Anda di halaman 1dari 13

LATAR BELAKANG

PENGERTIAN WU XING
Wuxing () - Dinamika Lima Unsur
Wuxing (Wuhang atau Ngoheng) disebut sebagai dinamika atau teori lima unsur
yaitu Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. Peranan Wuxing sangat penting didalam
pekembangan filsafat Tionghoa yang sesungguhnya adalah juga ilmu pengetahuan
dan kebudayaan Tionghoa itu sendiri.
Sembunyikan...

Sama halnya seperti nama Pandita Ratu Yu, nama Wuxing tidak pernah disinggung
didalam Yi Jing (I Ching). Terdapat perbedaan pendapat yang mencolok antara
kepercayaan tradisional dan para ahli sejarah. Kepercayaan tradisional mengakui
bahwa Wuxing sudah dikenal bahkan sejak jaman Pandita Ratu Fuxi. Teori Wuxing
sendiri ditemukan didalam kitab pengobatan Huang Di Nei Jing Su Wen. Huang Di
atau Kaisar Kuning berkuasa dari 2698 - 2598 S.M. sebuah masa yang jauh sebelum
Yi Jing dilahirkan. Akan tetapi para ahli sejarah meragukan pendapat tradisional ini
dan mempercayai bahwa Nei Jing Su Wen ini bukan ditulis oleh Huang Di tetapi oleh
orang lain dizaman antara dinasti Zhou dan Han (1111 - 220 S.M.) yang mendahului
tanggalnya (antedates) agar nilai kitabnya menjadi bertambah.[15].
Seperti halnya Dai Ji, Liang Yi, Xi Siang, Ba Gua dan Enampuluhempat Heksagram
yang tidak pernah dalam keadaan diam, demikian pula dengan Wuxing, yang
dinamis sifatnya.
Sebagai sistem penggolongan, lima unsur tidaklah bermakna literal sebagaimana
nama yang diberikan melainkan merupakan gaya-gaya yang berkwalitas Kayu, Api,
Tanah, Logam, dan Air.

Sesuatu yang sesuai dengan pohon, yaitu tumbuh bergerak keatas


digolongkan kedalam unsur Kayu.

Sesuatu yang sesuai dengan api, yaitu membakar, panas memancar keempat
penjuru digolongkan kedalam unsur Api.

Sesuatu yang sesuai dengan tanah, yaitu tenang, padat, berat dan mengarah
kedalam digolongkan kedalam unsur Tanah,

Sesuatu yang sesuai dengan logam, yaitu tajam menusuk, merusak dan
berarah satu digolongkan kedalam unsur Logam.

Sesuatu yang sesuai dengan air, yaitu bergerak dengan bebas kearah bawah
digolongkan kedalam unsur Air.

Dengan demikian segala sesuatu, bentuk, sifat, fenomena, keadaan dan gerak
perubahan, bisa digolongkan kedalam lima unsur.
I.12.1. Pola Aksi Wuxing
Diantara kelima unsur tersebut terdapat gaya-gaya yang berkerja satu terhadap
yang lainnya sesuai dengan hukum-hukum alam. Hukum-hukum ini dapat
dinyatakan oleh sebarisan pola-pola aksi. Pola-pola aksi yang dimaksud adalah pola
aksi menghidupi (producing), menghabiskan (exhausting), merusak(destructing),
dan mencederai (injuring) serta saling menguatkan (reinforcing).

Pola aksi menghidupi (producing) berlangsung menurut urutan siklus: Kayu


menghidupi Api, Api menambah Tanah, Tanah menghasilkan Logam, Logam
membentuk Air, dan Air menghidupi Kayu (pohon).

Lawan atau kebalikan dari pola aksi menghidupi (producing) adalah pola aksi
menghabiskan (exhausting): Kayu menghabiskan Air, Air menghabiskan
Logam, Logam menghabiskan Tanah, Tanah menghabiskan Kayu.

Pola aksi merusak (destructing) mengikuti siklus: Kayu membatasi


(menembus) Tanah, Tanah membendung (atau mencemari) Air, Air
memadamkan Api, Api melumerkan Logam, dan Logam memancung Kayu.

Lawan atau kebalikan dari pola aksi merusak (destructing) adalah pola aksi
mencederai (injuring): Kayu menumpulkan Logam, Logam melemahkan Api,
Api menguapkan Air, Air membanjiri Tanah, dan Tanah membatasi Kayu.

Pola aksi saling menguatkan (reinforcing) terjadi pada dua unsur yang sama:
Kayu dengan Kayu, Api dengan Api, Tanah dengan Tanah, Logam dengan
Logam, dan Air dengan Air.

Gambar 15. Siklus Menghasilkan dan Menghabiskan

Gambar 16. Siklus Merusak dan Mencederai

Gambar 17. Sama Unsur Saling Menguatkan


Teori lima unsur juga tercermin didalam pergerakan dinamis dari siklus empat
musim. Setiap musim dikuasai oleh salah satu unsur dari lima unsur. Musim semi
dikuasai oleh Kayu, musim panas oleh Api, musim gugur oleh Logam, dan musim
dingin oleh Air sedangkan musim peralihan antar musim yaitu delapan belas hari
terakhir dari setiap musim dikuasai oleh Tanah. Urut-urutan datangnya musim juga
mengikuti siklus menghidupi (produces). Kayu (musim semi) menghidupi Api; Api
menambah Tanah; Tanah menghasilkan Logam (musim gugur); Logam
menghasilkan Air (musim dingin). Tanah tidak mengatur satu musim apapun tetapi
memberikan sumbangan kepada semuanya (musim peralihan).
I.12.2. Dinamika Penting Pola Aksi Lima Unsur
Seperti halnya Yin dan Yang, didalam lima unsur juga terdapat pergerakan dan
perubahan dinamis berdasarkan kekuatan dari unsur-unsur. Fenomena penindasan
(destructing phenomenon) dan penindasan-balik (injuring phenomenon) muncul
karena adanya kelebihan atau kekurangan salah satu unsur dari lima unsur.
Dinamika dari fenomena ini seringkali mewujud secara serentak. Misalnya, oleh
karena sesuatu dan lain hal pada suatu saat Kayu menjadi kuat atau berlebihan.
Kayu ini bukan saja akan menindas Tanah (merusak dengan "kejam") tetapi juga
akan menindas-balik (mencederai) Logam. Contoh lainnya adalah jika Kayu dalam
keadaan kekurangan atau lemah maka pada saat yang bersamaan Kayu akan
ditindas (dirusak dengan "kejam") oleh Logam dan bahkan akan ditindas-balik
(dicederai) oleh Tanah. Fenomena ini tentu saja mengindikasikan keadaan
(kecenderungan penyakit atau nasib) yang tidak baik dan harus ditanggulangi.

Gambar 18. Contoh fenomena penindasan (pengrusakan) dan penindasan-balik.


Fenomena lain yang penting dalam dinamika lima unsur adalah fenomena produksi
menekan pengrusakan yang merupakan sistem regulasi (kontrol otomatis) yang
alamiah terhadap gangguan. Dalam fenomena ini, ketika mendapat gangguan,
unsur yang terganggu akan berusaha lebih aktif berproduksi dibandingkan keadaan
normalnya untuk mencegah unsur gangguan merusak dirinya. Hukum-hukum
penyedian-pengrusakan secara lengkapnya dapat dinyatakan sebagai berikut:

Kayu menghidupi Api, Api melumerkan Logam yang memancung Kayu;

Api menambah Tanah, Tanah membendung Air yang memadamkan Api;

Tanah menghasilkan Logam, Logam memancung Kayu yang merusak Tanah;

Logam membentuk Air, Air memadamkan Api yang melumerkan Logam;

Air menghidupi Kayu (pohon), Kayu merusak Tanah yang membendung Air.

Gambar 19. Contoh Fenomena Menghasilkan Lebih untuk Menekan Gangguan.

Kebalikan dari fenomena diatas adalah fenomena merusak menekan produksi


(destructing more to suppress production) yang juga merupakan sistem regulasi

(kontrol otomatis) alamiah, Dalam fenomena ini, ketika mendapat gangguan, unsur
yang terganggu akan berusaha lebih aktif merusak dibandingkan keadaan
normalnya untuk mengurangi pembentukan (production) unsur gangguan yang bisa
merusak dirinya. Hukum-hukum pengrusakan-penyediaan secara lengkapnya dapat
dinyatakan sebagai berikut:

Kayu merusak Tanah, Tanah menghasilkan Logam yang memancung Kayu;

Api melumerkan Logam, Logam menghasilkan Air yang memadamkan Api;

Tanah membendung Air, Air menghasilkan Kayu yang merusak Tanah;

Logam memancung Kayu, Kayu menghasilkan Api yang melumerkan Logam;

Air memadamkan Api, Api menambah Tanah yang membendung Air.

Gambar 20. Contoh Fenomena Merusak Lebih Untuk Menekan Gangguan.


DAFTAR PUSTAKA
1. Da Liu, I Ching Numerology, Harper and Row, San Francisco, 1979.
11.Compiled by: Beijing, Shanghai, and Nanjing College of Traditional Chinese
Medicine and The Accupuncture Institute of The Academy of Traditional
Chinese Medicine, Essentials of Chinese Accupuncture, Foreign Language
Press, First Edition, Beijing, 1980
14.Tse Ching San, et al., Ilmu Akupunktur, Unit Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto
Mangunkusumo, Jakarta, 1985, Edisi 2
15.Veith, Ilza, Huang Ti Nei Ching Su Wen, Translation, University of California
Press, Berkeley, California, 1972, Third edition.

TEORI MERIDIAN

Teori Meridian
Teori Meridian ( Jing Luo )
A. Definisi
Meridian adalah system saluran yang terdiri dari saluran membujur dan melintang yang tersebar di
seluruh tubuh bagaikan membentuk sebuah jala yang memiliki keteraturan.
Sistem merdian (Cing Luo) ini terdiri dari :
Jing :
-

12 Meridian Umum

12 Meridian Cabang

8 Meridian Istimewa
Luo :

15 Luo
Saluran Luo dan Sun Luo tak terhitung banyaknya
Pelengkap :

12 Meridian Tendon

12 Daerah Kulit
12 meridian umum, 8 meridian istimewa dan 15 Luo adalah yang terpenting.

B. Nama nama Umum Meridian


Ke 12 Meridian Umum mempunyai nama dan Topografi tertentu sesuai Yin dan Yang.
Berdasarkan Teori Yin dan Yang terdapat 12 meridin umum dibagi dalam dua kelompok besar yaitu
meridian Yin dan Meridian Yang dengan masing masing 6 buah dan kedua belasnya itu membentuk
pasangan sesuai dengan Yin Yang dan Luar Dalam selaras dengan organ dalamnya (Zang Fu) menurut
teori Zang Siang
Berdasarkan derajatnya, Yin dan Yang dibagi dalam 3 derajat :

C. Qi (Ci) Meridian
Dalam meridian ini mengalir Qi yang disebut Qi meridian ini adalah Qi yang diteriima dari orang tua (Qi
bawaan) dan Qi hasil dari pengolahan dari makanan minuman (Qi didapat).

Qi meridian pada setiap meridian umum, ditemui dua buah istilah yaitu Pen dan Piao.
-

Pen adalah tempat dimana Qi meridian mulai keluar, jadi akarnya,


Piao adalah daerah yang dicapai oleh Qi Meridian

Pen Piao Meridian Umum adalah sebagai berikut :


1.

Seluruh meridian umum memiliki Pen yang terletak di daerah distal dari lutut atau siku, Piao pada kepala
atau tubuh. Inilah sebagai dasar penjelasan mengapa titik U Su yang mengikuti pergerakan 5 unsur (U
Sing) letaknya dibagian distal lutut dan siku, tidak selalu mengikuti Qi meridian.
2. Piao meridian yang tertletak dikepala dan piao meridian yin pada titik Su belakangnya . Setiap Qi
meridian dan meridian Yin (semua ada 6 buah) dari alat gerak mengalir masuk ke dalam organ Zang
bersangkutan.
Neridian yang (semua ada 6 buah) , Qi meridiannya tidak demikian : meridian Yang kaki, Qi meridiannya
selain menuju kea rah daerah Piao nya sebagian masuk ke dalam titik He nya (titik He dan titik U Su) lalu
masuk ke organ Fu bersangkutan dan bercampur Qi organ Fu tersebut.
3. Meridian Yang Tangan , Seluruh Qi mgeridiannya berjalan menuju kea rah Piao nya lalu berhubungan
dengan meridian Yang Kaki dan melewati titil tertentu pada Meridian Yang Kaki (titik itu disebut titik He
bawah meridian Yang bersangkutan) masuk kedalam organ Fu nya masing masing dengan mengikuti
perjalanan meridian Yang Kaki dimana terdapat titik He bawahnya itu.
D. Peranan Meridian
Sistem meridian menjalin hubungan erat antara bagian tubuh atas dan bagian tubuh yang bawah, bagian
tubuh kanan dan bagian tubuh kiri, organ dalam ( Zang Fu) dengan permukaan tubuh, Zang Fu dengan
ke empat alat gerak, Zang dengan Fu, Zang dengan Zang, serta Fu dengan Fu dan sebagainya ,
sehingga membentuk sebuah kesatuan yang tak terpisahkan dan dapat bereaksi dan merasa bersama
sama.
Setiap Meridian Umum memiliki organ dalam, 12 meridian umum masing masing memiliki satu organ
dalam dari 12 Zang Fu. Kelainan yang diderita meridian dapat ditularkan kedalam organnya, sebaliknya
kelainan organ dapat ditularkan ke meridiannya .
Kelainan pada bagian tubuh yang satu dapat mempengaruhi bagian lainnya serta seluruh tubuh,
misalnya tungaki terkena faktor dingin, maka akan terlihat gejala pusing, diare, sakit kepala, mulas dll.
Kelainan Organ (Zang Fu) dapat tercermin pula pada alat gerak seperti halnya dalam 8 Si ( Baca Teori
Cang Siang) semua ini adalah karena pengaruh dari meridian dalam perjalanannya dan terhadap organ
yang bersangkutan.
Setiap organ Luo dengan titik Luo pada meridian umumnya berhubungan erat antara meridian Yang dan
meridian Yin yang memiliki hubungan luar dalam , sehingga menjadi kesatuan yang erat. Hubungan ini
dipererat lagi dengan Sun Luo yang tak terhitung jumlahnya yang terhubung antara system meridian
dengan permukaan tubuh (kulit).
Meridian istimewa berjalan tak teratur diantara ke 12 meridian umum, membuat hubungan antara ke 12
meridian umum itu lebih erat dan membentuk bagian bagian tubuh menjadi kesatuan yang tak
terpisahkan.
Meridian cabang melengkapi hubungan antara meridian umum dengan bagian tubuh yang lebih dalam.

Meridian Tendon dan Daerah Kulit menyempurnakan hubungan Meridian Tendon dan daerah Kulit,
hubungan Meridian Umum dengan permukaan Tubuh.
Disamping system Meridian membentuk tubuh menjadi sebuah kesatuan yang erat, dimana hubungan
pengaruh mempengaruhi dengannya atau/dan melaluinya, juga Ci Sie data disalurkan keseluruh tubuh
karena adanya pula.
Dengan adanya system Meridian inilah maka Ci Sie (Qi Sue) dapat disalurkan ke seluruh Zang Fu,
Tulang Belakang, Otot Tendon, Kulit Bulu, Rambut dan sebagainya lagi jaringan dalam tubuh manusia.
Dengan Wei Ci Sistem Meridian mengadakan perlindugan terhadap tubuh dari berbagai penyakit dari
luar dan menjadi regulator terhadap perubahan keadaan lingkungan . Karena itu pula system meridian
adalah pertahanan pertama dan menderita pertama dalam serangan penyakit dari luar tubuh. Melewati
system Meridian, penyebab penyakit masuk kedalam tubuh, melewati itu pula gejala ketidak seimbangan
Yin Yang tercermin keluar sebagai gejala dan Ilmu Akupunktur juga melewati meridian untuk
mengadakan pengobatan.

Latar Belakang
Meridian adalah jalur lalu lintas energi dalam tubuh. Dan sebagaimana lalu lintas, pada meridian
ada jalur/jalan, ada hambatan, ada persimpangan, ada titik awal, ada titik akhir dan sebagainya.
Jika jalan energi pada meridian lancar, maka akan tercipta keharmonisan dalam tubuh, dan tubuh
kita mampu melawan penyakit, sebaliknya jika terjadi hambatan pada meridian maka akan
muncul gangguan kesehatan.
Yang membedakan meridian dengan jaringan lain dalam tubuh adalah jaringan darah dan syaraf
dapat terlihat oleh mata, sedangkan jaringan meridian tidak terlihat walaupun nyata. Dalam ilmu
kedokteran modern, rahasia teori jalur energi meridian ini masih belum terungkap karena saat ini
belum ada alat yang bisa mendeteksinya, akan tetapi teori ini sudah dibuktikan manfaatnya
selama ribuan tahun.
Fenomena teori meridian mungkin sama dengan keberadaan nyawa pada mahluk hidup.
Keberadaan nyawa sangat penting bagi kehidupan tapi belum ada yang bisa mengungkap rahasia
keberadaannya. Jadi Keberadaan meridian belum dapat dibuktikan secara fisik menurut ilmu
kedokteran, walaupun riset telah menunjukkan bagaimana transmisi dari informasi dari chi dapat
berhubungan di bagian-bagian internal manusia.

Titik akupunktur
Dalam salah satu artikel tentang Akupunktur disebutkan bahwa di dalam jalur meridian mengalir
2 macam arus energi yaitu energi "Yang" (positif,panas) dan energi "Yin" (negatif,dingin).
Manusia atau bagian tubuh manusia akan sehat apabila arus energi yang melalui meridian

terdapat keseimbangan antara arus energi "Yang" dan arus energi "Yin". Kalau "Yang" dan "Yin"
tidak seimbang maka manusia akan terganggu kesehatannya atau sakit.
Kelebihan energi "Yang" akan menimbulkan gangguan atau sakit dengan gejala kelebihan energi
misalnya panas, kejang-kejang, rasa nyeri. Kelebihan energi "Yin" atau kekurangan energi
"Yang" akan menimbulkan gangguan atau sakit yang ditandai dengan gejala kekurangan energi
misalnya dingin, lumpuh, baal/mati rasa/anaesthesia.
Di titik-titik tertentu pada meridian terdapat pusat kontrol yang mengatur arus energi "Yang" dan
"Yin" untuk suatu bagian tubuh atau organ tertentu. Titik inilah titik yang dikenal sebagai titik
akupunktur. Apabila terdapat kelebihan energi "Yang" di suatu bagian tubuh atau organ tertentu
maka sinshe akan menusuk titik akupunktur untuk menghambat aliran energi "Yang" sehingga
tercapai keseimbangan antara energi "Yang" dan "Yin". Apabila terdapat kelebihan energi "Yin"
atau dengan kata lain kekurangan energi "Yang" maka sinshe akan menusuk titik akupunktur lalu
memutar-mutar jarum akupunktur untuk merangsang energi "Yang" sehingga tercapai
keseimbangan antara energi "Yang" dan "Yin". Jadi yang dilakukan pada akupunktur adalah
merangsang atau menghambat energi "Yang".
Perkembangan selanjutnya dari akupunktur adalah :

Memasukkan obat melalui jarum dengan menggunakan jarum akupunktur


yang berlubang ditengahnya.

Menghubungkan jarum akupunktur dengan arus listrik lemah (arus DC)

Menekan titik akupunktur dengan jari atau benda tumpul (accupressure)

Menggunakan teknologi Low Level Laser Therapy (LLLT) pada konsep


Akunktur.

Fungsi
Fungsi meridian antara lain:

Penghubung bagian tubuh sebelah atas dan tubuh sebelah bawah

Penghubung bagian tubuh sebelah kanan dan tubuh sebelah kiri

Penghubung organ-organ dalam dengan permukaan tubuh

Penghubung organ-organ dalam dan alat gerak

Penghubung organ-organ dalam dengan organ-organ dalam lainnya

Penghubung organ dalam dengan jaringan penunjang tubuh

Penghubung jaringan penunjang tubuh dengan jaringan penunjang tubuh


lainnya.

Hubungan ini terbentuk menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang beraksi bersamaan
terhadap rangsangan yang berperan dalam pertahanan tubuh. Akan tetapi, jika ada penyakit
masuk ke dalam meridian, maka meridian bisa menjadi jalur penyakit untuk menyebar dalam
tubuh, karena itu kita harus merangsang titik-titik pada meridian untuk mengusir penyakit.

Letak
Meridian terletak di dalam tubuh, letaknya bervariatif tergantung jalurnya. Jalur meridian ada
yang melewati sela-sela tulang, ada yang berada di sela-sela otot, dan karena wujudnya yang
tidak nyata ada juga yang menembus atau menyelimuti organ. Sebagian organ ada yang muncul
dekat dengan permukaan kulit.

Macam Meridian
Ada 12 meridian utama yang menghubungkan organ tubuh kita
1. Meridian Paru (di jalurnya ada 11 pasang titik akupunktur)
2. Meridian Usus Besar (di jalurnya ada 20 pasang titik akupunktur))
3. Meridian Lembung (di jalurnya ada 45 pasang titik akupunktur))
4. Meridian Limpa (di jalurnya ada 21 pasang titik akupunktur))
5. Meridian Jantung (di jalurnya ada 9 pasang titik akupunktur))
6. Meridian Usus Kecil (di jalurnya ada 19 pasang titik akupunktur))
7. Meridian Kandung Kemih (di jalurnya ada 67 pasang titik akupunktur))
8. Meridian Ginjal (di jalurnya ada 27 pasang titik akupunktur))
9. Meridian Selaput Jantung (di jalurnya ada 9 pasang titik akupunktur))
10.Meridian Tri Pemanas (di jalurnya ada 23 pasang titik akupunktur))
11.Meridian Empedu (di jalurnya ada 44 pasang titik akupunktur))
12.Meridian Hati (di jalurnya ada 14 pasang titik akupunktur))

Meridian lainnya antara lain:

1. Meridian Ren (di jalurnya ada 24 titik akupunktur)


2. Meridian Du (di jalurnya ada 28 titik akupunktur)

Referensi

Chang, Stephen T. The Great Tao; Tao Longevity; ISBN 0-942196-01-5


Stephen T. Chang

Kaptchuck, Ted J., The Web That Has No Weaver; Congdon & Weed; ISBN 08092-2933-1Z

Jin, Guanyuan, Xiang, Jia-Jia and Jin, Lei: Clinical Reflexology of Acupuncture
and Moxibustion; Beijing Science and Technology Press, Beijing, 2004. ISBN 75304-2862-4

Maciocia, Giovanni, The Foundations of Chinese Medicine: A Comprehensive


Text for Acupuncturists and Herbalists; Churchill Livingstone; ISBN 0-44303980-1

Ni, Mao-Shing, The Yellow Emperor's Classic of Medicine : A New Translation


of the Neijing Suwen with Commentary; Shambhala, 1995; ISBN 1-57062-0806

Holland, Alex Voices of Qi: An Introductory Guide to Traditional Chinese


Medicine; North Atlantic Books, 2000; ISBN 1-55643-326-3

Unschuld, Paul U., Medicine in China: A History of Ideas; University of


California Press, 1985; ISBN 0-520-05023-1

Qu, Jiecheng, When Chinese Medicine Meets Western Medicine - History and
Ideas (in Chinese); Joint Publishing (H.K.), 2004; ISBN 962-04-2336-4

Chan, T.Y. (2002). Incidence of herb-induced aconitine poisoning in Hong


Kong: impact of publicity measures to promote awareness among the
herbalists and the public. Drug Saf. 25:823828.

Benowitz, Neal L. (2000) Review of adverse reaction reports involving


ephedrine-containing herbal products. Submitted to U.S. Food and Drug
Administration. Jan. 17.

Porkert, Manfred The Theoretical Foundations of Chinese Medicine MIT Press,


1974 ISBN 0-262-16058-7

Hongyi, L., Hua, T., Jiming, H., Lianxin, C., Nai, L., Weiya, X., Wentao, M.
(2003) Perivascular Space: Possible anatomical substrate for the meridian.
Journal of Complimentary and Alternative Medicine. 9:6 (2003) pp851-859