Anda di halaman 1dari 25

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktikum Mata Kuliah Kimia Dasar dengan judul Mengenal


dan Menggunakan Alat-Alat Laboratorium, disusun oleh :

Nama

: Ratnawati

NIM

: 60700116016

Kelompok

: IV (Empat)

Jurusan

: Ilmu Peternakan

Telah diterima dan disahkan oleh Koordinator Asisten, maka dinyatakan


diterima.

Samata, November 2016


Koordinator Asisten

Asisten

(Mutmainnah)
60500112027

(Uhsnul Fatimah)
60500112006

Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab Praktikum

(..)
NIP.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan
kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau
bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur (Plummer,
1987).
Sebab pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah
agar dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar,
Sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin.
Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar
pula. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang.
Secara umum, fungsi setiap alat telah diberikan, karea tidak mungkin semua
fungsi diutarakan dalam melakukan kegiatan di laboratorium. Untuk memudahkan
dalam memahami alat-alat laboratorium yang dapat digunakan dalam waktu
relative lama dan dalam keadaan baik,maka diperlukan pemeliharaan dan
penyimpanan yang memadai (Wirjosoemarto, 2004).
Dalam melakukan percobaan kimia pastinya digunakan alat-alat pada
laboratorium seperti gelas kimia, timbangan, tabung reaksi, statif dan lainnya.
Penggunaan alat-alat ini dimaksudkan untuk mendukung kerja praktikum dalam
melakukan percobaan. Dalam melakukan percobaan kimia pastinya praktikan

tidak terlepas dari zat-zat atau larutan kimia yang berbahaya, beracun,dan mudah
terbakar.
Dalam praktikum diharapkan tidak terjadinya kesalahan dalam
penggunaan karena akan mengancam keselamatan praktikan saat bekerja. Untuk
menghindari kecelakaan saat praktikum, praktikan harus mempunyai pengetahuan
dan kemampuan yang cukup untuk menggunakan alat-alat praktikum secara baik,
karena setiap alat memiliki prosedur yang berbeda-beda. Oleh karena itu pengena
lan alat - alat laboratorium seperti fungsi dan cara penggunaannya sangat dibutuh
kan untuk memudahkan praktikan dalam melakukan praktikum,
memperoleh data yang akurat dan juga untuk keselamatan
praktikum.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Apa saja nama dan penggunaan alat - alat gelas yang umum dipakai di
laboratorium ?
2. Apa saja nama dan penggunaan alat alat untuk mereaksikan zat yang
umum di pakai di laboratorium ?
3. Apa saja nama dan penggunaan alat alat pengukuran volume yang umum
dipakai di laboratorium ?
4. Apa yang dimaksud dengan teknik dasar penyaringan dan teknik
penimbangan ?

C. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui nama dan penggunaan alat alat gelas yang umum
dipakai di laboratorium
2. Untuk mengetahui nama dan penggunaan alat alat untuk mereaksikan zat
yang umum dipakai di laboratorium.
3. Untuk mengetahui nama dan penggunaan alat alat pengukuran volume
yang umum dipakai di laboratorium.
4. Untuk mengetahui beberapa teknik dasar penyaringan dan penimbangan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Laboratorium
Menurut menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
No: 134/0/1983, tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pendidikan Tgl. 5
Maret 1983, yang dimaksud dengan Laboratorium adalah sarana penunjang
jurusan dalam study yang bersangkutan, dan sumber unit daya dasar untuk
pengembangan ilmu dan pendidikan. Dalam pendidikan laboratorium adalah
tempat proses belajar mengajar melalui metode praktikum yang dapat
menghasilkan praktikum hasil pengalaman belajar. Dimana praktikan berinteraksi
dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang
dilengkapinya secara langsung.
Laboratorium merupakan tempat yang terbaik untuk mengetahui teknikteknik yang diperlukan untuk analisis yang konsisten dan reproduksibel (Cairns,
2003).
Laboratorium adalah tempat yang dilengkapi dengan peralatan untuk
melangsungkan eksperimen di dalam sains atau melakukan pengujian dan anlisis.
Alat laboratorium kimia merupakan benda yang digunaka dalam kegiatan di
laboratorium kimia yang dapat dilakukan berulang-ulang. Contoh alat
laboratorium kimia: tabung reaksi, gelas ukur, thermometer, bunsen dan lain
sebagainya (Poedjiadi, 1984).

B. Alat Alat Laboratorium


Peralatan laboratorium dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
1. Peralatan consumable yaitu peralatan laboratorium yang digunakan sekali
pakai rusak atau dibuang atau dapat juga sekali pakai pecah atau mudah pecah.
Yang termasuk peralatan ini adalah alat gelas, pipa gelas, pipa karet, kertas saring,
kertas kromatografi, dll.
2. Peralatan non-consumable yaitu peralatan laboratorium yang dapat
digunakan terus menerus dan bukan sekali pakai. Yang termasuk peralatan ini
adalah pembakar gas, pompa vakum, mikroskop, peralatan elektronik dll.
Sebaiknya mikroskop dan peralatan elektronik disimpan terpisah (Kukuh
Munandar, 2012).
Berikut uraian beberapa peralatan yang digunakan di laboratorium kimia:
a. Lemari Asam

Pada laboratorium kimia atau analisis kimia diperlukan lemari asam


(lemari asap = fume hood). Lemari asam juga harus dilengkapi dengan sarana
listrik, air dan gas. Selain itu perlu dilengkapi pula dengan lampu penerang, kipas
penyedot (exhaust fan) dan air untuk pemadam api (shower). Lemari asam dipakai
bila mereaksikan suatu zat, mencampur zat berbahaya, atau melakukan percobaan
yang menghasilkan gas berbahaya artinya gas yang dihasilkan atau direaksikan
dapat merangsang atau mengganggu pernapasan. Oleh karena itu kipas penyedot
harus dalam keadaan terpasang (kipas penyedot dijalankan bila lemari asam
sedang dipakai). Kegiatan yang umum dilakukan di lemari asam adalah:

1)
2)
3)
4)
5)

Penghilangan uap beracun sewaktu melakukan percobaan.


Melakukan reaksi yang berbahaya atau yang mudah terbakar.
Penyimpanan racun yang mudah menguap atau merusak.
Penyimpanan bahan yang mudah terbakar.
Penggunaan untuk melakukan percobaan (dalam hal ini tidak boleh
disatukan dengan penyimpanan) (Kukuh Munandar, 2012: 20).

b. Oven
Oven dipergunakan untuk mengeringkan alat alat gelas dan mikrotip
pada temperatur 60C dan mensterilkan pada temperatur 120 (Dr. Ir. Maftuchah.
M,P, 2014:5-6).
c. Timbangan Analitik
Timbangan analitik adalah suatu peralatan yang dipergunakan untuk
menimbang bahan bahan kimia yang diperlukan pada proses pembuatan media,
pembuatan stok larutan dll.
d. Gelas Piala
Gelas Piala digunakan untuk menuang atau wadah bahan kima dan air
suling dalam pembuatan medium. Ukuran volumenya bermacam-macam misalnya
100 ml, 300 ml sampai 1000 ml. Gelas piala biasanya jarang disterilkan karena
penggunaannya hanya untuk pembuatan medium saja (Ir. Daisy P, 2014: 6-7).

e. Gelas ukur

Gelas ukur digunakan untuk menakar air suling dan bahan kimia ynag
akan digunakan. Jenis gelas ukur ada yang tahan panas (pirex) dan ada yang tidak
tahan panas (dari gelas biasa).
f. Erlenmeyer
Digunakan sebagai tempat menuangkan air suling maupun untuk tempat
media dan penanaman eksplan.
g. Labu Ukur
Digunakan untuk menampung dan mencampur bahan kimia dan cairan
juga untuk menampung gas jika dilakukan pemanasan.
h. Tabung Reaksi
Untuk menampung bahan kimia dala jumlah sedikit.
i. Thermometer
Digunakan untuk mengukur suhu.
j. Pinset
Digunakan untuk mengambil suatu objek.
k. Gelas arloji
Digunakan sebagai tempat bahan kimia padat.
l. Corong
Digunakan untuk menyaring stroplas.

D. Cara Memperlakukan Alat Laboratorium

Untuk dapat memperlakukan alat dan bahan yang terdapat dalam


laboratorium secara benar, perlu memahami sifat dai alat dan bahan tersebut
(Agung Wijaya, 2012).
1. Memperlakukan peralatan yang terbuat dari gelas
Peralatan yang terbuat dari gelas mudah retak atau pecah bila terkena
benturan. Untuk menghindarinya, perlu melakukan tindakan berikut ini :
a. Membawa alat gelas secara hati-hati dengan menggunakan kedua tangan.
b. Menempatkan alat-alat gelas dalam satu tempat atau lemari yang aman.
c. Mengurangi gerak atau pemindahan alat-alat gelas yang lemah seperti alat
penyulingan.
d. Jika menggunakan alat pemanas yang terbuat dari bahan gelas, maka pilihlah
bahan yang berkualitas.
2. Memperlakukan Alat Listrik
a. Jauhkan peralatan dan instalasi listrik dari percikan air untuk menghindari
terjadinya hubungan arus pendek (korsleting).
b. Instalasi listrik, seperti kabel, sambungan, sakelar dan stop kontak perlu
diperiksa secara rutin dan harus dapat diperhatikan dalam keadaan baik.

BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Waktu dan tempat dilaksanakan praktikum yaitu pada Jumat tanggal 18 /
11 / 2016, pukul 08.00 WITA sampai selesai. Bertempat di laboratorium Kimia
Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, Samata Gowa.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu lemari asam, oven, buret,
neraca analitik, bom kalorimeter, gelas kimia, labu erlenmeyer, labu takar,
thermometer, pipet volume, pipet skala, tabung reaksi, pipet tetes, penjepit tabung,
statif klem, bulp, spatula, aluminium foil dan corong.
2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu aquadest, larutan sample
(air suling).

C. Prosedur Kerja

1. Teknik Titrasi
Pada tahap titrasi dilakukan dengan cara menyiapkan alat dan bahan yang
telah ditentukan. Memasukkan aquadest ke dalam gelas kimia kemudian menuang
ke dalam buret yang telah dipasang menggunakan statif klem. Setelah itu memutar
keran buret secara perlahan lahan, sehingga cairan aquadest yang keluar dari
buret secara tetes pertetes pada labu erlanmeyer kemudian menghomogenkan labu
erlenmeyer secara perlahan supaya proses perubahan warna terjadi dengan baik.
Setelah itu menghitung perselisihan larutan awal dan akhir pada buret.
2. Teknik Penyaringan
Pada teknik penyaringan dilakukan dengan cara membentuk kertas
saring menjadi persegi kemudian melipat menjadi segi tiga 2-3 kali. Kemudian
mengukur ukuran kertas saring sesuai dengan ukuran corong lalu gunting.
Meletakkan kertas saring di dalam mulut corong. Kemudian membasahi
pinggiran kertas saring dengan tetesan aquadest menggunakan pipet tetes di dalam
mulut corong agar kertas saring melekat pada dinding corong. Untuk penyaringan
langsung, menuangkan larutan langsung ke dalam kertas secara perlahan lahan
dengan bantuan pengaduk sebagai perantara supaya larutan tidak langsung
mengenai kertas saring untuk menghindari kebocoran pada kertas saring. Untuk
penyaringan endap tuang, mencampur larutan dengan aquadest kemudian
mengaduk dengan menggunakan pengaduk lalu mengendapkan larutan tersebut.
Setelah itu menuang larutan ke dalam kertas saring dan melihat hasil penyaringan.

3. Teknik Pengukuran Volume

Pada teknik pengukuran volume dilakukan dengan cara menyiapkan


bahan yang akan diukur volumenya. Memipet aquades lalu memasukkan ke dalam
gelas kimia, memencet bagian A pada bulp untuk menstabilkan, bagian S pada
bulp untuk mengeluarkan sampai pada batas miniskus yang diinginkan.cara
membaca miniskus adalah dengan cara melihat pada permukaan air tersebut pada
arah mendatar. Arah penglihatan dari mata harus benar - benar horizontal, tidak
boleh dari arah atas maupun dari arah bawah.
4. Teknik Pemanasan dan Penimbangan
Teknik pengeringan dilakukan dengan cara menekan tombol power pada
oven, setelah itu memasukkan alat alat yang akan dikeringkan kemudian
mengatur suhu yang diinginkan.
Penimbangan terbagi atas dua yaitu, secara langsung dan secara tidak
langsung. Penimbangan secara langsung dilakukan dengan cara menyalakan
neraca analitik, menekan star, memasukkan wadah yang diisi sampel ke dalam
neraca, menimbang wadah dengan sampel dan mencatat hasil penimbangan.
Penimbangan tidak langsung dilakukan dengan menyalakan neraca analitik dan
menekan star, menimbang wadah kosong, memasukkan sampel (aquadest) ke
dalam wadah, mencatat berat wadah dengan sampel, menghitung berat sampel
dengan mengurangkan berat wadah ditambah sampel dengan berat wadah kosong
dan mencatat hasil penimbangan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil pengamatan
1. Titrasi
No
.
1.

Nama Alat

Gambar

Buret Asam

Fungsi
Untuk mengeluar
kan cairan dengan
volume sembarang,
tetapi tepat.

2.

Labu

Untuk menampang

Erlenmeyer

larutan yang akan


dititrasi.

3.

Gelas Kimia

Untukmereaksikan
cairan, memanas
kan/memasak cairan
dan membuat enda
pan dalam jumlah

4.

besar.
Berfungsi untuk

Statif Klem

menjepit buret
dalam proses titrasi.

2. Teknik Penyaringan
No
.

Nama alat

Gambar

Fungsi

1.

Lemari asam

Untuk mengurangi paparan


gas/melindungi personil dari
paparan beracun dan untuk
mereaksikan bahan bahan
beracun.

2.

3.

Kertas

Untuk menyaring zat padat

Penyaring

terlarut.

Corong

Untuk memasukkan/memin
dahkan zat dari suatu tempat
ke tempat yang lain pada
proses penyaringan.

4.

Erlenmeyer

Tempat membuat larutan dan


tempat larutan saat melaku
kan penyaringan.

5.

Pipet Tetes

Untuk memindahkan larutan


tetes zat cair dalam jumlah
sedikit.

6.

Gelas Kimia

Untuk menampung bahan


kimia atau larutan dalam

jumlah banyak.

7.

Batang

Untuk mengaduk zat cairan

Pengaduk

dan sebagai perantara


dan membersihkan
endapan endapan pada
dinding bejana.

3. Teknik Pengukuran Volume


No
.
1.

Nama Alat
Gelas ukur

Gambar

Fungsi
Untuk mengukur
cairan yang tidak
terlalu tepat.

2.

Labu takar

Untuk mengencer
kan larutan sehing
ga mempunyai kon
sentrasi tertentu.

3.

Bulp

Untuk membantu

pipet volume/skala
untuk mengambil
larutan.
4.

Pipet volume

Untuk memindah
kan larutan dengan
satu ukuran
volume.

5.

Pipet skala

Untuk mengambil
larutan dengan
bermacam macam
volume.

6.

Pipet Tetes

Untuk memindah
kan cairan dari
wadah yang lain
dalam jumlah yang
sedikit.

4. Teknik Pemanasan dan Penimbangan


No
.
1.

Nama Alat
Oven

Gambar

Fungsi
Untuk memanaskan
atau mengeringkan alat-

alat gelas laboratorium.

2.

Termometer

Untuk mengukur suhu


suatu larutan.

3.

Bom

Untuk mengukur

Kalorimeter

jumlah kalor yang di


bebaskan pada
pembakaran sempurna

4.

Spatula

Untuk mengambil
sample yang akan
ditimbang dalam neraca
analitik.

5.

Neraca Analitik

Untuk menimbang
berat suatu zat atau
sample dalam jumlah

6.

Cawan Arloji

sedikit.
Sebagai tempat atau
wadah sample yang
akan diamati.

B. Pembahasan
1. Teknik Titrasi

Pada teknik titrasi dilakukan dengan menggunakan alat yaitu buret asam,
labu erlenmeyer, gelas kimia dan statif klem. Buret yang digunakan terlebih
dahulu di pasang pada klem yang tersambung dengan statif. Lalu mengisi dengan
aquades sampai melewati tanda batas kemudian larutan dalam buret
menghimpitkan sampai tanda batas. Menitrasi tetes demi tetes hingga terjadi
perubahan warna pada larutan yang dititrasi.
Setiap jenis alat mempunyai fungsi yang berbeda beda yang dimana
buret asam berfungsi untuk mengeluarkan cairan dengan dengan volume yang
berbeda tetapi tepat. Labu erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan yang
akan dititrasi. Gelas kimia berfungsi untuk mereaksikan cairan dan statif klem
berfungsi untuk menjepit buret dalam proses titrasi.
2. Teknik Penyaringan
Pada teknik ini dilakukan dengan menggunakan alat seperti labu
erlenmeyer, gelas kimia, corong dan batang pengaduk. Langkah awal yang
dilakukan yaitu melipat kertas saring lalu meletakkanya diatas corong lalu
menyaring larutan ke dalam erlenmeyer. Hal yang inginkan dicapai dari teknik
penyaringan yaitu terpisahnya residu dari filtrat atau terpisahnya endapan dari
larutan.
Adapun fungsi lemari asam yaitu untuk mengurangi paparan gas atau
melindungi personil dari paparan beracun. Erlenmeyer berfungsi sebagai tempat
membuat larutan. Gelas kimia berfungsi sebagai tempat untuk menampung bahan
kimia atau larutan dalam jumlah yang banyak. Kertas penyaring berfungsi untuk
menyaring zat padat terlarut. Corong berfungsi untuk memasukkan/memindahkan

larutan zat cair dari satu tempat ke tempat yang lain atau penyaringan. Sedangkan
batang pengaduk berfungsi untuk mengaduk zat cair dan sebagai perantara dalam
proses penyaringan.
3. Teknik Pengukuran Volume
Pada teknik ini juga menggunakan beberapa alat yaitu pipet skala, pipet
volume, pipet tetes, gelas ukur, bulp, labu takar dan bulp. Pada percobaan ini
mengisap larutan berwarna dan tidak berwarna dengan menggunakan pipet skala
atau pipet volume yang telah dipasangkan dengan bulp, lalu memasukkan ke
dalam labu takar. Hal yang ingin dicapai dari memipet ini yaitu mengetahui
volume larutan yang ingin digunakan dan mengetahui miniskus atas dan miniskus
bawah.
Adapun fungsi dari alat alat tersebut ialah untuk gelas ukur berfungsi
untuk mengukur volume cairan yang tidak terlalu tepat sekaligus untuk membaca
miniskus atas dan miniskus bawah. Labu takar berfungsi untuk menegncerkan
suatu larutan sehingga mempunyai konsentrasi tertentu. Pipet volume berfungsi
untuk memindahkan larutan dengan satu ukuran volume. Pipet skala berfungsi
untuk memindahkan larutan dengan volume bermacam macam. Pipet tetes
berfungsi untuk memindahkan larutan dalam jumlah yang sedikit.
4. Teknik Pemanasan dan Penimbangan
Pada teknik pemanasan dilakukan dengan menggunakan alat yaitu oven,
thermometer, dan bom kalimometer. Adapun tahap pelaksanaannya ialah dengan
cara memasukkan bahan/alat yang akan dipanaskan atau dikeringkan lalu
mengatur suhu sesuai dengan keinginan.

Adapun fungsi dari alat tersebut ialah untuk oven berfungsi untuk
memanaskan/mengeringkan alat gelas laboratorium. Thermometer berfungsi
untuk mengukur suatu larutan dan bom kalimometer berfungsi untuk mengukur
jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran sempurna.
Untuk teknik penimbangan juga menggunakan beberapa alat yaitu neraca
analitik untuk menimbang, cawan arloji sebagai wadah sample yang akan diamati
dan spatula untuk mengambil sample yang akan ditimbang dalam neraca analitik .
Teknik penimbangan dilakukan menyambungkan neraca analitik dengan arus
listrik kemudian menekan tombol ON pada neraca analitik lalu memasukkan
cawan arloji yang berisikan sample dan menekan tombol Star agar neraca
kembali dalam keadaan 0,0001 gram, sehingga berat yang diperoleh adalah berat
sampel. Hal yang ingin di capai pada teknik penimbangan ini yaitu mengetahui
berat sampel yang telah ditimbang

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari hasil pengamatan adalah :
1. Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu lemari asam, oven, buret,
neraca analitik, gelas kimia, labu erlenmeyer, labu takar, thermometer, pipet
volume, pipet skala, tabung reaksi, pipet tetes, penjepit tabung, bom kalorimeter,
statif klem, bulp, spatula, aluminium foil dan corong.
2. Alat yang digunakan untuk teknik titrasi yaitu buret asam berfungsi untuk
mengeluarkan cairan dengan dengan volume yang berbeda tetapi tepat. Labu
erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan yang akan dititrasi. Gelas kimia
berfungsi untuk mereaksikan cairan dan statif klem berfungsi untuk menjepit
buret dalam proses titrasi. Adapun untuk teknik penyaringan menggunakan alat
yaitu lemari asam berfungsi untuk mengurangi paparan gas atau melindungi

personil dari paparan beracun. Erlenmeyer berfungsi sebagai tempat membuat


larutan. Gelas kimia berfungsi sebagai tempat untuk menampung bahan kimia
atau larutan dalam jumlah yang banyak. Kertas penyaring berfungsi untuk
menyaring zat padat terlarut. Corong berfungsi untuk memasukkan/memindahkan
larutan zat cair dari satu tempat ke tempat yang lain atau penyaringan. Sedangkan
batang pengaduk berfungsi untuk mengaduk zat cair dan sebagai perantara dalam
proses penyaringan. Adapun alat yang digunakan untuk teknik pengukuran
volume ialah gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume cairan yang tidak
terlalu tepat sekaligus untuk membaca miniskus atas dan miniskus bawah. Labu
takar berfungsi untuk menegncerkan suatu larutan sehingga mempunyai
konsentrasi tertentu. Pipet volume berfungsi untuk memindahkan larutan dengan
satu ukuran volume. Pipet skala berfungsi untuk memindahkan larutan dengan
volume bermacam macam. Pipet tetes berfungsi untuk memindahkan larutan
dalam jumlah yang sedikit. Alat yang digunakan pada teknik pemanasan dan
penimbangan ialah oven berfungsi untuk memanaskan/mengeringkan alat gelas
laboratorium. Thermometer berfungsi untuk mengukur suatu larutan dan bom
kalimometer berfungsi untuk mengukur jumlah kalor yang dibebaskan pada
pembakaran sempurna. Untuk neraca analitik berfungsi untuk menimbang, cawan
arloji sebagai wadah sample yang akan diamati dan spatula untuk mengambil
sample yang akan ditimbang dalam neraca analitik.
3. Teknik titrasi ialah teknik yang dilakukan untuk menentukan konsentrasi.
Pada teknik titrasi dilakukan dengan menggunakan alat yaitu buret asam, labu
erlenmeyer, gelas kimia dan statif klem. Buret yang digunakan terlebih dahulu di

pasang pada klem yang tersambung dengan statif. Lalu mengisi dengan aquades
sampai melewati tanda batas kemudian larutan dalam buret menghimpitkan
sampai tanda batas. Menitrasi tetes demi tetes hingga terjadi perubahan warna
pada larutan yang dititrasi. Pada teknik penyaringan dilakukan dengan
menggunakan alat seperti labu erlenmeyer, gelas kimia, corong dan batang
pengaduk. Langkah awal yang dilakukan yaitu melipat kertas saring lalu
meletakkanya diatas corong lalu menyaring larutan ke dalam erlenmeyer. Hal
yang inginkan dicapai dari teknik penyaringan yaitu terpisahnya residu dari filtrat
atau terpisahnya endapan dari larutan. Untuk teknik pengukuran volume
menggunakan beberapa alat yaitu pipet skala, pipet volume, pipet tetes, gelas
ukur, bulp, labu takar dan bulp. Pada percobaan ini mengisap larutan berwarna
dan tidak berwarna dengan menggunakan pipet skala atau pipet volume yang telah
dipasangkan dengan bulp, lalu memasukkan ke dalam labu takar. Hal yang ingin
dicapai dari memipet ini yaitu mengetahui volume larutan yang ingin digunakan
dan mengetahui miniskus atas dan miniskus bawah. Sedangkan teknik pemanasan
dilakukan dengan menggunakan alat yaitu oven, thermometer, dan bom
kalimometer. Adapun tahap pelaksanaannya ialah dengan cara memasukkan
bahan/alat yang akan dipanaskan atau dikeringkan lalu mengatur suhu sesuai
dengan keinginan. Untuk teknik penimbangan juga menggunakan beberapa alat
yaitu neraca analitik, cawan arloji. Teknik penimbangan dilakukan menyambung
kan neraca analitik dengan arus listrik kemudian menekan tombol ON pada
neraca analitik lalu memasukkan cawan arloji yang berisikan sample dan menekan
tombol Star agar neraca kembali dalam keadaan 0,0001 gram, sehingga berat

yang diperoleh adalah berat sampel. Hal yang ingin dicapai pada teknik
penimbangan ini yaitu mengetahui berat sampel yang telah ditimbang.
B. Saran
Adapun saran pada praktikum ini ialah penggunaan alat-alat harus
dilakukan dengan hati hati agar poses praktikum berjalan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Arisworo, Djoko, dkk. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta. Grafindo. 2008.


Cairns, Donald. Intisari Kimia Farmasi Edisi Kedua. Jakarta. Buku Kedokteran
EGC. 2003.
Dr. Ir. Maftuchah, M.P. Teknik Dasar Analisis Biologi Molokuler. Yogyakarta.
Deepublish. 2014.
Hendaryono, Daisy P. Sriyanti. Teknik kultur jaringan. Yogyakarta. Kanisius.
1994
Ir. Daisy P. dkk. Teknik Kultur Jaringan. Jakarta. PT. Pusaka. 2014.
Munandar , Kukuh. Pengetahuan Laboratorium Biologi. Jember. 2012
Poedjiadi, Anna. 1984. Buku Pendoman Praktikum dan Manual Alat
Laboratorium Pendidikan Kimia. Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, Jakarta.
Prof. Dr. Mundilarto, M.Pd. Drs. Edi Istiyono, M.Si. Fisika 1. Semarang. Quadra.
2010.

Wijaya, Agung. Biologi VII. Jakarta. Grafindo. 2008.

Anda mungkin juga menyukai