Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fisiologi merupakan ilmu yang mempelajari fungsi normal tubuh
dengan beberapa gejala yang ada pada sistem hidup, serta pengaturan
atas segala fungsi dalam sistem tersebut, sehingga dalam makalah ini
kami membahas sistem endokrin dan hormon.
Sistem endokrin dapat dijumpai pada semua golongan hewan, baik
vertebrata maupun invertebrata. Sistem endokrin (hormon) dari sistem
saraf secara bersama lebih dikenal sebagai super sistem neuroendokrin
yang bekerja sama secara kooperatif untuk menyelenggarakan fungsi
kendali dan koordinasi pada tubuh hewan. Pada umumnya, sistem
endokrin bekerja untuk mengendalikan berbagai fungsi fisiologi tubuh,
antara

lain

aktivitas

metabolisme,

osmoregulasi,

pencernaan,

pertumbuhan dan reproduksi.


Kelenjar tanpa saluran atau kelenjar buntu digolongkan bersama
dibawah nama organ endokrin, sebab sekresi yang dibuat tidak
meninggalkan kelenjar melalui satu saluran, tetapi langsung masuk ke
dalam darah yang beredar di dalam kelenjar. Kata endokrin berasal dari
bahasa Yunani yang berarti sekresi ke dalam; zat aktif utama dari
sekresi internal ini disebut hormon, dari kata Yunani yang berarti
merangsang. Beberapa dari organ endokrin menghasilkan satu hormon
tunggal, sedangkan yang lain lagi dua atau beberapa jenis hormon:
misalnya kelenjar hipofisis menghasilkan beberapa jenis hormon yang
mengendalikan kegiatan banyak organ lain, karena itulah maka kelenjar
hipofisis dilukiskan sebagai kelenjar pemimpin tubuh.

B. Rumusan Masalah
Latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem endokrin?
2. Bagaimana fungsi sistem endokrin?
3. Apa macam-macam kalenjar endokrin?
4. Apa macam-macam hormon dalam kelenjar hipofisis dan bagaimana
fungsinya?
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Secara umum makalah ini memiliki tujuan yang di tujukan kepada
semua orang,baik masyarakat maupun mahasiswa secara umum,agar
lebih mengetahui hal-hal yangberkaitan dengan system endokrin.
2. Tujuan khusus
a) Untuk mengetahui pengertian system endokrin
b) Untuk mengetahui fungsi sistemendokrin
c) Untuk mengetahui macam-macam kelenjar endokrin
d) Untuk mengetahui fungsi dari macam-macam kelenjar endokrin

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
2

Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang


tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekresinya. Selain
itu, organ tersebut melakukan sekresi yang

tidak meninggalkan

kelenjarnya melalui saluran tetapi langsung melalui darah di dalam


jaringan kelenjar. Kata endokrin berasal dari bahasa Yunani yang berarti
sekresi ke dalam, zat utamanya disebut hormon. Dalam bahasa Yunani
hormon berarti merangsang.
Sekret dari kelenjar endokrin dinamakan hormon. Hormon
berperan penting untuk mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh, antara
lain aktivitas pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, pencernaan, dan
integrasi serta koordinasi tubuh.
Sistem endokrin hampir selalu bekerja sama dengan sistem
saraf, namun cara kerjanya dalam mengendalikan aktivitas tubuh berbeda
dari sistem saraf. Ada dua perbedaaan cara kerja antara kedua sistem
tersebut. Kedua perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Dibandingkan dengan sistem saraf, sistem endokrin lebih nanyak
bekerja melalui transmisi kimia.
b. Sistem endokrin memperhatikan waktu respons lebih lambat daripada
sistem saraf. Pada sistem saraf, potensial aksi akan bekerja sempurna
hanya dalam waktu 1-5 milidetik, tetapi kerja endokrin melalui hormon
baru akan sempurna dalam waktu yang sangat bervariasi, berkisar
antara beberapa menit hingga beberapa jam. Hormon adrenalin
bekerja hanya dalam waktu singkat, namun hormon pertumbuhan
bekerja dalam waktu yang sangat lama. Di bawah kendali sistem
endokrin (menggunakan hormon pertumbuhan), proses pertumbuhan
memerlukan waktu hingga puluhan tahun untuk mencapai tingkat
pertumbuhan yang sempurna.
Dasar dari sistem endokrin adalah hormon dan kelenjar
(glandula),

sebagai

senyawa

kimia

perantara,

hormon

akan

memberikan informasi dan instruksi dari sel satu ke sel lainnya.


Banyak hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi
3

masing-masing tipe hormon tersebut bekerja dan memberikan


pengaruhnya hanya untuk sel tertentu.
B. Macam - Macam Kelenjar Endokrin
Macam-macam organ atau kelenjar endoktrin yang terdapat pada tubuh
manusia adalah sebagai berikut:
1. Kelenjar Hipofisis
Hipofisis cerebri atau glandula pituitari adalah struktur lonjong
kecil yang melekat pada permukaan bawah otak melalui infundibulum.
Lokasinya sangat terlindungi baik yaitu terletak pada sella turcica ossis
sphenoidalis. Disebut master endocrine gland karena hormon yang
dihasilkan kelenjar ini banyak mempengaruhi kelenjar endokrin lainya.
Kelenjar ini terletak di sela tursika, lekulkas os spenoidalis
basis crania. Berbentuk oval dengan diameter kira-kira

1 cm dan

dibagi atas dua lobus lobus anterior,


merupakan bagian terbesar dari hipofise
kira-kira 2/3 bagian dari hipofise. pada
dasar

otak

besar

dan

menghasilkan

bermacam-macam hormon yang mengatur


kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu
kelenjar hipofisis disebut master gland.
Hipofisa mengendalikan fungsi
dari sebagian besar kelenjar endokrin
lainnya.

hipofisa

dikendalikan

oleh

hipotalamus, yaitu bagian otak yang terletak tepat diatas hipofisa.


Hipofisa memiliki 2 bagian yang berbeda, yaitu lobus anterior (depan)
dan lobus posterior (belakang).
1) Lobus anterior
Kelenjar hipofisis menghasikan sejumlah hormon yang bekerja
sebagai zat pengendali produksi sekresi dari semua organ endoktrin
lain. Hormon pertumbuhan (Hormon Somatropik) mengendalikan
pertumbuhan tubuh. Hormon Tirotropik mengendalikan kegiatan

kelenjar

tiroid

Adrenokortikotropik

dalam
(ACTH)

menghasilkan

tiroksin.

mengendalikan

Hormon

kegiatan

kelenjar

suprarenal dalam menghasikan kortisol yang berasal dari korteks


kelenjar suprarenal.
Hormon Gonadotropik berfungsi untuk merangsang folikel,
Follicle Stimulating Hormone (FSH), perkembangan folikel Graffdi
dalam ovarium dan pembentukan spermatozoa di dalam testis.
Luteinising Hormon (LH) atauInterstitial Cell Stimulating Hormone
(ICSH) mengendalikan sekresi estrogen dan progesteron di dalam
ovarium serta testosteron di dalam testis. Hormon prolaktin
(luteutrofin)

berfungsi

mengendalikan

sekresi

air

susu

dan

mempertahankan adanya corpus luteum selama hamil.


Macam-macam Hormon Dalam Kelenjar Hipofisis Dan Fungsinya
Tabel 1. Macam-Macam Fungsi Hormon yang Dihasilkan Kelenjar
Hipofisis Lobus Anterior dan Gangguannya.
Hormon yang dihasilkan Fungsi dan gangguannya
Hormon
Somatotropin Merangsang
sintesis
protein

dan

(STH),

Hormon metabolisme lemak, serta merangsang

pertumbuhan

(Growth pertumbuhan tulang (terutama tulang

Hormone / GH)

pipa) dan otot. kekurangan hormon ini


pada

anak-anak-anak

pertumbuhannya
(kretinisme),
menyebabkan

menyebabkan

terhambat

jika

kelebihan

pertumbuhan

/kerdil
akan
raksasa

(gigantisme). Jika kelebihan terjadi pada


saat

dewasa,

pertumbuhan

akan
tidak

menyebabkan

seimbang

pada

tulang jari tangan, kaki, rahang, ataupun

Hormon

tirotropin

Thyroid

tulang hidung yang disebut akromegali.


atau Mengontrol
pertumbuhan
dan

Stimulating perkembangan kelenjar gondok atau

Hormone (TSH)
Adrenocorticotropic

tiroid serta merangsang sekresi tiroksin.


Mengontrol
pertumbuhan
dan

hormone (ACTH)

perkembangan aktivitas kulit ginjal dan


merangsang

kelenjar

adrenal

untuk

mensekresikan glukokortikoid (hormon


yang
Prolaktin

(PRL)

Lactogenic

dihasilkan

untuk

metabolisme

karbohidrat).
atau Membantu kelahiran dan memelihara

hormone sekresi susu oleh kelenjar susu.

(LTH)
Hormon

gonadotropin

pada wanita :
1.
2.

Follicle

Stimulating Merangsang pematangan folikel dalam

Hormone (FSH)
ovarium dan menghasilkan estrogen.
Luteinizing
Hormone
Mempengaruhi pematangan folikel dalam
(LH)
ovarium dan menghasilkan progestron.
Hormone
gonadotropin
pada pria:

Merangsang terjadinya spermatogenesis

FSH

(proses pematangan sperma).

Interstitial Cell Stimulating Merangsang


Hormone (ICSH)

untuk

sel-sel

memproduksi

interstitial
testosteron

testis
dan

androgen.
Tabel 2. Jenis Hormon Serta Fungsi Hipofisis Pars Media
Hormon
MSH

Fungsi
(Melanosit Mempengaruhi warna kulit individu, dengan

Stimulating Hormon)

cara menyebarkan butir melanin, apabila


hormon

ini

banyak

dihasilkan

maka
6

menyebabkan kulit menjadi hitam.


2) Lobus posterior
Lobus posterior menghasilkan sekret dua jenis hormon, yaitu
Hormon Anti-Diuretik (ADH) yang mengatur jumlah air dalam
ginjal dan urin, sedangkan hormon oksitosin merangsang
kontraksi uterus saat melahirkan dan mengeluarkan air susu
selama

Tabel 3. Jenis Hormon Serta Fungsi Dari Hipofisis Posterior


Hormon
Oksitosin

Fungsi
Menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita

selama proses melahirkan.


Hormon ADH Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan
darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah.
Banyak sedikitnya cairan yang masuk dalam sel akan di deteksi
oleh hipotalamus. Jika cairan (plasma) dalam darah sedikit, maka
hipofisis akan mensekresikan ADH

untuk melakukan reabsorpsi

(penyerapan kembali) sehingga darah mendapatkan asupan cairan dari


hasil reabsorpsi tersebut. Dengan demikian kadar cairan (plasma)
dalam darah dapat kembali seimbang. Selain itu, karena cairan pada
ginjal sudah diserap, maka urinenya kini bersifat pekat.
Jika seseorang buang air kecil terus menerus, diperkirakan
hipofisis posteriornya mengalami gangguan sebab ADH tidak berfungsi
dengan baik. Nama penyakit ini disebut diabetes insipidus.
Fungsi kelenjar hipofisis:
7

Dapat diatur oleh susunan saraf pusat melalui hiotalamus.

Pengaturan dilakukan oleh sejumlah hormon yang dihasilkan oleh


hipotalamus akibat rangsangan susunan saraf pusat.

Pengaturan sekresi hipotalamus diatur oleh hormon dan sinyal saraf


yang berasal dari hipotalamus.

Sel-sel dalam hipotalamus akan dipengaruhi oleh kerja hormon yang


dihasilkan oleh kelenjar endokrin.

2. Kelenjar Tiroid
Tiroid merupakan kelenjar yang
berbentuk cuping kembar dan di antara

keduanya dapat daerah yang menggenting. Kelenjar tiroid terdiri atas


2 belah yang terletak di sebelah kanan batang tenggorok diikat
bersama oleh jaringan tiroid dan yang melintasi batang tenggorok di
sebelah depan. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang terdapat di
dalam leher bagian depan bawah, melekat pada dinding pangkal
tenggorok. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi
metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium
dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran
kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk
membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan
metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun.
Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu
kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan
idiot. Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan
menambahkan garam iodium di dalam makanan. Fungsi hormonhormon tiroid antaralain:
a. Mengatur laju metabolism tubuh t3 dan t4 kedua-duanya
meningkatkan metabolisme karena peningkatan oksigen dan
produksi panas. Efek ini pengecualian untuk otak, paru-paru dan
otak, paru-paru dan testis. Kedua hormon ini tidak berbeda dalam
fungsi namun berbeda dalam intensitas dan cepatnya reaksi. T3
lebih cepat dan lebih kuat reaksinya tetapi waktunya lebih singkat
dibanding dengan T4. T3 lebih sedikit jumlahnya dalam darah. T4
dapat dirubah menjadi T3 setelah dilepaskan dari folikel kelenjar.
b. Memegang per4anan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya
pertumbuhan syaraf dan tulang.
c. Mmempertahankan sekresi GH dan gonadotropin
9

d. Efek krontropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah


kekuatn kontraksi otot dan menambah irama jantung.
e. Merangsang pembentukan sel drah merah
f. Mempengaruhi

kekuatan

dan

riteme

pernafasan

sebagai

konpensasi tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolism.


g. Bereaksi sebagai antagonis ansulin.
Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik
tiroid (Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut:

kecepatan metabolisme meningkat

denyut nadi bertambah

Gelisah

Gugup

merasa demam.

Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar


(eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.

3. Kelenjar Paratiroid
Paratiroid
kelenjar

menempel
tiroid.

Kelenjar

menghasilkan
yang

pada
ini

parathormon

berfungsi

mengatur

kandungan fosfor dan kalsium


dalam
hormon

darah.
ini

Kekurangan
menyebabkan
10

tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di


tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal,
gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar
parathormon terlalu banyak di dalam
darah.

Hal

ini

mengakibatkan

terambilnya fosfor dan kalsium dalam


tulang,

sehingga

urin

banyak

mengandung kapur dan fosfor. Pada


orang yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali patah. Penyakit
ini disebut von Recklinghousen.
Tubuh

kita

memiliki

empat

kelenjar paratiroid kecil, satu terletak di


setiap sudut kelenjar tiroid. Tanggung
jawab

mereka

adalah

untuk

menghasilkan jumlah yang benar dari


hormon

paratiroid

(PTH),

yang

bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan yang benar dari


fosfor dan kalsium dalam tubuh Anda. Bila keseimbangan ini
terganggu, dapat memiliki efek ringan sampai serius pada kesehatan
Anda.
Hiperparatiroidisme

terjadi

ketika

kelenjar

paratiroid

menghasilkan PTH terlalu banyak, mengganggu kalsium tubuh dan


tingkat fosfor. Abnormal jumlah tinggi kalsium ditemukan dalam darah,
dan fosfor drop tingkatan untuk tingkat abnormal rendah. Meskipun
gejala sering tidak ada atau hanya berpengalaman sebagai nyeri kecil
dan kelelahan, komplikasi serius dapat berkembang, termasuk:

Batu ginjal

Mulas

Tekanan darah tinggi


11

Peningkatan haus dan buang air kecil

Peptikum ulkus

Mual

Osteoporosis

Miskin memori

Hipoparatiroidisme terjadi ketika PCH terlalu sedikit yang dihasilkan,


sehingga kadar kalsium darah sangat rendah dan tingkat fosfor darah
sangat tinggi. Gejala Hipoparatiroidisme meliputi:

Sakit kepala

Otot kram

Kontraksi otot yang tidak diinginkan sehingga berkedut tak


terkendali dan kejang

4. Kelenjar Timus
Terletak

di

dalarn

mediastinum

di

belakang os. sternum,


kelenjar timus hanya
dijumpai
anak

di

pada

anak-

bawah

18

tahun.
Kelenjar timus terletak
di dalam toraks kira-kira setinggi bifurkasi trakea, warnanya
kemerah-merahan dan terdiri atas 2 lobus. Pada bayi baru lahir
sangat kecil danberatnya kira-kira 10 gram atau lebih sedikit.
Ukurannya bertambah pada masa remaja dari 30-40 gram
kemudian berkerut lagi.
12

Kelenjar timus merupakan organ penting dalam system kekebalan


tubuh manusia. Kelenjar timus sangat aktif, pada masa kanakkanak karenamemainkan peran penting dalam mengembangkan
dan meningkatkan system kekebalan anak.
Adapun hormon yang dihasilkan kelenjar timus berfungsi sebagai
berikut;
1) Sebagai sumber sel yang mempunyai kemampuan imunologi
2) Mengaktifkan pertumbuhan badan.
3) Mengurangi aktifitas kelenjar kelamin.
4) Menghasilkan timusin yang berfungsi untuk merangsang limfosit
5. Kelenjar Suprenalis
Kelenjar

ini

berbentuk

bola,

menempel pada bagian atas ginjal. Pada


setiap

ginjal

terdapat

satu

kelenjar

suprarenal dan dibagi atas dua bagian,


yaitu bagian luar (korteks) dan bagian
tengah (medula).
Kerusakan

pada

mengakibatkan

bagian
penyakit

korteks
Addison

dengan gejala sebagai berikut: timbul


kelelahan,

nafsu

makan

berkurang,

mual, muntahmuntah, terasa sakit di


dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan
atau dalam keadaan bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga
denyut jantung meningkat dan memompa darah lebih banyak.
Gejala

lainnya

adalah

melebarnya

saluran

bronkiolus,

melebarnya pupil mata, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan
rambut berdiri.

13

Hampir semua orang mengetahui bahwa ada dua ginjal dan


bahwa keduanya sangat penting, tetapi kebanyakan orang tak
mengetahui bahwa ada dua potong jaringan kecil yang beratnya
masing-masing 5-6 gram di atas kedua ginjal yang juga amat penting.
Saat kita mengamati kelenjarkelenjar ini, yang dikenal dengan
nama

kelenjar

adrenal,

masing-

masing adalah sebuah laboratorium


yang terpisah. Yang pertama adalah
bagian luar kelenjar adrenal (korteks
adarenal), yang menghasilkan tiga
hormon; yang kedua adalah bagian dalam kelenjar adrenal (medulla
adrenal), yang menghasilkan dua hormon. Hormon-hormon yang
dihasilkan oleh kedua kelenjar ini sangat penting sehingga pelepasan
terlalu

banyak

atau

terlalu

sedikit

hormon-hormon

itu

akan

menyebabkan kematian.
Sistem Pertahanan Diri
Sebagian orang berutang nyawa pada suatu hormon yang bernama
adrenalin: saat orang-orang ini dalam bahaya, cairan ini membuat
mereka lebih kuat, lebih cekatan, lebih cepat, dan lebih siaga.
Adrenalin segera dilepaskan di dalam tubuh seorang pilot yang
pesawatnya mengalami kerusakan.

Cairan ini mengirimkan lebih

banyak gula dan darah ke otak, membuat pilot itu lebih siaga.
Tekanan darah dan detak jantungnya meningkat, membuatnya lebih
waspada. Ini hanyalah beberapa perubahan yang dihasilkan adrenalin
pada tubuh pilot.
Daya tampung sistem pernapasannya naik sehingga ia mampu
menggunakan lebih banyak oksigen (dan lebih banyak darah yang
dapat mengalir ke sel-sel otak dan ototnya). Otot dan anggota
14

badannya menjadi lebih sangat terpusat dan peningkatan kadar gula


darahnya memberinya tenaga tambahan yang dibutuhkannya.
Adrenalin (epinefrin) dihasilkan dan disimpan dalam medulla
adrenal bagian dalam kelenjar adrenal. Setiap orang memiliki hormon
ini

di

dalam

dirinya

sepanjang

hidupnya.

Di dalam kelenjar
adrenal, ada dua
laboratorium
terpisah

yang

menghasilkan
hormon-hormon
yang

amat

penting. Yang pertama korteks adrenal; yang lainnya medula adrenal.


Hormon-hormon yang dihasilkan di kedua laboratorium ini penting bagi
kehidupan manusia.
Saat ada bahaya, tombol peringatan di dalam tubuh ditekan,
dan otak mengirimkan perintah secepat kilat ke kelenjar adrenal. Selsel di bagian dalam kelenjar adrenal lalu beralih ke keadaan siaga dan
melepaskan hormon adrenalin untuk menghadapi keadaan darurat.
Molekul-molekul adrenalin bercampur dengan darah dan
menyebar ke seluruh bagian tubuh. Molekul-molekul adrenalin
memiliki fungsi khusus dalam pembuluh vena dan arteri yang
memastikan bahwa organ-organ penting menerima lebih banyak aliran
darah di saat bahaya, dan karena itu, molekul-molekul ini melebarkan
pembuluh darah menuju jantung, otak, dan otot. Sel-sel yang
mengelilingi pembuluh mematuhi adrenalin dan mengalirkan lebih
banyak darah yang dibutuhkan jantung. Dengan cara ini, darah
tambahan yang dibutuhkan oleh otak, otot, dan jantung dapat dipasok.

15

Korteks adrenal berperan penting mengurangi ketegangan (stress) pada


tubuh. Saat tubuh mengalami ketegangan yang parah, hipotalamus
mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari agar melepaskan ACTH (hormon
adrenokortikotropis). Di sisi lainn, ACTH merangsang korteks adrenal,
mendorong pembuatan kortikosteroid.
produksi

glukosa

dari

Kortikosteroid ini memastikan

molekul-molekul

seperti

protein,

yang

tak

mengandung karbohidrat. Akibatnya, tubuh menerima tenaga tambahan dan


tekanan pun berkurang.

Bagi setiap organ tubuh, kerja


adrenalin
menuju

berbeda;

ketika

pembuluh

darah

molekul

adrenalin

menyebabkan

pembuluh

melebar;

ketika

menuju

jantung, molekul mempercepat


penegangan sel-sel jantung.
Ini membuat jantung berdetak
lebih cepat dan menyalurkan tenaga tambahan yang dibutuhkan
otot. Ketika molekul adrenalin mencapai sel-sel otot, otot dapat
menegang jauh lebih kuat. Molekul adrenalin yang masuk ke hati

16

memerintahkan sel-sel yang ada di sana agar mencampur gula


dengan darah. Ini menyebabkan jumlah gula darah meningkat dan
mengalirkan bahan bakar tambahan yang dibutuhkan otot.
6. Kelenjar Pienalis
Kelenjar ini terdapat di dalam ventrikel otak berbentuk kecil berwarna
merah seperti buah cemara. Kelenjar ini menghasilkan sekresi interna
yang berfungsi dalam membantu pangkreas dan kelenjar kelamin.
7. Kelenjar Pankreas
Pankreas adalah organ pada
sistem pencernaan yang memiliki
dua fungsi utama: menghasilkan
enzim pencernaan serta beberapa
hormon

penting

seperti

insulin.

Pankreas terletak di retroperitoneal


rongga abdomen atas pada bagian posterior perut dan berhubungan
erat dengan duodenum (usus dua

belas jari), panjang sekitar 10-20

cm. Mendapat pasokan darah dari arteri mesenterika superior dan


splenikus.
Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin.
Fungsinya sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau
langerhans. Pulaupulau langerhans terdiri dari tiga jenis sel yaitu; sel
alpha yang menghasilkan plukagon; sel beta yang menghasilkan
insulin, dan sel deltha yang menghasilkan somastotastin namun
fungsinya belum jelas diketahui.
Organ sasaran kedua hormone ini adalah hepar, otot dan
jaringan lemak. Gliklagon dan insulin memegang peranan penting
dalam

metabolisem

karbohoidrat,

protein

dan

lemak.

Bahkan

keseimbangan kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh kedua


hormone ini.

17

Fungsi kedua hormone ini saling bertolak belakang. Kalau


secara umum, insulin menurunkan kadar gula darah sebaliknya untuk
glukagon meningkatkan kadar gula darah. Perangsangan glucagon
bial gula darah rendah, dan asam amino mkmeningkat. Efek glukagon
ini juga sama dengan efek kartisol, GH dan epinefrin.
Dalam penurunan kadar gula darah, insulin sebagi hormon
anabolic

terutama

akan

meningkatkan

difusi

glukosa

melalui

membrane sel di jaringan. Efek anabolik penting lainya dari hormone


insulin adalah sebgai berikut:
Efek pada hefar
Meningkatkan sintesa dan penyimpanan glukosa
Menghambat glikogenesis, glukoneonesis dan kategonesis
Meningkatkan sintesa trigleserida dari asam lemak bebas di hepar
Efek pada otot
Meningkatkan sintesis protein
Meningkatkan transportasi asam amino
Meningkatkan glikogenesis
Efek pada jaringan lemak
Meningkatkan sintesa trigleserida dari asam lemak bebas
Meningkatkan penyimpanan trigleserida
Menurunkan lipolisis
Ada
kelompok

beberapa
sel

pada

pankreas yang dikenal


sebagai
Langerhans
sebagai

pulau
berfungsi
kelenjar

endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi


mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan
dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen
untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit

18

diabetes. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan


hormon glukagon yang bekerja antagonis dengan hormon insulin.
8. Kelenjar Kelamin
Ovarium

merupakan

reproduksi

wanita.

organ
Selain

menghasilkan sel telur, ovarium


juga menghasilkan hormon. Ada
dua

macam

hormon

yang

dihasilkan ovarium yaitu sebagai


berikut.
a. Estrogen
Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen
dirangsang oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan
mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita.
Tanda-tanda

kelamin

sekunder

adalah

ciri-ciri

yang

dapat

membedakan wanita dengan pria tanpa melihat kelaminnya.


Contohnya, perkembangan pinggul dan payudara pada wanita dan
kulit menjadi bertambah halus.
b. Progesteron
Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya
dirangsang oleh LH dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar
dapat menerima telur yang sudah dibuahi. Plasenta membentuk
estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah
pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini
dapat mempertahankan kehamilan.
Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus
pada pria. Kelenjar Testis terletak di bagian interstitial testis
(skotum)

19

Kelenjar ini dibentuk oleh sel-sel leydig Selain menghasilkan


sperma,

testis

berfungsi

sebagai

kelenjar

endokrin

yang

menghasilkan hormon androgen, yaitu testosterone diperlukan


untuk

untuk

mempertahankan

spermatogenesis.

Testosteron

berfungsi menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda


kelamin sekunder. Misalnya suaranya membesar, mempunyai
kumis, dan jakun.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya maka
dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak
mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sistem
endokrin dan sistem saraf bekerja sama secara kooperatif untuk
mengatur aktivitas dalam tubuh manusia, dengan cara menghasilkan
hormon yang akan mempengaruhi sel sasaran atau sel target. Hormon
dapat dihasilkan oleh organ endokrin.
2. Macam-macam kelenjar endoktrin yang terdapat pada tubuh manusia
adalah kelenjar tiroid, kelenjar hipofisis, kelenjar paratiroid, kelenjar
suprarenal, kelenjar timus.

20

3. Kelenjar hipofisis menghasilkan bermacam-macam hormon yang


mengatur

kegiatan

kelenjar

lainnya.

Hipofisis

lobus

anterior

menghasilkan hormon somatotropin, TSH, ACTH, hormon prolaktin


dan hormon gonadotropin. Hipofisis pars media menghasilkan MSH.
Sedangkan hipofisis lobus posterior menghasilkan hormon oksitosin
dan ADH.

B. Saran
Setiap hasil karya tidak ada yang sempurna dan pasti mempunyai
beberapa kekurangan. Adapun saran-saran untuk kemajuan makalah
yang telah dibuat oleh penulis adalah sebagai berikut :
1. Untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat, sebaiknya
penulis menambah daftar pustaka dari buku-buku tentang anatomi
fisiologi manusia.
2. Untuk menghindari banyak kesalahan dalam menulis, sebaiknya
penulis mengurangi informasi dari internet yang belum tentu
sepenuhnya benar.

21

DAFTAR PUSTAKA

Cohen BJ, Wood DL. Memmlers the Structure and Function of the Human
Body. 7ed. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins. 2000. p165-77
Bagnara JT. Endokrinologi Umum. 6ed.Yogyakarta:Airlangga University
Press. 1988. p101-20, p323-30, p365-77
Bruesch SR. The Hypothalamus. Tennessee: Year Book Medical Publisher.
1984. p1-15
Brunner & Suddarth, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, edisi 8,
penerbit EGC, 2002.
Gartner LP. Color Text Book of Histology. 2ed. Philadelphia: Saunders. 2001.
p302-16, p416-20
Lauralle Sherwood, Fisiologi Manusia, EGC, 2001.

22

Linda J. Heffner dan Danny J. Schust, At a Glance, Sistem Reproduksi, edisi


Kedua, penerbit Erlangga, 2006.
Rumahorbo, Hotma. Asuhan Keperawatan dengan gangguan system
endokrin/ Oleh Hotma Rumahorbo; editor,Yasmin Asin- Jakarta: EGC ,
1999.

23