Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN
1. 1.

Latar Belakang
Pada tanggal 1 April 2009 Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah
Kabupaten Sumedang ditetapkan sebagai satuan kerja yang menerapkan
Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD)
Status Penuh berdasarkan Peraturan Bupati Sumedang nomor 47 Tahun
2009.
Sebagai BLUD, fleksibilitas pengelolaan keuangan Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang berupa keleluasaan untuk
menerapkan

praktek-praktek bisnis

yang

sehat

untuk meningkatkan

pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan


umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai pengecualian dari
ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya.
Penetapan

status

sebagai

Badan

Layanan

Umum

Daerah

memberikan legalitas untuk melaksanakan pelayanan kesehatan secara


strategis dan komprehensif, fleksibilitas pengelolaan keuangan dan masih
diperolehnya bantuan atau subsidi untuk tenaga pegawai negeri sipil dan
investasi modal memberikan tantangan bagi manajemen untuk melakukan
inovasi dan memperluas pangsa pasar serta image bagi rumah sakit tidak
hanya melayani golongan menengah ke bawah, tetapi juga golongan
menengah ke atas.
Selain sebagai BLUD, RSUD Kabupaten Sumedang merupakan
bagian dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan
Pemerintah

Kabupaten

Sumedang

berdasarkan

Peraturan

Daerah

Kabupaten Sumedang nomor 9 Tahun 2014.


Untuk dapat lebih menjamin terselenggaranya pelayanan yang
optimal dan bermutu kepada masyarakat, sesuai amanat Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
bahwa setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diwajibkan menyusun
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) yang
berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), maka RSUD
Kabupaten Sumedang menyusun Rencana Kerja Tahun 2017.
Rencana Kerja RSUD Kabupaten Sumedang merupakan penjabaran
dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumedang
Tahun 2017, Rencana Strategis (Renstra) RSUD Kabupaten Sumedang
Tahun 2014-2018 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Sumedang Tahun 2014-2018.

1.2. Landasan Hukum


Dasar hukum penyusunan Renja RSUD Kabupaten Sumedang Tahun
2017 adalah:
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor
164,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);
2. Undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran
Negara Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Nomor
5072);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587),
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UndangUndang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua Atas UndangUndang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
4. Peraturan Pemerintah no. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangann Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4502);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4578);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun
2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4815);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah;
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang

Tahapan, Tata Cara Penyusunan,

Pengendalian, dan Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik


Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);
11. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 2 Tahun 2008 tentang
Rencana Pembanggunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten
Sumedang Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang
Tahun 2008 Nomor 2);
12. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 7 Tahun 2008 tentang
Urusan Pemerintahan Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah
Kabupaten Sumedang Tahun 2008 Nomor 7);
13. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 2 Tahun 2012 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang Tahun 2011-2031
(Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2012 Nomor 2,
Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1);
14. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2014 tentang
Rencana

Pembangunan

Jangka

Menengah

Daerah

Kabupaten

Sumedang Tahun 2014-2018 (Lembar Daerah Kabupaten Sumedang


Tahun 2014 Nomor 1);
15. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 9 Tahun 2014 tentang
Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang
(Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2014 Nomor 9);
16. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 18 Tahun 2014
tentang Prosedur Perencanaan dan Penganggaran Daerah Kabupaten
Sumedang (Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2014
Nomor 18);
17. Peraturan Bupati Sumedang Nomor 47 Tahun 2009 yang menetapkan
status penuh tentang pola pengelolaan keuangan Badan Layanan
Umum Daerah (PPK BLUD);
18. Peraturan Bupati Sumedang Nomor 32 Tahun 2015 tentang uraian
tugas jabatan struktural pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Sumedang (Berita Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2015 Nomor
32);
19. Peraturan Bupati Sumedang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Rencana
Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumedang Tahun 2017
(Berita Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2016 Nomor 10).
1.3. Maksud dan Tujuan
Dari sudut kepentingan organisasi/institusi, maka dibuatnya suatu
rencana kinerja mempunyai maksud dan tujuan, sebagai berikut :

Maksud :
Memberikan gambaran umum kepada para stakeholders internal maupun
eksternal mengenai arah dan kebijakan serta program dan kegiatan Rumah
Sakit dalam mendukung tercapainya Rencana Strategis lima tahun yang
pada akhirnya akan mendukung tujuan pembangunan kesehatan di
Kabupaten Sumedang.
Tujuan :
1. Memberi landasan kerja kepada organisasi
2. Memfokuskan arah dan kebijakan melalui program dan kegiatan yang
akan dilaksanakan organisasi
3. Sebagai salah satu tolok ukur bagi penilaian kinerja organisasi
1.4.

Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Rencana Kerja RSUD Kabupaten Sumedang
terdiri dari 4 (empat) bab yang dapat diuraikan dalam sistematika penulisan
sebagai berikut:
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Landasan Hukum
1.3. Maksud dan Tujuan
1.4. Sistematika Penulisan

BAB II

EVALUASI

PELAKSANAAN

RENJA

RSUD

KABUPATEN

SUMEDANG TAHUN 2015


2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja RSUD Kabupaten Sumedang
Tahun 2015 dan Capaian Renstra RSUD Kabupaten
Sumedang Tahun 2014-2018
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan RSUD Kabupaten Sumedang
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi RSUD
Kabupaten Sumedang
2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2017
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Tahun 2017
BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN


3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi Jawa
Barat
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja RSUD Kabupaten Sumedang
Tahun 2017
3.3. Program dan Kegiatan RSUD Kabupaten Sumedang Tahun
2017

BAB IV

PENUTUP

BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA RSUD KABUPATEN SUMEDANG
TAHUN 2015
2.1.

Evaluasi Pelaksanaan Renja RSUD Kabupaten Sumedang Tahun 2015


dan Capaian Renstra RSUD Kabupaten Sumedang Tahun 2014-2018
Penetapan indikator kinerja sangat penting mengingat fungsinya
sebagai pengukur atau penentu keberhasilan atau kegagalan SKPD dalam
melaksanakan rencana strategisnya. Indikator merupakan alat yang
digunakan untuk menjelaskan mengenai suatu kondisi. Sementara itu
indikator kinerja merupakan indikator yang menjelaskan mengenai kinerja.
Hal-hal yang direncanakan akan menjadi kinerja suatu SKPD yang akan
diukur keberhasilan pencapaian kinerjanya dengan menggunakan indikator
kinerja. Kinerja dapat diartikan sebagai hasil/keluaran dari program/kegiatan
yang hendak atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran
dengan kuantitas dan kualitas terukur. Untuk mengukur kinerja itu sendiri
diperlukan indikator kinerja yang merupakan alat ukur untuk pencapaian
suatu kebijakan/program/ kegiatan dan sekaligus untuk mengevaluasi dan
menilai kinerja sebuah entitas.
Evaluasi Pelaksanaan Renja RSUD Kabupaten Sumedang Tahun
2015 dan capaian Renstra RSUD Kabupaten Sumedang yang di danai oleh
APBD II, APBD Provinsi, Pajak Rokok, DBHCHT dan APBN terdiri dari 12
kegiatan, dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 2.1. Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja RSUD Kabupaten Sumedang sampai dengan Tahun Berjalan

Urusan/Bidang Urusan
Pemerintahan Daerah dan
Program/Kegiatan

2
URUSAN WAJIB
Bidang Kesehatan
Program pengadaan,
peningkatan sarana dan
prasarana rumah sakit/
rumah sakit jiwa/rumah
sakit paru-paru/rumah
sakit mata
Pembangunan Gedung
Rawat Inap, ICU Tahap I &
II (Pajak Rokok T.A 2016)

Pembangunan Gedung IGD


Tahap II
Pembangunan Gedung
Medical Chek Up Unit
Jantung, Paru-paru dan
Pembuluh Darah (DBHCHT)
Pengadaan Alat-alat
Kesehatan di RSUD
Kabupaten Sumedang
Pengadaan Tanah Untuk
Pengembangan Rumah
Sakit
Program Pelayanan
Kesehatan Penduduk
Miskin
Jaminan Pelayanan
kesehatan bagi Masyarakat
Miskin Non Quota

Indikator Kinerja
Program
(outcome)/
Kegiatan (output)

Target
Capaian
Kinerja
Renstra
Tahun
2018

Realisasi
Target
Kinerja
Hasil
Program
dan
Keluaran
Kegiatan
s/d Tahun
2014
5

Penyedian
Tempat Tidur (TT)
Pasien

550

Tersedianya
gedung perawatan
ICU dan
perawatan Rawat
Inap 8 lantai
Tersedianya
gedung Instalasi
Gawat Darurat di
RSUD Sumedang
Tersedianya
gedung pelayanan
Medical Check Up
unit jantung, paruparu dan
pembuluh darah
Tersedianya alat
kesehatan di
RSUD Kabupaten
Sumedang
Tersedianya tanah
untuk
pengembangan
rumah sakit
Terlaksananya
Pelayanan
Kesehatan pada
Penduduk Miskin
Terlaksananya
Jaminan
Pelayanan
kesehatan bagi
Masyarakat Miskin
Non Quota

Target dan Realisasi Kinerja


Program dan Keluaran
Kegiatan Tahun 2015

Target

Realisasi

Tingkat
Realisasi
(%)

8=(7/6)

320

50

50

Target
Program/
Kegiatan
Renja
Tahun
Berjalan

Perkiraan Realisasi
Capaian Target
Program/Kegiatan Renstra
s/d Tahun 2016
Realisasi
Capaian

Tingkat
Capaian
(%)

10=(5+7+9)

11=(10/4)

100%

40

410

74.55%

50%

50%

100%

100%

0%

100%

100%

60%

0%

50%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

2.2.

Analisis Kinerja Pelayanan RSUD Kabupaten Sumedang


Adapun analisis Kinerja Pelayanan RSUD Kabupaten Sumedang
yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
1. Meningkatnya kualitas, kuantitas dan profesionalisme SDM dengan
parameter sebagai berikut :

Rasio Dokter : Pasien di Rawat jalan 1 : 15

Rasio Perawat : Pasien di Rawat jalan 1 : 15

Rasio Dokter : Pasien Rawat Darurat 1 : 10

Rasio Perawat : Pasien Rawat Darurat 1 : 5

Optimalisasi pendayagunaan tenaga 78%

Tersedianya anggaran pendidikan dan pelatihan minimal 1.5 % dari total


anggaran

Tersedianya dokumen analisis jabatan dan pengembangan karir 100 %


2. Optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit :
-

Billing System Terpadu 100%

3. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan :


-

Ratio Tempat Tidur dengan jumlah penduduk adalah 1 tempat tidur :


1000 penduduk (WHO)

Pengembangan fasilitas pelayanan dan alked mencapai 100 %

Penyediaan gedung pelayanan/perawatan ICU dan rawat inap 8 lantai


-

Rasio pelayanan, meliputi :

Pertumbuhan rata-rata kunjungan rawat jalan / hari 1,04 %

Pertumbuhan rata-rata tindakan rawat jalan/ hari 1,04 %

Pertumbuhan rata-rata kunjungan rawat darurat/ hari 1,06 %

Pertumbuhan rata-rata tindakan rawat darurat /hari 1,03 %

Pertumbuhan rata-rata pemeriksaan radiologi /hari 1,12 %

Pertumbuhan rata-rata operasi / hari 1,03 %

Pertumbuhan rata-rata rehabilitasi medik/ hari 1.05 %

Pertumbuhan rata hari perawatan/ hari 1,15 %

Bed Occupancy Ratio (BOR) 75.95 %

Average Length of Stay(ALOS) 2.88 hari

Bed Turn Over (BTO) 89.39 kali

Turn Over Internal (TOI) 0.98 hari

Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 64.28/1000 kelahiran


hidup

Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 83.08/100.000

4. Meningkatnya

kinerja

Rumah

Sakit

untuk

menjamin

pelayanan

kesehatan pada masyarakat :

Kepuasan pasien 90%

Tersedianya SOP seluruh unit kepuasan pasien 100 %

Tersedianya Clinical Pathway 100%

Terselenggaranya koordinasi dengan SKPD terkait 4 kali dalam 1


tahun 100%

Unit-unit baru dalam menjaga Gugus Kendali Mutu 80 %

Rasio Mutu, meliputi :

Emergency Response Time Rate 5 menit

Lama Waktu Tunggu di Poli-klinik 55 menit

Angka Kematian di Gawat Darurat 0,33 %

Angka kematian > 48 jam (NDR) 2.5 %

Angka Pasien Rawat Inap yang dirujuk 1%

Post Operative Death Rate 1 %

Angka infeksi nosokomial 0,5%

Kecepatan Pelayanan resep


-

Obat jadi 35 menit

Obat Racikan 60 menit

Waktu tunggu sebelum operasi

Rasio Tempat Tidur kelas III 51%

Pemanfaatan Tempat Tidur (BOR) kelas III 74,70%

7hari

5. Terwujudnya otonomi pengelolaan Rumah Sakit dalam rangka menuju


RS efektif dan efisien:
-

Pelaksanaan penatausahaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban


keuangan sebagai Badan Layanan Umum mencapai 100%

Pengelolaan keuangan sistem accrual basic mencapai 100%

Penetapan sistem akuntabilitas Rumah Sakit mencapai 100%

Pelaksanaan penatausahaan dan pertanggungjawaban klaim pada


pihak ke 3 secara tepat waktu 100%
Secara keseluruhan pelayanan pasien selama kurun waktu tahun

2015 pelaksanaan PPK-BLUD RSUD Kabupaten Sumedang cenderung


meningkat yang dilihat dari berbagai aspek yaitu :
Customer Acquistion indikator ini digunakan untuk mengukur sampai
sejauh mana minat pasien baru menggunakan jasa layanan yang
disediakan RSUD Kabupaten Sumedang.
Customer loyality, ini bertujuan untuk mengukur sampai sejauh mana
BLUD RSUD Kabupaten Sumedang mampu mempertahankan pasien
lama (kunjungan ulang) untuk menggunakan jasa layanan yang
disediakan.
Keluhan pasien: Indikator ini untuk mengukur sampai sejauh mana
kepuasan pasien terhadap layanan yang diberikan, survey kepuasan

pelanggan/masyarakat

terhadap

kualitas

pelayanan

dan

unsur

penunjang pelayanan rumah sakit dilaksanakan 2 kali selama 2015


Quality of Place
Terdapat tiga indikator yang menggambarkan secara agregat kualitas
fisik layanan Rumah Sakit yaitu :
a) Angka Penggunaan Tempat Tidur (Bed Occupation Ratio = BOR),
yaitu prosentase pemakaian tempat tidur pada satu waktu tertentu.
Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat
pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Menurut Departemen
Kesehatan RI (tahun 2005), nilai parameter BOR yang ideal adalah
antara 60-85%, dihitung berdasarkan rumus, BOR = ((Jumlah hari
perawatan rumah sakit / (Jumlah tempat tidur x Jumlah hari dalam
satu periode)) x 100%.

pemanfaatan tempat tidur Menurut

Departemen Kesehatan RI, RSUD sumedang dalam keadaan efisien


yaitu mencapai angka 75.95 %.
b) Angka Perputaran Tempat Tidur (Bed Turn Over = BTO),
yaitu frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa
kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. Menurut
Departeman Kesehatan RI (tahun 2005), idealnya dalam satu tahun
satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali, dihitung berdasarkan
rumus, BTO = Jumlah pasien keluar (hidup + mati) / Jumlah tempat
tidur. Indikator ini untuk mengukur frekuensi pemakaian tempat tidur
dalam satuan waktu. Rata-rata frekuensi pemakaian tempat tidur
selama tahun 2015 (89.39) mengalami penurunan ke arah standar
nasional dibanding tahun 2014.
c) Tenggang Perputaran (Turn Over Interval=TOI)
Adalah hari rata-rata di mana tempat tidur tidak ditempati dari
setelah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan
gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Menurut
Departemen Kesehatan RI, idealnya tempat tidur kosong tidak terisi
pada kisaran 1 - 3 hari, dihitung berdasarkan rumus, TOI = (Jumlah
tempat tidur x periode) hari perawatan) / Jumlah pasien keluar
(hidup+mati). TOI tahun 2015 (0.98) mengalami penurunan
dibanding tahun 2014 hal ini diakibatkan tingginya kunjungan
dengan tingkat morbiditas yang meningkat sehingga diperlukan
adanya kebijakan agar proses perawatan pasien berjalan lancar
dengan tidak mengurangi kualitas pelayanan.
Berdasarkan indikator-indikator kinerja diatas, quality of place BLUD
RSUD Kabupaten Sumedang relatif masih dalam kisaran yang
diperkenankan oleh Kementerian Kesehatan. Kondisi tersebut secara
relatif terkait pengembangan infrastruktur dan budaya kerja insan Rumah

10

sakit

yang

belum

sepenuhnya

berkorelasi

langsung

terhadap

peningkatan kualitas fisik layanan.


Quality Of Services

Kualitas Layanan Rumah Sakit

dapat diwakili dari 5 indikator mutu

sebagai berikut :
a) Angka kematian Kasar (Gross Death Rate=GDR) :
digunakan untuk menilai angka kematian umum untuk setiap 1000
penderita keluar, dihitung berdasarkan rumus, GDR = (Jumlah pasien
mati seluruhnya/Jumlah pasien keluar (hidup+mati)) x 1000.
Tahun 2015 Angka Kematian Kasar 33.67 , mengalami penurunan
dibandingkan tahun 2014 dimana masih dalam standar nasional yaitu
tidak lebih dari 45 per 1000 penderita keluar.
b) Angka Kematian Bersih (Net Death Rate=NDR):
Untuk menilai angka kematian di atas 48 jam setelah dirawat untuk
setiap 1000 penderita keluar. Indikator ini memberikan gambaran
mutu pelayanan di rumah sakit, dihitung berdasarkan rumus, NDR =
(Jumlah pasien mati > 48 jam / Jumlah pasien keluar (hidup+mati)) x
1000. Tahun 2015 rata-rata angka Kematian bersih 18.78
mengalami kecenderungan naik dibandingkan dengan tahun 2014 .
Angka pencapaian NDR masih dalam nilai Standar nasional yang
dapat ditolerir yaitu 25 per 1000 penderita keluar.
c) Rata-rata Lamanya Pasien Dirawat (Average Length of Stay =
AvLOS), Rata-rata Lamanya Pasien Dirawat (Average Length of
Stay = AvLOS),
Menurut Departemen Kesehatan RI (tahun 2005) nilai AvLOS yang
ideal antara 6 9 hari, dihitung berdasarkan rumus, AvLOS =
Jumlah lama dirawat / Jumlah pasien keluar (hidup+mati) AvLOS
adalah rata-rata lama dirawat seorang pasien di instalasi rawat inap.
Indikator ini di samping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga
dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan
pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan
lebih lanjut.
Tahun 2015 rata-rata AvLOS 2,90 hari mengalami kecenderungan
meningkat bila dibanding tahun 2014 ,tetapi hasil tersebut masih di
bawah nilai yang ideal yaitu 6-9 hari.
d) Kematian Ibu
Untuk mengukur kematian ibu melahirkan dalam jangka waktu
tertentu. Tahun 2015 mengalami kecenderungan menurun jika
dibanding dengan tahun 2014. Kondisi ini menunjukkan peningkatan

11

qualitas

pelayanan

terutama

pelayanan

obstetri

neonatal

komprehensip .
Demikian juga dengan quality of services, secara umum relatif masih
dalam kisaran yang diperkenankan oleh Kementerian Kesehatan.
Kondisi tersebut diindikasikan masih adanya keberagaman persepsi
strategi dari para pengambil keputusan yang mempengaruhi
implementasi rencana tindak perbaikan mutu layanan,
Pencapaian Kinerja Pelayanan RSUD Kabupaten Sumedang pada
tahun 2015 berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM,
secara keseluruhan sudah baik dan sesuai dengan standar yang telah
ditentukan,walaupun ada sebagian indikator yang sedikit belum tercapai
diantaranya :
-

Waktu penyediaan dokumen rekam medik

pelayanan rawat jalan

standarnya 10 menit, realisasi 12.5 menit, ini dikarenakan

untuk

pengguna kartu BPJS perlu verifikasi data dan pembuatan jaminan dari
-

BPJS Center
Kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja standarnya 100% sedangkan
realisasinya baru 90%, dikarenakan ada sebagian Instalasi atau ruangan
yang data nya belum terintegrasi dengan bagian pelaporan,sehingga

realisasinya baru tercapai 90%


Ketepatan waktu pemberian imbalan (insentif ) sesuai kesepakatan
waktu standarnya 100 % sedangkan realisasinya 90%, dikarenakan
RSUD Sumedang menerapakan kerjasama untuk pelayanan penduduk
miskin yaitu dengan dengan Program JKN (Jaminan Kesehatan
Nasional) yaitu : JPKMM dan BPJS Kesehatan (Jamkesmas,KIS) yang

dalam Klaim nya terkadang ada keterlambatan.


Ketepatan waktu pemeliharaan alat standar nya 80 % sedangkan
realisasi capaian SPM 91,1%, dikarenakan ada sebagian alat yang perlu
penggantian suku cadang yang harus di beli dari luar, sehingga
memakan waktu untuk pengadaan suku cadang alat kesehatan tersebut.
Untuk Lebih jelasnya bisa dilihat dalam table 2.2 di bawah ini :

12

Tabel 2.2. Pencapaian Kinerja Pelayanan RSUD Kabupaten Sumedang


TARGET RENSTRA
No

INDIKATOR
Kemampuan menangani life saving anak
dan dewasa
Jam buka pelayanan gawat darurat
Pemberi pelayanan kegawatdaruratan
yang bersertifikat yang masih berlaku
ATLS/BTLS/ACLS/PPGD
Kesediaan tim penanggulangan bencana

Waktu tanggap pelayanan dokter di gawat


darurat
Kepuasan pelanggan
Tidak adanya pasien yang diharuskan
membayar uang muka
Kematian pasien 24 jam

SPM

Ketersediaan pelayanan

TAHUN
2014

TAHUN
2015

TAHUN
2016

TAHUN
2017

100%

100%

24 jam

24 jam

100%

100%

Satu tim
5 menit
terlayani setelah
pasien datang
70 %

TAHUN
2017

80%

dua per seribu


(pindah ke
pelayanan rawat
inap setelah 8
jam)

0,05 %

a. Klinik Anak
b.Klinik Penyakit
Dalam
c. Klinik
Kebidanan
d. Klinik Bedah
e.Klinik Penyakit
syaraf
f.Klinik bedah
ortopedi
g.Klinik gigi

TAHUN
2016

CATATAN
ANALISIS

4 menit

100%

100% Dokter
Spesialis

PROYEKSI

Ada

100%

2
Dokter pemberi Pelayanan di Poliklinik
Spesialis

IKK

REALISASI
CAPAIAN
TAHUN TAHUN
2014
2015

100%
Dokter
Spesial
is
ada
ada
ada
ada
ada
ada
ada

13

h.Klinik mata
i.Klinik THT
j.Klinik kulit dan
kelamin
k.klinik Jiwa
l.KlinikJantung

Jam buka pelayanan

Waktu tunggu di rawat jalan


Kepuasan pelanggan
Penegakan diagnosis TB melalui
pemeriksaan mikroskopis TB
b. Terlaksananya kegiatan pencatatan
dan pelaporan TB di Rumah Sakit
a.

3
Pemberi pelayanan di Rawat Inap
Dokter penanggung jawab pasien rawat
inap
Ketersediaan Pelayanan Rawat Inap
Jam Visite Dokter Spesialis
Kejadian infeksi pasca operasi
Kejadian infeksi nosokomial
Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang

ada
ada
ada

70 %

ada
ada
Setiap
hari
kerja
Senin
Jumat
jam
07.00
s/d
15.00
59,9
menit
75,11 %

a. 60%

36,36%

b. 60 %

100%

08.00 s/d 13.00


Setiap hari kerja
kecuali Jumat
08.00 s/d 11.00

60 menit

a. Dokter
spesialis
b.Perawat
minimal
pendidikan D3

Ya
Ya

100%

Ya

a. Anak
b.Penyakit Dalam
c. Kebidanan
d. Bedah
08.00 s/d 14.00
setiap hari kerja
1,5 %
1,5 %
100%

Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
0,55 %
0,21 %
100%

14

berakhir kecacatan / kematian


Kematian pasien > 48 jam
Kejadian pulang Paksa
Kepuasan pelanggan
Rawat inap TB :
a. Penegakan Dianogsis TB melalui
pemeriksaan mikroskopis TB.
b.Terlaksananya kegiatan pencatatan dan
pelaporan TB di rumah sakit
Ketersediaan pelayanan rawat inap di
rumah sakit yang memberikan pelayanan
jiwa

70 %

44,21
%

b.100%

100%

NAPZA,Ganggua
n psikotik,
Gangguan
Nerotik, dan
Gangguan
Mental Organik

tidak
ada
pelaya
nan di
rawat
Inap
tidak
ada
pelaya
nandi
Rawat
inap
tidak
ada
pelaya
nan di
Rawat
Inap
tidak
ada
pelaya
nan di
Rawat
Inap
2 hari
0%
100%
100%

100%

Kejadian re-admission pasien gangguan


jiwa dalam waktu 1 bulan

100%

Waktu tunggu operasi elektif


Kejadian Kematian di meja operasi
Tidak adanya kejadian operasi salah sisi
Tidak adanya kejadian operasi salah
orang

0,12 %
3,59 %
97,14
%

a.100%

Tidak adanya kejadian kematian pasien


gangguan jiwa karena bunuh diri

Lama hari perawatan pasien gangguan


jiwa
4

0,24 %
5%

6 minggu

2 hari
1%
100%
100%

15

Tidak adanya kejadian salah tindakan


pada operasi
Tidak adanya kejadian tertinggalnya
benda asing / lain pada tubuh pasien
setelah operasi.
Komplikasi anastesi karena overdosis,
reaksi anastesi, dan salah penempatan
endotracheal tube.

Kejadian kematian ibu karena persalinan

Pemberi pelayanan persalinan normal

Pemberi pelayanan dengan persalinan


penyulit
5

Pemberi pelayanan persalinan dengan


tindakan operasi
Kemampuan menangani BBLR 1500 gr 2500 gr
Pertolongan Persalinan melalui seksio
cesaria
Keluarga Berencana :
Persentase KB (Vasektomi & tubektomi)
yang dilakukan oleh tenaga kompeten dr.
Sp.OG, dr.Sp.B, dr.Sp.U, dokter umum
terlatih.
Persentase peserta KB mantap yang
mendapatkan konseling KB mantap oleh
bidan terlatih.
Kepuasan Pelanggan

100%

100%

100%

100%

6%

0%

a. Perdarahan
1%
b.Pre Eklamsia
30%
c. Sepsis 0,2
%
a. Dokter Sp.OG
b.Dokter Umum
terlatih (Asuhan
Persalinan
Normal )
c. Bidan
Tim PONEK
yang terlatih.
a. Dokter Sp.OG
b.Dokter Sp.A
c. Dokter Sp.An

0,09 %
0,04 %
0,2%
Ada
Ada
Ada
Ada
Ya
Ya
Ya

100%

100%

20 %

26,35
%

a.100%

100%

b.100%

100%

70%

78,5 %

16

Rata-rata Pasien yang kembali ke


perawatan intensif dengan kasus yang
sama < 72 jam

6
Pemberi pelayanan Unit intensif

Waktu tunggu hasil pelayanan thorax foto.


7

Pelaksana ekspertisi
Kejadian kegagalan pelayanan Rontgen
Kepuasan pelanggan.

3%
a. Dokter
Sp.Anestesi dan
dokter spesialis
sesuai dengan
kasus yang di
tangani
b. 100 %
perawat minimal
D3 dengan
sertifikat Perawat
mahir ICU/setara
(D4)
3 jam
Dokter Spesialis
Radiologi
Kerusakan foto
2%
70%
140 menit

Waktu tunggu hasil pelayanan


laboratorium.
8
Pelaksana ekspertisi

10

Tidak adanya kesalahan pemberian hasil


pemeriksaan laboratorium.
Kepuasan pelanggan.
Kejadian Drop Out pasien terhadap
pelayanan rehabilitasi medik yang
direncanakan
Tidak adanya kejadian kesalahan
tindakan rehabilitasi medik
Kepuasan pelanggan.
Waktu tunggu pelayanan

0%

Ada

62,5 %

43,1
Menit
Ya
1,2 %
86%
116,75
menit

Kimia darah &


darah rutin.
Dokter Spesialis
Patologi Klinik

100%

100%

100%

70%

99%

50 %

20%

100%

100%

70%

> 70 %

17

a.
b.

11

12

Obat jadi
Obat Racikan

Tidak adanya Kejadian kesalahan


pemberian obat.
Kepuasan pelanggan.
Penulisan resep sesuai formularium
Ketepatan waktu pemberian makanan
kepada pasien
Sisa makanan yang tidak termakan oleh
pasien.
Tidak adanya kejadian kesalahan
pemberian diet
Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan
tranfusi
Kejadian reaksi tranfusi

13

Pelayanan terhadap pasien GAKIN yang


datang ke RS pada setiap unit pelayanan

14

Kelengkapan pengisian rekam medik 24


jam setelah selesai pelayanan
Kelengkapan Informed Concent setelah
mendapatkan informasi yang jelas.
Waktu penyediaan dokumen rekam medik
pelayanan rawat jalan
Waktu penyediaan dokumen rekam medik
rawat Inap

Buku mutu limbah cair


15

16

Pengelolaan limbah padat infeksius


sesuai dengan aturan.
Tindak lanjut penyelesaian hasil

a.

30 menit

b. 60 menit

34
menit
64
menit

100%

100%

70%
100%

79%
90%

90 %

99,9 %

20%

18,05
%

100%

99,9 %

100 % terpenuhi
0,01 %
100 % terpenuhi

89,02
%
0.27%
100 %
terpen
uhi

100%

100%

100%

88%

10 menit

12,5
menit

15 menit

8 menit

a. BOD < 30
mg/1
b. COD < 80
mg/1
c. TSS <30
mg/1
d. PH 6-9

100%
100%
100%
100%

100%

100%

100%

100%

18

pertemuan direksi
Kelengkapan laporan akuntabilitas
kinerja
Ketepatan waktu pengusulan kenaikan
pangkat
Ketepatan waktu pengurusan gaji berkala
Karyawan yang mendapat pelatihan
minimal 20 jam setahun.
Cost recovery
Ketepatan waktu penyusunan laporan
keuangan
Kecepatan waktu pemberian informasi
tentang tagihan pasien rawat inap

17

18

19

Ketepatan waktu pemberian imbalan


(insentif ) sesuai kesepakatan waktu
Waktu pelayanan ambulance / kereta
jenazah
Kecepatan memberikan pelayanan
ambulance/kereta jenazah di rumah sakit
Response time pelayanan ambulance
oleh masyarakat yang membutuhkan
Waktu tanggap (response time)
pelayanan pemulasaraan jenazah
Kecepatan waktu menanggapi kerusakan
alat
Ketepatan waktu pemeliharaan alat
Peralatan laboratorium dan alat ukur
yang di gunakan dalam pelayanan
terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan
ketentuan kalibrasi
Tidak adanya kejadian linen yang hilang

20
21

Ketepatan waktu penyediaan linen untuk


ruang rawat inap
Adanya anggota tim PPI yang terlatih

100%

90%

100%

100%

100%

100%

60 %

80,9 %

40 %

70%

100%

100%

2 jam

Umum
5 Menit
BPJS
10
Menit

100%

90%

24 jam

Ya

30 menit
Sesuai ketentuan
daerah

15
menit
Ya

2 jam

30 60
menit

80 %

99,1 %

90%

85%

100%

100%

95%
100%
75 %

99,91
%
88,35
%
90%

19

Tersedia APD disetiap instalasi /


departement
Kegiatan pencatatan dan pelaporan
infeksi nosokomial / HAI (health care
associated infections) di rumah sakit
(minimum 1 parameter)

60 %

80%

75 %

80%

20

2.3.

Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi RSUD Kabupaten


Sumedang
Disamping kebutuhan sarana prasarana juga dibutuhkan sarana alatalat kesehatan untuk memenuhi standar klasifikasi Rumah Sakit yang dapat
berdampak kepada mutu kualitas pelayanan Rumah Sakit, adapun isu-isu
penting tersebut adalah :
1. Kurangnya alat kesehatan sesuai dengan PERMENKES 56 tahun 2014
dikarenakan keterbatasan anggaran, untuk tahun berikutnya RSUD
Kabupaten Sumedang berusaha kembali untuk mendapatkan dana guna
melengkapi kekurangan alat kesehatan tersebut.
2. Kurangnya ruang perawatan yang mengakibatkan terjadinya pasien
daftar tunggu (waiting List) untuk itu RSUD Kabupaten Sumedang
melaksanakan Kegiatan Pembangunan Gedung rawat Inap dan ICU.
3. Juga untuk menjaga lingkungan rumah sakit dari limbah medis perlu
adanya fasilitas/sarana yang memenuhi syarat sesuai dengan analisis
dampak lingkungan, oleh karena itu rumah sakit perlu untuk membangun
instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang akan menjadi rekomendasi
pada tahun yang akan datang sebagai catatan strategis untuk
ditindaklanjuti.

2.4.

Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2017


Review terhadap Rancangan Awal RKPD Kabupaten Sumedang
Tahun 2017 pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang
dilakukan yaitu dengan membandingkan antara Program/Kegiatan yang
tertera dalam Rancangan Awal RKPD yang datanya diperoleh dari Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumedang.
Analisis kebutuhan didapat setelah Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumedang melalui Kepala Instalasi masing-masing mengevaluasi
kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan mendesak untuk segera ditangani
pada tahun anggaran 2017.
Hasil telaahan terhadap rancangan awal RKPD Tahun 2017 setelah
kami bandingkan dengan analisis kebutuhan yang dirasakan perlu segera
mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti kami sajikan dalam tabel 2.3
sebagai berikut:

21

Tabel 2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Kabupaten Sumedang Tahun 2017
RANCANGAN AWAL RKPD
NO
1

PROGRAM/
KEGIATAN

LOKASI

INDIKATOR
KINERJA

TARGET
CAPAIAN
(%)
5

PAGU
INDIKATIF
6

PROGRAM/ KEGIATAN

LOKASI

INDIKATOR KINERJA

7
Program Pengadaan,
Peningkatan sarana dan
prasarana Rumah
Sakit/Rumah Sakit
Jiwa/Rumah Sakit paruparu/Rumah Sakit Mata
Pengadaan alat
Kesehatan Rumah Sakit

Pengadaan tanah untuk


pengembangan Rumah
Sakit
Pembangunan gedung
Rawat Inap Jiwa

Pembangunan Gedung
Rawat Inap Ibu Bersalin

Program Pelayanan
Kesehatan penduduk
Miskin
Jaminan Pelayanan
kesehatan bagi
Masyarakat Miskin Non
Quota

JUMLAH TOTAL

CATATAN
PENTING

HASIL ANALISIS KEBUTUHAN


TARGET
CAPAIAN
(%)
10

KEBUTUHAN
DANA
11

12

24.690.314.03
4
RSUD
Kab.
Sumedang
RSUD
Kab.
Sumedang
RSUD
Kab.
Sumedang
RSUD
Kab.
Sumedang

Tersedianya alat-alat
kesehatan di RSU
Kab. Sumedang
Tersedianya tanah
untuk pengembangan
Rumah Sakit
Tersedianya gedung
Rawat Inap Jiwa

100%

Tersedianya Gedung
Rawat InapIbu
Bersalin RSUD
Kabupaten Sumedang

100%

100%

15.000.000.00
0
10,000,
000,000

100%

Belum
Terdanai
Belum
Terdanai

2.000.000.000

Belum
Terdanai

2.000.000.000

Belum
Terdanai

12.000.000.00
0
RSUD
Kab.
Sumedang

Terpenuhinya
Pelayanan kesehatan
bagi Masyarakat
Miskin Non Quota

100%
12.000.000.00
0

Belum
Terdanai

41.000.000.00
0

22

2.5.

Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat Tahun 2017


Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
340/MENKES/PEK/III/2010, tentang klasifikasi Rumah sakit dengan criteria
Rumah sakit Tipe-B Non Pendidikan, dimana harus mempunyai fasilitas dan
kemampuan pelayanan medis untuk memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, maka dalam hal ini untuk
Rumah sakit Umum daerah Kabupaten Sumedang tidak menerima usulan
program dan kegiatan dari masyarakat akan tetapi membuat program
pelayanan kesehatan dan menyediakan sarana pelayanan kesehatan bagi
masyarakat, sesuai peraturan tersebut diatas serta peraturan daerah
Kabupaten Sumedang nomor 9 tahun 2014 tentang pembentukan organisasi
pemerintah daerah Kabupaten Sumedang, Rumah Sakit Daerah Kabupaten
Sumedang mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan secara
berdaya

guna

dan

berhasil

guna

dengan

mengutamakan

upaya

penyembuhan , pemulihan yang dilaksanakan secara serasi,terpadu dengan


upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas,Rumah
Sakit Umum Daerah menyelenggarakan fungsi :
a. Penyelenggaraan

pelayanan

dibidang

medis,keperawatan

dan

penunjang medis
b. Melaksanakan tugas administratif meliputi bidang program dan
anggaran, keuangan,umum dan kepegawaian.
c. Penyelenggaraan ketatausahaan,rumah tangga dan keuangan Rumah
Sakit Umum Daerah.
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
.

23

BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1.

Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional Dan Provinsi Jawa Barat


Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 9
Tahun 2014 tentang Pembentukan organisasi Perangkat Daerah Kabupaten
Sumedang, RSUD Kabupaten Sumedang mempunyai tugas melaksanakan
upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan
mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara
serasi,

terpadu

dengan

upaya

peningkatan

serta

pencegahan

dan

melaksanakan upaya rujukan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di


atas Rumah Sakit Umum Daerah menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyelenggaraan pelayanan di bidang medis, keperawatan dan
penunjang medis;
b. Pelaksanaan tugas administratif meliputi bidang program dan anggaran,
keuangan, umum dan kepegawaian;
c. Penyelenggaraan ketatausahaan, rumah tangga dan keuangan Rumah
Sakit Umum Daerah;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan
dengan tugas dan fungsinya;
Sebagai rumah sakit umum milik pemerintah daerah maka dipandang
wajib untuk melaksanakan program pemerintah secara nasional yaitu tentang
pelayanan masyarakat miskin dimana kesehatan adalah hak dasar setiap
orang, dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.
UUD 1945 mengamanatkan bahwa jaminan kesehatan bagi masyarakat,
khususnya yang miskin dan tidak mampu, adalah tanggung jawab
pemerintah pusat dan daerah. Pada UUD 1945 Perubahan, Pasal 34 ayat 2
menyebutkan bahwa negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah menjalankan UUD 1945 tersebut
dengan mengeluarkan UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial
Nasional (SJSN) untuk memberikan jaminan sosial menyeluruh bagi setiap
orang dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak menuju
terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur. Dalam
UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juga ditegaskan bahwa setiap
orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber
daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang
aman, bermutu, dan terjangkau.
Sesuai dengan UU No 40 Tahun 2004, SJSN diselenggarakan
dengan mekanisme Asuransi Sosial dimana setiap peserta wajib membayar
iuran guna memberikan perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang
menimpa peserta dan/atau anggota keluarganya. Dalam SJSN, terdapat

24

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan bentuk komitmen


pemerintah terhadap pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat Indonesia
seluruhnya. Sebelum JKN, pemerintah telah berupaya merintis beberapa
bentuk jaminan sosial di bidang kesehatan, antara lain Askes Sosial bagi
pegawai negeri sipil (PNS), penerima pensiun dan veteran, Jaminan
Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek bagi pegawai BUMN dan swasta,
serta Jaminan Kesehatan bagi TNI dan Polri. Untuk masyarakat miskin dan
tidak mampu, sejak tahun 2005 Kementerian Kesehatan telah melaksanakan
program jaminan kesehatan sosial, yang awalnya dikenal dengan nama
program

Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Masyarakat

Miskin

(JPKMM), atau lebih populer dengan nama program Askeskin (Asuransi


Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin). Kemudian sejak tahun 2008 sampai
dengan tahun 2013, program ini berubah nama menjadi program Jaminan
Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Seiring dengan dimulainya JKN per 1 Januari 2014, semua program
jaminan kesehatan yang telah dilaksanakan pemerintah tersebut (Askes
PNS, JPK Jamsostek, TNI, Polri, dan Jamkesmas), diintegrasikan ke dalam
satu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan).
Sama halnya dengan program Jamkesmas, pemerintah bertanggungjawab
untuk membayarkan iuran JKN bagi fakir miskin dan orang yang tidak
mampu yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Sesuai amanat undang-undang 1945 yang telah diuraikan di atas
bahwa jaminan kesehatan masyarakat miskin merupakan tanggung jawab
pemerintah pusat dan daerah, maka Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Sumedang memformulasikan isu-isu penting berupa rekomendasi dan
catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan
kegiatan prioritas tahun berjalan dan yang direncanakan adalah penambahan
pembangunan infrastruktur gedung pelayanan perawatan bagi pasien umum
dan pasien masyarakat miskin yang telah dijamin dalam program Badan
Penyelenggaraan Jaminan Sosial/BPJS Kesehatan, diman pasien-pasien
BPJS dari waktu ke waktu terus meningkat.

Tabel 3.1. Identifikasi Kebijakan Nasional dan Provinsi Jawab Barat

NO
A

KEBIJAKAN NASIONAL / PROVINSI


Nasional
1. Meningkatkan Kualitas hidup manusia dan
masyarakat Indonesia

SUMBER
RPJMN

KETERANGAN
Program
Prioritas

25

NO

3.2.

KEBIJAKAN NASIONAL / PROVINSI

SUMBER

KETERANGAN
Nawacita No 5
Program
Prioritas
Nawacita No 5

2. Program Indonesia Sehat (Paradigma Sehat,


Pelayanan Kesehatan dan JKN)

RPJMN

3. 1. Penguatan pelayanan kesehatan primer


(primary health care)
2. Penerapan pendekatan keberkelanjutan
pelayanan mengikuti siklus hidup
manusia (continuum of care)
3. Intervensi berbasis resiko kesehatan
(health risk)
Provinsi
1. Meningkatnya kualitas layanan kesehatan
bagi semua serta perluasan akses layanan yg
terjangkau dan merata

KEMENKES

Arah Kebijakan
Kemenkes
2015-2019

RPJMD
Prov.Jabar

2. Peningkatan Aksebilitas dan Kualitas Layanan


Kesehatan

RPJMD
Prov.Jabar

3 1. Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri


untuk hidup Sehat.
2. Menjamin Pelayanan Kesehatan Yang
Prima
3. Tercapainya Pelayanan Kesehatan Yang
Berkualitas
4. Menurunnya ratio kematian ibu dan bayi

RENSTRA
DISKES
PROV.JABAR
2013-2018

Sasaran
RPJMD
Provinsi Jawa
Barat Tahun
2013-2018
Common Goals
RPJMD
Provinsi Jawa
Barat
Tahun 20132018
Visi,Misi,Tujuan
dan Sasaran
Renstra Diskes
Prov. Jabar
2013-2018

Tujuan dan Sasaran Renja RSUD Kabupaten Sumedang Tahun 2017


Visi merupakan pernyataan cita-cita atau impian sebuah kondisi yang
ingin dicapai di masa depan. Kondisi yang dicita-citakan tersebut adalah
kondisi yang di akhir periode dapat diukur capaiannya melalui berbagai
usaha pembangunan.
Dengan mempertimbangkan potensi dan kondisi serta permasalahan
dan isu-isu strategis di bidang pelayanan kesehatan maka visi Rumah Sakit
Umum Kabupaten Sumedang Kabupaten Sumedang Tahun 2014 2018
adalah :
TERWUJUDNYA RSUD KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2018 YANG
EFEKTIF, MAJU, AGAMIS DAN SEJAHTERA (EMAS)
Untuk mencapai visi diatas, maka ditetapkan Misi Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Sumedang Kabupaten Sumedang Tahun 2014 2018
yaitu:
1) Menyelenggarakan pelayanan prima yang efektif
pelanggan.
2) Meningkatkan

kepada semua

kualitas dan profesionalisme SDM untuk menunjang

terwujudnya pelayanan yang efektif dan unggul.

26

3) Meningkatkan fasilitas pelayanan untuk mewujudkan pelayanan RSUD


yang unggul.
4) Mendorong dan memfasilitasi peran serta mayarakat luas khususnya
dalam bidang mobilisasi dana untuk alternatif pembayaran.
5) Meningkatkan dan menyempurnakan manajemen dalam rangka otonomi
pengelolaan Rumah Sakit untuk mewujudkan RSUD yang maju.
6) Meningkatkan manajemen pelayanan yang amanah berbasis keimanan
dan ketaqwaan.
7) Meningkatkan kesejahteraan karyawan RSUD dengan implementasi
sistem remunerasi yang proporsional.
Tujuan dan sasaran dari setiap Misi Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumedang adalah sebagai berikut :
1) Misi Pertama : Menyelenggarakan pelayanan prima yang efektif kepada
semua pelanggan.
Tujuan Misi Pertama adalah meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan.
Sasaran Misi Pertama adalah meningkatkan mutu produk melalui
pengembangan fasilitasi instalasi pelayanan.
2) Misi Kedua : Meningkatkan

kualitas dan profesionalisme SDM untuk

menunjang terwujudnya pelayanan yang efektif dan unggul.


Tujuan Misi Kedua adalah meningkatkan kualitas dan profesionalisme
SDM.
Sasaran Misi Kedua adalah meningkatnya kualitas dan profesionalisme
SDM.
3) Misi Ketiga: Meningkatkan fasilitas pelayanan untuk mewujudkan
pelayanan RSUD yang unggul.
Tujuan Misi Ketiga adalah meningkatkan fasilitas kesehatan.
Sasaran Misi Ketiga adalah memantapkan manajemen PPK-ULP.
4) Misi Keempat: Mendorong dan memfasilitasi peran serta mayarakat luas
khususnya dalam bidang mobilisasi dana untuk alternatif pembayaran.
Tujuan Misi Keempat adalah meningkatnya peran serta masyarakat
secara aktif.
Sasaran Misi Keempat adalah mengembangkan kemitraan dengan semua
pihak/stakeholder untuk memajukan RSUD berdasarkan prinsip saling
menguntungkan.
5) Misi Kelima : Meningkatkan dan menyempurnakan manajemen dalam
rangka otonomi pengelolaan Rumah Sakit untuk mewujudkan RSUD yang
maju.
Tujuan Misi Kelima adalah meningkatnya swakelola manajemen rumah
sakit.
Sasaran Misi Kelima adalah terwujudnya otonomi pengelolaan rumah
sakit dalam rangka menuju rumah sakit kelas dunia yang efektif dan
efesien.
6) Misi Keenam : Meningkatkan manajemen pelayanan yang amanah
berbasis keimanan dan ketaqwaan.

27

Tujuan Misi Keenam adalah meningkatkan profesionalisme pelayanan


yang berwawasan agamis.
Sasaran Misi Keenam adalah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
sebagai modal untuk memberikan pelayanan yang amanah.
7) Misi Ketujuh : Meningkatkan kesejahteraan karyawan RSUD dengan
implementasi sistem remunerasi yang proporsional.
Tujuan Misi Ketujuh adalah meningkatkan kualitas kinerja yang prima.
Sasaran Misi Ketujuh adalah sistem remunerasi berbasis kinerja yang
proporsional.
3.3.

Program dan Kegiatan RSUD Kabupaten Sumedang Tahun 2017


Usulan program dan kegiatan RSUD Kabupaten Sumedang tahun
2017 melalui APBD II, APBD Provinsi, APBN, dan Pajak Rokok terdiri dari 2
program yaitu :
1. Program Pemeliharan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah
Saki Jiwa/ Rumah Sakit Paru-Paru/ Rumah Sakit Mata,

rencana

anggaran sebesar Rp. 176.090.301.600,- dengan target capaian kinerja


17 paket kegiatan.
2. Program Pelayanan penduduk miskin, rencana anggaran sebesar
Rp.12.000.000.000 dengan target capaian kinerja 1 paket.

28

TABEL 3.3. Rencana Program dan Kegiatan RSUD Kabupaten Sumedang Tahun 2017

Kode

Urusan /Bidang Urusan


pemerintahan daerah dan
program/ kegiatan
Program Pemeliharan Sarana
dan Prasarana Rumah Sakit/
Rumah Saki Jiwa/ Rumah Sakit
paru-paru/ Rumah Sakit mata
Pengadaan Alat-alat Kesehatan
Rumah Sakit
Pengadaan Tanah untuk
Pengembangan Rumah Sakit

Rencana tahun 2017


Indikator Kinerja
Program/kegiatan

Lokasi

Target
Capaian
Kinerja

Kebutuhan Dana
/ Pagu Indikatif

Sumber
Dana

Catatan
Penting

Prakiran Maju Rencana


Tahun 2018
Target
Kebutuhan Dana
capaian
/ Pagu Indikatif
kinerja

176.090.301.600
Terpenuhinya pengadaan
alat-alat kedokteran
Terpenuhinya pengadaan
tanah untuk pengembangan
rumah sakit

Pembangunan Gedung Rawat


Inap Jiwa
Pembangunan Gedung Rawat
INAP IBU BERSALIN
Pengadaan Alat-alat Kesehatan
Rumah Sakit
Pembangunan Gedung Rawat
Inap, ICU Tahap III
Pembangunan Instalasi
Pengelolaan Air Limbah (IPAL)
Pengadaan Mobil Ambulans
Program Pelayanan Kesehatan
Penduduk Miskin
Jaminan Pelayanan Kesehatan
Terpenuhinya pelayanan
pada masyarakat miskin
Bagi Masyarakat Miskin Non
Quota
TOTAL

RSUD Kab.
Sumedang
RSUD Kab.
Sumedang

1 Paket

15.000.000.000

Pajak Rokok

1 Paket

10.000.000.000

APBD Kab.

RSUD Kab.
Sumedang
RSUD Kab.
Sumedang
RSUD Kab.
Sumedang
RSUD Kab.
Sumedang
RSUD Kab.
Sumedang
RSUD Kab.
Sumedang

1 Paket

2,000,000,000

APBD Kab.

1 Paket

2,000,000,000

APBD Kab.

11,087,193,600
82.767.895.000

APBD Prov.
APBN

32.235.213.000

APBN

10.000.000.000
10.000.000.000
1.000.000.000

APBD Prov.
APBN
APBN

3 Paket
7 paket
1 Paket
1 Paket
1 Paket

Belum
terdanai
Belum
terdanai
Belum
terdanai
Belum
terdanai
Belum
terdanai
Belum
terdanai
Belum
terdanai
Belum
terdanai

12,000,000,000
RSUD Kab.
Sumedang

1 Paket

12,000,000,000

APBD

188.090.301.600

29

BAB IV
PENUTUP
Rencana kerja RSUD Kabupaten Sumedang tahun 2017 adalah pelaksanaan
tahun ke empat dari rencana strategis RSUD Kabupaten Sumedang tahun 20142018, sehingga tahun 2017 adalah waktu yang harus diperhatikan pencapaiannya
sehubungan akan berakhirnya satu tahun lagi pencapaian target yang terdapat di
dalam rencana strategis.
Oleh karena itu program-program yang akan dicapai di tahun 2017
merupakan program-program strategi dalam rangka menunjang keberhasilan
pelayanan yang paripurna.
Rencana Kerja Tahun 2017 diarahkan untuk mewujudkan Visi, Misi, Tujuan
dan Sasaran Strategik yang telah dituangkan dalam Rencana Strategik RSU Daerah
Kabupaten Sumedang selama kurun waktu 5 tahun kedepan.
Diberlakukannya Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit, Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 61 Tahun 2007
tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah
(BLUD) serta Peraturan Bupati Sumedang No. 47 Tahun 2009 tentang penetapan
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang sebagai Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD) telah memberikan ruang gerak yang dinamis bagi pengelolaan
rumah sakit dalam rangka mewujudkan otonomi rumah sakit. Seiring dengan
beberapa fleksibilitas yang dimiliki oleh rumah sakit yang meliputi fleksibilitas dalam
pengelolaan anggaran, pengelolaan pendapatan dan belanja, pengelolaan kas, serta
pengadaaan barang dan jasa, maka dalam pelaksanaan operasionalnya rumah
sakit dituntut untuk bisa meningkatkan kinerja pelayanan, kinerja keuangan dan
kinerja mutu dan manfaat bagi masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari Pemilik, Dewan Pengawas dan komitmen kuat
dari Direksi beserta seluruh jajaran yang ada di rumah sakit, diharapkan Rencana
Kerja Tahun 2017 dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan akan memberikan
kontribusi yang maksimal terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten
Sumedang.
Sumedang, 28 Juni 2016
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumedang

Dr. H. Hilman Taufik, Ws, M.Kes


NIP. 19630827 199002 1 001

30