Anda di halaman 1dari 10

RISAL BUDIMAN

TEAMWORK
POKOK BAHASAN 1: INTRODUCTION TEAMWORK

Team work berasal dari bahasa asing teridiri dari dua kata team dan work. Team
Sekelompok orang yang saling ketergantungan yang tinggi untuk melaksanakan tugas atau
mencapai tujuan tertentu. Work berarti kerja atau kegiatan yang di jalankan setiap individu yang
telah terpenuhi syarat kesepahaman di dalam team itu sendiri.
Jadi Teamwork ialah Mengerjakan sesuatu bersama sebagai satu tim untuk mencapai
suatu tujuan . Peranan teamwork sangat besar kontribusinya bagi tercapainya target /goal dari
suatu organisasi. Dalam suatu organisasi tanpa adanya team work yang tangguh , selain terbuka
peluang menuju kegagalan hasilnya pun tidak akan sesuai dengan apa yang di harapkan. "great
achievement is usually born of great sacrifice and never the result of selfishness" untuk
membangun teamwork yang tangguh dan efektif maka dibutuhkan, tujuan yang jelas, fokus,
komitmen & tanggung jawab, kompeten dan kepercayaan diri.
Dengan dimilikinya team work yang tangguh maka apapun yang telah di rencanakan
akan semain mudah di realisasikan. "there are ways to get something done: do it yourself,
employ someone, or forbid your children to do it".
Untuk dapat mengelola tim dengan baik, langkah pertama yang perlu diambil ialah
menentukan target dan tujuan team work, spesifikasi tugas kepada setiap individu tim. Divisidivisi besar meringkas tugas kepada divisi-divisi yang lebih kecil agar setiap anggota ikut andil
dan merasa bagian dari tim, agar dalam pelaksanaannya dapat dikontrol dengan mudah.
Pembagian tugas dan wewenang terhadap tiap divisi telah mencapai kesepakatan dari awal
pembbentukan team work.
Apabila terjadi perubahan rencana dan target tim, dipelajari terlebih dahulu. Setelah
tercapai kesepakatan terhadap perubahan target dan rencana tim, salah seorang dari anggota tim
yang melakukan perubahan tersebut memberikan instruksi kepada setiap divisi dan
membantunya saat dibutuhkan. Pada saat kegiatan tersebut dijalan, tim beserta anggota
melakukan evaluasi dari awal pelaksanaan hingga puncak acara selesai dilaksanakan senantiasa

untuk memastikan (mengawasi) secara rutin dan disiplin tentang peran setiap anggota tim dalam
menyukseskan kerja tim.
Perbedaan TIM dan GRUP

Grup

Tim

Ukuran tidak terbatas

Ukuran terbatas

Ditujukan untuk kepentingan umum

Ditujukan untuk mencapai tujuan yang


menyeluruh

Dilihat sebagai bagian dari sesuatu

Interaksi antar anggota untuk mencapai


tujuan individu dan kelompok

Saling ketergantungan demi mencapai

Saling ketergantungan untuk mencapai

tujuan individual

tujuan individual dan kelompok

Tidak memiliki tanggung jawab selain rasa Saling memililki rasa tanggung jawab atau
milik kelompok

berbagi tanggung jawab

Tidak selalu meliliki pekerjaan untuk

Bekerja secara bersama-sama secara fisik

dilakukan atau untuk mencapai tujuan

atau virtual

Jadi, kesimpulan dari tabel diatas yaitu, sebuah tim merupakan sekelompok orang yang
terorganisir, setiap anggotanya memiliki peran khusus dan saling bertanggung jawab, memiliki
keterampilan dan saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama.

Sedangkan grup adalah sekelompok orang dengan suatu kesamaan, cenderung tidak saling
mempengaruhi anggota satu sama lain, berkomitmen mencapai tujuan bersama dengan
berpedoman pada komando pemimpin.

ABDURRAHIMRADHIN

POKOK BAHASAN 2: HAMBATAN DAN MEMBENTUK TEAMWORK


A. HAMBATAN DALAM KERJA TEAM
Hambatan umum dalam team work suatu organisasi, yaitu :
1. Tujuan yang tidak jelas (Unclear Aims)
Dimana alasan dalam pelaksanaan tugas tidak dijelaskan dengan baik sehingga pelaksana
tidak mengetahui apa sebenarnya yang ingin dicapai.
2. Nilai-nilai yang tidak jelas (Unclear Values)
Dimana nilai-nilai organisasi tidak diketahui oleh anggota organisasi.
3. Filosofi manajemen yang tidak layak (Inappropriate Management Philosophy)
Dimana prinsip-prinsip manajemen yang mendasari pengambilan keputusan dan
membentuk atmosfer kerja tidak berpijak pada kenyataan yang ada dan tidak berpihak pada
kemanusiaan.
4. Kurangnya perencanaan dan pengembangan manajemen (Lack of Succession Planning
and Management Development)
Dimana persiapan akan tujuan organisasi di masa depan tidak diantisipasi dan tidak
direncanakan dengan matang.
5. Struktur organisasi yang membingungkan - (Confused Organizational Structure)
Dimana orang-orang di dalam organisasi kurang terurus secara efektif dan efisien.

6. Kontrol yang tidak memadai (Inadequate Control)


Dimana keputusan yang buruk akan didapat karena informasi yang kurang tepat dan
kurang ditangani oleh orang yang tepat pula.
7. Rekrutmen dan seleksi yang tidak tepat (Inadequate Recruitment and Selection)
Dimana orang-orang yang direkrut kurang memiliki pengetahuan, kepribadian, atau
keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
8. Training yang kurang (Poor Training)
Dimana orang-orang di dalam organisasi kurang dapat belajar secara efisien dalam
mengerjakan tugasnya dan kurang dapat meningkatkan hasil kinerjanya.
9. Stagnasi personel (Personnel Stagnation)
Dimana orang-orang di dalam organisasi tidak mencerminkan sikap yang dapat
mendorong keefektifan pengerjaan tugas dan pertumbuhan organisasi.
10. Komunikasi yang tidak berjalan lancar (Inadequate Communication)
Dimana visi organisasi tidak dimengerti, koordinasi antar anggota organisasi lemah, iklim
organisasi rusak dan para pembuat keputusan kekurangan informasi.
11. Tim kerja yang tidak berjalan baik (Poor Teamwork)
Dimana orang-orang di dalam organisasi yang seharusnya dapat bekerja sama tidak
dapat menjalankan perannya dalam kelompok dan menemui banyak hambatan dalam
bekerja sama.
12. Motivasi rendah (Low Motivation)
Dimana orang-orang dalam organisasi kurang memiliki perhatian terhadap
permasalahan organisasi dan kurang mengerahkan upayanya dalam mencapai tujuan
organisasi.

13. Kreativitas rendah (Low Creativity)


Dimana ide-ide untuk pengembangan tidak dimanfaatkan secara tepat dan terjadi
stagnasi dalam mengembangkan ide-ide baru.
B. MEMBANGUN TEAM WORK
Membangun Tim atau istilah bahasa inggrisnya Team Building adalah suatu upaya
yang dibuat secara sadar untuk mengembangkan kerja kelompok dalam suatu organisasi. Ahliahli ilmu sosial menyebut kelompok adalah suatu kumpulan orang yang terdiri dari dua atau
lebih yang berinteraksi dengan stabil dan diantara mereka mempunyai tujuan yang sama serta
menganggap kelompok itu sebagai kelompoknya sendiri (merasa memiliki). Walaupun tak
dapat disangkal bahwa ada beberapa kegiatan/aktifitas yang mungkin lebih efisien bila
dikerjakan oleh perseorangan, namun banyak sekali masalah yang bersifat terlalu luas dan
terlalu kompleks untuk ditangani oleh satu orang. Dalam hal ini kerja team pada manajemen
dapat memberikan hasil akhir yang lebih efektif dibanding dengan kerja perorangan.
Pada prinsipnya kita memerlukan team building untuk memperbaiki kinerja team
yang kita miliki. Beberapa alasan kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan team
building, antara lain:
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berfikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang pengertian antar sesama anggota kelompok, tidak ada arahan dan semangat
kerja yang timbul dalam suatu kelompok, sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat
bekerja bersama dalam kelompok.
5. Kurangnya rasa percaya diri antar sesama anggota tim, tidak dapat dicapai kesepakatan
terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktahuan akan kemungkinan peluang yang
dapat dilakukan oleh anggota tim.
Membentuk dan membangun team work yang solid, tentu tidak semudah kita
membalikan telapak tangan. Team work yang solid akan menciptakan hasil yang maksimal
dalam suatu tim tersebut.

Ada beberapa poin-poin penting yang harus diketahui seseorang jikalau berada dalam
sebuah team work organisasi atau pun perusahaan demi kebersamaan team kerja yang baik,
yaitu :
a. Teamwork adalah kerjasama dalam tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan
kepentingan.
b. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
c. Filosofi teamwork: Saya mengerjakan apa yang anda tidak bisa dan anda mengerjakan
apa yang saya tidak bisa'.
d. Ketika berada dalam team work, segala ego pribadi, sektoral, deparment harus
disingkirkan.
e. Dalam team work yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
f. Keragaman individu dalam team work memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi
minus jika tidak ada saling pengertian.
g. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal
sukses bersama.
h. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan
segera terealisasi.
i. Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team.
Bayangkan jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama
bermuara kemana ?
j. Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam team work yang akan
mempercepat proses pencapaian target.
k. Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemutusan
kerjasama.
l. Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak
perlu waktu yang lama.
m. Ingatlah selalu bahwa: Teamwork makes the dream work.

Kemudian Ada sepuluh karakteristik yang diperlukan membagun team work yang
prima dan partisipasi dalam menghasilkan kinerja secara luar biasa dan cepat mencapai tujuan
yang diharapkan, yaitu :
a. Prinsip, Tujuan dan Sasaran
Team efektif sangat dipengaruhi adanya prinsip, tujuan, dan sasaran yang jelas atau
dikenal dengan visi dan misi, sehingga secara sadar anggota tim disatukan oleh
kebersamaan tersebut dan membangun komitmen bersama. Semua anggota tim mengerti
dan menyetujui tujuan serta sasaran tim.
b. Keterbukaan dan Konfrontasi
Team bisa efektif sangat dipengaruhi adanya keterbukaan dan saling mempercayai antar
anggota team. Semua anggota mendapatkan informasi yang sama dari akses yang sama
pula. Selain itu juga dapat berkomunikasi dengan lancar dan jelas. Anggota team bebas
untuk mengeluarkan ide-ide, Eksperimen, dan kreativitasnya untuk selalu digiatkan dalam
menentukan tujuan bersama yang bisa diterima oleh semua anggota team work. Selain itu
juga anggota lainnya wajib untuk menolong anggota yang bersangkutan, jika memang ide
tersebut logis dan berguna untuk kemajuan teamnya.
b. Dukungan dan Kepercayaan
Team yang efektif sangat dipengaruhi adanya dukungan dan kepercayaan antar seluruh
anggota tim dengan baik. Pemimpin tidak akan dapat menyelesaikan program kerja
organisasi atapun perusahaan serta kegiatan sendiri tanpa adanya dukungan dan
kepercayaan anggota team. Karena hal tersebut sangat diperlukan untuk kemajuan team
untuk mencapai sukses bersama.
c. Kerjasama, Komunikasi dan Konflik
Team akan efektif sangat dipengaruhi adanya kerjasama, komunikasi dan konflik.
Komunikasi adalah link antar sesama anggota kelompok, sehingga keberadaanya sangat
penting. Kemampuan menggunakan komunikasi yang efektif dengan memanfaatkan
sarana komunikasi yang ada. Harus mampu membuat konflik yang tidak merusak

keutuhan team. Konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan jalan konsensus, bersifat
konstruktif, dan menerapkan pendekatan menang-menang (win approach).
d. Prosedur kerja dan keputusan yang layak
Team akan efektif mencapai tujuan, ketika anggota selalu mendukung keputusan serta
menjalankan prosedur dan pengawasan yang dibuat bersama-sama. Dalam team
diperlukan pemahaman peran, tanggung jawab, dan keterbatasan otoritas masing-masing.
e. Kepemimpinan yang layak
Kepemimpinan diri (personal leadership) adalah yang lebih utama, dibanding menuntut
pemimpin formal yang qualified dalam kelompok. Team perlu menyediakan pemimpin
yang dilandasi prinsip yang kuat dan mencukupi kebutuhan.
f. Review Kerja dan Program secara Reguler.
Team yang efektif harus selalu mengevaluasi fungsi dan proses yang sudah dilakukan
secara reguler. Tim efektif mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah dan
membuat keputusan dengan baik.
g. Pengembangan Individu.
Team akan bekerja efektif jika selalu mengelola peningkatan penghargaan individu.
Kegiatan team tidak hanya fokus pada hasil tetapi juga pada proses dan isi.
h. Hubungan antar kelompok (sosial).
Team akan efektif jika memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan, baik
dengan para atasan (melobi), dengan team lain (konsolidasi, sosialisasi dan share) serta
lingkungan perusahaan (adaptasi). Kurang kerja sama dengan kelompok lain akan
menyebabkan kerja samanya kurang menggairahkan.
i. Ikatan hati secara sinergi.
Team akan efektif jika sesama anggotanya memiliki ikatan hati dengan baik. Bahkan
secara sinergi mempunyai tanggung jawab moral untuk saling menasihati dan mencapai
keberhasilan bersama. Dimasa depan, team memiliki tumpuan utama pada kredibilitas
moral anggotanya.

Teamwork yang solid akan mampu memberikan hasil yang maksimal. Tentu karena
kerja keras tim yang didukung oleh superman-superman sebagai anggota tim. Sehingga yang
dihasilkannya pemikiran-pemikiran yang hebat, ide-ide yang super, bisa memberikan hasil
yang maksimal dan luar biasa dalam super team tersebut. Sekiranya seperti itulah pengertian
tentang teamwork yang selama ini sering kita dengarkan dan sering kita bicarakan baik dalam
lingkup lingkungan organisasi, perkerjaan dan dalam lingkup saat kita bermasyarakat.