Anda di halaman 1dari 24

STATUS UJIAN KEDOKTERAN KELUARGA

HIPERTENSI

Pembimbing
Dr. Emilda Yunda
DISUSUN OLEH :
Robertus Aris Maharyady
0861050046

KEPANITERAAN KLINIK KEDOKTERAN KELUARGA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
PERIODE 08 Oktober 2012 03 November 2012

I.

STATUS PASIEN

Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan

: Puskesmas Kecamatan Duren Sawit

No. Rekam Medis

: 12/648

Pasien ke

:2

Data Administrasi
Tanggal 25 Oktober 2012 diisi oleh, Nama : Robertus Aris Maharyady (0861050046)
Pasien

Keterangan

Nama
Umur / Tanggal Lahir
Alamat

Ny. Dias
50 tahun / 1962
Jl. Teratai I Gg. 2 / 24,

Jenis Kelamin
Agama
Pendidikan
Kedatangan yang Ke-

Kelurahan Malaka Sari


Perempuan
Islam
Sekolah Menengah Umum
II

Tamat
Kurang

Telah Diobati Sebelumnya

Ya

mengontrol tekanan darah


Diagnosis
sebelumnya

rutin

dalam

Hipertensi
Obat yang telah diminum :
Captopril 25mg
Alergi Obat
Sistem Pembayaran

Tidak ada
Pribadi

Data Pelayanan
II.
A.

ANAMNESIS (dilakukan secara autoanamnesis)


Keluhan Utama

Biaya sendiri

Kepala terasa pusing


B.

Keluhan tambahan
-

C.

Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang


Sejak 4 hari yang lalu pasien mengeluhkan kepalanya terasa pusing pada bagian seluruh
kepala. Rasa pusing yang dialami pasien dirasakan seperti kepalanya terasa berat dan
seperti ditusuk-tusuk. Pasien mengatakan saat terasa pusing yang sangat hebat pandangan
terasa gelap dan pasien bisa sampai mengalami muntah. Rasa pusing dialami pasien
berlangsung terus menerus. Pasien menceritakan awalnya rasa pusing mulai dirasakan
pasien pada sore hari setelah pasien merasa kesal kepada anaknya karena sulit dinasihati
dan tidak mau mengerjakan tugas sekolahnya. Pasien mengatakan rasa pusing semakin
dirasakan apabila pasien sedang merasa kesal ataupun marah dan dirasakan berkurang
apabila pasien beristirahat. Kurang lebih 2 hari ini pasien mengaku sulit tidur yang
disebabkan pusing pada kepala pasien. Keluhan ini diakui pasien, cukup mengganggu
aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Selain itu pasien mengeluhkan akhir-akhir ini
dada sering terasa berdebar debar terutama pada saat rasa pusing muncul, pasien juga
menceritaan sering merasakan tengkuk terasa berat dan badan terasa lemas. Pasien juga
menceritakan bahwa akhir-akhir ini banyak hal yang mengganggu pikirannya terutama
mengenai anak-anaknya yang menurutnya menjadi semakin nakal dan sulit dinasihati.
Pasien juga menceritakan bahwa akhir-akhir ini emosinya mudah terpancing dan mudah
menjadi marah.
Pada saat ditanya, pasien menyangkal sering merasakan kesemutan dan kebas pada
anggota tubuh, menyangkal sering merasa haus, menyangkal sering minum dan banyak
buang air kecil pada malam hari. Menyangkal pernah merasa sesak dan nyeri pada dada
sebelah kiri seperti ditimpa beban berat yang menjalar hingga kebahu Menyangkal sering
merasa pegal pada punggung. Menyangkal buang air kecilnya semakin sedikit atau
mengalami kesulitan. Meyangkal mudah lelah setelah aktifitas ringan.

D.

Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ayah pasien sudah meninggal
dunia pada tahun 2008 karena penyakit jantung. Ibu pasien memiliki riwayat hipertensi
dan saat ini masih tinggal dengan kakak pasien yang paling tua. Pasien tidak mengetahui
riwayat penyakit yang dialami oleh saudara-saudara pasien.

E.

Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien menceritakan sebelumnya pasien pernah mengalami keluhan seperti ini dan
pernah berobat ke dokter di puskesmas kurang lebih 2 bulan yang lalu dan pasien
didiagnosis mengalami penyakit hipertensi, saat itu pasien diberi obat penurun tekanan
darah, namun saat ini obat habis. Pasien menceritakan memiliki riwayat kolestrol yang
tidak terkontrol sejak tahun 2010. Pasien menyangkal pernah dirawat dirumah sakit,
menyangkal pernah mengalami operasi, menyangkal pernah kecelakaan, dan menyangkal
mempunyai riwayat asma, menyangkal memiliki riwayat penyakit gula, menyangkal
riwayat penyakit jantung, menyangkal riwayat stroke, menyangkal riwayat penyakit
ginjal.
F.

Riwayat Sosial dan Ekonomi


Pasien tinggal dirumah bersama suami dan ketiga anaknya. Hubungan pasien dengan
suami dan anak baik. Pasien tinggal di rumah seluas 64m 2 di jalan Teratai I Gg. 2 / 24,
Kelurahan Malaka Sari. Rumah pasien terdiri dari 4 ruangan yang dibatasi dengan sekat
berbahan tembok. Di bagian paling depan adalah teras seluas 1 x 8 m,. Ruang tamu seluas
3 x 3 m dengan 3 buah tempat duduk. Terdapat 2 buah lampu di ruang tamu. Di sebelah
ruang tamu terdapat 1 buah kamar tidur seluas 3 x 3m, didalamnya terdapat 1 buah lemari
dan 1 tempat tidur. Di bagian tengah merupakan ruang keluarga seluas 4 x 4, terdapat 1
buah tempat tidur dan 1 buah televisi dengan 1 buah lampu. Di bagian belakang terdapat
dapur dan kamar mandi seluas 4 x 3m, keadaan dapur kurang bersih dan kurang terawat.
Di bagian samping merupakan tempat mencuci dan menjemur pakaian. Pencahayaan di
ruang tamu dan kamar tidur cukup baik, namun pencahayaan di bagian belakang seperti
di dapur dan kamar mandi kurang karena tidak terdapat ventilasi dan kaca di bagian
belakang rumah. Kebersihan rumah pasien cukup walaupun terdapat beberapa barang
yang kurang tertata dengan rapi. Air berasal dari sumur pompa, jarak sumber air dan septi
tanc 6m.
Suami pasien bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan kurang lebih rp
1.000.000,- sedangkan pasien merupakan ibu rumah tangga dan memiliki kontrakan
dengan 5 buah kamar. Setiap bulannya pasien mendapatkan uang sebesar rp 2.000.000,dari kontrakan yang dimilikinya. Sejumlah uang tersebut biasanya cukup untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membayar air dan listrik (rp 600.000,-/bulan),
makan untuk 5 orang (rp 800.000,-/bulan),dll . Ketiga anak pasien masih bersekolah, hal
inilah yang cukup memberatkan pengeluaran. Untuk biaya pendidikan anaknya kurang

lebih sebesar rp 1.000.000,- tiap bulan. Dari penghasilan dan pengeluaran yang demikian,
pasien kurang memiliki kesempatan untuk menabung.
G.

Riwayat Kebiasaan Pribadi


Dikatakan oleh pasien, pasien gemar mengkonsumsi sop kambing, telor asin, dan
makanan makanan yang mengandung kadar garam yang cukup tinggi serta pasien suka
minum kopi. Sebelum pasien dinyatakan terkena penyakit kolesterol pasien gemar
mengkonsumsi makan makanan mengandung daging dan lemak.

Pasien tidak

mengkonsumsi rokok dan alkohol. Pasien jarang berolahraga.


Data Keluarga
No

Umur

1
2
3
4
5

50 tahun
52 tahun
17 tahun
14 tahun
11 tahun

Nama

Status

Diaz
Yatno
Eka
Nabila
Aan

keluarga
Ibu
Bapak
Anak
Anak
Anak

dalam Jenis
Kelamin
Perempuan
Laki-laki
Perempuan
Perempuan
Laki-laki

Pekerjaan
I.R.T
Ojek
Siswa SMU
Siswa SMP
Siswa SD

III.
PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan umum dan tanda-tanda vital termasuk status gizi
Keadaan umum
: Baik
Kesadaran
: Compos mentis
Tanda-tanda vital
: Tekanan darah 170/110
Suhu 36,4oC
Frekuensi nadi 88x/menit
Frekuensi nafas 22x/menit
B. Status generalis
Kepala
: Normocephali, wajah simetris kanan dan kiri, tidak terdapat
Rambut
Mata

deformitas
: Bergelombang sebahu, warna hitam, distribusi merata
: Visus secara kasar baik, lapangan pandang tidak menyempit,
pergerakan bola mata simetris kanan dan kiri, pupil isokor
diameter 3mm / 3mm, reflex cahaya langsung dan tidak langsung +
kanan dan kiri, Konjungtiva kanan dan kiri tidak pucat, sclera
kanan dan kiri

tidak ikterik, tidak terdapat eksoftalmus, tidak

terdapat enoftalmus, tidak terdapat ptosis, tidak terdapat deviasio


Telinga

konjugae.
: Normotia, tidak terdapat kelaianan pada daun telinga, Liang
telinga kanan dan kiri lapang, warna epidermis merah muda, tidak
terdapat sekret pada telinga kanan dan kiri, tidak terdapat serumen

pada telinga kanan dan kiri, membran timpani kanan dan kiri intak,
warna seperti mutiara, reflex cahaya positif, posisi tidak retraksi
Hidung

tidak bombans, tidak terlihat perforasi dan kelainan lainnya.


: Bentuk hidung simetris kanan dan kiri, Tidak terdapat deformitas
septum, Cavum nasi lapang, warna mukosa merah muda, konka
media dan inferior eutrofi, warna merah muda, tidak terdapat

Tenggorok

sekret dan kelainan lainnya.


: Mukosa faring merah muda, dinding faring tidak bergranul, uvula
ditengah, arcus faring simetris, tonsil besarnya t1-t1,tidak

Gigi dan mulut

hiperemis, tidak telihat kripta dan detritus, tenang.


: Gigi geligi lengkap, tidak terlihat caries, gigi 35 berlubang, lidah
tidak kotor, gusi tidak hiperemis dan tidak oedema, bau mulut

Leher

tidak tercium.
: letak trakea ditengah, Tidak teraba pembesaran KGB, kelenjar

Thorax

thyroid mobile.
: Inspeksi
: Bentuk dada normochest, diameter latero lateral >
anterior posterior, sela iga mengembang saat
inspirasi dan menyempit saat ekspirasi, pergerakan
dinding dada Simetris kanan dan kiri, tidak terlihat
adanya retraksi sela iga, pulsasi iktus kordis tidak
Palpasi

terlihat, bendungan vena tidak terlihat


: Pergerakan dada kanan = kiri, Vokal Fremitus
kanan = kiri, iktus kordis teraba kuat angat 1 jari,

Perkusi

tidak terdapat nyeri tekan dan krepitasi.


: perkusi perbandingan sonor kanan = kiri, perkusi
regio supraklavikula sonor kanan = kiri, batas
jantung kanan di sela iga 5 di garis sternalis
dextra, batas jantung kiri di sela iga 5 di
garis midklavikularis sinistra.

Auskultasi

: Bunyi nafas dasar vesikuler kanan dan kiri, tidak


terdapat rhonki, tidak terdapat wheezing, Bunyi
jantung I dan II normal, tidak terdengar galop,

Abdomen

: Inspeksi

tidak terdengar murmur.


: Perut tampak datar, pusar tidak menonjol, tidak
terlihat pelebaran vena, tidak terlihat peristaltik,
tidak terlihat tumor, tidak terlihat perubahan warna
kulit, tidak terlihat sikatrik, tidak terlihat striae.

Palpasi

: Tidak teraba massa, nyeri tekan (-), nyeri lepas


Lien (-), defance muskuler (-), Hepar tidak teraba,

Perkusi

tidak teraba, ginjal tidak teraba.


: Timpani diseluruh lapangan abdomen, pekak
hepar di sela iga 5 garis midclavicula dextra, regio

Auskultasi

suprapubik timpani, nyeri ketuk (-)


: Bising usus (+)6x/menit, bising usus dari jauh
tidak terdengar, tidak terdengar clapotage, tidak
terdengar bunyi

jantung di abdomen, tidak

terdengar bising arteri (stenosis).


Punggung

: Vertebrae lurus ditengah, tidak terlihat massa,


tidak terlihat jejas, tidak teraba massa, tidak
terdapat nyeri ketok CVA pada punggung kanan
dan kiri.

Ekstremitas

atas : Akral hangat, Cap.Refill <2 detik, tidak terdapat edema


bawah : Akral hangat, Cap.Refill <2 detik, tidak terdapat edema

C. Status Neurologis

D. Status Gizi
TB
BB
IMT

: Refleks fisiologis:
Biseps : kanan + (Normal)/kiri + (Normal)
Triseps : kanan + (Normal)/kiri + (Normal)
APR
: kanan + (Normal)/kiri + (Normal)
KPR
: kanan + (Normal)/kiri + (Normal)
Reflex Patologis tidak ditemukan
Test sensibilitas (Extremitas Superior et Inferior)
Rasa Raba
: kanan: Normal/ kiri: Normal
Rasa Nyeri
: kanan: Normal/ kiri: Normal
Suhu
: kanan: Normal/ kiri: Normal

: 160 cm
: 60 kg
: BB (kg)

60
=

[TB (m)]
Status Gizi

23.44

[1,6]

: Lebih, tidak terdapat defisiensi specific.


Nilai Rujukan:
a. Kurang < 18.5
b. Normal 18.5 22.9
c. Lebih > 23 24.9
d. Pre Obese 23 24.9

e. Obese Klas I 25 29.9


f. Obese Klas II > 30

E. DIAGNOSIS HOLISTIK
Aspek Personal:
Pasien datang dengan keluhan kepala terasa pusing sejak 4 hari sebelum berkunjung ke
Puskesmas. Pasien khawatir darah tingginya kambuh dan berharap bisa dapat pengobatan
secara tepat sehingga tekanan darah bisa kembali normal dan rasa pusing dapat
menghilang.
Aspek Klinis:
- Hipertensi gr. II
Aspek Risiko Internal
- Pasien gemar mengkonsumsi kopi yang mengandung kafein
- Pasien mempunyai riwayat penyakit kolesterol yang tidak terkontrol.
- Pasien masih suka mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung lemak dan
-

kadar garam yang tinggi.


Pasien memiliki banyak masalah dalam keluarga, yang menyebabkan pasien sulit

beristirahat dan mengakibatkan stress serta kurang tidur.


Aspek Psikososial Keluarga dan Lingkungan
- Pasien cukup sadar dengan penyakitnya, namun kurang menyediakan waktu untuk
-

kontrol ke Puskesmas secara rutin.


Keluarga pasien juga mendukung kesembuhan pasien dengan memberi dorongan
kepada pasien agar tetap bersemangat melawan penyakitnya. Anak pasien juga
berusaha untuk memantau setiap makanan yang dimakan oleh pasien serta selalu
mengingatkan pasien untuk rajin dan teratur mengkonsumsi obat.

Derajat Fungsional:
I (Pasien tetap bisa beraktifitas seperti biasa)

F. RENCANA PENATALAKSANAAN

No.

Kegiatan

Rencana Intervensi

Sasaran

Waktu

Hasil yg
Diharapkan

1.

Aspek
Personal

Evaluasi:
-Keluhan, kekhawatiran,
dan harapan pasien.
Intervensi:
-Edukasi bahwa penyakit
disebabkan oleh pola
makan yang salah,
penyakit kolesterol yang
tidak terkontrol, dan pola
hidup pasien.

Pasien

3 hari

-Keluhan dan
kekhawatiran
pasien
dapat
berkurang
-Pasien
mengerti
tentang
penyakit
dan
faktor
resikonya.
-Pasien kembali
mengkontrol
penyakit darah
tinggi
dan
kolesterolnya.

2.

Aspek Klinik

Hipertensi
grade II

3.

Edukasi:
-Menyarankan
kepada
pasien
untuk
menghindari konsumsi
makanan berkadar garam
tinggi,
mengkonsumsi
kopi, makanan yang
mengandung
daging,
lemak,
dan
santan,
memiliki pikiran yang
tenang serta beristirahat
dengan cukup.
-Menyarankan pasien
untuk
mengkonsumsi
obat secara teratur dan
rutin
mengontrolkan
tekanan darahnya.
Terapi:
- Captopril 25mg 1x1
- Diet rendah garam
- Olahraga
- Jangan terlalu stress
- Diazepam 2mg 1x1

Pasien

3 hari

-Keluhan
berkurang
-Pasien dapat
mengatur pola
makannya
dengan
cara
menghindari
makanan
berkadar garam
tinggi, makanan
yang
mengandung
daging, lemak
dan
santan,
mengurangi
minum kopi.
-Pasien dapat
mengatur pola
istirahatnya
dengan baik
-Pasien dapat
teratur
mengkonsumsi
obat
dan
mengontrolkan
tekanan
darahnya dan
kolesterolnya

-Menerangkan bahwa
makanan berkadar garam
tinggi dapat memacu
peningkatan
tekanan
darah, meminta pasien
untuk
mengurangi
konsumsi
makanan
berkadar garam tinggi
- Menerangkan kepada
pasien bahwa makanan
yang
mengandung
daging,
lemak,
dan
santan
dapat
meningkatkan kolesterol
dalam
darah
yang
nantinya berefek pada
peningkatan
tekanan
darah
pasien
dan

Pasien

3 hari

Pasien
dapat
menjaga pola
hidupnya
dengan
menghindari
makanan
berkadar garam
tinggi,
menghindari
makanan yang
mengandung
daging, lemak,
dan
santan,
serta berhenti
mengkonsumsi
kopi dan pasien
dan
pasien
dapat

Aspek Risiko
Internal
-Kebiasaan
pasien
mengkonsumsi
makanan
berkadar
garam
-Kebiasaan
pasien
yang
mengkonsumsi
makanan yang
mengandung
daging, lemak,
dan santan
-Kebiasaan
pasien
yang
gemar
mengkonsumsi
kopi.

-Pola istirahat
pasien
yang
sangat
terganggu

4.

meminta pasien untuk


mengurangi
makanan
yang
mengandung
daging,
lemak
dan
santan.
- Menerangkan kepada
pasien
bahwa
kopi
mempunyai kandungan
yang dikenal dengan
kafein dimana kafein
tersebut
dapat
meningkatkan
tekanan
dan pacu jantung yang
menyebabkan
tekanan
darah pasien semakin
tinggi
dan
meminta
pasien untuk mengurangi
atau
berhenti
mengkonsumsi kopi.
-Menerangkan
kepada
pasien
bahwa
pola
istirahat yang terganggu
dapat menyebabkan daya
tahan tubuh turun yang
akhirnya mengakibatkan
tekanan darah meningkat.

beristirahat
dengan cukup

Aspek
Psikososial
Pasien
memiliki
anak-anak
yang perhatian
terhadap
kesehatan
pasien
dan
mendukung
proses
kesembuhan
pasien,.

Edukasi:
-Memantau pola makan
pasien sehari-hari
-Mengingatkan
pasien
untuk beristirahat dengan
cukup
-Menjadi sarana bagi
pasien
untuk
mencurahkan isi hatinya,
sehingga
tidak
ada
masalah yang dipikirkan
oleh pasien seorang diri
yang
nantinya
menyebabkan pasien sulit
untuk beristirahat

Pasien

3 hari

-Diet
rendah
garam menjadi
pola
makan
pasien
- Diet rendah
lemak menjadi
pola
makan
pasien.
- Pasien tidak
mengkonsumsi
kopi
-Pasien
beristirahat
dengan cukup
-Tidak
memendam
masalah yang
dialaminya
seorang
diri,
sehingga tidak

mengganggu
pola
tidur
pasien

G. TINDAK LANJUT DAN HASIL INTERVENSI


Tanggal

Intervensi yang dilakukan, diagnosis holistic, dan rencana


selanjutnya

Kedatangan
pertama 23
Okt 2012

Saat kedatangan pertama, dilakukan beberapa hal yaitu:


1. Memperkenalkan diri dan menjalin hubungan yang baik dengan
pasien.
2. Memberikan informed consent pada pasien agar pasien dapat
mengerti apa yang dilakukan oleh pemeriksa.
3. Melakukan anamnesis lengkap mengenai keluhan utama pasien,
keluhan tambahan, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit
dahulu, riwayat penyakit keluarga, riwayat kehidupan social, dan
kebiasaan pribadi pasien serta melakukan pemeriksaan fisik
lengkap.
4. Membuat diagnosis holistik pada pasien.
5. Menyusun dan memberi tata laksana farmakologis.
6. Melakukan anamnesis dan pemeriksaan jasmani terhadap anggota
keluarga pasien yang lainnya
7. Melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap kondisi rumah
dan lingkungan tempat tinggal pasien.
Intervensi yang diberikan:
1. Edukasi mengenai hipertensi (penyebab, gejala klinis, diagnosis
banding, tatalaksana, komplikasi, dan prognosis). Edukasi

2.
3.
4.
5.
6.

dilakukan pada pasien dan keluarganya.


Edukasi agar pasien rutin mengontrolkan tekanan darahnya ke
Puskesmas terlebih jika keluhan tidak berkurang.
Edukasi agar pasien teratur mengkonsumsi obat yang diberikan.
Edukasi agar pasien mengurangi konsumsi makanan berkadar
garam tinggi, daging, lemak, santan, dan minuman kopi atau yang
mengandung kafein, serta beristirahat dengan cukup.
Melakukan pengaturan waktu kunjungan berikutnya untuk
dilakukan evaluasi intervensi dari kunjungan pertama dan rencana
intervensi berikutnya.
Intervensi untuk menjaga kebersihan rumahnya
.

Kedatangan Saat kedatangan kedua, dilakukan beberapa hal :


kedua 24 Okt
1. Menjalin hubungan yang lebih baik dengan pasien dan keluarga
2012
pasien
2. Memberi informed consent pada pasien agar pasien dapat
mengerti apa yang dilakukan oleh pemeriksa.
3. Melakukan anamnesis mengenai keluhan yang dialami setelah
diberikan pengobatan, dan keluhan pada hari kunjungan, serta
mengontrol pasien sudah melakukan atau belum sesuai dengan
yang pemeriksa anjurkan.

H. KESIMPULAN PENATALAKSANAAN PASIEN DALAM BINAAN PERTAMA


Diagnosa holistik pada saat berakhirnya pembinaan pertama
Aspek Personal:
Pasien datang dengan keluhan kepala terasa pusing sejak 4 hari sebelum
berkunjung ke Puskesmas. Pasien khawatir darah tingginya kambuh dan berharap
bisa dapat pengobatan secara tepat sehingga tekanan darah bisa kembali normal
dan rasa pusing dapat menghilang.
Aspek Klinis:
Hipertensi gr. II
Terapi :
- Captopril 25mg 1 x 1
- Diet rendah garam, daging, lemak, dan santan
- Tidak mengkonsumsi minuman kopi atau yang mengandung kafein
- Olahraga
- Jangan terlalu stress
- Diazepam 2mg 1 x 1
Aspek Risiko Internal
- Pasien masih suka mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung
-

garam dalam kadar yang tinggi.


Pasien masih suka mengkonsumsi minuman kopi atau yang mengandung

kafein.
Pasien memiliki riwayat penyakit kolesterol yang tidak terkontrol.
Pasien memiliki masalah dalam keluarga yang dipendam sendiri, yang
menyebabkan pasien sulit beristirahat dan mengakibatkan daya tahan tubuh

turun.
Aspek Psikososial Keluarga dan Lingkungan
- Pasien cukup sadar dengan penyakitnya, namun kurang menyediakan waktu
-

untuk kontrol ke Puskesmas secara rutin.


Keluarga pasien juga mendukung kesembuhan pasien dengan memberi
dorongan kepada pasien agar tetap bersemangat melawan penyakitnya. Anak
pasien juga berusaha untuk memantau setiap makanan yang dimakan oleh

pasien dan mengingatkan pasien untuk mengkonsumsi obat teratur


Derajat Fungsional:
1 (Pasien tetap bisa beraktifitas seperti biasa)

Faktor pendukung terselesaikannya masalah kesehatan pasien


Pasien mau mengkonsumsi obat-obatan secara teratur
Pasien mengikuti anjuran pemeriksa untuk diet rendah garam
Pasien mengikuti anjuran pemeriksa untuk mengurangi atau tidak mengkonsumsi
makanan yang mengandung daging, lemak, dan santan
Pasien mengikuti anjuran pemeriksa untuk tidak mengkonsumsi kopi atau
minuman yang mengandung kafein
Keluarga pasien memberikan dukungan yang baik kepada pasien serta mau
membantu pasien menyelesaikan masalah yang dialami oleh pasien.
Faktor penghambat terselesaikannya masalah kesehatan pasien
Kebiasaan pasien mengkonsumsi makanan berkadar garam tinggi yang tidak
dapat dikurangi
Kebiasaan pasien mengkonsumsi makanan daging, lemak, dan santan yang tidak
dapat dikurangi
Kebiasaan pasien mengkonsumsi kopi atau minuman yang mengandung kafein.
Ketidaktaatan pasien dalam mengkonsumsi obat
Permasalahan yang dialami pasien tidak kunjung terselesaikan yang nantinya
mengakibatkan pola tidur pasien menjadi terganggu
Rencana penatalaksanaan pasien selanjutnya
Memonitor pola makan - minum pasien dan pola istirahat pasien
Tetap memberi dorongan kepada pasien untuk rajin mengkonsumsi obatnya dan
rajin mengontrol tekanan darahnya
Melihat kemajuan pengobatan, bila tekanan darah menjadi stabil dosis obat dapat

diturunkan secara perlahan-lahan. Jika belum mebaik, pasien dipersiapkan untuk


terapi lebih lanjut dan siap untuk dirujuk ke sarana kesehatan sekunder.

STATUS IKK

Aktifitas
1. Hubungan Intern dan antar keluarga
Hubungan pasien dengan suami, dan anak-anaknya baik. suami
pasien, berusaha untuk selalu tetap menjaga komunikasi yang baik
terhadap pasien. Suami pasien juga selalu mendukung kesembuhan pasien dengan
memberi dorongan kepada pasien agar tetap bersemangat melawan penyakitnya. Anak
pasien juga berusaha untuk memantau setiap makanan yang dimakan oleh pasien dan

mengingatkan pasien untuk mengkonsumsi obat secara teratur. Suami pasien


menceritakan bahwa sejauh ini hubungan yang tercipta didalam keluarganya harmonis.
2. Child Care
Pasien sudah menikah dan memiliki tiga orang anak, Eka (perempuan,
usia 17 tahun, siswa smu), Nabila (perempuan, usia 14 tahun, siswa
smp), Aan (laki-laki, usia 11 tahun, siswa sd). Pasien menyayangi
ketiga anaknya dengan perlakuan yang sama. Sebagian besar waktu
pasien

dicurahkan

untuk

memperhatikan

pendidikan

dan

perkembangan anaknya. Dalam sehari-hari pasien selalu meluangkan


waktu untuk berkomunikasi dengan anaknya. Mendengarkan cerita
anaknya selama di sekolah ataupun menanyakan kabar keseharian
anaknya di sekolah. Pasien termasuk seorang ibu yang perhatian yang
tidak pernah berprilaku kasar terhadap anaknya. Namun akhir-akhir ini
pasien suka merasa kesal dengan anaknya karena suka malas
mengerjakan pekerjaan rumah dan belajar, terutama anaknya yang
paling besar Eka.
3. Food
Pola makan dalam keluarga ini cukup bervariasi. Untuk makan pagi
biasanya pasien dan keluarga hanya meminum teh manis hangat atau
susu, terkadang memasak mie instan, ataupun makan nasi putih
dengan lauk kemarin. Untuk makan siang biasanya pasien memasak
sayur dengan lauk ayam, ikan ataupun telor ditambah dengan tahu
dan tempe. Terkadang pasien suka membeli lauk di warteg seperti sop,
soto, ataupun telor asin apabila tidak sempat memasak untuk disajikan
di rumah. Untuk malam hari biasanya pasien dan keluarga memakan
nasi dengan lauk yang tersisa dari siang ataupun hanya membeli lauk
dari rumah makan terdekat.
4. Housing
Kebersihan rumah pasien secara keseluruhan cukup ( Tidak ditemukan
sampah yang berserakan, lantai rumah bersih, jendela tidak berdebu,

wc bersih) walaupun terdapat beberapa barang yang kurang tertata


dengan rapi. Pencahayaan di ruang tamu dan kamar tidur cukup baik
karena sinar matahari dapat sampai kedalam pada siang hari, namun
pencahayaan di bagian belakang seperti di dapur dan kamar mandi
kurang karena tidak terdapat ventilasi dan kaca di bagian belakang
rumah ( berbatasan langsung dengan rumah tetangga ) . Rumah yang
dimiliki pasien saat ini adalah merupakan rumah pribadi.
5. Kegiatan Kesehatan
Sehari-harinya

pasien

dan

keluarga

jarang

berolahraga.

Pasien

memiliki aktifitas yang cukup melelahkan sebagai ibu rumah tangga.


Pasien dan keluarga biasanya berobat kedokter bila ada keluhan yang
cukup berat. Pasien dan keluarga tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol.
6. Clothing
Dalam sehari pasien mengganti bajunya sebanyak dua kali, dan selalu
mencuci baju kotor keluarga setiap hari. Pasien dan keluarga memiliki
cara berpakaian yang sederhana. Pasien sempat berkomentar yang
penting rapih, bersih dan enak dilihat. ketika ditanya mengenai cara
berpakaiannya.
7.Family Income
Suami pasien bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan kurang lebih rp
1.000.000,-. Sedangkan pasien merupakan ibu rumah tangga dan memiliki kontrakan
dengan 5 buah kamar. Setiap bulannya pasien mendapatkan uang sebesar rp 2.000.000,dari kontrakan yang dimilikinya. Total pendapatan bersih keluarga pasien kurang lebih rp
3.000.000,- setiap bulannya.
8. Home Management
Pembagian tugas dalam rumah sehari-harinya hampir sepenuhnya
dikerjakan oleh pasien, mulai dari memasak, mencuci pakaian dan
membersihkan rumah terutama pada saat pagi dan siang hari karena
anak-anak pasien sekolah dan suami pasien pergi bekerja. Barulah

pada

sore

hari

biasanya

anak-anak

pasien

ikut

membantu

mengerjakan pekerjaan rumah. Kecuali hari minggu biasanya diadakan


kerja bakti didalam rumah dimana anak-anak pasien dan suami juga
ikut bersama-sama membantu membersihkan rumah.
9. Security
Pendapatan bulanan keluarga pasien kurang lebih rp 3.000.000,- dan
untuk pengeluarannya kurang lebih rp 2.400.000,- Dari penghasilan
dan pengeluaran yang demikian, pasien kurang memiliki kesempatan
untuk membeli barang tertentu ataupun memiliki tabungan yang dapat
digunakannya secara pribadi. Apabila ada kelebihan uang biasanya
selalu disimpan untuk keperluan yang mendadak.
10. Rencana Sehat
Pasien selalu menginginkan anak-anaknya memiliki kesempatan untuk
bersekolah hingga sampai sarjana. Atas dasar ini pasien dan suaminya
memiliki kebijakan untuk selalu dapat menabung uang kurang lebih rp
500.000,- untuk biaya pendidikan anaknya setiap bulannya yang
sampai saat ini masih tetap tersimpan dengan baik.

Pasien

menceritakan bahwa sejauh ini mereka berhasil mengumpulkan uang


sebesar rp7.500.000,-.

SUMBER

1. Waktu
Pasien Ny.Dias seorang ibu rumah tangga. Pasien bangun tidur kira-kira
pukul 04.45, lalu memulai rutinitasnya dengan sholat ke masjid dan
menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak-anaknya, kemudian pasien
mulai

membersihkan

rumah

dengan

menyapu,

mengepel

dan

mengelap-elap perabotan rumah. Setelah itu pasien mencuci dan


membersihkan pakaian,

biasanya hal ini dikerjakan hingga pukul

10.00. Setelah itu biasanya pasien membuat makan siang dan


menghabiskan waktu dengan mengobrol dengan tetangga ataupun
menonton

televisi

sambil

menunggu

anak-anaknya

pulang

dari

sekolah. Pada sore hari pasien suka mengikuti kegiatan yang ada di
masjid. Pasien biasa tidur pada pukul 21.00. Suami pasien adalah
seorang tukang ojek. Suami pasien biasanya mulai bekerja sejak pukul
06.30, sampai pukul 18.00. Pada malam hari suami pasien biasanya
menonton televisi bersama keluarga ataupun sekedar bersantai di
rumah.
2. Uang dan Barang
Sumber pendapatan utama keluarga berasal dari kontrakan yang
dimiliki pasien, dan mendapat tambahan dari suami pasien yang
bekerja sebagai tukang ojek. Rumah yang mereka tempati merupakan
rumah pribadi, yang terdiri atas ruangan tamu, ruang keluarga, 1
ruang tidur, dapur dan kamar mandi. Keluarga ini memliki 1 sepeda
motor, kasur kapuk, lemari,2 buah televisi, kulkas, kompor gas serta
peralatan memasak. Pasien menceritakan bahwa kontrakan yang ia
miliki adalah peninggalan dari orangtuanya.
3. Tenaga dan Kemampuan
Dalam kesehariannya pasien masih dapat melakukan aktivitas seperti
biasannya namun hanya dirumah saja. Dalam keluarga ini tenaga yang
berperan adalah pasien dan suaminya karena ketiga anak pasien
masih bersekolah.
4. Hubungan Pribadi
Hubungan pribadi pasien dengan seluruh anggota di dalam keluarga
dan orang-orang disekitar secara umum baik. Pasien menceritakan
bahwa ia memiliki seorang tetangga yang sangat peduli dengan
keadaannya dan sering menjadi teman ceritanya, apabila diminta
pertolongan tetangganya itu biasanya mau membantu.
5. Keluarga

Taraf ekonomi keluarga menengah. Suami pasien juga selalu mendukung


kesembuhan pasien dengan memberi dorongan kepada pasien agar tetap bersemangat
melawan penyakitnya. Anak pasien juga berusaha untuk memantau setiap makanan yang
dimakan oleh pasien dan mengingatkan pasien untuk mengkonsumsi obat secara teratur.

KEBUTUHAN

1. Physical needs (Sandang, Pangan, Papan)


Untuk kebutuhan sandang dalam keluarga ini masih dapat terpenuhi
meski pakaian masing-masing anggota keluarga sederhana. Kebutuhan
pangan keluarga ini masih dapat terpenuhi dengan baik. Rumah pasien
berukuran 8 x 8 m. Saat ini pasien tinggal dirumah pribadi dengan
keadaan yang cukup baik.
2. Spiritual Needs
Keluarga pasien cukup teratur dalam menjalankan ibadah ke masjid.
Pasien dan keluarga juga tergolong aktif dalam kegiatan keagamaan.
3. Emotional Needs
Pasien memiliki keluarga sederhana yang sangat ia sayangi. Walaupun
hidup dalam kesederhanaan tetapi pasien merasa bahagia karena
memiliki seorang suami yang perhatian dan anak-anak yang mencintai
dirinya.
4.Intelectual Needs
Pasien hanya bersekolah hingga tamat SMA. Pasien dahulu ingin
melanjutkan ke jenjang perkuliahan namun sekarang pasien lebih ingin
untuk bekerja untuk keluarga. Pasien memiliki harapan anak-anaknya
dapat mendapatkan pendidikan yang baik dan bisa menjadi seorang
sarjana.
5. Social Needs

Keluarga pasien cukup akrab dengan lingkungan sekitar dan mendapat


penerimaan yang baik terutama dengan tetangga yang berada
disekitar rumah.

Lampiran Gambar