Anda di halaman 1dari 76

SAP 2

PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN


A. Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif adalah keunggulan yang dimiliki oleh organisasi atau
perusahaan, yang mana keunggulan tersebut digunakan untuk berkompetisi dan
bersaing dengan organisasi atau perusahaan lainnya. Keunggulan kompetitif ini bisa
dicapai dengan berbagai cara, seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga
yang lebih rendah, menyediakan barang dan jasa yang memiliki kualitas lebih dari
pesaing, dan juga bisa dengan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar
tertentu. Sebuhan perusahaan tidak hanya mengandalkan sumber daya fisik yang
lebih mumpuni untuk terlibat dalam persaingan tetapi diperlukan juga sumber daya
konseptual yang unggul-data dan informasi-dapat digunakan sama baiknya. Dengan
menggunakan kedua sumber daya tersebut, maka sebuah perusahaan akan mampu
bersaing dengan pesaing lain dan dapat mencapai tujuan strategis perusahaanya.
Profesor Michael E.Porter dari Harvard adalah orang yang paling sering
diidentifikasi dengan topic keunggulan kompetitif. Perusahaan menciptakan nilai
dengan melaksanakan aktivitas, yang dikatakan sebagain aktivitas nilai (value
activities). Potter membagi aktivitas nilai menjadi dua bagian, yakni:
1. Aktivitas nilai utama (primary value activities)
a. Inbound logistics: aktivitas yang terkait dengan penerimaan,
penyimpanan, dan mendistribusikan input ke barang atau jasa
b. Operations: aktivitas yang terkait dengan pengolahan input menjadi
barang atau jasa
c. Outbound logistics: aktivitas yang terkait dengan mengumpulkan,
menyimpan, dan mendistribusikan barang atau jasa yang dihasilkan
d. Marketing and Sales (Pemasaran dan Penjualan): aktivitas yang
berkaitan dengan bagaimana para pelanggan bisa membeli barang
dan bagaimana mempengaruhi mereka untuk membeli
e. Service/layanan: aktivitas yang berkaitan dengan menyediakan
layanan untuk meningkatkan atau menjaga nilai dari barang atau jasa
yang dihasilkan.
2. Aktivitas nilai pendukung (support value aktivities)

a. Procurement: adalah bagian yang menjalankan fungsi sebagau


pembelian atau pengadaan input/bahan baku ke perusahaan
b. Technology development: skill/keahlian, prosedur, atau teknologi
yang dilekatkan ke dalam proses-proses yang dimaksudkan untuk
meningkatkan barang, layanan, dan/atau proses.
c. Human resource management: aktivitas yang berfungsi dalam
perekrutan,

penyewaan,

pelatihan,

pengembangan

tenaga

kerja/karyawan
d. Firm infrastructure: aktivitas yang memberi dukungan ke seluruh
rantai nilai (misalnya, urusan/bagian umum, perencanaan, keuangan,
legal/hukum/lawyer, urusan yang berkaitan dengan pemerintah,
manajemen yang berkualitas)
Sebuah perusahaan bisa menyambungkan rantai nilainya dengan rantai nilai
dari pemasok kemudian menerapkan sistem yang membuat daya input dibutuhkan
menjadi terssedia. Contohnya adalah persetujuan just-in-time (JIT) dengan satu
pemasok untuk mengirimkan bahan baku sehingga tiba hanya beberapa jam sebelum
bahan tersebut digunakan dalam proses produksi, yang meminimalkan biaya
penyimpanan.
Model daya kompetitif ( Michael Porter)

Dimensi-dimensi Keunggulan Kompetitif


1

1. Keunggulan Strategis
Keunggulan strategis (strategic advantage) adalah keunggulan yang
dimiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi perusahaan.
Sistem informasi dapat digunakan untuk menciptakan keunggulan
strategis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan ingin mengubah seluruh
datanya menjadi basis data dengan alat penghubung standar (seperti alat
penghubung browser Web) untuk mempermudah dalam berbagi dengan
sekutu-sekutu bisnis dan pelanggannya.
Strategi ini menyebabkan operasi perusahaan akan dipengaruhi oleh
beberapa cara secara fundamental, yaitu :
a. akses yang ada saat ini bisa jadi dilakukan melalui peranti lunak
komputer buatan perusahaan sendiri. Mobilitas akses laporan juga
akan ikut terpengaruh, karena para pengguna tidak lagi membutuhkan
akses laporan juga akan ikut terpengaruh, karena para pengguna tidak
membutuhkan akses langsung ke sumber daya komputer perusahaan.
b. Para pemasok dan pelanggan potensial di manapun di seluruh dunia
akan memiliki potensi akses atas tingkat persediaan bahan baku dan
barang jadi perusahaan, sehingga akan mempercepat transaksi
pembelian dan penjualan perusahaan.
c. Keamanan juga tidak dapat diabaikan. Dengan semakin besarnya
keuntungan yang terkait dengan akses Web kepada informasi
perusahaan maka tingkat bahayanya pun akan semakin besar pula.
2. Keunggulan Taktis
Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical advantage)
ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara
yang lebih baik dari para pesaingnya.
3. Keunggulan Operasional
Keunggulan Operasional (Operational advantage) adalah keunggulan
yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari. Di sinilah
sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses.
Tiga tingkat keunggulan kompetitif di atas akan bekerja bersama-sama.
Sistem informasi yang terpengaruh oleh ketiga tingkat ini akan memiliki
2

kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara


substansial.
B. Sumber Daya Informasi
Sumber daya informasi sebuah perusahaan terdiri atas:
a. Peranti keras computer
b. Peranti lunak computer
c. Spesialis informasi
d. Pengguna
e. Fasilitas
f. Database
g. Informasi
Perusahaan harus bisa mengelola sumber daya ini agar dapat mencapai hasil
yang dinginkan. Informasi juga memerlukan manajemen dalam pengolahannya. Para
manajer memastikan bahwa data mentah yang dikumpulkan telah dikumpulkan dan
kemudian diproses menjadi informasi yang bermanfaat. Manajer kemudian
memastikan bahwa individu-individu yang tepat akan menerima informasi dalam
bentuk yang tepat dan pada waktu yang tepat sehingga ia dapat dipergunakan.
C. Dimensi Informasi
1.

Relevansi
Informasi memiliki relevansi jika informasi tersebut berhubungan dengan
masalah yang sedang dihadapi. Data yang relevan dengan pengambilan
keputusan yang akan diambil saja yang akan disebut sebagai informasi.

2. Akurasi
Idealnya, seluruh informasi seharusnya akurat. Akan tetapi, fitur-fitur yang
memberikan kontribusi kepada tingkat akurasi sistem akan menambah biaya
dari sistem informasi tersebut.
3. Ketepatan waktu
Informasi hendaknya tersedia untuk pengambilan keputusan sebelum situasi
yang genting berkembang atau hilangnya peluang yang ada. Informasi yang
tiba setelah suatu keputusan diambil tidak akan memiliki nilai yang
bermanfaat.
4. Kelengkapan
3

Pengguna hendaknya memberikan informasi terhadap suatu masalah atau


solusi yang lengkap. Informasi dapat dikatakan lengkap ketika informasi
tersebut mempunyai jumlah yang tepat dan menunjang semua area dimana
keputusan akan dibuat.

D. Pengelola Sumber Daya Informasi


Pengelolaan sumber daya informasi penting dalam sebuah organisasi karena
didorong oleh peningkatan kompleksitas kegiatan bisnis dan meningkatnya
kemampuan computer. Pengelolaan sumber daya informasi dapat diartikan sebagai
proses pengaturan dan penyusunan informasi organisasi sehingga informasi tersebut
mudah diambil, disimpan, diproses, dan digunakan oleh para pengambil keputusan.
Sebuah organisasi harus mampu mengelola informasi yang dimiliki dengan baik
dalam rangka memudahkan informasi tersebut dapat bergerak dari tempat informasi
diperoleh ke pengambil keputusan yang memerlukan informasi tersebut.
Perusahaan pengguna komputer pertama memberikan tanggung jawab
pengelolaan sumber daya informasi kepada satu unit khusus yang terdiri dari para
professional di bidang informasi. Unit ini, biasa disebut dengan pelayanan informasi
(Information Services-IS), dikelola oleh seorang manajer yang mempunyai status
setara dengan para direktur. Dalam praktik saat ini, pelayanan informasi ditetapkan
sebagai area bisnis utama di mana para manajernya merupakan manajer puncak,
termasuk dalam grup eksekutif pilihan dan menjadi anggota komite yang membuat
keputusan penting bagi perusahaan.
CIO (Chief Information Officer) adalah manajer pelayanan informasi yang
memberikan kontribusi keterampilan manajerial untuk memecahkan masalahmasalah, yang tidak hanya berhubungan dengan sumber daya informasi tetapi juga
area-area operasional lainnya di perusahaan. CIO merupakan anggota komite
eksekutif dan bekerjasama dengan para eksekutif lain dalam perencanaan strategis
yaitu menyatukan informasi sebagai sumberdaya yang perlu digunakan untuk
mendapatkan keunggulan kompetitif, dan didukung oleh suatu rencana strategis
untuk sumber daya informasi.
4

Para manajer dan profesional harus dilatih untuk memahami informasi


sebagai aset berharga yang dapat digunakan untuk meningkatkan keuntungan
perusahaan dan bagaimana menggunakan sistem informasi dalam pengambilan
keputusan. Ahli informasi dilatih untuk memahami dampak sistem informasi
terhadap perubahan pengambilan keptusan perusahaan.
Terdapat tiga level manajemen yang dibagi oleh Robert N.Anthony, yaitu:
1. Tingkat perencanaan strategis (strategic planning level). Contohnya: presiden
dan wakil presiden, direktur, rektor. Keputusan manajer pada tingkat ini
seringkali memiliki dampak pada keseluruhan organisasi selama bertahuntahun kemudian.
2. Tingkat kendali manajemen (manajemen control level). Contohnya: manajer
regional, direktur produk, dan kepala divisi. Memiliki tanggung jawab untuk
menjalankan rencara dan memastikan tercapainya tujuan.
3. Tingkat kendali operasional (operasional control level). Meliputi
departemen,

penyelia,

dan

pimpinan

proyek

orang-orang

kepala
yang

bertanggungjawab untuk menyelesaikan rencana yang ditentukan oleh


manajer di tingkat yang lebih tinggi.
Manajer atau perusahaan harus memiliki sistem untuk mengumpulkan dan
menganalisis data. Tugas manajer untuk mengelola data mentah lalu mengolahnya
sehingga menghasilkan informasi yang berguna sebagai acuan pengambilan
keputusan. CIO memosisikan pelayanan informasi sebagai elemen yang menentukan
dalam struktur organisasi perusahaan dengan mengikuti saran-saran seperti berikut:
1. Menyediakan waktu untuk bisnis dan pelatihan bisnis. Pelajari bisnis bukan
hanya sekedar teknologinya.
2. Membangun kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen, jangan
3.
4.
5.
6.
E.

menunggu hingga diundang.


Fokuskan pada peningkatan proses-proses bisnis.
Jelaskan biaya sistem informasi dengan menggunakan istilah-istilah bisnis.
Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa sistem informasi yang handal.
Terbuka terhadap ide-ide dari luar area sistem isformasi.
Perencanaan Strategis Sumber Daya Informasi
Perencanaan strategis sumber daya informasi (strategic planning for

information resources SPIR) merupakan pengembangan perencanaan strategis


secara parallel jasa informasi yang disesuaikan dengan perusahaan, sehingga
perencanaan perusahaan merefleksikan dukungan yang perlu disediakan oleh
5

pelayanan informasi, dan perencanaan pelayanan informasi dapat merefleksikan


sistem pendukung (support system) yang diperlukan di masa mendatang.
Setiap perusahaan akan mengembangkan perencanaan strategis sumber daya
informasi yang dapat memenuhi kebutuhan masing-masing. Ada dua topik utama
yang ada dalam setiap perencanaan yaitu tujuan yang harus dicapai oleh setiap
katagori sistem selama periode waktu yang tertera dalam perencanaan dan sumber
daya informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Strategi dalam penggunaan informasi untuk mengkoordinasikan kegiatan
antara kantor pusat dan cabangnya antara lain:
1. Strategi pengendalian desentralisasi, merupakan strategi tertua yang
dipelopori oleh perusahaan-perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan di
wilayahnya masing-masing. Strategi ini dinamakan strategi lepas tangan
(hands-off)

di

mana

induk

mengizinkan

anak

perusahaan

untuk

mengembangkan produk dan cara mereka sendiri. Dalam strategi ini, sistem
informasi

memfasilitas

pengambilan

keputusan

desentralisasi

dan

memberikan database dan proses yang berdiri sendiri.


2. Strategi pengendalian terpusat (sentralisasi) memusatkan sistem kontrolnya
di induk perusaahaan. Produk untuk seluruh pasar dunia di produksi secara
sentral dan dikirim ke anak perusahaan. Ketika organisasi menetapkan
strategi pengendalian terpusat, sistem informasi mereka sebagaian besar
berlokasi di perusahaan induk serta menggambarkan proses dan database
terpusat.
3. Strategi keahlian terpusat (centralized expertise strategy) merupakan
campuran strategi pengendalian terpusat dan strategi pengendalian
desentralisasi. Keahlian mengalir menuju anak perusahaan dan informasi
keuangan mengalir menuju kantor pusat (perusahaan induk). Perusahaan
yang menggunakan strategi bisnis ini menerapkan sistem antarorganisasi
(interorganizational system) yang menghubungkan proses dan database
induk perusahaan dengan anak perusahaan
4. Strategi pengendalian terpusat dan strategi keahlian terdistribusi (centralized
control and distributed expertise strategy) dimana perusahaan induk dan
semua anak perusahaannya bekerja sama dalam menyusun strategi dan
kebijakan operasional perusahaan. Ketika perusahaan menerapkan strategi
6

keahlian terdistribusi dan pengendalian terpusat, perusahaan mencapai sistem


informasi yang terintegrasi dengan menggunakan strandar yang diterapkan
pada skala internasional serta arsitektur yang umum digunakan. Strategi
keahlian terdistribusi dan pengendalian terpusat menempatkan tanggung
jawab yang besar pada para ahli database untuk memastikan keseragaman
perancangan database di seluruh dunia.
F. Definisi EUC (End-User Computing)
Menurut Harrison dan Rainer (1992) dalam Rifa dan Gudono (1999) bahwa
End-User adalah orang-orang yang berinteraksi dengan Sistem Informasi yang
berbasis komputer hanya sebagai pemakai atau konsumen (pemakai akhir).
Sedangkan End-User Computing adalah penggunaan komputer secara langsung oleh
seseorang untuk menyelesaikan masalah yang menggunakan komputer atau
Computer-based Solution.
Dengan

demikian,

definisi

EUC

(End-User

Computing)

adalah

pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh pemakai akhir
yang dapat mendukung aplikasi dalam operasional dan manajerial oleh End-User.
EUC ini merupakan salah satu metode pengembangan berbasis komputer
yang dilakukan oleh pemakai. Namun, selama tahun-tahun terakhir ini, banyak
pemakai telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan aplikasi mereka sendiri
daripada bergantung sepenuhnya kepada pada specialist informasi. Pendekatan EUC
inilah salah satunya. Namun, pemakai dapat menggunakan para spesialis tersebut
dalam melaksanakan pekerjaan pengembangannya atau untuk menjadi konsultan.
G. EUC (End-User Computing) Sebagai Masalah Strategis
Walaupun dengan adanya kemajuan alamiah yaitu adanya EUC ini dalam
penggunaan komputer, ini bukan berarti tidak adanya resiko dalam penerapannya,
karena tidak semua orang ikut serta dalam EUC dan memiliki tingkat pengetahuan
yang sama tentang komputer. Para End-User dapat dikelompokan menjadi 4
golongan berdasarkan tingkat kemampuan dalam menggunakan komputer yaitu:
1. Pemakai Akhir Tingkat Menu (Menu-Level End Users) yaitu pemakai akhir
yang tidak mampu menciptakan perangkat lunak mereka sendiri tetapi dapat
menggunakan perangkat lunak yang sudah jadi dengan menggunakan menumenu seperti yang ditampilkan oleh perangkat lunak berbasis Windows dan
Mac.
7

2. Pemakai Akhir Tingkat Perintah (Command-Level End Users) yaitu pemakai


akhir yang dapat menggunakan perangkat lunak yang melebihi sekedar
menggunakan menu-menu namun juga dapat menggunakan bahasa perintah
dari perangkat lunak untuk melaksanakan aritmatika dan logika dalam
pengolahan data. Contohnya yaitu dapat menggunakan perintah-perintah
khusus dalam Microsoft Excel untuk menyelesaikan proses yang tidak
mungkin dilakukan melalui menggunakan menu.
3. Pemakai Akhir Tingkat Perintah (End-Users Programmers) yaitu pemakai
akhir yang dapat menggunakan bahasa-bahasa pemrograman seperti HTML,
Visual Basic, Java Script dan dapat mengembangkan program-program yang
disesuaikan dengan kebutuhan mereka sendiri.
4. Pemakai Pendukung Fungsional (Functional Support Personnel) yaitu
spesialis informasi yang merupakan anggota dari unit-unit fungsional yang
berdedikasi pada area pemakaian tertentu dan melapor pada manajer unit
bisnis mereka.
H. Konsep Manajemen Sumber Daya Informasi (Information Resources
Management/IRM)
Manajemen Sumber Daya Informasi atau IRM adalah aktivitas yang
dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan
mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumberdaya informasi yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
Manajemen Sumber Daya Informasi atau IRM merupakan metodologi siklus
hidup yang digunakan untuk menciptakan sistem yang menghasilkan informasi yang
berkualitas. Dalam pencapaian IRM tersebut diperlukan suatu kondisi-kondisi
dengan elemen-elemen yang diperlukan yaitu :
1. Kesadaran bahwa keunggulan kompetititf dapat dicapai melalui Sumber
Daya Informasi yang unggul yaitu para eksekutif dan manajer dalam
perencanaan strategis memahami bahwa perusahaan dapat mencapai
keunggulan dari pesaingnya dengan mengelola arus informasi.
2. Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu bidang yang fungsional yaitu
dalam struktur organisasi mencerminkan bahwa jasa informasi memiliki
tingkat kepentingan yang sama dengan bidang fungsional lainnya seperti
keuangan dan pemasaran.
8

3. Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak yaitu CIO ikut berkontribusi
dalam pemecahan masalah yang mempengaruhi seluruh operasi perusahaan
dengan menyertakan CIO dalam komite eksekutif.
4. Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan ketika membuat
perencanaan strategis yaitu ketika para eksekutif terlibat dalam perencanaan
strategis perusahaan, mereka memperhatikan sumber daya informasi yang
dibutuhkan dalam pencapaian tujuan strategis.
5. Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi yaitu terdapat rencana
formal untuk memperoleh dan mengelola sumber daya informasi, dimana
sumber daya tersebut harus mencakup yang berada pada area pemakai
maupun jasa informasi.
6. Strategi untuk mendorong dan mengelola EUC yaitu rencana strategis
sumber daya informasi yang membahas cara membuat sumber daya
informasi yang tersedia bagi pamakai dengan tetap mempertahankan
pengendalian atas sumber daya tersebut.
Komponen dasar dalam penerapan Manajemen Sumber Daya Informasi atau
IRM yaitu :
1. Lingkungan Perusahaan yaitu terdapat delapan elemen lingkungan dalam
pencapaian keunggulan kompetitif, para eksekutif menyadari perlunya
pengelolaan arus sumber daya sebagai cara dalam memenuhi elemenelemen lingkungan dalam pasar yang kompetitif
2. Eksekutif Perusahaan yaitu penyertaan CIO dalam kelompok eksekitif
dalam mengarahkan perusahaan mencapai tujuan dalam perencanaan
strategis.
3. Bidang/Area Fungsional yaitu jasa informasi disertakan sebagai suatu
bidang fungsional utama dan rencana strategis sumber daya informasi
yang depersiapkan oleh jasa informasi bekerja sama dengan bidang
fungsional lainnya untuk mendukung rencana strategis perusahaan.
4. Sumber Daya Informasi yaitu rencana strategis sumber daya informasi
menggambarkan semua sumber daya informasi diperoleh dan dikelola,
sebagian dipusatkan dalam jasa informasi dan sebagian didistribusikan
diseluruh perusahaan dalam area pemakai.
5. Pemakai yaitu data dan informasi mengalir antara sumber daya informasi
dan para pemakai, dimana sebagian pemakai ikut serta dalam End-User
Computing.
9

SAP 3
E-COMMERCE

1. Pengertian E-Commerce
E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara
elektronik kepada konsumen atau dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer
sebagai perantara transaksi bisnis

1.1 Jenis-jenis E-Commerce


Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce
dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
10

a. Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah
terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
b. Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format
data yang telah disepakati bersama.
c. Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk
mengirimkan data.
d. Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing
intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
2. Business to Consumer, karakteristiknya:
a. Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secara umum pula.
b. Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh
orang banyak.
c. Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
d. Sering dilakukan sistim pendekatan client-server.
1.2 Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan
menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam
meningkatkan keuntungannya.
1.2.1 Classifieds/listing/iklan baris
Ini adalah model bisnis e-commerce paling sederhana, 2 kriteria yang biasa diusung
model bisnis ini:
a. Website yang bersangkutan tidak memfasilitasi kegiatan transaksi online
b. Penjual individual dapat menjual barang kapan saja, dimana saja secara
gratis
Contoh situs iklan baris yang terkenal di Indonesia ialah OLX. Metode transaksi
yang paling sering digunakan di situs iklan baris ialah metode cash on delivery atau
COD. Cara memperoleh pendapatannya dengan iklan premium.

1.2.2. Marketplace C2C (Customer to Customer)


Ini adalah model bisnis dimana website yang bersangkutan tidak hanya membantu
mempromosikan barang dagangan saja, tapi juga memfasilitasi transaksi uang secara
online. 2 kriteria bagi sebuah website marketplace yaitu :
a. Seluruh transaksi online harus difasilitasi oleh website yang bersangkutan
b. Bisa digunakan oleh penjual individual
11

Kegiatan jual beli di website marketplace harus menggunakan fasilitas transaksi


online seperti layanan escrow atau rekening pihak ketiga untuk menjamin keamanan
transaksi. Penjual hanya akan menerima uang pembayaran setelah barang diterima
oleh pembeli. Selama barang belum sampai, uang akan disimpan di rekening pihak
ketiga. Apabila transaksi gagal, maka uang akan dikembalikan ke tangan pembeli.
Tiga situs marketplace di Indonesia yang memperbolehkan penjual langsung
berjualan barang di website ialah Tokopedia dan Bukalapak. Cara memperoleh
pendapatan dengan layanan penjual premium, iklan premium, dan komisi dari setiap
transaksi.
1.2.3. Shopping mall
Model bisnis ini mirip sekali dengan marketplace, tapi penjual yang bisa berjualan
disana haruslah penjual atau brand ternama karena proses verifikasi yang ketat.
Satu-satunya situs online shopping mall yang beroperasi di Indonesia ialah Blibli.
Cara memperoleh pendapatan adalah komisi dari penjual.

1.2.4. Toko online B2C (Business to Consumer)


Model bisnis ini cukup sederhana, yakni sebuah toko online dengan alamat website
(domain) sendiri dimana penjual memiliki stok produk dan menjualnya secara online
kepada pembeli. Beberapa contoh toko online di Indonesia ialah Lazada Indonesia.
Keuntungan dari memiliki toko online Anda sendiri ialah Anda memiliki kebebasan
penuh disana. Anda dapat merubah jenis tampilan sesuka Anda dan dapat membuat
blog untuk memperkuat SEO toko online Anda.
1.2.5. Toko online di media sosial
Banyak penjual di Indonesia yang menggunakan situs media sosial seperti
Facebook, BBM, Line, dan Instagram untuk mempromosikan barang dagangan
mereka.
Membuat toko online di Facebook,Line atau Instagram sangatlah mudah, sederhana,
dan biaya murah akan tetapi penjual tidak dapat membuat templatenya sendiri.

2 Strategi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik


IOS
IOS (Interorganizational System) atau sistem informasi antar organisasi adalah suatu
kombinasi perusahaan-perusahaan yang terkait sehingga berfungsi sebagai suatu
12

sistem tunggal dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Perusahaanperusahaan yang membentuk IOS disebut mitra dagang atau mitra bisnis.
Contoh :
Sebagai salah satu gambaran yaitu sistem antara para pemasok yang dihubungkan ke
sistem informasi wal-mart (www.walmart.com), retailer terkemuka di amerika, yang
memungkinkan pihak pemasok dapat segera mengetahui sediaan yang berada
dibawah level minimum sehingga pemasok dapat segera menggirimkan produk
mereka ke walmart. Model seperti ini banyak di implementasikan dalam
perdaganggan elektronis (e-commerce) yang menghubungkan pemasok dan penjual,
atau yang lebih dikenal dengan sebutan B2B atau Business to business.

Manfaat IOS terbagi kedalam dua kategori yaitu efisiensi komparatif dan kekuatan
tawar-menawar :

1. Efisiensi Komparatif : Dengan bergabung Dalam IOS, para mitra dagang


dapat menyediakan barang dan jasa mereka dengan biaya yang lebih murah
daripada pesaing mereka
2. Kekuatan Tawar-menawar : Kemampuan suatu perusahaan untuk
menyelesaikan perselisihan dengan pemasok dan pelanggannya yang
menguntungkan dirinya disebut kekuatan tawar menawar. Kekuatan itu
berasal
dari
tiga
metode
dasar
yaitu
:
- Keistimewaan Produk yang unik, hubungan elektronik IOS memungkinkan
perusahaan menawarkan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan dalam
bentuk pesanan yang lebih rendah, yang lebih cepat, dan waktu respon atas
permintaan
informasi
yang
lebih
cepat
- Penurunan biaya yang berhubungan dengan pencarian, dengan menjadi
bagian suatu IOS maka perusahaan dapat mengurangi biaya-biaya berbelanja
yang
dialami
pelanggannya
dalam
mencari
pemasok.
- Meningkatkan biaya peralihan Suatu perusahaan ingin agar jika pelanggan
beralih ke pesaing maka biayanya menjadi mahal. IOS mencapai manfaat ini
dengan memberikan bagi pelanggan sumber daya informasi

Electronic Data Interchange


Pertukaran Data Elektronik (Electronic Data Interchange / EDI) adalah
transmisi data terstruktur antar organisasi secara elektronik. EDI ini umumnya
dipakai dalam konteks perdagangan dan bisnis, khususnya perdagangan elektronik.
EDI digunakkan oleh perusahaan-perusahaan dalam memudahkan proses pertukaran
13

data transaksi yang berulang-ulang antar perusahaan. EDI sangat bergantung kepada
pengembangan format standar untuk dokumen-dokumen bisnis seperti faktur,
pesanan pembelian, dan surat tanda terima. Harus ada persetujuan dari pelakupelaku bisnis yang terkait dan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional
untuk dapat menggunakan format-format standar ini dan mentransmisikan data
secara elektronik.

Electronic Fund Transfer Systems (EFT)


EFT didefinisikan sebagai pemindahan dana yang diawali dari terminal elektronik,
instrument telepon, computer, atau magnetic tape untuk memesan, memerintahkan,
atau memberikan kewenangan kepada lembaga keuangan untuk mendebet atau
mengkredit rekening.
Transfer dana elektronik (EFT) adalah pertukaran elektronik, transfer uang dari
satu rekening ke rekening lain, baik dalam lembaga keuangan tunggal atau di
beberapa lembaga, melalui sistem berbasis komputer. Kemampuan lembaga
keuangan untuk menyediakan jasa-jasa tersebut seiring dengan perkembangan
teknologi computer dan teknologi komunikasi data.

Extranet
Extranet adalah Jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan
sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi
secara aman kepada penyalur, penjual, mitra, pelanggan dan lain-lain. Extranet dapat
juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang dilebarkan bagi pengguna di
luar perusahaan. Perusahaan yang membangun extranet dapat bertukar data
bervolume besar dengan EDI (Electronic Data Interchange), berkolaborasi dengan
perusahaan lain dalam suatu jaringan kerjasama dan lain-lain. Keuntungan dalam
penggunaan extranet ini adalah proses dan arus informasi lebih cepat, peningkatan
dalam efektivitas berbisnis dan mengurangi biaya komunikasi, transportasi maupun
administrasi.
3. Perkembangan Internet Dulu dan Sekarang
Disukai atau tidak, dampak dari era reformasi 1998 benar-benar membawa
dampak yang signifikan dalam perkembangan dunia telekomunikasi, informatika
dan intenet. Tirani dan monopoli dari rezim terdahulu seakan benar-benar
14

tersingkirkan akibat adanya reformasi tersebut.


Dan seiring semakin terbukanya pintu perdagangan dan arus informasi maka
layanan yang dahulu mungkin hanya bisa dinikmati oleh beberapa kalangan elit dan
berduit kini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat lebih luas, sebut saja layanan TV
kabel berlangganan.
Ya, kemajuan teknologi sudah berkembang sangat pesat diberbagai lini kehidupan,
terutama internet. Perkembangan internet sudah sangat jauh lebih berkembang
dibanding 11 tahun silam. Mari sejenak kita menengok ke belakang mengenai masa
lalu dunia Internet.
Media Akses
Dahulu, dial up menggunakan jaringan telepon tetap adalah satu-satunya media
akses yang paling masuk akal agar perorangan dapat terhubung ke internet dari
rumah atau kantor. Bahkan warnet-warnet pun banyak mengandalkan dial-up
sebagai media koneksi Internet.
Perusahaan penyedia jasa internet mulai tumbuh satu per satu.

Konten
Saat itu para para penyedia konten masih terbatas hanya menyediakan informasi
yang searah, walau memang ada beberapa penyedia konten interaktif (forum) dan
social networking
. Besarnya halaman berkisar antara 50 KB-100 KB per halaman, hal ini mungkin
masih disebabkan karena akses yang digunakan mayoritas masih menggunakan dialup modem dengan kecepatan 57 Kbps.
Social Networking
ICQ merupakan salah satu aplikasi chating yang banyak digemari, selain Yahoo
Messenger pastinya. ICQ merupakan salah satu pelopor aplikasi chating yang bisa
melakukan transfer file, conference dan mengirim voice. MSN Messenger juga
masih merupakan aplikasi chatting favorit. Tak ketinggalan MIRC, salah satu
aplikasi chat ini benar-benar menjadi idola, terutama para pengunjung Warnet yang
betah beberapa jam hanya untuk chating di MIRC
Terminal OS
Desktop! Itulah mayoritas terminal yang digunakan untuk beraktivitas online saat
15

itu. Laptop masih sangat jarang digunakan karena harganya yang waktu sangat jauh
dari terjangkau. Windows 98 merupakan OS (Operating System) yang paling
populer saat itu. Linux masih sangat jarang digunakan, saat itu Linux masih
dianggap sebagai OS dunia gelap oleh sebagian orang karena bingung setelah selesai
menginstal Linux lalu harus apa yang dilakukan.
Lalu setelah itu, perlahan namun pasti kemajuan teknologi telekomunikasi seakan
benar tancap gas. Berbagai inovasi lahir dan dengan cepat bisa dinikmati di bumi
pertiwi. Teknologi Selular merupakan salah satu pemicu kemajuan teknologi
tersebut.
Sebelumnya masyarakat sudah cukup senang dengan pager (baca: pejer) sehingga
sempat menjadi tren untuk beberapa saat sebelum akhirnya mati secara teratur
karena tergusur oleh semakin inovatifnya layanan-layanan dari operator selular.
Kondisi yang sama juga terjadi di dunia Internet, teknologi lama yang tidak mau
ber-evolusi menjadi tergusur.
Mari kita lihat perkembangan dunia Internet saat ini
Media Akses
Dial up, memang media ini masih ada dan masih bisa digunakan saat ini, bahkan
para penyedia jasa internet masih tetap menjual layanan tersebut. Namun perlahan
namun pasti media-media akses lainnya yang menjanjikan kualitas dan harga yang
kompetitif membuat dial-up mungkin menjadi pilihan terakhir jika kita akan
melakukan koneksi ke Internet.
Untuk para pelanggan korporasi media dedicated Leased Line ataupun wireless
menjadi yang paling banyak dipilih agar kantor mereka bisa terhubung dengan
tingkat reliability yang tinggi.
Layanan hotspot wi-fi gratisan/berbayar juga tetap dipilih oleh para pelanggan
karena diyakini memberikan kualitas yang mencukupi. Di beberapa wilayah
perumahan di Jakarta, koneksi internet yang disediakan oleh salah satu penyedia
layanan TV kabel pun menjadi pilihan untuk koneksi ke Internet.
Begitupun teknologi ADSL yang diusung oleh salah satu penyedia jasa
telekomunikasi incumbent. Namun karena keterbatasan infrastruktur yang mereka
miliki maka kembali layanan internet dari operator selular menjadi banyak dipilih
oleh kalangan yang ingin terkoneksi ke Internet di rumah-rumah.
Konten
Tersedianya beragam konten saat ini membuat masyarakat semakin nyaman untuk
16

melakukan berbagai aktivitas di Internet. Forum, layanan e-mail, berbagai macam


portal sudah tersedia saat ini,
Secara keseluruhan Google dan Yahoo masih merupakan konten yang sangat
diminati oleh masyarakat Indonesia, namun hal ini tidak berarti menyurutkan
langkah para penyedia jasa konten Indonesia untuk terus berkompetisi dengan
penyedia konten produk luar negeri. Detik.com dan Kaskus secara konsisten terus
masuk dalam ranking 10 besar top website yang sering dikunjungi dari Indonesia.
Namun sayangnya semakin hari ukurang halaman dari konten-konten tersebut
menjadi semakin besar, hal ini sangat dimungkinkan karena lebar bandwidth pada
media akses pun semakin besar dan bagus.

Social Networking
Sampai saat ini Yahoo Messenger masih merupakan media chating yang paling
diminati. Facebook merupakan salah satu fenomena social networking yang diminati
oleh berbagai lapisan masyarakat.
Twitter, Plurk menjadi pelengkap dunia social networking saat ini. Namun,
dimanakah konten lokal produksi anak negeri? Tidak perlu khawatir, Kaskus, Fupei,
Koprol merupakan produk dalam negeri yang cukup diminati dan sukses. Bahkan
konten-konten penyedia informasi juga tak tinggal diam menyikapi hal ini, forum
Detik.com dan forum Kompas.com
berupaya memberikan 'rasa social networking' bagi para pengunjungnya
Terminal OS
Ketika harga laptop mulai turun dan semakin terjangkau, lalu muncul lah satu trend
baru dalam kehidupan masyarakat dimana kafe-kafe dan tempat umum menyediakan
hotspot wi-fi bagi para pengunjungnya. Sungguh sangat biasa melihat pengunjung
kafe asik becengkrama dengan laptopnya.
Namun ternyata tren tersebut juga tidak bertahan lama, laptop masih terlalu besar
untuk dibawa kemana-mana, walaupun saat ini netbook (laptop yang lebih kecil
ukuran nya) juga tersedia dengan harga yang lebih terjangkau. Dan akhirnya mereka
lebih memilih terminal yang lebih kecil dan bisa dibawa kemanapun tanpa membuat
mereka ribet.
Smartphone, itulah jawabannya. Ketika Nokia memutuskan memilih Indonesia
sebagai tempat peluncuran pertama di dunia untuk product Communicator-nya, itu
17

merupakan tonggak awal yang menunjukan bahwa 'mobile internet' merupakan tren
yang akan terus berkembang pesat bukan hanya di Indonesia, namun di belahan
dunia lainnya, dan hal tersebut terbukti saat ini.

BlackBerry, Iphone, Android, Windows Mobile Devices hingga sekelas Nexian


merupakan pilihan yang bisa digunakan untuk agar terus terkoneksi ke Internet
secara mobile. Namun tetap, fungsi dari desktop dan laptop belum akan bisa
tergantikan. Jenis-jenis smartphone yang digunakan hanyalah sebagai pelengkap dari
desktop dan laptop itu sendiri.

4. APLIKASI BISNIS DARI INTERNET


4.1

Internet dan E-business

membawa perubahan cukup besar terhadap bisnis dan melahirkan istilah yang
disebut e-business. Kotler (2003) mendefinisikan e-business sebagai penggunaan
alat dan platform elektronis untuk melaksanakan bisnis perusahaan. Secara lebih
jelas, OBrien (2001) mendefinisikannya sebagai Penggunaan teknologi-teknologi
internet untuk menghubungkan dan memberdayakan proses bisnis, perdagangan
elektronis, dan komunikasi serta kolaborasi di dalam sebuah perusahaan dan dengan
para pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis yang lain. e-business adalah kegiatan
bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan
menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan
untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara
lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan
dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan
melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain:
pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai
(supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan
pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business
memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan
perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di
antaranya.
Sebagaimana tersirat dalam definisi e-business di atas, e-business mencakup tiga
bagian yaitu system komunikasi dan kolaborasi, perdagangan elektronis, dan system
bisnis internal.

18

1.
System Komunikasi dan Kolaborasi
Di dalam system komunikasi dan kolaborasi perusahaan, para anggota tim kerja
dapat melakukan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi dengan menggunakan
teknologi seperti surat elektronis, system chat, dan bahkan videokonferensi. Perlu
diketahui:
a.
Koordinasi berarti menyelaraskan setiap usaha yang dilakukan masing-masing
individu dalam suatu kelompok kerja
b.
Komunikasi berarti berbagi informasi. Dan
c.
Kolaborasi berarti bekerja sama dalam melaksanakan suatu tugas atau proyek.
2.
Sistem Bisnis Internal
Sistem bisnis internal digunakan untuk melayani proses dan bisnis secara internal.
Dengan menggunakan system seperti ini, seorang manajer yang sedang berpergian
dapat mengakses basis data perusahaan yang terdapat pada server dengan mudah.
Beberapa hal lain yang bisa ditangani melalui system bisnis internal adalah sebagai
berikut:
a.
Pemrosesan transaksi secara internal; misalnya pesanan penjualan dapat
dimasukan oleh pemasar dari jarak jauh.
b.
Portal perusahaan, yaitu sarana informasi berbasis web yang ditujukan secara
khusus untuk pegawai perusahaan berangkutan.
c.
Pemantauan aktivitas dalam perusahaan..
3. Perdagangan Elektronis
Perdagangan Elektronis atau e-commerce adalah segala bentuk kegiatan pembelian
dan penjualan, pemasaran produk, jasa, dan informasi yang di lakukan secara
elektronis. Domain e-commerce berupa B2B, B2C, C2B, dan C2C.
a.

Business-to-Business (B2B)
B2B menyatakan bentuk jual-beli produk atau jasa yang melibatkan dua atau
beberapa perusahaan dan dilakukan secara elektronis. Umumnya perusahaanperusahaan yang terlibat adalah pemasok, distributor, pabrik, took, dll.

b. Business-to-Consumer (B2C)
B2C adalah bentuk jual-beli produk Yang melibatkan perusahaan penjual dan
konsumen akhir yang dilakukan secara elektronis, perusahaan-perusahaan terkenal
yang melayani B2C antara lain adalah Dell (www.dell.com), Cisco
(www.cisco.com), dan Amazon (www.amazon.com).
B2C banyak diminati oleh para pemakai Internet karena pembelian produk dapat
dilakukan dengan mudah dan cepat. Selain itu, umumnya harga produk lebih murah
dan konsumen bisa membayar dengan kartu seperti Master Card atau Visa Card.
19

c.

Consumer-to-Consumer (C2C)
Comsumer-to-consumer (C2C) atau terkadang disebut person-to-person
(Ebert dan Griffin, 2003) menyatakan model perdagangan yang terjadi antara
konsumen dengan konsumen yang dilakukan secara elektronis. Situs seperti eBay
(www.eBay.com ) menyediakan sarana yang memungkinkan orang-orang dapat
menjual atau membeli barang di antara mereka sendiri.
d. Consumer-to-Business (C2B)
Beberapa situs telah berinisiasi untuk mendukung bisnis yang berbasiskan
konsumen ke pebisnis (Consumer-to-business atau C2B). sebagai contoh,
Preceline.com merupakan situs yang memungkinkan seseorang menjual rumah ke
perusahaan ini. Dalam hal ini, internet dapat digunakan sebagai sarana untuk
negosiasi.

4.2. Intranet dan Extranet


intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet
hanya saja digunakan dalam internal perusahaan, kantor, bahkan warung internet
(WARNET) pun dapat di kategorikan Intranet. Antar Intranet dapat saling
berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui sambungan Internet yang
memberikan tulang punggung komunikasi jarak jauh. Akan tetapi sebetulnya sebuah
Intranet tidak perlu sambungan luar ke Internet untuk berfungsi secara benar.
Intranet menggunakan semua protocol TCP/IP Protokol TCP/IP, alamat IP, dan
protokol lainnya), klien dan juga server.
Jika sebuah badan usaha / bisnis / institusi mengekspose sebagian dari internal
jaringannya ke komunitas di luar, hal ini di sebut ekstranet. Memang biasanya tidak
semua isi intranet di keluarkan ke publik untuk menjadikan intranet menjadi
ekstranet. Misalnya kita sedang membeli software, buku dll dari sebuah e-toko,
maka biasanya kita dapat mengakses sebagian dari Intranet toko tersebut. Badan
usaha / perusahaan dapat memblokir akses ke intranet mereka melalui router dan
meletakan firewall. Firewall adalah sebuah perangkat lunak / perangkat keras yang
mengatur akses seseorang kedalam intranet. Proteksi dilakukan melalui berbagai
parameter jaringan apakah itu IP address, nomor port dll. Jika firewall di aktifkan
maka akses dapat dikontrol sehingga kita hanya dapat mengakses sebagian saja dari
Intranet perusahaan tersebut yang kemudian dikenal sebagai extranet.
Sedangkan Extranet atau Ekstranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan
protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian
informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual
(vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.
20

5. KEAMANAN INTERNET

5.1 Pengertian Network Security


Security makin penting saat makin banyak data yang ditransmisikan melalui
Internet. Saat user menggunakan Internet, dia mengharapkan kerahasiaan dan
integritas data. Juga kemampuan untuk mengenali pengirim pesan, dan
membuktikan bahwa pesan tersebut dikirim oleh pengirim tertentu, bahkan jika si
pengirim menyangkalnya. Network security (keamanan jaringan data) terdiri atas
beberapa kondisi yaitu :
1.
Privacy (privasi)
Yaitu pengirim dan penerima membutuhkan kerahasiaan. Data yang dikirimkan
hanya akan terkirim dan dimengerti oleh penerima, bukan yang lain.
2.
Authentification (otentifikasi)
Yaitu penerima yakin akan identitas pengirim dan bukan penipu yang mengirimkan
pesan tersebut.
3.
Integrity (integritas)
Data harus sampai di penerima sama persis seperti saat ia dikirimkan. Tidak boleh
ada perubahan data dalam pengiriman.
4.
Nonrepudiation
Yaitu penerima harus dapat membuktikan bahwa pesan yang diterima datang dari
pengirim tertentu. Si pengirim tidak bisa menyangkal pesan yang dikirimkannya.
5.1.1 Macam Macam Security di Internet
1.
Application Layer Security
Pada level ini tiap aplikasi bertanggung jawab dalam menyediakan keamanan.
Implementasi pada level ini hanya menyangkut client dan server. Security pada level
ini lebih sederhana hanya komunikasi via Internet hanya menyangkut dua pihak
yaitu pengirim dan penerima (misalnya pada aplikasi email. Si pengirim dan
penerima dapat setuju untuk menggunakan protokol yang sama dan menggunakan
berbagai tipe security service yang tersedia.
2. Transport Layer Security
Pada level ini security yang terapkan lebih rumit. Salah satu metode security pada
layer ini adalah Transport Layer Security (TLS). TSL merupakan salah satu protokol
yang dikembangkan oleh Netscape untuk security di Internet
Untuk transaksi di Internet, security meliputi:
- Pelanggan perlu yakin bahwa server yang dituju adalah milik vendor sebenarnya,
bukan penipu
- Pelanggan perlu yakin bahwa isi dari pesan yang dikirimkannya tidak dimodifikasi
21

selama transaksi. Integritas pesan harus dipertahankan


- Pelanggan perlu yakin bahwa tidak ada orang yang tidak berkepentingan yang
dapat menerima informasi sensitif yang dikirimkannya, misalnya nomor kartu kredit
Selain tiga hal di atas, TLS juga dapat menyediakan fitur untuk vendor (penerima)
mengotentifikasi pelanggan.
3.
Security at the IP Layer
Pada IP layer, implementasi fitur keamanan (security) sangat kompleks karena
banyak piranti yang terlibat. Security pada level ini menggunakan IP Security
(IPSec). IPSec adalah sekumpulan protokol yang didesain oleh IETF (Internet
Engineering Task Force) untuk menyediakan keamanan pada paket-paket data yang
dikirim via Internet. IPSec tidak mendefinisikan metode enkripsi atau otentifikasi
tertentu, melainkan menyedikan framework dan mekanisme security. Sedangkan
user yang memilih metode enkripsi/otentifikasinya.
4.
Firewall
Suatu organisasi dapat melindungi darinya dari dunia luar dengan firewall. Firewall
adalah suatu router yang dipasang antara jaringan internal suatu organisasi, dan
Internet. Firewall didesain untuk melewatkan paket-paket data tertentu dan
memfilter (memblok) yang lainnya.
Sousinya adalah dengan memasang suatu proxy pada komputer (dikenal juga
sebagai gateway) yang beada antara komputer klien dan server perusahaan. Saat
seseorang mengirimkan pesan, proxy tersebut akan mengirimkan pesan kepada
server untuk menerima pesan tersebut. Server akan melewatkan paket pada level
aplikasi dan mencari tahu apakah paket tersebut dapat diterima. Jika tidak maka
pesan akan dibuang dan suatu error message akan dikirimkan.
5.
Access Control
Access control adalah suatu usaha preventif untuk menyediakan keamanan pada
suatu jaringan data. Suatu organisasi membutuhkan aturan access control untuk
melindungi sumber dayanya dari user yang tidak berkepentingan. Ada tiga metode
yang bisa digunakan untuk access control yaitu password, token dan biometrics.
6.
Password
Teknik yang uum digunakan untuk otorisasi adalah penggunaan password.
Setiap usermemerlukan password untuk mengakses sistem. Password yang efektif
memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki panjang paling sedikit 6 karakter
2. Ditentukan oleh administrator karena user dapat memilih password yang mudah
ditebak
3. Password sebaiknya diubah secara berkala
7.
Token
Token adalah piranti kecil (misalnya kartu, kunci dll) yang berisi sirkuit elektronik
untuksecurity control
22

8.
Biometric
Yaitu beberapa karakteristik user yang digunakan untuk mendapatkan akses ke suatu
sistem. Bisa berupa suara, sidik jari, pola retina atau struktur wajah.

5.1.2 Jenis-Jenis Keamanan Internet


I.

Keamanan fisik

Keamanan fisik tidak kalah penting dari keamanan cyber karena kejahatan dalam
bentuk fisik dapat berakibat fatal terhadap sebuah sistem. Keamanan fisik lebih
ditekankan pada hardware. Contoh pengamanan fisik adalah menggunakan kunci
atau gembok pada perangkat keras yang dipakai ataupun penjagaan ketat terhadap
perangkat keras server.
II.

Kemanan jaringan

Keamanan jaringan adalah mencegah para pengguna yang tidak berhak


menggunakan jaringan yang dimiliki. Contoh pengamanan jaringan adalah dengan
menggunakan firewall ataupun proxy yang digunakan untuk mem filter user yang
akan menggunakan jaringan.

III.

Otorisasi akses

Otoritasi akses adalah penggunaan password atau kata sandi jika kita ingin
mengakses sesuatu. Otoritasi sudah banyak diterapkan pada berbagai sistem baik di
dalam Personal Computer (PC) maupun di handphone. Penggunaan keamanan
otorisasi akses sangat simple namun dapat menangkal dengan efektif pengguna yang
tidak berhak yang mencoba mengakses sebuah sistem.
IV.

Proteksi Virus

Virus merupakan ancaman keamanan yang tidak bisa kita remehkan. Virus memiliki
banyak karakteristik dan mampu menghancurkan data-data penting bahkan sistem
yang ada. Karena itu proteksi terhadap virus ini sangat penting. Salah satu cara yang
mudah menangkal virus adalah menggunakan software antivirus dan berhati hati
jika kita memindahkan data dari media penyimpanan.
V.

Penanganan benacana

Penanganan bencana adalah perencanaan langkah-langkah yang akan diambil jika


terjadi bencana yang mengakibatkan rusaknya sebuah sistem dan hilangnya datadata penting.

23

6. IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI


6.1 CAKUPAN PERSPEKTIF VERSUS CAKUPAN DESKRIPTIF
Cakupan perspektif untuk SIM menentukan bagaimana SIM sebaiknya
dikembangkan dan digunakan di dalam suatu perusahaan. Jelas ini merupakan
pendekatan yang lebih baik untuk menampilkan materi kepada mahasiswa yang
memasuki dunia bisnis dibandingkan dengan memberikan cakupan deskriptif yang
menjelaskan bagaimana hal-hal yang sedang dilaksanakan.
6.2

MORAL, ETIKA DAN HUKUM


Dalam kehidupan sehari-hari, kita diarahkan oleh banyak pengaruh. Sebagai
warga Negara yang memiliki tanggug jawab sosial, kita ingin melakukan hal yang
secara moral benar, berlaku etis, dan mematuhi hukum.
Moral
Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku yang benar dan salah.
Moral adalah institusi sosial dengan sejarah dan seperangkat aturan
Etika
Perilaku kita juga diarahkan oleh etika.Etika (ethics) adalah sekumpulan
kepercayaan, standar, atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk ke dalam
seorang atau masyarakat. Semua individu bertanggung jawab terhadap komunitas
mereka atas perilaku mereka, Komunitas dapat berarti rukun tetangga, kota, Negara,
atau profesi.
Hukum
Hukum (law) adalah peraturan perilaku formal yang diterapkan oleh otoritas
yang berwenang, seperti pemerintah, terhadap subjek atau warga negaranya. Selama
sekitar 10 tahun pertama penggunaan computer dibidang bisnis dan pemerintahan,
tidak terdapat hukum yang berkaitan dengan penggunaan computer. Hal ini
dikarenakan pada saat itu computer merupakan inovasi baru, dan system hokum
membutuhkan waktu untuk mengejarnya.

6.3

IMPLIKASI MORAL, ETIKA DAN HUKUM PADA TEMPATNYA


Penggunaan computer di dunia bisnis diarahkan oleh nilai moral dan etis
manajer, spesialis informasi, dan pengguna, serta hokum yang berlaku. Hukum
adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karena bersifat tertulis. Tetapi etika
tidak terdefinisi demikian tepat, dan mungkin bahkan tidak disetujui oleh semua
anggota masyarakat. Wilayah etika computer yang kompleks inilah yang saat ini
sangat banyak diperhatikan.

6.4

KEBUTUHAN AKAN BUDAYA ETIKA


Opini yang dipegang secara luas di dunia bisnis adalah bahwa bisnis
merefleksikan kepribadian dari pemimpinnya. Sebagai contoh, pengaruh James Cash
Penney pada JCPenney Colonel John Patterson di National Cash Register, atau
24

Thomas J. Watson, Sr. di IBM menentukan kepribadian dari perusahaan-perusahaan


tersebut. Di masa kini CEO perusahaab seperti FedEX, Southwest Airlines, dan
Microsoft memiliki pengaruh yang penting pada organisasinya sehingga masyarakat
cenderung memandang perusahaan tersebut seperti CEO-nya.
Bagaimana Budaya Etika Diterapkan
Tugas dari manajeman tingkat atas adalah untuk meyakinkan bahwa konsep
etikanya merasuk ke seluruh organisasi, dan turun ke jajaran bawah sehingga
menyentuh setiap karyawan. Para eksekutif dapat mencari implementasi ini melalui
tiga tingkat, dalam bentuk kredo perusahaan, program etika, dank ode perusahaan
yang telah disesuaikan.
Kredo Perusahaan (Corporate credo) adalah pernyataan singkat mengenai nilainilai yang ingin dijunjung perusahaan. Tujuan kredo tersebut adalah untuk
memberitahu individu dan organisasi, baik didalam maupun diluar perusahaan, akan
nilai-nilai etis yang dianut perusahaan tersebut.
Program Etika (ethics program) adalah upaya yang terdiri atas berbagai aktivitas
yang di desain untuk memberikan petunjuk kepada para karyawan untuk
menjalankan kredo perusahaan. Aktivitas yang biasa dilakukan adalah sesi orientasi
yang diadakan untuk para karyawan baru. Selama sesi ini perhatian cukup besar
ditujukan untuk masalah etika.
Kode Perusahaan Yang Disesuaikan. Banyak perusahaan merancang sendiri kode
etik perusahaan mereka. Terkadang kode-kode etik ini merupakan adaptasi dari kode
untuk industry atau profesi tertentu. Di bab yang akan datang akan dipelajari kode
etik untuk profesi system informasi.

Meletakkan Kredo, Program, dan Kode pada Tempatnya


Kredo perusahaan memberikan dasar untuk pelaksanaan program etika
perusahaan. Kode etik tersebut menggambarkan perilaku-perilaku tertentu yang
diharapkan dilaksanakan oleh para karyawan perusahaan dalam berinteraksi antara
satu dengan lain dan dengan elemen-elemen lingkungan perusahaan.
6.5

ALASAN DI BALIK ETIKA KOMPUTER


James H.Moor mendefinisikan etika komputer sebagai analisis sifat dan
dampak sosial teknologi komputer serta perumusan dan justivikasi dari kebijakankebijakan yang terkait untuk penggunaan teknologi tersebut secara etis. Dengan
demikian,etika komputer terdiri atas dua aktifitas utama. Orang diprusahaan yang
merupakan pilihan yang logis untuk menerapkan program etika ini adalah CIO.
Seorang CIO harus :
Menyadari dampak penggunaan komputer terhadap masyarakat dan
25

Merumuskan kebijakan yang menjaga agar teknologi tersebut digunakan diseluruh


perusahaan secara etis.
Alasan Pentingnya Etika Komputer
James Moor mengidentifikasi tiga alasan utama dibalik minat masyarakat
yang tingi akan etika komputer: kelenturan secara logis,faktor tranformasi,dan faktor
ketidak tampakan.
Kelenturan secara logis Moor mengartikannya sebagai kemampuan untuk
memprogram komputer untuk melakukan hampir apa saja yang ingin kita lakukan.
Faktor tranformasi alasan atas etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa
komputer dapat mengubah cara kita mengerjakan sesuatu dengan draktis. Salah satu
contoh yang baik adalah eHak Sosial dan Komputer
Masyarakat tidak hanya mengharapkan dan dunia usaha untuk menggunakan
komputer secara etis, namun juga menuntut beberapa hak yang berhubungan dengan
komputer. Klasifikasi hak-hak manusia dalam wujud komputer yang paling banyak
dipublikasikan adalah PAPA rancangan Richard O. Mason. Mason menciptakan
akronim PAPA untuk mempersentasikan empat hak dasar masyarakat sehubungan
dengan informasi :

Peivasi
Akurasi
Kepemilikan
Aseksibilitas

Hak Privasi
Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat, Louis Brandeis dikenal karena
memperkenalkan hak agar dibiarkan sendiri. Mason merasa bahwa hak ini
terancam oleh dua hal, yaitu:
Meningkatkan kemampuan komputer untuk digunakan dalam kegiatan mata-mata.
Meningkatkan nilai informasi dalam proses pengambilan keputusan.

Hak untuk Mendapatkan Keakuratan


Komputer memungkinkan tingkat keakuratan yang tidak dapat dicapai
dengan sistem nonkomputer. Potensi ini memang tersedia, namun tidak selalu
didapatkan. Beberapa sistem berbasis komputer berisikan lebih banyak kesalahan
daripada yang diberikan sistem manual.
Hak Kepemilikan
Di sini yang dibahas adalah hak kepemilikan intelektual, biasanya dalam
bentuk program komputer. Vendor peranti lunak dapat menghindari pencurian hak
kepemilikan intelektual melalui undang-undang hak cipta, hak paten, dan
26

persetujuan lisensi. Hingga tahun 1980-an, peranti lunak tidak dilindungi oleh hak
cipta atau hukum paten.
Hak Mendapatkan Akses
Sebelum diperkenalkanya basis data yang terkomputerisasi, kebanyakan
informasi tersedia untuk masyarakat umum dalam bentuk dokumen cetak atau
gambar mikroformat yang disimpan di perpustakaan.
6.6

AUDIT INFORMASI
Saat menyusun etika penggunaan computer, satu kelompok dapat memegang
peranan yang amat penting. Mereka adalah para auditor internal. Perusahaan dengan
semua ukuran mengandalkan auditor eksternal (ekternal auditor) dari luar organisasi
untuk memverifikasi keakuratan catatan akuntansi. Perusahaan-perusahaan yang
lebih besar memiliki staf tersendiri yang berfungsi sebagai auditor internal (internal
auditor), yang melaksanakan analisis yang sama seperti auditor eksternal namun
memiliki tanggung jawab yang lebih luas. Beberapa auditor eksternal juga
melaksanakan beberapa jenis audit internal dan mengawasi pekerjaan para auditor
internal, namun setelah peristiwa Enron praktik ini tidak berlanjut. Praktik ini
merupakan salah satu kegagalan Arthur Andersen dengan Enron. Badan Pengawas
Pasar Modal (Securities and Echange Comission) telah menerapkan pembatasanpembatasan pada jumlah audit internal yang dapat dilakukan oleh auditor eksternal.
Hal ini juga merupakan salah satu kegagalan Arthur Andersen dengan Emerson
Pentingnya Objektivitas
Hal unik yang ditawarkan oleh auditor internal adalah objektivitas. Mereka
beroperasi secara independen terhadap unit-unit bisnis perusahaan dan tidak
memiliki hubungan dengan individu atau kelompok lain di dalam perusahaan.
Keterlibatan mereka satu-satunya adalah dengan dewan komisaris, CEO, dan CFO.
Agar para Auditor dapat menjaga objektivitas, mereka harus menyatakan
bahwa mereka tidak menginginkan tanggung jawab operasional system yang mereka
bantukembangkan. Mereka hanya bekerja dengan kapasitas sebagai penasihat.
Mereka membuat rekomendasi untuk manajemen, dan manajemen memutuskan
apakah mereka akan menerapkan rekomendasi-rekomendasi tersebut.
Jenis Aktivitas Audit
Terdapat empat jenis dasar aktivitas audit internal: financial, operasional,
beriringan, dan desain system pengendalian internal.

Audit Financial (financial audit) memverifikasi catatan-catatan perusahaan dan


merupakan jenis aktivitas yang dilaksanakan auditor eksternal. Pada beberapa tugas,
auditor internal bekerja sama dengan auditor eksternal. Pada tugas lain, auditor
internal merupakan seluruh pekerjaan audit sendiri.
27

Audit operasional (operational audit) tidak dilaksanakan untuk memverifikasi


keakuratan catatan, melainkan untuk memvalidasi efektivitas prosedur. Audit jenis
ini merupakan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh analisis system pada tahap
analisis dari masa siklus perancangan system. Sistem yang dipelajari hampir selalu
berbentuk virtual dan bukan fisik, namun tidak selalu melibatkan computer.
Subsistem Audit Internal
Dalam system informasi financial, subsistem audit internal merupakan salah
satu subsistem input. Melibatkan auditor internal dalam tim perancangan system
merupakan suatu langkah yang baik untuk mendapatkan system informasi yang
terkendali dengan baik, dan system tersebut merupakan langkah yang baik untuk
memberikan yang mereka perlukan kepada manajemen informasi guna mencapai
dan mengelola operasional bisnis yang beretika.
6.7

MENERAPKAN ETIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI


Bantuan dalam bentuk kode etik dan program edukasi etika yang dapat
memberikan fondasi untuk budaya tersebut. Program edukasi dapat membantu
menyusun kredo perusahaan dan meletakkan program etika pada tempatnya. Kode
etik dapat digunakan seperti apa adanya atau disesuaikan dengan perusahaan
tersebut.

Kode Etik
Association for Computing Machinery (ACM) yang didirikan pada tahun
1947, adalah sebuah organisasi komputer professional tertua di dunia. ACM telah
menyusun kode etik dan perilaku professional (Code of Ethics and Professional
Practice) yang diharapkan diikuti oleh 80.000 anggotanya. Selain itu, Kode Etik dan
Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak (Software Engineering Code of Ethics
and Professional Parctice) dinuat dengan tujuan agar bertindak sebagai panduan
untuk mengajarkan dan mempraktikkan rekayasa peranti lunak, yaitu penggunaan
prinsip-prinsip perancangan dalam pengembangan peranti lunak.
Kode Etik dan Perilaku Profesional ACM. Bentuk kode etik ACM yang ada saat
ini diadopsi pada tahun 1992 dan berisikan keharusan, yang merupakan
pernyataan tanggung jawab pribadi. Kode ini dibagi lagi menjadi empat bagian.
Masing-masing keharusan ditulis dengan sebuah narasi singkat.
1. Keharusan Moral Umum. Keharusan ini berkenaan dengan perilaku moral
(member kontribusi kepada masyarakat; menghindari bahaya; berlaku jujur, dapat
dipercaya, dan adil) dan isu-isu yang pada saat ini mendapatkan perhatian hokum
(hak milik, hak cipta, privasi, dan kerahasiaan).
2. Tanggung Jawab Profesional yang Lebih Spesifik. Hal ini berkenaan dengan
dimensi-dimensi kinerja professional. Isu moral seperti berlaku jujur dalam
melakukan evaluasi dan menghargai komitmen dibahas disini. Isu hokum dan
28

tanggung jawab sosial untuk berkontribusi terhadap pemahaman umum mengenai


computer juga dibahas.
Kode ACM membahas lima dimensi utama pekerjaan yang berkaitan dengan
computer - moral, hukum, kinerja professional, tanggung jawab sosial, dan
dukungan internal. Tabel 10.1 mengilustrasikan bagaimana lima wilayah ini dibahas
oleh tiga bagian utama. Meskipun kode ACM ditujukan untuk pengarahan para
anggota ACM, kode ini memberikan panduan yang baik untuk semua professional
computer.
Topik yang Tercakup dalam Kode Etik dan Perilaku Profesional ACM
Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak
Kode etik ini mencatat pengaruh penting yang dapat diterapkan para ahli
peranti lunak pada system informasi dan terdiri atas ekspektasi di delapan hal
penting:
1. Masyarakat
2. Kien dan atasan
3. Produk
4. Penilaian
5. Manajemen
6. Profesi
7. Kolega
8. Diri Sendiri
Lima dari hal diatas berkaitan dengan tanggung jawab dimana ahli tersebut
menjadi bagian (Masyarakat, Klien dan Atasan, Manajemen, Profesi dan Kolega).
Dua hal (Produk dan Penilaian) berkaitan dengan kinerja professional, dan satu hal
(Diri sendiri) mengacu pada peningkatan diri sendiri.
Pendidikan Etika Komputer
Program edukasi formal dalam etika computer tersedia dari beragam sumber
mata kuliah di perguruan tinggi, program professional, dan program edukasi
swasta.
Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Di awal pendiriannya, ACM merancang suatu
model kurikulum computer yang menentukan berbagai mata kuliah computer yang
harus ditawarkan institusi pendidikan.
Program Profesional. Asosiasi Manajemen Amerika (American Management
Association) menawarkan program khusus yang membahas masalah-masalah
penting saat ini, seperti etika.
Program Edukasi Swasta. LRN*, Leagal Knowledge Company, menawarkan
modul mata kuliah berbasis Web yang membahas berbagai permasalahan hukum dan
etika.
29

Mata kuliah perguruan tinggi memungkinkan para mahasiswa untuk bersiapsiap mengatasi permasalahan etika ketika mereka memasuki industry, dan program
professional dan swasta memungkinkan manajer dan karyawan di setiap tingkatan
untuk menjaga kesadaran beretika serta komitmen mereka seiring dengan perubahan
tuntutan sosial.
6.8

ETIKA DAN CIO(chief information office)


Kebutuhan untuk mengembalikan integritas ke dalam dunia bisnis Amerika
tidak pernah menjadi lebih besar. Sejak tahun 2002, para CEO dan CFO diharuskan
oleh hukum untuk mendatangani keakuratan laporan keuangan mereka. Persyaratan
ini meletakkan tanggung jawab di bahu para eksekutih serta unit pelayanan
informasi yang berkenaan dengan bisnis untuk memberikan informasi financial yang
dibutuhkan kepada para eksekutif.
Pelayanan informasi hanyalah merupakan satu unit di dalam struktur organisasi,
namu berada pada posisi kunci yang memiliki pengaruh terbesar dalam memenuhi
tuntutan pemerintah maupun masyarakat akan pelaporan keuangan yang akurat.
Terlebih lagi, sebagai seorang esekutif yang memiliki tanggung jawab terhadap
informasi penuh waktu, CIO merupakan orang yang tepat untuk memimpin upayaupaya untuk memenuhi tujuan pelaporan ini. CIO dapat memenuhi ekspektasi
pelaporan keuangan dengan cara mengikuti program yang mencakup hal-hal berikut:
Mencapai tingkat pemahaman yang lebih baik akan pemahaman prinsip-prinsip
akuntansi.
Mempelajari system informasi yang menyelesaikan laporan keuangan dan
mengambil tindakan perbaikan.
Mendidik eksekutif perusahaan mengenai system-sistem keuangan.
Mengintegrasikan ke dalam system informasi alarm yang memperingatkan
eksekutif terhadap aktivitas yang membutuhkan perhatian.
Secara aktif berpartisipasi di dalam memberikan informasi keuangan kepada
elemen lingkungan.
Mengendalikan dengan ketat keuangan yang dihabiskan untuk sumber daya
informasi.

6.9

PENGARUH SARBANES-OXLEY
SOX terdiri dari 10 pasal utama, 2 diantaranya secara langsung
mempengaruhi unit pelayanan informasi perusahaan:
CEO dan CFO harus menandatangani laporan keuangan.
Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat disyaratkan untuk memiliki unit audit
internal.
SOX 404
Ketetapan SOX yang memberikan dampak terbesar pada TI adalah bagian
404, yang membahas tentang penilaian manajemen mengenai pengendalian
30

keuangan. Bagian ini mensyaratkan bahwa harus terdapat suatu bentuk pengendalian
internal terhadap pelaporan keuangan.
Agar memenuhi persyaratan pengendalian yang diwajibkan oleh SOX,
seorang CIO harus menjaga agar pengendalian seperti ini berbeda di dalam sistem
selama proses perencanaan sistem. Aktivitas perencanaan harus mencakup:
Identifikasi sistem yang memainkan peranan dalam pelaporan keuangan
Identifikasi resiko yang dihadapi sistem ini
Mendesain pengendalian yang mengatasi resiko ini
Mendokumentasikan dan menguji pengendalian tersebut
Memonitor efektifitas pengendalian seiring waktu
Memperbaharui pengendalian sebagaimana Dibutuhkan
CIO harus memastikan agar CEO, CFO, dan para eksekutif lain memahami
pengendalian tersebut dan memberitahu mereka mengenai perkembangan
pengendalian melalui penggunaan mekanisme pelaporan komite pengawas MIS.
SOX 409
Ketetapan SOX lain yang mempengaruhi pelayanan informasi adalah 409,
yang membahas mengenai pengungkapan secara real time. Ini berarti bahwa
perusahaan tersebut harus mampu melaporkan perubahan mengenai kondisi
keuangannya secara real time atau pada saat perubahan berlangsung.
SOX dan COBIT
CUBIT disebut sebagai organisasi industri yang dapat memberikan standar
keamana untuk sumber daya informasi perusahaan. Organisasi yang sama dapat
memberikan bantuan kepada perusahaan untuk menangani tanggung jawab SOX.
Standar COBIT amat selaras dengan ekspetasi SOX. Karena COBIT memiliki lebih
dari 47.000 anggota diseluruh dunia, standar pelaporan keuangan dapat memberikan
dampak global.
Meletakan Serbanas-Oxyley pada Tempatnya
Di awal bab ini, telah dikatakan bahwa pendekatan preskriptif diambil untuk
menggambarkan SIM-hal ini digambarkan sebagaimana seharusnya SIM harus
dipraktikan. Serbanas-Oxley merupakan salah satu argumen yang baik untuk
pendekatan seperti ini. Perusahaan dan CIO yang menerapkan MIS sebagaimana
yang digambarkan seharusnya tidak menghadapi kesulitan untuk memenuhi
persyaratan SOX. Dengan kata lain, SOX mengharapkan eksekutif, sistem
keuangan, dan Ti untuk bekerja sebagaimana mereka seharusnya bekerja-yaitu
secara etis.

31

SAP 4
SIKLUS HIDUP SISTEM
4.1 PENGELOLAAN SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup sistem (system life cycle SLC) adalah proses evolusioner yang
diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC
terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan
sistem. Karena tugas-tugas tersebut mengikuti suatu pola yang teratur dan dilakukan
dengan cara dari atas ke bawah, SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun
(waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.
Tahapan dari siklus hidup sistem yaitu :
1. Tahap perencanaan
2. Tahap analisis
3. Tahap desain (perancangan)
4. Tahap implementasi (penerapan)
5. Tahap penggunaan
Kelima tahap tersebut secara diagram nampak seperti Gambar 4.1
32

Gambar 4.1 Diagram Siklus Hidup Sistem

Gambar diatas mengilustrasikan sifat melingkar dari siklus sistem. Ketika


sebuah sistem telah melampaui masa manfaatnya dan harus diganti, satu siklus
hidup baru akan dimulai, dengan diawali oleh tahap perencanaan. Berdasarkan pada
siklus tersebut masalah akan didefinisikan dalam tahap-tahap perencanaan dan
analisis. Solusi-solusi alternatif diidentifikasi dan dievaluasi dalam tahap desain.
Lalu, solusi yang terbaik diimplementasikan dan digunakan. Selanjutnya, dalam
tahap penggunaan, umpan balik dikumpulkan untuk melihat seberapa baik sistem
mampu memecahkan masalah yang telah ditentukan.
Ada tiga tingkatan besar (hirarki) dari manajemen siklus hidup sistem, yaitu :
a. Tanggung jawab eksekutif
Ketika sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi,
direktur utama atau komite eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi
proyek pengembangannya. Ketika lingkup sistem menyempit dan fokusnya lebih
operasional, kemungkinan besar kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif

33

tingkat yang lebih rendah, seperti wakil direktur utama, direktur bagian
administrasi, dan CIO.
b. Komite pengarah SIM (steering committee MIS SC MIS)
Banyak perusahaan membuat suatu komite khusus, di bawah tingkat komite
eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek sistem. Jika
tujuan komite tersebut adalah memberikan petunjuk, pengarahan, dan
pengendalian yang berkesinambungan dalam rangka penggunaan sumber daya
komputer perusahaan maka komite tersebut dinamakan komite pengarah SIM.
Komite pengarah SIM melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu:
1) Menetapkan kebijakan
2) Menjadi pengendali keuangan
3) Menyelesaikan pertentangan
Keuntungan yang dicapai dengan adanya komite pengarah SIM :
1) Semakin

besar

kemungkinan

komputer

akan

digunakan

untuk

mendukung pemakai di seluruh perusahaan.


2) Semakin besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan mempunyai
perencanaan dan pengendalian yang baik.
c. Kepemimpinan proyek
Komite pengarah SIM jarang terlibat langsung dengan rincian pekerjaan
sehingga tanggung jawabnya ada pada tim proyek. Tim proyek mencakup semua
orang yang ikut serta dalam pengembangan sistem berbasis komputer. Kegiatan
tim tersebut diarahkan oleh seorang pemimpin proyek yang memberikan
pengarahan selama proyek berlangsung. Tidak seperti komite pengarah SIM, tim
proyek tidak berkelanjutan dan biasanya dibubarkan ketika penerapan sistem
telah selesai.
4.2 TAHAP PERENCANAAN SISTEM
Komite pengarah SIM dan tim proyek mengantisipasi bahwa perencanaan
akan menghasilkan keuntungan-keuntungan sebagai berikut :
a.

34

Menentukan lingkup dari proyek

Perencanaan berguna untuk mengetahui unit organisasi, kegiatan atau sistem


manakah yang terlibat dan mana yang tidak. Sehingga hal tersebut akan
memberikan perkiraan awal dari skala sumber daya yang diperlukan.
b.

Mengenali berbagai area permasalahan potensial


Perencanaan akan membantu menunjukkan hal-hal yang mungkin tidak berjalan
dengan semestinya, sehingga hal tersebut dapat dicegah.

c.

Mengatur urutan tugas


Banyak tugas-tugas terpisah yang diperlukan untuk mencapai sistem. Sehingga
dengan adanya perencanaan tugas-tugas tersebut dapat diatur dalam urutan logis
berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhannya.

d.

Memberikan dasar untuk pengendalian


Perencanaan adalah proses penetapan standar pelaksanaan untuk mencapai
sistem. Tujuan, sasaran, dan target pelaksanaan merupakan suatu hal yang perlu
dispesifikasikan sejak awal sehingga dalam pelaksanaannya akan menghasilkan
suatu hasil kerja yang lebih jelas.

Langkah-langkah dalam tahap perencanaan sistem adalah sebagai berikut :


1. Menyadari masalah
Kebutuhan akan proyek biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan, non
manajer, dan elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan.
2. Mendefinisikan masalah
Setelah manajer menyadari adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik
agar dapat mengatasi permasalah tersebut. Manajer harus mencari dan
mengidentifikasi dimana letak permasalahannya serta apa kemungkinan
penyebabnya.
3. Menentukan tujuan sistem
Manajer dan analis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang
harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai. Sehingga tujuan hanya
dinyatakan secara umum, yang nantinya akan dibuat lebih spesifik.
4. Mengidentifikasi kendala sistem

35

Sistem baru dalam pengoperasiannya tidak bebas dari kendala. Kendala-kendala


tersebut penting untuk diidentifikasi sebelum sistem benar-benar mulai
dikerjakan. Dengan demikian, baik rancangan sistem maupun kegiatan proyek
akan berada di antara kendala-kendala tersebut.
5. Membuat studi kelayakan
Studi kelayakan adalah suatu tinjauan pada faktor-faktor utama yang akan
mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ada
enam dimensi kelayakan, yaitu :
a. Teknis;

tersediakah

hardware

dan

software

untuk

melaksanakan

pemrosesan yang diperlukan?


b. Pengembalian ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai secara
keuangan dengan membandingkan kegunaan dan biayanya?
c. Pengembalian non ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai
berdasarkan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat diukur dengan uang?
d. Hukum dan etika; akankah sistem yang diajukan beroperasi dalam batasan
hukum dan etika?
e. Operasional; apakah rancangan sistem akan didukung oleh orang-orang
yang akan menggunakannya?
f. Jadwal; mungkinkah penerapan sistem dalam kendala waktu yang
ditetapkan?
Analis sistem mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menyawab
pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mewawancarai beberapa pegawai
penting dalam area pemakai.
6. Menyiapkan usulan penelitian sistem
Penelitian sistem akan memberikan dasar yang terinci bagi rancangan sistem
baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem itu dan bagaimana sistem
tersebut melakukannya. Analis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang
memberi dasar bagi manajer dan komisi pengarah SIM untuk menentukan perlu
tidaknya pengeluaran untuk analisis. Hal penting yang harus diingat tentang
usulan tersebut adalah bahwa sebagian besar isinya didasarkan pada perkiraan.
36

7. Menyetujui atau menolak proyek penelitian


Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra proyek dan rancangan
sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan atau
dihentikan. Jika keputusannya adalah teruskan maka proyek akan berlanjut ke
tahap penelitian (analisis). Namun, jika keputusannya hentikan maka semua
pihak mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain.
8. Menetapkan mekanisme pengendalian
Sebelum penelitian sistem dimulai, komite pengarah SIM menetapkan
pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang
melakukannya, dan kapan akan dilaksanakan. Setelah jadwal ditetapkan, jadwal
tersebut harus didokumentasikan dalam bentuk yang memudahkan pengendalian.

Komite Pengarah SIM

Manajer

Analis Sistem

1
Menyadari
masalah

2
Mendefinisika
n masalah

3
Menentukan
tujuan sistem

37

Konsultasi

65
7. Menyetujui / menolak proyek
Usulan
Membuat
8. Menetapkan
mekanisme pengendalian
peneltitian
studi

4
Mengidentifika
si kendala

Gambar 4.2 Diagram Tahap Perencanaan Sistem dari SLC


4.3 TAHAP ANALISIS SISTEM
Ketika perencanaan selesai dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim
proyek beralih pada analisis sistem yang telah ada. Analisis sistem adalah penelitian
atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau
diperbarui.
Langkah-langkah dalam tahap analisis sistem adalah sebagai berikut :
1. Mengumumkan penelitian sistem
Ketika perusahaan menerapkan aplikasi komputer baru, manajemen mengambil
langkah-langkah untuk memastikan kerjasama dari para pekerja. Perhatian mulamula

ditujukan

pada

kekuatiran

pegawai

mengenai

cara

komputer

mempengaruhi kerja mereka. Cara terbaik untuk melawan kekuatiran ini adalah
komunikasi dengan pegawai tentang :
a. Alasan perusahaan melaksanakan proyek
b. Bagaimana sistem baru akan menguntungkan perusahaan dan pegawai
2. Mengorganisasikan tim proyek
38

Tim proyek yang akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Banyak


perusahaan mempunyai kebijakan menjadikan pemakai sebagai pemimpin
proyek dan bukannya spesialis informasi. Agar proyek berhasil, pemakai sangat
perlu berperan aktif daripada berperan pasif.
3. Mendefinisikan kebutuhan informasi
Analis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam
berbagai kegiatan pengumpulan informasi (wawancara, pengamatan, pencarian
catatan, dan survei). Dari semua metode tersebut, wawancara perorangan lebih
disukai, dengan alasan :
a. Menyediakan komunikasi dua arah dan pengamatan terhadap bahasa
tubuh.
b. Dapat meningkatkan antusiasme pada proyek baik dari pihak spesialis
maupun pihak pemakai.
c. Dapat menjalin kepercayaan antara pemakai dan spesialis informasi.
d. Memberi kesempatan bagi peserta proyek untuk mengungkapan
pandangan yang berbeda bahkan bertentangan.
Pada tahap ini, analis mengumpulkan dokumentasi dari sistem yang ada. Analis
menelaah dokumentasi yang mungkin telah disiapkan pada awal pengembangan
sistem yang sekarang dan menambahkan dokumentasi baru jika dirasa perlu.
Dokumentasi dapat berupa flowchart, diagram aliran data (data flow diagram),
dan grafik serta penjelasan naratif dari proses dan data.
4. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
Langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus
dicapai oleh sistem, yaitu kriteria kinerja sistem. Misalkan, seorang manajer
pemasaran yang membutuhkan laporan biaya bulanan mungkin bersikeras pada
kriteria kinerja berikut :
a. Laporan harus disiapkan dalam bentuk salinan kertas dan tampilan
komputer,
b. Laporan harus tersedia tidak lebih dari 3 hari setelah akhir bulan,

39

c. Laporan harus membandingkan pendapatan dan biaya actual dengan


anggarannya baik untuk bulan lalu maupun sepanjang tahun hingga
sekarang (year to date).
5.

Menyiapkan usulan rancangan


Analis sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan
teruskan atau hentikan untuk kedua kalinya. Dalam tahap ini analis akan
menyiapkan usulan rancangan sistem yang memberi dasar bagi manajer dan
komisi pengarah SIM untuk menentukan perlu tidaknya usulan rancangan ini
dilanjutkan.

6.

Menyetujui atau menolak proyek rancangan


Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rancangan dan
menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa
kasus, tim mungkin diminta melakukan analisis lain dan menyerahkannya
kembali atau mungkin proyek ditinggalkan. Jika disetujui, proyek maju ke tahap
rancangan.
Komite Pengarah SIM

40

Manajer

Analis Sistem

1
Mengumumkan penelitian

2
Mengorganisasikan tim proyek

3
Mendefinisikan kebutuhan

4
Mendefinisikan kriteria kinerja

5
Menyiapkan
usulan
rancangan

6
Menerima / menolak proyek

Gambar 4.3 Diagram Tahap Analisis Sistem dari SLC


4.4 TAHAP DESAIN SISTEM
Desain (perancangan) sistem adalah penentuan proses dan data yang
diperlukan oleh sistem baru. Jika sistem itu berbasis komputer, rancangan dapat
menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan. Langkah-langkah
tahapan perancangan yaitu :
41

1.

Menyiapkan rancangan sistem yang terinci


Analis bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem
baru dengan alat-alat yang dijelaskan dalam modul teknis. Beberapa alat
memudahkan analis untuk menyiapkan dokumentasi secara top-down, dimulai
dengan gambaran besar dan secara bertahap mengarah lebih rinci. Pendekatan
top-down ini merupakan ciri rancangan terstruktur (structured design), yaitu
rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem.

2.

Mengidentifikasi berbagai alternatif konfigurasi sistem


Analis mengidentifikasi konfigurasi peralatan komputer yang akan memberikan
hasil yang terbaik bagi sistem dalam menyelesaikan pemrosesan. Identifikasi
merupakan suatu proses berurutan, dimulai dengan berbagai kombinasi yang
dapat menyelesaikan setiap tugas.

3.

Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem


Analis bekerja sama dengan manajer mengevaluasi berbagai alternatif. Alternatif
yang dipilih adalah yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria
kinerja dengan kendala-kendala yang ada.

4.

Memilih konfigurasi terbaik


Analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan menyesuaikan kombinasi
peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah
selesai, analis membuat rekomendasi kepada manajer untuk disetujui. Bila
manajer menyetujui konfigurasi tersebut, persetujuan selanjutnya dilakukan oleh
komite pengarah SIM.

5.

Menyiapkan usulan penerapan


Analis menyiapkan usulan penerapan (implementation proposal) yang
mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang
diharapkan, dan biayanya.

42

6. Menyetujui atau menolak penerapan sistem


Keputusan untuk terus pada tahap penerapan sangatlah penting, karena usaha ini
akan sangat meningkatkan jumlah orang yang telibat. Jika keuntungan yang
diharapkan dari sistem melebihi biayanya, maka penerapan akan disetujui.
Komite

Manajer

Analis Sistem

Pengarah
SIM
1. Menyiapkan
rancangan
sistem terinci

2. Mengidentifikasi
alternatif konfigurasi
sistem

3. Mengevaluasi alternatif
konfigurasi sistem

Mengatur
4. Memilih konfigurasi
terbaik

5. Menyiapkan usulan
penerapan

43

6. Menyetujui /
menolak

Gambar 4.4 Diagram Tahap Desain Sistem dari SLC


4.5 TAHAP IMPLEMENTASI SISTEM
Implementasi

(Penerapan)

merupakan

kegiatan

memperoleh

dan

mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem
yang bekerja.
Langkah-langkah dalam tahap implementasi sistem adalah sebagai berikut :
1.

Merencanakan penerapan
Karena hanya tinggal satu tahap pengembangan yang tersisa sebelum sistem
baru digunakan, manajer dan spesialis informasi harus memahami dengan baik
pekerjaan yang diperlukan untuk menerapkan rancangan sistem dan untuk
mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci.

2. Mengumumkan penerapan
Proyek penerapan diumumkan kepada para pegawai dengan cara yang sama
pada penelitian sistem. Tujuannya adalah untuk menginformasikan kepada para
pegawai mengenai keputusan untuk menerapkan sistem baru dan meminta
kerjasama mereka.
3. Mendapatkan sumber daya perangkat keras
Rancangan sistem disediakan bagi para pemasok berbagai jenis perangkat keras
yang terdapat pada konfigurasi sistem yang disetujui. Ketika semua usulan telah
diterima dan dianalisis, SC MIS memilih satu pemasok atau lebih. Spesialis
informasi memberi dukungan bagi keputusan tersebut dengan mempelajari
usulan dan membuat rekomendasi. Setelah disetujui, perusahaan melakukan
pemesanan.
4.

Mendapatkan sumber daya perangkat lunak


Ketika perusahaan memutuskan untuk menciptakan sendiri perangkat lunak
aplikasinya, programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis
sistem sebagai titik awal. Jika perangkat lunak aplikasi jadi (prewritten
application software) dibeli, pemilihan pemasok perangkat lunak dapat

44

mengikuti prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk memilih pemasok
perangkat keras, yaitu RFP dan Usulan.
5.

Menyiapkan Database
Pengelola database (database administrator DBA) bertanggung jawab untuk
semua kegiatan yang berhubungan dengan data, dan mencakup persiapan
database. Hal tersebut memerlukan pengumpulan data baru atau data yang telah
ada perlu dibentuk kembali sehingga sesuai dengan rancangan sistem baru dan
menggunakan sistem manajemen basis data (database management sistem
DBMS).

6.

Menyiapkan fasilitas fisik


Jika perangkat keras dan sistem baru tidak sesuai dengan fasilitas yang ada,
perlu dilakukan konstruksi baru atau perombakan. Sehingga pembangunan
fasilitas tersebut merupakan tugas berat dan harus dijadwalkan sehingga sesuai
dengan keseluruhan rencana proyek.

7.

Mendidik peserta dan pemakai


Sistem baru kemungkinan besar akan mempengaruhi banyak orang. Beberapa
orang akan membuat sistem bekerja. Mereka disebut dengan peserta, yang
meliputi operator entry data, pegawai coding, dan pegawai administrasi lainnya.
Semuanya harus dididik tentang peran mereka dalam sistem.

8.

Menyiapkan usulan cutover


Proses menghentikan penggunaan sistem lama dan memulai menggunakan
sistem baru disebut cutover. Ketika seluruh pekerjaan pengembangan hampir
selesai, tim proyek merekomendasikan kepada manajer dan komite pengarah
SIM agar dilaksanakan cutover (dalam memo atau laporan lisan).

9.

Menyetujui atau menolak masuk ke sistem baru


Manajer dan komite pengarah SIM menelaah status proyek dan menyetujui atau
menolak rekomendasi tersebut. Bila manajemen menyetujui maka manajemen

45

menentukan tanggal cutover. Namun, bila manajemen menolak maka


manajemen menentukan tindakan yang harus diambil dan tugas yang harus
diselesaikan sebelum cutover akan dipertimbangkan kembali, kemudian
manajemen menjadwalkan tanggal baru.
10.

Masuk ke sistem baru


Ada 4 pendekatan dasar (cutover), yaitu :
a. Percontohan (pilot) yaitu suatu sistem percobaan yang diterapkan dalam
satu subset dari keseluruhan operasi.
b. Serentak (immediate) merupakan pendekatan yang paling sederhana yakni
beralih dari sistem lama ke sistem baru pada saat yang ditentukan.
c. Bertahap (phased), sistem baru digunakan berdasarkan bagian per bagian
pada suatu waktu.
d. Paralel (parallel), mengharuskan sistem lama dipertahankan sampai sistem
baru telah diperiksa secara menyeluruh. Akan memberikan pengamanan
yang paling baik terhadap kegagalan tetapi yang paling mahal, karena
kedua sumber daya harus dipertahankan.
Cutover menandakan berakhirnya bagian pengembangan dari siklus hidup
sistem. Penggunaan sistem dapat dimulai sekarang

Mengontr
ol

Komite Pengarah

Manajer

Spesialis Informasi

SIM
1. Merencanakan Penerapan

46

2. Mengumumkan
Penerapan

9. Menyetujui atau Menolak


Penggantian Sistem Baru

Mengontr
ol

3. Mendapatkan
SD - Hardware

4. Mendapatkan
SD - Software

5. Menyiapkan
database

6. Menyiapkan
Fasilitas Fisik

7. Mendidik
Peserta & Users

8. Menyiapkan
Usulan Ganti

10. Ganti Sistem


Baru

Gambar 4.5 Diagram Tahap Implementasi Sistem dari SLC

4.6 TAHAP PENGGUNAAN SISTEM


Langkah-langkah dalam tahap penggunaan sistem adalah sebagai berikut :
1.

Menggunakan sistem
Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan
pada tahap perencanaan.

2.
47

Audit sistem

Setelah sistem baru mapan, penelitian formal dilakukan untuk menentukan


seberapa baik sistem baru itu memenuhi kriteria kinerja. Studi tersebut dikenal
dengan istilah Penelaahan Setelah Penerapan (Post Implementation Review).
Hasil audit dilaporkan kepada CEO, Komite Pengarah SIM dan pemakai. Proses
tersebut diulangi, mungkin setahun sekali, selama penggunaan sistem berlanjut.
3. Memelihara sistem
Selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga
sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasi ini disebut
pemeliharaan sistem (system maintenance). Pemeliharaan sistem dilaksakan
untuk 3 alasan, yakni :
a. Memperbaiki kesalahan
b. Menjaga kemutakhiran sistem
c. Meningkatkan sistem
4.

Menyiapkan usulan rekayasa ulang


Ketika sudah jelas bagi para pemakai dan spesialis informasi bahwa sistem
tersebut tidak dapat lagi digunakan, diusulkan kepada SC MIS bahwa sistem itu
perlu direkayasa ulang (reengineered). Usulan itu dapat berbentuk memo atau
laporan yang mencakup dukungan untuk beralih pada suatu siklus hidup sistem
baru. Dukungan tersebut mencakup penjelasan tentang kelemahan inheren
sistem, statistik mengenai biaya perawatan, dan lain-lain.

5.

Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem


Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rekayasa ulang sistem
dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak.
Komite Pengarah

Manajer

Spesialis Informasi

SIM

48

Mengatur

1.
Menggunakan
Sistem

5. Menyetujui /
menolak

4.
Mempersiapk
Usulan
3. an
Memelihara
Rekayasa
Sistem

2. Pengaudit
Sistem

Gambar 4.6 Diagram Tahap Penggunaan Sistem dari SLC

49

SAP 5
HIRARKI DAN MANAJEMEN DATA
A. Hierarki Data
Data bisnis secara tradisional telah diorganisasikan ke dalam suatu hierarki field-field
data yang bergabung untuk membentuk record, dan record yang bergabung untuk membentuk
file. Field data adalah unit data yang terkecil; mencerminkan jumlah data terkecil yang akan
ditarik dari computer pada satu waktu. Contoh field data dapat berupa kode mata kuliah.
Record adalah suatu koleksi field-field data yang saling berhubungan. Pengguna secara logis
akan berpikir bahwa field-field data di dalam suatu record akan terhubung, seperti kode mata
kuliah yang akan memiliki hubungan dengan nama mata kuliah. File adalah koleksi record
yang saling berhubungan, seperti satu file dari seluruh record yang berisi field kode-kode
mata kuliah dan namanya.
Basis data adalah sekumpulan file. Definisi umum dari basis data adalah bahwa basis
data merupakan kumpulan dari seluruh data berbasis computer sebuah perusahaan. Definisi
basis data yang lebih sempit adalah bahwa basis data merupakan kumpulan data yang berada
dibawah kendali peranti lunak sistem manajemen basis data.
B. Kebangkitan Era Database
Pada era sebelum dipergunalkannya database, terdapat kendala pada medium
penyimpanan, dimana record pada pita magnetik harus diproses secara berurutan. Oleh
karenanya dicari jalan keluar dengan cara mengarah ke organisasi logis (logical
organization) yaitu mengintegrasikan data dari beberapa lokasi fisik yang berbeda dan
merupakan cara pengguna melihat data. Selanjutnya berbagai cara dikembangkan untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan menggunakan integrasi logis, yaitu
menggunakan inverted files dan linked list.
Inverted file adalah suatu file yang disimpan dalam suatu urutan tertentu dan
dirancang untuk memecahkan masalah yang berupa permintaan manajer atas suatu laporan
yang hanya mendaftarkan record-record tertentu dari file.
Linked list adalah suatu field yang berisi link atau pointer. File yang berisi link field
disebut linked list dan berfungsi menghindari penggunaan indeks untuk mendapatkan akses
yang lebih cepat.
Inverted file dan linked list memberikan suatu cara untuk mengintegrasikan secara
logis record-record yang tersebar secara fisik dalam satu file

50

Integrasi logis antara beberapa file. Suatu modifikasi bahasa pemrograman COBOL
dengan menggunakan link untuk saling menghubungkan record-record dalam satu file
dengan record-record yang berhubungan secara logis di file-file lain. Sistem ini disebut IDS
(integrated data store) dan merupakan langkah awal menuju satu database terintegrasi dari
beberapa file.
C. Konsep dan Struktur Basis Data
Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan
disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi lagis dari
record-record dalam banyak file ini disebut konsep database yang bertujuan untuk
meminimumkan pengulangan data (duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalam
beberapa file) dan mencapai independensi data (kemampuan untuk membuat perubahan
dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data).
Independensi data diperoleh dengan menempatkan spesifikasi data dalam tabel data
dan kamus yang terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk
mengakses data.
Struktur basis data adalah cara data diorganisasi agar pemrosesan data menjadi lebih
efisien. Struktur ini kemudian diimplementasikan melalui suatu sistem manajemen basis
data. Sistem manajemen basis data (DBMS) adalah suatu aplikasi peranti lunak yang
menyimpan struktur basis data, data itu sendiri, hubungan diantara data di dalam basis data,
dan nama-nama formulir, jenis-jenis data, angka di belakang decimal, jumlah karakter, nilainilai default, dan seluruh uraian field lainnya. Inilah sebabnya mengapa basis data yang
dikendalikan oleh suatu sistem manajemen basisdata disebut sekumpulan data terhubung
yang dapat menjelaskan dirinya sendiri (self describing set of related data).
1. Struktur Basis Data Hierarkis
Sistem manajemen basis data yang pertama, IDS (Integrated Data Store),
dikembangkan oleh GE pada tahun 1964. Basis data ini dipengaruhi oleh hasil kerja
standardisasi oleh Komite Bahasa Sisten Data (Committee on Data System LanguageCODASYL)
Sistem Manajemen basis data IDS mengikuti suatu struktur basis data hierarkis.
Struktur hierarkis ini dibentuk oleh kelompok-kelompok data, subkelompok, dan
beberapa subkelompok lagi.
Sistem manajemen basis data IDS mengikuti suatu struktur basis data hierarkis.
Struktur hierarkis ini dibentuk oleh kelompok-kelompok data, subkelompok, dan
beberapa sub kelompok lagi. Jika digambar, struktur ini akan terlihat seperti cabang51

cabang dari sebuah pohon. Seperti cabang dari sebuah pohon, untuk mendapatkan
satu record dari satu cabang ke cabang lainnya mrngharuskan sistem manajemen basis
data tersebut menavigasi kembali ke persimpangan umum dari cabang-cabang
tersebut.
2. Struktur Basis Data Jaringan
Struktur basis data jaringan dikembangkan untuk memungkinkan penarikan recordrecord tertentu. Hal ini memungkinkan satu record tertentu menunjuk pada semua
record lainnya di dalam basis data. Gugus Tugas Basis Data yang merupakan
subkomite dari CODASYL mengeluarkan spesifikasinya untuk struktur basis data
jaringan pada tahun 1971. Struktur jaringan memecahkan masalah permasalahan
keharusan untuk menarik balik hingga kembali ke cabang yang menyatukan basis
data. Akan tetapi, rentang kemungkina koneksi yang begitu lebar merupakan
kelemahan dari penerapan struktur jaringan pada masalah-masalah praktis.
3. Struktur Basis Data Relasional
Organisasi bisnis tidak pernah secara luas menerapkan system manjemen basis data
yang dibangun berdasarkan struktur jaringan. Namun, organisasi masih membutuhkan
cara untuk mengatasi masalah-masalah manajerial dalam penggunaan basis data.
Terobosan muncul dari riset dasar mempergunakan aljabar relasional yang dilakukan
secara independen oleh C. J. Date dan E. F. Codd. Pekerjaan mereka erat kaitannya
dengan struktur basis data relasional yang merupakan struktur yang saat ini paling
umum dipergunakan oleh organisasi-organisasi bisnis. Struktur basis data seperti ini
terlihat seperti sekumpulan tabel-tabel yang mirip seperti tabel-tabel spreadsheet.
Jika struktur hierarkis dan jaringan mengandalkan diri pada relasi fisik (physical
relationship) di dalam bentuk alamat-alamat penyimpanan, maka relasi dalam struktur
basis data relasional adalah implicit. Relasi implicit (implicit relationship) dapat
secara tidak langsung berasal dari data. Konsep dari suatu struktur basis data yang
terdiri atas tabel-tabel di mana relasi terbentuk secara implicit dengan mencocokkan
nilai-nilai dalam field data yang sama, akan mudah untuk dipergunakan dan dipahami.
D. Menciptakan dan Menggunakan Database
Membuat Basis Data
Proses pembuatan sebuah basis data akan melibatkan tiga langkah utama, yaitu:
menentukan data, menguraikan data tersebut, memasukkan data ke dalam basis data.
1. Menentukan Kebutuhan Data
Menentukan data yang perlu dikumpulkan dan disimpan adalah langkah penting dalam
mencapai suatu system informasi berbasis computer. Ada dua pendekatan dasar untuk
menentukan kebutuhan data, diantaranya:
52

a. Pendekatan yang Berorientasi pada Proses


Untuk menentukan kebutuhan datanya, maka perusahaan akan menjalankan uruturutan langkah: 1) mendefinisikan masalah, 2) mengidentifikasi keputusan yang
dibutuhkan untuk memecahkan masalah yang telah teridentifikasi, 3) menjabarkan
informasi yang dibutuhkan untuk setiap keputusan,4) menentukan pemrosesan yang
dibutuhkan untuk menghasilkan informasi, 5) menetukan spesifikasi data yang
diminta oleh pemrosesan.
b. Pendekatan Pemodelan Perusahaan
Kekuatan pendekatan pemodelan perusahaan adalah bahwa pendekatan ini mengambil
keuntungan dari sudut pandang sumber daya data perusahaan yang luas. Meskipun
pendekatan process-oriented memungkinkan kebutuhan data dari masing-masing
system dapat didefinisikan dengan satu cara yang logis, kelemahannya adalah
kesulitan dalam mengaitkan data dari satu masalah bisnis ke data dari masalah bisnis
lainnya. Kelemahan ini dapat diatasi dengan menentukan seluruh kebutuhan data
perusahaan dan kemudian menyimpan data tersebut dalam basis data. Ini merupakan
logika yang mendasari pendekatan pemodelan perusahaan (enterprise modeling
approach). Jika perusahaan melakukan pemodelan data perusahaan, deskripsi dari
seluruh data perusahaan disebut sebagai model data perusahaan (enterprise data
model).
2. Teknik-teknik Pemodelan Data
Ada dua teknik pemodelan data, diantaranya: diagram relasi entitas dan diagram kelas.
a. Diagram Relasi Entitas (entity relationship diagram-ERD)
Berhubungan dengan data di dalam entitas dan hubungan antarentitas. Entitas adalah
kumpulan konseptual field-field data yang saling berhubungan. ERD digunakan untuk
menguraikan hubungan antara kumpulan-kumpulan data konseptual sehingga recordrecord-nya saling terhubung akan dapat digabungkan bersama. ERD juga
mengungkapkan entitas-entitas mana yang sebaiknya secara konseptual dihubungkan
dengan entitas yang lain. Relasi ERD akan menunjukkan jika satu record dalam satu
entitas akan berhubungan dengan satu atau lebih record di entitas yang lain. ERD
adalah satu sarana komunikasi dan dokumentasi yang bermanfaat di antara
professional system informasi dan para pengguna. Ketika pemikiran-pemikiran dapat
terdokumentasikan dan terkomunikasikan dengan jelas, spesialis system informasi
akan memiliki kelengkapan yang lebih baik dalam mengembangkan suatu struktur
system manajemen basis data guna mendukung pengambilan keputusan.
b. Diagram Kelas
Suatu diagram relasi entitas hanya merupakan penyajian grafis dari data dan relasi,
bukannya tindakan-tindakan yang dilakukan atas data. Terdapat satu teknik di mana
53

data yang digunakan dalam aplikasi dan tindakan-tindakan yang terkait dengan data
dapat disajikan secara grafis. Teknik ini disebut diagram kelas (class diagram), dan
merupakan salah satu dari beberapa model rancangan yang berorientasi pada objek.
Diagram kelas terdiri atas kelas-kelas yang memiliki nama, field-field di dalam kelas,
dan tindakan-tindakan yang dilakukan atas kelas. Diagram kelas digunakan untuk
menguraikan hubungan data maupun tindakan-tindakan yang mengoperasikan data di
dalam relasi. Diagram kelas merupakan penyajian data konseptual di tingkat atas,
namun penambahan tindakan-tindakan yang akan diambil atas data dapat membantu
memperjelas rancangan spesifik tabel-tabel di dalam basis data.
Menggunakan Basis Data
Formulir, laporan, dan query adalah metode-metode umum yang dipergunakan untuk
mengakses basis data yang disimpan dalam suatu system manajemen basis data.
a. Laporan dan Formulir
Mayoritas interaksi pengguna dengan basis data adalah melalui laporan dan formulir.
Perbedaan terbesar antara formulir dan laporan adalah dalam formatnya. Formulir
secara tipikal menampilkan satu record saja dalam satu waktu dan tidak memberikan
ikhtisar data serta biasanya tidak melakukan agregasi data dari banyak tabel basis
data. Selain itu, formulir dapat digunakan untuk menambah, menghapus, atau
memodifikasi record-record basis data.
1. Navigasi; formulir memungkinkan dilakukannya pembuatan record baru maupun
modifikasi record-record yang sudah ada.
2. Akurasi; formulir akan menjalankan definisi field data yang telah ditentukan
ketika basis data dibuat
3. Konsistensi; konsistensi adalah hal yang sangat penting ketika nilai-nilai field
dalam satu tabel dipergunakan untuk menggabungkan record-nya ke tabel yang
lain.
4. Penyaringan; setiap field dalam formulir dapat digunakan sebagai saringan (filter)
5. Subformulir; entri-entri ke dalam subformulir secara otomatis akan dihubungkan
dengan record formulir. Subformulir membantu menjaga keakuratan dan
konsistensi yang dibutuhkan dari data.
Laporan adalah data teragregasi dari basis data yang diformat dengan cara yang
akan membantu pengambilan keputusan. Satu asumsi yang dibuat oleh penghasil
laporan yaitu jika tidak terdapat detail pada record pada tingkat terendah, maka record
tingkat yang lebih tinggi untuk detail tersebut hendaknya tidak perlu ditampilkan
b. Query
Query adalah suatu permintaan kepada basis data untuk menampilkan record-record
yang dipilih. Query pada umumnya memilih field data dalam jumlah terbatas dan
kemudian membatasi record-record yang ditampilkan berdasarkan satu kumpulan
54

criteria tertentu. Formulir dan laporan dapat menampilkan sejumlah hasil yang
mengaburkan hal-hal yang sebenarnya ingin ditemukan oleh manajemen. Manajer
dapat memanfaatkan QBE (Query by Example) untuk dapat dengan cepat menemukan
data tertentu untuk memecahkan masalah.
c. Bahasa Query Terstruktur
Bahasa Query Terstruktur dan Structured Query Language (SQL) adalah kode yang
digunakan oleh system manajemen basis data relasional untuk mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan basis data-nya. SQL telah menjadi topic yang penting karena dua
alasan. Pertama, seiring dengan lebih banyak basis data yang dapat diakses melalui
web, manajer dan para professional lainnya perlu untuk mengetahui bahwaa SQL
adalah metode pilihan untuk berinteraksi dengan basis data-basis data berbasis web.
Kedua, para manajer perlu untuk mengetahui bahwa menulis SQL bukanlah hal yang
sulit bagi sebagian besar kebutuhan data mereka.
d. Pemrosesan Basis Data Lanjutan
Pemrosesann analitis on-line atau on-line analytical processing (OLAP) telah menjadi
hal yang semakin umum dalam peranti lunak system manajemen basis data. OLAP
digunakan untuk memungkinkan dilakukannya analisis data yang mirip dengan
statistic cross-tabulation. Data mining, data marts, dan data warehousing mengacu
pada kelompok konsep yang melihat data perusahaan sebagai sebuah peti harga yang
harus dibuka, diperiksa, dan dikuasai. Ketiganya memusatkan perhatian pada
metodologi-metodologi yang menawarkan akses yang cepat kepada para pengguna
untuk mengagregasikan data-data tertentu untuk kebutuhan pengambilan keputusan
mereka. Knowledge discovery (penemuan pengetahuan) adalah konsep menarik
lainnya. Knowledge discovery menganalisis penggunaan data dan kesamaan data di
antara tabel-tabel yang berbeda.
E. Model Database
Dilihat dari proses pengorganiasasian model database terbagi menjadi 5 model,
sebagai berikut :
1. Database Jaringan
Konsep database yang memiliki kelompok level yang rendah yang dapat memiliki
lebih dari datu kelompok yang lebih tinggi dan setiap kelompok level rendah dapat di
miliki oleh lebih dari satu record parent.
2. Database Relasional
Database relasional bekerja yaitu dengan menghubungkan file-file yang berbeda
dengan menggunakan sebuah elemen data yang umum.
3. Database Hierarkis

55

Field atau recorg di atur dalam kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram
pohon dengan level yang lebih rendah berada di bawah level rendah yang lebih tinggi.
4. Database Multidimensial
Database multidimensial memodelkan data sebagai fakta untuk menganalisis data
dalam jumlah besar yang bertujuan untuk mengambil keputusan. Database
multidimensial ini menggunakan bentuk kubus.
5. Database Berorientasi Objek
Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak yang di tulis dalam potongan
kecil yang di gunakan kembali sebagai elemen dalam file database. Database
berorientasi objek adalah database multimedia yang menimpan lebih banyak tipe data
di bandingkan dengan database relasional.

F. Pengelola Database
Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas database disebut pengelola
database (database administrator), atau DBA. Tugas DBA terbagi dalam empat bidang utama:
perencanaan, penerapan, operasi dan keamanan.
Perencanaan Database
mencakup sama dengan para manajer untuk mendefinisikan perusahan dan dengan
para pemakai untuk mendefinisikan subskema mereka. Selain itu DBA berperan

penting dalam memilih DBMS


Penerapan Database
terdiri dari menciptakan database yang seusai dengan spesifikasi yang dipilih, serta

menetapkan dan menegakkan kebijakan dan procedur penggunaan database


Operasi Database
Mencakup menawarkan program pendidikan kepada pemakai database, dan

menyediakan bantuan saat diperlukan


Keamanan Database
Meliputi pemantauan kegiatan database dengan menggunakan statistik yang
disediakan DBMS. Selain itu, DBA memastikan bahwa database tetap aman

G. Keuntungan Implementasi Dbms


Independensi data
DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak

56

membuat program harus diubah


Pengaksesan yang efisien terhadap data
DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan
pengambilan data dilakukan secara efisien.
Keamanan dan integritas data

Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas
terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan
kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field
Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut
dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS. Baik DBMS mainframe maupun
komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi
(password), directory pemakai, dan bahasa sandi (encryption). Data yang dikelola
oleh DBMS juga lebih aman daripada data lain dalam perusahaan.

Administrasi data
Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan
perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi

data dapat diminimalkan.


Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan
DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh
sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai
dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat

mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.


Waktu pengembangan aplikasi terpendek
DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi
sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.
Mengambil Data dan Informasi Secara Cepat

Hubungan-hubungan logis dan DMI. Serta query languange memungkinkan pemakai


mengambil data dalam hitungan detik atau menit, yang sebelumnya mungkin memerlukan
beberapa jam atau hari

57

SAP 6
KOMUNIKASI DATA

1. Model Dasar Komunikasi


Model-model komunikasi yaitu model analis dasar komunikasi, model proses komunikasi
dan yang terakhir model komunikasi partisipasi. Lebih lanjut mengenai model-model
komunikasi sebagai berikut.
a. Model Analisis Dasar Komunikasi
Salah satu dari model model komunikasi yaitu model analisis dasar komunikasi. Model
komunikasi ini dinilai sebagai suatu model klasik atau model pemula komunikasi yang
dikembangkan sejak Aristoteles, kemudian Lawsel hingga Weaver dan Shannon. Aristoteles
membuat model komunikasi yang terdiri atas tiga unsur, yaitu siapa, mengatakan apa dan
terakhir kepada siapa.Model komunikasi Lasswell terdiri atas 5 unsur, yaitu siapa,
mengatakan apa, melalui apa, kepada siapa dan apa akibatnya.
Perkembangan selanjutnya yaitu Claude E Shannon dan Warren Weaver mengemukakan
model komunikasi matematik melalui telepon. Proses komunikasi dimulai dari sumber yang
menciptakan pesan, kemudian ditansmit melalui saluran kawat atau gelombang udara. Pesan
ini ditangkap oleh pesawat penerima yang merekonstruksi kembali sinyal itu sampai kepada
tujuannya yaitu si penerima. Dalam proses komunikasi yang diungkapkan Shannon, salah
satu unsurnya yang cukup penting ialah gangguan (noise). Gangguan disini menunjukkan
adanya rintangan yang terjadi pada saluran, sehingga menghasilkan suatu pesan yang berbeda
sepertia yang ditransmit oleh sumber. Oleh karena itu Shanon dan Weaver menyarankan
bahwa untuk berhasilnya proses komunikasi yang sempurna, sebaiknya semua gangguan
diatasi lebih dulu sebelum proses komunikasi berlangsung.
b. Model Proses Komunikasi
Salah satu dari model model komunikasi adalah model proses komunikasi. Salah satu
model yang banyak digunakan untuk menggambarkan proses komunikasi ialah model
sirkular yang dibuat oleh Schramm bersama Osgood. Model ini menggambarkan komunikasi
sebagai proses yang dinamis, yang di mana pesan ditransmit melalui proses encoding dan
58

juga decoding. Proses Encoding adalah translasi yang dilakukan oleh sumber atas sebuah
pesan, dan proses decoding adalah translasi yang dilakukan oleh penerima terhadap pesan
yang berasal dari sumber. Hubungan antara encoding dan decoding yaitu hubungan antara
sumber dan penerima secara simultan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Pada model komunikasi ini bisa berfungsi ganda sebagai pengirim pesan dan penerima.
Pada tahap awalnya, sumber berfungsi sebagai encoder dan penerima sebagai decoder. Pada
tahap selanjutnya penerima berfungsi sebagai pengirim dan sumber sebagai penerima. Jadi
disini sumber pertama akan menjadi penerima kedua dan penerima pertama akan berfungsi
sebagai sumber kedua, begitu seterusnya.
Pelaku komunikasi baik sumber penerima dalam model komunikasi ini mempunyai
kedudukan yang setingkat. Oleh karena itu proses komunikasi dapat dimulai dan berakhir di
mana dan kapan saja.
c.

Model Komunikasi Partisipasi

Salah satu dari model model komunikasi ialah model komunikasi partisipasi. D Lawrence
Kincaid dan Everett M Rogers mengembangkan sebuah model komunikasi berdasarkan
prinsip pemusatan yang dikembangkan dari teori informasi dan teori siberneti. Model
komunikasi ini baru muncul setelah melihat berbagai kelemahan model komunikasi satu arah
yang telah mendominasi berbagai riset komunikasi sebelumnya.
Teori sibernatik melihat komunikasi sebagai suatu sistem yang di mana semua unsur
saling bermain dan mengatur dalam memproduksi luarannya. Keberhasilan dari teori ini telah
ditunjukkan dalam merakit berbagai macam teknologi canggih seperti komputer, radar dan
peluru kendali jarak jauh.
Jika model model komunikasi yang dikemukakan di atas ingin dibandingkan satu sama
lainnya, maka pandangan para ahli komunikasi terakhir melihat bahwa ada perbedaan
orientasi antara model model komunikasi yang telah ada, yaitu model komunikasi
kontemporer (paradigma baru) yang memberi tekanan pada khalayak dan bersifat dua arah
(dialogis), interaktif (saling mempengaruhi) dan saling membagi yang mengarah pada saling
pengertian (mutual understanding). Sedangkan model komunikasi yang berdasarkan pada
paradigma lama, memberikan tekanan pada sumber sebagai pelaku yang dominan, satu arah
dan berusaha untuk mempengaruhi khalayak dengan metode persuasi propaganda. Dalam

59

komunikasi yang multidimensional semua elemen berada dalam posisi sama untuk dapat
mempengaruhi dan dipengaruhi.

2. Komunikasi Data Berbasis Komputer


Seiring meluasnya teknologi dan metodologi komunikasi data, berkembang tiga metode
pengendalian jaringan. Yang pertama adalah suatu komputer pusat yang dihubungkan ke
terminal-terminal. Metode ini diikuti oleh sistem terdistribusi, dan pemrosesan client/Server
adalah yang terkini.
a. Pengendalian Terpusat
Suatu terminal tidak memiliki penyimpanan atau prosesor. Terminal sekedar meyediakan
sarana untuk memasukkan dan menampilkan data untuk komputer. Pengendalian peralatan
dilakukan oleh komputer yang terhubung dengan terminal. Suatu komputer mikro mungkin
bertindak sebagai terminal saat melaksanakan suatu tugas untuk suatu aplikasi, terutama jika
aplikasi itu dikendalikan oleh komputer lain. Dalam hal itu, komputer mikro tersebut
bertindak sebagai terminal karena tidak menggunakan sumber daya penyimpanan atau
prosesornya sendiri untuk melaksanakan aplikasi tersebut. Namun, jika komputer mikro
tersebut memberikan lebih sekedar kemampuan input dan output, secara teknis ia tidak
berfungsi sebagai terminal.
b. Pemrosesan Terdistribusi
Pemrosesan terdistribusi, juga disebut pemrosesan data terditribusi, adalah istilah untuk
komunikasi data dari satu tempat ke tempat lain yang menggunakan data tersebut.
Pendekatan pemrosesan ini, memanfaatkan sumber daya komputer yang tersebar secara lebih
baik daripada model terminal.
c. Pemrosesan Client/Server
Pemrosesan client/Server menyadari perlunya gabungan dari strategi pemrosesan terpusat dan
terdistribusi untuk memanfaatkan sepenuhnya kemampuan pemrosesan komputer dan
komunikasi data.
3. Perangkat Keras dan Lunak Komputer
1. Perangkat Keras Komputer
60

Perangkat keras / Hardware adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat
alat nya bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara langsung atau yang berbentuk nyata,
yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi. Hardware dapat bekerja berdasarkan
perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan dengan istilah
instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka
hardware tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi
perintah.
Secara fisik, Komputer terdiri dari beberapa komponen yang merupakan suatu sistem.
Sistem adalah komponen-komponen yang saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan.
Apabila salah satu komponen tidak berfungsi, akan mengakibatkan tidak berfungsinya suatu
komputer dengan baik. Komponen komputer ini termasuk dalam kategori elemen perangkat
keras (hardware). Berdasarkan fungsinya, perangkat keras komputer dibagi menjadi :
a.
b.
c.
d.
e.

Input divice (unit masukan)


Process device (unit Pemrosesan)
Output device (unit keluaran)
Backing Storage ( unit penyimpanan)
Periferal ( unit tambahan)

Komponen dasar komputer yang terdiri dari input, process, output dan storage. Input
device terdiri dari keyboard dan mouse, Process device adalah microprocessor (ALU, Internal
Communication, Registers dan control section), Output device terdiri dari monitor dan
printer, Storage external memory terdiri dari harddisk, Floppy drive, CD ROM, Magnetic
tape. Storage internal memory terdiri dari RAM dan ROM. Sedangkan komponen Periferal
Device merupakan komponen tambahan atau sebagai komponen yang belum ada atau tidak
ada sebelumnya. Komponen Periferal ini contohnya : TV Tuner Card, Modem, Capture Card.
1. Unit Masukan ( Input Device )
Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu
memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan
Input device berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar sistem ke
dalam suatu memori dan processor untuk diolah dan menghasilkan informasi yang
diperlukan. Data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer dapat berbentuk signal input
dan maintenance input. Signal input berbentuk data yang dimasukkan ke dalam sistem
komputer, sedangkan maintenance input berbentuk program yang digunakan untuk mengolah
data yang dimasukkan.

61

Jadi Input device selain digunakan untuk memasukkan data dapat pula digunakan
untuk memasukkan program. Berdasarkan sifatnya, peralatan input dapat digolongkan
menjadi dua yaitu :

Peratalan input langsung, yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat
pemroses. Contohnya : keyboard, mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics

tablet, scanner.
Peralatan input tidak langsung, input yang melalui media tertentu sebelum suatu input
diproses oleh alat pemroses. Contohnya : punched card, disket, harddisk.

Unit masukan atau peralatan input ini terdiri dari beberapa macam peranti yaitu :
a. Keyboard
Keyboard merupakan unit input yang paling penting dalam suatu pengolahan data
dengan komputer. Keyboard dapat berfungsi memasukkan huruf, angka, karakter khusus serta
sebagai media bagi user (pengguna) untuk melakukan perintah-perintah lainnya yang
diperlukan, seperti menyimpan file dan membuka file.

Jenis-Jenis Keyboard :
1.) QWERTY
2.) DVORAK
3.) KLOCKENBERG
Keyboard yang biasanya dipakai adalah keyboard jenis QWERTY, yang bentuknya ini mirip
seperti tuts pada mesin tik. Keyboard QWERTY memiliki empat bagian yaitu :
a.
b.
c.
d.

Typewriter key
Numeric key
Function key
Special function key.

b. Mouse
Fungsi alat ini adalah untuk perpindahan pointer atau kursor secara cepat. Selain itu,
dapat sebagai perintah praktis dan cepat dibanding dengan keyboard. Mouse mulai digunakan
secara maksimal sejak sistem operasi telah berbasiskan GUI (Graphical User Interface).

62

sinyal-sinyal listrik sebagai input device mouse ini dihasilkan oleh bola kecil di dalam mouse,
sesuai dengan pergeseran atau pergerakannya.

c. Touchpad
Unit masukkan ini biasanya dapat kita temukan pada laptop dan notebook, yaitu
dengan menggunakan sentuhan jari. Biasanya unit ini dapat digunakan sebagai pengganti
mouse. Selain touchpad adalah model unit masukkan yang sejenis yaitu pointing stick dan
trackball.

Touch Pad

Touch Pad Track Ball

Pointing Stick
d. Light Pen
Light pen adalah pointer elektronik yang digunakan untuk modifikasi dan men-design
gambar dengan screen (monitor). Light pen memiliki sensor yang dapat mengirimkan sinyal
cahaya ke komputer yang kemudian direkam, dimana layar monitor bekerja dengan merekam
enam sinyal elektronik setiap baris per detik.

63

perangkat Light Pen


e. Joy Stick dan Games Paddle
Alat ini biasa digunakan pada permainan (games) komputer. Joy Stick biasanya
berbentuk tongkat, sedangkan games paddle biasanya berbentuk kotak atau persegi terbuat
dari plastik dilengkapi dengan tombol-tombol yang akan mengatur gerak suatu objek dalam
komputer.

Gambar Joy Stick dan Paddle Games


f. Barcode
Fungsi alat ini adalah untuk membaca suatu kode yang berbentuk kotak-kotak atau
garis-garis tebal vertical yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk angka-angka. Kodekode ini biasanya menempel pada produk-produk makanan, minuman, alat elektronik dan
buku.

Barcode Reader

contoh barcode
Gambar Barcode
g. Scanner
Scanner adalah sebuah alat yang dapat berfungsi untuk meng copy atau menyalin
gambar atau teks yang kemudian disimpan ke dalam memori komputer. Dari memori
64

komputer selanjutnya, disimpan dalam harddisk ataupun floppy disk. Fungsi scanner ini
mirip seperti mesin fotocopy, perbedaannya adalah mesin fotocopy hasilnya dapat dilihat
pada kertas sedangkan scanner hasilnya dapat ditampilkan melalui monitor terlebih dahulu
sehingga kita dapat melakukan perbaikan atau modifikasi dan kemudian dapat disimpan
kembali baik dalam bentuk file text maupun file gambar.

Scanner
h. Kamera Digital
Ketajaman gambar dari kamera digital ini ditentukan oleh pixel-nya. Kamera digital
tidak memerlukan film sebagaimana kamera biasa. Gambar yang diambil dengan kamera
digital disimpan ke dalam memori kamera tersebut dalam bentuk file, kemudian dapat
dipindahkan atau ditransfer ke komputer

kamera digital
i. Mikropon dan Headphone
Unit masukan ini berfungsi untuk merekam atau memasukkan suara yang akan
disimpan dalam memori komputer atau untuk mendengarkan suara. Dengan mikropon, kita
dapat merekam suara ataupun dapat berbicara kepada orang yang kita inginkan pada saat
chating. Penggunaan mikropon ini tentunya memerlukan perangkat keras lainnya yang
berfungsi untuk menerima input suara yaitu sound card dan speaker untuk mendengarkan
suara.

headphone
j. Graphics Pads
65

Graphics pads ini merupakan input masukan untuk menggambar objek pada monitor.
Graphics pads yang digunakan mempunyai dua jenis. Pertama, menggunakan jarum (stylus)
yang dihubungkan ke pad atau dengan memakai bantalan tegangan rendah, yang pada
bantalan tersebut terdapat permukaan membrane sensitif sentuhan ( touch sensitive
membrane surface). Tegangan rendah yang dikirimkan kemudian diterjemahkan menjadi
koordinat X Y. Kedua, menggunakan bantalan sensitif sentuh ( touch sensitive pad) tanpa
menggunakan jarum. Cara kerjanya adalah dengan meletakkan kertas gambar pada bantalan,
kemudian ditulisi dengan pensil.
2. Perangkat Lunak Komputer
Perangkat Lunak (software) merupakan suatu program yang dibuat oleh pembuat program
untuk menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat Lunak adalah program yang berisi
kumpulan instruksi untuk melakukan proses pengolahan data. Software sebagai penghubung
antara

manusia

sebagai

pengguna

dengan

perangkat

keras

komputer, berfungsi

menerjemahkan bahasa manusia ke dalam bahasa mesin sehingga perangkat keras komputer
memahami

keinginan

pengguna

dan

menjalankan

instruksi

yang

diberikan

dan

selanjutnya memberikan hasil yang diinginkan oleh manusia tersebut.


Perangkat lunak komputer berfungsi untuk :
1. Mengidentifikasi program
2. Menyiapkan aplikasi program sehingga tata kerja seluruh perangkat komputer
terkontrol.
3. Mengatur dan membuat pekerjaan lebih efisien.

Macam-macam Perangkat Lunak


Perangkat lunak terbagi menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sistem Operasi (Operating System),
2. Program Aplikasi (Application Programs),
3. Bahasa Pemrograman (Programming Language),
4. Program Bantu (Utility)
66

A. Sistem Operasi (Operating System)


Sistem Operasi yaitu program yang berfungsi untuk mengendalikan sistem kerja yang
mendasar sehingga mengatur kerja media input, output, tabel pengkodean, memori,
penjadwalan prosesor, dan lain-lain. Sistem operasi berfungsi sebagai penghubung antara
manusia dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan. Adapun fungsi
utama sistem operasi adalah :

Menyimpan program dan aksesnya

Membagi tugas di dalam CPU

Mengalokasikan tugas-tugas penting

Merekam sumber-sumber data

Mengatur memori sistem termasuk penyimpanan, menghapus dan mendapatkan data

Memeriksa kesalahan sistem

Multitugas pada OS/2, Windows 95, Windows 98, Windows NT, /2000/XP

Memelihara keamanan sistem, khusus pada jaringan yang membutuhkan kata sandi
(password) dan penggunaan ID

Contoh Sistem Operasi, misalnya : Disk operating System (DOS), Microsoft Windows,
Linux, dan Unix.
B. Program Aplikasi (Aplication Programs)
Program Aplikasi adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk kebutuhan
tertentu,

misalnya

program

pengolah

kata,

mengelola

presentasi, design grafis, dan lain-lain.


C. Bahasa Pemrograman (Programming Language)

67

lembar

kerja,

program

Perangkat lunak bahasa yaitu program yang digunakan untuk menerjemahkan


instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke bahasa mesin dengan aturan
atau prosedur tertentu, agar diterima oleh komputer.
Ada 3 level bahasa pemrograman, yaitu :

Bahasa tingkat rendah (low level language)

Bahasa ini disebut juga bahasa mesin (assembler), dimana pengkodean bahasanya
menggunakan kode angka 0 dan 1.

Bahasa tingkat tinggi (high level language)

Bahasa ini termasuk dalam bahasa pemrograman yang mudah dipelajari oleh pengguna
komputer karena menggunakan bahasa Inggris. Contohnya : BASIC, COBOL, PASCAL,
FORTRAN.

Bahasa generasi keempat (4 GL)

Bahasa pemrograman 4 GL (Fourth Generation Language) merupakan bahasa yang


berorientasi

pada objek yang disebut Object Oriented Programming (OOP). Contoh

software ini adalah : Visual Basic, Delphi, Visual C++


D. Program Bantu (Utility)
Perangkat Lunak merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai aplikasi
pembantu dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan komputer, misalnya memformat
disket, mengopi data, mengkompres file, dan lain-lain.
Contoh software ini diantaranya :

Norton Utility

Winzip

Norton Ghost

Antivirus

4. Pendekatan Dasar Jaringan Pada Pemrosesan


68

a. Timesharing
Jaringan timesharing terdiri dari satu computer tunggal yang dipakai bersama olah beberapa
pemakai yang memperoleh akses melalui terminal-terminal.
b. Distribusi Pemrosesan
Ketika computer mikro menjadi popular, perusahaan-perusahaan mengubah strategi mereka
dan mulai mendistribusikan computer mini dan mikro disluruh organisasi. Jika system ini
saling berhubungan, teknik ini dikenal sebagai distribusi pemrosesan atau distribusi
pemrosesan data.
c. Client / Server Computing
Client server computing adalah suatu pendekatan bagi penggunaan jaringan yang didasarkan
pada konsep bahwa sebagian fungsi paling baik ditangani secara local dan sebagian paling
tidak ditangani secara terpusat. Karena itu, client / server computing dapat mencakup WAN,
tetapi konfigurasinya biasanya terdiri dari satu atau baebaerap LAN saling berhubungan.
d. Middleware
Middleware adalah perangkat lunak yang menyediakan

konektivitas dalam skala

perusahaan.perangkat lunak middleware berada di dalam system server maupun client, dan
menyediakan jasa penyajian seperti multimedia, kemampuan cetak, dan interface
pemakai.middleware sering disebut glueware, karena menyatukan server ke client dalam
skala perusahaan.
5. Jaringan Setempat
a. LAN (Local Area Network)
Adalah sekumpulan komputer dan peralatan lain yang saling berhubungan melalui
suatu medium yang sama. LAN umumnya menghubungkan komputer-komputer yang
dekat secara fisik.
b. MAN (Metropolitan Area Network)
Adalah jaringan dengan area yang cukup luas untuk mencakup suatu kota secara
keseluruhan atau beberapa kota kecil yang berdekatan. MAN menggunakan topologi
LAN dan beberapa protokol yang berkaitan dengan jaringan luas ( WAN ). MAN
tidak menggunakan sistem telepon publik untuk transfer data.
c. WAN (Wide Area Network)
Adalah jaringan komputer yang mencakup minimal dua area metropolitan.
Dari sudut pandang praktikal, perbedaan ketiga jaringan tersebut adalah tingkat arus
data yang mengalir dalam jaringan tersebut.
69

d. Internet
Internet merupakan komputer yang saling terkait satu dengan lainnya dalam bentuk
jaringan atau dapat diartikan sebagai jaringan dari jaringan (network of network).
Jaringan dapat tercipta melalui saluran kabel ataupun nirkabel.
Internet memiliki banyak pengertian jika dilihat dari beberapa segi, misalnya jika
dilihat secara teknis, Internet merupakan dua komputer atau lebih yang saling
berhubungan membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di
dunia yang saling berinteraksi dan bertukar informasi. Dari segi ilmu pengetahuan,
Internet merupakan sebuah perpustakaan digital yang di dalamnya terdapat jutaan
informasi atau data berupa teks, grafik, maupun video dalam bentuk media elektronik.
6. Manajemen Jaringan
A. Pengertian Manajemen Jaringan
1. Sebuah fungsi pengawasan terhadap unjuk kerja jaringan dan pengambilan tindakan
untuk mengendalikan aliran trafik agar diperoleh kapasitas jaringan dengan
pengoperasian yang maksimum pada berbagai situasi [CCITT]
2. Upaya mengkoordinasikan dan mendistribusikan sumber daya (resource) untuk
merencanakan, menganalisa, mengevaluasi, mendesain, mengadministrasikan, dan
mengembangkan jaringan telekomunikasi sehingga diperoleh kualitas pelayanan yang
baik pada seluruh waktu dengan ongkos yang proporsional dan kapasitas yang
optimal
B. Kegunaan Manajemen Jaringan
Manajeman jaringan merupakan kemampuan untuk mengontrol dan memonitor sebuah
jaringan

komputer

dari

sebuah

lokasi. The

International

Organization

for

Standardization (ISO) mendefinisikan sebuah model konseptual untuk menjelaskan fungsi


manajemen jaringan.

Manajemen

Kesalahan

(Fault

Management),

menyediakan

fasilitas

yang

memungkinkan administrator jaringan untuk mengetahui kesalahan (fault) pada


perangkat yang dikelola, jaringan, dan operasi jaringan, agar dapat segera menentukan

70

apa penyebabnya dan dapat segera mengambil tindakan (perbaikan). Untuk itu,
manajemen kesalahan memiliki mekanisme untuk:
1. Melaporkan terjadinya kesalahan
2. Mencatat laporan kesalahan (logging)
3. Melakukan diagnosis
4. Mengoreksi kesalahan (dimungkinkan secara otomatis)

Manajemen

Konfigurasi

(Configuration

Management),

memonitor

informasi

konfigurasi jaringan sehingga dampak dari perangkat keras atau pun lunak tertentu
dapat dikelola dengan baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan kemampuan untuk
inisialisasi, konfigurasi ulang, pengoperasian, dan mematikan perangkat yang
dikelola.

Pelaporan (Accounting), mengukur utilisasi jaringan dari pengguna atau grup tertentu
untuk:

1. Menghasilkan informasi tagihan (billing)


2. Mengatur pengguna atau grup
3. Membantu dalam menjaga performa jaringan pada level tertentu yang dapat diterima

Manajemen Performa (Performance Management), mengukur berbagai aspek dari


performa jaringan termasuk pengumpulan dan analisis dari data statistik sistem
sehingga dapat dikelola dan dipertahankan pada level tertentu yang dapat diterima.
Untuk itu, manajemen performa memiliki kemampuan untuk:

1. Memperoleh utilisasi dan tingkat kesalahan dari perangkat jaringan


2. Mempertahankan performa pada level tertentu dengan memastikan prangkat memiliki
kapasitas yang mencukupi

71

Manajemen Keamanan (Security Management), mengatur akses ke sumber daya


jaringan sehingga informasi tidak dapat diperoleh tanpa izin. Hal tersebut dilakukan
dengan cara:

1. Membatasi akses ke sumber daya jaringan


2. Memberi pemberitahuan akan adanya usaha pelanggaran dan pelanggaran keamanan
Arsitektur Manajemen Jaringan

Arsitektur terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut:

Network Management Station (NMS), menjalankan aplikasi manajemen jaringan yang


mampu mengumpulkan informasi mengenai perangkat yang dikelola dari agen
manajemen yang terletak dalam perangkat. Aplikasi manajemen jaringan harus
memproses data dalam jumlah yang besar, bereaksi terhadap peristiwa tertentu
(event), dan mempersiapkan informasi yang relevan untuk ditampilkan. NMS
biasanya

memilikiconsole kendali

dengan

sebuah

antarmuka

GUI

yang

memungkinkan pengguna untuk melihat representasi grafis dari jaringan, mengontrol


perangkat dalam jaringan yang dikelola, dan memprogram aplikasi manajemen
jaringan. Beberapa aplikasi manajemen jaringan dapat diprogram untuk bereaksi
terhadap informasi yang didapat dari agen manajemen dan/atau mengeset nilai
ambang(threshold) dengan cara:

72

1. Melakukan tes dan koreksi otomatis (konfigurasi ulang, mematikan perangkat yang
dikelola)
2. Mencatat yang terjadi pada jaringan (logging)
3. Memberikan informasi status dan peringatan pada pengguna

Perangkat yang dikelola, berupa semua jenis perangkat yang berada dalam jaringan,
seperti komputer, printer, atau pun router. Dalam perangkat, terdapat agen
manajemen.

Agen manajemen, memberikan informasi mengenai perangkat yang dikelola kepada


NMS dan dapat juga menerima informasi kendali/kontrol.

Protokol manajemen jaringan, digunakan oleh NMS dan agen manajemen untuk
bertukar informasi.

Informasi manajemen, merupakan informasi yang dipertukarkan antara NMS dan


agen manajemen yang memungkinkan proses monitor dan kontrol dari perangkat.

Perangkat lunak manajemen jaringan (aplikasi manajemen jaringan dan agen) biasanya
berdasarkan pada protokol manajemen jaringan tertentu dan kemampuan manajemen jaringan
yang diberikan oleh perangkat lunak biasanya berdasarkan pada fungsi yang didukung oleh
protokol manajemen jaringan. Pemilihan perangkat lunak manajemen jaringan ditentukan
oleh:

Lingkungan jaringan (jangkauan dan sifat jaringan)

Persyaratan manajemen jaringan

Biaya

Sistem operasi

Protokol manajemen jaringan yang paling umum digunakan adalah:

73

Simple Network Management Protocol (SNMP)

Common Management Information Protocol (CMIP)

SNMP merupakan protokol yang paling banyak digunakan pada lingkungan jaringan lokal
(LAN). Sedangkan, CMIP digunakan pada lingkungan telekomunikasi, dimana jaringan lebih
besar dan kompleks.
7. Peranan Datacom Dalam Pemecahan Masalah
Datacom mempunyai pengaruh yang bersifat perorangan maupun organisasional dalam
pemecahan masalah.
7.1. Pengaruh Perorangan
Manajer berhubungan dengan CBIS dalam lima cara dasar untuk memperoleh informasi
pemecahan masalah, antara lain manajer dapat :
Menerima laporan berkala tercetak atau yang tertampil.

Memasukkan query kedalam database dan menerima laporan khusus dalam bentuk tercetak
maupun bentuk tampilan.

Memasukkan instruksi ke model matematis dan menerima hasil simulasi dalam bentuk
tercetak atau tampilan.
Menggunakan otomatisasi kantor untuk mengirim maupun menerima komunikasi informal
dalam bentuk tertulis, tertampil, atau secara lisan.

Memasukkan instruksi ke expert system dan menerima advice (nasehat) baik dalam bentuk
tercetak maupun tampilan.
Sebelum adanya datacom, kemampuan untuk menerima output komputer dalam
waktu yang tepat hanya dapat dilakukan oleh manajer pada lokasi komputer. Laporan
tercetak, respon dari query database, dan hasil simulasi dikirimkan kepada manajer melalui
pengiriman dalam perusahaan yang mungkin dapat diterima pada hari yang sama atau bahkan
pada hari berikutnya. Manajer yang berada pada tempat remote harus menunggunya dalam
waktu yang lama, seringkali beberapa hari sbelum menerima informasi melalui kiriman. Dan
sebelun adanya datacom ini, bahkan manajer pada lokasi komputer tidak dapat menerima
komunikasi OA, sebab banyak aplikasi OA yang mengandalkan pada datacom. Aplikasi
CBIS dapat dirancang sehingga ia dapat memberikan informasi yang relevan, akurat, dan
lengkap dari pada yang dapat dilakukan pada masa sebelum datacom.

74

7.2. Pengaruh Organisasional


Datacom memungkinkan perusahaan untuk menerapkan strategi keputusan masalah
sentralisasi ataupun desentralisasi, tergantung yang mana yang diinginkan manajemen
puncak. Pada perusahaan yang menekankan pada penggunaan keputusan masalah sentralisasi,
semua keputusan dibuat oleh manajemen puncak di kantor pusat. Datacom dalam hal ini
memberikan arus data dari operasi organisasi yang tersebar luas ke komputer kantor pusat.
Disini organisasi dapat digunakan oleh manajemen puncak. Datacom juga memberikan
sumbangan dengan memberikan alat komunikasi bagi keputusan manajemen puncak ke
seluruh bagian organisasi.
Pada perusahaan yang menjalankan keputusan masalah desentralisasi, manajemen
puncak mendelegasikan wewenangnya dalam pembuatan keputusan tertentu kepada manajer
tingkat di bawahnya. Dengan cara ini, manajer tingkat di bawahnya dapat mengakses
komputer pusat dan menggunakan hardware, software dan data yang biasanya berada di
kantor pusat. Manajer tingkat bawah ini dapat memecahkan masalahnya sendiri dengan
menggunakan komputer pusat (sentral) dengan cara pembagian penggunaan atau dengan cara
menggunakan salah satu komputer dalam jaringan ketika dijalankannya distributed
processing.

75