Anda di halaman 1dari 39

RANCANGAN PELAKSANAN PEMBELAJARAN

Mata pelajaran

: Kimia

Kelas/semester

: XI/I

Tema

: Hidrokarbon dan Minyak Bumi

Sub tema

: Alkana

Alokasi waktu

: 2 X 45 menit

A. Kompetensi Inti
Kompetensi inti pada pembelajaran ini adalah:
1. Menanggapi dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, rasa
ingin tahu, percaya diri, toleran, motivasi internal, pola hidup sehat, dan
ramah lingkungan) dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) dalam, ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
keagamaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian yang tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji berbagai hal dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan
ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
1.1.
Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia,
laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan
tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya
bersifat tentatif.
Indikator :

1. Menunjukkan rasa syukur adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon,


termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid
sebagai wujud kebesaran Tuhan YME.
2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur,
objektif, terbuka,

mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti,

bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif)


dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang
diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
Indikator :
2. Menunjukkan perilaku jujur, kerja keras, dan tanggung jawab dalam
kegiatan diskusi.
3. Menunjukkan perilaku menghargai kerja individu dan kelompok,
toleransi, dan komunikatif dalam melakukan diskusi.
3.1. Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan
pemahaman kekhasan atom karbon dan penggolongan senyawanya.
Indikator :
4. Memahami tentang struktur, penggolongan senyawa hidrokarbon, dan
tata nama senyawa hidrokarbon (alkana, alkena, alkuna) yang
berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon.
5. Menentukan jenis isomer dan jumlah isomer struktur senyawa
4.1.

hidrokarbon (alkana, alkena, dan alkuna).


Mengolah dan menganalisis struktur

dan

sifat

senyawa

hidrokarbon berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon dan


penggolongan senyawanya.
Indikator :
6.Menyajikan hasil diskusi tentang tentang cara struktur dan sifat
senyawa hidrokarbon.
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi pelajaran, siswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan kekhasan atom karbon
2. Menjelaskan jenis-jenis rantai karbon
3. Menggambarkan struktur alkana
4. Menjelaskan tatanama alkana
5. Menggambarkan isomer pada alkana
6. Menjelaskan sifat alkana
D. Materi Pembelajaran
Materi : Hidrokarbon

1. Senyawa hidrokarbon (Identifikasi atom C,H dan O)


2. Kekhasan atom karbon
3. Atom C primer, sekunder , tersier, dan kuarterner
4. Struktur Alkana
5. Isomer
6. Sifat sifat fisik alkana
E. Strategi Pembelajaran
1.
2.
3.
informasi, tanya jawab

Pendekatan
Model pembelajaran
Metode pembelajaran

: Saintifik
: Jigsaw
:
Diskusi

F. Langkah-Langkah Pembelajaran
G.
H. Alok

I. Langk

asi

ah

Wakt

Pembe

u
O. 10
meni

J. Deskripsi Pembelajaran
M.

lajaran
Penda

P.

huluan

Kegiatan Guru

Guru meminta siswa untuk berdoa sebelun Peserta didik memulai kegiatan dengan berdoa

kegiatan belajar dimulai.


Peserta didik diberi pertanyaan penggiring tentang atom
Guru bertanya tentang atom hidrogen dan atom
hidrogen dan atom karbonsebelum menerima pelajaran
karbon sebelum memulai materi pelajaran
senyawa hidrokarbon
hidrokarbon.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang Menyampaikan tujuan pembelajaran
diharapkan akan tercapai setelah kegiatan Menginformasikan cara belajar siswa (metode mengajar)
pembelajaran dan menjelaskan metode yang

R.
menit

70

S. Inti
T.
U. Meng
amati
(Obse

N. Kegiatan Siswa

digunakan dalam kegiatan pembelajaran.


CS.
CT.
Guru meminta siswa mengamati gambar rantai
karbon :
CU.

Q.
DN.
DO.

Siswa mengamati tentang gambar rantai karbon yang


diberikan guru.

rving)
V.
W.
X.
Y.

CH CH CH CH
3
2
2
3

DP.

C H
4 10
butana

Z.
AA.
DQ.
AB.

H C=CHCH CH
2
2
3

H C=CHCH CH
2
2
3
AC.
AD.
AE.

AG.

1-Butena

1-Butena
CV.

AF.

H
C4 8

H
C4 8

DR.
HCCCH CH
2
3

HCCCH CH
2
3
H
C4 6

H
C4 6
1-Butuna

AH.

Guru meminta siswa untuk mengkaji

dari berbagai sumber tentang sifat-sifat


AI.

fisik senyawa alkana.

Siswa mengkaji dari berbagai sumber tentang sifat


sifat fisik senyawa alkana.

DS.

AJ.

CW.

DT.

AK.

CX.

DU.
DV.

AL.

DW.
DX.

AM.

DY.
DZ.

AN.

EA.
EB.

AO.

EC.
ED.

AP.

EE.

AQ.

EF.
EG.

AR.

EH.
EI.

AS.

EJ.
EK.

AT.

EL.

AU.

EM.
EN.

AV.

EO.

AW.

EP.
EQ.

AX.

ER.
ES.Siswa

AY.

bertanya setelah mengamati gambar tentang

rantai karbon:

AZ.
BA.

Apa perbedaan struktur ketiga gambar diatas ?


Mengapa nama ketiga gambar diatas berbeda ?
Bagaimana cara menentukan rumus umum senyawa

alkana berdasarkan gambar diatas ?


Bagaimana cara memberi nama senyawa alkana
menurut aturan IUPAC ?

BB.
BC.

ET.

Siswa

bergabung membentuk kelompok menjadi 4

kelompok terdiri dari 8 orang, dengan masing-masing


BD.

kelompok terdapat anak yang kemampuannya lebih dari

BE.

siswa yang lain (heterogen).


Siswa yang telah dipilih dari kelompok A, B, C, D

bergabung ke dalam kelompok baru yang disebut kelompok


BF.
BG.
BH.

CY.

BI.
BJ.Mena
nya
(Ques
tionin
g)

tim ahli yaitu tim ahli I, II, III, dan IV.


tiap-tiap tim ahli mendiskusikan subtema yang sudah

ditentukan.
Tiap kelompok besar (tim ahli) diberi Lembar Kerja Siswa

(LKS) yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus

Guru mendorong siswa untuk bertanya setelah


mengamati gambar tentang rantai karbon.
CZ.
DA.
DB.

DC.
DD.
DE.
DF.
Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok yaitu

didiskusikan tentang senyawa hidrokarbon dan aplikasi

sikap yang harus dimiliki dalam kaitannya dengan senyawa

hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari.


Setelah berdiskusi dalam kelompok besar (tim ahli),

masing-masing perwakilan dari kelompok kecil (A, B, C, D)

kembali ke kelompoknya dan menyampaikan hasil diskusi

masing-masing perwakilan dalam kelompok besar tersebut

BK.

kelompok A, B, C, dan D yang beranggotakan 8

di dalam kelompok kecil secara bergantian.


EU.

BL.

orang untuk tiap-tiap kelompok secara heterogen.


Setiap 2 orang dari kelompok A, B, C, D

Siswa dalam kelompok kecil mendiskusikan kembali hasil

bergabung ke dalam kelompok baru yang disebut


BM.
BN.

BO.

kelompok tim ahli yaitu tim ahli I, II, III, dan IV.

DG.
Guru menginstruksikan kepada tiap-tiap tim ahli

EX.

ditentukan.
DH. Subtema

EY.

BP.

2. Ikatan pada rantai karbon

BQ.

3. Tata nama alkana

EZ.
FA.
FB.
FC.

4. isomer

Menalar/

DJ.

(Eksp
erime

Guru meminta kepada setiap kelompok kecil

Setiap kelompok kecil menampilkan hasil diskusi di depan


kelas

secara

bergantian

dan

kelompok

yang

lain

menanggapi.
Siswa melakukan tanya jawab antara kelompok yang

presentasi dan kelompok lain yang tidak presentasi.


Siswa mencatat hasil kesimpulan dalam masing-masing

DI.

kan

nting)

untuk

terlibat dalam diskusi.

umpul
Data

Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru


memperhatikan dan mendorong siswa

Meng

EW.

untuk mendiskusikan subtema yang sudah

1. Kekhasan atom karbon

BR.

yang diperoleh tim ahli.


EV.
Siswa mencoba membahas LKS dalam kelompok kecil.

untuk mendiskusikan hasil yang diperoleh tim


ahli.
Guru mengarahkan semua siswa dan

buku siswa.
Siswa mengerjakan langsung pada masing-masing bukunya.
Setelah siswa dapat mengerjakan semua soal pada masing-

masing bukunya, kemudian siswa saling tukar jawaban

BS.

memberikan penguatan terhadap materi yang

dengan teman sebangku, siswa yang lain mencocokkan hasil

BT.

sudah

jawaban temannya.

didiskusikan

secara

bersama-sama

mengenai senyawa hidrokarbon dan aplikasinya


BU.

yang dapat dijumpai dalam kehidupan seharihari agar materi yang disampaikan menjadi

BV.

lebih sempurna.
DK.

BW.

Guru meminta tiap kelompok kecil untuk


mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

BX.

DL.

BY.
BZ.
CA.
CB.

Guru dapat mengarahkan siswa dalam membuat


kesimpulan tentang perbedaan dari masing-

masing senyawa hidrokarbon.


Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap
kelompok.
Guru memberikan

soal yang terkait dengan

senyawa hidrokarbon.
Guru menunjuk salah satu siswa untuk mengerja
kan soal tersebut di papan tulis sesuai keinginan

FD.

CC.
CD.

guru secara acak,


Guru memberikan reward terhadap siswa yang
aktif dalam diskusi dikelas dan kelompok
presentasi yang aktif.

CE.
CF.
CG.
CH.
Mengasos
iasika
n
CI.
CJ.
CK.
CL.

DM.

CM.
CN.
CO.
CP.
CQ.
CR.
Mengko
munik
FE.
10 menit

asikan
FF. Penut

up

Menyimpulkan materi yang telah dibahas.


Menginformasikan materi reaksi pada
senyawa hidrokarbon yang akan dibahas untuk
pertemuan selanjutnya.

FH.

FG.

FI.
FJ. G. Media dan Sumber Belajar
FK.

a.

Media Belajar

FL.

1.

LKS

FM.

2.

LCD

FN.

3.

Papan tulis

FO.

4.

Spidol

5.

Model Atom/molymod/plastisin

FP.
FQ.

b.

Sumber Belajar

1.

Buku ajar dan


buku kimia kelas XI

2.

Internet
FR.

H. Penilaian
1. Instrumen Penilaian Sikap
a. Melalui observasi
GB.
J
u
FW.
FS.
N

Tanggu
FT. Nama
Siswa

FU.

ng

Disiplin
FV.

ja
wa
b

FX.J
u

FY.

FZ.

GA.

Tel

Kr

Pe

l
a
h

u
r

S
k
o
r

GD.
1

GL.
GE.

GF.

GG.

GH.

GI.

GJ.

GK.

GN.
2
GX.
3
HH.
4
HR.
5
IB.
6

GV.
GO.

GP.

GY.

GZ.

HI.

HJ.

HS.

HT.

IC.

ID.

IL.

Indikator
ilmiah

GQ.

GR.

HA.

HB.

HK.

HL.

HU.

HV.

IE.

IF.

GS.

GT.

GU.

HC.

HD.

HE.

HM.

HN.

HO.

HW.

HX.

HY.

IG.

IH.

II.

: Peserta didik menunjukkan perilaku

disiplin, tanggung

jawab, jujur,

teliti dalam

kegiatan pembelajaran
IM. Cara pengisian lembar penilaian sikap adalah dengan memberikan
skor pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan terhadap peserta
didik selama kegiatan yaitu:.
IN.
Skor 1, jika tidak pernah berperilaku dalam kegiatan
IO.
Skor 2, jika 2-3 kali berperilaku dalam kegiatan
IP.Skor 3, 4-5 berperilaku dalam kegiatan
IQ.
Skor 4, diatas 6 kali berperilaku dalam kegiatan
IR.
Penilaian sikap untuk setiap peserta didik dapat

A. PREDIKA
T
C. Sangat

menggunakan rumus dan predikat berikut:


IS.
B. NILAI
IT.
D. 80

Baik ( SB)

AB

E. Baik (B)

100
F. 70 B

G. Cukup (C)

79
H. 60 C

I. Kurang (K)

69
J. <60

JF.
JG.
JH.

IU.
IV.
IW.
IX.
IY.
IZ.
JA.
JB.
JC.
JD.
JE.

HF.
HP.
HZ.
IJ.

JI.
JJ.
b. Melalui penilaian diri
1. Penilaian diri setelah peserta didik selesai belajar satu KD
JK.
JL.
Penilaian Diri
JM.
JN.

Topik : Minyak bumi


JO.

JP.

Nama: Nur Fajar Rahmi

JQ.

Kelas : XI

JR.
Setelah mempelajari materi minyak bumi, Anda dapat melakukan

JS.

penilaian diri dengan cara memberikan tanda V pada kolom yang tersedia
sesuai dengan kemampuan.
JT.
JW.

JU.
N

Su
dah

JV.Pernyataan

Memaha
mi

JY.JZ.

Memahami

JX.Belum
Memaha
mi

KA.

KB.

KF.

KG.

KJ.

KK.

KN.

KO.

KR.

KS.

1 kekhasan atom karbon.


KC.
KD.

Memahami jenis

2 jenis rantai karbon.


KE.
KH.
KI.

Menggambarkan

3 isomer pada alkana.


KL.
KM.

Menggambarkan

4 struktur alkana.
KP.
KQ.

Memahami

5 nama alkana.

tata

KT.
KU.

Memahami

sifat

KV.

KW.

6 alkana.
KX.
KY.
KZ.
LA.
LB.
LC.
LD.

K.
No
W.

REKAPITULASI PENILAIAN DIRI PESERTA DIDIK


LE.
LF.
Mata Pelajaran : Kimia
LG. Topik/Materi : Minyak bumi
LH.
Kelas : XI
LI.

M.
Skor Pernyataan
Na
LK. NilaiPenilaian
peserta didik
rumus
N.
Jumlah:
Diri dapat menggunakan
ma LL.
R.
1 S.
2 T.
3
LM.
X.
Y.
Z.
AA.
AB.
L.LJ.

O.
Nilai
AC.

LN.

1
AD. AE.

AG.

AH.

AI.

AJ.

LP. AM.

AN.

AO.

AP.

AQ.

3
AR. AS.

LQ. AT.

AU.

AV.

AW.

AX.

4
AY. AZ.

LR.

BA.

BB.

BC.

BD.

BE.

LT. BH.

BI.

BJ.

BK.

BL.

LO.

2
AK. AL.

AF.

LS.

5
BF. BG.
6

LU.
a. Penilaian antar Peserta Didik
LV.
LW.
LX.

Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Topik/Subtopik

:
:
: Alkana

Kimia
X/1

LY.

Indikator

Peserta didik menunjukkan

perilaku kerja sama, santun, toleran, responsif dan


proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan
memecahkan masalah dan membuat keputusan.
LZ.
MA.

Format Penilaian

MB.
MC.

Penilaian antar Peserta


Didik

MD.
: Alkana
ME.

Topik/Subtopik

MF.Nama

Teman

yang

dinilai : Nama Penilai :


Tanggal

Penilaian :
-

Amati perilaku temanmu dengan cermat selamat mengikuti

pembelajaran Kimia.
Berikan tanda v pada kolom yang disediakan berdasarkan

hasil pengamatannu.
Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu.

MG.

MH.

No

Perilaku

MI.

Dilakukan/m

ML.

uncul
Y MM.

DAK

MN.

MO.

menerima

MP.

1.
MR.

pendapat teman.
MS. Memaksa teman untuk

MT.

2.
MV.

menerima pendapatnya.
MW. Memberi
solusi

MX.

MY.

3.

terhadap

MZ.

bertentangan.
NA. Mau

NB.

NC.

4.
ND.

dengan semua teman.


NE. Menyampaikan

NF.

NG.

5.

Mau

TI

pendapat

MU.

yang

bekerjasama

pendapat dengan santun.


NH.

MQ.

NI.
NJ.
NK.

Pengolahan Penilaian:

1. Perilaku/sikap pada instrumen di atas ada yang positif (no 1. 2dan 4) dan
ada yang negatif (no 2) Pemberian skor untuk perlaku positif = 2, Tidak =
1. Untuk yang negatif Ya = 1 dan Tidak = 2
2. Selanjutnya

guru dapat membuat rekapitulasi

hasil penilaian

menggunakan format berikut:

NL. NM.

NN.

NO.

Skor Perilaku

mlah

NS.

NT.

NU.

NV.

NW.

NZ.

1
OA.OB.

2
OC.

3
OD.

4
OE.

5
OF.

1
OI.

OJ.OK.

OL.

OM.

ON.

2
OR.

OS.OT.

OU.

OV.

3
PA.

PB.PC.

PD.

4
PJ.

PK.PL.

5
PS.

PT.PU.

No

ama

QF.
QG.
QH.

NY.

OO.

OP.

OQ.

OW.

OX.

OY.

OZ.

PE.

PF.

PG.

PH.

PI.

PM.

PN.

PO.

PP.

PQ.

PR.

PV.

PW.

PX.

PY.

PZ.

QA.

Nilai peserta didik dapat menggunakan rumus:

QE.

OH.

QB.

QD.

Nila

OG.

6
QC.

NX.

Ju NP.

QI.
QJ.
2. Instrumen Penilaian Pengetahuan
QK.
Tes Tertulis
- Soal Pilihan Ganda
QL.
Topik : Minyak bumi
QM.
Indikator : siswa dapat menyebutkan fraksi minyak bumi
1. Senyawa berikut yang bukan merupakan minyak bumi adalah ... .
A. nafta
B. kerosin
C. bensin
D. Aspal
E. Keton
QN.
1. Instrumen Penilaian Keterampilan
QO.

Indikator:

Siswa

mampu

melakukan

penyusunan

desain,

pengumpulan data, analisis data menyiapkan laporan tertulis.


QP.

Mata Pelajaran

QQ.

: kimia
Nama Proyek
: makalah

QR.

QS.

Guru Pembimbing

QT.
QU.

:
:
:

Nama
Kelas

Alokasi Waktu
: 2 minggu

QV.

QW.

QX.

QY.

ASPEK

QZ.

SKOR (1 -

5)

RA. RB.
PERENCANAAN :
a.
1
- Pengumpulan bahan inforrmasi
-

(buku,internet,dll)
Gambar
RC.

RD.

RE.
a.
2
b.
c.
d.
RH.
a.
3
b.
c.

RF.PELAKSANAAN :
Keakuratan Sumber Data / Informasi
Kuantitas Sumber Data
Analisis Data
Penarikan Kesimpulan
RI. LAPORAN PROYEK :
Sistematika Laporan
Performans
Presentasi
RK.
TOTAL SKOR

RG.

RJ.4

RL.

RM.
a. Jenis tagihan

Tugas Individu

Ulangan Harian

b. Bentuk instrument

Tes tertulis (essay)

Tes tertulis (pilihan ganda)


RN.

RO.
RP.
RQ.
RR.
RS.

Mengetahui :

RT.

Kepala Sekolah,

Samarinda,
Guru

Mata Pelajaran,
RU.
RV.
RW.
RX.

..
.

RY.
RZ.
SA. SB.
SC. SD.

NIP.

NIP.

13

A.

SE.HIDROKARBON
SF.
Kekhasan / Keunikan Atom Karbon
o Terletak pada golongan IVA dengan Z = 6 dan mempunyai 4 elektron
valensi.
o Untuk mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai
kemampuan membentuk 4 ikatan kovalen yang relatif kuat.
o Atom karbon dapat membentuk ikatan antar karbon; berupa ikatan
tunggal, rangkap dua atau rangkap tiga.
o Atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai (ikatan yang
panjang).
o Rantai karbon yang terbentuk dapat bervariasi yaitu : rantai lurus,

B.

bercabang dan melingkar (siklik).


SG.
Kedudukan Atom Karbon
SH.
Dalam senyawa hidrokarbon, kedudukan atom karbon dapat
dibedakan sebagai berikut :
Atom C primer
: atom C yang mengikat langsung 1 atom C yang
lain
Atom C sekunder

: atom C yang mengikat langsung 2 atom C yang

lain
Atom C tersier

: atom C yang mengikat langsung 3 atom C yang

lain
Atom C kuarterner

: atom C yang mengikat langsung 4 atom C yang

lain
SI.
Contoh :

CH3
1o

SJ.
SK.

C.

CH2
2o

CH2
2o

1o/ 2o
C2H5
o
4o 3
CH3
C
C
1o
CH3 CH3
1o
1o

Keterangan :
SL. 1o = atom C primer ( ada 5 )
SM.2o = atom C sekunder ( ada 3 )
SN. 3o = atom C tersier ( ada 1 )
SO. 4o = atom C kuarterner ( ada 1 )
Klasifikasi / Penggolongan Hidrokarbon (terdiri dari atom C dan H)
a. Berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya :

Hidrokarbon jenuh =

senyawa

hidrokarbon yang ikatan antar atom


karbonnya merupakan ikatan tunggal.
Hidrokarbon tak jenuh
=
senyawa hidrokarbon yang memiliki
1 ikatan rangkap dua (alkena) atau lebih
dari 1 ikatan rangkap dua (alkadiena),
atau ikatan rangkap tiga (alkuna).
SP.
b. Berdasarkan bentuk rantai karbonnya :
Hidrokarbon alifatik
=
senyawa hidrokarbon dengan rantai
terbuka jenuh (ikatan tunggal) maupun
tidak jenuh (ikatan rangkap).
Hidrokarbon alisiklik
=
senyawa hidrokarbon dengan rantai
melingkar / tertutup (cincin).
Hidrokarbon aromatik
=
senyawa hidrokarbon dengan rantai
melingkar

(cincin)

yang

mempunyai

ikatan antar atom C tunggal dan rangkap


secara

selang-seling

(konjugasi).
D.

Skema Klasifikasi Hidrokarbon

bergantian

SQ.
SR.
1. ALKANA
o Adalah hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka
dan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal.
o Rumus umum alkana yaitu : CnH2n+2 ; n = jumlah atom C
A. Deret Homolog Alkana
SS.

Adalah suatu golongan / kelompok senyawa karbon dengan rumus

umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku
berturutannya mempunyai beda CH2.
ST.
Sifat-sifat deret homolog :
o Mempunyai sifat kimia yang mirip.
o Mempunyai rumus umum yang sama.
o Perbedaan Mr ( massa molekul relatif ) antara 2 suku berturutannya
sebesar 14.
o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya.
B. Tata nama deret homolog sesuai jumlah karbonnya:
SU.

Jum

SV.Rumus

lah Atom C

Molekul

SX.

TA.

SY.

CH4

TB.

C2H

SW.
ama

SZ.Metana
TC.

TE.

E
tana

TD.

C3H

TF.Propana

TG.

TJ.5

TH.

C4H10

TK.

C5H12

TI. Butana
TL.

P
entana

TM.

TN.

C6H14

TO.

H
eksana

TP.7

TQ.

C7H16

TR.

H
eptana

TS.8

TT.

C8H18

TU.

O
ktana

TV.

TW.

C9H20

TX.

N
onana

TY.

10

TZ.

C10H22

UA.

D
ekana

UB.
C. Tata Nama Alkana
UC. Berdasarkan aturan dari IUPAC ( nama sistematis ) :
1. Nama alkana bercabang terdiri dari 2 bagian :
a. Bagian pertama (di bagian depan) merupakan nama cabang.
b. Bagian kedua (di bagian belakang) merupakan nama rantai induk.
2. Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Jika terdapat 2
atau lebih rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai
cabang terbanyak.
3. Rantai induk diberi nama alkana sesuai dengan panjang rantai (tabel
7.3 halaman 50).
4. Cabang diberi nama alkil yaitu nama alkana yang sesuai, tetapi dengan
mengganti akhiran anamenjadi il. Gugus alkil mempunyai rumus
umum : CnH2n+1 dan dilambangkan dengan R.
5. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Untuk itu rantai induk
perlu dinomori. Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk
sedemikian rupa sehingga posisi cabang mendapat nomor terkecil.
6. Jika terdapat 2 atau lebih cabang sejenis, harus dinyatakan dengan
awalan di, tri, tetra, penta dst.
7. Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai dengan urutan abjad dari
nama cabang tersebut. Awalan normal, sekunderdan tersierdiabaikan.
Jadi n-butil, sek-butil dan ters-butil dianggap berawalan b-.
8. Awalan iso-tidak diabaikan. Jadi isopropil berawal dengan huruf i- .
9. Awalan normal, sekunder dan tersierharus ditulis dengan huruf cetak
miring.
10. Jika penomoran ekivalen (sama) dari kedua ujung rantai induk, maka
harus dipilih sehingga cabang yang harus ditulis terlebih dahulu
mendapat nomor terkecil.
UD. Kesimpulan :

UE.

Berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas, penamaan alkana

bercabang dapat dilakukan dengan 3 langkah sebagai berikut :


1) Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang
terbanyak.
2) Penomoran, dimulai dari salah 1 ujung sehingga cabang mendapat
nomor terkecil.
3) Penulisan nama, dimulai dengan nama cabang sesuai urutan abjad,
kemudian diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabang dinyatakan
dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan
tanda koma (,) antara angka dengan huruf dipisahkan dengan tanda
jeda (-).
UF. KEISOMERAN
UG. Isomer adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul
yang sama tetapi mempunyai struktur atau konfigurasi yang berbeda.
UH. Struktur berkaitan dengan cara atom-atom saling berikatan,
sedangkan konfigurasi berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam
molekul.
UI.
Keisomeran dibedakan menjadi 2 yaitu :
1)Keisomeran struktur : keisomeran karena
UJ.

perbedaan struktur.
Dibedakan menjadi 3 yaitu :
a) keisomeran kerangka

jika

rumus molekulnya sama tetapi rantai


induknya (kerangka atom) berbeda.
b) keisomeran posisi
:
jika
rumus molekul dan rantai induknya
(kerangka atom) sama tetapi posisi
cabang/gugus penggantinya berbeda.
c) keisomeran gugus fungsi (materi kelas
XII IPA).
2)Keisomeran ruang

keisomeran

karena perbedaan konfigurasi (rumus molekul


UK.

dan strukturnya sama).


Dibedakan menjadi 2 yaitu :
a) keisomeran geometri

keisomeran karena perbedaan arah

(orientasi) gugus-gugus tertentu dalam


UL.

molekul dengan struktur yang sama.


Keisomeran geometri menghasilkan

2 bentuk isomer yaitu bentuk cis (jika gugusgugus sejenis terletak pada sisi yang sama) dan
bentuk trans (jika gugus-gugus sejenis terletak
berseberangan).
b) keisomeran optik (materi kelas XII
IPA).
D. Keisomeran pada Alkana
o Tergolong keisomeran struktur yaitu perbedaan kerangka atom
karbonnya. Makin panjang rantai karbonnya, makin banyak pula
kemungkinan isomernya.
o Pertambahan jumlah isomer ini tidak ada aturannya. Perlu diketahui
juga bahwa tidak berarti semua kemungkinan isomer itu ada pada
kenyataannya.
UM.
Misalnya : dapat dibuat 18 kemungkinan isomer dari
C8H18, tetapi tidak berarti ada 18 senyawa dengan rumus
molekul C8H18.
o Cara sistematis untuk mencari jumlah kemungkinan isomer pada
alkana :
a) Mulailah dengan isomer rantai lurus.
b) Kurangi rantai induknya dengan 1 atom C dan jadikan cabang
(metil).
c) Tempatkan cabang itu mulai dari atom C nomor 2, kemudian ke
nomor 3 dst, hingga semua kemungkinan habis.
d) Selanjutnya, kurangi lagi rantai induknya. Kini 2 atom C dijadikan
cabang, yaitu sebagai dimetil atau etil.
E. Sifat-Sifat Senyawa Alkana
UN.

a) Sifat-Sifat Fisis
Titik leleh dan titik didih yang tinggi. Pada suhu kamar,

suku-suku rendah berwujud gas, suku suku sedang berwujud cair, dan
suku-suku tinggi berwujud padat.

UO.
1)

b) Sifat Kimia
Berkaitan dengan reaksi kimia.
Reaksi-reaksi pada Alkana
UP. Alkana tergolong zat yang sukar bereaksi sehingga disebut
parafin yang artinya afinitas kecil. Reaksi terpenting dari alkana
adalah

reaksi

pembakaran,

substitusidan

perengkahan

(cracking).
a. Pembakaran
o Pembakaran sempurna alkana menghasilkan gas CO2 dan
H2O (uap air), sedangkan pembakaran tidak sempurna
menghasilkan gas CO dan uap air, atau jelaga (partikel
karbon).
b. Substitusi atau pergantian
o Atom H dari alkana dapat digantikan oleh atom lain,
khususnya golongan halogen.
o Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut
reaksi substitusi.
o Salah satu reaksi substitusi terpenting dari alkana adalah
halogenasi yaitu penggantian atom H alkana dengan
atom halogen, khususnya klorin (klorinasi).
o Klorinasi dapat terjadi jika alkana direaksikan dengan
klorin.
c. Perengkahan atau cracking
o Perengkahan adalah pemutusan rantai karbon menjadi
potongan-potongan yang lebih pendek.
o Perengkahan dapat terjadi bila alkana dipanaskan pada
suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen.
o Reaksi ini juga dapat dipakai untuk membuat alkena dari
alkana. Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat
gas hidrogen dari alkana.
UQ.
F. Sumber dan Kegunaan Alkana
UR. Alkana adalah komponen utama dari gas alam dan minyak bumi.
US. Kegunaan alkana, sebagai :
Bahan bakar
Pelarut

UT.
UU.
UV.
UW.
UX.
UY.
UZ.

Sumber hidrogen
Pelumas
Bahan baku untuk senyawa organik lain
Bahan baku industri

2. ALKENA
o Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu
ikatan rangkap dua

(C=C). Senyawa yang mempunyai 2 ikatan

rangkap 2 disebut alkadiena, yang mempunyai 3 ikatan rangkap 2 disebut


alkatriena dst.
o Rumus umum alkena yaitu : CnH2n ; n = jumlah atom C
A. Tata nama deret homolog sesuai jumlah karbonnya:
VA.

Jumla

VB.

Rumu

h Atom C

VC.

s Molekul

Na
ma

VD.

VE.

C2H4

VF.Etena

VG.

VH.

C3H6

VI. Propena

VJ.4

VK.

C4H8

VL.

Bu
tena

VM.

VN.

C5H10

VO.

Pe
ntena

VP.6

VQ.

C6H12

VR.

He
ksena

VS.

VT.

C7H14

VU.

He
ptena

VV.

VW.

C8H16

VX.

O
ktena

VY.

VZ.

C9H18

WA.

N
onena

WB.

10

WC.

C10H20

WD.

De
kena

B. Tata Nama Alkena


1) Nama alkena diturunkan dari nama alkana yang sesuai (yang jumlah
atom Cnya sama), dengan mengganti akhiran ana menjadi ena.
2) Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mempunyai ikatan
rangkap.
3) Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sedemikian
sehingga ikatan rangkap mendapat nomor terkecil.
4) Posisi ikatan rangkap ditunjukkan dengan awalan angka yaitu nomor
dari atom C berikatan rangkap yang paling tepi / pinggir (nomor
terkecil).
5) Penulisan cabang-cabang, sama seperti pada alkana.
C. Keisomeran pada Alkena
WE. Dapat berupa keisomeran struktur dan ruang.
a) Keisomeran Struktur.
Keisomeran struktur pada alkena dapat terjadi karena perbedaan

posisi ikatan rangkap atau karena perbedaan kerangka atom C.


Keisomeran mulai ditemukan pada butena yang mempunyai 3

isomer struktur.
Contoh yang lain yaitu alkena dengan 5 atom C.
b)
Keisomeran ruang
WF.
Keisomeran ruang pada alkena tergolong keisomeran
geometris yaitu : karena perbedaan penempatan gugus-gugus di sekitar
ikatan rangkap.
WG.
Contohnya :
o Keisomeran pada 2-butena. Dikenal 2 jenis 2-butena yaitu cis-2butena dan trans-2-butena. Keduanya mempunyai struktur yang
sama tetapi berbeda konfigurasi (orientasi gugus-gugus dalam
ruang).

o Pada cis-2-butena, kedua gugus metil terletak pada sisi yang sama
dari ikatan rangkap; sebaliknya pada trans-2-butena, kedua gugus
metil berseberangan.
WH.
Tidak semua senyawa yang mempunyai ikatan rangkap
pada atom karbonnya (C=C) mempunyai keisomeran geometris.
Senyawa itu akan mempunyai keisomeran geometris jika kedua atom
C yang berikatan rangkap mengikat gugus-gugus yang berbeda.
D. Sifat-Sifat Senyawa Alkena
a) Sifat-Sifat Fisis
WI.
Titik leleh dan titik didih yang tinggi. Pada suhu kamar,
suku-suku rendah berwujud gas, suku suku sedang berwujud cair, dan
suku-suku tinggi berwujud padat.
b) Sifat Kimia
WJ.
Berkaitan dengan reaksi kimia.
o Alkena lebih reaktif daripada alkana. Hal ini disebabkan karena
adanya ikatan rangkap C=C.
o Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut. Reaksi
penting dari alkena meliputi : reaksi pembakaran, adisi dan
polimerisasi.
a. Pembakaran
Seperti halnya alkana, alkena suku rendah mudah terbakar. Jika
dibakar di udara terbuka, alkena menghasilkan jelaga lebih
banyak daripada alkana. Hal ini terjadi karena alkena
mempunyai kadar C lebih tinggi daripada alkana, sehingga
pembakarannya menuntut / memerlukan lebih banyak oksigen.
Pembakaran sempurna alkena menghasilkan gas CO2 dan uap air.
b. Adisi (penambahan = penjenuhan)
Reaksi terpenting dari alkena adalah reaksi adisi yaitu reaksi
penjenuhan ikatan rangkap.
c. Polimerisasi
Adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana

menjadi molekul yang besar.


Molekul sederhanayang mengalami

monomer, sedangkan hasilnya disebut polimer.


Polimerisasi alkena terjadi berdasarkan reaksi adisi.

polimerisasi

disebut

Prosesnya sebagai berikut :


a) Mula-mula ikatan rangkap terbuka, sehingga terbentuk gugus
dengan 2 elektron tidak berpasangan.
b) Elektron-elektron yang tidak berpasangan tersebut kemudian
membentuk ikatan antar gugus, sehingga membentuk rantai.
WK.

E. Sumber dan Kegunaan Alkena


WL. Alkena dibuat dari alkana melalui proses pemanasan atau dengan
bantuan katalisator (cracking). Alkena suku rendah digunakan sebagai
bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.
WM.
3. ALKUNA
o Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu ikatan
rangkap tiga

(CC). Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap

3 disebut alkadiuna, yang mempunyai 1 ikatan rangkap 2 dan 1 ikatan


rangkap 3 disebut alkenuna.
o Rumus umum alkuna yaitu : CnH2n-2 ; n = jumlah atom C
A. Tata nama deret homolog sesuai jumlah karbonnya:
WN.

Jum

WO.

lah Atom C

Ru

WP.

mus

WQ.

Molekul
WR.
C2H

WT.

WU.

WW.

ama
WS.

E
tuna

C3H

WV.

4
WX.

C4H6

WY.

ropuna
B
utuna

WZ.
XC.
XF.7

5
6

C5H8

XB.

XD.

C6H10

entuna
XE.
H

XG.

C7H12

XH.

XA.

eksuna
H

XI. 8

eptuna
O

XJ.

C8H14

XK.

XM.

C9H16

XN.

C10H18

onuna
XQ.
D

ktuna
XL.
XO.

9
10

XP.

ekuna
B. Tata Nama Alkuna
Nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan

o
o

mengganti akhiran ana menjadi una.


Tata nama alkuna bercabangsama seperti penamaan alkena.

C. Keisomeran pada Alkuna


Keisomeran pada alkuna tergolong keisomeran kerangka dan posisi.
Pada alkuna tidak terdapat keisomeran geometris.
Keisomeran mulai terdapat pada butuna yang mempunyai 2 isomer.
D. Sifat-Sifat Senyawa Alkana
a)
XR.

Sifat-Sifat Fisis
Titik leleh dan titik didih yang tinggi. Pada suhu kamar,

suku-suku rendah berwujud gas, suku suku sedang berwujud cair, dan
b)

suku-suku tinggi berwujud padat.


Sifat Kimia
XS.
Berkaitan dengan reaksi kimia.
o Reaksi-reaksi pada alkuna mirip

dengan

alkena;

untuk

menjenuhkan ikatan rangkapnya, alkuna memerlukan pereaksi 2


kali lebih banyak dibandingkan dengan alkena.
o Reaksi-reaksi terpenting dalam alkena dan alkuna adalah reaksi
adisi dengan H2, adisi dengan halogen (X2) dan adisi dengan
asam halida (HX).
o Pada reaksi adisi gas HX (X = Cl, Br atau I) terhadap alkena
dan alkuna berlaku aturan Markovnikov yaitu :
XT. Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom
H yang berbeda, maka atom X akan terikat pada atom C yang
sedikit mengikat atom H
XU.Contoh :

CH2

XV.
XW.

CH

CH3 + HBr

CH2

CH

Br

CH3

Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah

atom H sama banyak, maka atom X akan terikat pada atom C


yang mempunyai rantai C paling panjang
XX.Contoh :
XY.
CH3

CH2

CH

CH

CH3 + HCl

CH3

CH2

E. Sumber dan Kegunaan Alkuna


XZ.

Alkuna yang mempunyai nilai ekonomis penting hanyalah etuna

(asetilena), C2H2. Gas asetilena digunakan untuk mengelas besi dan baja.
YA. Reaksi pembentukan etuna (asetilena) :
YB. 4 CH4 (g) + 3 O2 (g)
2 C2H2 (g) + 6 H2O (g)
YC. CaC2 (s) + 2 H2O (l)
Ca(OH)2 (aq) + C2H2 (g)
YD.
YE. SOAL
A. Pilihlah jawaban yang benar di bawah ini !
1.Nama yang tepat untuk senyawa di bawah ini adalah ... .

YF.
A. 2,5dietil3metilheksana
B. 2etil4,5dimetilheptana
C. 6etil3,4dimetilheptana
D. 3,4,6trimetiloktana
E. 3,5,6trimetiloktana
2.Nama senyawa di bawah ini adalah ... .

YG.
A. 3,5diisopropilheptana
B. 3,5dietil2,6dimetilheptana
C. 3,5dietil2,6,6trimetilheksana
D. 3etil2metil5isopropilheptana
E. 5etil6metil3isopropilheptana

CH

CH

Cl

CH

3.Nama IUPAC dari senyawa yang mempunyai rumus struktur seperti di


bawah ini adalah ... .

YH.
A. 2,3dimetilheksana
B. 2metilbutana
C. 1,2,2trimetilpropana
D. 2,3dimetilbutana
E. nheksana
4.Nama senyawa yang memiliki rumus struktur seperti di bawah ini
adalah ... .

YI.
A. 2metil2metilpropana
B. 2,2dimetilbutana
C. 2,2dimetilpropana
D. 2dimetilbutana
E. 2,2metilpropana
YJ.
YK.
YL.
5.Perhatikan rumus struktur berikut!

YM.
YN.

Menurut kaidah IUPAC, nama senyawa dari rumus struktur di atas

adalah ... .
A. 2etil4metilheksana
B. 5metil3metilheksana
C. 3metil5metilheptana
D. 2,5dimetilheptana
E. 3,5dimetilnonana
6.Senyawa berikut yang termasuk alkena adalah ... .
A. C3H8
B. C4H6
C. C5H10
D. C6H14
E. C6H6

7.Senyawa berikut yang bukan merupakan anggota alkena adalah ... .


A. metana
B. etena
C. propena
D. butena
E. pentena
8.Senyawa yang mempunyai dua buah ikatan rangkap adalah ... .
A. CH4
B. C2H4
C. C3H4
D. C3H6
E. C3H8
9.Nama senyawa CH3 C(CH3)2 CH = CH2 adalah ... .
A. heksena
B. heksana
C. 2,2dimetilbutana
D. 3,3dimetil1butuna
E. 3,3dimetil1butena
10.
Di antara nama berikut, yang tidak sesuai dengan aturan IUPAC
adalah ... .
A. 2metilpropena
B. 2metilbutena
C. 2metil2butena
D. 3metil2butena
E. 3metil2pentena
11.
Suatu alkena berwujud gas sebanyak 5,6 liter (STP) mempunyai
massa 17,5 gram. Gas tersebut adalah ... .
A. etena
B. propena
C. butena
D. pentena
E. heksena
12.
Reaksi antara etena dengan asam klorida yang menghasilkan
etilklorida tergolong reaksi ... .
A. adisi
B. substitusi
C. polimerisasi
D. dehidrasi
E. eliminasi
13.
Di antara bahan di bawah ini, yang merupakan hasil industri dari
senyawa alkena adalah ... .
A. lilin
B. kertas
C. tekstil

D.
E.
14.
A.
B.
C.
D.
E.
YO.
YP.
YQ.
15.
A.

pupuk
plastik
Yang merupakan isomer dari 2,3dimetil1butena adalah ... .
2butena
2heksena
2metil1butena
2,2dimetil1pentena
2metil2butena

Yang mempunyai isomer cis-trans adalah ... .

B.

C.
YR.
D.
YS.
E.
YT.
16.
A.
B.
C.
D.
E.
17.

Gas asetilena termasuk deret ... .


alkena
alkuna
alkana
alkadiena
hidrokarbon jenuh
Zat yang tergolong senyawa hidrokarbon tak jenuh dan mempunyai

satu ikatan rangkap tiga adalah ... .


A. butana
B. etena
C. butena
D. etilena
E. asetilena
18.
Dalam setiap molekul alkuna ... .
A. semua ikatan antaratom karbon merupakan ikatan rangkap tiga
B. terdapat setidaknya satu ikatan rangkap
C. terdapat setidaknya satu ikatan rangkap tiga
D. semua atom karbon mengikat 4 atom H
E. jumlah atom H lebih sedikit daripada atom C

19.

Nama senyawa di bawah ini adalah ... .

YU.
A. 2,3dimetil2heksuna
B. 2,3dimetil3heksuna
C. 4,5dimetil2heksuna
D. 4isopropil2pentuna
E. 2isopropil2pentuna
20.
Gas yang terbentuk pada reaksi antara batu karbid dengan air
adalah ... .
A. etana
B. etena
C. etuna
D. metana
E. butana
21.
Berikut ini yang bukan isomer dari heptuna adalah ... .
A. 3metil2heksuna
B. 4,4dimetil2pentuna
C. 3metil1heksuna
D. 3,4dimetil1pentuna
E. 3,3dimetil1pentuna
22.
Senyawa alkuna di bawah ini yang memiliki 3 buah isomer yang
mengandung ikatan rangkap tiga adalah ... .
A. C3H4
B. C4H6
C. C5H8
D. C6H10
E. C7H12
23.
Jumlah isomer alkuna dengan rumus C5H8 adalah ... .
A. 3
B. 4
C. 5
D. 6
E. 7
24.
Suatu hidrokarbon mempunyai rumus empiris CH. Jika Mr
senyawa tersebut adalah 26, maka rumus molekulnya adalah ... .
A. CH2
B. C2H2
C. C2H4
D. C2H6
E. C3H3
25.
Nama IUPAC senyawa berikut ini adalah ... .
A. 2etil5metil3heksuna

B. 1,4dimetil2heksuna
C. 5metil3heptuna
D. 2metil5etil2heksuna
E. 3,6dimetil4heptuna
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Apakah sumbangan besar Friederich Wohler terhadap stagnasi
perkembangan ilmu kimia?
2. Apakah yang dimaksud dengan hidrokarbon?
3. Sebutkan cara membuktikan suatu senyawa organik mengandung karbon
dan hidrogen!
4. Berikan contoh bentuk rantai karbon:
a. alifatik jenuh e. siklik jenuh
b. alifatik jenuh bercabang f. siklik jenuh bercabang
c. alifatik tak jenuh g. siklik tak jenuh
d. alifatik tak jenuh bercabang h. siklik tak jenuh bercabang
5. Tuliskan semua isomer dan nama IUPAC-nya dari senyawa:
a. C4H10
b. C5H10
c. C5H8
6. Tuliskan nama senyawa berikut.
a.

YV.
b.

YW.
YX.
c.

YY.
d.

YZ.
7. Tuliskan reaksi pembentukan gas asetilena dari batu karbid! Apakah
kegunaan gas asetilena dalam kehidupan sehari-hari?
8. Tuliskan rumus struktur dari senyawa-senyawa berikut.

a. 3,4,5trietil3metil4isobutil5isopropiloktana
b. 4,4dietil3,5,5,6tetrametilheptana
c. 3,3,4,5tetrametil1heksena
d. 2,4,5trimetil5propil2dekena
e. 3,3dimetil4propil1heptuna
f. 2,5,6trimetil3dekuna
9. Apakah perbedaan antara alkuna dengan alkadiena yang sama-sama
mempunyai rumus umum CnH2n 2?
10. Apakah produk yang dihasilkan jika 1pentuna direaksikan dengan
pereaksi di bawah ini? (Petunjuk: alkuna juga mengikuti aturan
Markovnikov)
a. 1 mol gas Cl2
b. 2 mol gas Cl2
c. 2 mol gas HCl
ZA.
ZB.
ZC.
ZD.
ZE.
ZF.
ZG.
ZH.
ZI.
ZJ.
ZK.
ZL.