Anda di halaman 1dari 16

Sambungan Setruktur

SAMBUNGAN PAKU KELING (RIVETED JOINTS)


Jenis sambungan dengan menggunakan paku keling, merupakan sambungan tetap karena sambungan ini
bila dibuka harus merusak paku kelingnya dan tidak bisa dipasang lagi, kecuali mengganti paku kelingnya
dengan yang baru.
Pemakaian paku keling ini digunakan untuk :
- Sambungan kuat dan rapat, pada konstruksi boiler( boiler, tangki dan pipa-pipa tekanan tinggi ).
- Sambungan kuat, pada konstruksi baja (bangunan, jembatan dan crane ).
- Sambungan rapat, pada tabung dan tangki ( tabung pendek, cerobong, pipa-pipa tekanan).
- Sambungan pengikat, untuk penutup chasis ( mis ; pesawat terbang).
Sambungan paku keling ini dibandingkan dengan sambungan las mempunyai keuntungan yaitu :
1. Sambungan keling lebih sederhana dan murah untuk dibuat.
2. Pemeriksaannya lebih mudah
3. Sambungan keling dapat dibuka dengan memotong kepala dari paku keling tersebut.
Bila dilihat dari bentuk pembebanannya, sambungan paku keling ini dibedakan yaitu :
1. Pembebanan tangensial. Pada jenis pembebanan tangensial ini, gaya yang bekerja terletak pada garis
kerja resultannya, sehingga pembebanannya terdistribusi secara merata kesetiap paku keling yang
digunakan.

LAS
Definisi pengelasan menurut DIN (Deutsche Industrie Normen) adalah ikatan metalurgi pada sambungan
logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dengan kata lain, las adalah
sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Dalam proses
penyambungan ini adakalanya disertai dengan tekanan dan material tambahan (filler material)

SAMBUNGAN PAKU KELING (RIVETED JOINTS)


Jenis sambungan dengan menggunakan paku keling, merupakan sambungan tetap karena
sambungan ini bila dibuka harus merusak paku kelingnya dan tidak bisa dipasang lagi,
kecuali mengganti paku kelingnya dengan yang baru.
Pemakaian paku keling ini digunakan untuk :
-

Sambungan kuat dan rapat, pada konstruksi boiler( boiler, tangki dan pipa-pipa
tekanan tinggi ).

Sambungan kuat, pada konstruksi baja (bangunan, jembatan dan crane ).

Sambungan rapat, pada tabung dan tangki ( tabung pendek, cerobong, pipa-pipa
tekanan).

Sambungan pengikat, untuk penutup chasis ( mis ; pesawat terbang).

Sambungan paku keling ini dibandingkan dengan sambungan las mempunyai keuntungan
yaitu :
a. Sambungan keling lebih sederhana dan murah untuk dibuat.
b. Pemeriksaannya lebih mudah
c. Sambungan keling dapat dibuka dengan memotong kepala dari paku keling
tersebut.
Bila dilihat dari bentuk pembebanannya, sambungan paku keling ini dibedakan yaitu :
1. Pembebanan tangensial.
2. Pembebanan eksentrik.
A. PEMBEBANAN TANGENSIAL
Pada jenis pembebanan tangensial ini, gaya yang bekerja terletak pada garis kerja
resultannya, sehingga pembebanannya terdistribusi secara merata kesetiap paku
keling yang digunakan.
Bila ditinjau dari jumlah deret dan baris paku keling yang digunakan, maka kampuh
keling dapat dibedakan yaitu :
a. Kampuh Bilah Tunggal dikeling Tunggal
F
F

b. Kampuh Bilah Tunggal dikeling Ganda

F
F

c. Kampuh Bilah Ganda dikeling Tunggal

d. Kampuh Bilah Ganda dikeling Ganda

PERENCANAAN SAMBUNGAN PAKU KELING


1. Kampuh Bilah Tunggal Dikeling Tunggal
F
F

Bila paku tersebut mendapat pembebanan seperti terlihat pada gambar, maka seluruh
penampang dari paku tersebut akan putus tergeser bila tidak mampu menahan gaya luar
yang diberikan pada kedua ujung plat tersebut.
Tegangan yang terjadi pada penampang bahan yaitu :
Tegangan Geser :
g

F
( N / mm 2 )
A

Bila diameter paku adalah (d), maka luas penampang yang akan putus adalah :
A

.d 2
4

Sehingga :
g

F
F
4F

2
A .d
.d 2
4

Maka diameter paku keling :


d

4.F
. g

Untuk menentukan ukuran plat yang sesuai yaitu :

Bila tebal plat (t) dan lebar plat (b), maka plat tersebut akan putus tertarik, bila tidak
mampu menahan gaya luar yang diberikan. Sehingga tegangan yang terjadi pada
penampang plat yaitu tegangan tarik.

F
( N / mm 2 )
A

dimana : = tegangan tarik izin


F = gaya luar yang bekerja
A = luas penampang plat yang

akan putus.
Untuk luas penampang yang kemungkinan akan putus adalah :
A=(bd)t

Maka :

F
(b d )t

Contoh soal :
Dua buah plat akan disambung dengan kampuh bilah tunggal dikeling tunggal,
direncanakan menerima beban sebesar 10 kN. Bila bahan plat mempunyai tegangan tarik
izin 137,3 N/mm2 dan bahan paku dengan tegangan geser izinnya 109,8 N/mm2 serta
tebal plat 4 mm.
Tentukanlah :

a. Diameter paku keling yang sesuai.


b. Lebar plat yang dibutuhkan.

Penyelesaian :
Diketahui :

F = 10 kN

= 10000 N

; t = 4mm

= 137,3 N/mm2

= 109,8 N/mm2

Ditanya :

a) d ?

b) b ?

Jawab :

a.

b.

4 .F

. g

4.10000
.109,8

= 10,77 mm

= 11 mm

F
F
10000
b
d b
11 29,2mm
(b d )t
t. t
4.137,3

2. Kampuh Bilah Tunggal Dikeling Tunggal Satu baris


Bila kampuh bila tunggal dikeling tungga satu baris seperti terlihat pada gambar. Dimana
tegangan yang terjadi, pada paku keling yaitu :

F
A

Plat tersebut akan terpisah bila gaya luar (F) mampu memutuskan kedua luas penampang
paku. Bila jumlah paku (z) buah maka plat tersebut akan terpisah jika gaya (F) luar tidak
mampu memutuskan sebanyak luas penampang paku.

F
F

P
P/2

Untuk luas penampang paku yang akan putus pada sistem pada sistem sambungan jenis
ini sama dengan jumlah paku yang dipergunakan ( z = n) yaitu :
A = n x luas penampang paku yang putus.
A n.

.d 2
4

Sehingga :
g

F
4F

2
.d
n. .d 2
n.
4

Maka diameter paku keling :

4.F
n. . g

Untuk menentukan ukuran plat yang sesuai yaitu :


Bila tebal plat (t) dan lebar plat (b), jarak antara masing-masing sumbu paku (p), dan
jumlah paku dalam satu baris (z), maka plat tersebut akan putus tertarik, bila tidak
mampu menahan gaya luar yang diberikan. Sehingga tegangan yang terjadi pada
penampang plat yaitu tegangan tarik.

F
( N / mm 2 )
A

dimana : = tegangan tarik izin


F = gaya luar yang bekerja
A = luas penampang plat yang

akan putus.
Untuk luas penampang yang kemungkinan akan putus adalah :
A = ( b z.d ) t,

dimana b = z.p

A = ( z.p z.d) .t jadi

Maka :
Biasaya harga

Contoh Soal :

A = z ( p d) .t

F
F
p
d
z.( p d )t
z.t. t

P = 3.d + 5 (mm)

Dua buah plat akan disambung dengan kampuh bilah tunggal dikeling tunggal satu baris,
direncanakan menerima beban sebesar 10 kN. Bila bahan plat mempunyai tegangan tarik
izin 137,3 N/mm2 dan bahan paku dengan tegangan geser izinnya 109,8 N/mm2 , tebal
plat 5 mm dan jumlah paku yang digunakan sebanyak 2 buah.
Tentukanlah :

a. Diameter paku keling yang sesuai.


b. Lebar plat yang dibutuhkan.
c. Jarak antara paku.

Penyelesaian :
Diketahui :

F = 10 kN

= 10000 N

; t = 5 mm ; n=z = 2 buah

= 137,3 N/mm2

= 109,8 N/mm2

Ditanya :

a) d ?

Jawab :

a. )

b) b ?
Diameter paku keling
d

b.)

c) p ?

4.F

n. . g

4.10000
2. .109,8

= 7,6 mm = 8 mm

Jarak antara paku


p = 3. d + 5 (mm)

= 3 (8) + 5 = 29 mm

Periksa ;

F
10000

50 N / mm 2 t t
z.( p d )t 2(29 8).5

50 N/mm2 < 137,8 N/mm2 ---- Aman


d.)

Lebar plat yang dibutuhkan :


b=z.p

= 2 .(29mm) = 58 mm

3. Kampuh bilah tunggal dikeling ganda.

P/2

F
P

F
F

Untuk jenis sambungan kampuh bilah tunggal di keling ganda seperti terlihat pada gambar, maka
kedua plat tersebut terpisah bila mampu memutuskan dua baris penampang, jika jumlah paku (n)
buah maka paku terasabut akan putus tergeser, maka yang terjadi pada bahan adalah tegangan
geser.

A = n x luas penampang paku yang putus.


A n.

.d 2
4

Sehingga :
g

F
4F

2
.d
n. .d 2
n.
4

Maka diameter paku keling :


d

4. F
n. . g

Untuk menentukan ukuran plat yang sesuai yaitu :

Bila tebal plat (t) dan lebar plat (b), jarak antara masing-masing sumbu paku (p), dan
jumlah paku dalam satu baris (z1), maka plat tersebut akan putus tertarik, bila tidak
mampu menahan gaya luar yang diberikan. Sehingga tegangan yang terjadi pada
penampang plat yaitu tegangan tarik.

F
( N / mm 2 )
A

dimana : = tegangan tarik izin


F = gaya luar yang bekerja
A = luas penampang plat yang

akan putus.
Untuk luas penampang yang kemungkinan akan putus adalah :
A = ( b z1.d ) t,

dimana b = z1.p

A ( z1.p z1.d) .t jadi

Maka :
Biasaya harga

A = z1 ( p d) .t

F
F
p
d
z1 .( p d )t
z1 .t. t

P = 3.d + 5 (mm)

Contoh soal .
Dua buah plat disambung seperti terlihat pada gambar diatas dimana pada kedua ujungnya
bekerja gaya sebesar 10000( N ). Bila Tegangan yang di izinkan untuk plat 137.9 N/mm 2
tegangan geser izin untuk bahan paku 109.8 N/mm . Jumlah paku keling yang di gunakan
berjumlah 6 buah serta ketebalan plat 5 mm.
Ditanyakan :
a. Diameter paku keling.
b. Jarak antara paku .
c. Lebar plat yang dibutuhkan .
2

Penyelesaian :
Diketahui :

F = 10 kN

= 10000 N

; t = 5 mm

= 137,9 N/mm2
= 109,8 N/mm2
n = 6 buah ; z1 =3 buah

Ditanya :

a) d ?

Jawab :

a. )

b) p ?
Diameter paku keling

c) b ?

b.)

4 .F

n. . g

4.10000
6. .109,8

= 4,4 mm

= 5 mm

Jarak antara paku


p = 3. d + 5 (mm)

= 3 (5) + 5 = 20 mm

Periksa ;

F
10000

44,44 N / mm 2
z1.( p d )t 3( 20 5).5

44,44 N / mm2 137,8 N / mm 2 t t aman

c.)

Lebar plat yang dibutuhkan :


b = z1 . p

= 3 (20) = 60 mm

4. Kampuh Bilah Ganda Dikeling Tunggal

Sistem penyambung kampuh bilah berganda dikeling tunggal seperti terlihat pada gambar, maka
kedua plat tersebut akan terpisah, bila gaya luar mampu memutuskan dua luas penampang setiap
paku keling tersebut, maka banyak luas penampang paku yang akan di putus ( n ) adalah :
n = 2. z
Karena paku tersebut putus tergeser , maka tegangan gesernya adalah :

A = n x luas penampang paku yang putus, oleh karena n = 2.z maka :


A n.

.d 2
.d 2
.d 2
2.z
z
4
4
2

Sehingga :
g

F
2F

2
.d
z. .d 2
z.
2

Maka diameter paku keling :


d

2 .F
z. . g

Menentukan lebar minimal plat.


Pada sistem sambungan ini , kemungkinan plat yang putus tertarik yaitu plat yang akan di
sambung itu sendiri (plat bagain tengah ) . bila lebar plat (b) dan tebal (t) serta jarak antara
sumbu paku (p), maka luas penampang plat yang akan putus bila jumlah paku dalam satu baris
(z1) adalah :

F
( N / mm 2 )
A

dimana : = tegangan tarik izin


F = gaya luar yang bekerja
A = luas penampang plat yang

akan putus.
Untuk luas penampang yang kemungkinan akan putus adalah :
A = ( b z1.d ) t,

dimana b = z1.p

A ( z1.p z1.d) .t jadi

Maka :

A = z1 ( p d) .t

F
F
p
d
z1 .( p d )t
z1 .t. t

Biasaya harga P = 3.d + 5 (mm)


Contoh soal :
Dua buah plat disambung dengan sistem kampuh bilah berganda dikeling tunggal seperti
gambar , di mana mendapat pembebanan sebesar 10000 (N) . Bila tegangan tarik izin untuk
bahan plat 137,3 N/mm2 . dan tegangan geser izin untuk bahan paku adalah 109,8 N/mm2.
Untuk plat tebal 5 mm dan jumlah paku yang akan di pasang 2 buah dalam satu baris .
Ditanyakan : a. Diameter paku keling
b. Jarak antara sumbu paku keling
d. Lebar plat yang di butuhkan.

Penyelesaian :

Diketahui :

F = 10 kN

= 10000 N

; t = 5 mm

= 137,9 N/mm2

; z1 = 2 buah

= 109,8 N/mm2

n = 4 buah
Ditanya :

a) d ?

Jawab :

a. )

b) b ?
Diameter paku keling
d

b.)

c) p ?

2.F

z. . g

2.10000
2. .109,8

= 5,4 mm = 5,5 mm

Jarak antara paku


p = 3. d + 5 (mm)

= 3 (5,5) + 5 = 21,5 mm

Periksa ;

F
10000

62,5 N / mm 2
z1 .( p d )t 2(21,5 5,5).5

t t aman

c.)

Lebar plat yang dibutuhkan :


b = z1 . p

= 2 (21,5) = 43 mm

Sambungan Las
Mengelas adalah menyambung dua bagian logam dengan cara memanaskan sampai suhu
lebur dengan memakai bahan pengisi atau tanpa bahan pengisi.
Dalam sambungan las ini, yang akan dibahas hanya bagaimana cara menghitung kekuatan
hasil pengelasan saja, sedangkan bagaimana teknik pengelasan serta teorinya, akan
diterangkan secara lebih terinci pada kuliah teknologi mekanik.
Sistim sambungan las ini termasuk jenis sambungan tetap dimana pada konstruksi dan alat
permesinan, sambungan las ini sangat banyak digunakan.
Untuk menghitung kekuatan sambungan las ini, disesuaikan dengan cara pengelasannya serta
jenis pembebanan yang bekerja pada penampang yang dilas tersebut.
6.1 PERHITUNGAN KEKUATAN SAMBUNGAN LAS.

Sebuah profil siku (20x15x1) cm, akan disambung dengan sebuah plat datar menggunakan
sambungan las listrik pada kedua sisi parallel dari profil tersebut (lihat gambar).

Profil siku tersebut direncanakan mendapat pembebanan tarik sebesar 200 kN. Bila tegangan
geser izin untuk bahan plat sebesar 7500 N/cm2.
Tentukanlah panjang yang akan dilas (La dan Lb), bila gaya yang bekerja melalui titik berat
dari profil siku tersebut ?