Anda di halaman 1dari 2

LO 4.

Pmeriksaan Penunjang dan Laboratorium pada Gangguan Hemostasis


1. Pemeriksaan Fungsi Hemostasis
a. Pemeriksaan Penyaring hemostasis
Pemeriksaan darah lengkap dan apus darah tepi
Trombositopenia sering merupakan penyebab pendarahan
abnormal.
Penyaring sistem koagulasi
PT(protombin time) untuk mengukur F VII, F X, F V,
protombin dan fibrinogen. Waktu normal : 10-14 detik.
aPTT(actived partial tromboplastin time) untuk mengukur
F VIII, F IX, F XI. Selain F V, F X, protombin dan fibrinogen.
Waktu normal : 30-40 detik.
TT(trombin time) untuk menilai defisiensi fibrinogen atau
adanya hambatan terhadap trombin, Waktu normal 14-16
detik.
Waktu pendarahan
Berguna untuk pemeriksaan fungsi trombosit. Nilai normal 3-8
menit.
Waktu pembekuan
Ada 2 cara : Lee and white : 9-15 menit
Kaca objek : 2-6 menit
Retraksi bekuan
Pemeriksaan fibrinolissis
b. Tes khusus
Tes faal trombosit
Tes ristocetin
Pengukuran faktor spesifik (faktor pembekuan)
Pengukuran 2 antiplasma
2. Pemeriksaan untuk trombosis
Skrinning
a. Hitung darah dan laju endap darah : mendeteksi peningkatan kadar
hematokrit, jumlah leukosit, jumlah trombosit fibrinogen dan globulin.
b. Pemeriksaan apus darah tepi : dapat menunjukkan apakah ada penyakit
mieloproliperatif, gambaran leukoeritroblastik mungkin menunjukkan
keganasan.
c. PT dan TT akan memendek pada keadaan trombotik
aPTT memanjang yang tidak terkoreksi pada penambahan plasma
mengarah pada lupus antikoagulan/ inhibitor didapat terhadap suatu
faktor pembekuan..
d. TT yang memanjang mengarah pada kelainan fibrinogen
e. Pemeriksaan fibrinogen
f. Uji resistensi terhadap protein C aktif dan analisis DNA untuk faktor
leiden.
g. Antitrombin pemeriksaan imunologik dan fungsional
h. Protein C dan S pemeriksaan dan fungsional
i. Analisis gen protombin untuk varian G 20210A
j. Pengukuran hemostasis plasma.

Diagnosis trombosis vena

Trombosis vena profunda


- USG kompresi serial :untuk pasien yang diduga DVT
- Venografi kontras : untuk pasien yang diduga DVT
Bisa melihat ukuran, lokasi, besar trombus menggunakan
sinar X. Medium kontras disuntikkan ke dalam vena yang
terletak di sebelah perifer dari DVT yang dicurigai.
- Kondentrasi D dimer plasma
Untuk diagnosis trombosis berulang. Konsentrasi produk
pemecahan fibrin meningkat bila terdapat tromboss vena
baru.
Emboli paru
- Rotgen torak : hasil sering tidak norma, tetapi dapat
menunjukkan bukti adanya infark atau efusi pleura
- Skintigrafi ventilasi perfusi (VQ) : mendeteksi daerah paru
yang mendapat ventilasi tetapi tidak perfusi
- Angiografi pulmonal tomografi terkomputasi
Irisan halus paru di scan dengan CT spiral untuk melihat
defek pengisian dalam arterialpulmonal tervisualisasi
- Angiografi pulmonal resonansi magnetik MRI
- EKG : untuk menentukan apakah ada tegangan jantung
kanan yang terjadi hanya pada kasus kasus berat.