Anda di halaman 1dari 2

RENCANA STUDI

Nama saya Muhammad Amin, saya menyelesaikan program sarjana saya di Jurusan Teknik
Lingkungan Universitas Andalas dengan masa studi 3 tahun 8 bulan. Saya adalah alumni
penerima bidik misi pada saat S1. Untuk pendidikan jenjang S2 nantinya, saya akan mengambil
divisi Environmental Design fokus kepada penelitian dibidang kualitas udara Fakultas Natural
Science and Technology di Kanazawa University. Alasan saya memilih jurusan ini karena dasar
S1 saya Teknik Lingkungan, dan akan menjadi bekal saya untuk menyelesaikan pendidikan di
jenjang master. Mengapa harus kualitas udara? Mengapa Kanazawa University? Dan mengapa
harus Jepang?
Saya mengambil konsentrasi di bidang udara, karena pada saat S1 saya adalah asisten di
Laboratorium Kualitas Udara. Selain itu skripsi saya yang berjudul Analisis Konsentrasi
Logam dalam PM10 di Udara Ambien Kota Sawahlunto pada saat Kabut Asap serta Perkiraan
Risiko Terhadap Kesehatan juga tentang udara.
Universitas di Indonesia sudah banyak memiliki Jurusan Teknik Lingkungan, namun sangat
disayangkan tidak banyak doktor ataupun professor fokus pada kualitas udara. Bahkan di
Indonesia saya belum pernah mendengar ada Professor di bidang udara. Sama halnya dengan
Universitas Andalas, di Jurusan saya, ada 2 orang dosen yang mengajar mata kuliah udara.
Namun dari kedua dosen tersebut tak satupun yang memiliki latar belakang pendidikan S1
sampai S3 yang konsentrasi di bidang udara. Kesimpulannya Indonesia kekurangan sumber
daya yang ahli di bidang udara. Karena hal tersebut, rencana tesis saya juga masih akan fokus
di bidang udara. Namun saya akan fokus kepada pengukuran dan analisis konsentrasi PM1 dan
PM0,1 di Udara Ambien akibat industri semen. PM1 dan PM0,1 merupakan topik baru bagi
saya dalam hal pencemaran udara. Di Indonesia, masih jarang kita menemukan alat yang bisa
mengukur pencemar PM1 dan PM0,1 sehingga sangat jarang ada penelitian mengenai hal ini.
Topik tesis saya ini juga telah mendapat persetujuan dari Professor yang akan membimbing
saya di Kanazawa University yaitu Professor Mitsuhiko Hata, karena selama ini, penelitiannya
sangat banyak sekali mengenai PM1 dan PM0,1. Dengan melakukan penelitian terhadap
partikulat ini, saya berharap bisa mengembangkannya untuk penelitian-penelitian lanjutan di
Indonesia baik pada saat kebakaran hutan ataupun pada saat terjadi pencemaran lain seperti
pada pembakaran limbah pertanian. Dengan membina kerja sama yang baik dengan Kanazawa
University penelitian-penelitian seperti ini akan bisa dilakukan di Indonesia.

Menagapa Kanazawa University? Nah, memang Kanazawa University (KU) tidak masuk
dalam daftar tujuan LPDP, namun KU termasuk jajaran universitas terbaik di jepang, dengan
menduduki peringkat ke 15 pada januari 2016. Peringkat KU jauh di atas salah satu universitas
tujuan LPDP yaitu Yokohama National University (YNU) yang menduduki peringkat ke 51.
Selain itu, di KU saya juga telah mendapatkan LoA Unconditional dan akan bergabung di
Laboratorium Atmospheric Environment Research dengan pembimbing Professor Furuuchi
Masami dan Mitsuhiko Hata. Kedua Professor ini memiliki area riset dibidang kualitas udara.
Saya juga sudah menanyakan ke beberapa dosen di Teknik Lingkungan dan masuk ke website
universitas tujuan LPDP, saya belum menemukan Universitas yang memiliki Professor yang
sangat fokus di Bidang Udara sebelum saya menemukan Kanazawa University, berkat
informasi dari dosen yang sedang mengambil S3 disana.
Jepang, alasan saya memilih Jepang sebagai negara tujuan, adalah karena Jepang sangat konsen
terhadap perbaikan-perbaikan kualitas lingkungan. Mengingat Jepang, kita mungkin akan
terbawa kepada masa lalu jepang dengan kasus pencemaran merkuri di Minamata, Rainbow
Sky di Kitakyushu akibat revolusi industri. Namun berkat kegigihan dan budaya yang
mendukung, Jepang mampu mengatasi permasalahan-permasalahan pencemaran lingkungan.
Teknologi-teknologi pengendali pencemar lingkungan juga banyak diciptakan di Jepang
didukung dengan budaya disiplin dan malu membuat Jepang telah menjadi negara percontohan
dalam hal mengelola lingkungan. Hal ini semua menjadi latar belakang saya dalam
melanjutkan studi ke Jepang, saya berharap dengan belajar di Jepang saya akan kembali
membuktikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu pada umumnya dan
masyarakat di kampung saya khususnya, bahwa orang kecil juga bisa meraih sukses asal ada
kemauan dan kerja keras.
Selain kuliah dan penelitian saya akan kembali aktif menulis. Saya akan menulis perjanalan
hidup saya dari pelosok kampung sampai nantinya belajar di negeri sakura jepang, dan juga
buku tentang bagaimana jepang bisa mengelola lingkungan. Karena sejatinya perjalanan
kehidupan ini bukan hanya sukses yang kita dapatkan, tapi esensinya adalah seberapa banyak
manfaat yang akan kita berikan dari kesuksesan kita itu. Menjadi dosen dan menuliskan bukubuku motivasi dan lingkungan semoga kelak memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia.