Anda di halaman 1dari 7

SKILL LAB 2

CHILD IMMUNIZATION 1

I.

LOADING COLD-CHAIN EQUIPMENT:


1. Refrigerators (penyimpanan vaksin ke dalam kulkas):
Persiapan alat:
a. Pastikan listrik mengalir, refrigerator menyala.
b. Pastikan jarak refrigerator dengan dinding/tembok di belakangnya

c.
d.
e.
f.

10 cm.
Tidak dekat dengan jendela yang terdapat keluar masuknya cahaya.
Ada refrigerator compartment, freezing compartment.
Pastikan dalam suhu 2-8oc (Termometer harusnya di dalam kulkas).
Lihat freeze watch yang ditempel dibelakang kulkas, jika ada
perubahan warna dari putih menjadi abu berarti vaksin pernah beku
dan kulkas pernah bersuhu <2oc sehingga vaksin mati sudah rusak
dan harus diganti.
Jika kulkas bersuhu > 8o C, vaksin yang hidup tidak bisa dipakai

( yang ini ga tau ada perubahan warna atau tidak. Waktu skill
sama dr Zul ini di awal, tp di buku skillnya ada di monitoring.
Tolong konfirmasi ya).
g. Simpan dan bekukan frozen

ice-packs

di

dalam

compartment.

Page 1 of 7 Draft OSCE Tropical Medicine SystemSEROTONINE

freezer

Setelah alat siap, baru penyimpanan ^_^


Penyimpanan:
h. Tentukan dulu vaksin hidup atau mati:
Vaksin hidup: BCG, polio, campak (suka suhu dingin, simpan

dekat freezer).
Vaksin hidup dalam bentuk bubuk kecuali polio. Jika sudah

mencair, tidak bisa dipakai.


Vaksin mati: hepatitis, DPT (suka di suhu kamar, jauh dari
freezer).
i. Vaksin layak pakai atau tidak:
1. Lihat tanggal kadaluarsa.
2. Lihat dari VVM (Vial Vaccin Monitor), untuk yang berbentuk
vial:
o Jika warna kotak yang ditengah lebih tua dari yang luar,
maka tidak bisa dipakai.
o Jika warna kotak yang di tengah lebih muda dari yang luar,
maka masih bisa dipakai.
o Jika warna hitamnya sama, segera dipakai.

Page 2 of 7 Draft OSCE Tropical Medicine SystemSEROTONINE

3. Tes kocok: untuk vaksin mati (di bukunya ini ada di paling
akhir):
o Lihat vaksin kontrolnya.
o Vaksin yang akan dipakai kita kocok, dan lihat setelah 30
menit.
o Jika sudah cloudy tapi tidak menggumpal, maka segera
dipakai.
o Jika belum ada perubahan warna, berarti masih bisa dipakai.
o Jika sudah ada gumpalan, maka tidak bisa dipakai.
4.
Tes warna : untuk polio:
o Jika sudah berwarna merah, maka tidak bisa dipakai.
5.
Penutup vaksin:
o Jika sudah terbuka, maka tidak bisa dipakai.
j. Semua vaksin dan diluents disimpan di refrigator compartment.
k. Susun kotak vaksin dengan jarak sekitar 2 cm (1 jari) untuk
sirkulasi udara (jaraknya pastikan lagi ya..).
l. Simpan vaksin dan diluent disebelahnya yang telah dibuka di tempat
yang diberi label use 1st box untuk digunakan pertama kali pada
sesi berikutnya. (vaksin yang akan segera kadaluarsa, simpan paling
depan).
m. Jaga vial dengan melihat VVM (vial vaccine monitor) yang
menunjukkan vaksin telah terpapar panas di tempat yang diberi
label use 1st box untuk digunakan pertama kali pada sesi
berikutnya ( yang ini kurang ngerti -_- tanyakan lagi ya) .
n. Hanya vaksin dengan kondisi baik yang disimpan di dalam
refrigerator.

Page 3 of 7 Draft OSCE Tropical Medicine SystemSEROTONINE

o. Simpan ice-packs juga di rak dasar dan di pintu refrigerator (untuk


mempertahankan suhu jika listrik mati):
o Vaksin hidup (ex BCG, polio, dan campak); di refrigerator
compartement yang paling atas, yaitu di dekat freezer (2-8 0C).
o Vaksin mati (ex Hepatitis B, kombo DPH hepatitis B, DT); di
refrigerator compartement paling bawah yaitu yang paling jauh
dari freezer (2-80C).
p. Simpan vaksin pada lokasi yang tepat :
o Refrigerator dengan freezer di atasnya (yang ini tidak

dijelaskan sama dr Zul, pastikan lagi):


Vaksin measles, MR, MMR, BCG dan OPV disimpan di rak

atas.
Vaksin DTP, DT, Td, TT, Hepatitis B, DTP Hep B + Hib,

meningococcal, yellow fever, dan JE disimpan di rak tengah.


Diluent disimpan di sebelah vaksin.
Ice-lined refrigerator (ini juga tidak dijelaskan dr Zul):
Vaksin yang freeze sensitive disimpan hanya di atas (DTP;
TT;

HepB,

Hib,

DTP

HepB,

Hib;

DTP-Hep+Hib,

meningococcal, yellow fever, and JE vaccine).


Vaksin measles, MR, MMR, BCG, dan OPV disimpan hanya di

bawah.
q. Tutup refrigerator:
o Pastikan refrigerator menutup sempurna.
o Refrigerator hanya boleh dibuka maksimal 2 kali.

2. Cold Boxes and Lined Refrigerators:


Simpan vaksin pada cold box atau vaccine carrier:

Page 4 of 7 Draft OSCE Tropical Medicine SystemSEROTONINE

a. Keluarkan frozen ice-packs yang diperlukan dari freezer, tutup


kembali pintu freezer, pastikan tertutup dengan baik.
b. Biarkan ice-paks pada suhu ruangan sampai es mencair dan air mulai
terbentuk.
c. Simpan ice-packs di ke empat sisi vaccine carrier atau cold box dan di
bagian dasar cold box jika perlu.
d. Simpan vaksin dan diluent di bagian tengah cold box.
Vaksin hidup disimpan dekat dengan ice packs. Vaksin mati disimpan jauh atau
ditengah ice packs.
e. Masukkan indicator dingin/thermometer di dalam pack.
f. Simpan foam pad (seperti sterofoam yang ada bolong2 kecil) pada
bagian atas ice packs. Simpan ice packs diatas vaksin.
g. Tutup vaccine carrier dengan rapat.
II.

MONITOR AND ADJUST THE TEMPERATURE:


Monitor:
a. Temperatur:
Jika < 20 C:
o Putar thermostat knob ke suhu yang lebih hangat.
o Cek pintu freezer, pastikan dapat tertutup dengan baik.
o Cek freeze-sensitif vaccine (dengan shake test untuk vaksin2
mati).
o NB: Lihat freeze watch yang ditempel dibelakang kulkas, jika
ada perubahan warna dari putih menjadi abu berarti vaksin
pernah beku dan kulkas pernah bersuhu <2 oC dan vaksin mati
sudah rusak dan harus diganti. Dan jika kulkas bersuhu > 8 o C

Page 5 of 7 Draft OSCE Tropical Medicine SystemSEROTONINE

maka vaksin hidup tidak bisa dipakai ( tidak tahu ada perubahan

warna atau tidak, pastikan lagi ya).

Jika > 80 C:
o Cek karosene, gas supply dan power supply, pastikan tersedia.
(ini ga ngerti, ga dijelaskan).
o Cek pintu refrigerator, pastikan dapat tertutup dengan baik.
o Cek frost (es), apakah frost mencegah udara dingin mengalir
dari freezer ke kompartemen refrigerator.
o Putar thermostat knob ke suhu yang lebih dingin.
o Jika suhu tidak dapat dipertahankan antara 2 0 80 C, simpan

vaksin di tempat lain sampai refrigerator diperbaiki.


b. Mempertahankan temperature di dalam cold boxes & vaccine carrier:
Tempatkan sejumlah es pack di cold box atau vaccine carrier.
Jaga cold box atau vaccine carrier dari sinar matahari langsung
(shade).
Jaga tutupnya tetap rapat.
Gunakan foam pad untuk menyimpan vaksin selama imunisasi.
c. Shake test ( sebenarnya ini sudah di awal saat pengecekan vaksin layak

pakai atau tidak. Tapi konfirmasi lagi).


Untuk mengetes vaksin yang sudah membeku:
o Siapkan
kontrol
(vaksin
yang

telah

mengalami

pembekuan)/control sample.
o Ambil sampel (vaksin yang akan dites).
o Kocok kontrol dan sample selama 10 15 detik dengan metode
angka 8.
o Biarkan sesaat.
o Observasi dalam waktu 30 60 menit:
Nilai sedimentation rate.

Page 6 of 7 Draft OSCE Tropical Medicine SystemSEROTONINE

Jika sama atau lebih cepat dengan kontrol maka sampel


rusak dan tidak dapat digunakan.

MIND MAPPING:
A. Persiapan alat:
1. Refrigerator:

Syarat2
Lihat freeze watch
Tempatkan cool pack

B. Penyimpanan vaksin di refrigerators:


Vaksin mati/hidup?
Vaksin layak digunakan / tidak? (4 cara).
Penyimpanan vaksin.
C. Penyimpanan vaksin di cold packs atau vaccine carrier
D. Monitor Suhu:
Di refrigerators
Di cold pack
Shake test ??

Created by: Indra Destia

Page 7 of 7 Draft OSCE Tropical Medicine SystemSEROTONINE