Anda di halaman 1dari 18

Karbohidrat

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Karbohidrat berasal dari bahasa yunani yang berarti gema yang
dikemukakan pertama kali oleh para ahli kimia perancis, merupakan
suatu senyawa organik yang paling melimpah dibumi, dimana
karbohidrat ini memiliki berbagai manfaat dalam tubuh makhluk hidup,
terutama sebagai bahan bakar seperti glukosa, cadangan makanan
misalnya pada pati pada tumbuhan, dan glikogen pada hewan serta
sebagai materi pembangun seperti selulosa pada tumbuhan dan kitin
pada hewan.
Karbohidrat

merupakan

salah

satu

senyawa

organik

biomakromolekul alam yang banyak ditemukan dalam makhluk hidup


terutama tanaman. Pada tanaman yang berklorofil, karbohidrat
dibentuk melalui reaksi antara karbon dioksida dan molekul air dengan
bantuan sinar matahari, yang biasa disebut fotosintesis.
Karbohidrat terdiri dari 4 golongan antara lain monosakarida
yang merupakan gula paling sederhana, disakarida yang terdiri dari 2
unit

monosakarida,

oligosakarida

yang

terdiri

dari

3-10

unit

monosakarida, serta polisakarida yang terdiri lebih dari 10 unit


monosakarida.
Selain itu, karbohidrat juga menyediakan berbagai kebutuhan
dasar

yang

diperlukan

tubuh

makhluk

hidup.

Monosakarida,

khususnya pada glukosa merupakan nutrient utama sel. Pada


vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga sel-sel
tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil tenaga yang
tersimpan didalam molekul tersebut. Pati adalah bentuk utama
penyimpanan karbohidrat yang digunakan untuk sumber makanan
atau energi sedangkan selulosa adalah komponen utama karbohidrat
pada tanaman.
Karbohidrat adalah persenyawaan antar karbon, hidrogen serta
oksigen yang terbentuk dengan rumus umum yaitu Cn(H 2O)n.

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
Senyawa karbohidrat tidak hanya ditinjau dari segi rumus empirisnya
saja, tetapi yang paling penting adalah rumus strukturnya sebab dari
rumus struktur akan terlihat bahwa ada gugus fungsi penting yang
terdapat pada molekul karbohidrat yaitu gugus karbonil (aldehid dan
keton). Gugus-gugus fungsi itulah yang menentukan sifat senyawa
tersebut. Berdasarkan gugus yang ada pada molekul karbohidrat,
maka senyawa tersebut dapat didefinisikan sebagai polihidroksi
aldehida dan polihidroksi keton.
1.2 Maksud Praktikum
Adapun maksud percobaan yaitu untuk mengetahui dan
mempelajari mengenai uji atau analisa karbohidrat melalui metode
isolasi starch dari suatu bahan dan reaksi anatara amilum dengan
iodida.
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan percobaan yaitu untuk menentukan kadar amilum
pada sampel dengan metode isolasi starch dan menentukan reaksi
perubahan warna pada uji iodida starch dalam suasana asam, basa
dan netral.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Teori Umum
NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan persenyawaan antar karbon, hidrogen
dan oksigen yang terbentuk di alam dengan rumus umum Cn(H 2O)n.
Melihat rumus empiris tesebut, maka senyawa ini dapat diduga
sebagai hidrat dari karbon sehingga disebut karbohidrat (Tim Dosen,
2013).
Secara umum karbohidrat didefinisikan sebagai senyawa
organik yang mengandung atom karbon, hidrogen, dan oksigen dan
pada umumnya menghasilkan H2O. Karbohidrat didalam tubuh dapat
dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak.
Akan tetapi, sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan
yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makanan yang
berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hati. Karbohidrat dalam bentuk
laktosa hanya dijumpai didalam susu. Pada tumbuhan, karbohidrat
dibentuk dari hasil reaksi CO2 dan H2O melalui proses fotosintesis
didalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung klorofil. Pada
proses fotosintesis, klorofil pada tumbuhan-tumbuhan akan menyerap
dan menggunakan energy matahari untuk membentuk karbohidrat
dengan bahan utama CO2 dari udara dan air (H 2O) yang berasal dari
tanah. Energi kimia yang terbentuk akan disimpan didalam daun,
batang, umbi, buah, dan biji-bijian (Proverawati,2009).
Karbohidrat sederhana terdiri atas (Almatsier, 2010) :
1. Monosakarida yang terdiri atas jumlah atom C yang sama dengan
molekul air, yaitu [C6(H2O)6] dan [C5(H2O)5];
2. Disakarida yang terdiri atas ikatan 2 monosakarida di mana untuk
tiap 12 atom C ada 11 molekul air [C12(H2O)11];
3. Gula alkohol merupakan bentuk alkohol dari monosakarida
4. Oligosakarida adalah gula rantai pendek yang dibentuk oleh
galaktosa, glukosa, dan fruktosa.

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
Monosakrida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis
menjadi karbohidrat yang lebih sederhana. Monosakarida ini dapat
diklasifikasikan sebagai triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, atau
heptosa, bergantung pada jumlah atom karbon; dan sebagai aldosa
atau ketosa bergantung pada gugus aldehida atau keton yang dimilki
senyawa tersebut (Murray dkk, 2009).
Disakarida adalah produk kondensasi dua unit monosakarida. Ada
empat jenis disakarida yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, laktosa,
dan trehalosa. Trehalosa tidak begitu penting dalam ilmu gizi. Kedua
monosakarida yang saling mengikat berupa ikatan glikosidik melalui
satu atom oksigen. Ikatan glikosidik ini biasanya terjadi antara atom C
nomor 1 dengan atom C nomor 4 dan membentuk ikatan alfa, dengan
melepaskan

satu

molekul.

Hanya

karbohidrat

yang

unit

monosakaridanya terikat dalam bentuk alfa dapat dicernakan.


Disakarida dapat dipecah kembali menjadi dua molekul monosakarida
melalui hidrolisis. Glukosa terdapat pada empat jenis disakarida;
monosakarida lainnya adalah fruktosa dan galaktosa (Almatsier,
2010).
Gula alkohol terdapat di dalam alam dan dapat pula dibuat secara
sintetis. Ada empat jenis gula alkohol, yaitu sorbitol, manitol, dulsitol,
dan inositol. Sorbitol terdapat di dalam beberapa jenis buah dan
secara komersial dibuat dari glukosa. Sorbitol banyak digunakan
dalam minuman dan makanan khusus pasien diabetes, seperti
minuman ringan, selai dan kue-kue. Manitol dan dulsitol adalah
alkohol yang dibuat dari monosakarida manosa dan galaktosa. Secara
komersial, manitol diekstraksi dari sejenis rumput laut. Kedua jenis
alkohol ini banyak digunakan dalam industri pangan. Sedangkan
inositol merupakan alkohol siklis yang menyerupai glukosa. Inositol
terdapat dalam banyak bahan makanan, terutama dalam sekam
serealia. Bentuk esternya dengan asam fitat menghambat absorpsi
kalsium dan zat besi dalam usus halus (Almatsier, 2010).
NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
Oligosakarida adalah produk kondensasi tiga sampai sepuluh
monosakarida. Sebagian besar oligosakarida tidak dicerna oleh enzim
dalam tubuh manusia (Murray dkk, 2009).
Berdasarkan jumlah monomer pembentukan suatu karbohidrat
maka dapat dibagi menjadi 4 golongan besar yaitu monosakarida,
disakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Istilah sakarida berasal
dari bahasa latin (saccharum = gula) dan mengacu pada rasa manis
senyawa karbohidrat sederhana (Tim Dosen, 2013).
Monosakarida adalah karbohidrat yang tak dapat dihidrolisis
menjadi senyawa yang lebih sederhana. Jika didasarkan pada gugus
fungsinya, maka monosakarida secara keseluruhan dibagi atas dua
golongan besar, yaitu aldosa jika mengandung gugus aldehida dan
ketosa jika mengandung gugus keton (Tim Dosen 2013).
Polisakarida yang juga dikenal sebagai poliosa merupakan
karbohidrat majemuk yang mempunyai susunan kompleks dengan
berat molekul yang besar. Makromolekul ini merupakan polimer
monosakarida atau polimer turunan-turunan monosakarida. Apabila
monomer polisakarida hanya terdiri atas satu jenis monosakarida,
polisakarida ini disebuy homopolisakarida, apabila monomer terdiri
atas lebih dari satu jenis monosakarida atau turunan monosakarida,
polisakarida ini disebut heteropolisakarida (Sumardjo, 2008).
Polisakarida umumnya hanya terbentuk oleh satu

jenis

monosakarida atau turunan monosakarida. Rantai polimer polisakarida


dapat

lurus

atau

bercabang.

Rasa

polisakarida

tidak

manis.

Polisakarida tidak mereduksi pereaksi benedict atau pereaksi fehling.


Dalam keadaan padat, polisakarida tidak dapat membentuk Kristal.
Pada pemanasan dengan fenilhidrazi, polisakarisa tidak dapat
membentuk osazon. Monomer polisakarida terdapat dalam bentuk
piranosa dan furanosa. Diantara banyak polisakarida yang terdapat di
alam, ada struktur kimianya mengandung nitrogen, tetapi ada juga
yang struktur kimianya tidak mengandung nitrogen. Berdasarkan
monosakarida penyusunnya, polisakarida yang tidak mengandung
NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
nitrogen dapat dibedakan atas pentosan dan heksosan (Sumardjo,
2008).
Karbohidrat memiliki beberapa fungsi dalam tubuh yaitu sumber
energi, membantu metabolism lemak, serta mencegah pemecahan
protein tubuh secara berlebihan (Devi, 2010).
2.2 Uraian Bahan
1. Air suling (Ditjen POM, 1979)
Nama Resmi
: AQUA DESTILLATA
Nama Lain
: Air suling
Berat Molekul
: 18,02 gr/mol
Rumus Molekul
: H2O
Pemerian
: Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau,
tidak
mempunyai rasa.
Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup rapat.

Kegunaan

: Sebagai pelarut dan pemberi suasana netral


pada uji iodida.

2. Alkohol (Ditjen POM, 1979)


Nama Resmi

: AETHANOLUM

Nama Lain

: Etanol, alcohol

Rumus molekul

: C2H5OH

Pemerian

: Cairan tidak berwarna, jernih, dan mudah


menguap,

bau

khas,

rasa

panas

mudah.terbakar. Dan memberikan nyala biru.


Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air, dan eter serta


dalam kloroform.

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup rapat.

Kegunaan

: Sebagai pelarut

3. Amilum (Ditjen POM ; 1979)


Nama Resmi

: Amylum oryzae

Nama Lain

: Pati beras

Pemerian

: Serbuk sangat halus; putih; tidak berbau.

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
Kelarutan

: Praktis tidak

larut

dalam

air

dingin dan

dalam etanol 95 P
Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik, di tempat sejuk


dan kering

Kegunaan

: Sebagai Sampel

4. Asam klorida (Ditjen POM, 1979)


Nama Resmi

: ACIDUM HYDROCHLORIDUM

Nama lain

: Asam klorida

Rumus molekul

: HCl

Berat molekul

: 36,46

Pemerian

: Cairan

tidak

merangsang.

berwarna ;
Jika

berasap ; bau

diencerkan

dengan2

bagian volume air,asap hilang.


Penyimpanan

: Dalam wadah tertutp rapat

Kegunaan

: Sebagai pereaksi

dan pemberi

suasana

asam pada uji iodida.


5. Iodium (Ditjen POM, 1979 )
Nama Resmi

: IODUM

Nama Lain

: Iod

Pemerian

: Kaping atau butir mengkilat seperti logam.

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik.

Kelarutan

: Larut dalam lebih kurang 3500

air dalam13

bagian etanol 95 %.
Kegunaan

: Sebagai pereaksi

6. Natrium hidroksida (Ditjen POM ; 1979)


Nama Resmi

: NATRII HYDROXYDUM

Nama Lain

: Natrium Hidroksida

Rumus Molekul

: NaOH

Berat Molekul

: 40,00

Pemerian

: Bentuk batang, butiran, massa hablur atau


keping, kering, keras, rapuh dan menunjukkan

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
susunan hablur, putih, mudah meleleh basa.
Sangat alkalis dan korosif.Segera menyerap
karbondioksida.
Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air dan dalam


etanol (95%) P.

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik.

Kegunaan

: Zat tambahan.

2.3 Prosedur Kerja (Anonim, 2016)


1. Isolasi starch dari Ubi Jalar
300gram ubi jalar dikupas dan dicuci, dipotong-potong
kemudian dihomogenasikan dengan 200 ml air dalam blender + 1
menit. Campuran disaring melalui secarik kain putih, cairan yang
keruh ditampung dalam piala gelas 500 ml, sedang residu
dibuang.Ke dalam cairan, ditambahkan 200 ml air, kocok,
campuran

dibiarkan

mengendap.

Cairan

diatasnya

didekantasi.Starch disuspensi lagi dengan 200 ml air. Pekerjaan


dekantasi ini diulang lagi dengan 100 ml etanol 95% kemudian
didekantasi lagi. Saring melalui corong Buchner. Starch dikeringkan
dengan cara penyebaran (spread) pada suhu kamar, setelah kering
ditimbang.
2. Uji iodide untuk starch
Disiapkan. 3 tabung reaksi dan masukkan 3 mL amilum,
tabung reaksi pertama tambahkan 2 ml air dan 1 mL iod 0,01 M.
Tabung reaksi 2 tambahkan 2 mL HCl 6 M dan iod 0,01 M 1 mL.
Tabung reaksi 3 tambahkan 2 mL NaOH 6 M dan 1 mL iod 0,01 M.
Panaskan ketiga tabung, amati perubahan warna. Dinginkan dan
amati lagi perubahan warna.
A. Uji Iodida untuk starch
Tabung
Pereaksi

NUR HAYANI
15020150122

II

ROSTINA HARDIANTI

III

Karbohidrat
Amilum

3 mL

3 mL

3 mL

2 tetes

HCl 6 M

2 tetes

NaOH 6 M

2 tetes

Iod 0,01 M

1 tetes

1 tetes

1 tetes

Air

Campuran yang berwarna dipanaskan. Catat adanya perubahan


warna. Dinginkan dan catat lagi perubahan warnanya.

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
BAB 3 METODE KERJA
3.1 Alat Praktikum
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu pisau,
baskom, penyaring Buchner, blender, kain putih, gelas kimia 500 ml,
gelas ukur 200 ml, batang pengaduk, tabung reaksi, bunsen, pipet
skala, rak tabung, gegep kayu dan korek api.
3.2 Bahan Praktikum
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu jagung,
NaOH 6M, HCL 6M, iod 0,01 M, aquadest, aluminium foil.
3.3 Cara Kerja
1. Isolasi amilum dari Ubi jalar
Disiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan, ubi
jalar

dicuci

hingga

bersih

lalu

diserut.

Setelah

diserut,

dihomogenasikan dengan secukupnya secukupnya dalam blender


sampai halus.Kemudian disaring menggunakan secarik kain putih
untuk memisahkan residu dengan cairannya.Cairan ditampung
dalam gelas kimia lalu ditambahakan aquadest secukupnya,
dikocok dan dibiarkan mengendap selama 1 hari. Lalu bagian atas
cairan didekantasi, setelah itu disuspenskan lagi dengan air lalu
didekantasi

dengan

etanol

95%.

Kemudian

disaring

dan

dikeringkan dengan cara penyebaran di suhu ruangan dan


ditimbang berat amilum kering
2. Uji iod untuk starch
Disiapkan. 3 tabung

reaksi,

tabung

reaksi

pertama

dimasukkan 3 mL amilum lalu ditambahkan 2 mL air dan 1 mL iod


0,01 M. Tabung reaksi 2 dimasukkan 3 mL amilum lalu
ditambahkan 2 mL HCl 6 M dan iod 0,01 M 1 mL. Tabung reaksi 3
dimasukkan 3 mL amilum lalu ditambahkan 2 mL NaOH 6 M dan 1
mL iod 0,01 M. Kemudian Ketiga tabung dipanaskan dan diamati

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
perubahan warna yang terjadi. Dinginkan dan amati lagi perubahan
warnanya.

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
A. Uji iodida untuk starch
Tabung I
(Air)

Perubahan

Tabung
II (HCl)

Tabung
III
(NaOH)

Warna sebelum
ditambahkan Iod 0,01

Putih

Putih

M
Warna setelah
ditambahkan Iod 0,01

dipanaskan
Warna setelah
didinginkan
4.2 Pembahasan
Karbohidrat

Ungu

Ungu tua

M
Warna setelah

merupakan

Putih

Putih

muda

Putih

Putih

coklat

Putih

Ungu

Bening

salah

satu

senyawa

organik

biomakromolekul alam yang banyak ditemukan dalam makhluk hidup


terutama tanaman. Pada tanaman yang berklorofil, karbohidrat
dibentuk melalui reaksi antara karbon dioksida dan molekul air dengan
bantuan sinar matahari, yang biasa disebut fotosintesis.
Karbohidrat terdiri dari 4 golongan antara lain monosakarida
yang merupakan gula paling sederhana, disakarida yang terdiri dari 2
unit

monosakarida,

oligosakarida

yang

terdiri

dari

3-10

unit

monosakarida, serta polisakarida yang terdiri lebih dari 10 unit


monosakarida.
Pada percobaan kali ini dilakukan isolasi kanji (starch) dari ubi
jalar. Dimana ubi jalar yang telah ditimbang, dicuci dan dipotongpotong dimasukkan kedalam blender.
Kemudian campuran tadi disaring dan cairan tadi disaring
untuk mengurangi zat pengotor. Setelah itu disuspensi dengan air
NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
suling dan dibiarkan mengendap agar pengotor yang tersisa dapat
terpisah, kemudian cairan di atasnya didekantasi untuk memisahkan
pati dan pengotor. Diulangi sekali lagi agar pengotor yang dapat
diendapkan dengan air benar-benar terpisah, kemudian pembilasan
yang dilakukan dengan etanol agar pengotor non polar dapat terpisah,
kemudian proses suspensi dan dekantasi diakhiri dengan penyaringan
dengan menggunakan kertas saring untuk memantapkan proses
pemisahan.
Dalam hal ini cairan keruh didekantasi sebanyak 2 kali dengan
menggunakan aquades dan terakhir dengan etanol 95%. Digunakan
etanol sebab etanol berfungsi untuk melarutkan bahan-bahan organik
yang tidak larut dalam air serta membersihkan karbohidrat dari kotoran
atau pengganggu seperti lemak, protein, dan lainnya .
Kemudian starch yang berhasil diisolasi dikeringkan pada suhu
kamar dekan cara disebarkan agar seluruh permukaan starch lebih
cepat kering.
Selanjutnya Pada uji iodida, pada tabung I dilakukan pada
suasana netral, amilum ditambahkan dengan air dan tidak terjadi
perubahan warna. Pada saat ditambahkan dengan larutan iod 0,01 M
larutan berubah menjadi warna ungu tua lalu dipanaskan larutan
berwarna putih dan setelah didinginkan tetap berwarna putih. Hal ini
membuktikan bahwa antara air dan amilum telah terjadi reaksi.
Pada Tabung II dilakukan pada suasana asam, larutan amilum
ditambah dengan HCL terjadi perubahan yaitu menjadi larutan
berwarna putih. Pada saat ditambahkan iod 0,01 M berubah warna
menjadi ungu muda. Hal ini menandakan terjadi reaksi amilum dan iod
sehingga memberikan warna ungu muda. Pada saat pemanasan,
larutan berwarna putih. Begitu pula setelah didinginkan tidak terjadi
perubahan warna.
Tabung III dilakukan pada suasana basa, yaitu dengan
menggunakan NaOH tidak terjadi perubahan. Pada saat pemanasan
dan pendinginan larutan tetap berwarna putih. Namun setelah
NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
mengalami pemanasan dan warna setelah pendinginan mempunyai
warna yang sama yaitu bening.
Adapun faktor kesalahan dari percobaan ini adalah kecilnya
kadar yang diperoleh disebabkan karena kualitas ubi jalar yang
digunakan tidak terlalu baik. Hal ini disebabkan karena ubi jalar yang
digunakan tidak terlalu bagus dan terjadi kesalahan pada saat
pengeringan

BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari hasil praktikum yang telah dilakukan yaitu
1. Pada uji isolasi starch dari ubi jalar dilakukan berbagai perlakuan
antara

lain

pencucian,

dihomogenasi,

disaring,

diendapkan,

didekantasi, dikeringkan dan ditimbang.


2. Pada uji iodide untuk starch diperoleh hasil, yang sesuai dengan
literature adalah sampel amilum yang ditambahkan dengan HCl
dimana adanya ikatan yang tadinya putus kembali lagi setelah
pendinginan.
5.2 Saran

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
Dalam melakukan percobaan alat dan bahan sebelumnya
harus dicek kelengkapannya agar dapat mempermudah praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim., 2016., Penuntun Praktikum Biokimia., Makassar:

Universitas

Muslim Indonesia
Almatsier. S., 2010., Prinsip Dasar Ilmu Gizi., Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta
Ditjen POM., 1979.,Farmakope Indonesia Edisi III., Jakarta : Departemen
Republik Indonesia
Devi, Nirmala, 2010, Nutrien and food: Gizi untuk Keluarga, PT
Gramedia Pustaka : Jakarta.

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
Murray, R. K. dkk., 2009., Biokimia Harper.,Penerbit Buku Kedokteran
EGC .Jakarta
Proverawati, Atika, 2009, Buku Ajar Gizi untuk Kebidanan, Mulia Media :
Yogyakarta.
Sumardjo, Damin, 2009, Pengantar Kimia : Buku Panduan Kuliah
Mahasiswa Kedokteran danProgram Strata I Fakultas
Bioeksata, EGC : Jakarta.
Tim Dosen Kimia Dasar, 2013, Kimia Dasar, Universitas Hasanuddin :
Makassar.

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Karbohidrat
LAMPIRAN
Sebelum Pemanasan

Setelah Pemanasan

Tabung 1

Tabung 2

Setelah di dinginkan

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI

Tabung 3

Karbohidrat
SKEMA KERJA
Siap 3 tabung reaksi
Tabung pertama di isi 3 ml amilum 2 tetes air dan 1 tetes iod 0,01 M
Tabung keuda di isi 3 ml amilum 2 tetes NaOH 6 M dan 1 tetes iod 0,01 M
Tabung ketiga di isi 3 ml amilum 2 tetes HCl 6 Mdan 1 tetes iod 0,06 M
Campuran yang berwarna di panaskan
Catat adanya perubahan warna.
Dinginkan dan catat lagi perubahan warnanya.

NUR HAYANI
15020150122

ROSTINA HARDIANTI