Anda di halaman 1dari 37

BAB III

PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH


3.1 PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR BERSIH
Dalam menentukan kebutuhan air dapat digunakan metode yang pada
masing-masing didapatkan laju aliran. Dari ketiga metode tersebut akan
ditentukan mana yang akan dipakai untuk perhitungan selanjutnya.
Penentuan metode didasarkan pada nilai Qd yang mempunyai nilai tidak
terlalu besar dan tidak terlalu kecil dari ketiga metode tersebut. Adapun
metode yang akan digunakan, yaitu berdasarkan (1) luas lantai efektif , (2)
jenis dan jumlah alat plambing dan (3) unit beban alat plambing
3.1.1

Perhitungan Berdasarkan Luas Lantai Efektif


Metode ini berdasarkan pada pemakaian air rata rata sehari dari
setiap penghuni, dan perkiraan jumlah penghuni. Dengan demikian
pemakaian air sehari dapat diperkirakan, walaupun jenis maupun
jumlah alat plambing belum ditentukan. Luas lantai efektif dan
pemakaian air rata rata dapat dilihat dibawah ini.
Tabel 3.1 Pemakaian air rata rata per orang per hari
Jangka
waktu

Perbandinga

pemakaian

n luas lantai

air rata

efektif total

rata sehari

(%)

250

(jam)
8-10

42-45

Setiap penghuni

160-250

8-10

50-53

Setiap penghuni

200-250

8-10

45-50

Mewah : 250

Pemakaian
No.

Jenis Gedung

rata rata
sehari (liter)

1.

Perumahan

2.

mewah

3.

Rumah biasa
Apartemen

Keterangan

liter
Menengah : 180

4.
5.

120

Asrama

Mewah

8-10

Rumah sakit

>1000

liter
45-48

Bujangan : 120
liter

Menengah

Bujangan

500-1000

(Setiap tempat

Umum 350-

tidur pasien)

500

Pasien luar : 8

6.

58-60

liter

58-60

Staf/pegawai :

7.

Sekolah dasar

8.

SLTP

40

9.

SLTA & lebih

50

80

60-70

pasien : 160

100-200

55-60

liter

10

tinggi

11.

Rumah-toko
Gedung kantor
Toserba

120 L
Keluarga

100

Guru : 100 liter

Guru : 100 liter


Guru/dosen :
100 L
Penghuninya :
160 L
Setiap pegawai

Sumber : Noerbambang, Soufyan & Morimura, Takeo, (2000), Plambing,


PT. Pradnya Paramita, Jakarta, hal. 48

Pemakaian air rata-rata dapat diketahui menggunakan


perhitungan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Menentukan luas total gedung


Jika jumlah penghuni belum diketahui, maka untuk menentukan
jumlah pemakaian air rata rata sehari adalah dengan mencari luas total
gedung kantor lima lantai ini dengan denah dan luas ukuran sebagai
80 m

berikut.

20 m
I

40 m

II

II

Gbr 3.1 Denah


bangunan perkantoran
26,7 m
26,7 m
Luas lantai

= panjang x lebar

Luas I

= 80 m x 20m
= 1.600 m2

Luas II

80
3

m x 20 m x 2

HERMINA INTAN BESTARI


14513146

= 1.067 m2
Luas Total

= Luas I + Luas II
= 2.667 m2

Maka, total luas gedung untuk lima lantai adalah = 2667 x 5 = 13335 m2

Menentukan luas efektif total


Berdasarkan tabel 3.1 , luas efektif gedung perkantoran adalah
60 % - 70 %. Pada perencanaan ini, menggunakan luas efektif
perkantoran 60% sehingga didapatkan luas sebagai berikut :
Luas lantai efektif
= 60% x luas 5 lantai
=

60
x 13335=8001
m2
100

Menentukan jumlah penghuni total


Pada gedung perkantoran, luas ruangan untuk perorangan adalah
510 m

. Untuk menghitung perkiraan jumlah penghuni pada

gedung perkantoran ini, digunakan asumsi kepadatan hunian sebesar


5m2 sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :
luas efektif gedung 5 lantai
Jumlah penghuni
=
kepadatan hunian
=

8001
5 m 2/orang

= 1600 orang
Menghitung pemakaian air dalam satu hari (Q1)
Pemakaian air rata-rata sehari untuk jenis gedung perkantoran
sebesar 100 liter/orang. Sehingga pemakaian rata-rata air per hari (Q1)
adalah :
Q1

= jumlah penghuni x pemakaian air rata-rata sehari


= 1600 orang x 100 liter / hari / orang
= 160.000 liter / hari
= 160 m3 / hari

Untuk antisipasi kebocoran, perawatan alat-alat plambing, serta


kebersihan kantor diperkirakan untuk penambahan debit sebesar 20 %
dari Q1, maka debit rata-rata per hari (Qd) adalah :
Qd = Q1 + (20% x Q1)

= 160 +(20% x 160)


= 192 m3 / hari
Lama rentang pemakaian air sesuai dengan jam kerja yaitu 8 jam per
hari (antara pukul 08.00 16.00 ) maka didapat pemakaian air per jam
( Qh) sebesar :

Pemakaian air ratarata sehari


Qh = waktu puncak bekerja(8 jam)
=

192
8

= 24 m3 / jam

Untuk mengantisipasi pemakaian air rata-rata sehari mengalami


pertambahan debit karena volume yang dikeluarkan besar pada saat jamjam tertentu dengan menetapkan C1 = 1,5 2,0 , C2 = 3,0 4,0. Dalam
perencanaan ini digunakan C1 = 1,75 dan C2 = 3,5 maka :
Qh max
= 1,75 x 24 = 42 m3 /jam
24
Qm max
= 3,5 x 60
= 1,4 m3 /menit

3.1.2

Perhitungan Berdasarkan Jenis dan Jumlah Alat Plumbing


Metode ini digunakan apabila kondisi pemakaian air dapat
diketahui. Selain itu, harus diketahui juga jumlah dari setiap jenis alat
plumbing yang digunakan dalam gedung tersebut. Berikut adalah tabel
yang memuat presentase pemakaian air serentak alat plumbing (faktor
pemakaian (%)) dan jumlah alat-alat plumbing dapat dilihat pada tabel
3.2. Sedangkan pemakaian air tiap alat plumbing, laju aliran airnya dan
ukuran pipa cabang pipa air dapat dilihat pada tabel 3.3 .
Tabel 3.2 Faktor pemakaian (%) dan jumlah alat plambing

Jumlah Alat
Plambing

12

16

24

50

5040 30

27

23

Satu

2 3

100

7555 48

Dua

3 5

32

40

50

70

19

17

15

1210

9 10

45

42

40

39

38

3533

10

13

16

19

2533

JenisAlat
Plambing
Kloset dengan
katup

gelontor
Alat plambing
biasa

Sumber : Noerbambang, Soufyan & Morimura, Takeo, (2000), Plambing,


PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 66 hal.

100

Tabel 3.3 Pemakaian air tiap alat plambing, laju aliran airnya, dan ukuran
pipa cabang pipa air
No

Pemakaian
Nama

air untuk

Penggunaa
n per jam

Waktu

Pipa

Pipa cabang air

Laju aliran

untuk

sambu

bersih ke alat
plambing (mm)

alat

penggunaa

air

pengisi

ngan

plambin

n satu kali

(liter/menit

an

alat

(liter)

(detik)

plambi
ng

Pipa

Temba

baja

ga4)

322)

25

20

13

203)

13

20

13

20

13

20

13

20

13

20

13

20

20

(mm)

13,5-16.51)

6-12

110-180

8,2-10

13-15

6-12

15

60

12-20

30

10

(dengan

9-18

12

1,8-3,6

300

katup

(@4,5)

12

4,5-6,3

300

12-20

10

18

10

6-12

15

40

15

6-12

15

60

25

6-12

25

60

Kloset

24

(dengan
katup
gelontor
2

)
Kloset

13

(dengan
tangki
3

gelontor
)

13

Peturasa
n
4

13

gelontor
)
Peturasa
5

n, 2-4

22,5-31,5

orang

(@4,5)

13

(dengan
tangki
gelontor
6

)
Peturasa

13

n, 5-7
7

orang
(dengan

13

tangki
gelontor
8

)
Bak cuci

13

tangan
kecil
Bak cuci
tangan
9

biasa

20

(lavatory
)
Bak cuci
dapur
(sink)
10

dengan

125

30

250

20

20

20

12

120-

13-20

20

13-20

20

20

20

keran 13
mm
11

Bak cuci

12

24-60

dapur

30

(sink)

dengan

Tergantung

keran 22

ukurannya

30

mm
Bak
mandi
rendam
(bathtub
)
Pancura
n mandi
(shower)
Bak
mandi
gaya
Jepang

Sumber : Noerbambang, Soufyan & Morimura, Takeo, (2000), Plambing,


PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 49 hal.
Catatan :
1)

Standar pemakaian air untuk kloset dengan katup gelontor untuk satu kali penggunaan adalah 15

liter selama 10 detik.


2)

Pipa sambungan ke katup gelontor untuk kloset biasanya adalah 25 mm, tetapi untuk mengurangi

kerugian akibat gesekan dianjurkan memasang pipa ukuran 32 mm.


3)

Pipa sambungan ke katup gelontor untuk peturasan biasanya adalah 13 mm, tetapi untuk

mengurangi kerugian akibat gesekan dianjurkan memasang pipa ukuran 20 mm.


4)

Karena pipa tembaga kurang cenderung berkerak dibandingkan dengan pipa baja, maka ukurannya

bisa lebih kecil.


Pipa PVC bisa juga dipasang dengan ukuran yang sama dengan pipa tembaga.

Berdasarkan gambar detail dari ruang saniter yang bertipe X dan Y


maka dapat diketahui jumlah dan jenis alat plumbingnya. Untuk tiap lantai
terdiri dari 4 ruang saniter yaitu 2 tipe X dan 2 tipe Y. Dengan menganggap

bahwa kondisi dan keadaan ruang saniter adalah sama untuk tiap lantai di
seluruh gedung, maka bisa didapatkan jumlah masing-masing alat plumbing
sesuai dengan table berikut :

Tabel 3.4 jumlah alat plumbing dalam satu gedung


Jenis Alat

Jumlah Alat Plambing


Tipe X
Tipe Y

Plambing

Total 1

Total 5

Lantai

Lantai

Pria

Wanita

Pria

Wanita

24

120

Lavatory
Urinoir

20

100

tangki

16

80

Kloset tangki
Gelontor

gelontor
Tabel 3.5 perhitungan pemakaian air pada alat plumbing
Jenis

Jumla

Pemakaia

Total

Penggun

Alat

n Air

Pemakai

aan per

Per

Plambi

untuk 1x

an air (L)

jam

jam

ng

pengguna

(kali/jam)

(L/jam

an

Kloset
tangki
gelonto
r
Lavator
y
Urinoir
tangki
gelonto

120

14 liter

1680

15120

100

10 liter

1000

9000

80

4,5 liter

360

12

4320

r
Jumlah

28440

Faktor pemakaian serentak untuk alat plambing kloset tangki gelontor, lavatory
dan

urinoir masing masing sebesar 33% ; 33 % dan 34,34%. Adapun

perhitungannya diperoleh dengan cara sebagai berikut :

Faktor pemakaian (%) kloset tangki gelontor adalah sebesar 33 %. Hasil


tersebut diperoleh berdasarkan asumsi bahwa jumlah alat plambing
kloset tangki gelontor sebanyak 100 karena jumlah alat plumbing
maksimal yang terdapat pada table 3.2 adalah sebanyak 100. Sedangkan
jumlah alat plumbing untuk kloset tangki gelontor pada gedung

perkantoran tersebut sebanyak 120.


Faktor pemakaian (%) dari jumlah alat plambing urinoir 80 unit dalam 1
gedung dapat dihitung dengan menggunakan interpolasi sebagai
berikut :

x35
3335
=
8070 10070
30 ( x35 )=20
30 x=20+ 1050

x=34,34

Faktor pemakaian (%) lavatory adalah sebesar 33 %. Hasil tersebut


diperoleh sesuai dengan tabel 3.2 bahwa untuk jumlah lavatory (alat
plumbing biasa) dengan jumlah 100, factor pemakaiannya adalah 33 %.

Oleh karena itu, diperoleh nilai laju aliran air seperti yang tertera pada tabel 3.6
berikut ini:
Tabel 3.6 Laju aliran air pada Gedung Perkantoran
faktor

Jenis
Alat

Debit per

Plambin

jam(L/jam)

pemakaia
n
serentak
(%)

Laju
Aliran per
jam
(L/jam)

Kloset
Katup

15120

33%

4989,6

Gelontor
Lavatory

9000

33%

2970

Urinoir
Katup

4320

34.34%

1484

Gelontor
Jumlah

9443,6
L/jam

Dari tabel tersebut dapat diperoleh laju aliran per jam atau Qh (m3/jam) =
9,4436 m3/jam

Jangka waktu pemakaian air rata-rata gedung kantor dalam sehari adalah
8 jam, maka:
Qd

= 9,4436 m3/jam x 8 jam/hari


= 75,5488 m3/hari
Pemakaian air pada jam puncak dengan rentang c1 = 1,5 2,0
(C1=1,75)
Qh-max
= Qh x C1
= 9.4436 m3/jam x 1,75 = 16,5263 m3/jam
Pemakaian air pada menit puncak dengan rentang c1 = 3,0 4,0
(C2=3,5)
Qh
C2
Qm-max
= 60
=

3.1.3

9,4436 m3/ jam


3,5
= 0,55 m3/jam
60

Berdasarkan Unit Beban Alat Plambing


Dalam metode ini, untuk setiap alat plumbing ditetapkan suatu unit

beban (fixture unit). Untuk jumlah unit beban alat plambing dapat dapat
dilihat pada tabel 3.5, sebagai berikut.
Tabel 3.7 Unit alat plambing untuk penyediaan air dingin.1)
Jenis alat plambing2)

Jenis penyediaan
air

Unit alat plambing3)


Untuk
Untuk
prib

umum5)

adi4
)

Kloset

Katup gelontor

10

Kloset

Tangki gelontor

Peturasan, dengan tiang

Katup gelontor

10

Peturasan terbuka (urinal stall)

Katup gelontor

Keterangan

Peturasan terbuka (urinal stall)

Tangki gelontor

Bak cuci (kecil)


Bak cuci tangan

Keran

0,5

Keran

Bak cuci tangan, untuk kamar

Keran

operasi
Bak mandi rendam (bath tub)

Keran

Untuk umum

pencampur

air dingin dan


panas
Pancuran mandi (shower)

Keran

pencampur

air dingin dan


panas
Pancuran mandi tunggal

Keran

pencampur

air dingin dan


panas
Satuan kamar mandi dengan
bak mandi rendam
Satuan kamar mandi dengan
bak mandi rendam

Kloset

dengan

katup gelontor
Kloset

dengan

tangki gelontor

Gedung

kantor,

dsb

hotel

(untuk tiap keran)

restoran,
dsb

Keran

Bak cuci bersama

Keran

Bak cuci pel

Keran

Bak cuci dapur

Keran

Bak cuci piring

Keran air minum

Bak cuci pakaian (satu sampai

Katup bola

atau

tiga)
Pancuran minum
Pemanas air

Sumber : Noerbambang, Soufyan & Morimura, Takeo, (2000), Plambing,


PT. Pradnya Paramita, Jakarta,hal. 68

Catatan :
1)

Alat plambing yang airnya mengalir secara kontinyu harus dihitung secara terpisah, dan

ditambahkan pada jumlah unit alat plambing.


2)
Alat plambing yang tidak ada di daftar dapat diperkirakan, dengan membandingkan
dengan alat plambing yang mirip/terdekat.
3)
Nilai unit alat plambing dalam tabel ini adalah keseluruhan. Kalau digunakan air dingin
dan air panas, unit alat plambing maksimum masing-masing untuk air dingin dan air panas
diambil tigaperempatnya.
4)
Alat plambing untuk keperluan pribadi dimaksudkan pada rumah pribadi atau apartment,
dimana pemakaiannya tidak terlalu sering.
5)
Alat plambing untuk keperluan umum dimaksudkan yang dipasang dalam gedung kantor,
sekolah, pabrik, dsb, dimana pemakaiannya cukup sering.

Menghitung kebutuhan air dengan UBAP


Tabel 3.6 berikut ini menunjukkan jumlah alat plambing dan unit beban
setiap alat tersebut sesuai dengan tabel 3.5 diatas.
Tabel 3.8. Jumlah Unit Beban Alat Plumbing pada Gedung
Perkantoran
Jenis Alat

Jumlah

Unit Beban

Jumlah Unit Beban

Plambing
Kloset Tangki

120

600

Gelontor
Lavatory
Urinoir Tangki

100
80

2
3

200
240

Gelontor
Jumlah

1040

Berdasarkan tabel di atas, jumlah penggunaan air untuk seluruh lantai gedung
perkantoran ini adalah sebagai berikut.
a) Jumlah unit beban alat plambing seluruh gedung, UBAP = 1040 FU
b) Berdasarkan kurva (2) hubungan antara unit beban alat plambing dengan
laju aliran bagian (a), maka pemakaian air dapat diperoleh.

Gbr. 3.2. Hubungan antara unit beban alat plambing dengan laju aliran
(untuk unit beban sampai 250 skala diperbesar).
Kurva (1) untuk sistem yang sebagian besar dqaengan katup gelontor.
Kurva (2) untuk sistem yang sebagian besar dengan tangki gelontor

Pada gambar kurva di atas maka didapatkan pada titik UBAP 1040,
pemakaian air serentak untuk seluruh gedung adalah :
Qmmaks=8,6liter /menit
3

Qmmaks=0,816 m /menit
c) Pemakaian air seluruh gedung perjam ( Qh ), dengan nilai C2 antara 3,0
4,0, maka pemakaian air merata adalah :
=

Qh
C2
60

0,816 m /menit

Qh
3,5
60

48,96 m3/menit

= Qh3,5
= 13,98 m3/jam

Qm-max

Qh

d) Pemakaian air seluruh gedung perhari ( Qd ) dengan lama pemakaian


berdasarkan jam kerja kantor yaitu 8 jam per hari nya adalah :
Qd = Qh x t
= 13,98 m3/jam x 8 jam/hari
= 111,84 m3/hari
Setelah menghitung kebutuhan air pada perencanaan jaringan air bersih
gedung kantor tersebut dengan tiga metode, diperoleh hasil pemakaian air rata
rata per harinya sebagai berikut :
Tabel 3.9. Perbandingan perhitungan laju aliran bersih
Metode Perhitungan
Jumlah Penghuni
Jumlah dan Jenis Alat
Plambing
Unit Beban Alat
Plumbing

Qd (m3/hari)
192

Qh (m3/jam)
24

75.5488

9,4436

111,84

13,98

Jumlah kebutuhan air dalam gedung perkantoran yang direncanakan


menggunakan hasil perhitungan dengan metode unit beban alat plumbing.
Pemilihan metode perhitungan kebutuhan air ini berdasarkan banyaknya jumlah

air yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dibandingkan dengan dua
metode lainnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kekurangan
suplai air bersih bagi gedung perkantoran yang direncanakan.
3.2 PERHITUNGAN GROUND RESERVOIR DAN ROOF TANK
3.2.1 Kapasitas Ground Reservoir
Dalam rumus ini dibutuhkan kapasitas nilai pipa dinas yang dipakai

gedung (Qs), dimana nilai Qs =


Qh
Qs

2
3

x Qh maka diperoleh :

= 14,25 m3/jam
2
= 3 x Qh
=

2
3

x 14,25 m3/jam

= 9,5 m3/jam
Sehingga kapasitas ground reservoir atau volume reservoir adalah :
VGR = Qd ( Qs x T )
Dengan :
VGR

= volume ground reservoir (m3)

Qd

= jumlah kebutuhan air per hari (m3/hari)

Qs

= kapasitas nilai pipa dinas yang dipakai gedung (m3/jam)

= rata-rata pemakaian per hari yaitu 8 jam / hari

Maka, volume ground reservoirnya didapat sebesar :


VGR = 111,84 (9,5 x 8 )
= 35, 84 m3
Ground reservoir yang direncanakan berbentuk segiempat dengan
dimensi sebagai berikut :
Untuk menampung kelebihan air maka volume ground reservoir yang
digunakan adalah 48 m3
Maka dimensi reservoarnya adalah : 3m x 4m x 4m.

3.2.2 Kapasitas Roof Tank


Tangki atas dimaksudkan untuk menampung kebutuhan puncak,
dan biasanya disediakan dengan kapasitas cukup untuk jangka waktu
kebutuhan puncak tersebut, yaitu sekitar 30 menit.
Metode rumus yang digunakan untuk menentukan kapasitas
rooftank :
VE=( Qp Qmax ) Tp Qpu x Tpu
Dimana,
VE : Kapasitas efektif rooftank (liter)
Qp

: Kebutuhan puncak (liter/menit)

Qmax : Kebutuhan jam puncak (liter / menit)


Qpu

: Kebutuhan pompa pengisi (liter / menit)

Tp

: Jangka waktu kebutuhan puncak (menit)

Tpu

: Jangka waktu kerja pompa pengisi ( menit)

Diasumsikan :
Tp : 30 menit
Tpu

: 10 menit

Diketahui :

Kebutuhan jam puncak dapat dinyatakan sebagai berikut :


Qmax = C1 x (Qh/60)
Dengan konstanta C1 berkisar antara 1,5 2,0
Qmax = 1,75 x (13,98/60)
= 0,40775 m3/ menit
= 407,75 liter / menit
Kebutuhan menit puncak dapat dinyatakan sebagai berikut :
Qp
= C2 x (Qh/60)
Dengan konstanta C2 berkisar antara 3,0 4,0
Qp
= 3,5 x (13,98/60)
= 0,816 m3/menit
= 816 liter / menit
Dimana Qmax = Qpu
Sehingga kapasitas rooftanknya adalah :
VE=( QpQmax ) x Tp+Qpu x Tpu

VE=( 816407,75 ) x 30816 x 10


VE = 4087,5 liter
VE = 4,087 m3
Maka dimensi pipanya adalah pxlxt = 1,5 x 1,5 x 2
3.2.3 Perhitungan Dimensi Pipa Air Bersih
Ukuran dari pipa pelayanan dan meteran air dalam bangunan gedung
dapat ditentukan sebagai berikut:
a) Tentukan tekanan yang tersedia pada meter air;
b) Tambahkan atau kurangi tekanan dengan melihat perubahan
elevasi. Untuk perubahan tekanan sebesar psi (0,35 m) adalah
untuk setiap perubahan perbedaan tinggi sebesar 0,305 m antara
tinggi air di meteran air dengan tinggi air yang keluar di gedung
c) Pilih rentang tekanan yang diinginkan pada Tabel 4;
d) Pilih panjang pipa sesuai dengan yang dibutuhkan;
e) Tentukan nilai UBAP sama atau melebihi jumlah unit
perlengkapan plambing yang dibutuhkan;
f) Setelah mendapatkan butir e), maka jumlah UBAP yang tepat
dapat digunakan untuk menentukan panjang pipa, diameter pipa,
dan meter air.
Tidak ada pipa layanan bangunan gedung berdiameter kurang dari
inci (20 mm).

Tabel 3.10 UBAP / fixture unit untuk menentukan ukuran pipa air
dan meter air

Penentuan dimensi pipa air bersih berdasarkan SNI 8153:2015, tekanan


minimal dari rooftank ke saniter di lantai paling atas minimal adalah 21 mka.
Dengan tinggi bangunan per lantai 4 meter, untuk mendapatkan tekanan
minimal tersebut maka diasumsikan tinggi gedung lantai teratas 13 meter dan
tinggi tower penyangga rooftank 8 meter, didapatkan tekanan minimal 21 mka.
Pada perencanaan sistem perpipaan air bersih ini, penentuan dimensi pipa air
bersih tiap saniter pada gedung kantor 5 lantai ini adalah :

1. Type Y1
Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

Dimensi
Pipa
(inch)

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"

b
b
c
c
c
c
c

Dimen Dimen
si
si
Pipa
Pipa
(cm)
(mm)
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

Lantai 1
Tekanan

= 8 + 13 + 4 + 4 + 4+ 4 = 37 mka

Panjang pipa maksimum

= 35+10+8+13+4+4+4+4+0.3+2+1+16.5
= 101.8 m 122 (m)

Tabel 3.11. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y1 lantai 1


Keterangan :
b

: kloset tangki gelontor


c : lavatory
Lantai 2
Tekanan

= 8 + 13 + 4 + 4 + 4 = 33 mka

Panjang pipa maksimum

= 35+10+8+13+4+4+4+0.3+2+1+16.5
= 97.8 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

b
b
b
c
c
c
c
c

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

UBAP
Kumula
tif

Dimensi
Pipa
(inch)

Dimen
si
Pipa
(cm)

Dimen
si
Pipa
(mm)

2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"

1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

Tabel 3.12. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y1 lantai 2

Keterangan :
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Lantai 3
Tekanan

= 8 + 13 + 4 + 4 = 29 mka

Panjang pipa maksimum

= 35+10+8+13+4+4+0.3+2+1+16.5
= 93.8 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

Dimensi
Pipa
(inch)

Dimen
si
Pipa
(cm)

Dimen
si
Pipa
(mm)

b
b
b
c
c
c
c
c

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"
5/4"

1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
3,175

19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
31,75

Tabel 3.13. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y1 lantai 3


Lantai 4
Tekanan

= 8 + 13 + 4 = 25 mka

Panjang pipa maksimum

= 35+10+8+13+4+0.3+2+1+16.5
= 89.8 m (91 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

Dimensi
Pipa
(inch)

Dimen
si
Pipa
(cm)

Dimen
si
Pipa
(mm)

b
b
b
c
c
c
c
c

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"

1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

Tabel 3.14. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y1 lantai 4


Keterangan :

b : kloset tangki gelontor


c : lavatory
Lantai 5
Tekanan

= 8 + 13 = 21 mka

Panjang pipa maksimum

= 35+10+8+13+0.3+2+1+16.5
= 85.8 m (91 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

b
b
b
c
c
c
c
c

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

UBAP
Kumula
tif

Dimensi
Pipa
(inch)

2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"

Dimensi
Pipa
(cm)

Dimen
si
Pipa
(mm)

1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

Tabel 3.15. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y1 lantai 5


Keterangan :
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Untuk pipa tegak, diperolah perhitungan sebagai berikut :
Lantai
Lantai 1
Lantai 2
Lantai 3
Lantai 4
Lantai 5

UBAP
12.5
12.5
12.5
12.5
12.5

Diameter pipa (inch)


1"

1"
5/4"
5/4"
5/4"

Diameter pipa (mm)


25,4
25,4
31,75
31,75
31,75

Tabel 3.16. Perhitungan pipa tegak saniter type Y1

2. Type Y2
Lantai 1
Tekanan
Panjang pipa maksimum

= 8 + 13 + 4 + 4 + 4+ 4 = 37 mka
= 35+24+8+13+4+4+4+4+0.3+2+1+16.5
= 115.8 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

b
b
b
c
c
c
c
c

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

Dimensi Dimensi Dimensi


Pipa
Pipa
Pipa
(inch)
(cm)
(mm)
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"

1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

Tabel 3.17. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y2 lantai 1


Keterangan :
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Lantai 2
Tekanan

= 8 + 13 + 4 + 4 + 4 = 33 mka

Panjang pipa maksimum

= 35+24+8+13+4+4+4+4+0.3+2+1+16.5
= 115.8 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

b
b
b
c
c
c
c
c

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

Dimensi Dimensi Dimensi


Pipa
Pipa
Pipa
(inch)
(cm)
(mm)
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"

1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

Tabel 3.18. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y2 lantai 2


Keterangan :
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Lantai 3

Tekanan

= 8 + 13 + 4 + 4 = 29 mka

Panjang pipa maksimum

= 35+24+8+13+4+4+4+0.3+2+1+16.5
= 107.8 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

b
b
b
c
c
c
c
c

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

UBAP
Kumula
tif
2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

Dimensi Dimens
Dimensi
Pipa
i
Pipa
(cm)
Pipa
(inch)
(mm)
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
3,175

3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"
5/4"

19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
31,75

Tabel 3.19. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y2 lantai 3


Keterangan :
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Lantai 4
Tekanan

= 8 + 13 + 4 = 25 mka

Panjang pipa maksimum

= 35+24+8+13+4+4+0.3+2+1+16.5
= 103.8 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

b
b
b
c
c
c
c
c

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

Dimensi
Pipa
(inch)
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"
5/4"

Dimensi Dimens
Pipa
i
(cm)
Pipa
(mm)
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
3,175

19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
31,75

Tabel 3.20. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y2 lantai 4


Keterangan :
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory

Lantai 5
Tekanan

= 8 + 13 = 21 mka

Panjang pipa maksimum

= 35+24+8+13+4+0.3+2+1+16.5
= 99.8 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

b
b
b
c
c
c
c
c

2.5
2.5
2.5
1
1
1
1
1

A
B
C
D
E
F
G
H

2.5
5
7.5
8.5
9.5
10.5
11.5
12.5

Dimensi
Pipa
(inch)
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"
1"
5/4"

Dimensi Dimens
Pipa
i
(cm)
Pipa
(mm)
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54
3,175

19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4
31,75

Tabel 3.21. Perhitungan dimensi pipa type saniter Y2 lantai 5


Keterangan :
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Untuk pipa tegak, diperolah perhitungan sebagai berikut :
Lantai
Lantai 1
Lantai 2
Lantai 3
Lantai 4
Lantai 5

UBAP

Diameter pipa (inch)

Diameter pipa (mm)

12.5
12.5
12.5
12.5
12.5

1"

25,4
25,4
31,75
31,75
31,75

1"
5/4"
5/4"
5/4"

Tabel 3.22. Perhitungan pipa tegak saniter type Y2

3. Type X1
Lantai 1
Tekanan
Panjang pipa maksimum

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

= 8 + 13 + 4 + 4 + 4+ 4 = 37 mka
= 35+10+8+13+4+4+4+4+0.3+2+1+15
= 100.3 m (122 m)
UBAP
Kumula
tif
1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi Dimens
Dimensi
Pipa
i
Pipa
(cm)
Pipa
(inch)
(mm)
1/2"
3/4"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"

1,27
1,905
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

12,7
19,05
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

Tabel 3.23. Perhitungan dimensi pipa type saniter X1 lantai 1


Keterangan :
a : urinoir
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Lantai 2
Tekanan
Panjang pipa maksimum

= 8 + 13 + 4 + 4 + 4 = 33 mka
= 35+10+8+13+4+4+4+0.3+2+1+15
= 96.3 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi
Pipa
(inch)
1/2"
3/4"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"

Dimensi Dimens
Pipa
i
(cm)
Pipa
(mm)
1,27
1,905
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

Tabel 3.24. Perhitungan dimensi pipa type saniter X1 lantai 2


Keterangan :
a : urinoir

12,7
19,05
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

b : kloset tangki gelontor


c : lavatory
Lantai 3
Tekanan
Panjang pipa maksimum

= 8 + 13 + 4 + 4 = 29 mka
= 35+10+8+13+4+4+0.3+2+1+15
= 92.3 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi
Pipa
(inch)
3/4"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
5/4"
5/4"
5/4"

Dimensi Dimens
Pipa
i
(cm)
Pipa
(mm)
1,905
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
3,175
3,175
3,175

Tabel 3.25. Perhitungan dimensi pipa type saniter X1 lantai 3


Keterangan :
a : urinoir
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory

19,05
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
31,75
31,75
31,75

Lantai 4
Tekanan
Panjang pipa maksimum

= 8 + 13 + 4 = 25mka
= 35+10+8+13+4+0.3+2+1+15
= 88.3 m (91 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi
Pipa
(inch)
1/2"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
5/4"
5/4"

Dimensi Dimens
Pipa
i
(cm)
Pipa
(mm)
1,27
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
3,175
3,175

12,7
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
31,75
31,75

Tabel 3.26. Perhitungan dimensi pipa type saniter X1 lantai 4


Keterangan :
a : urinoir
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Lantai 5
Tekanan
Panjang pipa maksimum

= 8 + 13 = 21 mka
= 35+10+8+13+0.3+2+1+15
= 84.3 m (91 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi
Pipa
(inch)
1/2"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
5/4"
5/4"

Dimensi Dimens
Pipa
i
(cm)
Pipa
(mm)
1,27
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
3,175
3,175

Tabel 3.27. Perhitungan dimensi pipa type saniter X1 lantai 5

12,7
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
31,75
31,75

Keterangan :
a : urinoir
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Untuk pipa tegak, diperolah perhitungan sebagai berikut :
Lantai
Lantai 1
Lantai 2
Lantai 3
Lantai 4
Lantai 5

UBAP

Diameter pipa (inch)

Diameter pipa (mm)

17.5
17.5
17.5
17.5
17.5

1"

25,4
25,4
31,75
31,75
31,75

1"
5/4"
5/4"
5/4"

Tabel 3.22. Perhitungan pipa tegak saniter type X1


4. Type X2
Lantai 1
Tekanan
Panjang pipa maksimum

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

= 8 + 13 + 4 + 4 + 4+ 4 = 37 mka
= 35+24+8+13+4+4+4+4+0.3+2+1+15
= 114.3 m (122 m)
UBAP
Kumula
tif
1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi Dimens
Dimensi
Pipa
i
Pipa
(cm)
Pipa
(inch)
(mm)
1/2"
3/4"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"

1,27
1,905
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

12,7
19,05
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

Tabel 3.23. Perhitungan dimensi pipa type saniter X2 lantai 1


Keterangan :
a : urinoir
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory

Lantai 2
Tekanan
Panjang pipa maksimum

= 8 + 13 + 4 + 4 + 4= 33 mka
= 35+24+8+13+4+4+4+0.3+2+1+15
= 110.3 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi
Pipa
(inch)
1/2"
3/4"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
1"
1"

Dimensi Dimens
Pipa
i
(cm)
Pipa
(mm)
1,27
1,905
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
2,54
2,54

12,7
19,05
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
25,4
25,4

Tabel 3.24. Perhitungan dimensi pipa type saniter X2 lantai 2


Keterangan :
a : urinoir
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Lantai 3
Tekanan
Panjang pipa maksimum

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

= 8 + 13 + 4 + 4 = 29 mka
= 35+24+8+13+4+4+0.3+2+1+15
= 106.3 m (122 m)
UBAP
Kumula
tif
1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi Dimens
Dimensi
Pipa
i
Pipa
(cm)
Pipa
(inch)
(mm)
3/4"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
5/4"
5/4"
5/4"

1,905
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
3,175
3,175
3,175

19,05
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
31,75
31,75
31,75

Tabel 3.25. Perhitungan dimensi pipa type saniter X2 lantai 3

Keterangan :
a : urinoir
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Lantai 4
Tekanan
Panjang pipa maksimum

= 8 + 13 + 4 = 25 mka
= 35+24+8+13+4+0.3+2+1+15
= 102.3 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi
Pipa
(inch)
3/4"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
5/4"
5/4"
5/4"

Dimensi Dimens
Pipa
i
(cm)
Pipa
(mm)
1,905
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
3,175
3,175
3,175

19,05
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
31,75
31,75
31,75

Tabel 3.26. Perhitungan dimensi pipa type saniter X2 lantai 4


Keterangan :
a : urinoir
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory

Lantai 5
Tekanan
Panjang pipa maksimum

= 8 + 13 + 4 = 21 mka
= 35+24+8+13+4+0.3+2+1+15
= 102.3 m (122 m)

Sanit
er

UBA
P

Pipa
Penghubu
ng

UBAP
Kumula
tif

c
c
a
a
a
a
b
b
b

1
1
2
2
2
2
2.5
2.5
2.5

A
B
C
D
E
F
G
H
I

1
2
4
6
8
10
12.5
15
17.5

Dimensi
Pipa
(inch)
3/4"
3/4"
3/4"
1"
1"
1"
5/4"
5/4"
5/4"

Dimensi Dimens
Pipa
i
(cm)
Pipa
(mm)
1,905
1,905
1,905
2,54
2,54
2,54
3,175
3,175
3,175

19,05
19,05
19,05
25,4
25,4
25,4
31,75
31,75
31,75

Tabel 3.27. Perhitungan dimensi pipa type saniter X2 lantai 4


Keterangan :
a : urinoir
b : kloset tangki gelontor
c : lavatory
Untuk pipa tegak, diperolah perhitungan sebagai berikut :
Lantai
Lantai 1
Lantai 2
Lantai 3
Lantai 4
Lantai 5

UBAP

Diameter pipa (inch)

Diameter pipa (mm)

17.5
17.5
17.5
17.5
17.5

1"

25,4
25,4
31,75
31,75
31,75

1"
5/4"
5/4"
5/4"

Tabel 3.28. Perhitungan pipa tegak saniter type X2

3.2.4 Perhitungan Pompa Air Bersih

Gbr. 3.3. Sketsa Headloss pipa pelayanan air bersih


Pada perencanaan gedung perkantoran ini terdapat pompa hisap (suction) dan
pompa tekan (discharge). Dimana :

L suction
L discharge
Ha
Vs
Qh

(berdasarkan unit beban alat plambing)


C
= 130 (baja karbon baru)
K katub hisap = 0,2 (koefisien kehilangan tekanan)
K katub belok = 1,5 (koefisien kehilangan tekanan)
K check valve = 0,3 (koefisien kehilangan tekanan)
Sisa tekan
= 10 m

= 8 meter
= 1 m + 4 m + 4 m + 4 m + 4 m + 13 m + 8 m = 38 m
= 8 m + 38 m = 46 m
= 2 m/s
= 13,98 m3/jam
3
= 3,88 x 10
m3/detik

Sehingga dapat ditentukan :


a. Diameter pipa
Q= A x V

1
Q= xx D 2 v
4

D=(

4 x Q 1/ 2
)
xv

D=(

4 x 3,88 x 10
)
3,14 x 2

3 1/ 2

D=0,049 m
D=49 mm

b. Hf suction ( Headloss pompa hisap)


Hf =

Q1,85 x L suction
(0,2785 x C x D2,63)

(3,88 x 103 )1,85 x 8


Hf =
(0,2785 x 130 x 0,0492,63 )
Hf =0,021 m

c. Hf discharge ( Headloss pompa tekan)


Q1,85 x L discharge
Hf =
1,85
( 0,2785 x C x D2,63 )

Hf =

(3,88 x 103 )1,85 x 38


1,85

( 0,2785 x 130 x 0,0492,63 )

Hf =4,05 m

d. Hf mayor loses

= Hf discharge + Hf suction
= 4,05 + 0,021
= 4,071 m

e. Minor losses :
Q= A x V
V=
V=

Q
A
(3,88 x 103)
1
x 3,14 x 0,0492
4

V =2,05 m/detik

Hf =

v2
2 xg

Hf =

2,052
2 x 9,81

Hf =0,214 m

f. Hf katub hisap (k=0,2)


2
v
Hf =k x
2 xg
2

2,05
Hf =0,2 x
2 x 9,81
Hf =0,043 m
g. Hf belokan (k= 1,5) dengan belokan = 4
2
v
Hf =4 xk x
2 xg
Hf =( 4 x 1,5) x

2,052
2 x 9,81

Hf =1,285 m

h. Hf check valve (k= 0,3)


v2
Hf =k x
2 xg
Hf =0,3 x

2,052
2 x 9,81

Hf =0,642 m
i. Hstatis = 3+(4x4) +13 + 8
= 40 m

j. Head sistem

v2
= Hmayor +H minor + 2 g

= 4,071 m + 0,043 m + 1,285 m + 0,642 m + 0,214 m


= 6,255 m
k. Head pompa = Head sistem + H statis + sisa tekan
= 6,255 m + 40 m + 10 m
= 56,255 m
Whp atau daya pompa merupakan energy yang secara efektif diterima oleh air
dari pompa per satuan waktu. Whp sendiri merupakan akronim dari watt horse
power. Berikut ini adalah rumus yang dapat digunakan untuk menghitung daya
pompa :
Whp

x Q x Hp

Dimana :
Whp

= daya pompa (Kwatt)


= massa jenis air (kg/m3)

= debit air bersih (m3/s)

Hp

= Head pompa (m)

Sehingga besar daya pompanya adalah


1000 kg /m3 x 3,88 x 103 x 56,255
75

Whp

Whp

= 291 Hp

Karena 1 Hp = 0,746 kW, maka :


Whp

= 291 Hp x 0,746 kW
= 217 kW

Berdasarkan perhitungan yang diperoleh maka dapat ditentukan jenis pompa


dari grafik daya pompa sebagai berikut

Keterangan :
Sumbu x adalah debit per satuan jam (m3/h)
Sumbu y adalah headloss pompa (m)
Gbr. 3.4. Grafik Daya Pompa

Adapun debit dan headloss yang diperoleh adalah sebagai berikut :


Debit

: 13,98 m3/jam (berdasarkan unit beban alat plambing)

Head pompa : 56,255 m


Apabila debit dan head pompa tersebut diplotkan dalam grafik daya pompa
maka dapat ditentukan jenis dan seri pompa. Adapun jenis dan seri pompa yang
didapat antara lain :
Seri pompa

: 50-32-200

Jenis Pompa : CENTRIFUGAL PUMP LEO LEP

Berdasarkan jenis pompa leo lep dengan seri 50-32-200 maka diperoleh
spesifikasi sebagai berikut :
Model / seri

: 50-32-200

Inlet

: 50 mm

Outlet

: 32 mm

Impeller Size

: 200 mm

Catriage Seal

: Diameter 35 mm Seal

Input Shaft Dia

: 24 x 50 mm L

Driven Power

: 24 x 50 mm L

Max. Capacity Head/Flow

: 53m/17m3/h

Rated Capacity Head/Flow

: 50m/12.5m3/h

Kecepatan

: 2900 rpm

Frekuensi

: 50 Hz

Gbr. 3.5. Pompa Sentrifugal LEO LEP