Anda di halaman 1dari 9

ASAM HIDROKLORIDA (HCL) DAN

KEGUNAANNYA
JANUARY 8, 2014 ANSARIKIMIA LEAVE A COMMENT
HTTPS://WAWASANILMUKIMIA.WORDPRESS.COM/2014/01/08/ASAM-HIDROKLORIDA-HCL-DANKEGUNAANNYA/

ASAM HIDROKLORIDA merupakan larutan jernih, tidak berwarna dari


hidrogen klorida (HCl) dalam air. Asam ini sangat korosif, merupakan asam
mineral kuat yang banyak kegunaannya dalam industri. Asam hidroklorida
ditemukan di alam sebagai asam lambung.
Secara historis disebut asam muriatat, dan roh garam, asam hidroklorida
dihasilkan dari vitriol (asam sulfat) dan garam biasa. Asam ini pertama kali
muncul selama Renaissance, dan kemudian digunakan oleh ahli kimia seperti
Glauber, Priestley dan Davy dalam penelitian ilmiah mereka.
Dengan produksi utama dimulai pada revolusi Industri, asam klorida
digunakan dalam industri kimia sebagai pereaksi kimia dalam produksi skala
besar vinil klorida untuk plastik PVC, dan MDI / TDI untuk poliuretan. Asam ini
memiliki banyak aplikasi-skala yang lebih kecil, termasuk pembersih rumah
tangga, produksi gelatin dan aditif makanan lainnya, anti-kerak (descaling),
dan pengolahan kulit. Sekitar 20 juta ton asam klorida diproduksi di seluruh
dunia setiap tahunnya.
Senyawa terkait dengan asam hidroklorida adalah asam hidrobromida dan
asam hidro-iodida.
SEJARAH
Aqua regia, suatu campuran yang terdiri dari asam klorida dan asam nitrat,
dibuat dengan melarutkan sal amoniak dalam asam nitrat, digambarkan
sebagai karya Pseudo-Geber, alkemis Eropa abad ke-13. Referensi lain
menunjukkan bahwa penyebutan pertama aquaregia dalam penanggalan
naskah Bizantium hingga akhir abad ke-13.
Asam klorida bebas secara resmi dijelaskan oleh Libavius pada abad ke-16,
yang membuat asam klorida dengan memanaskan garam dalam cawan lebur
(crucible) tanah liat. Para penulis lain mengaku bahwa asam klorida murni
pertama kali ditemukan oleh oleh Biarawan Jerman Benediktin Basil
Valentine di abad ke-15,dengan memanaskan garam biasa dan vitriol (asam
sulfat) hijau,[15]sedangkan yang lain mengklaim bahwa tidak ada referensi
yang jelas untuk pembuatan asam klorida murni sampai akhir abad ke-16.

Pada abad ke-17, Johann Rudolf Glauber dari Karlstadt am Main,


Jerman menggunakan garam natrium klorida dan asam sulfat untuk
pembuatan natrium sulfat dalam proses Mannheim, yang melepaskan gas
hidrogen klorida. Joseph Priestley dari Leeds, Inggris membuat asam klorida
murni pada tahun 1772, dan pada 1818 Humphry Davy dari Penzance,
Inggris membuktikan bahwa komposisi kimia termasuk hidrogen dan klor.
Selama Revolusi Industri di Eropa, permintaan untuk zat-zat basa meningkat.
Sebuah proses industri baru oleh Nicolas Leblanc (Issoundun, Prancis) yang
aktif memproduksi skala besar murah natrium karbonat (soda ash).
Dalam proses Leblanc ini, garam biasa diubah menjadi soda ash,
menggunakan asam sulfat, batu kapur, dan batu bara, yang melepaskan
hidrogen klorida sebagai hasil-samping. Hingga Akta Alkali Inggris 1863 dan
undang-undang serupa di negara-negara lain, kelebihan HCl dibuang ke
udara. Setelah undang-undang tersebut, produsen soda ash diwajibkan
untuk menyerap gas limbah dalam air, yang menghasilkan asam klorida
pada skala industri.
Pada abad kedua puluh, proses Leblanc secara efektif digantikan oleh proses
Solvay tanpa hasil-samping asam klorida. Karena asam klorida. sudah
ditetapkan sebagai kimia penting dalam berbagai aplikasi, kepentingan
komersial dimulai dengan metode produksi lainnya, beberapa di antaranya
masih digunakan sampai sekarang. Setelah tahun 2000, asam klorida
kebanyakan dibuat dengan menyerap hasil-samping hidrogen klorida dari
produksi industri senyawa organik.
Sejak tahun 1988, asam klorida telah terdaftar sebagai prekursor Tabel II di
bawah Konvensi PBB Melawan Perdagangan Gelap Narkotika dan Psikotropika
karena penggunaannya dalam produksi heroin, kokain, dan methamphetamine.
SIFAT DAN REAKSI KIMIA
Hidrogen klorida (HCl) adalah suatu asam monoprotik, yang berarti asam ini
dapat berdisosiasi (yaitu, mengion) hanya sekali untuk menghasilkan satu
ion H+ (proton tunggal). Dalam air asam hidroklorida, H+ bergabung dengan
satu molekul air membentuk ion hidronium, H3O+:
HCl + H2O H3O+ + Cl
Ion lain yang terbentuk ialah Cl, ion klorida. Oleh karena itu, asam klorida
digunakan untuk membuat garam-garam yang disebut klorida, seperti
natrium klorida (NaCl). Asam klorida merupakan suatu asam kuat, karena ia
secara esensial terdisosiasi dengan sempurna di dalam air.
Asam monoprotik memiliki satu konstanta disosiasi asam, Ka, yang
menunjukkan tingkat disosiasi dalam air. Untuk asam kuat seperti HCl, Ka-nya

besar. Upaya teoritis untuk menetapkan Ka bagi HCl telah dibuat.[21] Bila
garam klorida seperti NaCl ditambahkan pada HCl encer mereka secara
praktis tidak memiliki efek terhadap pH, yang menunjukkan bahwa Cl adalah
basa konjugasi sangat lemah dan HCl sepenuhnya terdisosiasi dalam larutan
berair.
Bagi zat-antara untuk larutan asam klorida kuat, asumsi bahwa molaritas
H+ (unit konsentrasi) sama dengan molaritas HCl yang sangat baik,
menyetujui empat angka signifikan.
Dari enam asam mineral kuat yang umum dalam kimia, asam klorida
merupakan asam monoprotik yang paling tidak mungkin menjalani reaksi
reduksi-oksidasi. HCl merupakan salah satu dari asam kuat paling
berbahaya untuk ditangani, terlepas dari keasamannya, asam ini terdiri dari
ion non reaktif dan non-toksik. Larutan asam klorida dengan kekuatan
sedang adalah sangat stabil pada penyimpanan, mempertahankan
konsentrasinya melampaui waktu. Atribut ini, ditambah fakta bahwa HCl
tersedia sebagai reagen murni, membuat asam klorida reagen pengasaman
yang baik.
Asam hidroklorida adalah asam yang lebih disukai dalam titrasi untuk
penentuan jumlah basa. Tintran asam kuat memberikan hasil lebih tepat
karena titik akhir yang lebih jelas. Azeotrop atau asam hidroklorida bertitik
didih konstan (secara kasar 20,2%) dapat digunakan sebagai standar primer
dalam analisis kuantitatif, meskipun konsentrasinya yang tepat bergantung
pada tekanan atmosfir ketika asam ini dibuat.
Asam hidroklorida sering kali digunakan dalam analisis kimia untuk
menyiapkan (menghancurkan) sampel untuk analisis. Asam kloridabegitu
ia sering disebutdapat melarutkan banyak logam dan menjadi logam klorida
dan gas hidrogen, dan asam ini bereaksi dengan senyawa basa seperti
kalsium karbonat atau tembaga(II) oksida, yang membentuk klorida terlarut
yang dapat dianalisis.
SIFAT FISIKA
Sifat-sifat fisika dari asam klorida, seperti titik didih dan titik lebur, densitas,
dan pH, bergantung pada konsentrasi atau molaritas HCl dalam larutan
berair. Molaritasnya berkisar dari larutan dalam air pada konsentrasi sangat
rendah yang mendekati 0% HCl hingga nilai bagi asam klorida berasap pada
konsentrasi melebihi 40% HCl.
Konsentrasi

Densitas

Molaritas

pH

Visko
-sitas

Panas
spesifik

Te
k
ua

TD

TL

p
kg HCl/
kg

kg HCl/
m3

Bau
m

kg/L

mol/d
m3

mPas

kJ/
(kgK)

kP
a

10%

104,80

6,6

1,04
8

2,87

0,
5

1,16

3,47

1,9
5

10
3

1
8

20%

219,60

13

1,09
8

6,02

0,
8

1,37

2,99

1,4
0

10
8

5
9

30%

344,70

19

1,14
9

9,45

1,
0

1,70

2,60

2,1
3

90

5
2

32%

370,88

20

1,15
9

10,17

1,
0

1,80

2,55

3,7
3

84

4
3

34%

397,46

21

1,16
9

10,90

1,
0

1,90

2,50

7,2
4

71

3
6

36%

424,44

22

1,17
9

11,64

1,
1

1,99

2,46

14,
5

61

3
0

38%

451,82

23

1,18
9

12,39

1,
1

2,10

2,43

28,
3

48

2
6

Referensi suhu dan tekanan untuk table di atas adalah 20 C dan 1 atmosfir
(101,325 kPa).
Nilai tekanan uap diambil dari International Critical Tables, dan mengacu pada
total tekanan uap dari larutan tersebut.

Asam klorida sebagai campuran biner (dua-komponen), yaitu HCl dan H2O
memiliki azeotrop yang mendidih-konstan pada 20,2% HCl dan 108,6 C
(227 F). Ada empat titik eutektik kristalisasi-konstan untuk asam klorida,
antara bentuk kristal dari HClH2O (68% HCl), HCl2H2O (51% HCl), HCl3H2O

(41% HCl), HCl6H2O (25% HCl), dan es (0% HCl). Ada juga titik eutektik
metastabil pada 24,8% antara es dan kristalisasi HCl3H2O.
PRODUKSI
Asam klorida dibuat dengan melarutkan hidrogen klorida dalam air. Asam
klorida dapat dihasilkan dengan banyak cara, dan dengan demikian
beberapa prekursor bagi keberadaan asam hidroklorida. Produksi skala besar
asam hidroklorida ialah hampir selalu terintegrasi dengan produksi skali
industri dari zat-zat kimia lain.
Pasar Industri
Asam hidroklorida diproduksi sebagai larutan hingga mencapai 38% HCl
(taraf pekat). Konsentrasi yang lebih tinggi hanya mencapai 40% yang
secara kimia memungkinkan, namun tingkat penguapan begitu tinggi pada
penyimpanan dan membutuhkan penanganan amat sangat hati-hati, seperti
tekanan dan suhu rendah. Oleh karena itu, taraf-industri curah adalah 30%,
optimal untuk transportasi yang efektif dan product loss terbatas melalui uap
HCl. Larutan untuk kebutuhan rumah tangga di AS, umumnya untuk
pembersih, terutama 10% 12%, dengan rekomendasi kuat untuk
diencerkan sebelum digunakan. Di Inggris, di mana asam ini dijual sebagai
Spirit of Salt untuk pembersih lokal, potensinya sama seperti taraf industri
Amerika Serikat.
Produsen utama di seluruh dunia meliputi Dow Chemical pada 2 juta metrik
ton setiap tahunnya (2 MT/tahun), yang dihitung sebagai gas HCl dan FMC,
Georgia Gulf Corporation, Akzo Nobel, dan Tessenderlo masing-masing pada
0,5 MT/tahun. Total produksi dunia, untuk tujuan perbandingan dinyatakan
sebagai HCl, diperkirakan pada 20 MT/tahun dari sintesis langsung, dan
sisanya sebagai produk sekunder dari sintesis organik dan yang serupa
dengannya. Sejauh ini, kebanyakan asam hidroklorida dikonsumsi sendiri
oleh produsen. Ukuran pasar dunia terbuka lebar yang diperkirakan 5 MT /
tahun.
APLIKASI
Asam hidroklorida ialah asam anorganik kuat yang digunakan dalam banyak
proses industri. Aplikasinya sering menentukan mutu produk yang
diperlukan.
Pengawetan Baja
Salah satu aplikasi yang paling penting dari asam klorida dalam pengawetan
baja, untuk menghilangkan karat atau kerak oksida besi dari besi atau baja
sebelum proses berikutnya, seperti ekstrusi, rolling, galvanisir, dan teknik

lainnya.[6] [17] Kualitas teknis HCl pada konsentrasi khas 18% adalah bahan
pengawet yang paling umum digunakan untuk pengawetan jenis baja
karbon.
Fe2O3 + Fe + 6 HCl 3 FeCl2 + 3 H2O
Asam bekas (spent acid) telah lama digunakan kembali sebagai larutan
besi(II) klorida (juga dikenal sebagai ferro klorida, FeCl2), tetapi tingkat logam
berat tinggi dalam cairan pengawet praktek telah mengalami penurunan.
Industri pengawetan baja telah mengembangkan proses regenerasi asam
hidroklorida, seperti spray roaster atau proses regenerasi HCl fluidisasi bed,
yang memungkinkan perolehan kembali HCl dari cairan pengawet bekas.
Proses regenerasi yang paling umum ialah proses pirohidrolisis, yang
menggunakan rumus berikut:
4 FeCl2 + 4 H2O + O2 8 HCl+ 2 Fe2O3
Dengan pemulihan asam bekas, loop asam tertutup didirikan. Besi (III) oksida
hasil-samping dari proses regenerasi yang berharga, yang digunakan dalam
berbagai industri sekunder.
Produksi Senyawa Organik
Penggunaan utama lainnya dari asam hidroklorida ialah produksi senyawa
organik, seperti vinil klorida dan dikloroetana untuk PVC. Ini sering
digunakan sendiri, kebutuhan asam hidroklorida secara lokal yang tidak
pernah secara aktual muncul terbuka di pasaran. Senyawa organik lain yang
diproduksi dengan asam hidroklorida meliputi bisfenol A untuk polikarbonat,
karbon aktif, dan asam askorbat, serta sejumlah produk farmasi.
2 CH2=CH2 + 4 HCl + O2 2 ClCH2CH2Cl + 2 H2O (dikloroetana melalui
oksiklorinasi)
kayu + HCl + panas karbon aktif (aktivasi kimia)

Produksi Senyawa Anorganik


Sejumlah produk dapat dihasilkan dengan asam hidroklorida dalam reaksi
asam-basa biasa, yang meng-hasilkan senyawa anorganik. Ini termasuk zat
kimia pengolahan air seperti beri(III) klorida dan polialuminium klorida (PAC).
Fe2O3 + 6 HCl

2 FeCl3 + 3 H2O
(besi(III) klorida dari magnetit)

Baik besi(III) klorida dan PAC digunakan sebagai bahan flokulasi dan bahan
koagulasi dalam pengolahan air limbah, produksi air minum, dan produksi
kertas.
Senyawa anorganik lain yang dihasilkan dengan adanya asam hidroklorida
meliputi aplikasi di jalan garam kalsium klorida, nikel(II) klorida untuk
electroplating, dan seng klorida untuk industri galvanisasi dan produksi
baterai.
CaCO3 + 2 HCl CaCl2 + CO2 + H2O
(kalsium klorida dari batu kapur)
Kontrol pH dan Netralisasi
Asam klorida dapat digunakan untuk mengatur keasaman (pH) larutan.
OH + HCl H2O + Cl
Dalam industri yang menuntut kemurnian (makanan, farmasi, air minum),
asam klorida berkualitas tinggi yang digunakan untuk mengontrol pH dari
aliran air proses. Dalam industri yang kurang menuntut, kualitas asam
klorida teknis sudah cukup untuk menetralisir limbah sungai dan pengolahan air kolam renang.
Regenerasi Penukar Ion
Asam klorida berkualitas tinggi digunakan dalam regenerasi resin pertukaran
ion. Pertukaran kation secara luas digunakan untuk menghilangkan ion
seperti Na+ dan Ca2+ dari larutan berair, menghasilkan air demineralisasi.
Asam ini digunakan untuk membilas kation dari resin. Na+ diganti dengan
H+ dan Ca2+ dengan 2 H+.
Penukar ion dan air demineralisasi digunakan dalam industry kimia, produksi
air minum, dan banyak industry makanan.
Lain-lain
Asam hidroklorida digunakan untuk sejumlah besar aplikasi skala kecil,
seperti pengolahan kulit, pemurnian garam biasa, pembersih rumah tangga,
dan konstruksi bangunan. Produksi minyak dapat dirangsang dengan
penyuntikan asam hidroklorida ke dalam batuan pem-bentukan sumur
minyak, yang melarutkan sejumlah batuan, dan menciptakan struktur
berpori-besar. Pengasaman sumur minyak adalah suatu proses yang biasa
dalam industri produksiminyak Laut Utara.

Banyak reaksi kimia yang melibatkan asam hidroklorida yang digunakan


dalam produksi makanan, bumbu makanan, dan aditif makanan. Produkproduk khas termasuk aspartam, fruktosa, asam sitrat, lisin, hidrolisasi
protein nabati sebagai penguat rasa makanan, dan dalam produksi gelatin.
Asam klorida (sangat murni) kelas-makanan dapat digunakan ketika
dibutuhkan untuk produk akhir.
KEHADIRAN PADA MAKHLUK HIDUP
Asam lambung merupakan salah satu dari sekresi utama lambung. Asam
lambung terutama terdiri dari asam hidroklorida dan pengasaman isi
lambung pada pH 1 2.
Klorida (Cl) dan ion hidrogen (H+) dikeluarkan secara terpisah dalam
daerah fundus lambung di atas lambung oleh sel parietal dari mukosa
pencernaan ke dalam jaringan kerja sekretori yang
disebut canaliculi sebelum ia masuk ke dalam lumen lambung.
Asam lambung berfungsi sebagai penghalang terhadap serangan
mikroorganisme untuk mencegah infeksi dan penting bagi pencernaan
makanan. pH-nya yang rendah mendenaturisasi protein dan dengan
demikian membuat protein tersebut rentan terhadap degradasi oleh enzim
pencernaan seperti pepsin. pH rendah juga mengaktifkan precursor enzim,
yaitu pepsinogen menjadi enzim aktif pepsin dengan pembelahan diri
sendiri. Setelah meninggalkan lambung, asam klorida dari chyme yang
dinetralkan dalam duodenumdengan natrium bikarbonat.
Lambung itu sendiri terlindungi dari asam kuat tersebut melalui sekresi
lapisan mukus yang tebal, dan sekretin diinduksi pembufferan dengan
natrium bikarbonat. Mulas atau tukan lambung dapat timbul saat mekanisme
tersebut gagal. Obat-obatan antihidtamin dan golongan inhibitor pompa
proton dapat menghambat produksi asam dalam lambung,
dan antasida digunakan untuk menetralkan kehadiran asam.
KEAMANAN
Asam klorida pekat (asam klorida berasap) membentuk kabut asam. Baik
kabut asam maupun larutannya mem-punyai efek korosif terhadap jaringan
tubuh manusia, dengan berpotensi terhadap kerusakan organ pernafasan,
mata, kulit, dan usus secara irreversibel.
Pada pencampuran asam hidroklorida (HCl) dengan zat kimia pengoksidasi
biasa, seperti natrium hipoklorit (pemutih, NaClO) atau kalium permanganat
(KMnO4), menghasilkan racun gas klor.
NaClO + 2 HCl H2O + NaCl + Cl2

2 KMnO4 + 16 HCl 2 MnCl2 + 8 H2O + 2 KCl + 5 Cl2


Peralatan pelindung diri seperti sarung tangan karet atau PVC, kaca mata
pelindung, dan pakaian tahan-zat kimia dan sepatu harus digunakan untuk
meminimalkan resiko ketika menangani asam hidroklorida. Badan
Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat mengatur tingkat asam klorida
sebagai suatu zat beracun.
Angka UN atau angka DOT adalah 1789. Angka ini ditampilkan pada sebuah
plakat pada wadahnya.**