Anda di halaman 1dari 48

MACAM-MACAM METODOLOGI PENGAJARAN BAHASA ARAB

1. Metode Ceramah
Yang dimaksud dengan metode ceramah yaitu cara menyampaikan suatu
pelajaran tertentu dengan jalan penuturan secara lisan kepada anak didik atau
khalayak ramai. Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat,
dalam mengembangkan dan mendakwahkan agama Islam banyak menggunakan
dengan acara berceramah ini. Hal ini tercermin dalam hadits beliau yang berbunyi
sebagai berikut :

Sampaikanlah olehmu walaupun hanya satu ayat


Jadi cara penyampaian dakwah disini yaitu dengan cara berceramah secara lisan
atau ucapan. Meskipun dakwah secara bil hal (dengan perbuatan) sangat
diutamakan dalam Islam, namun ceramah tetap penting.
Ciri yang menonjol dalam metode ceramah, dalam pelaksanaan pengajaran di
kelas, adalah peranan gutu tampak sangat dominan. Adapun murid mendengarkan
dengan teliti dan mencatat isi ceramah yang disampaikan oleh guru di depan
kelas.
Ceramah tepat digunakan :
1. Apabila guru ingin menyampaikan sejumlah fakta dan pendapat yang tidak
tertulis dan tercatat dalam buku catatan atau naskah
2. Apabila bahan pelajaran yang akan disampaikan cukup banyak, sementara
waktu yang tersedia sangat terbatas
3. Apabila guru seorang pembicara yang baik dan memikat serta penuh antusias
4. Apabila gutu akan merangkum pokok penting pelajaran yang telah dipelajari,
sehingga diharapkan siswa memhami dan mengerti secara gamblang
5. Jika

guru

memperkenalkan

pokok

pelajaran

yang

baru,

dan

menghubungkannya terhadap pelajaran yang telah lalu (asosiasi)

Kangmartho.com

Page 1

6. Apabila jumlah siswa terlau banyak sehingga bahan pelajaran sulit


disampaikan melalui metode lain 1
Untuk bidang studi Agama, metode ceramah ini tepat digunakan misalnya :
jika ingin menerangkan pelajaran mengenai pengertian keimanan, akhlak dan
lain sebagainya.
Keuntungan Metode Ceramah
1. Bahan dapat disampaikan sebanyak mungkin dalam jangka waktu yang
singkat
2. Guru dapat menguasai situasi kelas
3. Organisasi kelas lebih sederhana dan mudah dilaksanakan
4. Tidak terlalu banyak memakan biaya dan tenaga
Kelemahan Metode Ceramah
1. Ceramah hanya cenderung mempertimbangkan segi banyaknya bahan
pelajaran yang akan dijadikan, dan kurang memperhatikan/mementingkan
segi kualitas (mutu) penguasaan bahan pelajaran
2. Bila situasi kelas tidak dapat dikuasai oleh guru secara baik, maka proses
pengajaran akan dapat menjadi tidak efektif. Bahkan dapat berkaitan lebih
jauh (misalnya kacaunya situasi proses pengajaran)
3. Pada metode ceramah proses komunikasi banyak terpusat kepada guru. Dan
siswa banyak berperan sebagai pendengar setia. Sehingga proses pengajaran
sering dikritik sebagai sekolah dengar, murid terlalu pasirf.
4. Sulit mengukur sejauh mana penguasaan bahan pelajaran yang telah diberikan
itu oleh anak didik
5. Apabila ceramah tidak mempertimbangkan segi psikologis dan diktatis, maka
ceramah dapat bersifat melantur tanpa arah dan tujuan yang jelas.
Langkah-langkah persiapan ceramah :
Dibawah ini ada beberapa langkah-langkah persiapan metode ceramah, yang
dapat mempertinggi bobot dan efektivitas ceramah yakni sebagai berikut :
1

Winarno Surachman, Metodologi Pengajaran Nasional, Jammers, Bandung, 1980, hlm 76


Baca Juga : - Tayar Yusuf, Ilmu Praktek Mengajar, Al-Maarif, bandung, 1985

Kangmartho.com

Page 2

1. Merumuskan tujuan khusus yang hendak dicapai


2. Materi ceramah hendaklah disusun secara sistematis
3. Sikap/penampilan dan gaya bahasa ceramah umumnya dapat meningkatkan
dan mendorong serta merangsang perhatian anak didik
4. Tujuan ceramah untuk memperjelas pengertian siswa mengenai materi
pelajaran yang telah disampaikan, maka alat bantu/alat peraga mesti
ditetapkan sebelumnya
5. Usahakan menanamkan pengertian yang jelas. Hal ini misalnya dapat
dilakukan dengan cara memberikan ikhtisar atau kesimpulan, dan mengenai
catatan kecil mengenai bahan yang telah diberikan tersebut
6. Dalam perjalanan agama hendaklah pemakaian metode ceramah ini diselingi
dengan metode-metode lain misalnya metodologi audio visual, demonstrasi,
tanya jawab dan lain-lainnya
7. Metode ceramah semestinya hanya sebagai pendukung/pendamping metodemetode lain

2. Metode Diskusi atau Musyawarah


Dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya dalam hubungan interaksi
edukatif sering dihadapkan kepada berbagai macam permasalahan, yang kadangkadang tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu cara, akan tetapi memerlukan
berbagai macam cara yang terbaik. Tentang sesuatu permasalahan yang sulit
disimpulkan sendiri.
Metode diskusi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam
menyelesaikan masalah, yang mungkin menyangkut kepentingan bersama,
dengan jalan muswarah untuk mufakat. Memperluas pengetahuan dan cakrawala
pemikiran.
Dengan kata laian metode diskusi yaitu cara bagaimana menyajikan bahan
pelajaran melalui proses pemeriksaan dengan teliti suatu masalah tertentu dengan
jalan bertukar pikiran, bantah membantah dan memeriksa dengan teliti

Kangmartho.com

Page 3

berhubungan yang terdapat di dalamnya : dengan jalan menguraikan,


membanding-bandingkan, menilai hubungan itu dan mengambil kesimpulan yang
dapat ditarik daripadanya2. Bersama-sama melalui diskusi bisa ditemui 2, 3 atau
lebih jawaban/kesimpulan, yang semuanya dapat diterima/benar
Adapun masalah-masalah yang baik untuk didiskusikan adalah meliputi sifatsifat sebagai berikut :
1. Menarik minat siswa dan sesuai dengan taraf perkembangannya
2. Mempunyai kemungkinan jawaban lebih dari satu, yang masing-masing dapat
dipertahankan kebenarannya
3. Bila pertanyaan dimaksudkan untuk mencari pertimbangan dan perbandingan
daripadanya
Kebaikan dari metode diskusi
1. Suasana kelas lebih hidup dan dinamis
2. Mempertinggi pertisipasi siswa, untuk mengeluarkan pendapatnya baik secara
individu maupun secara kelompok
3. Merangsang siswa untuk mencari jalan pemecahan masalah yang dihadapi
bersama, dengan cara bermusyawarah dan urun rembuk bersama-sama
4. Melatih sikap dinamis dan kreatif dalam berpikir
5. Menumbuhkan sikap toleransi dalam berpendapat maupun bersikap
6. Hasil diskusi dapat disimpulkan dan mudah dipahami
7. Memperluas cakrawala dan wawasan berpikir peserta diskusi
Kelemahan-kelemahan metode diskusi
1. Kemungkinan siswa yang tidak ikut aktif dijadikan kesempatan untuk
bermain-main dan mengganggu temannya yang lain
2. Apabila suasana kelas tidak dapat dikuasai, kemungkinan pengguna waktu
menjadi tidak efektif, dan dapat berakibat tujuan pengajaran tidak tercapai

Tayar Yusuf. Ilmu Praktek Mengajar, Metodik Khusus Pengajaran Agama. Al-Maarif, Bandung,
1985. hlm

Kangmartho.com

Page 4

3. Sulit memprediksi arah penyelesaian diskusi. Hal ini terjadi jika proses
jalannya diskusi hanya merupakan ajang perbedaan pendapat yang tidak ada
ujung penyelesainnya
4. Siswa mengalami kesulitan untuk mengeluarkan pendapat secara sistematis.
Terutama bagi siswa yang memiliki sifat pemalu dan rasa takut mengeluarkan
pendapat
5. Kesulitan mencari tema diskusi yang aktual, yang hangat dan menarik untuk
didiskusikan
Peranan guru atau pimpinan dalam diskusi
1. Guru atau pimpinan diskusi sebagai pengatur lalu lintas pembicaraan
Sebagai pimpinan diskusi, ia harus mampu mengatur jalannya diskusi, dan
menstimulir para peserta diskusi untuk menyeluarkan pendapatnya
Sebagai pimpinan diskusi, ia memiliki hak untuk :
a. Mengajukan pertanyaan kepada anggota kelompok tertentu
b. Mengatur agar tidak semua anggota peserta diskusi berbicara serentak
tanpa mengindahkan untuk mengambil bagian berbicara secara bergilir
c. Mencegah kemungkinan dikuasainya forum diskusi oleh orang-orang
tertentu saja. Sehingga tidak adnaya pemerataan berbicara
d. Memberikan kesempatan kepada siswa yang tidak aktif berbicara, karena
malu, atau pendiam agar dapat menyumbangkan buah pikirannya
2. Guru atau pimpinan diskusi berperan sebagai dinding penangkis
Sebagai pimpinan diskusi, ia selalu menerima pertanyaan-pertanyaan dari
peserta diskusi, kemudian pimpinan diskusi mengembalikannya lagi kepada
peserta diskusi untuk dipecahkan bersama-sama. Dan menjaga arah diskusi
jangan sampai terjadi terjadi debat kusir antara pimpinan dengan peserta
diskusi, dan antara diskusi dengan yang lain sesamanya. Akan tetapi
perdebatan terjadi dalam batas-batas yang wajar dan argumentatif rasional

Kangmartho.com

Page 5

3. Pimpinan diskusi sebagai penunjuk jalan


Sebagai penunjuk jalan pimpinan diskusi dapat memberikan penerangan dan
penjelasan, serta meluruskan obyek pembicaraan, bila ada tanda-tanda
pembicaraan menyimpang dari tema diskusi semula
Teknik-teknik mengajukan pertanyaan dalam diskusi
1. Mula-mula diajukan kepada semua siswa, baru kediamuan ditujukan kepada
siswa tertentu
2. Beri waktu siswa untuk berpikir dan menyusun jawabannya
3. Pertanyaan tidak diajukan berdasarkan urutan absen arau deretan bangku.
Tetapi kepada semua siswa, yang telah siap untuk menjawab bahan diskusi
Tujuan metode diskusi
Melalui metode diskusi, tujuan pengajaran selain untuk mencari dan
menemukan jawaban yang benar dan setepat-tepatnya juga dimaksudkan untuk :
1. Dapat menemukan cara baru yang ditempuh dalam menyelesaikan masalah
yang dihadapi bersama
2. Mengumpulkan fakta dan pendapat-pendapat dari para peserta atau pihak
yang dimintai keterangan
3. Merumuskan hasil diskusi dan kemungkinan tindak lanjut yang dapat
direalisasikan
Fungsi diskusi :
1. Mendorong siswa untuk berpikir dan mengeluarkan pendapatnya dengan
dasar argumentasi yang kuat dan akurat
2. Mengembangkan daya imajinasi dan intuitif serta daya pikir yang kritis
3. Disamping itu diskusi dapat berfungsi sebagai bahan masukan yang sangat
berharga bagi seorang guru atau pimpinan sekolah
Dalam pelajaran agama Islam metode diskusi ini daoat diterapkan dalam
mengajarkan pelajaran fikih dan pelajaran sejarah Islam. Dalam pelajaran fikih
misalnya kita dapat memilih tema misalnya mengenai : Bagaimana bayi tabung,
donor darah / dan donor mata, operasi jantung dan donor ginjal menurut Islam.
Dan bagaimana asuransi, Bank, Koperasi dan lain-lainnya menurut Islam.

Kangmartho.com

Page 6

Demikian pula dalam pelajaran sejarah, kita dapat memilih tema, misalnya :
bagaimana peranan umat Islam dalam merebut kemerdekaan, dalam menumpas
penjajah dan komunis/PKI di masa pra kemerdekaan. Dan dapat pula
mendiskusikan peran umat Islam secara global/internasional. Pendek kata tema
diskusi harus juga disesuaikan dengan taraf kemampuan dan perkembangan anak
didik. Pada kelas-kelas yang masih rendah diskusi dapat dilakukan dengan yang
ringan-ringan, sedangkan pada kelas-kelas yang maju/tingkat tinggi, diskusi dapat
bersifat abstrak dan problematik pemikiran.
Dalam Al-Quran Allah mengajurkan kepada kita untuk berdiskusi dan
bermusyawarah secara baik dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi
bersama, yang berbunyi :

Maka disebabkan rahmat dari Allah0lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras, lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah
ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakanlah kamu
kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang bertawaqal kepadaNya (Q.S Ali Imran:159).
Dalam ayat lain juga Allah menegaskan kepada orang yang mengakui dirinya
beriman, mendirikan salat serta bagi mereka karenanya mampu mengeluarkan/
menafkahkan sebagian dari hartanya, untuk selalu bermusyawarah dalam urusan
mereka. Dengan firmannya yang berbunyi :

Kangmartho.com

Page 7

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan


mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah
antara mereka dan mereka menafkahkan bagian dari rezeki yang kami berikan
kepada mereka (Q.S Asy-Syura (Musyawarah) : 38).

3. Metode Demontrasi dan Eksperimen


Yang dimaksud dengan metode demonstrasi adalah : metode mengajar dengan
menggunakan alat peragaan (meragakan), untuk memperjelas suatu pengertian,
atau untuk memperlihatkan bagaimana untuk melakukan dan jalannya suatu
proses pembuatan tertentu kepada siswa. To Show atau memperkenalkan/
mempertontonkan.
Kalau demonstrasi titik tekanannya terletak pada memperagakan, bagaimana
jalannya proses tertentu. Maka pada eskperimen adalah melakukan percobaan/
praktek langsuang atau dengan cara meneliti dan mengamati secara seksama.
Dalam pelaksanaan kedua metode ini dapat dipakai bersama-sama/bergantian.
Metode demonstrasi dalam pelaksanaannya antara lain dapat digunakan dalam
menyampaikan bahan pelajaran fiqih, misalnya bagaimana berwudlu yang benar,
bagaimana cara mengerjakan salat yang benar, baik itu shalat wajib lima waktu
sehari semalam maupun salat sunat seperti salah jenazah, salat sunat istiqarah,
tahajjud, istisqa dan lain-lain sebagainya. Sebab kata demontrasi terambil dari
Demonstrastion

to

show

(memperagakan/memperlihatkan)

proses

kelangsungan sesuatu.
Sedangkan pada metode eksperimen, dapat menjelaskan misalnya, untuk
menentukan/meneliti kadar tanah atau debu yang dapat dijasikan Tayamum
sebagai pengganti air juga dapat meneliti makanan dan minuman yang mungkin
memiliki unsur dan kadar minyak babi, tentunya hal ini dapat melihat/meneliti
label surkning makanan seperti : roti kaleng, susu dan makanan-makanan yang
lain yang banyak mengandung protein nabati atau hewani. Demikian juga halnya

Kangmartho.com

Page 8

dengan minuman-minuman keras yang mengandung alkohol, yang justru dapat


membahayakan bagi kesehatan dan kecerdasan otak manusia itu sendiri. Dan
terlarang menurut syariat dan ajaran agama Islam. Dan hal ini yang sama dapat
pula mendemonstrasikan bagaimana mencoba praktik mengajar di depan kelas
bagi calon-calon guru, praktek ibadah pada metode demonstrasi. Dan lain
sebagainya. Eksperimen misalnya : mencoba hafalan ayat-ayat Al-Quran,
mencoba menuliskan yang benar dan sebagainya. Metode demontrasi dan
eksperimen tepat digunakan apabila :
1. Dimaksudkan untuk memberikan keterangan dan keterampilan tertentu
kepada anak didik
2. Untuk memudahkan penjelasan, hingga mudah dipahami, sebab penggunaan
bahasa dalam pengajaran memiliki sifat keterbatasan
3. Untuk menghindari verbalisme dalam pengajaran
4. Untuk meneliti sejumlah fakta dan obyek tertentu secara seksama
Kebaikan metode demonstrasi
1. Perhatian siswa dapat difokuskan kepada titik berat yang dianggap penting
bagi guru
2. Dengan keterlibatan siswa secara aktif terhadap jalannya suatu proses tertentu
melalui pengamatan dan percobaan, siswa mendapatkan pengalaman praktis,
yang biayanya bersifat tahan lama
3. Menghindarkan pengajaran yang bersifat verbalisme, di mana siswa tidak bisa
memahami dan mengerti apa yang diucapkan (pandai mengucapkan tapi tidak
mengerti maksudnya), tau bisa membaca Al-Quran tetapi tak bisa menulis
dengan benar. Guru agama tidak boleh salah-salah menulis ayat Al-Quran
atau hadits. Karena itu banyak dicoba (anak-anak dieskperimen) oleh guru
4. Dapat mengurangi kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca buku,
karena siswa telah memperoleh gambaran yang jelas dari hasil pengamatan
langsung
5. Beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada diri siswa dapat
dijawab di waktu mengamati demonstrasi

Kangmartho.com

Page 9

Kekurangan metode demonstrasi


1. Dalam pelaksanaannya demonstrasi memerlukan waktu dan persiapan yang
matang, sehingga dapat menyita waktu yang cukup banyak
2. Demonstrasi dalam pelaksanaannya banyak menyita biaya dan tenaga yang
tidak sedikit (jika memakai alat-alat yang mahal)
3. Tidak semua hal yang dapat didemonstrasikan di dalam kelas. Hal ini dapat
terjadi misalnya bila alat-alat peraga demonstrasi sangat besar/berat, atau
berada di tempat jauh. Dalam bidang agama masalah Tauhid atau keimanan
misalnya sulit diterapkan melalui metode ini. Sebab masalah keimanan
bersifat abstrak, dan tidak dapat divisualisasikan
4. Demosntrasi akan menjadi tidak efektif siswa tidak turut akatif dan suasana
gaduh
Cara merencanakan demonstrasi yang efektif :
1. Merumuskan tujuan yang jelas dari sudut kecakapan atau kegiatan yang
hendak dicapai
2. Menetapkan garis besar langkah-langkah demosntrasi yang akan dilaksanakan
(bila

diperlukan

adakanlah

terlebih

dahulu

uji

coba,

sebelum

didemosntrasikan di depan kelas)


3. Memperhitungkan waktu yang akan diperlukan, termasuk waktu siswa untuk
bertanya, memberi komentar, kesimpulan serta catatan yang diperlukan
4. Selama demonstrasi berlangsung kita dapat mengajukan pertanyaan, apakah
keterangan itu dapat didengar oleh siswa dan apakah alat sudah ditempatkan
pada posisi yang tepat? Dan lain sebagainya
5. Menetapkan rencana penelitian, mengenai hasil yang dicapai melalui
demonstrasi
6. Dapat merekam kembali/mengulangi kembali proses demosntrasi, jiak siswa
merasa belum paham/mengerti tentang masalah yang dibicarakan
Keunggulan-keunggulan Metode Eksperimen :
1. Melalui eksperimen siswa dapat menghayati sepenuh hati dan mendalam,
mengenai pelajaran yang diberikan

Kangmartho.com

Page 10

2. Siswa dapat aktif mengambil bagian untuk berbuat bagi dirinya, dan tidak
hanya melihat orang lain, tanpa dirinya melakukan
3. Siswa dapat aktif mengambil bagian yang besar, untuk melaksanakan
langkah-langkah dalam cara berpikir ilmiah. Jal ini dilakukan melalui
pengumpulan data-data observasi memberikan penafsiran serta kesimpukan,
yang dilakukan oleh siswa itu sendiri
4. Kemungkinan kesalahan dalam mengambil kesimpulan dapat dikurangi,
karena siswa mengamati langsuang terhadap suatu proses yang menjadi obyek
pelajaran atau mencoba melaksanakan sesuatu
5. Siswa mendapatkan pengalaman langsung dan praktis dalam kenyataan
sehari-hari yang sangat berguna bagi dirinya
Kelemahan-kelemahan metode eksperimen
1. Apabila sarana tidak tersedia atau kurangmemadai, maka proses jalannya
eksperimen akan menjadi tidak efektif
2. Metode ini dilaksanakan bila siswa belum matang untuk melaksanakan
eksperimen.

Hal

ini

berarti

melaksanakan

eksperimen

memerlukan

ketrampilan yang mahir dari pihak gurunya


3. Memerlukan

waktu

yang

panjang/lama.

Keterbatasan

waktu

dalam

eksperimen dapat berakibat terputusnya pemahaman siswa, terhadap topik


yang menjadi pokok bahasan. Dan ini bertujuan pengajaran tidak tercapai
dengan baik
4. Memerlukan keterampilan/kemahiran dari pihak guru dalam menggunakan
serta membuat alat-alat eksperimen
5. Bagi guru yang telah terbiasa dengan metode ceramah secara rutin misalnya.
Cenderung memadang metode eksperimen sebagai suatu pemborosan dan
memberatkan
Saran-saran dalam melaksanakan eksperimen
Agar eksperimen dapat berjalan dengan baik dan tujuan dapat tercapai secara
baik pula, maka perlu diperhatikan saran-saran berikut ini antara lain :
1. Perlu menjelaskan tujuan yang akan dicapai melalui eksperimen kepada siswa

Kangmartho.com

Page 11

2. Menjelaskan

prosedur/langkah-langkah

yang

akan

ditempuh

dalam

eksperimen serta persiapan alat-alat eksperimen


3. Membantu siswa untuk mendapatkan bahan-bahan bacaan serta alat-alat yang
akan diperlukan dalam eksperimen
4. Setelah eksperimen dilakukan berilah kesempatan kepada siswa untuk
mengevaluasi hasil kerjanya dengan membandingkan hasil eksperimen
temannya dengan membandingan hasil eksperiman temannya sehingga dapat
memberikan peluang untuk saling tukar pendapat dan saling lengkapimelengkapi kekurangan yang dimilikinya
5. Memberikan kesimpulan dan catatan seperlunya terhadap eksperimen yang
baru saja dilakukan
6. Diharapkan siswa dapat memberikan ikhtisar berupa laporan mengenai hasil
eksperimen mereka
Metode kesperimen dan demonstrasi ini sebetulnya telah mempunyai akar
tradisi dalam sejarah Islam. Sebagaimana halnya Nabi Muhammad SAW
bersabda : Salatlah kamu sebagaimana akumelakukan salat. Jadi Rasulullah
sendiri telah melakukan demonstrasi, cara salat yang benar untuk diikuti oleh
umatnya.
Demikian pula di dalam metode eksperimen para ulama ahli hadits. Misalnya
ulama Imam al-Bukhari dan Imam Muslim telah melakukan perjalanan yang
panjang mengembara ke suatu kota yang jauh letaknya sekedar untuk mengetahui
dan meneliti kebenaran suatu hadits Nabi. Dengan cara meneliti sanad dan rawi
hadits tertentu dan akhirnya dapat disimpulkan shahih tidaknya suatu hadits
tersebut. Sehingga dikenal hadits shahih Bukhari dan shahih Muslim. Ini berarti
metode demosntrasi dan eksperimen memiliki landasan kuat dalam sistem
pengajaran Islam.

Kangmartho.com

Page 12

4. Metode Sosiodrama dan Bermain Peranan (Role Playing Method)


Istilah sosiodrama dan bermain peranan (role playing) dalam metode
merupakan dua istilah yang kembar, bahkan di dalam pelaksanaannya dapat
dilakukan dalam waktu bersamaan dan silih berganti
Sosiodrama dimaksudkan adalah suatu cara mengajar dengan jalan
mendramatisasikan bentuk tingkah laku dalam hubungan sosial
Pada metode bermain peranan, titik tekanannya terletak pada keterlibatan
emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara
nyata dihadapi
Kedua istilah ini (sosiodrama dan bermain peranan), kadang-kadang juga
disebut metode dramatisasi. Hanya bedanyakedua metode tersebut tidak disiapkan
terlebih dahulu naskahnya.
Dalam pendidikan agama metode sosiodrama dan bermain peranan ini efektif
dalam menyajikan pelajaran akhlak, sejarah Islam dan topik-topik lainnya. Dalam
pelajaran sejarah, misalnya guru ingin menggambarkan kisah sahabat khalifah
Abu Bakar, ketika beliau masuk Islam. Kisah tersebut tentu amat menarik jika
disajikan melalui metode sosiodrma dan bermain peranan. Sebab siswa disamping
mengetahui proses jalannya khalifah Abu Bakar masuk Islam, juga dapat
menghayati ajaran dan hikmah yang terkandung dalam kisah tersebut.
Demikian pula halnya pada pelajaran akhlak. Misalnya bagaimana sosok
akhlaqul karimah (seorang yang berakhlak mulia) dan anak yang saleh ketika
berhadapan dengan orang tuanya maupun anak durhaka kepada orang tuanya,
misalnya sebagaimana cerita Si Malin Kundang yang tersohor itu. Dan lainlainnya yang bersifat sosiodrama, dan bermain peranan
Peranan sosiodrama dapat digunakan apabila :
1. Pelajaran dimaksudkan untuk melatih dan menanamkan pengertian dan
perasaan seseorang
2. Pelajaran dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial dan
rasa tanggung jawab dalam memikul amanah yang telah dipercayakan
3. Jika mengharapkan partisipasi kolektif dalam mengambil suatu keputusan

Kangmartho.com

Page 13

4. Apabila dimaksudkan untuk mendapatkan ketrampilan tertentu sehingga


diharapkan siswa mendapatkan bekal pengalaman yang berharga, setelah
mereka terjun dalam masyarakat kelak
5. Dapat menghilangkan malu, dimana bagi siswa yang tadinya mempunyai sifat
malu dan takut dalam berhadapan dengan sesamanya dan masyarakat dapat
berangsur-angsur hilang, menjadi terbiasa dan terbuka untuk menyesuaikan
diri dengan lingkungannya
6. Untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki oleh siswa sehingga
amat berguna bagi kehidupannya dan masa depannya kelak, terutama yag
berbakat bermain drama, lakon film dan sebagainya.
Langkah-langkah yang ditempuh
1. Bila sosiodrama baru ditetapkan dalam pengajaran, maka hendaknya guru
menerangkannya terlebih dahulu teknik pelaksanaanya, dan menentukan
diantara siswa yang tepat untuk memerankan lakon tertentu, secara sederhana
dimainkan di depan kelas
2. Menerapkan siatuasi dan masalah yang akan dimainkan dan perlu juga
diceritakan jalannya peristiwa dan latar belakang cerita yang akan dipentaskan
tersebut
3. Pengaturan adegan dan kesiapan mental dapat dilakukan sedemikian rupa
4. Setelah sosiodrama itu dalam peuncak klimas, maka guru dapat menghentikan
jalannya drama. Hal ini dimaksudkan agar kemungkinan-kemungkinan
pemecahan masalah dapat diselesaikan secara umum, sehingga penonton ada
kesempatan untuk berpendapat dan menilai sosiodrama yang dimainkan.
Sosiodrama dapat pula dihentikan bila menemui jalan buntu
5. Guru dan siswa dapat memberikan komentar, kesimpulan atau berupa catatan
jalannya sosiodrama untuk perbaikan-perbaikan selanjutnya
Kebaikan Metode Sosiodrama Bermain Peranan
1. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. Disamping
merupakan pengaman yang menyenangkan yang saling untuk dilupakan

Kangmartho.com

Page 14

2. Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis


dan penuh antusias
3. Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta
menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi
4. Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah, dand apat
memetik butir-butir hikmah yang terkandung di dalamnya dengan
penghayatan siswa sendiri
5. Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa, dan dapat
menumbuhkan / membuka kesempatan bagi lapangan kerja
Kelemahan-kelemahannya
Sebagaimana dengan metode-metode yang lain, metode sosiodrama dan
bermain peranan memiliki sisi-sisi kelemahan. Namun yang penting disini,
kelemahan dalam suatu metode tertentu dapat ditutupi dengan memakai metode
yang lain.
Mungkin sekali kita perlu memakai metode diskusi, ausid visual, tanya jawab dan
metode-metode lain yang dapat dianggap melengkapi metode sosiodrama/bermain
peranan
Kelemahan metode sosiodrama dan bermain peranan ini terletak pada :
1. Sosiodrama dan bermain peranan memelrukan waktu yang relatif
panjang/banyak
2. Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun
murid. Dan ini tidak semua guru memilikinya
3. Kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu untuk
memerlukan suatu adegan tertentu
4. Apabila pelaksanaan sosiodrama dan bermain pemeran mengalami kegagalan,
bukan saja dapat memberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan
pengajaran tidak tercapai
5. Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melalui metode ini
6. Pada pelajaran agama masalah keimanan, sulit disajikan melalui metode
sosiodrama dan bermain peranan ini.

Kangmartho.com

Page 15

Saran-saran yang perlu pendapat perhatian dalam pelaksanaan metode ini


1. Merumuskan

tujuan yang akan dicapai dengan melalui metode ini. Dan

tujuan tersebut diupayakan tidak terlalu sulit/berbelit-belit, akan tetapi jelas


dan mudah dilaksanakan
2. Melatar belakang cerita sosiodrama dan bermain peranan tersbeut. Misalnya
bagaimana guru dapat menjelaskan latar belakang kehidupan sahabat Aku
Bakar sebelum menceritakan kisah sahabat Abu Bakar masuk Islam. Hal ini
agar materi pelajaran dapat dipahami secara gamblang dan mendalam oleh
siswa/anak didik
3. Guru menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan sosiodrama dan bermain
peranan melalui peranan yang harus siswa lakukan/mainkan
4. Menetapkan siapa-siapa diantara siswa yang pantas memainkan/melakonkan
jalannya suatu cerita. Dalam hal ini termasuk peranan penonton
5. Guru dapat menghentikan jalannya permainan apabila telah sampai titik
klimaks. Hal ini dimaksudkan agar kemungkinan-kemungkinan pemecahan
masalah dapat didiskusikan secara seksama
6. Sebaiknya diadakan latihan-latihan secara matang, kemudian diadakan uji
coba terlebih dahulu, sebelum sosiodrama dipentaskan dalam bentuk yang
sebenarnya.

5. Metode Kerja Kelompok


Istilah kerja kelompok mengandung arti : siswa-siswi dalam suatu kelas
dibagi dalam ke dalam beberapa kelompok, baik dalam kelompok kecil maupun
kelompok besar. Pengelompokkan itu biasanya didasarkan atas prinsip mencapai
tujuan bersama. Dan oleh karena itu kerja kelompok berarti bekerja bersama-sama
secara bergotong royong untuk mencapai tujuan yang menjadi cita-cita bersama
pula.
Dengan kata lain metode kerja kelompok yaitu suatu cara menyajikan materi
pelajaran dimana guru mengelompokkan siswa ke dalam beberapa kelompok atau

Kangmartho.com

Page 16

group tertentu untuk menyelesaikan tugas yang telah ditetapkan, dengan cara
bersama-sama dan bertolong-tolongan
Cara pengelompokkan disini dapat pula dilakukan oleh siswa itu sendiri,
dengan maksud agar siswa dapat menetapkan mana di antara teman yang dapat
diajak untuk bekerja sama dalam kelompoknya. Namun pengelompokkan dapat
juga dilakukan dengan cara bimbingan guru bersangkutan dengan didasari atas
pertimbangan didaktis dan psikologis.
DalamAl-Quran banyak ayat yang menunjukkan pentingnya kerja kelompok
ini menjadi prinsip dalam pendidikan Islam : Sebagaimana firman Allah yang
berbunyi :

Bertolong-tolonglah untuk kebaikan dan takwa, dan janganlah kamu bertolongtolongan tentang dosa dan pemusuhan
Langkah-langkah pengelompokkan yang perlu diperhatikan
1. Tidak mengabaikan asas individualitas, dimana masing-masing siswa dalam
kelompoknya dapat dipandang sebagai pribadi yang berada dari segi
kemampuan dan minatnya masing-masing. Dan oleh karena itu siswa dapat
dilayani sesuai dengan karakteristik mereka masing-masing
2. Jika dimaksudkan untuk memperolehdan memperbesar peran atau partisipasi
dari masing-masing siswa dalam kelompoknya
3. Mempertimbangkan fasilitas yang tersedia/dimiliki
4. Pembagian jenis kerja dan tujuan khusus yang hendak dicapai
Segi-segi kebaikan metode kerja kelompok :
1. Menumbuhkan rasa kebersamaan dan toleransi dalam sikap dan perbuatan
2. Menumbuhkan rasa ingin maju dan mendorong anggota kelompok untuk
tampil sebagai kelompok yang terbaik sehingga dengan demikian terjadilah
persaingan yang sehat, untuk berlomba-lomba mencari kemajuan dan prestasi
dalam kelompoknya

Kangmartho.com

Page 17

3. Kemungkinan terjadi adanya transfer pengetahuan antar sesama dalam


kelompok yang masing-masing dapat saling isi mengisi dan melengkapi
kekurangan dan kelebihan antar mereka
4. Timbul rasa kesetiakawanan sosial antar kelompok/group yangb dilandasi
motivasi kerja sama untuk kepentingan dan kebaikan bersama
5. Dapat meringankan tugas guru atau pemimpin sekolah
Kekurangan metode kerja kelompok :
1. Melalui metode kerja kelompok, memerlukan persiapan dan perencanaan
yang matang
2. Persaingan yang tidak sehat akan terjadi manakala guru tidak dapat
memberikan pengertian kepada siswa. Bahkan pembagian tugas yang
dilakukan bukanlah dimaksudkan membeda-bedakan satu dengan yang
lainnya dalam arti yang luas
3. Bagi siswa yang tidak memiliki disiplin diri dan pemalas terbuka
kemungkinan untuk pasif dalam kelompoknya, dan hal ini berpengaruh
kepada aktivitas kelompok secara kolektif
4. Sifat dan kemampuan individualitas kadang-kadang terasa diabaikan
5. Jika tugas yang diberikan kepada kelompok masing-masing kemudian tidak
diberikan batas-batas waktu tertentu, maka cenderung tugas tersebut diabaikan
/terlupakan
6. Tugas juga dapat terbengkalai manakala tidak mempertimbangkan segi
psikologis dan didaktis anak didik
Saran-saran pelaksanaan metode kerja kelompok
1. Usahakan jumlah anggota dari masing-masing kelompok tidak terlalu besar
dan tidak terlalu kecil/sedikit. Biasanya jumlah anggota kelompok berkisar
antara 4 (empat) sampai 6 (enam) orang, sebaiknya 5 (lima) orang
2. Pembentukan dan pembagian kelompok hendaknya mempertimbangkan segi
minat dan kemampuan siswa
3. Guru hendaknya menjelaskan pelaksanaan dan manfaat dari tugas kerja
kelompok

Kangmartho.com

Page 18

4. Masing-masing siswa dalam kelompoknya harus bertanggung jawab dan


bekerja bersama-sama untuk kemajuan kelompoknya
Dalam pelajaran agama, metode kerja kelompok ini dapat diterapkan.
Misalnya pada pekerjaan menerjemahkan buku-buku agama yang mungkin
literatur berbahasa Arab dan Inggris. Dan membahas/meresume bahan-bahan
pelajaran pada bab-bab tertentu dan lain sebagainya.
Dengan melalui kerja kelompok tersebut siswa merasa tergugah untuk
mendalami ajaran agama Islam yang begitu luas ini.

6. Metode Tanya Jawab


Dimaksudkan metode tanya jawab yaitu suatu cara menyajikan materi
pelajaran dengan jalan guru mengajukan suatu pertanyaan-pertanyaan kepada
siswa untuk dijawab, bisa pula diatur pertanyaan-pertanyaan diajukan siswa lalu
dijawab oleh siswa lainnya.
Antarametode tanya jawab dengan metode diskusi memiliki segi-segi
perbedaan. Kalau pada metode tanya jawab, guru pada umumnya menanyakan
kepada siswa apakah mereka telah mengerti dan memahami pelajaran yang
diberikan dan bagaimana proses pemikiran yang dipakai oleh siswa. Maka dalam
metode diskusi, pertanyaan guru lebih dititikberatkan untuk merangsang siswa
berpikir abstrak dan kompleks serta jawaban atas pertanyaan tersebut diharapkan
tidak bersifat tunggal atau mutlak adanya, akan tetapi dapat mengandung
alternatif dan penafsiran yang berbeda-beda.
Metode tanya jawab tepat digunakan apabila :
1. Untuk merangsang siswa agar perhatinnya terpusat kepada masalah/materi
pelajaran yang sednag dibicarakan
2. Sebagai pre test terhadap pelajaran yang telah diberikan
3. Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerja sama dari siswa
4. Memimpin pengamatan dan pikiran siswa agar terarah
5. Untuk menguatkan pengamatan dan pengetahuan siswa yang telah dimilikinya

Kangmartho.com

Page 19

Metode tanya jawab kurang tepat digunakan apabila


1. Menilai kemajuan siswa
2. Memberi jawaban dari siswa, namun membatasi kemungkinan jawaban yang
berbeda
3. Memberi giliran pertanyaan berdasarkan urutan bangku atau absen siswa
4. Pertanyaan hanya ditujukan kepada orang/siswa tertentu saja
Keunggulan metode tanya jawab
1. Situasi kelas menjadi hidup/dinamis, karena siswa aktif berpikir dan
memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan
2. Melatih siswa agarberani mengemukakan pendapat secara argumentatif dan
bertanggung jawab
3. Mengetahui perbedaan pendapat antar siswa dan guru yang dapat membawa
ke arah diskusi yang positif
4. Membangkitkan semangat belajar dan daya saing yang sehat diantara siswa
5. Dapat mengukur batas kemampuan dan penguasaan siswa terhadap pelajaran
yang telah diberikan
Kelemahan metode tanya jawab
1. Bila terjadi perbedaan pendapat, akan banyak menyita waktu untuk
menyelesaikannya. Bahkan perbedaan pendapat antar guru dan siswa dapat
menjurus kepada negatif, dimana siswa menyalahkan guru, dan ini besar
risikonya
2. Tanya jawab dapat menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan/materi
pelaharan, hal ini terjadi jika guru tidak dapat mengendalikan jawaban atas
segala pertanyaan siswanya
3. Tidak cepat merangkum bahan pelajaran
4. Tanya jawab akan dapat membosankan jika yang ditanyakan tidak ada variasi
Teknik mengajukan pertanyaan
Agar metode tanya jawab dalam pelaksanaannya dapat berjalan secara efektif,
maka teknik mengajukan pertanyaan perlu diperhatikan hal-hal berikut :

Kangmartho.com

Page 20

1. Mula-mula pertanyaan ditujukan kepada semua siswa baru kemudian diajukan


kepada siswa tertentu yang dapat menguasi
2. Beri siswa untukberpikir menjawab pertanyaan
3. Pertanyaan hendaklah singkat/padat dan tidak berbelit-belit
4. Guru tidak menjadi hakim atas pertanyaan yang diajukannya, namun
memberikan kemungkinan bagi siswa untuk memberikan jawaban yang benar
dan memuaskan
Saran-saran pelaksanaan metode tanya jawab
1. Merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan secaramatang dan
terencana
2. Pertanyaan yang diajukan singkat/padat dan dapat merangsang berpikir siswa
3. Pertanyaan disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan siswa
4. Pertanyaan memiliki jawaban yang pasti
5. Jawaban dari siswa dapat disempurnakan jika kurang tepat dan mengenai
sasaran
Dalam pendidikan agama, metode tanya jawab dapat diterapkan dalam
menyajikan bahan pelajaran : Fikih dan dalam pelajaran akhlak serta pokokpokok bahasan lainnya yang mengandung nilai tanya jawab. Misalnya pelajaran
sejarah Islam.
Pada pelajaran fiqih misalnya pokok bahasan mengenai fiqh menukahat,
jinayat, mawaris, puasa, haji dan lain-lainnya. demikian juga dalam pelajaran
akhlak dan sejarah Islam.
Dalam sejarah Islam metode tanya jawab ini pernah diterapkan oleh rasulullah
SAW ketika beliau mengutus sahabat Muaz bin Jabal untuk menjadi hakim di
negeri Yaman. Rasulullah bertanya kepada Muaz melalui sabdanya yang
berbunyi :

Kangmartho.com

Page 21

Bagaimana (Muaz), engkau memutuskan, apabila datang kepadamu suatu


perkara? Muaz menjawab : aku putuskan berdasarkan Kitabullah. Jiika aku
tidak ketemukan hukumnya dalam Kitabullah maka berdasarkan Sunnah
Rasulullah, maka kuberijtihat dengan pendapatku, dan aku tidak akan
mengabaikan (perkaraitu). Lalu Rasulullah mengusap-usap pundak Muaz seraya
bersabda : Segala puji bagi Allah yang telah memberikan taufiq kepada utusan
Rasulullah kepada sesuatu yang diridhai oleh Rasulullah (H.R Ahmad Abu
Daud).

7. Metode Latihan Siap (Drill)


Metode latihan siap (drill) pengertiannya sering dikacaukab dengan istilah
ulangan. Padahal maksud keduanya berbeda
Latihan siap dimaksudkan yaitu agar pengetahuan siswa dan kecakapan
tertentu dapat menjadi miliknya, dan betul-betul dikuasai siswa. Dengan kata lain
metode latihan siap (drill) adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan
jalan/cara melatih siswa agar menguasai pelajaran dan terampil dalam
melaksanakan tugas latihan yang diberikan
Sedangkan ulangan hanyalah untuk salah satu alat untuk, mengukur sejauh
mana siswa telah menguasai dan menyerap pelajaran yang telah diberikan.
Latihan-latihan perlu untuk ketrampilan, kemahiran dan spontanitas penguasaan
hasil belajar.
Dalam pelajaran agama, metode latihan siapa dapat dilakukan misalnya :
untuk melatih siswa agar terampil dalam membaca al-Quran, latihan ibadah salat,
latihan berpuasa bulan Ramadhan, dan berbagai topik lainnya, misalnya latihan
menulis kaligrafi (tulisan khat/Arab), latihan-latihan menulis ayat, bahasa Arab
dan sebagainya.
Pada latihan siap (drill) untuk melaksanakan ibadah salat dalam Islam sangat
ditekankan pada anak didik sedini mungkin agar dengan latihan-latihan yang

Kangmartho.com

Page 22

dilakukan pada anak didik tidak merasa canggung setelah merasa dewasa.dan
Islam memberi sangsi bagi mereka yang tidak melaksanakan setelah sampai usia
baligh/dewasa. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW berbunyi :

Perhatikanlah anak-anakmu sala ketika berumur tujuh tahun, pukullah mereka


karena meningglkan salat pada waktu mereka berumur sepuluh tahun dan
pisahkanlah mereka dari tempat tidurmu
Jadi Islam sangat mementingkan cara latihan siap ini dalam sistem pendidikan
Islam.
Dalam pelaksanaannya metode latihan siap ini, tentunya sebelumnya siswa
telah dibekali dengan pengetahuan secara teori secukupnya, kemudian siswa
disuruh mempraktekkannya atas bimbingan guru sehingga menjadi mahir dan
terampil
Kebaikan metode latihan siap (drill)
1. Dalam waktu yang tidak lama siswa dapat memperoleh pengetahuan dan
ketrampilan yang diperlukan
2. Siswa memperoleh pengetahuan praktis dan siap pakai, mahir dan lancar
3. Menumbuhkan kebiasaan belajar secara kontinyu dan disiplin diri, melatih
diri, belajar mandiri
4. Pada pelajarana gama dengan melalui metode latihan siap ini anak didik
menjadi terbiasa dan menumbuhkan semangat untuk beramal kepada Allah
Kekurangan metode latihan siap terletak pada :
1. Dapat menjadi pembakat dan inisiatif siswa sebab melalui cara/metode ini, ini
berarti para siswa dibawah kepada konformitas dan diarahkan kepada
uniformitas
2. Siswa dapat statis dalam penyesuaian dengan situasi lingkungan yang terpaku
dalam petunjuk-petunjuk praktis tertentu, serta insiatif siswa untuk

Kangmartho.com

Page 23

mengembangkan sesuatu yang baru menjadi terikat. Hal ini berarti


bertentangan dengan prinsip-prinsip teori belajar
3. Membentuk kebiasaan yang kaku yang bersifat mekanis dan rutinitas. Kurang
memperhatikan aspek intelektual anak didik
4. Pengajaran cenderung bersifat verbalisme
5. Dalam pelaksanaanya metode ini memakan waktu/proses yang cukup banyak/
lama
6. Dalam pelajaran agama memerlukan ketelatenan/ketekunan serta kesabaran
dari pihak guru maupun dari siswa sendiri
Prinsip-prinsip latihan siap (drill), yaitu
Berikut ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan
metode latihan siap (drill) :
1. Waktu yang digunakan dalam latihan siap (drill) cukup tersedia
2. Latihan siap (drill) hendaklah disesuaikan dengan taraf kemampuan dan
perkembangan siswa anak didik
3. Latihan siap (drill) memiliki daya tarik dan merangsang siswa untukbelajar
dan berlatih secara sungguh-sungguh
4. Dalam latihan tersebut pertama diutamakan ketepatan kemudian kecepatan,
akhirnya kedua-duanya
5. Pada waktu latihan harus diutamakan yang esensial
6. Latihan dapat memenuhi perbedaan kemampuan dan kecakapan individu
siswa
7. Dapat menyelingi latihan, sehingga tidak membosankan
8. Diperlukan kesabaran dan ketelatena dari pihak guru, terutama materi
pembelajaran agama

8. Metode Pemberian Tugas (Resitasi)


Pemberian tugas atau resitasi; berasal dari bahasa Inggris to cite yang artinya
mengutip (re=kembali), yaitu siswa mengutip atau mengambil sendiri bagianbagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu, lalu belajar sendiri dan berlatih

Kangmartho.com

Page 24

hingga sampai siap sebagaimana mestinya. Metode ini populer dengan bentuk PR
(Pekerjaan Rumah). Sebetulnya bukan hanya itu/bukan hanya di rumah
Dengan kata lain metode resitasi dimaksudkan; yaitu guru menyajikan bahan
pelajaran dengan cara memberikan tugas kepada siswa, untuk dikerjakan dengan
penuh rasa tanggung jawab dan kesadaran. Dalam pelaksanaannya metode resitasi
bukan saja hanya dilakukan oleh siswa dirumah, akan tetapi pemberian tugas
(resitasi)

dapat

dikerjakan/dilaksanakan

di

sekolah/halaman

sekolah,

perpustakaan, laoratorium, di masjid, di langgar/mushalla dan lain tempat.


Tergantung jenis tugas yang diberikan. Setiap tugas-tugas murid harus diberi
nilai/dikoreksi, dan dicatat perkembangan prestasi murid-murid.
Dalam pendidikan agama, melalui metode pemberian tugas ini dapat
diterapkan terutama materi pelajaran yang bersifat praktis. Misalnya memberikan
tugas menerjemahkan literatur-literatur yang berbahasa asing (Arab, Inggris),
membuat paper, kliping, resume dan lain-lain yang ada hubungannya dengan
pelajaran agama.
Langkah-langkah pemberian tugas (resitasi) yang perli diperhatikan :
1. Merumuskan tujuan secara operasinal/spesifik mengenai target yang akan
dicapai
2. Memperkirakan apakah tujuan yang telah dirumuskan itu dapat dicapai dalam
batas-batas waktu, tenaga serta sarana yang tersedia
3. Dapat mendorong siswa secara aktif dan kreatif untuk mempelajari dan
mempraktekan pelajaran yang telah diberikan
4. Agar siswa mempunyai pengetahuan yang integral/terpadu
Kebaikan metode pemberian tugas (resitasi)
1. Hasil pelajaran lebih tahan lama dan membekas dalam ingatan siswa
2. Siswa belajar dan mengembangkan inisiatif dan sikap mandiri
3. Memberikan kebiasaan untuk disiplin dan giat belajar
4. Dapat mempraktekkan hasil teori/konsep dalam kehidupan yang nyata/
masyarakat
5. Dapat memperdalam pengetahuan siswa dalam spesialisasi tertentu

Kangmartho.com

Page 25

Kekurangan metode pemberian tugas (resitasi) :


1. Siswa dapat melakukan penipuan terhadap tugas yang diberikan hanya
dikerjakan oleh orang lain, atau menjiplak karya orang lain
2. Bila tugas diberikan terlalu banyak diberikan, siswa dapat mengalami
kejenuhan/kesukaran, dan hal ini dapat berakibat ketenangan batin siswa
merasa terganggu
3. Sukar memberikan tugas yang dapat memenuhi sifat perbedaan individuy dan
minat dari masing-masing siswa
4. Pemberian tugas cenderung memakan waktu dan tenaga serta biaya yang
cukup berarti
Saran-saran pelaksanaannya :
Oleh karena metode pemberian tugas (resitasi) ini tidak lepas dari kekurangan
dan kelemahannya, maka kiranya perlu guru memperhatikan saran-saran
pelaksanaannya sebagai berikut :
1. Merencanakan resitasi secara matang
2. Tugas yang diberikan hendaklah didasarkan atas minat dan kemampuan anak
didik
3. Tugas yang diberikan berkaitan dengan materi pelajaran yang telah diberikan
4. Jenis tugas yang diberikan kepada siswa itu hendaknya telah dimengerti betul
oleh siswa, agar tugas dapat dilaksanakan secara baik
5. Jika tugas yang diberikan itu bersifat tugas kelompok maka pembagian tugas
(materi tugas) harus diarahkan, termasuk batas waktu penyelesaiannya
6. Guru dapat membantu penyediaan alat dan sarana yang diperlukan dalam
pemberian tuhas
7. Setiap hasil kerja PR murid-murid harus dikoreksi dengan teliti, diberi nilai
dan kertasnya dikembalikan, untukmemberi rangsangan/dorongan
8. Perkembangan nilai prestasi murid-murid perlu dicatat pada buku catatan nilai
guru agar diketahui grafik belajar mereka
9. Tugas yang diberikan dapat merangsang perhatian siswa dan realistis

Kangmartho.com

Page 26

9. Metode Sistem Regu (Team Teaching)


Sistem regu adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dimana dua orang
atau lebih bekerja sama untuk mengajar suatu kelompok (group) siswa/kelas
tertentu
Kadang-kadang ada unit pelajaran yang tidak dapat disampaikan oleh seorang
guru secara keseluruhan. Akan tetapi justru memerlukan bantuan dan kerja sama
dari pihak guru lain. Misalnya ; pada pendidikan agama mengenai pelajaran fiqh.
Hal mana kemungkinan seseorang guru tidak dapat menguasai bagian-bagian fiqh
yang mencakup : Fiqh munakahat, fiqh jinayat, fiqh muamalat, termasuk fiqh
mawaris dan lain-lain sebagainya, yang tercakup dalam materi ilmu fiqh. Maka
cara yang ditempuh adalah dengan jalan/cara sistem beregu. Artinya dua orang
guru atau lebih bekerja sama untuk mengajarkan unit-unit materi pelajaran yang
terkandung dalam pelajaran fiqh tersebut.
Atau misal lain satu tim sejarah, masing-masing menyajikan sejarah Umum,
sejarah Islam, sejarah Indonesia, sejarah pendidikan dan lain-lain. Semua guru
tersebut bekerja sama dan saling berkomunikasi mengenai pelajaran sejarah untuk
diajarkan
Sesuai dengan sifatnya metode sistem regu (team teaching) dilaksanakan
dengan tujuan membantu siswa agar lebih lancar dalam proses belajarnya, dan
meningkatkan kerja sama antar guru dalam memikirkan dan mengembangkan
mata pelajaran tertentu
Dalam Islam sangat dianjurkan setiap muslim, untuk saling memberi dan
saling nasihat-menasehati dalam menuju arah kebaikan dan kebenaran.
Sebagaimana tercermin dalam firman Allah yang berbunyi :

Kangmartho.com

Page 27

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.


Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihatmenasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasehati supaya menetapi
kesabaran (Al Ashr : 3).
Sistem regu (Team : teaching) tepat digunakan apabila :
1. Jumlah siswa terlalu besar, sehingga pembagian tugas belajar kurang merata
dan penangkapan siswa kurang sempurna
2. Pelajaran yang disampaikan mencakup unit yang luas, sehingga hanya
dimungkinkan melalui metode sistem regu pengajaran dapat berjalan secara
efektif
3. Pelajaran yang diberikan dimaksudkan agar pengertian dan pemahaman siswa
lebih luas dan mendalam
4. Kerja sama dan komunikasi antar regu bidang studi tersebut dapat
memungkinkan terlaksana
5. Fasilitas dan sarana untuk itu cukup tersedia
Kelebihan metode sistem regu
1. Melalui metode sistem regu (team teaching) ini banyak menguntungkan,
karena interaksi mengajar akan lebih lancar
2. Penguasaan dan pemahaman siswa terhadap pelajaran yang diberikan dapat
mendalam. Karena masing-masing guru bidang studi dapat memberikan /
kajian yang berbeda-beda sesuai dengan spesialisasi mereka masing-masing
3. Unsur kerja sama antar siswa dan guru masing-masing bidang studi sangat
menonjol, sehingga dimungkinkan adanya kerja sama yang harmonis, yang
justru sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar
4. Tugas mengajar guru sedikit lebih ringan, sehingga cukup waktu untuk
merencanakan persiapan mengajar yang lebih baik
5. Pelajaran yang diberikan oleh guru, melalui metode sistem regu ini
dipertanggungjawabkan, karena unit pelajaran ditangani oleh beberapa orang
guru

Kangmartho.com

Page 28

Kekurangan metode sistem regu terletak pada :


1. Pelajaran menjadi tidak sistematis, apabila masing-masing berjalan sendirisendiri, dan tidak adanya koordinasi yang baik. Hal ini dapat berakibat
membingungkan dan menyulitkan bagi siswa
2. Bagi guru yang kurang disiplin, bila mendapatkan giliran bebas tugas,
kemungkinan waktu tersebut hanya digunakan untuk beristirahat daripada
membuat rencna pelajaran yang baik
3. Kemungkinan

bagi

pementukan

(team

teaching)

hanya

sekedar

memperbincangkan faktor ekonomis dan administrasi pengajaran yang justru


hal yang pokok
4. Apabila tidak tercipta hubungan yang harmonis dan kerja sama yang kompak
antar guru bidang studi, maka kemungkinan akan berakibat fatal bagi
tercapainya tujuan pengajaran
5. Kecenderungan sistem pengajaran modern menghendaki adanya pemisahan
yang tugas spesialisasi dari masing-masing mata pelajaran
Saran-saran pelaksanaan metode sistem regu :
1. Komunikasi dan koordinasi antar regu bidang studi harus terbina dengan baik.
Sebab hal ini merupakan kunci utama keberhasilan metode sistem regu
2. Pembagian tugas diusahakan sedemikian rupa dan tidak terjadi tumpang
tindih dari masing-masing guru bidang studi
3. Dalam pelaksanaannya perlu mempertimbangkan segi sarana dan fasilitas
yang tersedia
Metode sistem regu (team teaching) selain dapat diterapkan di lembaga-lembaga
pendidikan formal, juga dapat dietrapkan di lembaga-lembaga non formal.
Misalnnya pada lembaga pendidikan pondok pesantren, pengajian-pengajian,
kursus-kursus dan lain sebagainya.

Kangmartho.com

Page 29

10. Metode Insersi (Sisipan)


Metode lampiran (insersi), merupakan metode yang baru diperkenalkan
belakangan ini. Sehingga metode ini belum begitu dikenal dan populer, tetapi
telah sering terlaksana dalam berbagai media dan berdaya guna.
Metode lampiran (insersi), yaitu cara menyajjikan bahan/materi pelajaran
dengan cara; inti sari ajaran-ajaran Islam atau jiwa agama/emosi religius
diselipkan/disisipkan di dalam mata pelajaran umum (ilmu-ilmu yang bersifat
sekuler).
Sifat penyisipan jiwa agama ke dalam mata pelajaran umum, seperti
bidang studi hukum, ilmu sosial, ilmu pasti, ilmu sjarah dan bidang-bidang ilmuilmu lainnya itu hendaknya disajikan secara halus, sehingga hampir tidak
terasa/kentara, bahwa sesungguhnya siswa/mahasiswa telah mendapat suntikan
atau santapan rohaniah (agama).
Pelaksanaan pengajaran melalui metode insersi atau lampiran ini dilihat
dari segi waktu pelaksanaannya, tidaklah terlalu memakan banyak waktu, sebab
disaat berlangsungnya atau berakhirnya pelajaran umum lalu dihubungkan
sebentar (2 atau 3 menit), dengan hal-hal yang mengandung nilai agama, baik
dengan melalui prolog, melalui cerita mini maupun dengan melalui penguatan
dalil logika, yang dapat menggugah semangat dan perhatian siswa/mahasiswa.
Namun yang penting disini, sebagaimana guru dapat merencanakan
persiapan mengajar

sebaik-baiknya,

sebab disini tujuan pokok adalah

mengajarkan pelajaran umum. Sedangkan pelajaran agama hanya bersifat


sisipan/selipan saja. Guru umum dalam menyajikan pelajaran umum menyisipkan
nilai agama disaat ia mengajar umum itu.
Kebaikan metode lampiran/insersi :
1. Dalam pelaksanaannya, melalui metode ini, tidak banyak memakan waktu.
Sebab dengancara menyisipkan secara halus terhadap jiwa agama dalam vak
umum, guru hanya memerlukan waktu berkisar, 2 sampai 3 menit saja.
2. Siswa dengan tanpa disadari, telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman
berupa agama berupa santapan rohaniah

Kangmartho.com

Page 30

3. Merupakan selingan yang bermanfaat, dan bernilai ibadah.


4. Tidak memerlukan saran/peralatan yang memadai
Keluhan metode ini :
1. Penyajian pelajaran agama tidak mendalam, karena materi pelajaran agama
hanya diberikan sambil lalu
2. Dapat mengaburkan persepsi anak didik terhadap agama, bila guru tidak
pandai membawa murid/siswa kepad pengertian yang jelas. Sebab guru tidak
memiliki jiwa agama dan pengetahuan yang cukup. Semestinya sang guru
memiliki jiwa agama/motivasi keagamaan yang kuat.
3. Memerlukan kemahiran dan kejelian dalam membaca situasi kelas, jangan
sampai kentara, namun mengena.
4. Memerlukan perencanaan yang matang. Hal ini merupakan tantangan bagi
guru-guru umum, agar dapat memberi napas agama pada tugas-tugas
mengajar mereka.
Saran-saran pelaksanaannya :
1. Sebelum pelajaran disajikan di sekolah, ada dua hal yang perlu diwujudkan
oleh seorang guru, yaitu :
a. Persiapan mengajar yang matang setiap kali pertemuan
b. Perencanaan yang serasi mengenai situasi dan kondisi kelas dengan materi
pelajaran pokok / umum
2. Menyajikan bahan pelajaran agama tersebut disesuaikan dengan taraf
perkembangan dan pemikiran anak didik/mahasiswa
3. Memerlukan keseungguhan dan penghayatan jiwa agama yang tinggi dari
guru yang memegang mata pelajaran umum
Dalam sejarah, metode lampiran/insersi ini telah dipakai sejak zaman
Yunani Kuno. Demikian dalam abad pertengahan Immanuel Kant dan Haigel,
telah memanfaatkan cara ini dalam mengembangkan misi agama Kristen.

Kangmartho.com

Page 31

11. Metode Menyelubung (Wrapping)


Metode membungkus (wrapping method) maksudnya ialah : cara
menyajikan bahan/materi pelajaran agama atau hikmah keimanan dan sebagainya,
sengaja dibungkus atau diselubungi dengan bentuk-bentuk lain, misalnya kisah
cerita atau dengan ilmu-ilmu lain seperti sejarah, ilmu-ilmu skuler yakni vak
umum yang ada disekolah atau diperguruan tinggi. Yakni nilai norma agama
diselubungu vak umum.
Jadi, untuk menyampaikan pelajaran agam, sengaja dicari materi pelajaran
lain bidang umum sebagai pembungkusnya sehingga agama disajikan terselubung
dalam pelajaran umum itu. Hal ini dilakukan karena di lembaga sekolah umum
tertentu sangat sulit dimasuki pelajaran agama. Maka seorang guru/dosen agama,
hanya dapat menempuh dengan cara seperti ini.
Misalnya guru hanya mengajar tentang sejarah Diponegoro, sejarah
Perang Salib, dan lain-lainnya. akan tetapi di dalamnya sengaja dihadirkan jiwa
keimanan, keutamaan-keutamaan agama serta fungsi kemahakuasaan Tuhan, yang
disajikan secara menarik. Sehingga lama-kelamaan secara berangusr-angsur rasa
cinta gama dan rasa memilikinya mulai tumbuh dan meresap pada jiwa mereka.
Berbeda dengan inversi atau lampiran, metode membungkus (wrapping),
untuk menyampaikan pelajaran agama selalu memulai dengan vak umum yang
berfungsi sebagai pembawanya. Dan yang pokok adalah agamanya, sedangkan
vak umum (pelajaran umum) hanya sebagai kulitnya.
Pada

metode

lampiran/inversi,

unsur

agama/jiwa

agama

hanya

ditumpangkan dalam pelajaran vak umum. Dan tugas pokok sang guru adalah di
bidang vak umum tersebut. Walhasil perbedaan kedua metode tersebut (metode
lampiran/insersi dengan metode membungkus/wrapping), adalah terletak pada
mata pelajarannya.
Kebaikan metode membungkus/wrapping :
1. Mealui metode membungkus/wrapping, ini berarti guru dituntut disamping
menguasai vak agama, sebaga itugas pokkoknya, juga harus menguasai vak
umum. Hal ini memungkinkan wawasan guru menjadi luas dan integral.

Kangmartho.com

Page 32

2. Pengetahuan siswa menjadi luas, sebagai konsekuensi dari point pertama


diatas
3. Bila guru trampil dan simpatik dalam menyajikan materi pelajaran, dengan
sendirinya citra agama dan guru agama yang tadinya dianggap remeh/rendah
akan menjadi disenangi/dicintai, bahkan ada keinginan untuk memperdalam
ajaran-ajaran agama tersebut.
Kekurangan metode membungkus/wrapping :
Sebagaimana halnya metode lampiran/insersi, maka metode membungkus
/ wrapping memiliki unsur kelemahan yang cukup mendasar, yaitu :
1. Penyajian materi agama biasanya tidak jelas, bahkan tersamar dengan vak
umum yang merupakan sandaran / pembungkusnya
2. Kebanyakan guru agama Islam/dosen agama, lemah dalam menguasai
pelajaran vak umum. Akibatnya kesulitan dalam meramu / menyajikan
pelajaran agama itu kedalam vak umum.
3. Memerlukan perencanaan yang matang. Disini setiap saat akan mengajar
guru/dosen agama, bukan saja harus menyiapkan dan menguasai pelajaran
agama. Akan tetapi juga harus menyiapkan dan menguasai pelajaran vak
umum. Dan unu berarti tugas guru / dosen agama menjadi tidak ringan.
4. Tidak semua pelajaran agama reliabel dengan pelajaran vak umum.
Saran-saran :
1. Sebaiknya guru agama meningkatkan pengetahuannya dan penguasaan
pelajaran vak umum, agar dengan itu dapat memadukan kedua pelajaran
(pelajaran agama dan umum) secara integral, dengan demikian pengetahuan
menjadi utuh dan padu.
2. Pengalaman menunjukkan bahwa, banyak guru agama/dosen yang megajar di
lembaga-lembaga pendidikan umum lemah dalam penguasaan metodologi
pelajaran. Dan terkesan bahwa materi pelajaran agama yang disampaikan
lebih menonjolkan segi-segi hukum agama Islam semata. Dan agama hanya
lebih dipandang dari sudut syariat. Akibatnya siswa/mahasiswa merasa takut
untuk belajar agama. Dan acuh untuk mendekatinya. Dan lebih berbahaya lagi

Kangmartho.com

Page 33

memandang remeh guru/dosen agama mereka. Maka dari itu, guru/dosen


agama,

disamping

hendaknya

menguasai

pelajaran

juga

menguasai

metodologi pengajaran.
3. Setiap akan memberikan materi pelajaran, guru hendaknya merencanakan
materi pelajaran secara matang. Hilangkanlah sikap dan kebiasaan mengajar
hanay untuk memenuhi panggilan kewajiban. Guru yang baik adalah ia
senantiasa bermotivasi untuk mencari dan menemukan sesuatu yang terbaik
untuk anak didiknya
4. Untuk disadari oleh guru/dosen agama, bahwa ia adalah sosok pribadi yang
utuh dan bersih dihadapan anak didiknya. Dan menjadi cahaya panutan dalam
semua sikap dan tingkah lakunya. Akan tetapi sesekali kepribadian tadi
tercemar oleh pebuatan tercela dan nafsu yang rendah. Maka akibatnya
lunturlah kepribadian kepribadian tersebut dan hilanglah roh kebaikan dalam
dirinya. Maka dari itu, tunjukkanlah dan jagalah kepribadian itu secara baik.

12. Metode Audio Visual


Metode audio visual yaitu : suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan
menggunakan alat-alat media pengajaran yang dapat memperdengarkan, atau
memperagakan bahan-bahan tersebut sehingga siswa / murid-murid dapat
menyaksikan secara langsung, mengamat-amati secara cermat, memegang /
merasakan bahan-bahan peragaan itu. Pada setiap kali penyajian bahan pelajaran
semestinya guru menggunakan media pengajaran, seperti lembaran balik, papan
planel, proyektor, dan lain sebagainya.
Metode audio visual dikenal dengan keharusan penggunaan audio visual
aids atau audio visual material. Ketiga istilah (baik audio visual aids, audio visual
material, maupun audio visual method) sama-sama menekankan kepada
pemberian pengalaman secara nyata kepada anak didik. Dengan melihat langsung,
mendengar, meraba, mencium jika perlu, tentang hal-hal yang dipelajari itu.
Jadi inti pengajaran audio visual ini adalah dipergunakan beberapa
alat/bahan media pengajaran antar lain melalui film strip, radio, TV, piringan

Kangmartho.com

Page 34

hitam, tape recorder, gambar-gambar peta, dan lain-lain sebagainya. Lebih utama
menggunakan benda-benda asli sebagai peraga.

Langkah-langkah yang ditempuh dengan metode audio visual :


1. Bendanya yang asli itu perlu diperagakan didepan kelas jika mungkin
2. Contohnya dalam ukuran kecil (misalnya miniatur kapal terbang, televisi),
dan lain sebagainya
3. Foto dari suatu benda, bentuk-bentuk gambar lain atau guru sendiri dapat
menggambarnya di papan tulis
4. Jika ketiga hal tersebut diatas tidak dapat kita usahakan, maka guru dapat
menjelaskan

bentuk

bendanya,

sifat-sifatnya,

dengan

jalan

mendemonstrasikan melalui gerakan tangan, kata-kata atau mimik tertentu,


sehingga menarik perhatian anak didik/siswa
Kebaikan metode audio visual :
1. Siswa dapat menyaksikan, mengamati serta mengucapkan langsung sekaligus
2. Dengan memeragakan bendanya secara langsung tersebut, hal ini sangat
menarik perhatian siswa
3. Pengetahuan siswa menjadi inegral, fungsional dan dapat terhindar dari
pengajaran verbalisme
4. Pengajaran menarik minat dan perhatian siswa
Kekurangan metode audio visual :
1. Memerlukan waktu dan perencanaan yang matang
2. Tugas guru menjadi berat, sebab disamping harus merencanakan materi
pelajaran yang akan disajikan juga harus menguasai berbagai alat sarana
peragaan / media pengajaran berbagai alat sarana peragaan serta alat
komunikasi lainnya.
3. Pengadaan alat sarana peragaan memerlukan biaya dan pemeliharaan yang
cukup memadai

Kangmartho.com

Page 35

4. Kecenderungan menganggap bahwa pengajaran melalui berbagai macam alat /


media pengajaran bersifat pemborosan, bahkan memakan / menyita waktu
yang banyak.
Pada pelajaran agama, dengan melalui metode visual ini diharapkan
pengajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami serta dihayati. Misalnya
pengajaran fiqh, seperti : bagaimana proses mengafani, memandikan mayat /
jenazah dengan cara audio visual, atau melalui visualisasi peragaan. Juga dapat
diterapkan cara bagaimana proses melaksanakan tawaf. Demikian juga proses
pengajaran bahasa Arab melalui alat pendengaran berupa tape recorder. Dan
berbagai topik lainnya yang dapat disajikan melalui audio visual tersebut.

13. Metode Pemecahan masalah (problem solving)


Problem solving, adalah uatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan
jalan dimana siswa dihadapkan dengan kondisi masalah. Dari masalah yang
sederhana, menuju kepada masalah yang sulit/muskil.
John Dewey (AS), sebagai tokoh pencipta metode problem solving ini
menyarankan agar dalam pelaksanaan melalui metode ini siswa/siswi dibiasakan
percaya pada diri sendiri untuk mengatasi kesulitan/masalah yang sedang
dihadapinya. Baik mengenai dirinya sendiri, lingkungan maupun lingkungan
dalam arti yang lebih luas, yakni masyarakat.
Pada pelajaran agama melalui penerapan metode problem solving ini,
misalnya menyajikan bahan pelajaran fiqh, yakni masalah yang mengandung
problematik dan khilafiah para ulama, serta topik lain yang justru mengandung
problem bagi siswa untuk kemudian dipecahkan. Tujuan metode ini adalah agar
anak-anak terbiasa berlatih menghadapi berbagai masalah, sebagai calon
pemimpin ia berkemampua tinggi dan siap mental menghadapi / memecahkan
berbagai masalah.
Metode problem solving tepat digunakan :
1. Bila pelajaran dimaksudkan untuk melatih siswa berfikir ilmiah dan analitis

Kangmartho.com

Page 36

2. Apabila pelajaran dimaksudkan untuk melatih keberanian siswa, dan rasa


tanggung jawab dalam menghadapi kehidupan yang menantang
3. Untuk mendorong berfikir mandiri dan berdikasi
4. Apabila untuk menumbuhkan wawasan/harizon yang luas tentang berbagai
pemikiran agama Islam
Kebaikan metode problem solving :
1. Mendorong siswa untuk berfikir aktif dan kreatif dalam mencari bentukbentuk pemecahan masalah sepenuh hati dan teliti. Meskipun harus melalui
trial and error (terus mencoba, meskipun mengalami kesalahan).
2. Mendorong siswa untuk belajar sambil bekerja (learning by doing)
3. Memupuk rasa tanggung jawab
4. Mendorong siswa untuk tidak berfikir sempit, fanatik.
Kekurangan metode problem solving :
1. Tidak semua pelajaran dapat mengandung masalah / problem, yang justru
harus dipecahkan. Akan tetapi memerlukan pengulangan dan latihan-latihan
tertentu. Misalnya pada pelajaran agama, mengenai cara pelaksanaan shalat
yang benar, cara berwudhu, dan lain-lain
2. Kesulitan mencari masalah yang tepat/sesuai dengan taraf perkembangan dan
kemampuan siswa
3. Banyak menimbulkan resiko. Terutama bagi anak yang memiliki kemampuan
kurang. Kemungkinan akan menyebabkan rasa frustasi dan ketegangan batin,
dalam memecahkan masalah-masalah yang muskil dan mendasar dalam
agama.
4. Kesulitan dalam mengevaluasi secara tepat. Mengenai proses pemecahan
masalah yang ditempuh siswa.
5. Memerlukan waktu dan perencanaan yang matang
Saran-saran dalam pelaksanaan metode problem solving :
Agar metode problem solving ini dapat efektif dalam pelaksanaannya,
maka perlu kiranya diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Kangmartho.com

Page 37

1. Dalam memilik masalah mempertimbangkan aspek kemampuan dan


perkembangan anak didik
2. Siswa terlebih dahulu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan
3. Bimbingan secara kontinu dan persediaan alat-alat/sarana pengajaran yang
perlu diperhatikan
4. Merencanakan tujuan yang hendak dicapai secara sistematis

14. Metode inquiry


Inquiry yaitu salah satu metode pengajaran dengan cara guru
menyuguhkan suatu peristiwa kepada siswa yang menimbulkan teka-teki, dan
memotivasi siswa untuk mencari pemecahan masalah.
Metode inquiry ditelusuri dari fakta menuju teori. Dengan harapan agar
siswa terangsang untuk mencari dan meneliti, serta memecahkan masalah dengan
kemampuannya sendiri
Dalam pelaksanaannya metode inquiry dapat dilakukan dengan cara guru
membagi tugas meneliti suatu masalah di kelas. Siswa dibagi kedalam beberapa
kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus
diselesaikan. Kemudian tugas itu mereka pelajari, mereka teliti, serta dibahas
bersama-sama dalam kelompoknya. Setelah dibahas, dan didiskusikan, kemudian
masing-masing kelompok itu membuat laporan hasil kerja, dengan cara sistematis
dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Inquiry juga dapat berjalan dengan cara sebagai berikut guru menunjukkan
sesuatu benda/barang, atau buku yang masih asing bagi siswa didepan kelas.
Kemudian semua siswa disuruh mengamati, meraba, melihat dan membaca
dengan seluruh alat indera secara cermat. Lalu guru memberikan masalah, atau
pertanyaan kepada seluruh siswa, yang sudah siap dengan jawaban atau pendapat.
Dalam hal ini masalah yang diajukan kepada siswa itu tidak boleh menyimpang
dari garis pelajaran yang telah diberikan/direncanakan tersebut, metode ini
setingkat lebih maju dari problem solving, karena permasalahannya bersifat
penelitian (research).

Kangmartho.com

Page 38

Keunggulan metode inquiry :


1. Mendorong siswa berpikir secara ilmiah dalam setai pemecahan masalah yang
dihadapi
2. Membantu dalam menggunakan ingatan, dan transfer pengetahuan pada
situasi proses pengajaran
3. Mendorong siswa untuk berfikir kreatif dan intuitif, dan bekerja atas dasar
inisiatif sendiri
4. Menumbuhkan sikap obyektif, jujur dan terbuka
5. Situasi proses belajar mengajar menjadi hidup dan dinamis
Kekurangan metode inquiry :
1. Memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. Bagi guru yang terbiasa
dengan cara tradisional, merupakan beban yang memberatkan
2. Pelaksanaan pengajaran melalui metode ini, dapat memakan watu yang cukup
panjang. Apalagi proses pemecahan masalah itu memerlukan pembuktian
secara ilmiah
3. Proses jalannya inquiry akan menjadi terhambat, apabila siswa telah terbiasa
cara belajar nrimo tanpa kritik dan pasif apa yang diberikan oleh gurunya
4. Tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. Akan tetapi justru
memerlukan pengulangan dan penanaman nilai. Misalnya pada pengajaran
agama, mengenai keimanan, ibadah dan akhlak
5. Metode inquiry ini baru dilaksanakan pada tingkat SLTA, Perguruan Tingi.
Dan untuk tingkat SLTP dan tingkat SD masih sulit dilaksanakan. Sebab pad
tingkat tersbeut anak didik belum mampu berpikir secara ilmiah, merupakan
ciri dari metode inquiry.
Hal-hal yang dapat mempertinggi teknik inquiry :
Agar teknik inquiry dapat dilaksanakan dengan baik, memerlukan kondisi
belajar sebagai berikut :
1. Menciptakan situasi kondisi yang fleksibel (tidak terlalu kaku) dalam interaksi
belajar, dan siswa belajar dari perasaan takut dan tekanan

Kangmartho.com

Page 39

2. Kondisi lingkungan yang dapat memancing gairah intelektual, dan semangat


belajar yang tinggi
3. Guru mampu menciptakan situasi belajar yang kondusif dan responsif

15. Metode karya wisata


Karyawisata atau sering disebut study tour, yaitu melakukan studi
kunjungan, kesuatu tempat atau obyek tertentu.
Dengan kata lain metode karya wisata yaitu suatu cara mengajar dengan
jalan guru mengajar atau membawa siswa ke suatu tempat/obyek tertentu yang
ada hubungannya dengan pendidikan atau memiliki nilai sejarah dan sebagainya.
Misalnya guru membawa siswa-siswa untuk mengunjungi tempat-tempat, seperti
: pabrik-pabrik (pabrik mobil, pabrik tenun, pabrik tapioka), mengunjungi tempat
percetakan-percetakan, tempat kebun binatang, musium perjuangan, makam
pahlawan, panti-panti asuhan, yayasan-yayasan yatim paiatu, dan lain-lain tempat
yang sangat baik untuk dikunjungi dalam rangka mengkongkretkan bahan-bahan
pengajaran/pengalaman lapangn
Dengan karya wisata dimaksudkan agar siswa dapat menyaksikan secara
langsung, bagaimana proses pembuatan mobil itu, membuat kain dan merancang
pakaian yang indah, menyaksikan bagaimana mengeliola berbagai Mass Media
sehingga menjadi bahan bacaan dan informasi yang berharga. Demikian juga
dengan mengunjungi kehidupan binatang di kebun bintang, dan musium-musium
yang memiliki nilai sejarah. Sehingga dengan kunjungan karyawisata itu siswa
mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung yang bermanfaat untuk
dihayati dan dipraktekkan.
Daam pendidikan agama Islam, melalui metode karyawisata ini sangat
bermanfaat bagi anak didik untuk membangkitkan jiwa dan semangat agama
mereka dengan melalui kunjungan ke tempat-tempat panti asuhan anak yatim,
yang memerlukan santunan dan uluran tangan dari kaum muslim smua. Demikian
pula bertamasya ke suatu tempat berpemandangan yang indah yang menakjubkan

Kangmartho.com

Page 40

dan menggugah semangat jiwa keagamaan siswa sebagai suatu ciptaan Tuhan
yang ajaib dan mengagumkan, dengan seraya berkata :

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha


suci Engkau, maka peliharaklah kami dari siksa neraka
Dan ini berarti satu aspek jiwa agama telah kita tanamkan kepada anakanak Islam kita
Keunggulan metode karya wisata :
1. Siswa dapat menyaksikan secara langsung bagaimana proses pembuatan /
merakit mobil, merancang/menenun pakaian yang indah, dan bagaimana
kehidupan binatang di kebun binatang yang kadang-kadang jarang mereka
lihat di kelas itu.
2. Dapat menjawab masalah atau pertanyaan sekaligus selama di lapangan
dengan mempertanyakan, mengamat-amati, mencatat, menyimpulkan dan
lain-lain terhadap hal-hal yang belum/kurang dipahami
3. Dengan melalui dua hal tersebut diatas, dimungkinkan siswa dapat
mempraktekkan hasil karyawisata/hasil kunjungannya.
4. Pengetahuan siswa menjado integral / terpadu
5. Sebagai selingan yang menyenangkan yang dapat menimbulkan semangat
baru untuk belajar dengan sungguh-sungguh
6. Menimbulkan cakrawala pikir/ harizon yang luas dan intuisif
Kekurangan metode karya wisata :
1. Dari segi perencanaan dan pelaksanaannya, metode karya wisata ini memakan
waktu yang cukup lama/panjang
2. Dilihat dari segi tenaga dan biaya, metode ini juga tampak kurang efisien dan
efektif
3. Dapat membawa resiko perjalanan cukup besar
4. Karya wisata cenderung berdifat serimonial ketimbang untuk menambah
pengetahuan dan pengalaman

Kangmartho.com

Page 41

Langkah-langkah pelaksanaan karyawisata


Agar metode karya wisata dapat terlaksana dengan efektif, maka perlu
diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Merumuskan tujuan yang hendak dicapai secara matang
2. Dapat mempertimbangkan segi untung

rugi serta manfaat karya wisata

dilaksanakan
1. Jika karyawisata menuju tempat-tempat pabrik, ke suatu percetakan, musuam
bersejarah dan ke panti asuhan biasanya diadakan terlebih dahulu kontak /
hubungan dengan pimpinan instansi bersagkutan, dan menetapkan waktu
pelaksanaannya
2. Mempersiapkan segala perangkat/peralatan yang diperlukan dalam perjalanan
3. Bila diperlukan bentuklah tim panitia pelaksana karya wisata. Yang bertugas
mengkoordinir dan bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan
karyawisata dan keamanan
4. Membuat tata tertib yang harus ditaati, merencanakan waktu yang tepat,
rencana biaya dan sebagainya jauh-jauh hari sebelumnya
5. Mendiskusikan hasil karyawisata, serta merumuskan follow up dari hasil
karya wisata. Misalnya dengan membuat laporan dan karangan ilmiah
6. Perli berhati-hati agar pelaksanaan metode ini tidak hanya merupakan pikink
belaka

16. Metode proyek (Project Method)


Kata proyek berasal dari bahasa latin, yaitu proyektum yang berarti
maksud tujuan, rancangan, rencana. Jadi memproyeksikan berarti : merancang,
merencanakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Mempunyai perencanaan yang
baik (planning) di dalam kegiatan-kegiatan tahunan dan sebagainya.
Dengan kata lain, metode proyek yaitu cara mengajar dengan jalan
memberikan kegiatan belajar kepada siswa, dengan memberikan kesempatan
kepada siswa untuk memilih, merancang dan memimpin pikiran serta
pekerjaannya. Anak-anak dilatih agar berencana di dalam tugas-tugasnya.

Kangmartho.com

Page 42

Metode proyek ini untuk pertama kalinya, diperkenalkan oleh John


Dewey. Yang kemudian dikembangkan oleh W.H. Kilpatrik. Di Eropa abad XX
ini giat sekali mengembangkan metode proyek ini. Di Indonesia metode proyek
ini mendapat perhatian yang besar dari kalangan pembaharuan pendidikan dan
pengajaran.
Langkah-langkah yang ditempuh melalui metode proyek ini yaitu :
Pertama

Merencanakan proyek yang akan dilaksanakan. Misalnya ;


berapak kali kita melakukan proyek selama satu tahun.

Kedua

Pengalokasian waktu, dengan menghitung berapa minggu


diadakan proyek dalam satu tahun. Misalnya untuk sementara
waktu tiga kali dalam satu tahun sudah mencukupi. Tiap-tiap
masa belajar 2 bulan lamanya, diselingi masa proyek kirakira satu bulan.

Mengenai pengalokasian waktu, misalnya dapat kita beri contoh di bawah


ini .
Contoh alokasi waktu proyek dalam satu tahun :
Aug

Sep

Okt

Nop

Des

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Masa

Masa

Masa

Masa

Masa

Masa

belajar

belajar

belajar

belajar

belajar

belajar

Ini berarti jika dalam satu tahun ada 42 minggu kita pergunakan tiga kali
dalam setahun untuk pelajaran proyek. Tiap-tiap bagian misalnya 4 minggu untuk
proyek, maka dalam tiga bagian tersebut ada 12 minggu untuk proyek. Tentu saja
di dalam 12 minggu tidaklah penuh 100% untuk metode proyek tersebut.
Proyek biasanya tidak lebih dari 50% dari waktu yang diperlukan. Jadi
berarti hanya dipergunakan waktu 6 minggu dalam 1 tahun. Atau hanya 1/7
bagian dari seluruh waktu perjalanan/belajar yang disediakan. Dan ini waktunya
tidak terlalu banyak dan tidak pula terlalu sedikit (jadi sedang).
Keunggulan metode proyek :

Kangmartho.com

Page 43

1. Dengan pengajaran royek, dapat membangkitkan dan mengaktifkan siswa,


dimana masing-masing belajar dan bekerja sendiri
2. Melalui metode proyek memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk
mempraktekkan apa yang telah dipelajari
3. Melalui metode proyek memperhatikan segi minat, perbedaan serta
kemampuan masing-masing individu siswa
4. Dapat menumbuhkan sikap sosial dan bekerja sama yang baik
5. Dapat membentuk siswa dinamis dan ilmiah dalam berbuat/berkarya
Kekurangan metode proyek :
1. Memerlukan perencanaan yang matang
2. Tidak smua guru merencanakan/terbiasa dengan metode proyek. Sebab
dengan metode proyek guru dituntut untuk bekerja keras dan mengorganisir
pelajaran yang menjadi proyek secara terencana
3. Bila proyek diberikan terlalu banyak, akan berakibat membosankan bagi
siswa
4. Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SLTP), metode proyek masih siulit
dilaksanakan. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari, membaca,
memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri
5. Dilihat dari segi aktivitasnya, organisasi sekolah menjadi tidak sederhana.
Disamping memerlukan banyak fasilitas, tenaga dan finansial

17. Metode Socrates


Metode Socrates adalah metode yanng dibuat/dirancang oleh seorang
tokoh filsafat Yunani yang ulung. Yaitu Socrates (hidup antar tahun 469-399)
sebelum masehi.
Metode Socrates (Socrates Method), yaitu suatu cara menyajikan
bahan/amateri pelajaran, dimana anak didik/ siswa dihadapkan dengan suatu
deretan pertanyaan-pertanyaan, yang dari serangkaian pertanyaan-pertanyaan itu
diharapkan

siswa

mampu/

dapat

menemukan

jawabannya,

atas

dasar

kecerdasannya dan kemampuannya sendiri

Kangmartho.com

Page 44

Dasar filsafat metode Socrates ini, adalah pandangan dari Socrates, bahwa
pada tiap individu anak didik telah ada potensi untuk mengetahui kebenaran dan
kebaikan serta kesalahan. Dan dengan demikian seseorang sekalipun kelihatannya
bodoh mungkin pula berpendapat / berbuat sebaliknya.
Langkah-langkah metode Socrates yaitu :
1. Menyiapkan deretan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada siswa,
dengan memberi tanda atau kode-kode tertentu yang diperlukan
2. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dan siswa diharapkan
dapat menemukan jawabannya yang benar
3. Jika pertanyaan yang diajukan itu terjawab oleh siswa, maka guru dapat
melanjutkan/mengalihkan pertanyaan berikutnya hingga semua soal dapat
selesai terjawab oleh siswa.
4. Jika pada setiap soal pertanyaan yang diajukan ternyata belum memenuhi
tujuan, maka guru hendaknya mengulangi kembali pertanyaan tersebut.
Dengan

cara

memberikan

sedikit

ilustrasi,

apersepsi

dan

sekedar

meningkatkan dan memudahkan berpikir siswa, dalam menemukan jawaban


yang tepat dan cermat.
Kebaikan metode Socrates adalah :
1. Membimbing siswa berpikir rasional dan ilmiah
2. Mendorong siswa untuk aktif belajar dan menguasai ilustrasi pengetahuan
3. Menumbuhkan motivasi dan keberanian dalam mengemukakan pendapat dan
pikiran sendiri
4. Memupuk rasa percaya pada diri sendiri
5. Meningkatkan partisipasi siswa dan berlomba-lomba dalam belajar yang
menimbulkan persaingan yang dinamis
6. Menumbuhkan disiplin
Kekurangan metode Socrates sebagai berikut :
1. Metode Socrates dalam pelaksanaannya masih sulit dilaksanakan, pada
sekolah tingkat rendah. Sebab siswa belum mampu berpikir secara mandiri

Kangmartho.com

Page 45

2. Metode Socrates terlalu bersifat mekanis, dimana anak didik dapat dipandang
sebagai mesin, yang selalu siap untuk digerakkan
3. Lebih menekankan dari segi efektif (aspek berfikir) daripada kognitif
(penghayatan/perasaan). Padahal pengajaran agama sangat menonjolkan segi
perasaan dan penghayatan ini
4. Kadang-kadang tidak semua guru selalu siap memakai metode Socrates,
karena metode Socrates menuntut dari semua pihak baik guru maupun siswa
sama-sama aktif untuk belajar dan menguasai bahan/ilmu pengetahuan.
Saran-saran :
1. Metode Socrates sangat baik diterapkan pada tingkat-tingkat atas dan
perguran tinggi. Untuk melatih ketangkasan dan kecerdasan
2. Perlu perencanaan secara matang, dan menguasai bahan/materi yang akan
diberikan berupa pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal
3. Perlu diselingi dengan metode-metode lain. Seperti metode diskusi,
demonstrasi, dan selingan lain yang dapat meghilangkan kejenuhan dan
ketegangan
4. Bahan/materi yang akan disajikan, hendaknya disesuaikan dengan tingkat
perkembangan dan kecerdasan anak didik
5. Pada setiap akhir pertanyaan selesai dijawab oleh siswa, guru dapat
memberikan ulasan dan kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil pertanyaan
yang terjawab itu.
Pada pelajaran agama, metode Socrates dapat diterapkan dalam
menyajikan bahan pelajaran Sejarah Islam, Fiqih, yang memerlukan pemikiran
dan penguasaan melalui dalil-dalil dan argumentasi yang kuat.

18. Metode Herbart


Metode Herbart diambil dari nama seorang penciptanya yaitu ; Johan
priedrich Herbart (1776-1841). Sebagai seorang ahlia dalam bidang filsafat dan
ilmu jiwa asosiasi, Herbart banyak memberikan sumbangan pemikiran dan
pengetahuan dalam bidang pendidikan. Antara lain Herbart telah berhasil

Kangmartho.com

Page 46

menciptakan suatu metode mengajar yang dalam banyak hal dapat memberikan
sumbangan dalam proses belajar mengajar
Metode Herbart yaitu suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan
menghubung-hubungkan antara tanggapan lama dengan tanggapan yang baru
sehingga menimbulkan berbagai tanggapan dari siswa
Langkah-langkah metode Herbart yang perlu dilakukan sebagai berikut :
1. Tahap persiapan
Pada langkah persiapan, guru mempersiapkan secara matang terhadap
bahan/materi pelajaran yang akan disajikan, kemudian mengadakan apersepsi
terhadap pelajaran yang telah/lalu dengan pelajaran yang akan diberikan
2. Tahap penyajian bahasa pelajaran
Setelah diadakan apersepsi, langkah berikutnya guru mulai memberikan
materi pelajaran, dengan dimulai dari hal-hal yang kongkret kepada yang
abstrak, dari yang mudah/sederhana menuju kepada yang sukar/muskil.
Sehinggga pelajaran dapat diberikan berurutan dan sistematis
3. Proses asosiasi
Pada langkah ini guru mengadakan asosiasi/menautkan atau menghubungkan
serta membandingkan pelajaran yang telah lalu dengan pelajaran yang telah
diberikan/akan diberikan sehingga pelajaran memiliki hubungan simultan
4. Pengorganisasian bahan
Langkah berikutnya adalah mengorganisasi bahan yang baru dengan yang
lama itu sebagai suatu hasil hubungan asosiasi yang menjadi suatu sistem
pengertian yang kompak dan utuh. Tidak terpisah-pisah dan terpotong-potong
5. Aplikasi (penerapan)
Sebagai langkah terakhir, guru memberikan soal-soal, latihan-latihan dan
mempraktekkan hasil pelajaran yang telah diberikan.
Sehingga jika kita gambarkan langkah-langkah metode Herbart tersebut
dalam bentuk denah/bagan adalah sebagai berikut :

Kangmartho.com

Page 47

1.

Langkah
persiapan
mengejar

2.

Langkah
penyajian
bahan

3.

Langkah
pengasosia
sian bahan

4.

Langkah
pengorgani
sasian

5.

Langkah
aplikasi

Keunggulan metode Herbart yaitu :


1. Pelajaran disajikan secara beruruta/sistematis
2. Pengetahuan anak menjadi utuh dan fungsional
3. Siswa dapat mengetahui hubungan dan kaitan dari masing-masing mata
pelajaran. Sehingga dapat menentukan urutan stadia (tangga) pelajaran
tersebut.
4. Pelajaran bernilai praktis, dan dapat diaplikasikan tidak hanya teori
Kelemahan metode Herbert adalah :
1. Pelajaran biasanya cenderung dipaksa-paksakan
2. Pengajaran bersifat mekanik. Dan terlalu menganggap anak sebagai mesin
yang siap dibawa dan digerakkan
3. Fleksibelitas kurikulum kurang diperhatikan
4. Untuk menyusun rencana pengajaran, memakan waktu agak panjang

Kangmartho.com

Page 48