Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Diagnosis komunitas adalah deskripsi kuantitatif dan kualitatif dari kesehatan
penduduk serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mereka.1 Diagnosis
komunitas juga mengidentifikasi masalah, mengusulkan area untuk perbaikan dan
menghasilkan tindakan untuk mengatasinya.1 Proses diagnosis komunitas melibatkan
empat tahap yaitu inisiasi, mengumpulkan data dan analisis, diagnosis, serta
penyebarluasan.1 Diagnosis komunitas adalah bagian dari proses dinamis yang
mengarah ke promosi kesehatan di dalam suatu komunitas.1
Definisi Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua
kali

pengukuran

dengan

selang

waktu

lima

menit

dalam

keadaan

cukup

istirahat/tenang.2 Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu


lama (persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung
(penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi secara
dini dan mendapat pengobatan yang memadai.2 Banyak pasien hipertensi dengan
tekanan darah tidak terkontrol dan jumlahnya terus meningkat2
Menurut

data

World

Health

Organization

(WHO),

hipertensi

menyebabkan kematian dengan jumlah 7,5 juta orang atau sekitar 12,8% dari total
seluruh kematian di dunia.3 Hipertensi juga merupakan faktor mayor dari penyakit
jantung koroner dan stroke.3 Secara global, prevalensi hipertensi pada dewasa usia 25
tahun keatas mencapai 40% di tahun 2008.3 WHO melakukan survei di berbagai negara
di dunia, dengan hasil survei prevalensi hipertensi tertinggi yaitu di Afrika sebesar 46%
dan hasil survei dengan prevalensi hipertensi terendah yaitu Amerika sebesar 35%,
dimana pria memiliki resiko yang lebih besar daripada wanita.3
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan, sebagian besar
kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis.4 Hal ini terlihat dari hasil
pengukuran tekanan darah pada usia 18 tahun ke atas ditemukan prevalensi hipertensi di

Indonesia sebesar 31,7%, dimana hanya 7,2% penduduk yang sudah mengetahui
memiliki hipertensi dan hanya 0,4% kasus yang minum obat hipertensi.

Provinsi

Banten sendiri tercatat dari sumber Data di Dinas Kesehatan Provinsi Banten 2011
kasus hipertensi menduduki peringkat 3.5
Hipertensi secara konsisten termasuk lima penyakit terbanyak di Puskesmas
Mauk.6 Dari data puskesmas Mauk ditemukan 11020 kasus baru dan lama sepanjang
tahun 2015 dan berdasarkan usia yang di data mulai dari bulan Februari hingga bulan
Agustus terlihat angka yang cukup tinggi, dan angka tertinggi terlihat pada usia 20 44
tahun.6 Pada bulan Oktober 2016 prevalensi kasus hipertensi meningkat 0,05% daripada
bulan September 2016.6 Berdasarkan data di Puskesmas Mauk tahun 2015 diperoleh
data tertinggi di Desa Kedung Dalam sebesar 243 kasus (2,95%) di banding 11 desa
lainnya di Kecamatan Mauk
Topik diagnosis komunitas adalah hipertensi yang tidak terkontrol di desa
Ketapang karena ditemukan adanya peningkatan kasus hipertensi. Diperkirakan hal ini
disebabkan

oleh

kurangnya

pengetahuan

dan

partisipasi

masyarakat

dalam

memeriksakan kesehatannya. Pada praktiknya di lapangan, ditemukan banyak pasien


hipertensi yang kurang memahami pentingnya monitoring tekanan darah secara berkala,
faktor risiko hipertensi, gaya hidup sehat, minum obat secara teratur, dan bahaya
komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh penyakitnya. Selain itu, banyak juga pasien
yang tidak tahu bahwa dirinya menderita hipertensi, sampai tekanan darahnya diperiksa
di Puskesmas. Bertolak dari dasar tersebutlah dilakukan intervensi terhadap
permasalahan ini melalui diagnosis komunitas.

I.2. Tujuan
I.2.1. Tujuan Umum
Terdeteksinya penderita hipertensi dan peningkatan pengetahuan mengenai hipertensi di
Desa Ketapang.

I.2.2. Tujuan Khusus


1. Diketahuinya lokasi yang mempunyai masalah utama, yaitu tingginya kasus
hipertensi yang tidak terkontrol di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten periode November 2016-Desember 2016
2. Diketahuinya masalah-masalah yang menyebabkan tingginya kasus hipertensi
yang tidak terkontrol pada warga Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten.
3. Diketahuinya intervensi sebagai alternatif pemecahan masalah yang dapat
dilakukan dalam jangka pendek dan memiliki daya ungkit yang besar dalam
menunjang tujuan jangka menengah dan jangka panjang yang diharapkan.
4. Diketahuinya hasil dari intervensi yang dilakukan.

1. Hong Kong Department of Health. Basic principles of healthy cities: community


diagnosis.

2009.

Available

from:

http://www.chp.gov.hk/files/pdf/hcp_community_diagnosis_en.pdf
2. Kementrian Kesehatan RI. 2013. [internet]. Jakarta: Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI; 2013 [cited 2016 Nov 25].Available from:
www.depkes.go.id/download.php?file...hipertensi.pdf

3. Dreisbach AW. Epidemiology of hypertension [internet]. United States of America:


Medscape;

2014

[cited

2014

Dec

30].

Available

from:

http://emedicine.medscape.com/article/1928048-overview#aw2aab6b4
4. Kementrian Kesehatan RI. 2012. [internet]. Jakarta: Pusat Komunikasi Publik,
Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI . [cited 2016 Nov 25]. Available from:

http://www.depkes.go.id/article/view/1909/masalah-hipertensi-diindonesia.html#sthash.HYCLrQv1.dpuf
5. Kementrian Kesehatan RI. 2013. [internet]. Jakarta: Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI; 2013 [cited 2016 Nov
25]http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROV_2
011/P.Prov.Banten_2011.pdf
6. Puskesmas Mauk. Laporan kunjungan pasien Puskesmas Mauk.Tangerang
(Banten). 2015.
7.