat sistem rangka karena massageakan memperbaiki
sirkulasi darah dan getah bening atau saluran limfe di otot sehingga
akan menghasilkan sirkulasi yang lebih baik dalam tulang.
4. Peredaran darah dan lympe
Massage dapat menghilangkan sumbatan pada arteri dan vena
sehingga mempelancar peredaran darah. Sedangkan untuk lympe
dipengaruhi oleh sistem kerja otot dan aliran darah yang lancar
sehingga keadaan ini membantu penyerapan cariran lympe
terhadap jaringan.
5. Pernafasan
Pengaruh massage terhadap pernapasan dapat meningkatkan
aktivitas paru-paru sehingga akan terjadi pendorongan pada
sirkulasi darah yang akan membawa karbon dioksida melalui

14

pembuluh balik atau vena kejantung dan diteruskan ke paru-paru


melalui pulmonalis kemudian diproses sehingga menghasilkan O2
yang banyak untuk diedarkan ke seluruh jaringan atau sel.
Teknik yang digunakan untuk masase merupakan bentuk dari
manipulasi pada tubuh, sesuai dengan pengertian masase yang
merupakan bentuk manipulasi pada tubuh. Manipulasi ini meliputi
effluerage (mengusap), friction (menggosok), petrissage (memijat
atau meremas), vibration (menggetar) dan percussion (mengetok atau
menepuk). Effluerage adalah gerakan mengusap yang dilakukan
secara lembut dan berirama serta bisa juga dibarengi dengan tekanan
(Snyder dan Lindquist,2002). Bagian tubuh yang dapat digunakan
untuk melakukan effleurage adalah telapak tangan, ibu jari dan jari
tangan. Penggunaan telapak tangan bisa menggunakan satu tangan
maupun dua tangan yang berfungsi untuk mengusap bagian
ektremitas, leher, dada, dan punggung (Ostrom,2000).
1. Eufleurage (menggosok), adalah gerakan ringan berirama yang
dilakukan

pada

seluruh

permukaan

tubuh.

Effleurage

menggunakan seluruh permukaan telapak tangan dan jari-jari


untuk menggosok daerah tubuh tertentu. Tujuan aplikasi ini adalah
memperlancar peredaran darah dan cairan getah bening (limfe).

Gambar 2. Teknik Euffleurage


Sumber:http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132300162/4.pdf

2. Friction adalah gerakan menggosok yang sedang, berpindah dan


dengan tekanan konstan yang bisa dilakukan dengan ibu jari, jari
tangan maupun satu telapak tangan (Snyder dan Lindquist,2002).
Friction dengan ibu jari dan jari tangan bisa digunakan pada

15

ekstremitas dan wajah, sedangkan friction satu telapak tangan


digunakan untuk lengan dan punggung (Ostrom,2000).
3. Petrissage adalah gerakan memijit atau meremas untuk menjepit
bagian kulit pada suatu otot atau jaringan (Snyder dan
Lindquist,2002). Petrissage ini bisa dilakukan dengan dua ibu jari,
ibu jari dan jari tangan, serta dua telapak tangan (Ostrom,2000).

Gambar 3. Teknik Masase Petrissage


Sumber:http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132300162/4.pdf

4. Vibration adalah gerakan menggetar untuk memberi energi pada


tubuh dengan cara merangsang atau menenangkan tubuh dengan
menggunakan telapak tangan, jari tangan, atau alat vibrasi
mekanik. Sementara percussion adalah gerakan mengetik atau
menepuk dengan cepat yang meliputi tapping dan klapping
(Snyder dan Lindquist,2002). Tujuan vibration yaitu untuk
merangsangi saraf secara halus dan lembut, dengan maksud untuk
menenangkan saraf (Potter dan Perry,2005).
2.3.4

Bekam
Secara etimologi kata hijamah (bekam) memiliki dua makna yaitu:
1. Kata Hijamah berasal dari kata hajama merupakan kata kerja yang
berarti menyedot. Misalnya seperti kalimat hajama tsadya ummihi
berarti anak menghisap susu ibunya. Dengan demikian yang
dimaksud dengan hijamah adalah menyedot sejumlah darah dari
tempat tertentu (dengan tujuan mengobati satu organ tubuh atau
penyakit tertentu). Demikian makna populer seperti yang
dijelaskan dalam kitab Mujam Lisan Al-Arab.
2. Terambil dari kata hajjama yang berarti mengembalikan sesuatu
pada volumenya yang asli dan mencegahnya untuk berkembang.

16

Dengan demikian yang dimaksud dengan hijamah adalah


menghentikan penyakit agar tidak berkembang (Al-Husaini (2005)
dalam Haryono (2008).
Hijamah (bekam) Menurut Istilah adalah sebagai berikut:
Ada beberapa istilah yang dipakai dalam bentuk terapi yang satu
ini, Diantaranya; Hijamah istilah dalam bentuk bahasa Arab, bekam
istilah melayu, cupping istilah dalam bahasa Inggris, ghu-sha dalam
bahasa cina, cantuk dan kop istilah yang dikenal orang Indonesia.
Istilah Al-hijamah berasal dari bahasa Arab yang artinya
pelepasan darah kotor. Terapi ini merupakan pembersihan darah dan
angin, dengan mengeluarkan sisa toksid dalam tubuh melalui
permukaan kulit dengan cara menyedot. Alat yang digunakan dalam
melakukan cantuk terbuat dari tanduk kerbau atau sapi, gading gajah,
bambu, gelas, atau dengan alat vakum yang bersih dan higinies
(Fatahillah (2007) dalam Haryono (2008)).
Kemajuan teknologi menjadikan alat bekam lebih mudah dan
praktis

dalam

menggunakannya.

Sehingga,

kreatifitas

cara

menerapkan alatnya pun disesuaikan dengan kebutuhan dalam


mencari kesembuhan terhadap rasa sakit yang dirasakan. Pada
awalnya bekam hanya dikenal dengan dua cara. Yaitu, bekam basah
dan bekam kering. Tapi sekarang, selain dari macam bekam tersebut,
masyarakat juga mengenal bekam seluncur dan tarik.
Macam-macam bekam yang telah dikenal

masyarakat

diantarannya:
1. Bekam Basah (wet cupping)
Bekam basah adalah bekam yang menggunakan goresan pada
kulit setelah meletakkan gelas udara, dengan tujuan menyedot
sejumlah darah yang stagnan di tempat tertentu (Aiman Al-Husaini
dalam Haryono (2008)).
Metode pembekaman ini merupakan cara pengeluaran darah
statis atau darah kotor yang dapat membahayakan tubuh jika tidak
dikeluarkan.

17

Bekam basah merupakan bekam kering yang mendapatkan


tambahan perlakuan, yaitu darahnya dikeluarkan dengan cara
disayat pada daerah yang dibekam. Hal itu termasuk jenis alfashdu lokal yang digunakan oleh kedokteran modern di beberapa
bidang. Khususnya sebelum ditemukannya banyak obat pada
pertengahan kedua abad ke-20. Dengan demikian,bekam sangat
bermanfaat sekaligus penunjang bagi obat-obat yang lain
(Muhammad Musa Alu Nashr (2005) dalam Haryono (2008)).
Menurut Fatahillah dalam Haryono (2008), cara melakukan
bekam basah adah sebagai berikut:
1) Lakukan pemijatan dan urut seluruh anggota badan dengan
minyak but-but, zaitun, dan minyak habbatussauda, selama -/+
5-10 menit, agar peredaran darah menjadi lancar. Sehingga
hasil pengeluaran toksid lebih optimal.
2) Hisap/vacuum dengan gelas kaca pada permukaan kulit yang
sudah ditentukan titik-titiknya, 3-5 kali pompa. Biarkan selama
2-3 menit untuk memberikan kekebalan pada kulit saat
dilakukan penyayatan.
3) Lepas gelas kaca tersebut, kemudian basuh permukaan kulit
dengan alkohol. Lakukan penyayatan atau torehan dengan
pisau bedah (blade surgical) atau jarum (lancing), sayatan
disesuakan dengan diameter/lingkaran gelas kaca tersebut.
Hisap/vacuum kembali 3-5 kali pompa dan biarkan selama 3-5
menit sambil dipanaskan dengan infrafil.
4) Buang darahnya dan tampung pada mangkok kecil, kemudian
lakukan pembekaman lagi di tempat yang sama. Biarkan
selama 2-3 menit. Lakukan hal ini maksimal lima kali
pembekaman diwaktu dan hari yang sama.
5) Bekas sayatan/torehan diberi antiseptik atau minyak but-but,
agar tidak terjadi infeksi dan lukanya cepat sembuh. Hindaari
terkena air selama 1-2 jam.

18

6) Pembekaman dapat dilakukan setiap hari pada titik yang


berbeda dan berikan jangka waktu 2-3 pekan pada titik yang
sama.
7) Sebaiknya dilakukan diagnosa terlebih dahulu sebelum
dilakukan pembekaman.
Metode pembekaman

seperti

ini

sangat

dianjurkan

Rosulullah SAW, karena sangat efektif dalam penyembuhan


berbagai penyakit. Alasan ini dikuatkan dengan Hadits Rasulullah
SAW berikut:
Artinya: Berkata kepada saya Muhammad bin Abdurrahman,
memberi kabar kepada kami Syari bin Yunus Abul Hadits, berkata
kepada kami Marwan bin Sujaj, berkata kepada kami Salim AlAftas dari Said bin Jabir, dari Ibnu Abbas RA. dari Nabi SAW.
bersabda: Obat itu terdapat pada tiga hal, pada Sayatan
pembekam, atau meminum madu, atau alat penyetrikaan (sundutan
api), dan aku melarang umatku dari penyetrikaan.(HR. Bukhari).

Gambar 4. Bekam Basah


Sumber: www.healthnewsone.com

2. Bekam Kering (Dry Cupping)


Bekam kering adalah bekam dengan cukup meletakkan gelas
udara di atas bagian tubuh tertentu (biasanya di punggung) yang
bisa melancarkan aliran darah (Ibid dalam Haryono (2008)).
Metode ini hanya digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri
atau melenturkan otot-otot, terutama pada punggung atau badan
bagian belakang. Tindakan ini dilakukan untuk penyakit ringan.
Caranya:

19

1) Massage/urut seluruh badan bagian belakang dengan minyak


but-but atau minyak zaitun, selama 5 menit.
2) Hisap/vakum pada gelas kaca pada permukaan kulit dan pada
titik-titik yang sudah ditentukan. Hal ini sebaiknya dilakukan
3-5 kali pompa dan biarkan selama 10-15 menit.
3) Lepas gelas kaca tersebut dan massage/urut kembali bekas
bekam dengan minyak but-but dan zaitun selama 2-3 menit.
Bekam

kering

ini

juga

dimungkinkan

juga

untuk

menggantikan metode pengobatan autohemotherapy pada anakanak atau orang yang sulit ditemukan urat venanya karena usia
yang sudah tua. Autohemotherapy (memindahkan dari urat vena
orang yang sakit dan dimasukan lagi dengan cara disuntikan
kedalam urat vena itu sendiri) adalah cara yang umum dalam
menghilangkan alergi (Muhammad Musa Alu Nashr dalam
Haryono (2008)).

Gambar 5.Bekam Kering


Sumber: www.healthnewsone.com

3. Bekam Meluncur
Metode ini sebagai

pengganti

kerokan

yang

dapat

membahayakan kulit karena dapat merusak pori-pori. Tindakan ini


bermanfaat untuk membuang angin pada tubuh, melemaskan otototot, dan melancarkan peredaran darah.
Caranya:
1) Massage/urut seluruh badan bagian belakang dengan minyak
but-but, minyak zaitun, atau habbatussauda secukupnya sebagai
pelumasan.
2) Hisap/vakum dengan gelas kaca pada permukaan kulit 1-3 kali
pompaan. Kemudian gerakan gelas kaca tersebut keseluruh
20

tubuh bagian belakang dengan perlahan-lahan, sampai nampak


kemerahan. Hal ini cukup dilakukan selama 2-3 menit.
3) Lepas gelas kaca tersebut dan massage/urut dengan minyak
but-but dan zaitun selama 2-3 menit.
4. Bekam Tarik
Model ini hanya menghilangkan rasa nyeri atau penat di
bagian dahi, kening, dan bagian yang pegal-pegal.
Caranya:
Dengan menyedotkan gelas kaca secukupnya di dahi atau di bagian
yang pegal, kemudian ditarik berulang-ulang sampai kulit menjadi
kemerahan. Tindakan ini dapat dilakukan sendiri atau dengan rileks
(Fatahillah dalam Haryono (2008)).
Sebelum berbekam seseorang hendaknya harus memperhatikan
waktu yang tepat dan waktu yang baik untuk bekam adalah pada
pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih
terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas Bin Malik r.a.
menceritakan bahwa: Rosulullah SAW biasa melakukan hijamah
pada pelipis dan pundaknya. Beliau melakukannya pada hari
ketujuhbelas, kesembilan belas atau keduapuluhsatu. (Diriwayatkan
oleh Ahmad).
2.3.5

Refleksi
A. Pengertian Refleksi
Refleksi adalah suatu cara pengobatan penyakit melalui titik
pusat urat syaraf yang bersangkutan (berhubungan) dengan organorgan tubuh tertentu. Dengan kata lain adalah penyembuhan
penyakit melalui pijat urat syaraf untuk memperlancar peredaran
darah (Novirman, 2013).
Pijat refleksi merupakan salah satu pengobatan pelengkap
alternatif yang mengadopsi kekuatan dan ketahanan tubuh sendiri,
dimana memberikan suatu sentuhan pijatan atau rangsangan pada
telapak kaki atau tangan yang dapat menyembuhkan penyakit serta
memberikan kebugaran pada tubuh (Nasution, 2011).

21

Gambar 6. Titik Refleksi


Sumber: www.nature-energies.com

B. Manfaat Refleksi
Menurut Novirman, (2013), manfaat refleksi adalah sebagai
berikut:
a. Mencegah Penyakit
Relatif banyak penyakit yang bisa diatasi melalui teknik pijat
refleksi, dari penyakit ringan (seperti pegal dan pusing) hingga
penyakit berat (seperti kanker, gangguan ginjal, stroke, dan
jantung). Metode refleksi ini tidak hanya mengatasi berbagai
penyakit, tetapi juga mampu mencegah sedini mungkin
penyakit yang dapat menyerang.
b. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Melalui pemijatan, daya tahan tubuh dapat ditingkatkan
sehingga tubuh menjadi lebih bugar dan stamina tubuh
meningkat. Hal ini terjadi karena teknik pijatan ini dapat
meingkatkan energi tubuh. Secara mekanis, saraf dan otot
tubuh menjadi terlatih, sehingga tubuh menjadi lebih fit dan
dapat menangkal penyakit.
c. Meningkatkan Gairah Kerja
Pijat refleksi dapat menjaga fungsi organ-organ tubuh sehingga
dapat meningkatkan gairah atau motivasi untuk bekerja.
d. Membantu Mengusir Stres
Seringkali dalam kehidupan, berbagai persoalan hidup
menekan baik secara psikologis maupun fisik. Dalam jangka

22

waktu tertentu, keadaan ini membuat seseorang menjadi stress


atau tertekan sehingga memengaruhi kesehatan fisik. Peredaran
organ-organ tubuh akan tersumbat. Dengan melakukan pijat
refleksi, efeks buruk stress terhadap keadaan fisik dapat
dikembalikan pada keadaan normal. Pada gilirannya, stress
akibat tertekan perlahan berkurang dan menghilang.
2.3.6

Hipnoterapi
A. Definisi
Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang
mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran,
perasaan dan perilaku. Hipnoterapi dapat juga dikatakan sebagai
suatu teknik terapi pikiran menggunakan hipnotis. Hipnotis bisa
diartikan sebagai ilmu untuk memberi sugesti atau perintah kepada
pikiran bawah sadar. Orang yang ahli dalam menggunakan hipnotis
untuk terapi disebut "hypnotherapist" (Prihantanto,2012).
Hypnosis adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur yang
dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang, di mana
seseorang yang dihipnotis bisa menjawab pertanyaan yang
diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan
(Majid,2008).

2.3.7

Facial
Menurut Tresna (2010), facial adalah perawatan wajah yang
dilakukan secara bertahap untuk merawat kulit wajah untuk tetap
segar, bersih, sehat dan menarik. Facial biasa dilakukan seminggu
sekali atau dua minggu sekali.
Menurut Tresna (2010), beberapa tujuan dalam merawat kulit wajah
(facial) adalah sebagai berikut:
1. Memperbaiki kondisi kulit dari keriput dan kerutan kecil dari kulit
kasar menjadihalus karena sel tanduk yang sudah mati tersebut
terkelupas.
2. Meningkatkan peredaran darah dan getah bening.
3. Memperbaiki jaringan otot dan sel-sel kulit.

23

4. Meningkatkan kebersihan, kesehatan, kesegaran, dan kecantikan


kulit.
5. Memperbaharui dan merangsang kembali kegiatan sel kulit.
2.3.8

SPA
Menurut Anastasia (2009), spa adalah proses perawatan tubuh
yang holistik, bertumpu pada ritual dan proses perawatan tubuh yang
mendatangkan harmonisasi efek yaitu wellbeing for body, mind and
spirit. Ada beberapa teknik spa yang dapat digunakan secara
terstruktur untuk membantu terapis melakukan perawatan spa agar
pelanggan dapat merasakan kesegaran,kebugaran, dan peningkatan
kualitas hidupnya setelah menjalani perawatan spa, yaitu sebagai
berikut:
1. Pijat (Body Massage)
Massage adalah tindakan perawatan yang dilakukan terapis
dengan melakukan gerakan-gerakan mengusap (effleurage) dengan
telapak tangan, meremas dengan jari-jari, menekan (petrissage)
dengan ibu jari atau dengan kepalan tangan, meremas dengan
menggunakan kedua tangan, mencubit, meninju, menetakan
dengan sisi tangan, menakup, menepuk dengan punggung tangan
(tapotage),

menggetarkan

(vibration)

dan

memutar

serta

menggosok (friction). Gerakan-gerakan tersebut dapat dilakukan


langsung pada tubuh pelanggan dengan menggunakan bahan
seperti minyak dasar (base oil) dan juga bisa langsung tanpa
minyak atau dengan alat-alat bantu pemijatan, baik tradisional
maupun modern.
2. Body Scrub
Body Scrub adalah perawatan tubuh dengan menggunakan
lulur. Produk lulur berupa krem yang mengandung butiran-butiran
kasar di dalamnya. Bahan alami yang dapat digunakan sebagai
bahan lulur antara lain bengkoang, beras giling kasar, belimbing,
jeruk nipis, pepaya, bunga-bungaan, daun-daunan, biji coklat,kopi,
dan kedelai.
3. Body Masker
24

Masker Badan (Body Masker) adalah perawatan tubuh


dengan membalut seluruh permukaan kulit tubuh menggunakan
bahan masker. Fungsinya sesuai dengan produk yang digunakan
misalnya, melembutkan, mengencangkan, mncerahkan kulit,
membantu proses detoxiying, slimming dan firming. Masker
bermanfaat memperkuat fungsi lulur dan massage yaitu membuat
kulit lembut, lembap, halus dan cerah. Penggunaan masker
dilakukan setelah perawaan massage dan luluran. Teknik
penggunaannya yaitu dengan mengoleskan bubuk masker yang
telah dicairkan ke seluruh tubuh dan didiamkan sampai kering.
Setelah kering maka dilakukan pembilasan dengan air hangat dan
diakhiri dengan kegiatan mandi.
4. Body Wrap
Wrapping merupakan ritual perawatan yang dilakukan
dengan membungkus seluruh tubuh pelanggan mengunakan alat
pembungkus berupa plastik, daun pisang, kain panjang,kertas
aluminium foil atau bahan lain yang dapat membuat suhu tubuh
meningkat beberapa derajat. Ketika suhu tubuh meningkat maka
produk yang dioleskan di permukaan kulit akan mudah dan lebih
banyak diserap oleh tubuh.
5. Bath Therapy
Bath Therapy atau perawatan tubuh dengan mandi menjadi
ritual penting dalam dunia spa dan menjadi inti perawatan spa
setelah proses massage, luluran, atau masker dan wrapping. Ada
beberapa macam Bath Therapy yang fungsinya disesuaikan dengan
air yang digunakan, tempat mandi, cara mandi dan campuran
bahan-bahan yang digunakan pada saat mandi.
6. Belly Candle and Ear Candle
Perawatan untuk perut dan telinga dengan menggunakan
lilin. Belly candle berfungsi untuk mecegah kembung dan sakit
perut, sedangkan ear candle berfungsi untuk mencegah dan

25

menghilangkan migrain dan vertigo. Perawatan ear candle


dilakukan secara eksternal yaitu dengan massage sekitar bagian
bawah telinga dengan menekan secara ringan melingkari telinga.
Kemudian dengan perlahan masukan lilin khusus untuktelinga ke
dalam telinga sampai menyentuh lubang telinga. Lilin dalam
keadaan menyala sampai lilin mencapai garis akhir sambil
dipegangi. Setelah selesai massage ringan sambil mengangkat sisa
lilin.
7. Foot and Hand Massage
Kaki dan tangan merupakan bagian tubuh yang paling
banyak bekerja keras dan membantu seluruh aktivitas harian.
Massage kaki dan tangan biasanya dilakukan sejalan dengan
massage tubuh, tetapi jika diperlukan massage kaki dan tangan
dapat dilakukan secara terpisah. Massage kaki dan tangan
menggunakan teknik reflexologi yang mampu sebagai penyembuh
berbagai penyakit. Teknik reflexologi dapat membantu kesehatan
tubuh melalui pijatan-pijatan di kaki karena seluruh anggota dan
organ tubuh manusia berkorelasi langsung dengan bagian-bagian
kaki dan tangan merupakan zona penyembuh.
8. Menicure and Pedicure
Menicure and Pedicure adalah ritual perawatan untuk kuku
tangan dan kaki. Perawatan kaki, tangan, dan kuku merupakan
perawatan khusus dimana kuku dibersihkan dan digunting,
kemudian kulit mati disekitar kuku diangkat menggunakan alat
pengangkat kutikula. Telapak kaki dan tangan pun dibersihkan
dengan mengangkat kapalan yang telah menebal.
9. Bust and Delcote Treatment (Perawatan Payudara dan Dada)
Bust and Delcote Treatment adalah perawatan payudara dan
dada. Perawatan ini berfungsi untuk merawat keindahan dan
kesehatan payudara. Teknik yang sering digunakan adalah massage
dan masker. Cara perawatan dimulai dengan lulur di daerah

26

permukaan dada dan payudara. Setelah dilulur,payudara dioleskan


serum dan krem payudara, lalu dipijat dengan menarik ke arah
dalam dengan gerakan memutar sambil menarik.
10. Eye Treatment
Eye treatment adalah perawatan untuk kesehaan mata.
Perawatan mata dilakukan dengan menggunakan teknik massage
serta dengan memberikan serum dan krem untuk membantu
menjaga kekenyalan kulit agar tidak keriput dan menghilangkan
lingkaran hitam di sekitar mata.
11. Meditasi dan Yoga
Meditasi adalah perawatan olah pikiran. Meditasi bertujuan
untuk mendapatkan pencerahan fisik maupun mental seseorang.
Selain mendapatkan pencerahan meditasi juga memberikan efek
lain yaitu meningkatkan kesehatan tubuh, menurunkan kadar
stress, menurunkan tekanan darah, menenangkan pikiran dan dapat
meningkatkan

sistem

imun

di

dalam

tubuh.

Meditasi

membutuhkan tempat yang sunyi dan sepi agar mendapatkan


situasi yang tenang, senyap, rasa aman dan damai. Sedangkan
yoga ialah olah tubuh dengan membuat gerakan tubuh tertentu dan
dengan mengatur pernapasan untuk mendapatkan kesehatan tubuh,
jiwa dan pikiran. Yoga sebaiknya dilakukan di tempat terbuka agar
bisa menghirup udara semaksimal mungkin dengan teknik
pernapasan.
12. Skin care Treatment
Skin care treatment adalah suatu proses perawatan kulit
wajah dengan menggunakan bahan-bahan dan teknik perawatan
yang didesain khusus. Perawatan wajah dilakukan untuk merawat
dan memperbaiki kulit wajah agar kulit wajah lebih segar, lembut,
lembab, kenyal, dan bersih dari jerawat serta keriput. Perawatan
ini didahului dengan membersihkan wajah dengan menggunakan
pembersih wajah khusus dan mengangkat komedo. Setelah

27

dibersihkan, wajah dipijat dan dimasker. Setelah masker kerig


wajah dibersihkan dengan lotion penyegar dan diberikan krem
pelindung.
13. Hair Treatment (Hair Spa)
Perawatan rambut dan kulit kepala dilakukan untuk menjaga
kesehatan rambut serta membuat rambut lembut dan halus.
Rambut dan kulit kepala dapat mengalami kerusakan akibat debu,
sinar matahari, serta penggunaan bahan kimia. Teknik perawatan
rambut yaitu dengan mebersihkan rambut terlebih dahulu dengan
mencuci rambut. Kemudian rambut yang telah bersih diolesi
dengan krim hair spa sambil dipijat ringan untuk membantu
penyerapan produk. Setelah itu rambut didiamkan sambil
dibungkus handuk panas atau sambil diuapkan menggunakan ozon
rambut. Lalu rambut dibilas dengan air hingga bersih. Setalah
dibilas rambut diberi hair tonic dan hair repair.
14. Ratus (Body Aromatherapy)
Ratus adalah aromatherapy yang digunakan dengan cara
dibakar di atas arang menggunakan alat ratus. Ratus dapat
diaplikasikan pada tubuh maupun bagian-bagian tertentu dari
tubuh seperti rambut dan organ intim wanita. Meratus tubuh
dilakukan dengan cara memasukan tubuh kedalam box khusus
ratus. Ratus rambut dilakukan oleh terapis dengan menguapi
rambut pelanggang dengan alat ratus yang dipegang. Sedangkan
meratus organ intim wanita menggunakan kursi khusus yang
didesain khusus untuk ratus. Kursi ini memiliki lubang di tengah
agar memudahkan proses meratus.
2.3.9

Sauna
A. Definisi
Mandi uap (sauna) adalah salah satu jenis terapi air dimana
seseorang mandi di ruang uap hangat yang dirancang khusus. Uap

28

itu dari air yang dipanaskan sehingga menguap dan dipompakan ke


ruangan tertutup sehingga menciptakan panas basah. Tujuan dari
sauna adalah membantu mengeluarkan racun melalui keringat
sekaligus pembersihan kulit. Pengeluaran racun dilakukan oleh
panas kering dan pembersihan kulit oleh panas basah (Daeli,2011).
Mandi uap atau sauna sudah menjadi sebuah tradisi kuno di
Finlandia sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Bisa dibilang sauna
pertama kali ditemukan dan digunakan oleh nenek moyang
masyarakat Finlandia. Masyarakat Finlandia mempercayai bahwa
mandi uap/sauna adalah tempat untuk membersihkan tubuh dan
pikiran, sehingga pada masa perang dunia wanita-wanita Finlandia
melahirkan di ruang sauna. Logikanya, pada saat itu tempat sauna
adalah

tempat

yang

paling

hangat,

bersih

dan

higienis

dibandingkan tempat lainnya di desa mereka (Olympic Health &


Fitness Centre,2012).
Sauna yang dulunya adalah cultural history Finlandia
sekarang sudah menjadi sebuah gaya hidup (life style) yang
mendunia dan menghasilkan culture berbeda tiap negara.
Contohnya, di Korea, terdapat public sauna yang bisa dinikmati 24
jam. Public sauna ini menjadi lokasi untuk santai dan hang-out
bersama teman-teman. Kalau di Indonesia, sauna masih belum
banyak dikenal dan difungsikan seperti di luar negeri. Tidak
banyak masyarakat yang mengenal apa itu sauna atau mandi uap.
Apalagi, iklim tropis di Indonesia membuat orang tidak terlalu
terbiasa dengan sauna (Olympic Health & Fitness Centre,2012).
B. Efek Mandi Uap (Sauna)
Adapun efek terapi uap menurut Crinnion (2007) adalah
sirkulasi perifer meningkat 5-10%; sirkulasi ke otot, ginjal dan
bagian visceral menurun; lajumetabolik meningkat; konsumsi
oksigen meningkat; terjadi pengeluaran cairan; denyut jantung
meningkat; tekanan darah menurun; meningkatkan cortisol plasma,

29

kortikosteroid,

growth

hormone,

TSH

dan

prolaktin;

bronkodilatasi; relaksasi otot dan penurunan aktivitas sistem


neuromuscular; kehilangan air dan elektrolit (Na, K, Cl) yang
merupakan kompensasi dari regulasi hormon aldosteron di ginjal;
lipolisis (Daeli,2011).
Penelitian yang dilakukan oleh Kihara, et.al (2004)
membuktikan bahwa mandi uap (sauna) dapat menurunkan aritmia
jantung pada pasien gagal jantung kronik. Raisanen (2010)
mengungkapkan ada enam keuntungan dari mandi uap yaitu
mengurangi stres, mendetoksifikasi, membuat tidur nyenyak,
merelaksasikan otot dan meredakan sakit dan nyeri di otot dan
sendi, meningkatkan kerja jantung, melawan penyakit dan
meredakan kesesakan (Daeli,2011).
Ada banyak manfaat yang kita dapatkan dari mandi uap baik
secara fisik dan psikis, antara lain:
Secara fisik:
a. Membuat otot-otot tubuh menjadi rileks
b. Memperlancar sirkulasi darah
c. Memperkuat jantung tanpa meningkatkan tekanan darah
d. Melancarkan pernafasan
e. Membantu meringankan nyeri otot
f. Meringankan kram saat menstruasi
g. Detokfisikasi tubuh
h. Meningkatkan metabolisme sehingga membantu pembakaran
lemak
(Olympic Health dan Fitness Centre,2012).
Secara psikis:
a. Memberikan efek menenangkan
b. Meningkatkan mood
c. Memberikan rasa nyaman dan tenang
d. Meningkatkan kualitas hidup

30

(Olympic Health dan Fitness Centre,2012).


2.3.10 Senam Otak
Senam otak merupakan kumpulan gerakan-gerakan sederhana
dan bertujuan untuk menghubungkan/ menyatukan pikiran dan tubuh.
Senam otak merupakan bagian dari proses edukasi kinesiologi.
Kinesiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari gerakan tubuh
dan hubungan antara otot dan postur terhadap fungsi otak(Carrigan,tt).
2.4 Tujuan Pengobatan Komplementer-Alternatif
Menurut Pasal 2 Permenkes RI No. 1109 tahun 2007, tujuan pengaturan
penyelenggaraan pengobatan komplementer-alternatif adalah:
a. Memberikan perlindungan kepada pasien.
b. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
c. Memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan tenaga pengobatan
komplementer-alternatif.
2.5 Ruang Lingkup Pengobatan Komplementer-Alternatif
Menurut pasal 4 Permenkes RI No. 1109 tahun 2007, ruang lingkup
pengobatan komplementer-alternatif yang berlandaskan ilmu pengetahuan
biomedik meliputi:
a. Intervensi tubuh dan pikiran (mind and body interventions).
b. Sistem pelayanan pengobatan alternatif (alternative systems of medical
practice).
c. Cara penyembuhan manual (manual healing methods).
d. Pengobatan farmakologi dan biologi (pharmacologic and biologic
treatments).
e. Diet dan nutrisi untuk pencegahan dan pengobatan (diet and nutrition the
prevention and treatment of disease).
f. Cara lain dalam diagnosa dan pengobatan (unclassified diagnostic and
treatment methods).
2.6 Tenaga Pengobatan Komplementer-Alternatif
Menurut pasal 12 Permenkes RI No. 1109 tahun 2007, tenaga
pengobatan komplementer alternatif terdiri dari dokter, dokter gigi dan tenaga
kesehatan lainnya yang memiliki pendidikan terstruktur dalam bidang
pengobatan komplementer-alternatif. Tenaga pengobatan komplementeralternatif dalam memberikan pengobatan komplementer-alternatif harus sesuai
31

dengan kompetensi tenaga kesehatan, pengetahuan dan keterampilan


komplementer-alternatif yang dimilikinya. Dokter, dokter gigi dan tenaga
kesehatan lainnya yang memberikan pelayanan pengobatan komplementeralternatif tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan biomedik maka yang
bersangkutan dinyatakan sebagai pengobat tradisional.

32

BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari dan Tanggal
Waktu
Tempat dan Alamat

: Selasa, 12 Desember 2015


: 08.00 Selesai
: Griya Sehat Puskesmas Kampus, Jalan Golf
No. 5 Palembang

3.2 Subjek Tugas Mandiri


Mengunjungi dan mengobservasi pelayanan tradisional komplementer di
Puskesmas Kampus Palembang.
3.3 Instrumen Kegiatan
Dalam kegiatan ini peralatan yang digunakan untuk pengambilan data
beserta pendukungnya adalah:
1. Proposal TPP dan Alat Tulis
Proposal digunakan sebagai panduan dalam mengamati pelayanan
tradisional komplementer yang ada di Puskesmas Kampus.
2. Kamera
Kamera digunakan untuk dokumentasi, yakni sebagai bukti bahwa
mahasiswa telah melaksanakan tugas pengenalan profesi. Bukti tersebut
nantinya akan dilampirkan pada laporan akhir.
3. Komputer atau Laptop
Komputer atau Laptop digunakan sebagai sarana pembuatan proposal dan
laporan akhir kegiatan.
3.4 Cara Pengolahan Data
Data pada kegiatan TPP ini akan diolah menggunakan analisis deskriptif
dengan cara membandingkan antara hasil TPP dan teori.
3.5 Langkah Kerja
Langkah kerja meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
1. Tahap persiapan
a. Membuat proposal.
b. Melakukan konsultasi kepada pembimbing tugas pengenalan profesi.

33

c. Mendapatkan izin atau ACC dari pembimbing tugas pengenalan


profesi.
2. Tahap pelaksanaan
Mahasiswa:
a. Melakukan observasi
Puskesmas Kampus.
3. Tahap Penyelesaian
a. Mengumpulkan semua

pelayanan

data,

tradisional

mengolah,

komplementer

menganalisa

di

dan

menyimpulkan.
b. Menyusun laporan hasil pengamatan dan pemeriksaan.
c. Mendapatkan ACC laporan hasil observasi dari pembimbing tugas
pengenalan profesi.
3.6 Jadwal Kegiatan
Pada tabel 1 dapat dilihat jadwal pelaksanaan tugas pengenalan profesi
Blok Elektif (Obat Tradisional Indonesia). Tugas pengenalan profesi ini
terbagi menjadi lima kegiatan yaitu penyusunan proposal pada minggu
pertama, observasi, pembahasan dan penyusunan laporan serta pleno
dilakukan pada minggu kedua.

34

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan TPP


No.
1.
2.
3.
4.
5.

Desember 2015
Minggu I
Minggu II

Jenis Kegiatan
Penyusunan proposal
Observasi
Pembahasan
Penyusunan Laporan
Pleno

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
35

4.1 Hasil
Tabel 2. Jenis Pelayanan Tradisional Komplementer yang Ada di Griya
Sehat Puskesmas Kampus
Jenis Pelayanan Tradisional Komplementer
Ramuan
Keterampilan
Simplisia kering
Bekam kering
Ramuan/Simplisia basah
Akupresur
Ekstrak
Massage + Lulur Badan
Bibit tanaman
Perawatan payudara
Selain itu juga menyediakan Rendam + Refleksi kaki
Perawatan wajah
obat medis (konvensional)
Pijat bayi (massage bayi)
Perawatan Bayi (senam, massage,
renang)
Sauna
Akupuntur
Kegiatan di luar gedung:
1. Sosialisasi tentang pemanfaatan obatan tradisional dan titik
akupresor sakit ringan kepada masyarakat dan kader Posyandu.
2. Pemberdayaan
a. Menggalang kemitraan dengan bidang pertanian dengan kader
posyandu (ramuan untuk sauna)
Tabel 3. Tenaga Pengobat yang Ada di Griya Sehat Puskesmas Kampus
Tenaga Pengobat
Medis
Non-Medis
3 orang perawat
2 orang penyehat tradisional (Hattra/Terapis)
yang sudah tersertifikasi
Total 5 orang tenaga

36

Tabel 4. Sarana Prasarana Pelayanan Tradisional Komplementer yang


Ada di Griya Sehat Puskesmas Kampus
Sarana Prasarana
Klinik Laktasi dan
Tempat:
1. Akupresur
Imunisasi
(menggunakan keterampilan jari)
2. Refleksi
(menggunakan alat refleksi)
3. Bekam
(menggunakan alat bekam)
4. Massage
5. Konsultasi
6. EFT
Ruang Terapi Wanita/Pria Tempat:
1. Akupuntur
(menggunakan jarum)
2. Sauna
(menggunakan alat-alat sauna)
3. Facial
4. Massage
5. Bekam
Ruang KIA, KB
Tempat:
1. Konsultasi Kesehatan Ibu dan Anak
Ruang Perawatan Bayi
Tempat:
1. senam bayi
2. Renang
3. Pijat bayi (massage bayi)
Lemari Obat Herbal
Tempat penyimpanan obat-obat herbal
Terapi yang paling banyak diminati adalah terapi pijat urut atau massage,
pijat urut ini dilakukan dengan pemijatan atau penekanan menggunakan ujung
jari sesuai dengan titik-titik akupresur (titik akupuntur). Untuk hypnoterapi
belum ada, namun di Puskesmas Kampus terdapat terapi EFT (Emotional
Freedom Techniques) yaitu terapi psikologis yang menggunakan teknik
akupuntur tetapi tidak menggunakan jarum. prinsip kerja dari EFT adalah
dengan cara mengetuk (tapping) dengan ujung jari pada titik-titik meridian
tubuh. EFT diindikasikan untuk pasien ibu yang sedang mengalami stress,
atau pemicu psikis lainnya.
Bekam banyak jenisnya namun yang ada di Puskesmas Kampus hanya
bekam kering. Untuk akupuntur dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih
37

yaitu perawat. Jarum yang digunakan yaitu jarum jenis halus yang
mempunyai ukuran panjang : 0,5 Cun, 1 Cun, 1,5 Cun, 2 Cun, dan 2,5 Cun,
dan yang paling besar berukuran 5 Cun.
Sauna adalah mandi uap hangat dengan rempah-rempah yang di dapat
dari Puskesmas yang dirancang khusus selama 30 menit. Jika lebih dari 30
menit dikhawatirkan akan terjadi dehidrasi. Sauna bermanfaat untuk
membersihkan tubuh dan mengeluarkan racun melalui keringat.
Tenaga pengobatan yang terlibat dalam pelayanan kompkementer ada 5
orang terdiri dari 3 orang paramedis, dan 2 orang penyehat tradisional
(HATTRA), penyehat tradisional/ HATTRA yang dimaksudkan adalah selain
petugas akupuntur. Penyehat tradisional ini berfungsi untuk membantu
paramedis, atau untuk melakukan pengobatan yang lain seperti bekam.
4.2 Pembahasan
Pada hari Selasa tepatnya pada tanggal, 15 Desember 2015 dari pukul
08.00 - selesai, kami mengunjungi Puskesmas Kampus yang beralamat jl. Golf
Blok G-6 Kampus. Di Puskesmas Kampus yang di pimpin oleh dr. Yuliarni
M.Kes terdapat beberapa petugas pelayanan kesehatan tradisional diantaranya:
1.

dr. Melania sebagai petugas UKP

2.

drg. Naning sebagai petugas UKM

3.

Novi Andriani sebagai petugas Tata Usaha

4.

Yunita sebagai petugas Acupressure

5.

Amal sebagai petugas Bekam


Sedangkan untuk tenaga yang ada di Griya Sehat Puskesmas Kampus

terdiri dari tenaga medis dan non-medis. Tenaga medis yang ada di Griya
Sehat Puskesmas Kampus terdiri dari 3 orang perawat, sedangkan tenaga nonmedis terdiri dari 2 orang pengobat tradisional (battra atau terapis).
Adapun alur pelayanan tradisional di Puskesmas Kampus Palembang
adalah:
1. Pasien mendaftar
2. Pasien masuk ke poli Umum, KIA, atau Gigi

38

3. Dilakukan screening (anamnesis/ p.fisik), setelah itu dirujuk ke Griya Sehat.


Berdasarkan hal tersebut sesuai PP No 103 tahun 2014 tentang pelayanan
kesehatan tradisional, jenis pelayanan kesehatan tradisional yang ada di Griya
Sehat Puskesmas Kampus adalah jenis pelayanan kesehatan tradisional
intergrasi, yaitu suatu bentuk pelayanan kesehatan yang mengombinasikan
pelayanan kesehatan konvensional dengan pelayanan kesehatan tradisional
komplementer, baik bersifat sebagai pelengkap atau pengganti.
Griya Sehat buka dari pukul 08.00-12.00 untuk hari Senin-Jumat,
sedangkan untuk hari sabtu buka dari pukul 08.00-12.30. Griya Sehat
Puskesmas Kampus memiliki kegiatan di dalam gedung dan di luar gedung.
Kegiatan di dalam gedung meliputi 2 jenis pelayanan yaitu ramuan dan
keterampilan. Pelayanan berbasis ramuan meliputi simplisia kering, jus,
ramuan/simplisia basah, ekstrak, bibit tanaman, selain itu juga menyediakan
obat medis (konvensional). Jenis pelayanan yang ada di Griya Sehat
Puskesmas Kampus tersebut sudah sesuai dengan UU No. 36 tahun 2009 pasal
59, yang menyatakan bahwa berdasarkan cara pengobatannya, pelayanan
kesehatan tradisional terbagi menjadi pelayanan kesehatan tradisional yang
menggunakan keterampilan dan pelayanan kesehatan tradisional yang
menggunakan ramuan.
Pelayanan berbasis keterampilan yang ada di Griya Sehat Puskesmas
Kampus meliputi bekam kering, akupuntur, akupresur, EFT, perawatan
payudara, sauna, perawatan payudara, massage + lulur badan, facial, pijat bayi
(massage bayi), senam bayi (senam otak + renang), rendam dan refleksi.
Terapi pijat urut/ massage banyak diminati di Puskesmas Kampus, pijat
urut ini dilakukan dengan pemijatan atau penekanan menggunakan ujung jari
sesuai dengan titik-titik akupresur (titik akupuntur). Sesuai dengan Anastasia,
H (2007) bahwa massage merupakan tindakan yang dilakukan terapis dengan
gerakan-gerakan seperti mengusap, meremas, dan menekan yang digunakan
untuk perawatan.
Bekam yang ada di puskesmas kampus adalah jenis bekam kering.
Menurut Ibid dalam Haryono (2008), bekam kering adalah bekam dengan

39

meletakkan gelas udara di atas bagian tubuh tertentu yang bisa melancarkan
aliran darah. Tindakan ini dilakukan untuk penyakit ringan.
Pada akupuntur, Jarum yang digunakan adalah jarum halus yang
mempunyai ukuran panjang : 0,5 Cun, 1 Cun, 1,5 Cun, 2 Cun, 2,5 Cun, dan
yang paling besar berukuran 5 Cun. Menurut Kiswojo dan Kusuma (1978)
jarum halus, merupakan jarum yang popular dan mempunyai bahan baja tahan
karat. Kehalusan jarum ditentukan dengan nomor, dari nomor kecil ke nomor
besar.
Menurut daeli, 2011 sauna adalah mandi uap hangat, yang bertujuan
untuk mengeluarkan racun melalui keringat dan sekaligus pemersihan kulit. Di
Puskesmas Kampus Sauna/ mandi uap hangat dirancang khusus selama 30
menit. Sauna bermanfaat untuk membersihkan tubuh dan mengeluarkan racun
melalui keringat.
Pelayanan berbasis ramuan yang ada di Griya Sehat Puskesmas Kampus
rata-rata telah memperoleh izin dari Badan POM, karena telah ada nomor
registrasi dan logo berupa jamu. Menurut peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 246 tahun 1992, pengertian jamu adalah obat
tradisional yang bahan bakunya simplisia yang sebagian besar belum
mengalami standarisasi dan belum pernah diteliti, bentuk sediaan masih
sederhana berwujud serbuk seduhan, rajangan untuk seduhan dan sebagainya.
Menurut Keputusan Kepala BPOM RI Nomor HK.00.05.4.2411, jamu harus
memenuhi kriteria yaitu aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan,
klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris dan memenuhi persyaratan
mutu yang berlaku. Jenis klaim penggunaan sesuai dengan jenis pembuktian
tradisional dan tingkat pembuktiannya yaitu tingkat pembuktian umum dan
medium; Jenis klaim penggunaan harus diawali dengan kata-kata: Secara
tradisional digunakan untuk , atau sesuai dengan yang disetujui pada
pendaftaran.
Ramuan yang terdapat di Griya Sehat Puskesmas Kampus berupa
simplisia digunakan untuk mengobati keluhan yang dirasakan pasien. Seperti
silmplisia kering salah satu contohnya ada Echinaea pupurea (Ekineaceae),
dengan kandungan fenol Ekineaciae di gunakan untuk mengobati flu dan ISK.

40

Bagian yang di gunakan untuk pengobatan adalah daun, batang, bunga dan
akar dari Ekineacieae.
Di sebelah Griya Sehat Puskesmas Kampus dibuat kebun yang
digunakan untuk menanam tumbuhan obat-obatan yang bisa di jadikan
simplisia basah. Di kebun tersebut terdapat beberapa tanaman yng bisa di
jadikan simplisia basah antara lain brotowali, kunyit, tapak dara, lidah mertua,
lidah buaya, dan masih banyak lagi. Tanaman tersebut bila di jadikan simplisia
basah bisa digunakan untuk pengobatan seperti brotowali bisa digunakan
sebagai antibiotik, lidah buaya digunakan sebagai pencahar, kunyit digunakan
untuk anti radang, tapak dara untuk diabetes, hipertensi, dan demam, dan lidah
mertua sebagai antibiotic, flu, dan untuk gigitan ular.
Griya Sehat Puskesmas Kampus juga menediakan Ekstrak tubuhan, bibit
tanaman, dan obat medis yang digunakan untuk mengobati keluhan yang
dirasakan oleh pasien yang datang ke Griya Sehat.
Sementara itu, kegiatan di luar gedung yang dilakukan oleh Griya Sehat
Puskesmas Kampus adalah sosialisasi tentang pemanfaatan obat tradisional
dan tehnik akupresur untuk sakit ringan kepada masyarakat dan kader
Posyandu serta menggalang kemitraan dengan bidang pertanian (pembuatan
herbal oleh kader posyandu, contoh ramuan untuk sauna).
Sarana dan prasarana yang terdapat di Griya Sehat Puskesmas Kampus
meliputi klinik laktasi dan imunisasi, ruang terapi wanita/ pria, ruang KIA,
KB, ruang perawatan bayi dan lemari obat herbal, semua ruangan tersebut
digunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan yang dilengkapi dengan
peralatan-peralatan seperti tempat tidur, alat bekam, alat sauna, alat refleksi,
jarum untuk akupuntur, kolam renang bayi, obat-obatan dan lain-lain. Di
dalam Griya Sehat Puskesmas Kampus terdapat gambar berupa tanaman obat
dengan penjelasannya, hal ini dimaksud agar setiap pasien yang berobat
memiliki pengetahuan tentang tanaman obat.
Griya Sehat Puskesmas Kampus tidak hanya menerima pasien langsung,
tetapi juga menerima pasien rujukan dari BP umum, BP anak dan KIA. Tarif
biaya yang ada di Griya Sehat Puskesmas Kampus masih dapat terjangkau,
karena relatif murah dibandingkan dengan pengobatan di tempat lain. Hal ini
karena tarif tersebut ditentukan oleh peraturan Walikota, sistem pembayaran
41

menggunakan fee for service karena tidak bekerjasama dengan BPJS. Pada
saat observasi ke Griya Sehat Puskesmas Kampus Palembang, tidak terdapat
pasien yang sedang diterapi sehingga tidak dapat dilakukan observasi lanjut
mengenai terapi yang dilakukan oleh puskesmas.

42

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari observasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Jenis pelayanan kesehatan tradisional yang ada di Griya Sehat Puskesmas
Kampus adalah jenis pelayanan kesehatan tradisional intergrasi, adalah
suatu bentuk pelayanan kesehatan yang mengombinasikan pelayanan
kesehatan

konvensional

dengan

Pelayanan

Kesehatan

Tradisional

Komplementer, baik bersifat sebagai pelengkap atau pengganti.


2. Terdapat 2 jenis pelayanan yaitu pelayanan berbasis ramuan (simplisia
kering, ramuan/simplisia basah, ekstrak, bibit tanaman, obat medis) dan
pelayanan berbasis keterampilan (bekam kering, akupuntur, EFT,
perawatan payudara, akupresur, sauna, massage + lulur badan, perawatan
wajah (Scubbing+Lifting+Masker), pijat bayi (massage bayi), senam bayi
(senam otak + renang), rendam dan refleksi). Sedangkan kegiatan luar
gedung meliputi sosialisasi tentang pemanfaatan obat tradisional dan
teknik dengan titik akupresor untuk sakit ringan kepada masyarakat dan
kader Posyandu, serta menggalang kemitraan dengan bidang pertanian
(ramuan untuk sauna).
3. Tenaga pengobat yang ada di Griya Sehat Puskesmas Kampus ada 5 orang
yang terdiri dari 3 orang perawat dan 2 orang pengobat tradisional (battra
atau terapis). Khusus untuk akupuntur hanya dilakukan oleh tenaga
kesehatan terlatih yaitu dalam hal ini adalah perawat, sedangkan untuk
pelayanan lainnya dapat dilakukan oleh hattra atau terapis yang sudah
tersertifikasi.
4. Sarana prasarana yang ada di Griya Sehat Puskesmas Kampus meliputi
klinik laktasi dan imunisasi, ruang terapi wanita/pria, ruang KIA dan KB,
ruang perawatan bayi dan lemari obat herbal.
5. Jenis pelayanan, tenaga pengobat dan sarana prasarana yang ada di Griya
Sehat Puskesmas Kampus telah memenuhi persyaratan.
5.2 Saran
Untuk mahasiswa

43

1. Tingkatkan kerjasama kelompok dari pembuatan proposal hingga


pembuatan laporan
2. Usahakan datang tepat waktu di tempat pelaksanaan kegiatan
Untuk puskesmas
1. Meningkatkan sosialisasi ke masyarakat mengenai manfaat pengobatan
komplementer
2. Kurangnya tenaga kesehatan sehingga menjadi kendala dalam
memberikan fasilitas pengobatan komplementer

44

LAMPIRAN

Gambar 1. Tampak Dalam Ruang Terapi

Gambar 2. Jarum Akupuntur

45

Gambar 3. Alat-alat Refleksi

Gambar 14. Alat Sauna

46

Gambar 4. Tempat Penyimpanan Obat Herbal

Gambar 4. Ruang Laktasi dan Imunisasi

47

Gambar 6. Lemari simplisia kering

Gambar 6. Ramuan sauna (kemitraan bidang pertanian dengan kadeer posyandu)

48

Gambar 7. Beberapa tanaman yang ditanam di halaman Puskesmas

Gambar 8. Foto bersama Observer dengan Hattra

49

DAFTAR PUSTAKA
Adam, M. 2011. Pengaruh Akupresur Terhadap Kekuatan Otot dan Rentang Gerak
Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Pasca Rawat Inap di RSUP Farmawati
Jakarta. Thesis, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Program
Pasca Sarjana Magister Ilmu Keperawatan Peminatan Keperawatan Medikal
Bedah.
Anastasia, H. 2009. Cantik, Sehat, Sukses, Berbisnis Spa. Yogyakarta: Kanisius.
Andrews, et al. 2009. Nurses Handbook of Alternative and Complementary
Therapies. Pennsylvania: Springhouse.
Carrigan C. tt. Brain gym with educational kinesiology consultant. http://total
fitness.net/brain_gym.html.
Daeli, WG. 2011. Pengalaman Penggunaan Terapi Tradisional Oukup: Studi
Fenomenologi. (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27936/4/
Chapter%20II.pdf, diakses 9 Desember 2015).
Depkes RI. 2009. Profil Kesehatan Indonesia. Dalam: Ritonga dan Nasution.
Gambaran Karakteristik Keluarga Pasien Fraktur yang Memilih
Pengobatan Tradisional Patah Tulang, diakses 9 Desember 2015.
Hadibroto, I., dan Alam, S. 2006. Seluk beluk pengobatan alternative dan
komplementer. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.
Haryono, O. 2008. Hijamah (Bekam) Menurut Hadits Nabi SAW. (Studi
Tematik Hadits). Skripsi, Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri
Walisongo (dipublikasikan), (http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/
76/jtptiain-gdl-okoharyono-3781-1-4102063_-p.pdf, diakses 8 Desember 2015).
Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
Nomor: HK.00.05.4.2411 tentang Ketentuan Pokok Pengelompokan dan
Penandaan Obat Bahan Alam Indonesia.
Keputusan Menteri Kesehatan No. 1076/Menkes/SK/2003 tentang Pengobatan
Tradisional.
Konggidinata, C. 2007. Kendalikan Stress Anda. Jakarta: PT Gramedia.
Kusuma, Adi dan Kiswojo. 1978. Teori dan Praktek Ilmu Akupuntur. Jakarta: PT.
Gramedia. Dalam Ardiati, W. 2007. Pengobatan Akupuntur Puady
Syamputra. (http://eprints.uns.ac.id/2705/1/134630808201011531.pdf di
akses tanggal 9 desember 2015)
Majid, I. 2008. Pemahaman Dasar Hypnosis. (https://saidnazulfiqar.files.
wordpress.com/2008/04/psichology-sejarah-hypnosis.pdf, Diakses tanggal 8
Desember 2015).
50

Nasution, MS. 2011. Refleksi. (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/


24750/4/Chapter%20II.pdf, diakses tanggal 9 Desember 2015).
Novirman, F. 2013. Definisi Pijat Refleksi. (http://www.scribd.com/mobile/
doc/136658838, diakses tanggal 9 Desember 2015).
Olympic Health dan Fitness Centre. 2012. Manfaat Mandi Uap atau Sauna.
(https://www.scribd.com/doc/97879142/Manfaat-Mandi-Uap#download,
diakses 8 Desember 2015).

Ostrom, K.W. 2000. Massage and the Original SwedishMovements. Philadelphia:


Royal University of Upsala.
Peraturan Menteri Kesehatan No. 1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang
penyelenggaraan pengobatan komplementer-alternatif di fasilitas pelayanan
kesehatan.
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
Nomor: HK.00.05.41.1384 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran
Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 Tentang
Pelayanan Kesehatan Tradisional.
Potter, P.A., Perry, A.G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan volume 2.
Jakarta: EGC.
Prihantanto, R. S. 2012. Lebih Dekat dan Sehat dengan Hypnotherapy. (http://
perawatkublog.unsoed.ac.id/files/2012/05/lebih-dekat-dengan-hypnotherapy.
pdf, Diakses pada tanggal 9 Desember 2015).
Purnawan, R. 2012. Perbandingan pengaruh massage dan akupesur terhadap
recovery perenang Bandung Internasional Swim. Universitas Pendidikan
Indonesia: repository.upi.eduhttp://repository.upi.edu/operator/upload/s_ikor
_055707_chapter2.pdf, diakses 9 Desember 2015.
Smith, et al. 2004.Clinical nursing skills: Basic to advanced skills. New Jersey:
Pearson Prentice Hall.
Snyder, M. dan Lindquist, R. 2002. Complementary Alternative Therapies in
Nursing. New York: Springer Publishing Company.
Tresna, P. 2010. Modul I dasar rias perawatan kulit wajah (Facial). Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia. (http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._
PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/196310161990012-PIPIN_
TRESNA_PRIHATIN/BG_123_Dasar_Rias_(Pipin)/mODUL_1_Dasar_Ria
s-Facial.pdf, di akses tanggal 8 Desember 2015)

51

Tse Ching San. 1985. Ilmu Akupuntur. Jakarta : Unit Akupuntur Rumah Sakit DR
Cipto Mangun Kusumo (ambek dari tesis : Yulianto, D. B. 2009. Efektifitas
Terapi Akupuntur Dibanding Nsaid Terhadap Nyeri Lutut Pada Wanita
Penderita Osteoartritis Lutut Ditinjau Dari Status Pekerjaan Di Rso
Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta (Studi Eksperimen Pada Pasien Osteoartritis
Lutut). Surakatra. (http://eprints.uns.ac.id/2705/1/134630808201011531.pdf
di akses tanggal 9 desember 2015).
Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

52