Anda di halaman 1dari 5

UJIAN AKHIR SEMESTER

HUKUM DAN ETIKA PENYIARAN

Disusun Oleh :
Nama

: Agung Hernoto

Kelas

: Matekstosi 2B

NIM

: 01514144813

Dosen

: Mufti Nurlatifah, S.I.P., M.A.

Tanggal : 15 Juni 2016

Jl. Magelang Km.6 Yogyakarta 55284, Indonesia


Telp. 0274-562513,561531
Fax. 0274-586561,623537,623460
E-mail : info@mmtc.ac.id
Website : www.mmtc.ac.id

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan frekuensi publik ! Mengapa frekuensi


menjadi salah satu elemen yang penting dalam pengaturan media penyiaran di
Indonesia ?
Jawaban :
-

Frekuensi merupakan milik publik karena untuk mengelola frekuensi


menggunakan pajak dari rakyat, masih banyak sekali masyarakat yang belum
memahami hal ini. Frekuensi yang saat ini digunakan oleh stasiun TV
sesungguhnya adalah milik publik, yang seharusnya pemanfaatannya
digunakan sepenuhnya untuk melayani kepentingan publik.
Pemerintah mengelola frekuensi melalui Kementerian Komunikasi dan
Informatika. Yang mendapatkan slot frekuensi dan hak siaran seharusnya
mengisi konten dengan berbagai acara yang variatif, mendidik, inspiratif dan
menghibur untuk masyarakat luas, tidaklah terfokus pada satu jenis acara ,
apalagi membuat program yang durasinya berjam-jam, namun tidak
bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut UUD 45 pasal 33 ayat 2, sumber daya alam terdiri dari tanah,
air, udara dan semua yang terkandung di dalamnya harus dijaga dan
dilindungi oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat.
Frekuensi merupakan salah satu umber daya udara, selain spektrum
frekuensi yang penting dalam udara untuk manusia adalah oksigen dan
karbon. Maka dari itu udara dan frekuensi merupakan kekayaan bangsa.
Frekuensi merupakan sumber daya alam terbatas sama seperti sumber
daya alam yang ada di tanah dan juga air.Karena terbatas, jika tidak
dimanfaatkan dengan benar dapat merugikan masyarakat dan negara.
Frekuensi berbentuk gelombang elektromagnetik yang berfungsi menjadi
media penghantar sinyal. Frekuensi digunakan dalam berbagai bidang, mulai
dari siaran melalui radio maupun televisi, sambungan telepon, handphone,
smartphone, penerbangan, militer, hingga satelit. Tanpa frekuensi, itu semua

tidak dapat berjalan, dan akan melumpuhkan mobilitas masyarakat. Frekuensi


berada di udara secara tak kasat mata.
4. Salah satu pihak yang tidak boleh kita lupakan dalam mempelajari UndangUndang Media di Indonesia adalah regulator :

Jelaskan siapakah yang dimaksud dengan regulator media penyiaran di


Indonesia !
Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002
tentang penyiaran, yang berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan
penyiaran di Indonesia adalah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). KPI
merupakan sebuah lembaga independen di Indonesia yang kedudukannya

setingkat dengan lembaga negara lainnya. KPI berdiri sejak tahun 2002.
Jelaskan pula fungsi dan wewenangnya dalam mewujudkan demokrasi
penyiaran di Indonesia !
Salah satu fungsi KPI dalam penyiaran adalah mewadahi aspirasi dan
mewakili kepentingan masyarakat akan penyiaran di Indonesia. Fungsi
ini sejalan dengan asas pokok KPI sebagai lembaga negara yang bersifat
independen, yang harus melindungi masyarakat dari ketidakberdayaan
menghadapi berbagai kepentingan dan kekuatan.
KPI juga menjadi wadah yang menjembatani kepentingan
masyarakat dengan institusi pemerintah dan lembaga penyiaran (radio
dan televisi, baik publik, swasta, komunitas dan berlangganan). Fungsi
dan wewenang KPI secara umum adalah pengaturan, pengawasan, dan
pengembangan.
KPI harus mengusahakan agar tercipta suatu sistem penyiaran
nasional yang memberikan kepastian hukum, tatanan, serta keteraturan
berdasarkan asas persamaan dan keadilan. Dalam sistem yang
mengedepankan

hak-hak

asasi

khususnya

dalam

peluang

kepada warga negara untuk memelihara

akan komunikasi dan informasi ini, pemerintah


hal

penyusunan

peraturan,

lebih

diharapkan

peranannya sebagai fasilitator dalam penyelenggaraan penyiaran.


Wewenang KPI :
a. Menetapkan standar program siaran
b. Menyusun peraturan dan menetapkan pedoman perilaku penyiaran

c. Mengawasi pelaksanaan peraturan dan pedoman perilaku penyiaran


serta standar program siaran
d. Memberikan sanksi terhadap pelanggaran peraturan dan pedoman
perilaku penyiaran serta standar program siaran
e. Melakukan koordinasi dan/atau kerjasama dengan Pemerintah,

lembaga penyiaran, dan masyarakat.


Berikan penjelasan Anda sejauh mana peran dan kontribusi mereka
dalam menjaga kehidupan demokrasi dan kebebasan berkreasi maupun
kebebasan media di Indonesia !
Menurut saya, memang belum sepenuhnya KPI dapat menjalankan
tugas-tugasnya dengan baik, masih banyak pro dan kontra dari masyarakat
atas apa yang dilakukan KPI. Namun KPI juga telah berusaha menjalankan
tugasnya.
Dalam bidang demokrasi, KPI juga telah menunjukan otoritasnya.
Contohnya pada saat PILPRES, ada 2 stasiun televisi yang tidak independen
dan cenderung memihak salah satu capres dalam memberikan informasi pada
masyarakat, dan 2 stasiun televisi tersebut telah diberikan peringatan oleh
KPI.
Kebebasan berkreasi maupun kebebasan media juga sangat penting,
tetapi juga harus tau batas-batas kebebasan tersebut, kebebasan disini
merupakan kebebasan yang baik, bukan kebebasan yang seenakanya sendiri.
Jika media memberikan tayangan yang sekiranya melanggar batas-batas dan
peraturan yang telah ditetapkan, KPI punya wewenang untuk memberikan
peringatan maupun sanksi pada pelanggar. Kita harus bisa membedakan
mana yang layak dan baik untuk disiarkan dan mana yang tidak.
Di Indonesia sudah banyak kasus tayangan televisi yang diberi
peringatan bahkan dicabut izin tayangnya oleh KPI, misalnya acara yang
mengandung pornografi, kekerasan, sara, maupun pelecehan, karena dapat
mendatangkan pengaruh buruk bagi masyarakat, khususnya anak anak.

DAFTAR PUSTAKA
Rinaldo. 2014. Frekuensi Milik Publik, Apa Pentingnya?. Artikel.
Diakses

dari

https://rinaldo92aldo.wordpress.com/2014/10/22/frekuensi-

milik-publik-apa-pentingnya/ pada tanggal 12 Juni 2016.


Abda, Imam. 2014. Frekuensi Adalah Sumber Daya Alam untuk Publik. Artikel.
Diakses

dari

http://www.buruan.co/frekuensi-adalah-sumber-daya-alam-

untuk-publik/ pada tanggal 12 Juni 2016.


Pasaribu, Alviansyah. Masyarakat Belum Paham Kepemilikan Frekuensi Publik.
Artikel.
Diakses dari http://www.antaranews.com/berita/481283/masyarakat-belumpaham-kepemilikan-frekuensi-publik pada tanggal 12 Juni 2016.
Dewangga, Yudha. 2009. Tugas dan Kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
Artikel.
Diakses

dari

https://72legalogic.wordpress.com/2009/03/27/tugas-dan-

kewenangan-komisi-penyiaran-indonesia-kpi/ pada tanggal 12 Juni 2016.


KPID KALBAR. Tugas dan Fungsi KPI. Artikel.
Diakses

dari

https://kpidkalbar.wordpress.com/profil-kpid-kalimantan-

barat/sekilas-kpid-kalbar/tugas-dan-fungsi/ pada tanggal 12 Juni 2016.


Wikipedia. 2016. Komisi Penyiaran Indonesia. Artikel.
Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Penyiaran_Indonesia pada
tanggal 12 Juni 2016.