Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum

Laboratorium Sistem Transmisi


SEMESTER IV TAHUN 2015/2016

JUDUL
IMPEDANSI INPUT KABEL COAXIAL
KELOMPOK 3

Dicky Putra Pratama


Ulima Larisa Syafwi
Zahra Jihad Putri D

S1-TERAPAN
PROGRAM STUDI BROADBAND MULTIMEDIA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2016

I. TUJUAN
1. Mengukur impedansi saluran terdapat perubahan frekuensi, saat saluran dlam
keadaan

terbuka,

terhubung

singkat,

dan

diterminasi

dengan

impedansi

karakteristiknya.
2. Mengukur phasa dan konstanta saluran C, L dan impedansi saluran jika diterminasi
dengan impedansi karakteristiknya.
II. PENDAHULUAN
A. Ujung Saluran Terbuka
Pada frekuensi rendah, kabel yang ujungnya terbuka bereaksi seperti kapasitor
dengan pergeseran phasa -90o. Bila frekuensi ditingkatkan, induktasi kabel menjadi
efektif dan sudut phasa menjadi lebih kecil, selanjutnya terjadi resonansi (fo). Jika
frekuensi ditingkatkan terus phasa berganti diantara nilai kapasitif dan induktif. Untuk
menentukan nilai konstanta kapasitif saluran (C) digunakan rumus berikut:
Rsh

1
2 f Xc

C
1

Dimana, = -90o
B. Reaktansi Saluran Terhubung Singkat
Reaktansi induktif terjadi saat phasa positif, jika sudut phasa 45 o, maka bagian
real sama dengan bagian imajiner, yakni:
Re m

C.

Zin
2

Zin
2 2

Ujung

Saluran

L
1

diterminasikan

dengan

impedansi

dengan

impedansi

karakteristiknya.
Jika saluran diterminasikan dengan impedansi karakteristiknya, maka sudut
phasa secara teoristis akan ZERO. Tetapi pengaruh kapasitif soket pengukuran
menyebabkan sudut phasa negatif.

III. DIAGRAM PERCOBAAN

IV. ALAT DAN KOMPONEN


Generator fungsi

1 buah

Osiloskop

1buah

Resistor 1 SO 5125-7R

1buah

Saluran SO 3537-5C

1buah

V. DATA HASIL PERCOBAAN


1. Menyusun Rangkaian percobaan seperti Gambar 1, kemudian melengkapi tabel
berikut

F (KHz)

Vin

I1

I1 (mA)

Zin ()

t(uS)

T(uS)

-/+

(o)

(Vpp)

10

2,8 v

0,48 v

0,48 v

5,8

7 s

96 s

26,25

100

2,64 v

0,6 v

0,6 v

5,5

2 s

9,8 s

73,46

200

1,92 v

0,68 v

0,68 v

2,8

1,2 s

5 s

86,4

300

1,28 v

0,72 v

0,72 v

1,7

0,52 s

3,4 s

55,05

400

1,52 v

0,46 v

0,46 v

3,3

0,24 s

2,24 s

38,5

500

1,52 v

0,39 v

0,39 v

3,8

0,20 s

2,08 s

34,6

600

1,6 v

0,59 v

0,59 v

2,7

0,28 s

1,68 s

60,0

700

1,84 v

0,39 v

0,39 v

4,7

0,24 s

1,4 s

61,7

1000

1,76 v

0,56 v

0,56 v

3,1

0,16 s

1,08 s

53,3

2. Merubah frekuensi sehingga didapat sudut =90 o, hitung Zin pada kondisi
tersebut.
3. Hubung singkat beban saluran, Lengkapi Tabel 2
Tabel 2, Mengukur Impedansi Input saat saluran terhubung singkat, Vin awal = 2
Vpp.
F

Vin

Vr

(KHz)

t(uS)

T(uS)

-/+

(o)

I1

Zin

Penulisan

(mA)

()

Impedansi

10

1,36v

0,07v

0,07v

19,42

96

15

dalam Polar
19,42<15

100

1,76v

0,05v

0,05v

35,2

0,40

9,6

15

35,2<15

200

2,08v 0,058v 0,058v 35,86

0,20

4,8

15

35,86<15

300

2,16v 0,052v 0,052v 41,53

0,20

3,4

21,17

41,53<21,17

400

2,24v 0,058v 0,058v 38,62

0,28

2,25

44,8

38,62<44,8

0,054v 0,054v 37,03

0,24

2,04

42,35

37,03<42,35

600

1,76v 0,056v 0,056v 31,42

0,36

1,68

77,14

31,42<77,14

700

1,52v 0,052v 0,052v 29,23

0,24

1,44

60,0

29,23<60,0

1000

1,68v 0,066v 0,066v 25,45

0,10

960

0,035

25,45<0,035

500

2v

Tabel 3, Vin = 2 Vpp, Ujung Saluran matching dengan Impedansi Karakteristik


F

Vin

Vr

I1

(KHz)

Zin

t(uS

()

Impedansi

T(uS)

-/+

(o)

Penulisan

10

0,56

0,56

3,57

96

7,5

dalam Polar
3,57<7,5

100

0,05

0,05

40,0

0,60

10

21,6

40,0<21,6

200

1,92

0,04

0,04

48,0

0,40

4,8

30,0

48,0<30,0

300

0,92 0,038 0,038 24,21

0,40

3,4

42,35

24,21<42,35

400

1,84 0,038 0,038 48,42

0,24

2,44

42,35

48,42<42,35

500

1,68

0,04

42,0

0,24

1,92

35,40

42,0<35,40

600

1,60 0,042 0,042

38,9

0,16

1,64

45,0

38,9<45,0

700

1,6

0,044 0,044 36,36

0,16

1,4

52,36

36,36<52,36

1000

1,76 0,046 0,046 38,26

0,80

288

38,26<288

0,04

VI. ANALISA
pada percbaan pertama yakni impedansi input yang terbuka, ketika diberi
frekuensi sebesar 10 KHz didapat Vin sebesar 2,8V , Vr sebesar 0,48 V , I1 sebesar 0,48
mA , t(us) sebesar 7 s, T (us) sebsar 9 s, kemudian Zin didapat dari hasil Vin/I1 yaitu
sebesar 5,8 , kemudian (o) sebesar 25,26 dari hasil t/T x 360 sehingga didapat
penulisan impedansi dalam polar 5,8<25,26. ketika diberi frekuensi sebesar 1000 KHz
didapat Vin sebesar 1,75V , Vr sebesar 0,56 V , I1 sebesar 0,56 mA , t(us) sebesar 0,16
s, T (us) sebsar 1.08 s, kemudian Zin didapat dari hasil Vin/I1 yaitu sebesar 3.1 ,
kemudian (o) sebesar 53,3 dari hasil t/T x 360

sehingga didapat penulisan

impedansi dalam polar 3,1<38,5. Pada saluran ini pada ujung masukan yang tersambung
ke sumber pembacaan tegangan dan arus adalah tertentu pada nilai V dan I yang
spesifik, perbandingan V/I adalah impedansi karakteristik Z0 dari saluran tersebut.
Pada percobaan kedua yakni pada imepedansi input yang terhubung singkat
terlihat bahwa panjang saluranpada saluran terbuka akan mempengaruhi sudut fasa
antara tegangan dan arus pada saluran, ketika diberi frekuensi sebesar 10 KHz didapat
Vin sebesar 1,36V , Vr sebesar 0,07V , I1 sebesar 0,07mA , t(us) sebesar 4, T (us) sebsar
96, kemudian Zin didapat dari hasil Vin/I1 yaitu sebesar 19, 42 , kemudian (o) sebesar
15 dari hasil t/T x 360 sehingga didapat penulisan impedansi dalam polar 19,42<15.
sedangkan ketika diberi frekuensi sebesar 1000 KHz didapat Vin sebesar1,68V , Vr
sebesar 0,066V , I1 sebesar 0,066 mA , t(us) sebesar 0,10 , T (us) sebsar 960 ,
kemudian Zin didapat dari hasil Vin/I1 yaitu sebesar 25, 45 , kemudian (o) sebesar
0,035 dari hasil t/T x 360

sehingga didapat penulisan impedansi dalam polar

25,45<0,035
Pada percobaan ketiga yakni saat ujung saluran matching dengan impedansi
karakteristik sudut phasa bernilai negatif (-) karena adanya pengaruh kapasitif soket dari

pengukuran. Semakin besar frekuensi maka sudut phasa semakin besar, dimana
didapatkan dari rumus = t/T x 360 o saat Zin = 3.57 ohm, t = 2uS, T = 96uS maka
sudut phasa yang didapat adalah 7.5o, sedangkan saat Zin = 38.26 ohm, t = 0.80uS, T =
1uS maka sudut phasa yang didapat adalah 288o. Oleh karena itu, hasil yang didapat
memengaruhi penulisan impedansi dalam polar yaitu Zin < .
VII. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1.

Impedansi karakteristik sebanding dengan resistansi yang menentukan jumlah


arus yang mengalir dalam rangkaian.

2.

Saat saluran terhubung singkat maka bagian real sama dengan bagian imajiner.

3.

Impedansi saluran akan bergantung pada frekuensi dan panjang saluran.


Terutama apabila saluran terhubung singkat, karena saluran akan berefek
induktif atau kapasitif. Efek induktif atau kapasitif ini sangat erat hubungannya
dengan panjang gelombang dan panjang saluran

4.

Nilai impedansi dalam polar saat Saluran matching dengan Impedansi


Karakteristik didapatkan Zin < seperti pada saat Frekuensi = 10 KHz, Zin =
3,57 dan = 7,5o, maka 3,57 < 7,5 o