Anda di halaman 1dari 2

Analisa Kasus hasil survey.

Kasus 1.

Dari hasil survey tgl.


Ke PGN bahwa di area GS PGN Waru terdapat GS
milik PT. BBG dan Sadikun
Yang telah mendapat kuota gas dari Jaringan pipa transmisi gas bumi
Pertagas Pagerungan- Gresik.
Berdasarkan informasi telah terjadi,
1. Transakasi (PJBG) antara Pertagas Niaga dengan PT. BBG
2. Transakasi (PJBG) antara Pertagas Niaga dengan PT. Sadikun
Kedua jalur pipa setelah mellui Gas Meter masing-masing Badan Usaha
tersebut diatas masuk ke dalam jaringan pipa distribusi PGN dengan status
bahwa gas tersebut telah dibeli PGN (PJBG ?)
Hal ini dianggap wajar karena kedua Badabn Usaha terseut (BBG & Sadikun
belum mempuyai konsumen dan jaringan pipa distribusi sendiri)
Kasus 1.
Kasus yang sama terjadi di wilayah Gresik dimana gas bumi milik PT.
Sadikun dan PT. Walinusa yang didapat dari Pertagas Niaga yang berasal dari
PHE juga masuk ke dalam jaringan pipa distribusi PGN dengan status bahwa
gas tersebut telah dibeli PGN (PJBG ?)
Tinjauan masalah.
1

Berdasar kan Permen ESDM No.007/2005 Pasal 11 ayat 3 butir c


Terhadap Badan Usaha yang mengajukan izin Usaha Niaga Gas Bumi
yang tidak memiliki jaringan distribusi wajib memiliki Kontrak Kerja
Sama dengan Badan Usaha yang memiliki fasilitas jaringan
distribusi ags bumi yang telah memperoleh Hak Khusus untuk
Wilayah Jaringan Distribusi.
a. Berdasarkan hal diatas maka sesungguhnya Pertagas Niaga harus
sudah memiliki Kontrak Kerja Sama dengan Badan Usaha
yang
memiliki fasilitas jaringan distribusi ags bumi yang telah memperoleh
Hak
Khusus untuk Wilayah Jaringan Distribusi. (PGN) sehingga
kemungkinan besar PJBG terjadi antara Pertagas Niaga dengan PGN.

b. Kalau yang terjadi adalah PJBG antara PT.BBG dan PT.Sadikun dengan
Pertagas Niaga, kemudian PT. BBG dan PT.Sadikun masing-masing
dengan PGN maka harga gas dikonsumen akan menjadi lebih tinggi.
c. Akan terjadfi kecenderungan transaksi yang lebih panjang anatra Trade
to Trader terutama pada kondis ikekuranga supply gas yang lebih besar
lagi.
2. Berdasar kan Permen ESDM No.007/2005 Pasal 37ayat 2
Untuk Niaga Gas Bumi yang tidak memiliki fasilitas jaringan distribusi hanya
dapat dilaksanakan melaluii fasilitas jaringan distribusi gas bumi
dari Badan Usaha yang telah mendapat Hak Khusus untuk Wilayah
Jaringan Distribusi dan dilaksanakan setelah Izin Usaha Niaga Gas Bumi
Bahwa Pertagas Niaga Belum/tidak memiliki fasilitas jaringan distribusi
sebagimana dimaksud pasal tersebut diatas maka PJBG hanya dapat
dilaksanan antara Pertagas Niaga dan PGN. Karena PT.BBG dan PT.Sadikun
tidak/belum memiliki fasilitas jaringan distribusi dan bukan Badan Usaha
yang telah mendapat Hak Khusus untuk Wilayah Jaringan Distribusi.
Kecauali ada hal-hal yang belum diketahui