Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN TUGAS AKHIR

PRAKTEK TEKNIK DIGITAL


Traffic Light with Counter

KELOMPOK 3
1. AULIA YUNIAR SULISTYO

(5302414047)

2. ARIF SUNANDAR

(5302414056)

3. ANNASSOKHA

(5302414065)

4. FAJAR AFRIANTO

(5302414075)

5. ANNISTYA MARHADANI

(5302414084)

Pembimbing

: Arimaz Hangga, S.T, M.T

Asisten Praktikum

: Dianty Arninda

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2015

ABSTRAK

Rangkaian digital sudah berkembang pesat dan bersinergi dengan


rangkaian analog. Salah satu contoh penerapan dari rangkaian digital yaitu pada
pembuatan rangkaian lampu lalu lintas. Dalam pembuatan rangkaian lampu lalu
lintas ini, penulis menggunakan prinsip kerja flip-flop. Flip-flop merupakan
rangkaiaan elektronika yang bekerja berdasarkan arus listrik yang berhubungan.
Traffic Light with Counter dimana dibuat berupa 5 arah layaknya simpang
lima. Nyala lampu lalu lintas ini menyala secara otomatis tanpa menggunakan
saklar sebagai inputannya. Rangkaian LED/Probe yang terdiri dari 15 buah LED.
Pola nyala lampu lalu lintas yang mempunyai 10 logika. setiap logika akan
menyalakan lampu hijau dengan menambahkan delay sebanyak 12 detik, lampu
kuning dengan delay sebanyak 4 detik,dan merah dengan delay sebanyak 64 detik.
Traffic Light with Counter menggunakan Counter sebagai pengatur durasi nyala
lampu. Counter akan memilih logika penyalaan lampu yaitu mendapat logika 1
atau yang lainnya.
.
Kunci : Counter,Lalu Lintas,Simpang 5

ABSTRACT

Digital circuit is already booming and synergize with analog circuits. One
example of the application of the digital circuit that is on the creation of a series
of traffic lights. In making this set of traffic lights, the author uses the working
principles of the flip-flop. Flip-flop is a work based on the electronics series an
electric current.
Traffic Light with a Counter which is made in the form of 5 directions like
simpanglima. This traffic light the flame lit automatically without using switches
asinputannya. The series of LEDS/Probe consisting of 15 fruit LED. The pattern
ofthe flame of the traffic lights which have 10 logic. Every logic will light the
green light to add a delay as much as 12 seconds, the yellow light with delay by
as much as 4 seconds, and red with a delay as much as 64 seconds. Traffic Light
with Counter using Counter as a regulator of the duration of the flame of the
lamp.Counter logic would choose lighting that is got a logic 1 or more.
.
Keywords: Counter, traffic, Simpang 5

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada saat sekarang ini, perkembangan teknologi semakin berkembang
pesat, hal ini disebabkan oleh pengaruh globalisasi yang menutut manusia untuk
berinovasi. Banyak bermacam-macam alat yang dihasilkan oleh hasil kreasi
manusia, dengan menggunakan peralatan yang bekerja dengan tegangan listrik
yang bekerja pada prinsip rangkaian digital. Rangkaian digital sudah berkembang
pesat dan bersinergi dengan rangkaian analog. Salah satu contoh penerapan dari
rangkaian digital yaitu pada pembuatan rangkaian lampu lalu lintas. Prinsip
tersebut akan berusaha untuk diwujudkan dalam perkuliahan teknik digital dan
praktikum teknik digital.
Dalam pembuatan rangkaian lampu lalu lintas ini, penulis menggunakan
prinsip kerja flip-flop. Flip-flop merupakan rangkaiaan elektronika yang bekerja
berdasarkan arus listrik yang berhubungan. Prinsip kerja flip-flop yaitu
menyimpan satu bit data secara semi permanen, Hal ini diatur oleh pulsa atau
clock.
Dalam hal ini, mahasiswa dituntut untuk mampu berinovasi dan
menerapkan prinsip kerja dan konsep-konsep rangkaian digital yang inovatif dan
kreatif. Sehingga, dibuatlah software rangkaian Traffic Light With Counter lima
arah dengan menggunakan prinsip kerja dari rangkaian digital.
Pada saat sekarang lampu lalu lintas hanya dipandang sebelah mata, orangorang hanya menikmati kegunaan dari lampu lalu lintas tersebut tanpa tahu
bagaimana rancangan/konsep logika dari pembuatan lampu lalu lintas tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat ditentukan permasalahan
dalam tugas akhir ini adalah Bagaimana rangkaian logika dari lampu lalu lintas
lima arah?
1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah pada tugas akhir ini adalah :

1.

Rangkaian dibuat nantinya berupa lampu lalu lintas lima


arah.

2.

Seven Segment Counter down tidak ditampilkan pada


rangkaian.

1.4 Tujuan Penelitian


Penelitian tugas akhir ini memiliki tujuan untuk menjawab perumusan
masalah yang dimiliki dalam penelitian yaitu Mengetahui bagaimana rangkaian
logika dari lampu lalu lintas lima arah.
1.5 Sistematika Penulisan
Pada penelitian ini sistematika yang digunakan yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan
penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II DASAR TEORI
Berisi tentang tinjauan pustaka dan kajian hasil penelitian yang relevan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Berisi tentang alat dan bahan serta langkah-langkah kerja.
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
Berisi tentang hasil tugas akhir dan pembahasan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Berisi tentang simpulan dan saran.

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1 Multisim
Multisim adalah sebuah software aplikasi yang berfungsi
untuk menggambar dan mensimulasikan perilaku rangkaian
elektronika

baik

dikembangkan
bergerak

oleh

dalam

analog

maupun

Perusahaan
bidang

digital.

National

produksi

Software

Instrument

ini
yang

komponen-komponen

elektronika. Multisim merupakan pengembangan dari software


simulasi rangkaian elektronika yang sebelumnya terkenal dengan
nama Electronics Workbench. Dengan software Multisim ini, kita
dapat memodelkan sifat dari parameter rangkaian analog dan
digital. Kemampuan yang disediakan Multisim adalah dapat
memodelkan berbagai rancangan rangkaian, menguji suatu
rangkaian dengan berbagai kemungkinan komponen, memeriksa
sifat dari keseluruhan rangkaian dengan melakukan analisa AC /
DC atau transient. Dengan kelengkapan sejumlah

Gambar 2.1 Multisim


2.1.2 Gerbang Logika

Gerbang AND
Gerbang AND merupakan gerbang logika yang akan berlogika 1 atau
keluarannya akan berlogika 1 apabila semua masukan atau inputannya berlogika
1, dan apabila salah satu atau semua inputan berlogika 0 maka outputannya akan
berlogika 0.
Input A Input B

Output

Gerbang OR
Gerbang OR merupakan gerbang logika yang akan berlogika 1 apabila

salah satu atau semua inputan yang dimasukan berlogika 1, dan akan berlogika 0
apabila semua inputan yang dimasukan berlogika 0.
Input A
0
0
1
1

Input B
0
1
0
1

Output
0
1
1
1

Gerbang NOR
Gerbang NOR merupakan gerbang logika yang akan mengeluarkan logika

yang akan menghasilkan output berlogika 1 apabila semua inputannya bernilai 0,


dan outputnya akan berlogika 0 apabila semua atau salah satu inputannya
berlogika 1.

Inptut A
0

Input B
0

Output
1

2.1.3 Flip-Flop
Flip-Flop merupakan keluarga dari Multivibrator yang mempunyai dua
keadaan stabil atau disebut Bistabil Multivibrator. Rangkaian flip-flop mempunyai
sifat sekuensial karena sistem kerjanya diatur dengan clock atau pulsa, yaitu
sistem-sistem tersebut bekerja dengan secara sinkron dengan deretan pulsa
berpertiode T yang disebut system Clock.

Salah satu flip-flop yang paling sering digunakan yaitu JK flip-flop. JK


flip-flop sering disebut dengan JK FF induk hamba atau Master Slave JK FF
karena terdiri dari dua buah flip-flop, yaitu master FF dan Slave FF. Master slave
JK FF ini memiliki 3 buah terminal input yaitu J, K, dan Clock. Sedangkan IC
yang dipakai untuk menyusun JK FF adalah tipe 7473 yang mempunyai 2 Buah
JK FF. JK FF tidak mempunyai kondisi terlarang, yang artinya berapapun input
yang diberikan asalkan ada clock maka akan terjadi perubahan pada output.
2.1.4 Lampu Lalu Lintas
Lampu lalu lintas (menurut UU no. 22/2009 tentang Lalu lintas dan
Angkutan Jalan: alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL) adalah lampu
yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat
penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya.
Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara
bergantian dari berbagai arah. Pengaturan lalu lintas di persimpangan jalan
dimaksudkan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada masing-masing
kelompok pergerakan kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian sehingga
tidak saling mengganggu antar-arus yang ada.
Lampu lalu lintas telah diadopsi di hampir semua kota di dunia ini. Lampu
ini menggunakan warna yang diakui secara universal; untuk menandakan berhenti
adalah warna merah, hati-hati yang ditandai dengan warna kuning, dan hijau yang
berarti dapat berjalan.
Tujuan diterapkannya pengaturan lampu lalu lintas adalah:
1. Menghindari hambatan karena adanya perbedaan arus jalan bagi pergerakan
kendaraan.
2. Memfasilitasi persimpangan antara jalan utama untuk kendaraan dan pejalan
kaki dengan jalan sekunder sehingga kelancaran arus lalu lintas dapat
terjamin.
3. Mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh tabrakan karena
perbedaan arus jalan.
Secara default, setiap lampu lalu lintas akan mengatur laju kendaraan yang
akan berjalan lurus dan berbelok ke kanan. Sedangkan belok kiri ada lampu lalu

lintas atau rambu-rambu lalu lintas lain yang mengatur belokan ke kiri, apabila
tidak ada maka belok ke kiri mengikuti nyala lampu berjalan lurus.

Gambar 2.2 Lampu Lalu Lintas


2.2 Kajian Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Zulfikar, Tarmizi dan Agus Adria (2013),
yang berjudul Perancangan Pengontrolan Traffic Light Otomatis menjelaskan
bahwa

Perancangan

memanfaatkan

sistem

kontrol

mikrokontroler

pada
AT89C51

traffic

light

otomatis

sebagai

otak

pengatur sistem kontrol.


Penelitian

yang

dilakukan

oleh

ALFITH

(2015)

dengan

judul

Perancangan Traffic Light berbasis microkontroler ATMEGA 16 menjelaskan


bahwa dengan menggunakan microkontroller ATMEGA 16, maka dapat
digunakan untuk membuat alat lampu lalu lintas yang dapat digunakan untuk
mengatur jalan kendaraan secara bergantian yang melewati tempat tertentu setiap
hari hampir 24 jam sehari.
Penelitian yang dilakukan oleh Dinni Nur Fatma (2013) ,yang berjudul
Simulator Traffic Light sebagai Media Pembelajaran Mata Pelajaran Perakitan
dan Pengoperasian Sistem Kendali, menjelaskan bahwa Simulasi Traffic Light
dapat digunakan untuk Media Pembelajaran bagi siswa.
Penelitian yang dilakukan oleh Marson James Budiman, Zahir Zainuddin,
Amil Ahmad Ilham(2013) menjelaskan bahwa proses monitoring tentang
kepadatan lalulintas dan kerusakan traffic light dapat di tampilkan, dengan
menggunakan media google map API, sebagai informasi ke pengguna jalan.

Untuk proses menyatakan kerusakan lampu lalu lintas dan kepadatan dilakukan
dengan mendeteksi sinyal input sensor yang di indikasikan dengan perubahan
warna dari titik koordinat penempatan sensor.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah metode yang digunakan untuk memecahkan
masalah dalam penelitiannya. Sehingga hasil dari penelitian sesuai dengan tujuan
penelitian.
Pada bab ini disajikan (1) langkah-langkah penelitian, (2) alat dan bahan,
dan (3) langkah-langkah pembuatan rangkaian lampu lalu lintas.
1.1 Langkah langkah Penelitian
Pada pembuatan rangkaian lampu lalu lintas lima arah, dibutuhkan
beberapa langkah-langkah penelitian untuk mendapatkan data yang sesuai.
Rangkaian lampu lalu lintas ini dibuat menggunakan software Multisim 13.0,
dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Mulai
PENENTUAN KONSEP
PERANCANGAN RANGKAIAN
LAMPU LALU LINTAS 5 ARAH
PEMBUATAN RANGKAIAN
UJI COBA
RANGKAIAN
HASIL UJI COBA
ANALISIS HASIL UJI COBA
PEMBUATAN RANGKAIAN
SIMPULAN DAN SARAN

SELESAI

Gambar 3.1 Flowchart langkah-langkah penelitian

1.

Penentuan Konsep Rangkaian


Penentuan konsep rangkaian disini maksudnya yaitu menentukan konsep

rangkaian yang akan dibuat nantinya, dimana rangkaian bisa dibuat setelah konsep
atau kerangka rangkaian telah ditentukan.
2.

Perancangan Rangkaian Lampu


Perancangan rangkaian lampu lalu lintas disini sesuai dengan konsep

rangkaian yang telah ditentukan sebelumnya. Dimana, rangkaian lampu lalu lintas
tersebut berupa lima arah atau layaknya simpang lima.
3.

Pembuatan Rangkaian
Dalam tahap ini sudah mulai membuat rangkaian sesuai dengan konsep

yang sudah ditentukan.


4.

Uji Coba Rangkaian


Uji Coba Rangkaian adalah menguji hasil dari rangkaian yang sudah

dibuat tadi untuk mengetahui apakah rangakaian sudah berjalan sesuai dengan
konsep atau tidak.
5.

Hasil Uji Coba


Setelah melakukan uji coba rangkaian maka akan didapatkan sebuah hasil

apakah rangkaian tersebut sudah sesuai dengan konsep atau belum.


6.

Analisis Hasil Uji Coba


Analisis hasil uji coba adalah menganalisa hasil uji coba rangkaian yang

telah dibuat, apabila hasil uji coba pada rangkaian belum sesuai dengan konsep
maka akan dilakukan pembuatan rangkaian yang ke-2 atau merevisi rangkaian
agar sesuai dengan konsep.
7.

Pembuatan Rangkaian
Pembuatan Rangkaian ini berdasarkan dari hasil analisis hasil uji coba

rangkaian untuk menyempurnakan rangkaian yang belum sesuai dengan konsep


yang dibuat.
1.2 Alat dan Bahan
Dalam pembuatan rangkaian lampu lalu lintas lima arah ini, dibutuhkan
beberapa alat dan bahan yang diperlukan yaitu sebagai berikut :

No.
Nama
Banyaknya
1. Laptop
1 buah
2. JK Flip-Flop
7 buah
3. Lampu LED Merah
5 buah
4. Lampu LED Kuning
5 buah
5. Lampu LED Hijau
5 buah
6. Digital Power (VCC) 1 buah
7. Ground
1 buah
8. Clock_Voltage
1 buah
9. Gerbang AND 2 Inputan 31 buah
10. Gerbang AND 3 Inputan 21 buah
11. Gerbang OR 2 Inputan 19 buah
12. Gerbang OR 3 Inputan 1 buah
13. Gerbang OR 4 Inputan 1 buah
14. Gerbang NOR 2 Inputan 5 buah
15. Alat Tulis
Secukupnya
16. Buku
1 buah

1.3 BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Praktikum
4.1.1

Rangkaian Lampu Lalu Lintas


Gambar Rangkaian Traffic Light with Counter (Simpang Lima), Merah =

64 detik, Hijau = 12 detik, dan Kuning = 4 detik.

Gambar 4.1 Rangkaian Lampu Lalu Lintas

4.1.2 Langkah Langkah Pembuatan Rangkaian Lampu Lalu Lintas


Pertama yang dilakukan yaitu menentukan durasi waktu yang akan
diambil saat menyalanya suatu lampu. Kelompok kami mengambil durasi waktu
yaitu Merah = 64 detik, Hijau = 12 detik, dan Kuning = 4 detik, berarti dalam
setiap jalur total durasi waktu yang dibutuhkan adalah 80 detik.
Kemudian Membuat rangkaian counter down dari waktu yang sudah
ditentukan yaitu 80 detik. Tetepi sebelumnya harus membuat terlebih dahulu KMap dari counter down 80, yaitu dari 79 sampai 0. Berarti membuat K-Map
counter down 7 sampai 0 dan 9 sampai 0.
Berikut adalah tabel kebenaran beserta K-Map counter down 7 0

Berikut adalah tabel kebenaran beserta K-Map Counter down 9 0

Setelah itu buat rangkaian counter down dengan menggunakan hasil KMap yang sudah dibuat. Untuk menyambungkan counter down 7-0 dengan 9-0,
ambil output Q pada setiap JK Flip-flop counter down 9-0 lalu digabun

gkan dengan gerbang logika OR yang ber-input 4, lalu output OR disambungkan


ke clock rangkaian counter down 7-0.
Berikut rangkaian counter down 79
Setelah itu buat kondisi pada waktu kapan saja lampunya menyala, lalu
cari persamaan aljabar boolean dari kondisi tersebut.
Jalan 1
Hijau

= 79 68

Cari persamaan boolean 79-70 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil


7 = ABC dan 9 - 0 = D+EF kemudian cari 69-68, maka didapatkan hasil
6 = ABC dan 9 - 8 = DEF
= ABC x ( D + EF) + ABC x DEF
Kuning

= 67 - 64

Cari persamaan boolean 67-64 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil


6 = ABC dan 7 - 4 = DE
= ABC x DE
Merah

= Di NOR kan dari lampu hijau dan kuning

Jalan 2
Hijau

= 63 52

Cari persamaan boolean 63-60 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil

6 = ABC dan 3 - 0 = DE kemudian cari 59-52, maka didapatkan hasil


5 = ABC dan 9 - 2 = DE + DF + DEF
= ABC x DE + ABC x (DE + DF + DEF )
Kuning

= 51 - 48

Cari persamaan boolean 51-50 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil


5 = ABC dan 1 - 0 = DEF kemudian cari 49-48, maka didapatkan hasil
4 = ABC dan 9 - 8 = DEF
= ABC x DEF + ABC x DEF
Merah

= Di NOR kan dari lampu hijau dan kuning

Hijau

= 47 36

Jalan 3
Cari persamaan boolean 47-40 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil
4 = ABC dan 7 - 0 = D kemudian cari 39-36, maka didapatkan hasil
3 = ABC dan 9 - 6 = DEF + DEF
= ABC x D + ABC x DEF + DEF
Kuning

= 35 - 32

Cari persamaan boolean 35-32 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil


3 = ABC dan 5 2 = DEF+DEF
= ABC x DEF+DEF
Merah

= Di NOR kan dari lampu hijau dan kuning

Jalan 4
Hijau

= 31 20

Cari persamaan boolean 31-30 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil


3 = ABC dan 1 - 0 = DEF kemudian cari 29-20, maka didapatkan hasil
2 = ABC dan 9 - 0 = D+EF
= ABC x DEF + ABC x D+EF
Kuning

= 19 - 16

Cari persamaan boolean 19-16 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil


1 = ABC dan 9 6 = DEF+DEF
= ABC x DEF+DEF

Merah

= Di NOR kan dari lampu hijau dan kuning

Jalan 5
Hijau

= 15 4

Cari persamaan boolean 15-10 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil


1 = ABC dan 5 - 0 = DE + DF kemudian cari 09-04, maka didapatkan hasil
0 = ABC dan 9 - 4 = DE + DEF
= ABC x DE + DF + ABC x DE + DEF
Kuning

= 04 - 00

Cari persamaan boolean 04-00 kemudian disederhanakan, maka didapatkan hasil


0 = ABC dan 4 0 = DE
= ABC x DE
Merah

= Di NOR kan dari lampu hijau dan kuning

Kemudian ambil setiap outputnya lalu sambungkan kesetiap lampu yang sesuai.
Maka gambar rangkaiannya akan seperti berikut.

4.2 Pembahasan
Pada bagian ini akan dijelaskan analisis terhadap hasil pembuatan
rangkaian Traffic Light with Counter dimana dibuat berupa 5 arah layaknya
simpang lima. Dari hasil praktikum yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
rangkaian Traffic Light bisa dibuat menyerupai aslinya,dimana tiap warna lampu
memiliki jeda waktu yang berbeda.Hal itu bisa dilakukan dengan menggunakan
Counter pada rangkaian tersebut.Rangkaian LED/Probe yang terdiri dari 15 buah
LED diset dalam rangkaian yang masing-masing dideklarasikan dalam variabel
berbeda.Berdasarkan tabel logika nyala lampu lalu lintas diperoleh pola nyala
lampu lalu lintas yang terdiri dari 10 logika. Di mana setiap logika akan
menyalakan lampu hijau dengan menambahkan delay sebanyak 12 detik, lampu
kuning dengan delay sebanyak 4 detik,dan merah dengan delay sebanyak 64 detik.
Traffic Light with Counter menggunakan Counter sebagai pengatur durasi nyala
lampu. Counter akan memilih logika penyalaan lampu yaitu mendapat logika 1
atau yang lainnya.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Zulfikar, Tarmizi dan Agus Adria
(2013), yang berjudul Perancangan Pengontrolan Traffic Light Otomatis hampir
mirip dengan Hasil Praktikum yang kami lakukan,namun ada beberapa perbedaan
yaitu pada penelitian yang dilakukan oleh Zulfikar, Tarmizi dan Agus Adria dibuat
dengan simulasi 4 arah (Simpang 4),dan pada penelitian itu mereka juga membuat
nya dalam bentuk hardware menggunakan microkontroller.
Hampir mirip dengan penelitian yang dilakukan oleh Zulfikar, Tarmizi dan
Agus Adria ,pada penelitian yang dilakukan oleh ALFITH (2015) dengan judul
Perancangan Traffic Light berbasis microkontroler ATMEGA 16 sama-sama
dibuat

menggunakan

microkontroller,

namun

sedikit

berbeda

yakni

microkontroller yang digunakan yaitu microkontroller ATMEGA 16.


Pada penelitian yang dilakukan oleh Dinni Nur Fatma (2013) ,yang
berjudul Simulator Traffic Light sebagai Media Pembelajaran Mata Pelajaran
Perakitan dan Pengoperasian Sistem Kendali,dilakukan untuk mengembangkan
dan menguji tingkat kelayakan media pembelajaran simulator traffic light yang

berarti pada Hasil Praktikum Traffic Light with Counter,hasilnya nanti bisa
digunakan untuk media pembelajaran.
Pembuatan rangkaian ini telah diusahakan secara maksimal untuk
mencapai hasil yang terbaik, namun diakui bahwa hal tersebut ini masih memiliki
keterbatasan yang harus dikemukakan sebagai bahan pertimbangan. Keterbatasan
tersebut diantaranya:
1.

Seven Segment dari Counter tidak ditampilkan karena memiliki beberapa


kendala pada output nya.

2.

Rangkaian yang telah dibuat hanya berlaku untuk 5 arah(simpang lima).


Jadi ketika akan diterapkan pada persimpangan yang lain maka harus
dibuat lagi dari awal.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1.1 Simpulan
Berdasarkan hasil serangkaian percobaan dalam pembuatan rangkaian
lampu lalu lintas lima arah, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam membuat
rangkaian lampu lalu lintas ini diperoleh logika pola nyala lampu lalu lintas yang
terdiri dari 10 logika.
1.2 Saran
Untuk penelitian selanjutnya berdasarkan keterbatasan penelitian, ada
beberapa saran yang dapat dipertimbangkan, diantaranya yaitu:
1. Rangkaian yang dibuat ini, hanya membuat simulasi rangkaian untuk
lampu lalu lintas simpang lima, untuk kedepannya bisa dibuat simpang
yang lain dan dengan menggunakkan counter.

DAFTAR PUSTAKA

Akbar. Khalid. 2010. Gerbang Logika Perbatasan Dunia Nyata dan Gerbang
Dunia Maya.
http://ri4one.multipy.com/jurnal/item/2/Gerbang_Logika_perbatasan_dun
a_nyata_dan_Gerbang_Dunia_Maya Diakses pada 6 Mei

2015

pukul

20:00
Anjar.

2007.

Gerbang

Logika.

content/uploads/2007/10/anjars-gerbang-

http://www.ilmukomputer.org/wp
logika.pdf Diakses

pada

06 Mei 2015 pukul 19:20


Anjar S. (2003-2007). Mengenal Gerbang Logika Logic gate. Komunitas
e-learning. IlmuKomputer.com Diakses pada 6 mei 2015 pukul 20.10
Christian, ign. 2015, Logika, http://id.wikipedia.org/wiki/Logika Diakses
pada 06 Mei 2015 pukul 18:20
Dika N_Jeki C.S. Pernyataan Penghubung Pernyataan. Jekiches.weebly com
Diakses pada 6 Mei 2015 pukul 20:05
F. Soesanti, Djono D. 2003. Logika Matematika Untuk Ilmu Komputer. Andi
Yogyakarta.
Mismail. Budiono. 1998. Dasar-dasar Rangkaian Logika Digital. Bandung:
ITB
Prima. 2007. Gerbang Logika Dasar. http://lecture.eepisits.edu/prima/elektronika
%20digital/elektronika/_digit1/
%20dasar.pdf. Diakses pada 06 Mei

bahan_ajar/Bab2_gerbang%20logika
2015 pukul 17:00