Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS ASTANAJAPURA KECAMATAN ASTANAJAPURA
Jl. KH. Wahid Hasyim Desa Mertapada Wetan
e-mail : pkmasjap@gmail.com
KABUPATEN CIREBON
45181

PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan

nasional, yang

pada

kesehatan oleh

hakekatnya

merupakan

upaya

penyelenggaraan

bangsa indonesia untuk mencapai kemampuan hidup sehat

bagi setiap penduduk agar

dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal,

sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum bagi tujuan nasional. Pembangunan
nasional dapat terlaksana sesuai dengan cita-cita bangsa jika diselenggarakan oleh
manusia yang cerdas dan sehat. Keberhasilan

pembangunan kesehatan

sangat dipengaruhi oleh tersedianya sumber-daya manusia yang sehat, trampil


dan ahli, serta memiliki perencanaan
dengan justifikasi

kesehatan

kuat dan logis yang

dan

didukung oleh

pembiayaan

terpadu

data dan informasi

epidemiologi yang valid.


Pembangunan bidang kesehatan di indonesia saat ini mempunyai beban
ganda pembangun

(double burder).

Penyakit

infeksi

dan

menular

masih

memerlukan perhatian besar dan s ementara itu telah terjadi peningkatan penyakitpenyakit tidak menular seperti penyakit karena perilaku tidak sehat serta penyakit
degeneratif. Kemajuan transformasi dan komunikasi, membuat penyakit dapat
berpindah dari satu daerah atau negara ke negara lain dalam waktu
singkat serta

tidak

berbagai penyakit
kecendrungan

mengenal batas

baru

wilayah

(new emerging diseases)

meningkatnya

kembali

beberapa

yang relatif

administrasi. Selanjutnya
ditemukan,

serta

penyakit yang selama ini

sudah berhasil dikendalikan (reemerging diseases).


Selama ini pengertian konsep surveilans epidemiologi sering dipahami hanya
sebagai kegiatan
pengertian

seperti

pengumpulan

data

dan

penanggulangan

KLB,

itu menyembunyikan makna analisis dan penyebaran

informasi epidemiologi sebagai bagian yang sangat penting dari proses kegiatan

surveilans epidemiologi. Menurut WHO, surveilans adalah proses pengumpulan,


pengolahan, analisis, dan interpretasi data secara sistematik dan terus menerus
serta penyebarab informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil
tindakan.

Oleh

karena

itu

perlu

dikembangkan

suatu

definisi

surveilans

epidemiologi yang lebih mengedepankan analisis atau kajian epidemiologi


serta pemanfaatan informasi epidemiologi, tanpa melupakan pentingnya kegiatan
pengumpulan dan pengolahan data.
Dalam sistem ini yang dimaksud dengan surveilans epidemiologi adalah
kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap
masalah-masalah

kesehatan

dan

kondisi

yang

penyakit atau

mempengaruhi

terjadinya

peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut,


agar dapat melakukan tindakan
melalui

penanggulangan secara

efektif

dan

efisien

proses pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi

epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.


Sistem

surveilans

epidemiologi

merupakan

tatanan

prosedur

penyelenggaraan surveilans epidemiologi yang terintegrasi anatara unit-unit


penyelenggara surveilans dengan labolatorium, sumber-sumber data, pusat
penelitian, pusat kajian dan penyelenggara program
hubungan surveilans

epidemiologi

anatar

kesehatan,

meliputi tata

wilayah Kabupaten/kota, Propinsi

dan Pusat.
II

LATAR BELAKANG
Surveilans Kesehatan adalah kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus
menerus terhadap data dan informasi tentang kejadian penyakit atau masalah
kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan
penyakit atau masalah kesehatan untuk memperoleh dan memberikan informasi
guna mengarahkan tindakan pengendalian dan penanggulangan secara efektif
dan efisien.
Penyelenggaraan Surveilans Kesehatan dilakukan melalui pengumpulan data,
pengolahan data, analisis data, dan diseminasi sebagai satu kesatuan yang tidak
terpisahkan

untuk

menghasilkan

informasi

yang

objektif,

terukur,

dapat

diperbandingkan antar waktu, antar wilayah, dan antar kelompok masyarakat


sebagai bahan pengambilan keputusan.

Fungsi dasar Surveilans Kesehatan tidak hanya untuk kewaspadaan dini


penyakit yang berpotensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), tetapi juga
sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan program kesehatan
jangka menengah dan jangka panjang. Untuk itu hendaknya pelaksanaan
Surveilans Kesehatan mencakup seluruh pelaksanaan program di bidang
kesehatan yang membutuhkan pengamatan terus menerus, analisis dan
diseminasi informasi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan data dan informasi yang
terpercaya dan mempunyai aspek kekinian.
Surveilans Kesehatan yang mengandalkan kecepatan, ketepatan dan kualitas
data dan informasi perlu menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi.
Namun demikian prinsip epidemiologi dalam Surveilans Kesehatan tidak boleh
ditinggalkan.
Perkembangan dan akses media yang begitu luas dan cepat sampai ke
pelosok desa dan daerah terpencil memberikan kesempatan terhadap perubahan
sistem surveilans kesehatan. Pendekatan Surveilans Kesehatan berbasis kejadian
di masyarakat telah dikembangkan untuk mendapatkan data dan informasi dari
berita yang direkam dan dimuat di media massa, media sosial dan media online.
Hal ini meningkatkan sensivitas Surveilans Kesehatan untuk menangkap informasi
dengan cakupan yang luas dan cepat.
Secara umum Surveilans Kesehatan diperlukan untuk menjamin tersedianya
data dan informasi epidemiologi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam
manajemen kesehatan.
Dalam pelaksanaan Surveilans Kesehatan diperlukan harmonisasi secara
lintas program dan lintas sektor yang diperkuat dengan jejaring kerja surveilans
kesehatan.
III

TUJUAN
A Tujuan Umum
Tersedianya data dan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan
B Tujuan Khusus
a Tersedianya data berdasarkan waktu kejadian
b Tersedianya data berdasarkan tempat kejadian
c

Tersedianya data berdasarkan variable orang (umur dan Jenis Kelamin)

IV

JENIS DAN KEGIATAN SURVEILANS


A Jenis Surveilans
Berdasarkan sasaran penyelenggaraan surveilans meliputi
1 Surveilans penyakit menular
2 Surveilans Penyakit Tidak Menular
3 Surveilans Kesehatan Lingkungan
B Kegiatan Surveilans meliputi :
1 Pengumpulan data dilakukan dengan cara aktif dan pasif. Jenis data
surveilans kesehatan dapat berupa data kesakitan, kematian, dan faktor
risiko. Pengumpulan data dapat diperoleh dari berbagai sumber antara lain
individu, fasilitas pelayanan kesehatan, unit statistic dan demografi. Dalam
melaksanakan kegiatan pengumpulan data, diperlukan alat bantu (format)
yang dibuat sesuai dengan tujuan surveilans yang akan dilakukan dan
memuat semua variable data yang diperlukan.
2 Pengolahan

data

dilakukan

pembersihan

koreksi

dan

cek

ulang,

selanjutnya data diolah dengan cara pengelompokan berdasarkan tempat,


waktu dan orang. Hasil pengolahan dapat berbentuk table, grafik, dan peta
menurut variable golongan umur, jenis kelamin, tempat dan waktu atau
berdasarkan faktor risiko tertentu.
3 Analisis data dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang distribusi
penyakit

atau

masalah

kesehatan

serta

faktor-faktor

yang

mempengaruhinya menurut waktu tempat dan orang. Hasil analisis dalam


menentukan besaran masalah, kecenderungan suatu keadaan sebab
akibat kejadian dan penarikan kesimpulan.
4 Desiminasi informasi dapat disampaikan dalam bentuk laporan berkala,
forum pertemuan dilakukan dengan memanfaatkan sarana teknologi
informasi yang mudah diakses. Desiminiasi informasi dapat juga dilakukan
secara aktif terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan monitoring evaluasi
program kesehatan dengan menyampaikan hasil analisis.

C Jadwal Kegiatan

NO
1

BULAN
Januari

KEGIATAN

TUJUAN

- Penyelidikan

Mengetahui

Desember

Epidemiologi

apakah
di

menemukan

sekitar

SUMBER
DANA

Penderita

ada mendapatkan

(PE) dilakukan penderita


setiap

INDIKAOR

lain kunjungan

lingkungan rumah

,untuk

kasus campak

kasus

klinis

BOK

diambil

sempel
2

darahnya
Tercapainya

Maret,Juni, Memeriksa

Mengetahui

September

bak

apakah

,Desember

mandi,tempat

rumah atau di jentik sebasar

penampungan

sekolah

di angka

bebas

BOK

air di rumah, terdapat jentik


sekolah atau di nyamuk aedies
tempat-tempat
3

aygypty

umum
Februari - Pemeriksaan

semua

jalon Semua

calon

Juli

jamaah

haji jamaah

haji

kesehatan
calon

jamaah yang

haji

terpantau

tahun berangkat

2016

tahun
yang
pada

kesehatannya
2016 dari berangkat

masuk sampai

wilayah kembali pulan

kerja

PKM

Astanajapura
terperiksa
4

April - Juni

Pembinaan

kesehataanya
Calon jamaah Semua

calon

kesehatan

haji yang resti jamaah

haji

calon

jamaah terpantau

haji resti

kesehatannya

yang

resti

dapat
melakukan
ibadah dengan

BOK

September

Pengambilan

Mengetahui

baik
Semua jamaah

- Oktober

kartu K3JH

status

yang

kesehatan

pulang

jamaah haji

haji

baru
dari

BOK

diambil

kartu K3JHnya
V

BENTUK PENYELENGGARAAN SURVEILANS


a Surveilans Berbasis Indikator
Surveilans berbasis indikator dilakukan untuk memperoleh gambaran penyakit,
faktor risiko dan masalah kesehatan dan/atau maslah yang berdampak
terhadap kesehatan yang menjadi indikator program dengan menggunakan
data yang terstruktur.
Pelaksanaan surveilans berbasis indikator di puskesmas, dilakukan untuk
menganalisis pola penyakit, faktor

risiko, pengelolaan sarana pendukung

seperti
b Surveilans Berbasis Kejadian
Surveilans berbasis kejadian dilakukan untuk menangkap dan memberikan
informasi secara cepat tentang suatu penyakit, faktor risiko dan masalah
kesehatan, dengan menggunakan data selain data yang terstruktur
Selain itu dilakukan pencarian rumormasalah kesehatan secara aktif dan pasif
untuk meningkatkan ketajaman hasil Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).
Bila dalam pengamatan mingguan ditemukan sinyal peningkatan jumlah gejala
penyakit yang mengarah ke suatu penyakit potensial KLB, dilakukan respon
untuk verifikasi kebenaran kejadian peningkatan dan respon yang diperlukan
termasuk penyelidikan epidemiologi (surveilans berbasis kejadian)

VI

MONITORING DAN EVALUASI


Monitoring surveilans kesehatan dilaksanakan secara berkala utnuk mendapatkan
informasi atau mengukur indikator kinerja kegiatan, disamping itu monitoring akan

mengawal agar tahapan pencapaian tujuan kegiatan sesuai target yang telah
ditetapkan.
Evaluasi dilaksanakan untuk mengukur hasil dari surveilans kesehatan yang telah
dilaksanakan dalam periode waktu tertentu. Perandan kontribusi surveilans
kesehatan terhadap suatu perubahan dan hasil program.

Astanajapura, 25 Nopember 2016


Mengetahui

Progremer P2P Surveilans

Kepala UPT Puskesmas Astanajapura

Dr. Zainal

Yuni Alawiyah

NIP.19812602 200802 2 001

NIP.19761606 201409 2 001

KERANGKA ACUAN UPAYA P2P SURVEILANS

TAHUN 2016

DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIREBON

UPT PUSKESMAS ASTANAJAPURA


JLN. KH WAHID HASYIM DESA MERTAPADA WETAN KECAMATAN
ASTANAJAPURA CIREBON