Anda di halaman 1dari 5

Engkau Lebih Cantik Bercadar [Mengangkat

Kekhawatiran dan Belum Siapnya Wanita


Untuk Memakai Cadar] Bagian 4 October 10th, 2012/Akhlak dan Nasehat, Keluarga dan Wanita/4 Comments

Engkau akan menyelamatkan pandangan laki-laki dari panah setan


Engkau telah mengetahui, jika seorang laki-laki menjumpai wanita, maka apa yang paling ingin
dilihat laki-laki pertama kalinya. Iya, wajahnyalah yang paling pertama ingin disaksikan. Karena
wajah adalah bagian pertama yang paling dinikmati oleh laki-laki . Jika shalat adalah penentu
baik-tidaknya keseluruhan amal seorang hamba, maka wajah wanita itulah yang menentukan
elok-tidaknya keseluruhan tubuhnya.
Jika engkau pampang gambar pemandangan alam terindah didunia kepada laki-laki, atau engkau
perlihatkan lukisan terbaik, atau engkau berikan ukiran yang teristimewa, kemudian engkau buka
sedikit saja tirai gambar para wanita. Manakah yang akan dipilih oleh laki-laki? Akan tetapi
dengan cadarmu, Engkau telah mematahkan panah tersebut sebelum busurnya direntangkan.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,




Pandangan adalah satu anak panah di antara anak panah-anak panah iblis. Barangsiapa yang
meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah Azza wa Jalla akan memberikan
keimanan dan ia merasakan manisnya di hatinya [HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no.
7875, dia berkata: sanad hadist shahih dan tidak dikeluarkan oleh bukhari dan muslim, tahqiq
Musthofa Abdul Qodir Atha]

Tapi wajah saya tidak cantik?


Subhanallah, Allah menciptakan manusia dalam kesempurnaan bentuk, wanita adalah ujian bagi
terberat laki-laki, melalui wanita setan seolah-olah memiliki sebaik-baik make-up untuk
menghiasinya. Seolah-olah setan memasang kaca mata bagi laki-laki yang membuatnya cantik
dan indah menjadi-jadi. Tidak percaya? Anda pasti percaya karena Nabi kita shallallahu alaihi
wa sallam bersabda,

Wanita itu adalah aurat. Bila ia keluar, setan akan menghiasinya (untuk menggoda lakilaki). [HR. At-Tirmidzi no. 1173, dishahihan oleh Al-Albani mengatakan dalam Misykatul
Mashabih no. 3109]
Syaikh Abul Ala Al-Mubarakfuri rahimahullah berkata,
( )

Bila wanita keluar, setan akan menghiasinya (untuk menggoda laki-laki), maknanya adalah
setan menghiasinya di mata laki-laki. Juga dikatakan [yang lebih enak diterjemahkan: ada yang
berpendapat], maknanya, setan melihat wanita tersebut untuk menyesatkannya dan menyesatkan
(manusia) dengannya. Dan makna asal ( ) adalah mengangkat pandangan untuk melihat
sesuatu. [Tuhfatul Ahwadzi 4/283, Darul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, Asy-Syamilah].
Terbukti benar, sejelek-jeleknya wanita di muka bumi ini, pasti saja kita dengar berita bahwa ia
sudah menikah dan ada yang meminangnya.
Saya kan mau kepala empat, ngapain pakai cadar, sudah terlambat
Ini bukan alasan untuk terlambat, tidak ada kata terlambat dalam kebaikan, kami jadi teringat
pepatah arab kuno,

Setiap barang yang terjatuh pasti ada saja yang memungutnya
Walaupun sudah kepala empat yang namanya wanita pasti ada saja yang masih berhasrat.
Apalagi dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi zaman sekarang, seorang ibu-ibu dan
tante-tante bisa disulap dan dipermak menjadi gadis pingitan.
Jangan mau masuk surga cuma emperannya saja atau tengah-tengahnya
Jika dalam ujian kelulusan engkau ingin mendapatkan nilai 10 sempurna, maka mengapa untuk
akhirat kampung kekal abadi hanya ingin mendapatkan nilai 7 atau 8. Cadar adalah puncak
kesempurnaan wanita. Sebagaimana engkau berlomba-lomba mencari dunia karena keimanan

engkau akan kejadian beberapa hari lagi saat pengumuman nilai. Maka berlomba-lomba jugalah
karena keimanan engkau akan kejadian yang sudah pasti.Allah Taala berfirman,

Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. [Al-Baqarah: 148]
IV.Yang perlu diperhatikan jika sudah bercadar
Jangan merasa lebih mulia hanya dengan memakai cadar
Karena cadar bukanlah patokan keshalihahan seorang wanita. Apalagi ia adalah amalan dzahir,
sedangkan amalan dzahir sangat dipengaruhi oleh niat apa yang terpatri dalam hatinya. Ada yang
memakai cadar hanya karena ingin menjadi perhatian dan bahan pembicaraan. Ada yang hanya
ingin ikut-ikutan artis dan ada yang ingin ikut meramaikan mode yang sedang nge-trend. Nabi
shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya
akan mendapatkan apa yang dia niatkan. [HR. Bukhari no. 1, 54, 2529, 3898, 5070, 6689 dan
6953, Muslim no. 3530]
Jangan meremehkan wanita yang belum bercadar
Apalagi jika menyakini cadar hukumnya sunnah. Maka amalan yang wajib tentu lebih utama dari
amalan sunnah. Bisa jadi orang lain sholat lima waktunya lebih baik dan lebih ikhlas daripada
engkau. Bisa jadi orang lain lebih berbakti kepada orang tuanya. Bisa jadi ia lebih berkhidmat
kepada suaminya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


Sesungguhnya Allah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku telah
mengobarkan peperangan dengannya. Dan tidaklah ada seorang hambaKu yang mendekatkan
dirinya kepada-Ku, dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku wajibkan
kepadanya [HR. Bukhari no: 6502]
Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan hadits ini,

Amalan-amalan yang wajib lebih sempurna, oleh karena itu lebih dicintai oleh Allah dan lebih
mendekatkan diri/ taqarrub [Fahtul Baariy 11/343, Darul Marifah, Beirut, Asy-Syamilah]
Termasuk dalam hal ini contohnya adalah jika sedang kajian, maka para wanita berkumpul dan
membentuk kelompok sendiri di pojok masjid. Tidak berbaur dengan wanita lainnya yang tidak

bercadar sehingga terkesan sebagai kelompok yang eksklusif atau bahkan tidak mau sekedar
menyapa mereka.
Lebih ramah terhadap orang lain khususnya sesama wanita
Jangan kita gengsi untuk sekedar menyapa duluan. Memberi salam duluan dihiasai dengan wajah
yang ceria. Karena di jalan-jalan terkadang kalian wanita yang bercadar tidak dikenal. Jika
berjumpa dengan sahabat wanitanya, maka menyapalah duluan dengan wajah yang ceria dan
akhlak yang baik. Jika tidak ada laki-laki disekitar maka, bukalah cadar, salaman dan tempel pipi
kiri-kanan sebagaimana ajaran dalam Islam. Akhlak engkau sangat berperan dalam dakwah yang
mulia ini.
Jangan sekedar chasing dan pandai menjaga diri dari laki-laki
Begitu tubuh sudah berbalut jubah besar dengan cadarnya. Maka janganlah prilakunya lebih
parah dari wanita dengan jilbab saringan tahu. Genit, sering keluar malam, suka bercanda
setengah mesra dengan laki-laki. Atau matanya berlindung dibalik cadar dengan melihat hal-hal
yang kurang baik, mengintai laki-laki dan seterusnya.
Atau wajahnya berhijab syari akan tetapi hatinya tidak dihijab di balik SMS, e-mail dan inbox
facebook. Begitu gampanganya berhubungan bebas dengan laki-laki. Senang digoda genit,
senang di tanya-tanya macam-macam dan senang dimanja-manja oleh pujian. Itupun tidak cukup
dengan satu laki-laki akan tetapi HP dipenuhi dengan nomor laki-laki asing, inbox email
dipenuhi dengan surat dari laki-laki ajnabiy, dan akun facebook dipenuhi dengan list friend lakilaki genit non-mahram.
Dan perlu kalian ketahui bahwa laki-laki yang sudah mengerti agama juga bisa terfitnah
walaupun kalian lewat lengkap dengan cadar dan pakaian besar menutup tubuh. Silahkan tanya
bagaimana sekelompok laki-laki yang mengerti agama, kemudian lewat seorang wanita bercadar
di depan mereka. Maka mereka akan salah tingkah atau minimal terjadi perubahan gerak atau
sikap hati dari mereka. Dan tentunya jantung wanita tersebut juga ikut berdegup kencang. Dan
bisa dibayangkan seandainya mereka berdua satu-persatu berpapasan di suatu jalan.
Penutup
Harapan kami agar sunnah ini tidak punah dan terasing. Kami ingin melihat kita umat Islam
kembali ke ajaran Islam yang benar. Kami ingin melihat pemandangan sekumpluan gagak-gagak
hitam sebagaimana yang diceritakan oleh Ummu Salamah radhiallahu anha, beliau berkata,
:
Ketika turun firman Allah (yang artinya), Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman)
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. [Al-Ahzab :59] wanita-wanita Anshar keluar
seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam-red)
kain-kain (mereka). [HR Abu Daud no 4101; dishahihkan oleh Syaikh al Albani]

Karena kami yakin bahwa jika kita ingin berjaya seperti umat Islam dahulu, maka kita harus
berjaya dengan apa yang membuat berjaya umat sebelum kita. Yaitu berpegang teguh dengan AlQuran dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih.
Imaam Malik rahimahullah berkata,
:
Akhir ummat ini tidak akan baik kecuali dengan apa-apa yang membuat baik generasi
pendahulunya. Maka apa-apa yang pada hari itu [di zaman Rasulullah dan para sahabatnya]
bukan merupakan dien (ajaran Islam), maka pada suatu hari kapanpun tidak bisa menjadi dien
(ajaran Islam). [Syarof Ashaabil Hadiits, Al Khathib Al Baghdadiy, dikutip dari At-Tashil]
Segeralah pastikan jilbab besar lengkap dengan cadarnya ada di lemari pakaian engkau dan bagi
yang sudah memakainya berilah hadiah kepada saudarimu. Beri hadiah ia berupa jilbab dan
cadarnya. Siapa tahu suatu saat ia melihatnya dan ada dilemari pakaiannya, ia berkeinginan
untuk memakainya. Karena dengan saling memberi hadiah kalian akan saling mencintai.
Demikianlah yang dapat kami jabarkan, semoga bermanfaat.
Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ala nabiyyina Muhammad
wa ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid
Penyusun: Raehanul Bahraen
Murojaah: Ust. Ammi Nur Baits
***
Artikel muslimah.or.id