Anda di halaman 1dari 12

Contoh Soal Hukum Ampere

1.Hitung nilai B di udara pada suatu titik 5 cm dari


kawat lurus panjang yang mengalirkan arus 15 A.
Jawab :
B=

0 I
2 r

m
(15 A)
A
=6 105 T
2 (0,05 m)

4 10
(
B=

T.

2.Sebuah solenoida berinti udara dengan 2000


lilitan panjangnya 60 cm dan memiliki diameter
2,0 cm. Jika arus 5,0 A dialirkan melewatinya,
berapa induksi magnetis di dalamnya?
Jawab :
B=0

B= 4 107 T .

m 2000
(
m)(5,0 A)=0,021T
A 0,60

3.Sebuah kumparan toroida melingkar rata dengan


40 lilitan kawat, memiliki diameter 32 cm.
Berapakah arus yang harus dialirkan pada kawat
tersebut untuk menghasilkan medan 3,0 x 10-4
Wb/m2 pada titik pusatnya?

Jawab :
0
2 r
B=
m
( 40)(I )
A
2 ( 0,05 m)

4 10
(
T=

3,0 104

I=

T.

( 3,0 104 T ) ( 2 ) (0,05 m)

m
4 10 T . (40)
A
7

=0,19 A

4.Sebuah solenoida dengan panjang 40 cm,


memiliki luas penampang melintang 8,0 cm2,
dan digulung dengan 300 lilitan kawat yang
mengalirkan arus 1,2 A. Permeabilitas relative biji
besi adalah 600. Hitunglah
a.B untuk titik di bagian dalam solenoid
b.Fluks () yang melalui solenoida
Jawab :
a.
B 0=0

B 0= 4 107 T .

B=k M B 0=( 600 ) ( 1,13 103 T ) =0,68 T

m 300
(
m)(1,2 A)=1,13 103 T
A 0,40

b.
M =B A=BA=( 0,68 T ) ( 8,0 104 m2 )=54 W

Home Fisika HUKUM GAUSS

HUKUM GAUSS
Tugasku4u | Kumpulan Tugas | Diposkan oleh Irfandi Rahman

HUKUM GAUSS
Hukum Gauss adalah hukum yang menentukan besarnya sebuah fluks listrik yang
melalui sebuah bidang. Hukum gauss menyatakan bahwa besar dari fluks listrik yang
melalui sebuah bidang akan berbanding lurus dengan kuat medan listrik yang
menembus bidang, berbanding lurus dengan area bidang dan berbanding lurus dengan
cosinus sudut yang dibentuk fluks listrik terhadap garis normal.
Hukum ini dirumuskan oleh Carl Friedrich Gauss (1777-1855). Beliau adalah salah
seorang matematikawan terbesar sepanjang masa. Banyak bidang hukum matematika
yang dipengaruhinya dan dia membuat kontribusi yang sama pentingnya untuk fisika
teoritis.

Hukum Gauss berbunyi "bahwa fluks listrik total yang melalui sembarang
permukaan tertutup (sebuah permukaan yang mencakup volume tertentu)
sebanding dengan muatan lisfiik (netto) total di dalam permukaan itu".
Hukum Gauss dapat digunakan untuk menghitung medan listrik dari sistem yang
mempunyai kesimetrian yang tinggi (misalnya simetri bola, silinder, atau kotak). Untuk
menggunakan hukum gauss perlu dipilih suatu permukaan khayal yang tertutup
(permukaan gauss). Bentuk permukaan tertutup tersebut dapat sembarang.
Hukum Gauss ini didasarkan pada konsep garis-garis medan listrik yang mempunyai
arah atau anak panah seperti pada gambar di bawah :

Gambar garis-garis medan listrik di sekitar muatan positif

FLUKS LISTRIK
Fluks berkaitan dengan besaran medan yang menembus dalam arah yang tegak lurus
suatu permukaan tertentu. Fluks listrik menyatakan medan listrik yang menembus
dalam arah tegak lurus suatu permukaan. Ilustrasinya akan lebih mudah dengan
menggunakan deskripsi visual untuk medan listrik (yaitu penggambaran medan listrik
sebagai garis-garis). Dengan penggambaran medan seperti itu (garis), maka fluks listrik
dapat digambarkan sebagai banyaknya garis medan yang menembus suatu
permukaan. Perhatikan gambar di bawah:

Fluks Listrik yang menembus suatu permukaan

Rumus Fluks listrik adalah sebagai berikut :

Apabila garis-garis medan listrik yang menembus suatu bidang memiliki sudut maka
rumus fluks listriknya adalah sebagai berikut :

Hukum Gauss dinyatakan sebagai berikut :


"Jumlah garis medan yang menembus suatu permukaan tertutup sebanding
dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan tertutup tersebut"
Dan di rumuskan sebagai berikut :

Hubungan Muatan Listrik dengan Arus Listrik

Keterangan :
C = muatan listrik ( Coloumb )
I = arus listrik ( Ampere )
t = waktu ( sekon )
sedangkan hubungan antara Faraday dan muatan listrik ( C ) :

maka rumus

dan massa

Faraday :

logam yang diendapkan :

Contoh soal:
Dalam elektrolisis FeSO4 digunakan listrik sebesar 0,4 F. Hitung massa Fe (Ar Fe = 56 ) yang
dihasilkan di katoda!
reaksi penguraiannya :

FeSO4 Fe2+ + SO4(ingat... muatan SO4 itu hafalan.....)


klo lupa klik tombol ini....
Lanjut...
reaksi pada katoda :
Fe2+ +

2e- Fe

Jadi muatan Fe ( n Fe ) = 2
massa ekivalen Fe ( e Fe ) = 56/2 = 28

m Fe = e.F
= 28.0,4 = 11,2 gram
cara lain.... bisa juga dihitung dengan prinsip Faraday = mol elektron, maka perbandingan mol
dari persamaan reaksi di atas :
Fe2+ + 2e- Fe
0,2 mol 0,4 mol 0,2 mol
m Fe = mol Fe . Ar Fe = 0,2 mol . 56 = 11,2 gram
antara 2 cara di atas ada kelebihannya masing-masing..... untuk cara pertama sebenarnya jika
tahu muatan Fe = +2 maka sebenarnya massa Fe dapat dicari langsung dengan rumus tanpa
menuliskan persamaan reaksinya....
sedangkan
Cara yang terakhir itu lebih umum... dapat menyelesaikan berbagai soal dalam bab ini.....
misalnya ada pertanyaan lanjutan :
Berapa volume gas oksigen yang dihasilkan pada anoda dalam keadaan STP!
SO4 adalah sisa asam yang mengandung oksigen berarti yang bereaksi pada anoda adalah air :
2H2O(aq) 4H+(aq) + O2(g) + 4e0,1 mol 0,4 mol

ingat perbandingan mol = koefisien reaksi jika 4e = 0,4 mol maka satu O2 = 0,1 mol
-

setelah mol oksigennya tahu.... tinggal dicari volumenya dengan rumus stokiometri :

Volume O2 = mol O2 . 22,4 liter = 0,1 . 22,4 liter = 2,24 liter

Hubungan Hukum Faraday dengan Elektrolisis


Jika arus listrik 1 A dialirkan ke dalam 100 ml larutan perak nitrat AgNO3 melalui elektroda Pt
selama 1930 detik maka hitunglah Ph nya!
elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt
Katoda (+) : Ag+(aq) + e- Ag(s)
Anoda (-)
: 2H2O(aq)

4H+(aq)

O2(g)

4e-

reaksi pada anoda terlihat dihasilkan ion H+ maka larutan tersebut bersifat asam. mula2 kita cari
dahulu muatan yang lewat dalam larutan :

karena F
2H2O(aq)

= mol elektron maka mol e

= 0,02 mol

4H+(aq) + O2(g) + 4e0,02 mol


0,02 mol

konsentrasi H dalam larutan :

Ph nya : 1 - log 2 (masih ingat caranya kan...)

Hukum Faraday II
Apabila 2 sel atau lebih dialiri arus listrik dalam jumlah yang sama (disusun seri) maka

perbandingan massa zat-zat yang dihasilkan sebanding dengan massa ekivalen (e) zat-zat
tersebut.

Keterangan :
m = massa zat dalam gram
e = massa ekivalen zat
Ar = massa molekul relatif
n = muatan ion positif zat/kation
Contoh :
Jika arus listrik dialirkan melalui larutan AgNO3 dan Ni (NO3)2 yang disusun seri maka akan
terjadi endapan perak sebanyak 27 gram. Hitung massa endapan nikel yang terjadi! (Ar Ag = 108
dan Ar Ni = 59)
n Ag = 1 dan n Ni = 2
m Ag : m Ni = Ar Ag/n Ag : Ar Ni/n Ni

27 : m Ni = 108/1 : 59/2
m Ni = 7,375 gram

Hukum Gauss
Hukum Gauss
Pada pembahasan sebelumnya, Anda mengetahui cara menentukan kuat medan listrik akibat
adanya partikel-partikel bermuatan. Bagaimanakah menentukan kuat medan listrik yang tersebar
dalam suatu benda, misalnya bola? Untuk menentukan kuat medan listrik akibat distribusi
muatan tertentu dipergunakan hukum Gauss.
Gauss menurunkan hukumnya berdasarkan pada konsep-konsep garis-garis medan listrik. Kita
bahas terlebih dulu konsep fluks listrik.
Fluks listrik didefinisikan sebagai jumlah garis-garis medan listrik yang menembus tegak lurus
suatu bidang. Perhatikan medan listrik serba sama yang arahnya seperti ditunjukkan pada
Gambar 4.1.17a. Garis-garis medan menembus tegaklurus suatu bidang segiempat seluas A.
Jumlah garis-garis medan per satuan luas sebanding dengan kuat medan listrik, sehingga jumlah
garis medan listrik yang menembus bidang seluas A sebanding dengan EA. Hasil kali antara kuat
nedan listrik tersebut dinamakan fluks listrik .
=EA

(4.1.5)

Satuan untuk E adalah N/C, sehingga satuan untuk fluks listrik (dalam SI) adalah (N/C)(m2)
yang dinamakan weber (Wb). 1 weber = 1 NC-1m2
Untuk medan listrik menembus bidang tidak tegak lurus, perhatikan Gambar 4.1.17b.
= EA
Dengan A = A cos , sehingga:
= EA cos (4.1.6)
Dengan adalah sudut antara arah E dan arah normal bidang n. Arah normal bidang adalah arah
yang tegaklurus terhadap bidang (lihat gambar 4.1.17c).

(a)

(b)

(c)

Gambar 4.1.17. (a) Garis-garis medan medan antara listrik menembus bidang, (b) Garis-garis
medan listrik menembus bidang dengan sudut , (c) adalah sudut antara arah medan listrik
dan arah normal bidang n.
Berdasarkan konsep fluks listrik ini, muncullah hukum Gauss, sebagai berikut:
Jumlah garis-garis medan listrik (fluks listrik) yang menembus suatu permukaan tertutup sama
dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan tertutup itu dibagi dengan
permitivitas udara.
= EA cos = (4.1.7)
dengan A=luas permukaan tertutup, =sudut antara E dan arah normal n, dan q = muatan total
yang dilingkupi oleh permukaan tertutup.
Sebuah konduktor dua keping sejajar yang tiap kepingnya berbentuk persegi panjang (panjang=5
cm, lebar = 4cm) diberi muatan 1,77C yang berlawanan jenis. Hitung :
(a) rapat muatan listrik masing-masing keping
(b) besar kuat medan listrik dalam ruang diantara kedua keping
Penyelesaian:
Luas keping A = 20-4 m2, muatan keping q=1,77C= 1,7710-6 C, = 8,8510-12 (dalam SI).
(a)

Rapat muatan dihitung dengan :

==8,85 10-4 cm-2


(b) Besar kuat medan E di antara kedua keping, yaitu:

E = = 1,0 108 N/m