Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN III
SIFAT-SIFAT KIMIA HIDROKARBON

OLEH
NAMA

: HABRIN KIFLI HS.

STAMBUK

: F1C1 15 034

KELOMPOK

: VI (ENAM)

ASISTEN

: HERIKISWANTO

LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Senyawa organik yang hanya mengandung atom hidrogen dan karbon
disebut hidrokarbon. Hidrrokarbon terbagi menjadi dua yaitu hidrokrbon alifatik
dan hidrokarbon siklik. Hidrokarbon alifatik dan siklik juga dibagi lagi dalam
beberapa bagian. Hidrokarbon alifatik terbagi menjadi dua yaitu alifatik jenuh
(senyawa alkana) dan alifatik tak jenuh (senyawa alkena dan alkuna), sedangkan
hidrokarbon siklik terbagi menjadi tiga yaitu siklik jenuh (sikloalkana), siklik tak
jenuh (sikloalkena), dan siklik aromatik (benzena).
Sifat fisik yang dimiliki oleh hidrokarbon disebabkan oleh sifat non polar
dari senyawa tersebut. Umumnya hidrokarbon tidak dapat bercampur dengan
pelarut polar seperti air atau etanol. Sebaliknya hidrokarbon daopat bercampur
dengan pelarut yang relatif non polar seperti karbon tetraklorida (CCl 4) atau
diklorometana (CH2Cl2). Reaktivitas kimia senyawa hidrokarbon ditentukan oleh
jenis ikatannya. Hidrokarbon jenuh (alkana) tidak reaktif terhadap sebagian besar
pereaksi. Hidrokarbon tak jenuh (alkena dan alkuna), dapat mengalami reaksi
adisi pada ikatan rangkap dua atau rangkap tiganya. Sedangkan senyawa aromatic
biasanya mengalami reaksi substitusi.
Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri
dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai
karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah
tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik. Berdasarkan
uraian diatas, maka dilakukan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui sifatsifat kimia hidrokarbon.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada percobaan sifat-sifat kimia hidrokarbon adalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana memperlihatkan sifat-sifat khas dari senyawa hidrokarbon
jenuh, tak jenuh dan aromatik?
2. Bagaimana membedakan senyawa-senyawa tersebut berdasarkan sifat reaksi
kimianya?
C. Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai pada percobaan sifat-sifat kimia hidrokarbon
adalah sebagai berikut:
1. Untuk memperlihatkan sifat-sifat khas dari senyawa hidrokarbon jenuh, tak
jenuh dan aromatik.
2. Untuk membedakan senyawa-senyawa tersebut berdasarkan sifat reaksi
kimianya.

D. Manfaat
Manfaat yang diperoleh pada percobaan sifat-sifat kimia hidrokarbon adalah
sebagai berikut:

1. Dapat memberikan pemahaman tentang sifat-sifat khas dari senyawa


hidrokarbon jenuh, tak jenuh dan aromatik.
2. Dapat memberikan pemahaman tentang membedakan senyawa-senyawa
tersebut berdasarkan sifat reaksi kimianya.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya
mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Di antara
beberapa golongan senyawa organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang

dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawa yang mengandung


paling tidak satu cincin benzene; senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom
non karbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus
berulang. Pembeda antara kimia organik dan anorganik adalah ada atau tidaknya
ikatan karbon hidrogen. Sehingga asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan
asam format, asam lemak pertama organik (Cahyono dan Agung, 2012).
Hidrokarbon dapat diklasifikasikan menurut macam-macam ikatan
karbon yang dikandungnya. Hidrokarbon dengan karbon-karbon yang mempunyai
satu ikatan dinamakan hidrokarbon jenuh. Hidrokarbon dengan dua atau lebih
atom karbon yang mempunyai ikatan rangkap dua atau tiga dinamakan
hidrokarbon tidak jenuh. Hidrokarbon yang paling sederhana adalah alkana, yaitu
hidrokarbon yang hanya mengandung ikatan kovalen tunggal. Hidrokarbon
merupakan senyawa yang struktur molekulnya terdiri dari hidrogen dan karbon.
Molekul yang paling sederhana dari alkana adalah metana. Metana berupa gas
pada suhu dan tekanan baku, merupakan komponen utama gas alam (Siswoyo,
2009).
Rantai hidrokarbon pada etanol lebih pendek dibandingkan dengan
butanol, sehingga jumlah gugus hidroksil yang ada dalam suatu luas permukaan
membran yang sama akan lebih banyak terdapat dalam membran yang direndam
dalam etanol.Panjang rantai hidrokarbon dari suatu senyawa alkohol sangat
berpengaruh pada kelarutannya dalam air. Hal ini disebabkan oleh rantai
hidrokarbon yang bersifat hidrofobik. Makin panjang rantai hidrokarbon dalam
suatu senyawa alkohol, kelarutannya dalam air akan makin rendah. Etanol

memiliki rantai karbon yang cukup pendek dibandingkan 2-propanol dan butanol
sehingga sifat hidrofilisitasnya besar. Bagian dari alkohol yang teradsorpsi pada
membran adalah rantai hidrokarbonnya (Radiman dkk., 2011).
Senyawa organik alkana, alkena, alkuna, hidrokarbon aromatik, alkil
halida tersusun atas atom karbon, hidrogen dan halogen. Perbedaan karateristik
dari senyawa alkana, alkena dan alkil halida adalah sifat kelarutannya dalam asam
sulfat pekat analisis unsur dan reaksi ketidakjenuhan dengan test bromin atau
kalium permanganat. Senyawa alkena dan alkunamerupakan senyawa hidrokarbon
tidak jenuh yang dapat bereaksi adisi dengan phinya (Goldbreg, 2008).
Bensin merupakan senyawa yang tersusun dari rantai hidrokarbon mulai
dari C7 sampai dengan C11 yang dapat mempunyai susunan rantai lurus maupun
aromatik. Salah satu rumus kimia bensin adalah C 7H16. Dari rumus tersebut
kemungkinan kemungkinan vibrasi yang dapat terjadi adalah uluran dan tekukan
CH dari gugus alkil atau alkana, sedangkan dari rumus aromatik memberikan
kemungkinan uluran C=C cincin aromatik dan vibrasi dari gugus lain yang
mungkin timbul (Anam dkk., 2010).

III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Percobaan sifat-sifat kimia hidrokarbon dilaksanakan pada hari Senin, 7


November 2016 pukul 07.3009.55 WITA dan bertempat di Laboratorium Kimia
Organik, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu
Oleo, Kendari.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan sifat-sifat kimia hidrokarbon
adalah tabung reaksi, pipet tetes, timbangan analitik dan spatula.
2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan sifat-sifat kimia hidrokarbon
adalah petroleum benzena, toluena, naftalena, karbon tetraklorida, asam nitrat,
aluminium klorida dan aluminium foil.

C. Prosedur Kerja
1. Reaksi antara Petroleum Benzena dengan Asam Nitrat
1 mL Asam Nitrat

- dimasukkan dalam tabung reaksi


- ditambahkan 3 tetes Petroleum Benzena
- dikocok
- diamati

Larut dan tidak berwarna


2. Reaksi antara Toluena dengan Asam Nitrat
1 mL Asam Nitrat
- dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- ditambahkan 3 tetes Toluena
- dikocok
- diamati

Tidak larut dan terbentuk dua fasa

3. Reaksi antara Naftalena dengan CCl4


0,1 g Naftalena
- dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- dilarutkan dalam 1 mL CCl4
- dikocok

- dimiringkan tabung reaksi


- ditambahkan AlCl3

Larut, berwarna kuning bening dan terbentuk endapan putih

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1. Data Pengamatan

No.

Hasil Pengamatan

Perlakuan

Sebelum

Sesudah

1.

HNO3 + Petroleum
Benzena

Tidak berwarna

Larut

2.

HNO3 + Toluena

Tidak berwarna

Tidak larut

Kuning bening

Larut dan
terbentuk endapan
putih

3.

Naftalena + CCl4 + AlCl3

2. Reaksi-reaksi yang terjadi


1. Asam Nitrat + Petroleum Benzen Benzen Nitrit + Hidrogen Dioksida

2. Asam Nitrat + Toluene Trinitro Toluene + Hidrogen Dioksida

3. Naftalena + Karbon Tetraklorida + Alumunium Klorida (Katalis)


Bisiklobenzen Carbotriklorida + Asam Klorida

HCl4 + Al

B. Pembahasan
Hidrokarbon merupakan senyawa organik yang paling sederhana karena
hanya mengandung atau tersusun atas atom karbon dan atom hidrogen.
Berdasarkan kerangka atom karbonnya, senyawa ini dibedakan menjadi
hidrokarbon alifatik (alkana, alkena dan alkuna) dan hidrokarbon siklik
(sikloalkana dan aromatik). Hidrokarbon yang paling sederhana adalah alkana,
yaitu hidrokarbon yang hanya mengandung ikatan kovalen tunggal. Hidrokarbon
merupakan senyawa yang struktur molekulnya terdiri dari hidrogen dan karbon.
Molekul yang paling sederhana dari alkana adalah metana. Metana berupa gas
pada suhu dan tekanan baku, merupakan komponen utama gas alam. Hidrokarbon
dapat diklasifikasikan menurut macam-macam ikatan karbon yang dikandungnya.
Hidrokarbon dengan karbon-karbon yang mempunyai satu ikatan dinamakan
hidrokarbon jenuh. Hidrokarbon dengan dua atau lebih atom karbon yang
mempunyai ikatan rangkap dua atau tiga dinamakan hidrokarbon tidak jenuh.
Perlakuan pertama, yaitu percobaan alkana dan alkena yang bertujuan
nuntuk mengetahui sifat hidrokarbon, direaksikan asam nitrat terhadap petroleum
benzena. Ketika asam nitrat direaksikan dengan petroleum benzena. Petroleum
benzena merupakan senyawa aromatik memiliki struktur ikatan yang sangat stabil
sehingga ketika direaksikan dengan asam nitrat campuran larutan tersebut
berwarna bening. Karena petroleum benzena larut dalam asam nitrat dan memiliki
sifat kepolaran yang sama.

Percobaan selanjutnya adalah reaksi dengan asam sulfat terhadap senyawa


toluena. Pada reaksi asam sulfat dengan toluena dapat dilihat terbentuk 2 lapisan,
dan bila didinginkan, hal ini senyawa alkana umumnya tidak mampu bereaksi
dengan asam, basa, maupun pengoksidasi, sehingga tidak larut. Pada senyawa
toluena menghasilkan larutan bening. Ini juga menunjukkan bahwa senyawa
aromatik tidak dapat bereaksi dengan asam sulfat, karena perbedaan sifat
kepolaran kedua senyawa tersebut.
Percobaan terakhir, direaksikan padatan naftalena dengan CHCl3
menyebabkan naftalena larut dan berwarna kuning bening. Kemudian
ditambahkan AlCl3, dapat diamati tidak terjadi kelarutan dan berbentuk padatan
pada dinding tabung. AlCl3 diserap oleh CHCl3 hingga larutannya basah, hal ini
disebabkan oleh naftalena merupakan senyawa aromatik benzena, dimana benzena
sangat mudah bereaksi saat dilakukan reaksi subsitusi. AlCl3 berperan sebagai
katalis, katalis adalah sebuah zat atau senyawa yang dapat mempercepat reaksi.

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan percobaan yang telah dilakukan,
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut
dan mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain,
larutan yang partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat
dengan konsentrasi maksimal). Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) yaitu suatu
larutan yang mengandung lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk

larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat
terlarut sehingga terjadi endapan.
2. Berdasarkan reaksi kimianya dapat diketahui bahwa hidrokarbon jenuh
memiliki reaktivitas yang terbatas, senyawa hidrokarbon tak jenuh dan aromatik
memiliki reaksi penting dalam pembakaran yaitu adisi dan polimerisasi.
B. Saran
Diharapkan agar pihak laboratorium menyediakan alat dan bahan yang
lengkap yang digunakan pada saat praktikum sehingga dapat berjalan dengan
lancar. Serta asisten diharapkan tetap disiplin pada praktikan agar tidak terjadi
keterlambatan saat melakukan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Anam C., Sirojudin, dan Firdaus K. S., 2010, Analisis Gugus Fungsi pada sampel
uji, Bensin dan Spritus Menggunakan Metode Spektroskopi FTIR
Jurnal Berkala Fisika,10 (1).
Cahyono A. D., dan Agung R. T., 2012, Pemanfaatan Fly Ash Batubara Sebagai
Adsorben dalam Penyisihan COD dari Limbah Cair Domestik Rumah
Susun Wonorejo Surabaya, Jurnal ilmiah teknik Lingkungan,4 (2).
Goldberg D. E., 2008, Kimia untuk Pemula, Erlangga, Jakarta.
Radiman C. L., Yuliany., dan Veinardi, S., 2011, Pengaruh Media Perendam
Terhadap Permeabilitas Membran Polisulfon, Jurnal Matematika dan
Sains, 7 (2).
Siswoyo R., 2009, Kimia Organik, Erlangga, Jakarta.