Anda di halaman 1dari 9

KD 3.

5
1. A. Penggolongan hukum dilihat dari bentuknya:
Hukum Tertulis
Hukum Tertulis yaitu hukum yang dapat kita temui dalam bentuk tulisan
dan dicantumtan dalam berbagai perauran peraturan negara.
Hukum Tertulis dibagi menjadi 2 yaitu:
Hukum Tertulis yang dikondifikasikan
Hukum Tertulis yang dikondifikasikan yaitu Hukum yang disusun
secara lengkap, sistematis, teratur, dan dibukukan sehingga tidak
perlu lagi peraturan pelaksanaan.
Hukum Tertulis tidak dikondifikasikan
Hukum Tertulis tidak dikondifikasikan yaitu Hukum yang tertulis
tetapi tidak disusun secara sistematis, tidak lengkap, dan masih
terpisah pisah.
Hukum tidak Tertulis
Hukum tidak Tertulis yaitu Hukum yang masih hidup dan tumbuh dalam
keyakinan masyarakat.
B. Penggolongan Hukum dilihat dari Fungsinya:
Hukum Material
Hukum Material yaitu hukum yang mengatur hubungan antara anggota
masyarakat yang berlaku umum tentang hal hal yang dilarang dan
dibolehkan untuk dilaqkukan.
Contoh: hukum pidana
Hukum Formal (hukum acara)
Hukum Formal (hukum acara) yaitu hukum yang mengatur bagamana
cara mempertahankan dan melaksanakan Hukum Material.
Contoh: Hukum acara pidana, Hukum acara perdata, Hukum acara.
2. Wewenang dan Kewajiban Mahkamah Konstitusi (MK)
Wewenang MK
1. Mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya
bersifat final untuk menguji undang undang dasar.
2. Memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang
kewenangannya diberikan oleh UUD.
3. Memutuskan pembubaran partai politik.
4. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu.
Kewajiban MK
Memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran
oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD.
3. Perbedaan Hukum publik dan Hukum privat
Hukum Publik
Mengutamakan
kepentingan
umum
Tidak
mengenal
asas
perdamaian
Gugatan tidak bisa dicabut

Hukum Privat
Mengutamakan kepentingan pibadi
Asas perdamaian lebih diutamakan
Gugatan bisa dicabut

Bersifat memaksa
Sanksi sesuai pasal 10 KUHP

Bersifat mengatur dan melengkapi


Sanksi
bentuk
perdxata
berupa
dendakurungan

4. Asas penuntutan yang digunakan jaksa dalam proses peradilan


1. Asas Oportunitas
Penuntut umum berwenang menuntut perkara demi kepentingan umum.
2. Asas Legalitas
Penuntut umum wajib menuntut setiap orang yang melakukan tindakan
pidana tanpa terkecuali.
5. Wewenang Mahkamah Agung (MA)
1. Mengadili pada tingkat kasasi
2. Menguji peraturan perundang undangan terhadap undang undang
dibawah undang undang
3. Dan mempunnyai kewenangan lainnyayang diberikam oleh undang
undang
4. Memberikan pertimbangan dalam hal presiden memberi grasi dan
rehabilitasi
KD 3.6
6. Asas asas kewarganegaraan menurut UU No. 12 Tahun 2006 tentang
kewarganegaraan
1. Asas ius snguinis
Asas ius snguinis yaitu Asas yang menentukan kewarganegaraan
seseorang berdasarkan keturunannya.
2. Asas ius soli
Asas ius soli yaitu asas yang menen tukan kewarganegaraan seseorang
berdasarkan tempat kelahirannya.
3. Asas kewarganegaraan tunggal
Asas kewarganegaraan tunggal yaitu asas yang menentukan satu
kewarganegaraan bagi setiap orang.
4. Asas kewarganegaraan ganda terbatas
Asas kewarganegaraan ganda terbatas yaitu asas yang menentukan
kewarganegaraan ganda bagi anak anak sesuai dengan ketentuan yang
diatur dalam undang undang.
7. Pengertian Bipatride dan Apatride beserta contoh
1. Bipatride
Yaitu adaadanya seorang penduduk yang mempunyai dua macam
kewarganegaraan sekaligus.
Contoh: terdapat orang dengan keturunan bangsa B yang negaqranya
menganut asas ius sanguinis lahir di negara A yang menganut asas ius
soli, orang tersebut memiliki dua kewarganegaraan.
2. Apatride
Yaitu adanya seorang penduduk yang sama sekali tidak mempunyai
kewarganegaraan.

Contoh: terdapat orang dengan keturunan bangsa A yang menganut asas


ius soli, lahir di negara B yang menganut asas ius sanguinis, orang
tersebut tidak memiliki kewarganegaraan.
8. Asas pokok negara Demokrasi
1. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan
Misalnya: Pemilihan wakil wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat
secara langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil.
2. Pengakuan hakikat dan martabat manusia
Misalnya: Adanya tindakan pemerintah untuk melindungi HAM demi
kepentingan bersama.
9. Macam Demokrasi dilihat dari titik berat yang menjadi pusat perhatiannya
1. Demokrasi Formal
Demokrasi Formal yaitu demokrasi yang berfokus dari bidang politik tanpa
mengurangi kesenjangan ekonomi.
2. Demokrasi Material
Demokrasi Material yaitu demokrasi yang berfokus di bidang ekonomi
tanpa mengurangi kesenjangan politik.
3. Demokrasi Campuran
Demokrasi Campuran yaitu demokrasi yang berfokus sama besar baik di
bidang politik maupun ekonomi.
10.Asas asas pemilu Indonesia menurut undang undang pasal 22E ayat 1 UUD
1945
1. Langsung
Rakyat sebagai pemilih mempunyai hak untuk memberikan suaranya
secara langsung sesuai dengan kehendak hati nuraninya.
2. Umum
Pada dasarnya semua warga negara yang memenuhi persyaratan sesuai
dengan undang undang ini berhak mengikuti pemilu. Pemilihan yang
bersifat umum mengandung makna menjamin kesempatan yang berlaku
menyeluruh bagi semua warga negara, tanpa diskriminasi berdasarkan
suku, agama, ras, golongan, henis kelamin, kedaerahan, pekerjaan, dan
status sosial.
3. Bebas
Setiap warga negara yang berhak memilih bebas menentukan pilihannya
tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun.
4. Rahasia
Dalam memberikan suaranya, pemilih ndijamin bahwa pilihannya tidak
akan diketahui oleh pihak manapun.
5. Jujur
Dalam penyelenggaraan pemilu, setiappenyelenggaraan pemilu, aparat
pemerintah, peserta pemilu, pengawas pemilu, pemilih, serta semua
pihak yang terkait harus bersikap dan bertindak jujur sesuai dengan
peraturan perundang undangan.

6. Adil
Dalam penyelenggaraan pemilu, setiap pemilih dan peserta pemilu
mendapat perlakuan sama serta bebas dari kecurangan manapun.
KD 3.7
11.Pengertian dan bentuk bentuk amcaman militer
Ancaman militer yaitu ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata
yang
terorganisasi
dan
dinilai
mempunyai
kemampuan
yang
membahayakankedaulatan
negara,
keutuhan
wilayah
negara,
dan
keseamatan negara.
Bentuk bentuk ancaman militer:
Agresi
Agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain
terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan
segenap bangsa atau dalam bentuk dan cara-cara:
1) Invasi berupa serangan kekuatan bersenjata negara musuh,
misalnya Invasi TelukBabi.
2) Bombardemen berupa penggunaan senjata/bom yang dilakukan
oleh musuh melalui angkatan udara.
3) Blokade terhadap pelabuhan, pantai, wilayah udara.
4) Serangan unsur Angkatan Bersenjata yang berada dalam
wilayah negara dimana tindakan atau keberadaannya
bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang
berlaku.
5) Tindakan yang mengizinkan penggunaan wilayahnya sebagai
daerah persiapan Agresi.
6) Pengiriman kelompok bersenjata untuk melakukan tindakan
kekerasan.
Pelanggaran wilayah
Pelanggaran wilayah merupakan suatu tindakan memasuki wilayah
tanpa izin, baik oleh pesawat terbang tempur maupun kapal-kapal
perang.
Spionase
Spionase merupakan kegiatan dari intelijen yang dilakukan untuk
mendapatkan informasi atau rahasia militer atau negara.
Sabotase
Sabotase dilakukan untuk merusak instansi penting militer atau objek
vital nasional dan dapat membahayakan keselamatan bangsa.
Aksi teror bersenjata
Aksi teror bersenjata dilakukan oleh jaringan terorisme internasional
atau yang bekerjasama dengan terorisme dalam negeri atau luar
negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan
negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. Aksi
terorisme pada prinsipnya adalah suatu tindak pidana kriminal tetapi
memiliki sifat yang khusus, yaitu memiliki ciri-ciri, bergerak dalam
kelompok, anggotanya memiliki militansi tinggi, beroperasi di bawah
tanah (rahasia), menggunakan perangkat/senjata yang canggih dan
mematikan serta umumnya terkait dalam jaringan internasional [2].

Pemberontakan bersenjata
Pemberontakan merupakan proses, cara, perbuatan memberontak
atau penentangan terhadap kekuasaan yang sah.
Perang Saudara
Perang Saudara terjadi antar kelompok masyarakat bersenjata dalam
satu wilayah yang sama.

12.Pengertian integrasi nasional dan faktor pendorong serta faktor npenghambat


integrasi nasional
Integrasi Nasional yaitu menggabungkan seluruh bagian menjadi sebuah
keseluruhan dan tiap tiap bagian diberi tempat, sehigga membentiuk
kesatuan yang harmonis daloam NKRI .
Faktor pendorong integrasi nasional
1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan
2. Keinginan untuk bersatu dikalangan Bangsa Indonesia seperti
yang dinyatakan dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928
3. Rasa cinta tanah air dikalangan Bangsa Indonesia, sebagaimana
dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi
kemerdekaan
4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara,
sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan yang gugur di
medan perang
5. Kesepakatan atau konsekuensi nasional dalam perwujudan
proklamasi kemerdekaan, pancasila, UUD 1945, Bendera merah
putih, lagu kebangsaan iIndonesi Raya, bahasa persatuan
Indonesia
Faktor penghambat integrasi nasional
1. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat
heterogen
2. kurangnya toleransi antar golongan
3. Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap ancaman
dan gangguan dari luar
4. Adanya
ketidak
puasan
terhadap
ketimpangan
gan
ketidakmerataan hasil hasil pembangunan
13.Upaya pemerintah dalam mengatasi berbagai bentuk ancaman terhadap
NKRI
1. Strategi Menghadapi Ancaman Militer
Menurut pasal 30 ayat 2 UUD 1945, dalam menghadapi berbagai macam
ancaman militer, Indonesia melaksanakan sistem pertahanan dan
keamanan
rakyat
semesta
(Sishankamrata).
Penyelenggaraan
Sishankamrata didasarkan pada kesadaran hak dan kewajiban seluruh
warga
negaraserta
keyakinan
akan
kekuatan
sendiri
untuk
mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia.
2. Menjalin hubungan persahabatan antar negara berdasarkan prinsip bebas aktif dengan kata
lain bangsa Indonesia bersifat netral dan berhubungan baik dengan negara lain

3. Meningkatkan peralatan, pertahanan militer dan ketahanan nasional diiringi dengan


peningkatan dari kualitas TNI sebagai inti pertahanan dalam sistem Hankamrata (pertahanan
keamanan rakyat semesta)
4. Selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang dapat membahayakan keutuhan NKRI
seperti mengikuti wajib militer dan belajar dasar-dasar kemiliteran dan selalu siap apabila
dibutuhkan dalam mempertahankan NKRI
5. mempertahankan Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD sebagai
landasan konstitusional serta landasan Nusantara sebagai landasan
fisional

14.Bentuk ancaman non militer yang berdimensi sosial budaya yang berasal dari
luar negeri
Di tahun 1994, 18 peperangan dari 23 peperangan yang terjadi di dunia ini
diakibatkan oleh sentimen-sentimen budaya, agama, serta etnis. Sementara
itu, 75% dari pengungsi dunia yang mengalir ke berbagai negara lain
didorong dengan alasan yang sama, tidak berbeda. Sementara itu, 8 dari 13
operasi pasukan perdamaian yang dijalankan oleh PBB ditujukan guna
mengupayakan terciptanya perdamaian dalam berbagai konflik antar etnis di
dunia.
15.Ciri ciri sistem pertahanan dan keamanan negara yang bersifat semesta
SISKAMHAMRATA
memiliki
ciri-ciri
sebagai
berikut:
1. kerakyatan => dimana rakyat berperan penting dalam pertahanan yang
di
abdikan
serta
untuk
masarakat
tersebut
juga
2. kesemestaan => memiliki arti dimana rakyat dan sumberdaya yang ada
baik SDM dan SDA di manfaatkan seluruhnya untuk mempertahannkan
negara
3. kewilayahan => dimana sistem ini haruslah menyebar keseluruh wilayah
tersebut untuk mempertahannkan wilayah negara yang terancam di
manapun .
KD 3.8
16.Hasil sidang PPKI tanggal 18 Agus tus 1945
1. Mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
yang
telah
dipersiapkan oleh BPUPKI, yang kemudian dikenal dengan Undang-Undang
Dasar
1945.
2. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai
wakil
presiden. Pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara aklamasi
atas
usul

dari
Otto
Iskandardinata.
3. Membentuk sebuah Komite Nasional untuk membantu presiden selama
Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum
terbentuk.
17.Pengertian Geopolitik
Geopolitik yaitu ilmu yang mempelajari kebijakan negara yang selalu
dikaitkan dengan letak geografis negara sebagai tempat hidup yang
bersangkutan.
Dalam geopolitik negara terbagi menjadi 2 yaitu
1. Negara Determinis
Yaitu negara yang letak geografisnya mempengaruhi peta politik negara
tersebut
2. Negara Posibilitis
Yaitu negara yang tidak menerima pengaruh secara dominan dari negara
yang berada disekitarnya meskipun saling berdekatan.
18.Peranan geopolitik bagi suatu negara
1. Berusaha menghubungkan kekuasaan negara dengan potensi alam yang
tersedia
2. Menghubungkan kebijaksanaan suatu pemerintahan dengan situasi ndan
kondisi alam
3. Menentukan bentuk dan corak politik luar dan dalam negeri
4. Menggariskan pokok pokok haluan negara
19.A. Pengertian wawasan nusantara
Wawasan nusantara yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai
strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan
tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek
kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
B. Perwujudan wawasan nusantara dibidang Ekonomi dan Pertahanan dan
keamanan
1)
Bidang ekonomi
Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif
adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan
hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah
air.

Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di


seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh
daerah dalam pengembangan kehidupan ekonominya.

Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan


satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha
bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar
kemakmuran rakyat.

2). Bidang pertahanan dan keamanan


Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat
pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem
pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai
ancaman bangsa dan Negara.
Dalam artian bahwa :
1. Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada
hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan
negara.
2. Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang
sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa
20.Faktor pendukung terciptanya kesadaran berbangsa dan bernegara
1 Tingkat keamanahan para pejabat negara
2 Pemerataan kesejahteraan setiap daerah
3 Keadilan dalam memberikan hak dan kewajiban masyarakat
4 Kepercayaan kepada wakil rakyat atau pemerintahan
5 Rasa memiliki dan bangga berbangsa Indonesia
6 Menyadari bahwa berbangsa dan bernegara yang satu
7 Mengetahui lebih banyak nilai positif dan kekayaan bangsa

TUGAS PPKN
LATIHAN UJI KOMPETENSI SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2015-2016

Disusun guna melengkapi tugas PPKn


Disusun oleh:

HENDRAWAN RIKI PRABOWO


12
X MIPA 3

SMA NEGERI 4 SURAKARTA


SURAKARTA
2016