Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur saya panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat-Nya makalah ini dapat saya selesaikan seperti yang diharapkan. Makalah ini
dimaksudkan untuk memenuhi tugas saya terkait mata kuliah Kewarganegaraan. Dalam
makalah ini saya membahas Pertahanan dan Keamanan di Bidang Kesehatan. Dengan
adanya pengetahuan terkait pertahanan dan keamanan di bidang kesehatan diharapkan
masyarakat mengetahui peran bidang kesehatandalam pertahanan dan keamanan negara
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja. Sekiranya makalah yang telah
saya susun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Saya
memohon maaf apabila terdapat kesalahan berupa kata-kata yang kurang berkenan dan saya
memohon bimbingan dan saran yang membangun demi perbaikan makalah ini di waktu yang
akan datang.
Demikian makalah ini saya buat dengan sebaik-baiknya. Atas perhatian Anda saya
ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Jakarta, 19 November 2016

Penyusun
1

DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar.........................
Daftar Isi.......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1
Latar Belakang..................................................................................................
2
Rumusan Masalah ................
3
Tujuan ......................

1
2
3
3
4

BAB II PEMBAHASAN
1
2
3
4
1
2
3
5
6

Pengertian Pertahanan Negara..............................


Pengertian Kemanan Negara............................................
Pertahanan dan Keamanan Negara di Bidang Kesehatan..................................
Komponen Yang Berperan dalam Pertahanan dan Keamanan Negara di
Bidang Kesehatan...............................................................................................
Doker..................................................................................................................
Bidan...................................................................................................................
Perawat...............................................................................................................
Perkembangan Bidang Kesehatan dalam Pertahanan dan Keamanan

5
5
6

Negara.................................................................................................................
Solusi Untuk Meningkatkan Peranan Bidang Kesehatan dalam Pertahanan
dan Keamana Negara..........................................................................................

12

6
6
7
9

13

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan..........................................................................................
3.2 Saran...................................................................................................

14
14

DAFTAR PUSTAKA..............................

15

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pertahanan dan keamanan negara merupakan hal yang sangat fudamental
dalam bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan peranannya dalam bangsa Indonesia.
Pertahanan dan keamanan memiliki fungsi utama yaitu untuk melindungi Negera
Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu bidang yang berperan dalam pertahanan
dan keamanan bangsa Indonesia adalah bidang kesehatan
Di dalam bidang kesehatan, masyarakat diajarkan bagaimana cara hidup sehat
guna meningkatkan standarisasi kualitas hidup masyarakat Indonesia. Dapaun
komponen yang berperan dalam hal ini. Secara garis besar yang umum di
masyarakat yaitu dokter, bidan, dan perawat. Mereka mempunyai peranan yang
sangat penting guna meningkata kualitas hidup masyarakat.
Peranan yang secara tidak langsung yang dapat dirasakan oleh negara dalam
bidang kesehatan adalah meningkatnya pertahanan dan keamanan negara. Hal ini
disebabkan karena dengan adanya kesehatan dalam lapisan masyarakat, masyarakat
akan menjadi lebih produktif untuk meningkatkan sumber daya manusia. Dengan
meningkatnya sumber daya manusia, dapat memberikan efek terhadap pertahanan
dan keamanan negara.

1.2

Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan pertahanan negara?
1.2.2. Apa yang dimaksud dengan keamanan negara?
1.2.3 Apa yang dimaksud pertahanan dan keamanan negara di bidang kesehatan?
1.2.4 Apa saja komponen yang berperan dalam pertahanan dan keamanan negara
di bidang kesehatan?
1.2.5 Bagaimana perkembangan bidang kesehatan dalam pertahanan dan
keamanan negara?
1.2.6 Bagaimana solusi untuk meningkatkan peranan bidang kesehatan dalam
pertahanan dan keamana negara?

1.3

Tujuan
1.3.1 Mengetahui pengertian pertahanan negara
1.3.2 Mengetahui pengertian keamanan negara
1.3.3 Mengetahui penegrtian pertahanan dan keamanan negara di bidang
kesehatan
1.3.4 Mengetahui komponen yang berperan dalam pertahanan dan keamanan
negara di bidang kesehatan?
1.3.5 Mengetahui perkembangan bidang kesehatan dalam pertahanan dan
keamanan negara?
1.3.6 Mengetahui solusi untuk meningkatkan peranan bidang kesehatan dalam
pertahanan dan keamana negara?

BAB II
4

PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Pertahanan Negara


Pertahanan negara disebut juga pertahanan nasional adalah segala usaha untuk
mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negara dan
keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan
bangsa dan negara. Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan
bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan
kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Pertahanan negara
dilakukan oleh pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan sistem pertahanan
negara
Pertahanan nasional merupakan kekuatan bersama (sipil dan militer)
diselenggarakan oleh suatu Negara untuk menjamin integritas wilayahnya,
perlindungan

dari

orang

dan/atau

menjaga

kepentingan-kepentingannya.

Pertahanan nasional dikelola oleh Departemen Pertahanan. Angkatan bersenjata


disebut sebagai kekuatan pertahanan dan, di beberapa negara (misalnya Jepang),
Angkatan Bela Diri.
2.2

Pengertian Keamanan Negara


Keamanan merupakan istilah yang secara sederhana dapat dimengerti sebagai
suasana "bebas dari segala bentuk ancaman bahaya, kecemasan, dan ketakutan".
Dalam kajian tradisional, keamanan lebih sering ditafsirkan dalam konteks
ancaman fisik (militer) yang berasal dari luar. Walter Lippmann merangkum
kecenderungan ini dengan pernyataannya yang terkenal: "suatu bangsa berada
dalam keadaan aman selama bangsa itu tidak dapat dipaksa untuk mengorbankan
nilai-nilai yang diaggapnya penting (vital) ...dan jika dapat menghindari perang
atau, jika terpaksa melakukannya, dapat keluar sebagai pemenang. Karena itu,
seperti kemudian disimpulkan Arnord Wolfers, masalah utama yang dihadapi setiap
negara adalah membangun kekuatan untuk menangkal (to deter) atau mengalahkan
(to defeat) suatu serangan. Dengan semangat yang sama, kolom keamanan nasional
dalam International Encyclopaedia of the Social Science mendefinisikan keamanan
sebagai kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-nilai internalnya dari
ancaman luar".
5

2.3

Pertahanan dan Keamanan Negara di Bidang Kesehatan


Pertahanan dan keamanan di bidang kesehatan adalah segala usaha yang yang
dilakukan oleh masyarakat dalam mempertahankan kedaulatan negara. Dalam
konteks kesehatan, hal ini bisa meliputi dalam mensejahterakan kehidupan bangsa
Indonesia. Kesehatan salah satu pilar pembangunan bangsa. Kesehatan juga
memainkan peranan strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang
berkualitas sebagaimana yang diatur dalam Undang- Undang Nomor 36 Tahun
2009 tentang kesehatan.
WHO pada 2000 mendefinisikan bahwa sistem kesehatan merupakan aktivitas
yang memiliki tujuan utama untuk meningkatkan, memperbaiki, atau merawat
kesehatan.

Dalam

perkembangan

para

ahli

mengganti

istilah health

system dengan health care system karena lingkupnya yang sangat bergantung
kebijakan suatu negara.
Permasalahan kesehatan di Indonesia tentu membutuhkan upaya-upaya untuk
berikhtiar dalam melakukan rekonstruksi dalam pembangunan sistem kesehatan
nasional dengan tetap berpegang teguh dalam merawat nilai-nilai kebangsaan dan
keindonesiaan.
Untuk mewujudkan serta menunjang akselerasi pencapaian peran strategis
tersebut, diperlukan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang merupakan pilar dari
sistem ketahanan nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72
Tahun 2012 yang menjadi peta jalan dalam mewujudkan masyarakat sehat dengan
derajat kesehatan setinggi-tingginya.
2.4

Komponen Yang Berperan dalam Pertahanan dan Keamanan Negara di


Bidang Kesehatan
Adapun yang berperan dalam pertahanan dan keaman dalam bidang kesehatan,
antara lain:
2.4.1 Dokter
Dokter adalah seorang tenaga kesehatan (dokter) yang menjadi tempat
kontak pertama pasien dengan dokternya untuk menyelesaikan semua
masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit,
organologi, golongan usia, dan jenis kelamin, sedini dan sedapat mungkin,
secara menyeluruh, paripurna, bersinambung, dan dalam koordinasi serta
6

kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, dengan menggunakan


prinsip pelayanan yang efektif dan efisien serta menjunjung tinggi tanggung
jawab

profesional,

hukum,

etika

dan

moral.

Layanan

yang

diselenggarakannya adalah sebatas kompetensi dasar kedokteran yang


diperolehnya selama pendidikan kedokteran.
Peranan dokter dalam pertahanan dan keamanan negara mempunyai
peranan yang cukup penting, yaitu:

Melakukan pemeriksaan pada pasien untuk mendiagnosa penyakit

pasien secara cepat


Memberikan terapi dan obat untuk kesembuhan penyakit pasien
Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada

saat sehat dan sakit


Menangani penyakit akut atau kronik
Memberikan nasihat untuk perwatan dan pemeliharaan sebagai
pencegah sakit

2.4.2 Bidan
Bidan menurut IBI adalah seorang perempuan yang telah mengikuti
dan menyelesaikan pendidikan yang telah diakui pemerintah, dan lulus
ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan diberi izin secara sah
untuk melaksanakan praktik. Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan
dan kebidanan di masyarakat, bidan diberi wewenang oleh pemerintah
sesuai dengan wilayah pelayanan yang diberikan. Wewenang tersebut
berdasarkan keputusan menteri kesehatan republik Indonesia nomor
900/menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktik bidan.
a. Peran Bidan
Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan

yang
diberikan
Memberi pelayanan dasar pranikah pada anak remaja
Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal
Memberi asuhan kebidanan kepada klien dalam masa hamil dan
persalinan

dengan melibatkan klien/keluargaengan melibatkan

mereka sebagai klien


Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
Memberi asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan
melibatkan klien/keluarga
7

Memberi asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang

membutuhkan pelayanan keluarga berencana


Memberi asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem

reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium serta menopause


Memberi asuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan
melibatkan keluarga

b. Fungsi Bidan
Melakukan asuhan kebidanan bagi ibu hamil.
Melakukan pertolongan persalinan.
Melakukan pertolongan pada ibu nifas
Melakukan perawatan pada bayi yang baru lahir
Melakukan pelayanan kesehatan pada anak balita dan prasekolah
Memberikan pelayanan KB
Memberikan bimbingan dan pelayanan terhadap gangguan system

reproduksi.
Memberikan penyuluhan pada individu, keluarga dan masyarakat.

c. Tanggung Jawab Bidan


1. Terhadap Diri Sendiri
Tidak dibenarkan setiap personal melakukan tindakan yang

membahayakan keselamatan status kesehatan pasen.


Mengikuti praktek keperawatan atau kebidanan berdasarkan
standar baru dan perkembangan ilmu pengetahuan serta

teknologi canggih.
Mengembangkan opini berdasarkan data dan fakta.

2. Terhadap Klien atau Pasien


Memberikan informasi yang akurat berhubungan dengan

asuhan keperawatan atau kebidanan.


Memberikan asuhan keperawatan atau kebidanan berdasarkan

standar yang menjamin keselamatan, dan kesehatan pasen.


3. Terhadap Profesinya
Berusaha mempertahankan, dan memelihara kualitas asuhan
keperawatan, atau kebidanan berdasarkan standar, dan etika

profesi.
Mampu dan mau mengingatkan sejawat perawat/bidan untuk

bertindak profesional, dan sesuai etik moral profesi.


4. Terhadap Institusi/Organisasi

Mematuhi kebijakan dan peraturan yang berlaku, termasuk


pedoman yang disiapkan oleh institusi atau organisasi.

5. Terhadap Masyarakat
Menjaga etika dan hubungan interpersonal dalam memberikan
pelayanan keperawatan, atau kebidanan yang berkualitas
tinggi.
2.4.3 Perawat
Menurut UU RI. No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan. Perawat adalah
mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan
keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan
keperawatan
a. Peran Perawat
Pemberi asuhan keperawatan, dengan memperhatikan keadaan
kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan,

dari yang sederhana sampai dengan kompleks


Advokat pasien/klien, dengan menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya dalam
pengambilan

persetujuan

atas

tindakan

keperawatan

yang

diberikan kepada pasien- mempertahankan dan melindungi hak

hak pasien.
Pendidik/Edukator,

dengan

cara

membantu

klien

dalam

meningkat- kan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit


bahkan tinda- kan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan

perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan


Koordinator, dengan cara mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan

kebutuhan klien.
Kolaborator, peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui
tim kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan
lain-lain berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang
diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan
bentuk pelayanan selanjutnya
9

Konsultan, perawat sebagai tempat konsultasi terhadap masalah


atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini
dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan

pelayanan keperawatan yang diberikan


Peneliti, perawat mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan
yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian
pelayanan keperawatan

b. Fungsi Perawat
1. Fungsi independen
Dalam fungsi ini, tindakan perawat tidak memerlukan perintah

dokter.
Tindakan perawat bersifat mandiri, berdasarkan pada ilmu

keperawatan.
Perawat bertanggung jawab terhadap akibat yang timbul dari
tindakan yang diambil. Contoh melakukan pengkajian

.
2. Fungsi dependen
Perawat membantu dokter memberikan pelayanan pengobatan
dan tindakan khusus yang menjadi wewenang dokter dan
seharusnya dilakukan dokter, seperti pemasangan infus,

pemberian obat, dan melakukan suntikan.


Oleh karena itu, setiap kegagalan tindakan medis menjadi

tanggung jawab dokter


3. Fungsi interdependen
Tindakan perawat berdasar pada kerja sama dengan tim

perawatan atau tim kesehatan.


Contohnya untuk menangani ibu hamil yang menderita
diabetes, perawat bersama tenaga gizi berkolaborasi membuat
rencana

untuk

menentukan

kebutuhan

makanan

yang

diperlukan bagi ibu dan perkembangan janin


c. Tugas Perawat
Menyampaikan perhatian dan rasa hormat pada klien (sincere

intereset)
Bila perawat terpaksa menunda pelayanan, maka perawat bersedia
mem- berikan penjelasan dengan ramah kepada kliennya
(explanantion about the delay).
10

Menunjukan kepada klien sikap menghargai (respect) yang


ditunjukkan dengan perilaku perawat. Misalnya mengucapkan

salam, tersenyum, mem- bungkuk, bersalaman dsb.


Berbicara dengan klien yang berorientasi pada perasaan klien
(subjects the patiens desires) bukan pada kepentingan atau

keinginan perawat.
Tidak mendiskusikan klien lain di depan pasien dengan maksud

menghina (derogatory).
Menerima sikap kritis klien dan mencoba memahami klien dalam
sudut pandang klien (see the patient point of view).

d. Tanggung Jawab Perawat


Responsibility to god (tanggung jawab utama terhadap Tuhannya)
Responsibility to client and society (tanggung jawab terhadap klien

dan masyarakat)
Responsibility to colleague and supervisor (tanggung jawab
terhadap rekan sejawat dan atasan).

2.5

Perkembangan Bidang Kesehatan dalam Pertahanan dan Keamanan Negara


Kesehatan saat ini belum sepenuhnya dipandang sebagai unsur utama
ketahanan nasional. Kesehatan belum dianggap sebagai modal utama kelangsungan
pembangunan nasional. Cara pandang dan kepemimpinan yang masih memahami
kesehatan sebagai pengobatan saja (paradigma sakit) dan tanggung jawab sektor
kesehatan saja, bukan tanggung jawab semua sektor, tidak menempatkan kesehatan
sebagai mainstream pembangunan nasional.
Kesehatan hanya sebagai komoditas politik dengan membawa konsekuensi
memanfaatkan sumber daya manusia bidang kesehatan sebagai komponen di
dalamnya salah satunya dokter.
Mewujudkan ketahanan nasional perlu konsepsi ketahanan nasional yaitu
konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan keamanan dan kesejahteraan secara
seimbang, serasi, dan selaras, yang dilaksanakan melalui pembangunan nasional
dan pembangunan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.
Dengan kata lain, pada saat kita menyelesaikan masalah keamanan harus ikut
dipikirkan masalah kesejahteraan, demikian pula sebaliknya. Termasuk di sini
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam pembangunan sektor
11

kesehatan. Ketahanan sistem kesehatan sebuah negara secara tidak langsung sangat
dipengaruhi ketahanan sistem kesehatan di daerah. Indonesia sehat akan tercapai
bila terwujud provinsi sehat, provinsi sehat akan tercapai bila kabupaten/ kota sehat
terwujud.

2.6

Solusi Untuk Meningkatkan Peranan Bidang Kesehatan dalam Pertahanan


dan Keamana Negara
Adapun solusinya, yaitu:
a. Memberikan pelayanan kepada pasien untuk meningkatkan mutu kesehatn
masyarakat Indonesia. Jika masyarakat Indonesia sehat, maka pertahanan
negara akan meningkat
b. Memberikan penyuluhan mengenai

pentingnya kesehatan untuk bangsa

Indonesia
c. Melakukan penelitian dan riset sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya
untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
d. Tidak memandang secara ekonomi, maupun SARA dalam pemberian mutu
pelayanan kesehatan kepada masyarakat

12

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Pertahanan dan keamanan negara dalam bidang kesehatan merupakan hal
yang sangat penting dalam membangun pertahan dan keamanan bangsa Indonesia.
Hal ini bsa dilihat bagaimana peranan pelayanan kesehatan dalam meningkatkan
kualitas hidup masyarakat Indonesia yang secara tidak langsung akan
meningkatkan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia. Jika pelayanan
kesehatan tidak memadai, maka stabilitas kesehatan masyarakat akan menjadi
terganggu dan secara lambat laun akan mempengaruhi pertahanan dan keamanan
bangsa Indonesia. Hal ini menjadi sebuah catatan bagi yang berperan dalam
pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu kesehatan di Indonesia

3.2

Saran
Pertahanan dan keamanan negara dalam bidang kesehatan dapat ditingkatkan
dengan berbagai cara. Tetapi, tanpa kesadaran masyarakat kemungkinan akan sia
sia. Salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat adalah melalui
penyuluhan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
yang berdampak pada pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia

13

DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/209975750/Makalah-Peran-Dan-Fungsi-Bidan
https://www.academia.edu/7155330/123147105-PERTAHANAN-DAN-

KEAMANAN-NEGARA
http://nasional.sindonews.com/read/865352/18/sistem-kesehatan-nasional-untuk-

ketahanan-nasional-1400567959
http://w-afif-mufida-fk12.web.unair.ac.id/artikel_detail-68894-1%20Etika

%20Kedokteran-Pengertian%20Dokter%20Dan%20Tugas%20Dokter.html
https://prezi.com/xfclwygrpoyh/sistem-pertahanan-dan-keamanan-negara-republikindonesia/

14

Anda mungkin juga menyukai