Anda di halaman 1dari 1

Latar Belakang

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan


tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dan lainnya karena akan
mempengaruhi kesehatan tubuh keseluruhan. Gigi merupakan salah
satu bagian tubuh yang berfungsi untuk mengunyah, berbicara dan
mempertahankan bentuk muka, sehingga penting untuk menjaga
kesehatan gigi sedini mungkin agar dapat bertahan lama dalam rongga
mulut. Masalah terbesar yang dihadapi penduduk Indonesia seperti
juga di negara-negara berkembang lainnya di bidang kesehatan gigi
dan mulut adalah penyakit jaringan keras gigi (caries dentin). Hal ini
karena prevalensi karies di Indonesia mencapai 80%. Usaha untuk
mengatasinya belum memberikan hasil yang nyata bila diukur dengan
indikator kesehatan gigi masyarakat. Tingginya prevalensi karies gigi
serta belum berhasilnya usaha untuk mengatasinya mungkin
dipengaruhi oleh faktor-faktor distribusi penduduk, faktor lingkungan,
faktor perilaku, dan faktor pelayanan kesehatan gigi yang berbedabeda pada masyarakat Indonesia. Kesadaran masyarakat terhadap
kesehatan gigi masih rendah. Hal itu terukur dari Riset Kesehatan
Dasar yang menunjukkan bahwa 72,1% penduduk Indonesia terkena
karies gigi. Selain itu dalam 12 bulan terakhir sebesar 23,4% penduduk
Indonesia mengeluhkan adanya masalah gigi dan mulutnya.
Sayangnya dari jumlah tersebut hanya 29,6% yang mencari
pertolongan dan mendapat perawatan dari tenaga kesehatan.
Karies gigi dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat dan
merupakan penyakit gigi yang paling banyak diderita oleh sebagian
besar penduduk Indonesia. Dilihat dari kelompok umur, golongan umur
muda lebih banyak menderita karies gigi dibanding umur 45 tahun
keatas. Umur 10-24 tahun karies giginya adalah 66,8-69,5% umur 45
tahun keatas 53,3% dan umur 65 tahun keatas sebesar 43,8% keadaan
ini menunjukkan karies gigi banyak terjadi pada golongan usia
produktif (Depkes, 2000). Penelitian Rahardjo (2007), membuktikan
dalam Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2006 terdapat
76,2% anak Indonesia pada kelompok usia 12 tahun mengalami gigi
berlubang. Hal ini jelas menandakan adanya permasalahan yang cukup
laten yaitu minimnya kesadaran dan pengetahuan kesehatan gigi di
masyarakat.