Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH JAMINAN MUTU SEDIAAN FARMASI

PROTAP DAN PROTOKOL


VALIDASI METODE ANALISIS

OLEH:

Ni Made Chintya Ade Wiputri

(1608611044)

Ni Nyoman Putri Dharmapradnyawati

(1608611046)

Inggrid Yosefa Jue Wage

(1608611047)

Kadek Giselda Gityarani

(1608611051)

Luh Ketut Sulys Wintari

(1608611052)

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVESITAS UDAYANA
2016

Prosedur Tetap

Halaman 1 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

1. TUJUAN
Untuk memberikan petunjuk pelaksanaan validasi terhadap metode analisis agar metode tetap
sesuai dengan tujuan penggunaannya dan selalu memberikan hasil yang dapat dipercaya.

2. RUANG LINGKUP

Prosedur ini berlaku untuk semua metode analisis kompendial dan nonkompendial yang
digunakan di Laboratorium Pengawasan Mutu di Pabrik BUNGA FARMA

Prosedur ini juga berlaku untuk metode analisis yang digunakan dalam menetapkan residu
zat aktif pada validasi prosedur pembersihan.

Prosedur ini berlaku pula untuk validasi ulang metode analisis, misal dalam kasus berikut ini:
- perubahan proses sintesis bahan berkhasiat,
- perubahan komposisi produk jadi, bila perlu dan
- perubahan prosedur analisis

3. TANGGUNG JAWAB
3.1 Manajer Pengawasan Mutu bertanggung jawab untuk:
Menyiapkan dan mengkaji ulang secara periodis Protap ini.
Melaksanakan pelatihan teknis laboratorium dan pelatihan lain yang sesuai terhadap
semua personil yang terkait dengan validasi dan melakukan evaluasi hasil pelatihan
sebelum validasi dilaksanakan.
Memastikan bahwa semua metode analisis divalidasi sebelum digunakan untuk
pengujian rutin.
Menyiapkan Protokol Validasi untuk tiap metode analisis dan menyusun Laporan
Validasi berdasarkan protokol tersebut
3.2 Manajer Pemastian Mutu bertanggung jawab untuk:
Melakukan pengkajian dan menyetujui Protap ini serta Protokol Validasi sebelum
validasi dilakukan

Prosedur Tetap

Halaman 2 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

Melakukan pengkajian terhadap data dalam Laporan Validasi dan menjamin


kelengkapan laporan sebelum menandatanganinya.
3.3 Supervisor Pengawasan Mutu bertanggung Jawab untuk:
Membuat jadwal pelaksanaan validasi, mengawasi pelaksanaannya dan memeriksa
kebenaran dan kelengkapan catatan pengujian.
Menjamin bahwa status kalibrasi semua peralatan dan instrumen yang digunakan untuk
validasi telah diperbaharui.
Menjamin bahwa semua Protap yang berhubungan dengan validasi metode analisis telah
diperbaharui sesuai protokol validasi.
Menjamin bahwa semua bahan yang digunakan untuk validasi termasuk reagensia dan
baku pembanding belum kadaluwarsa.
3.4 Analis di Bagian Pengawasan Mutu bertanggung Jawab untuk:
Melaksanakan validasi metode analisis sesuai dengan Protokol Validasi.
Mencatat semua hasil uji dalam format yang sesuai.
Melaporkan pelaksanaan validasi kepada supervisor.

4. PROSEDUR
4.1 Protokol validasi harus mencakup :
Tujuan
Ruang Lingkup
Prosedur langkah demi langkah
Metode untuk evaluasi
Kriteria keberterimaan
Dokumentasi dan Laporan
Rekomendasi

Prosedur Tetap

Halaman 3 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

4.2 Tentukan dan lakukan evaluasi parameter validasi sesuai dengan tipe metode analisis yang
akan divalidasi. Berikut ini adalah persyaratan/ parameter validasi:
Pengujian Impuritas
Parameter validasi

Identifikasi

Penetapan Kadar
- Disolusi*

Kuantitatif

Batas

Ripitabilitas

Presisi Intermediat

+ (1)

Spesifisitas (2)

Limit Deteksi

- (3)

Limit Kuantitasi

Linearitas

Rentang

Akurasi

- Kandungan/potensi

Presisi

(-) Tidak dipersyaratkan


(+) Dipersyaratkan
(1) Dalam hal telah dilakukan test reprodusibiltas, maka presisi intermediate tidak
dipersyaratkan.
(2) Kekurangan spesifisitas dari salah satu prosedur analisis dapat dikompensasikan
dengan prosedur analisis yang lain yang dapat menunjang
(3) Hanya diperlukan pada kasus tertentu
*) Hanya untuk mengetahui kadar zat terlarut.

Penerapan parameter validasi metode analisis :


a. Non kompendial : Sesuai dengan tabel di atas
b. Kompendial yang dimodifikasi : Sesuai dengan tabel atau parameter yang berkaitan
dengan modifikasi
c. Kompendial : verifikasi, yaitu

Prosedur Tetap

Halaman 4 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

Metode
Kadar

Impuritas

Identifikasi

Parameter Verifikasi
Akurasi
Presisi
Spesifisitas
Akurasi
Presisi
Spesifisitas
Limit Deteksi / Kuantitasi
Spesifisitas

d. Validasi prosedur pembersihan:


Akurasi
Presisi
o Ripitabilitas
o Presisi Intermediat
Spesifisitas
Limit Deteksi
Limit Kuantitasi
Linearitas
Rentang
Perolehan Kembali:
o Cara usap
o Cara bilas
o Ketangguhan

4.2.1 Spesifisitas
Spesifisitas merupakan ukuran seberapa spesifik metode analisis.
Spesifitas metode analisis diuji terhadap bahan aktif obat, bahan pembantu (plasebo),
pelarut, impuritas dan produk jadi

Prosedur Tetap

Halaman 5 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

Bila menggunakan metode KCKT:


Resolusi antara puncak yang berdampingan terpisah secara nyata atau sesuai
persyaratan.
Kromatogram seluruh hasil uji disajikan dalam bentuk 1 gambar (overlaid)

4.2.2 Linearitas
Untuk mengetahui apakah kuantitas yang terukur proporsional terhadap kadar
senyawa uji dalam sampel
Linearitas diuji sesuai RENTANG yang ditetapkan
Pengujian dapat dilakukan minimal dengan 5 tingkat konsentrasi

Bahan aktif obat

:pengenceran larutan induk

Produk jadi

: penimbangan terpisah sesuai rentang

Data yang disajikan


Kurva signal vs konsentrasi analit
Persamaan regresi

Persyaratan
Linear secara visual
Koefisien korelasi 0,98
-

Convidence interval

Residu jumlah kuadrat (residual sum of


squares)

4.2.3 Rentang
Rentang minimum berikut ini berlaku untuk:
4.2.3.1

Penetapan kadar bahan aktif obat: lazimnya konsentrasi zat ujiberkisar antara
80 hingga 120% kadar yang tertera pada label;

4.2.3.2

Keseragaman kandungan: meliputi konsentrasi zat uji sekurang- kurangnya


berkisar antara 70 hingga 130% pernyataan kadar pada label, kecuali
diperlukan rentang yang lebih lebar dapat digunakan, tergantung pada sifat
bentuk sediaan (misalnya, inhaler dosis terukur);

Prosedur Tetap

Halaman 6 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

4.2.3.3 Pengujian disolusi : lebih kurang 20% syarat spesifikasi misalnya: syarat
spesifikasi untuk sediaan yang pelepasannya terkendali meliputi rentang dari
20%, setelah 1 jam, hingga 90% sesudah 24 jam, maka rentang yang divalidasi
menjadi 0 - 110% pernyataan kadar pada label;
4.2.3.4 Penentuan cemaran: rentang konsentrasi zat uji mulai dari batas cemaran yang
dilaporkan hingga 120% syarat spesifikasi; dan
4.2.3.5 Bila validasi metode analisis penetapan kadar dan penetapan cemaran
dilakukan bersama-sama sekaligus dan hanya menggunakan satu standar 100%
saja, maka pengujian linearitas harus meliputi rentang dari kadar cemaran
yang dilaporkan hingga 120% syarat kadar dalam spesifikasi.
4.2.3.6 Konsentrasi kadar bahan aktif obat dengan stability overage agar
memperhatikan persyaratan pada saat pelulusan maupun paska pemasaran.

4.2.4 Akurasi
Akurasi metode pengujian dinilai sesuai rentang pengujian dengan 5 cara penentuan
metode analisis untuk penetapan kadar bahan aktif obat dalam bahan awal dan produk
jadi :
4.2.4.1

Menggunakan metode analisis untuk menetapkan kadar analit dalam bahan


aktif obat yang diketahui kemurniannya (misalnya bahan awal pembanding
sekunder).

4.2.4.2

Bahan aktif obat atau cemaran dalam jumlah yang diketahui ditambahkan
kedalam plasebo. Metode analisis ini akan digunakan untuk penetapan kadar
bahan aktif obat / cemaran dalam produk obat.

4.2.4.3

Bila plasebo tidak bisa diperoleh, verifikasi akurasi metode dapat dilakukan
dengan teknik standar adisi, yaitu dengan menambahkan sejumlah tertentu
analit ke dalam produk obat yang telah diketahui kadarnya. Metode analisis ini
digunakan untuk penetapan kadar bahan aktif / cemaran dalam produk obat.

Prosedur Tetap

Halaman 7 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

4.2.4.4 Menambahkan cemaran dalam jumlah tertentu ke dalam bahan aktif / produk
obat. Metode analisis ini digunakan untuk penetapan kadar cemaran dalam
bahan aktif obat dan produk obat.
4.2.4.5 Membandingkan dua metode analisis untuk mengetahui ekivalensinya, yaitu
membandingkan hasil yang diperoleh dari metode analisis yang divalidasi
terhadap hasil yang diperoleh dari metode analisis yang valid (akurasi metode
analisis yang valid ini telah diketahui). Metode analisis ini digunakan untuk
penetapan kadar bahan aktif obat dalam bahan aktif obat, produk obat dan
penetapan kadar cemaran.

Akurasi dinilai menggunakan minimal 9 (sembilan) penentuan dari 3 (tiga) tingkat


konsentrasi yang berbeda dalam rentang pengujian metode analisis tersebut dan masingmasing konsentrasi 3 (tiga) kali penetapan.
Data yang disajikan

Persyaratan

Perolehan kembali (recovery)

98 102 %

RSD (Simpangan Baku/Rata-rata x 100%)

2%

Confidence interval

4.2.5 Presisi
Dikenal tiga tipe presisi :
4.2.5.1

Keberulangan (Repeatability)
Keberulangan dinilai terhadap :
Keberulangan SISTEM

minimum 6 penentuan pada konsentrasi 100% kadar analit

Keberulangan METODE

minimum 9 penentuan dalam rentang penggunaan metode analisis


tersebut (3 konsentrasi yang berbeda, masing-masing 3 replikasi )

Prosedur Tetap

Halaman 8 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

4.2.5.2

Presisi Antara
Dapat menggunakan beberapa operator dengan alat dan hari yangberbeda.

4.2.5.3

Reprodusibilitas
Menggunakan minimal 2 laboratorium untuk validasi metode analisis, agar
diketahui pengaruh lingkungan yang berbeda terhadap kinerja metode analisis.

Data yang disajikan :

Rata-rata

RSD adalah (Simpangan Baku/Rata-rata) x 100%,


Persyaratan RSD adalah sebagai berikut :

No Tipe Metode Analisis


1.
2.

Prosedur Penetapan Kadar bahan aktif obat


Metode analisis untuk penetapan kadar
impuritas:
Batas impuritas : 1 - 10%
0,01%
1 ppm
Confidence Interval

Persyaratan RSD
(misal)
tidak lebih dari 2%

tidak lebih dari 2%


tidak lebih dari 10%
tidak lebih dari 20%

4.2.6 Batas Deteksi


Konsentrasi

terendah

senyawa

uji

yang

terkandung

dalam

sampel

yang

dapatdideteksi.Beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan batas


deteksitergantung pada jenis metode analisis apakah metode analisis instrumentalatau
noninstrumental.
4.2.6.1 Berdasarkan evaluasi visual
Evaluasi visual dapat digunakan untuk metode analisis noninstrumental,tapi dapat juga
digunakan untuk metode analisisinstrumental. Batas deteksi ditentukan dengan melakukan
analisisterhadap sampel yang diketahui konsentrasinya dan menetapkankadar terendah yang
dapat dideteksi dengan baik.

Prosedur Tetap

Halaman 9 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

4.2.6.2 Berdasarkan rasio signal terhadap noise


Pendekatan ini hanya dapat diterapkan pada metode analisis yangmemberikan baseline
noise. Penentuan signal to noise dilakukandengan membandingkan pengukuran signal
sampel yang diketahuimengandung analit dalam konsentrasi rendah dan blanko,
kemudiandapat ditetapkan konsentrasi minimum analit yang dapat dideteksidengan baik.
Rasio signal to noise sama dengan 3 atau 2 : 1umumnya dianggap dapat diterima untuk
memperkirakan batas deteksi.
4.2.6.3 Simpangan respon dan kemiringan (slope) kurva kalibrasi :
Batas deteksi dapat dinyatakan sebagai :
DL =

. s

Keterangan rumus :
DL = Batas deteksi
= simpangan baku respon
S = kemiringan (slope) kurva kalibrasi.

Slope dapat ditentukan dari kurva kalibrasi analit

dapat ditentukan dengan :


Simpangan baku dari blanko

Mengukur beberapa respon dari larutan blanko dan hitung simpangan baku dari
respon
Kurva kalibrasi

Kurva kalibrasi dibuat dengan contoh yang mempunyai rentang di sekitar Batas
Deteksi. Residu simpangan baku (residual standard deviation) atau simpangan baku
dari y-intercepts dari garis regresi adalah (simpangan baku)

Prosedur Tetap

Halaman 10 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

4.2.7 Batas Kuantitasi


Konsentrasi terendah senyawa uji yang terkandung dalam sampel yang dapatditetapkan
secara kuantitatif dan reprodusibel.Beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk
penentuan batas kuantitasitergantung pada jenis metode analisis instrumental atau
noninstrumental.
4.2.7.1 Berdasarkan evaluasi visual
Evaluasi visual dapat digunakan untuk metode analisis noninstrumental,tapi dapat juga
digunakan untuk metode analisisinstrumental. Batas kuantitasi ditentukan dengan
melakukananalisis terhadap sampel yang diketahui konsentrasinya danmenetapkan kadar
terendah analit yang dapat ditentukan secarakuantitatif dengan akurasi dan presisi yang
dapat diterima
4.2.7.2 Berdasarkan rasio signal terhadap noise :
Pendekatan ini hanya dapat digunakan pada metode analisis yangmemberikan baseline
noise. Penentuan rasio signal terhadap noisedilakukan dengan membandingkan signal yang
diukur dari sampelyang mempunyai konsentrasi analit yang rendah dan blankonya,kemudian
ditentukan konsentrasi terendah analit yang dapatditetapkan secara kuantitatif dengan baik,
umumnya pada rasiosignal terhadap noise 10:1.
4.2.7.3 Simpangan baku dari respon dan kemiringan (slope) kurva kalibrasi :
Batas kuantitasi dapat dinyatakan sebagai :
LOQ =

Keterangan rumus :
LOQ = batas kuantitasi
= Simpangan baku respon
S = Kemiringan (slope) kurva kalibrasi

Slope dapat ditentukan dari kurva kalibrasi analit

dapat ditentukan dengan

Prosedur Tetap

Halaman 11 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

Simpangan baku dari blanko

Mengukur beberapa respon dari larutan blanko danhitung simpangan baku dari
respon
Kurva kalibrasi

Kurva kalibrasi dibuat dengan contoh yang mempunyai rentang di sekitar Batas
Deteksi. Residu simpangan baku (residual standard deviation) atau simpangan baku
dari y-intercepts darigaris regresi adalah (simpangan baku)

4.2.8 Ketangguhan (Robustness)


Ketangguhan ditentukan pada saat tahap pengembangan dan tergantung darikebutuhan.
Metode hendaklah handal terhadap variasi parameter yangditetapkan
Misal : stabilitas larutan analit
Contoh uji ketangguhan untuk metode analisis yang menggunakankromatografi cair kinerja
tinggi (KCKT), tetapkan:

Pengaruh variasi pH dalam fasa gerak terhadap hasil analisis;

Pengaruh variasi komposisi fasa gerak terhadap hasil analisis;

Pengaruh perbedaan merk atau nomor lot dari kolom terhadap hasilanalisis; dan

Pengaruh perbedaan suhu dan laju alir terhadap hasil analisis.

4.2.9 Uji Kesesuaian Sistem (UKS)


UKS merupakan bagian tak terpisahkan dari pengujian yang didasarkan pada peralatan,
instrumen, elektronik, pelaksanaan analisis dan sampelyang akan diuji
o Dilakukan terhadap minimal 5 - 6 hasil analisis dilakukan terhadaplarutan baku dan
ditentukan:

resolusi antara dua puncak yang berdekatan;

ukuran faktor ikutan (tailing factor);

Prosedur Tetap

Halaman 12 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

relative standard deviation (RSD) dari hasil penyuntikan enam kali larutan baku;

angka lempeng teoritis;

ukuran faktor kapasitas kolom; dan

waktu retensi relatif.

4.3 Bila ada penyimpangan siapkan laporan termasuk justifikasi sesuai Protap Penanganan
Hasil Uji di Luar Spesifikasi No.
4.4 Dokumentasi dan Laporan Validasi
4.4.1 Buat laporan validasi untuk metode analisis yang divalidasi denganmenggunakan
Format Laporan Validasi
Catatan:
Dalam

laporan

ini

tercakup

tanggal

mulai

dan

tanggal

selesai

validasi,

hasilpengamatan, masalah yang dijumpai, kelengkapan informasi yangdikumpulkan, hasil


uji dan analisis statistik, disposisi apakah hasil uji memenuhikriteria keberterimaan atau
tidak, lokasi uji dan data asli serta informasi lainyang relevan dengan pelaksanaan validasi.
4.4.2 Buat kesimpulan tentang validitas metode analisis terhadap masing-masinghasil uji dan
replikasinya.
4.4.3

Serahkan

Laporan

Validasi

kepada

memerolehpersetujuan akhir.

5. Lampiran
5.1 Format Protokol Validasi Metode Analisis*
5.2 Format Laporan Validasi
*Dalam Contoh ini, tidak dilengkapi

Manajer

Pemastian

Mutu

untuk

Prosedur Tetap

Halaman 13 dari 13

VALIDASI METODE ANALISIS


BUNGA FARMA

Departemen

Seksi

No. 1

Pengawasan Mutu

Validasi

Tanggal 10/11/2016

Dibuat oleh

Diperiksa oleh

Disetujui oleh

Mengganti

Giselda Gityarani

Inggrid Wage

Spoiler Flower

No. -

Tanggal10/10/2016

Tanggal11/10/2016

Tanggal 10/10/2016

Tanggal -

6. Dokumen Rujukan
Tidak Ada Dokumen Rujukan

7. Riwayat
1. Dokumen ini merupakan dokumen yang pertama (No. 1) yang berlaku mulai
tanggal 10/11/2016

8. Distribusi
Asli : Kepala Bagian Pemastian Mutu
Kopi : Kepala Bagian Pengawasan Mutu

Halaman 1 dari 18
PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS PENETAPAN KADAR
PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS
PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

Nama :Parasetamol Tablet


No. Produk :602088

No. Protokol : 1
Tanggal Berlaku : 10/11/2016

Disusun oleh :Luh Ketut Sulys WintariTanggal :10/11/2016

Diperiksa oleh :Chintya Ade Wiputri

Tanggal :10/11/2016

Disetujui oleh : Putri Dharmapradnyawati Tanggal :10/11/2016

BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

Nama Produk
: Tablet Parasetamol 500 mg
Bentuk Sediaan
: Tablet
Kekuatan Sediaan
: 500 mg/tablet
No. Protokol
:
Tanggal Berlaku
:
Halaman
: 2 dari 18
1. Tujuan:
Untuk membuktikan bahwa metode analisis yang digunakan dapat menetapkan kadar tablet
Parasetamol secara konsisten dan memberikan hasil yang akurat.
2. Ruang Lingkup:
Metode analisis yang divalidasi adalah metode analisis dengan alat KCKT untuk penetapan
kadar Tablet Parasetamol No. : ........
3. Referensi: Petunjuk Operasional Penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik 2006
4. Tanggung Jawab:
a. Kepala Instalasi Pengawasan Mutu bertanggung jawab untuk:
1) Menetapkan protokol validasi untuk metode analisis penetapan kadar
tabletparasetamol dan menyusun laporan validasi berdasarkan protokol tersebut.
2) Melakukan pengkajian dan menyetujui protokol validasi penetapan kadar
tabletparasetamol sebelum dilakukan validasi.
3) Melakukan pengkajian terhadap data dalam laporan validasi dan
menjaminkelengkapan laporan sebelum ditandatangani dan diserahkan kepada
atasannyauntuk dimintakan persetujuan akhir dan pengesahan. Melaksanakan
pelatihanteknis laboratorium dan pelatihan lain yang sesuai terhadap semua personil
yangterkait dengan validasi ini dan melakukan evaluasi hasil pelatihan
sebelumvalidasi dilaksanakan.
b. Kepala Seksi Kimia-Fisika Instalasi Pengawasan Mutu bertanggung jawab untuk:
1) Membuat jadwal pelaksanaan validasi ini, mengawasi pelaksanaannya danmemeriksa
kebenaran dan kelengkapan catatan pengujian.
2) Menjamin bahwa status kalibrasi semua peralatan dan instrumen
yangdigunakanuntuk validasi telah diperbaharui.
3) Menjamin bahwa semua protap yang berhubungan dengan validasi metodeanalisis
penetapan tablet parasetamol telah diperbaharui sesuai protokol validasi.
4) Menyusun laporan validasi berdasar hasil dan data yang diperoleh.

Halaman 3 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

c. Analis di Instalasi Pengawasan Mutu bertanggung jawab untuk :


1) Melaksanakan validasi metode analisis sesuai dengan protokol validasi.
2) Mencatat semua hasil uji dalam format yang tepat.
3) Melaporkan pelaksanaan validasi kepada supervisor.
5. Parameter Pengujian
Parameter pengujian yang dipakai untuk validasi adalah:
a. Uji Kesesuaian Sistem
b. Selektifitas
c. Spesifisitas
d. Akurasi
e. Presisi
f. Linearitas dan Rentang
g. Uji Batas Deteksi dan Batas kuantitasi (LOD dan LOQ)
h. Uji Kekuatan (Robustness)
6. Prosedur Pelaksanaan
a. Verifikasi
1) Lakukan verifikasi dokumen yang terkait dengan validasi.
2) Lakukan verifikasi status kualifikasi dan kalibrasi dari semua peralatan yangdipakai.
3) Lakukan verifikasi pelatihan karyawan yang terkait dengan pelaksanaan validasi.
b. Pembuatan larutan
1) Pelarut
Campuran dari aquades dan metanol (3:1)
2) Fase Gerak:
Fase gerak dibuat dengan komposisi campuran aquades dan metanol
(3:1),Campurkan 125 mL metanol dengan 375 mL aquades. Sebelum digunakan, fase
gerak disaring melalui membran filter 0,5 m dengan menggunakan vakum (Ditjen
POM,1995).
3) Larutan Standar Parasetamol
Ditimbang seksama 10,0 mg parasetamol working standard (WS), masukanke
dalam labu ukur 100,0 mL, dilarutkan dengan fase gerak campuran aquadesmetanol
(3:1) sebanyak 20,0 mL, kemudian volumenya dicukupkan dengan fase gerak hingga
garis batas, hingga dihasilkan larutan dengan konsentrasi0,1mg/mL

Halaman 4 dari 18
BUNGA FARMA
PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS
PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL
Kemudian larutan tersebut dipipet 10,0 mL, dimasukkan ke dalam labu ukur
100,0mL dan ditambahkan pelarut sampai garis batas hingga dihasilkan larutan
dengan konsentrasi 0,01 mg/mL (U.S. Pharmacopeia 30, 2007).
4) Larutan Sampel
Ditimbang dan diserbukkan tidak kurang dari 20 tablet. Kemudian ditimbangseksama
setara sejumlah 100,0 mg serbuk sampel lalu dimasukkan kedalam labu ukur 200,0
mL, lalu ditambahkan 100,0 mL fase gerak campuran aquades-metanol (3:1),
disonicate selama 5 menit kemudian volumenya dicukupkan dengan fase gerak
hingga garis batas. Kemudian larutan tersebut dipipet 5,0 mL, dimasukkan ke dalam
labu ukur 250 mL dan ditambahkan pelarut sampai garis batas hingga dihasilkan
larutan dengan konsentrasi 0,01 mg per mL, berdasarkan yang tertera pada etiket.
Kemudian saring larutan dengan menggunakan vakum dan membrane filter 0,5 m
dan ambil bagian supernatan yang bersih (U.S. Pharmacopeia 30, 2007).
5) Larutan Plasebo
Timbang seksama sejumlah 100,0 mg serbuk eksipien lalu dimasukkan kedalamlabu
ukur 100,0 mL, dilarutkan dengan fase gerak campuran aquades-metanol (3:1)
sebanyak 20,0 mL, disonicate selama 5 menit kemudian volumenya dicukupkan
dengan fase gerak hingga garis batas.
c. Uji Kesesuaian Sistem
1) Pengukuran Uji Kesesuaian Sistem
a) Dialirkan fase gerak melewati kolom selama tidak kurang dari 30 menit.
b) Disuntikkan 10,0 l larutan standar sebanyak enam kali pada KCKT dengan:
Fase diam
Fase gerak
Laju alir
Temperatur
Detektor

: kolom L1 (oktadesil silana) 3,9 mm x 30 cm


: aquades - metanol (3:1)
: 1,5 ml/menit
: Temperatur kolom dijaga pada 40C
: UV

Halaman 5 dari 18
BUNGA FARMA
PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS
PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL
Panjang gelombang : 243 nm
c) Waktu retensi dicatat, kemudian dihitung faktor kapasitas (k), faktor ikutan(T),
jumlah lempeng teoritis (N), efisiensi kolom (HETP), dan resolusi (R).
2) Perhitungan
a) Faktor kapasitas (k) =
dengan :
tR
tM

b) Faktor ikutan (T)

= waktu retensi zat


= waktu retensi zat inert

dengan: W0,05 = jarak tepi muka sampai tepi belakang puncak


f = jarak dari maksimum puncak sampai tepi muka puncak
c) Jumlah lempeng teoritis (N)
N

= 16

dengan:
N
tR
W

= jumlah lempeng teoritis


= waktu retensi
= luas puncak

d) Efisiensi kolom (HETP)


HETP

dengan:
HETP
L (Length)
N

= (Height Equivalent to A Theoretical Plate)


panjang lempeng teoritis
= panjang kolom
= jumlah plat teoritis

Halaman 6 dari 18
BUNGA FARMA

e) Resolusi (R) =

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL
(

dengan : R = resolusi
tR = waktu retensi
W = luas puncak
3) Syarat
a. Resolusi (R) parasetamol terkait senyawa A (cemaran) tidak kurang dari 2,0.
b. Jumlah lempeng teoritis (N) tidak dari 5000.
c. Faktor ikutan (T) adalah kurang dari atau sama dengan 2.
d. Faktor kapasitas (k) adalah lebih dari 2.
Hasil yang diperoleh sebagai berikut :
No

Nama Sampel

Hasil Pengamatan
T
N HETP

Persyaratan
T
N

5000

2,0

Kesimpulan:

d. Pembuatan Kurva Kalibrasi


1) Pembuatan kurva kalibrasi larutan standar
a) Timbang seksama 20,0 mg standar parasetamol,
b) Masukkan ke dalam labu ukur 200,0 mL,
c) Larutkan dengan fase gerak campuran air - metanol (3:1) sebanyak 20,0 mL,
d) kemudian volumenya dicukupkan dengan fase gerak hingga garis batas, hingga
dihasilkan larutan dengan konsentrasi 0,1 mg/mL.

Halaman 7 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

e) Pipet 40,0 mL dari larutan standar dan masukkan ke dalam labu ukur 100,0
mL.Tambahkan fase gerak sedikit demi sedikit hingga batas labu ukur,
homogenkan(konsentrasi 0,04 mg/mL).
f) Pipet 30,0 mL dari larutan standar dan masukkan ke dalam labu ukur 100,0
mL.Tambahkan fase gerak sedikit demi sedikit hingga batas labu ukur,
homogenkan(konsentrasi 0,03 g/mL).
g) g) Pipet 20,0 mL dari larutan standar dan masukkan ke dalam labu ukur 100,0
mL.
h) Tambahkan fase gerak sedikit demi sedikit hingga batas labu ukur,
homogenkan(konsentrasi 0,02 mg/mL).
i) Pipet 10,0 mL dari larutan standar dan masukkan ke dalam labu ukur 100,0
mL.Tambahkan fase gerak sedikit demi sedikit hingga batas labu ukur,
homogenkan(konsentrasi 0,01 mg/mL).
j) Pipet 9,0 mL dari larutan standar dan masukkan ke dalam labu ukur 100
mL.Tambahkan fase gerak sedikit demi sedikit hingga batas labu ukur,
homogenkan(konsentrasi 0,009 mg/mL).
k) Pipet 8,0 mL dari larutan standar dan masukkan ke dalam labu ukur 10
mL.Tambahkan fase gerak sedikit demi sedikit hingga batas labu ukur,
homogenkan(konsentrasi 0,008 mg/mL).
l) Pipet 7,0 mL dari larutan standar dan masukkan ke dalam labu ukur 10
mL.Tambahkan fase gerak sedikit demi sedikit hingga batas labu ukur,
homogenkan(konsentrasi 0,007 mg/mL).

2) Pengukuran kurva kalibrasi Parasetamol


a) Disuntikkan 10 l larutan standar dengan konsentrasi 0,04; 0,03; 0,02;
0,01;0,009; 0,008; dan 0,007 mg/mL secara duplo dan bergantian pada
KCKTdengan:
Fase diam : kolom L1 (oktadesil silana) 3,9 mm x 30 cm
Fase gerak :aquades - metanol (3:1)
Laju alir

: 1,5 ml/menit

Halaman 8 dari 18

BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL
Temperatur : Temperatur kolom dijaga pada 40C
Detektor : UV
Panjang gelombang : 243 nm
b) Dari data yang diperoleh, dilakukan perhitungan untuk mendapatkan persamaangaris
regresi, koefisien regresi (r), serta limit deteksi (LOD) dan limit kuantitasi(LOQ).
3) Perhitungan
a) i. Persamaan regresi linear: y = a + bx
dengan:
x
y
a
b
r

= konsentrasi
= luas puncak
= perpotongan garis lurus dengan sumbu y
= kemiringan garis
= koefisien korelasi

ii. Kriteria penerimaan: koefisien korelasi (r) 0,999


b) Uji Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi (LOD dan LOQ)
i. Perhitungan:
3) Digunakan data linearitas (konsentrasi (x) dan luas puncak (y)) danpersamaan
regresi linear yang diperoleh dari lima larutan standar pada uji linearitas.
4) Dihitung batas deteksi dan kuantitasi dengan rumus :
/

Q=

dengan : Q = LOD (batas deteksi) atau LOQ (batas kuantitasi)


k = 3 untuk LOD atau 10 untuk LOQ
Sy/x = standar deviasi fungsi
=

)2 ]

b = slope pada persamaan regresi linier y = a + bx

Halaman 9 dari 18

BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

e. Uji Selektivitas
1) Pengukuran Selektivitas
a ) Disuntikkan larutan sampel dan larutan plasebo parasetamol sebanyak 10,0 l
secara bergantian pada KCKT dengan :
Fase diam

: kolom L1 (oktadesil silana) 3,9 mm x 30 cm

Fase gerak

: aquades - metanol (3:1)

Laju alir

: 1,5 ml/menit

Temperatur

: Temperatur kolom dijaga pada 40C

Detektor

: UV

Panjang gelombang

: 243 nm

b) Amati puncak pada kromatogram.


2) Syarat
Hasil kromatogram larutan sampel dan larutan plasebo parasetamol selektivitas tidak
boleh mengandung gangguan di sekitar waktu retensi zat aktif Hasil kromatogram
yang diperoleh sebagai berikut :

f. Uji Stres
1) Pengukuran Stres
a) Siapkan larutan standar parasetamol dan larutan sampel.
b) Ambil masing-masing 5,0 mL larutan standar parasetamol dan larutan
sampelkemudian masing-masing larutan tersebut simpan di oven pada suhu
60Cselama 24 jam.
Ambil masing-masing 5,0 mL larutan standar parasetamol dan larutan
sampeltambahkan 5,0 mL HCl 0,1N larutan tersebut disimpan selama 24 jam.

Halaman 10 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

c) Ambil masing-masing 5,0 mL larutan standar parasetamol dan larutan


sampeltambahkan 5,0 mL NaOH 0,1N larutan tersebut disimpan selama 24 jam.
d) Ambil masing-masing 5,0 mL larutan standar parasetamol dan larutan
sampeltambahkan 5,0 mL H2O2 3% larutan tersebut disimpan selama 24 jam.
e) Kemudian

masing-masing

larutan

standar

parasetamol

dan

larutan

sampeldisuntikkan sebanyak 10,0 l secara bergantian pada KCKT pada


kondisianalisis terpilih.
f) Setelah

itu,

hasil

kromatogram

dari

masing-masing

larutan

standar

parasetamoldan larutan sampel dibandingkan sebelum penyimpanan selama 24


jamdengan sesudah penyimpanan selama 24 jam baik dari pengaruh
lingkunganasam, basa maupun oksidasi.
2) Kondisi KCKT
1. Disuntikkan larutan standar parasetamol dan larutan sampel sebanyak
10,0lsecara bergantian pada KCKT dengan:
Fase diam
: kolom L1 (oktadesil silana) 3,9 mm x 30 cm
Fase gerak

: aquades - metanol (3:1)

Laju alir

: 1,5 ml/menit

Temperatur

: Temperatur kolom dijaga pada 40C

Detektor

: UV

Panjang gelombang

: 243 nm

2. Amati puncak pada kromatogram.


3) Syarat
Dari hasil kromatogram dilihat waktu retensinya. Jika terdapat puncak baru yang
muncul namun dengan waktu retensi berbeda, kemungkinan hasil itu menunjukkan
hasil degradasi dari analit, maka dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan
selektif terhadap hasil degradasi analit.
a) Hasil kromatogram yang diperoleh sebagai berikut :

BUNGA FARMA

Halaman 11 dari 18
PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS
PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

g. Uji Akurasi
1) Pembuatan Larutan
a) Larutan Uji
Ditimbang dan diserbukkan tidak kurang dari 20 tablet. Kemudian ditimbang seksama
setara sejumlah 100,0 mg serbuk simulasi lalu dimasukkan kedalam labu ukur 200,0 mL,
lalu ditambahkan 100,0 mL fase gerak campuran aquades-metanol (3:1), disonicate
selama 5 menit kemudian volumenya dicukupkan dengan fase gerak hingga garis batas,
hingga dihasilkan larutan dengan konsentrasi 0,5 mg/mL. (U.S. Pharmacopeia 30, 2007).
b) Larutan Sampel
Larutan sampel 80%
Pipet 5,0 mL dari larutan uji, dimasukkan ke dalam labu ukur 250 mL dan
ditambahkan pelarut sampai garis batas hingga dihasilkan larutan dengan konsentrasi
0,4 mg/mL, berdasarkan yang tertera pada etiket. Kemudian saring larutan dengan
menggunakan vakum dan membran filter 0,5 m dan ambil bagian supernatan yang
bersih (U.S. Pharmacopeia 30, 2007).
Larutan sampel 100%
Pipet 5,0 mL dari larutan uji, dimasukkan ke dalam labu ukur 250 mL dan
ditambahkan pelarut sampai garis batas hingga dihasilkan larutan dengan konsentrasi
0,5 mg/mL, berdasarkan yang tertera pada etiket. Kemudian saring larutan dengan
menggunakan vakum dan membran filter 0,45 m dan ambil bagian supernatan yang
bersih (U.S. Pharmacopeia 30, 2007).
Larutan sampel 120% Pipet 5,0 mL dari larutan uji, dimasukkan ke dalam labu ukur
250 mL dan ditambahkan pelarut sampai garis batas hingga dihasilkan larutan dengan
konsentrasi 0,6 mg/mL, berdasarkan yang tertera pada etiket. Kemudian saring larutan
dengan menggunakan vakum dan membran filter 0,45 m dan ambil bagian
supernatan yang bersih (U.S. Pharmacopeia 30, 2007).

Halaman 12 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

2) Pengukuran Akurasi
a) Disuntikkan larutan standar dan masing-masing larutan sampel sebanyak 10,0 l
secara bergantian pada KCKT dengan:
Fase diam : kolom L1 (oktadesil silana) 3,9 mm x 30 cm
Fase gerak : aquades - metanol (3:1)
Laju alir : 1,5 ml/menit
Temperatur : Temperatur kolom dijaga pada 40C
Detektor : UV
Panjang gelombang : 243 nm
b) Akurasi dihitung berdasarkan nilai perolehan kembali untuk tiap pengukuran
3) Syarat
Perolehan kembali (recovery) atau akurasinya berada pada rentang 98%-102%.
4) Hasil yang diperoleh sebagai berikut
No

Konsentrasi

Area Terdeteksi
Hasil
Pengamatan

80%

100%

120%

Rata-rata

Persyaratan
Persen

Perolehan
Kembali
98-102%

Halaman 13 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

h. Presisi
1) Pengukuran Presisi
a) Keterulangan (repeatability)
1. Siapkan larutan standar parasetamol, larutan sampel dan larutan plasebo.
2. Pengukuran presisi dilakukan dengan cara disuntikkan 10,0 l larutan standar,
larutan sampel dan larutan plasebo secara bergantian pada KCKT dengan:
Fase diam : kolom L1 (oktadesil silana) 3,9 mm x 30 cm
Fase gerak : aquades - metanol (3:1)
Laju alir : 1,5 ml/menit
Temperatur : Temperatur kolom dijaga pada 40C
Detektor : UV
Panjang gelombang : 243 nm
3. Lakukan duplo untuk tiap pengujian
4. Kriteria penerimaan : RSD 2 %.
Hasil yang diperoleh sebagai berikut :
No.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Kesimpulan :

Konsentrasi
(%)

Sampel
1

Area Terdeteksi
Sampel
SD
2

Persyaratan
RSD

RSD 2,0 %

Halaman 14 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

2) Presisi Antara:
a) Lakukan pengujian diatas oleh 2 analisa yang berbeda dan/ atau menggunakan
alat yang berbeda.
b) RSD maksimal dari 2 pengujian 2 %.
Hasil yang diperoleh sebagai berikut :
No.

Lar Sampel
Analis 1

Area Terdeteksi
Analis 2
Rata-Rata

Persyaratan
RSD

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Kesimpulan :

RSD 2,0 %

i. Linearitas dan Rentang


1) Larutan Sampel
Ditimbang dan diserbukkan tidak kurang dari 20 tablet. Kemudian ditimbang
seksama setara sejumlah 100,0 mg serbuk sampel lalu dimasukkan kedalam labu ukur
200,0 mL, lalu ditambahkan 100,0 mL fase gerak campuran air-metanol (3:1),
disonicate selama 5 menit kemudian volumenya dicukupkan dengan fase gerak hingga
garis batas. Kemudian larutan tersebut dipipet 5,0 mL, dimasukkan ke dalam labu
ukur 250 mL dan ditambahkan pelarut sampai garis batas hingga dihasilkan larutan
dengan konsentrasi 0,01 mg per mL, berdasarkan yang tertera pada etiket. Kemudian
saring larutan dengan menggunakan vakum dan membran filter 0,5 m dan ambil
bagian supernatan yang bersih (U.S. Pharmacopeia 30, 2007).

Halaman 15 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

2) Buat larutan sampel untuk pengujian Linearitas:


a) Larutan sampel konsentrasi 0,007 mg/ml
Dipipet 0,7 ml larutan sampel ke dalam labu ukur 10 ml dan ditambahkan dengan
fase gerak hingga garis batas (70% konsentrasi target).
b) Larutan sampel konsentrasi 0,008 mg/ml
Dipipet 0,8 ml larutan sampel ke dalam labu ukur 10 ml dan ditambahkan dengan
fase gerak hingga garis batas (80% konsentrasi target).
c) Larutan sampel konsentrasi 0,009 mg/ml
Dipipet 0,9 ml larutan sampel ke dalam labu ukur 10 ml dan ditambahkan dengan
fase gerak hingga garis batas (90% konsentrasi target).
d) Larutan sampel konsentrasi 0,01 mg/ml
Dipipet 1,0 ml larutan sampel ke dalam labu ukur 10 ml dan ditambahkan dengan
fase gerak hingga garis batas (100% konsentrasi target).
e) Larutan sampel konsentrasi 0,011 mg/ml
Dipipet 1,1 ml larutan sampel ke dalam labu ukur 10 ml dan ditambahkan dengan
fase gerak hingga garis batas (110% konsentrasi target).
f) Larutan sampel konsentrasi 0,012 mg/ml
Dipipet 1,2 ml larutan sampel ke dalam labu ukur 10 ml dan ditambahkan dengan
fase gerak hingga garis batas (120% konsentrasi target).
g) Larutan sampel konsentrasi 0,013 mg/ml
Dipipet 1,3 ml larutan sampel ke dalam labu ukur 10 ml dan ditambahkan dengan
fase gerak hingga garis batas (130% konsentrasi target).
3) Semua larutan disaring dengan membran filter 0,5 m.
4) Pengukuran Linearitas dan Rentang Parasetamol
a) Disuntikkan 10,0 l larutan sampel dengan konsentrasi 0,007; 0,008; 0,009; 0,01;
0,011; 0,012; dan 0,013 mg/mL secara duplo dan bergantian pada KCKT dengan:
Fase diam

: kolom L1 (oktadesil silana) 3,9 mm x 30 cm

Halaman 16 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

Fase gerak

: aquades - metanol (3:1)

Laju alir

: 1,5 ml/menit

Temperatur

: Temperatur kolom dijaga pada 40C

Detektor

: UV

Panjang gelombang : 243 nm


b)Dihitung koefisien korelasi, kemiringan garis dan perpotongan garis lurus
dengan sumbu y sebagai analisis regresi linearnya serta dicatat hasilnya
5) Perhitungan
a) Persamaan regresi linear: y = a + bx
dengan: x = konsentrasi
y = luas puncak
a = perpotongan garis lurus dengan sumbu y
b = kemiringan garis
r = koefisien korelasi
b) Kriteria penerimaan: koefisien korelasi (r) 0,9990
Hasil yang diperoleh sebagai berikut :

j. Uji Kekuatan (Robustness)


1) Prosedur Parasetamol
a) Divariasikan kondisi analisis fase gerak pada metode kromatografi cair
kinerja tinggi, yaitu:
a. Komposisi fase gerak diubah menjadi aquades - metanol (2:1)
b. Laju alir diubah menjadi 1,4 ml/menit
c. Suhu kolom diubah menjadi 38C

Halaman 17 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

2) Disuntikkan 10,0l larutan standar dan larutan sampel dari lima replikasi secara
bergantian pada KCKT dengan fase diam, panjang gelombang dan detektor yang
sama.
3) Dihitung standar deviasi relatif dan diamati faktor ikutannya.
4) Perhitungan
a. Standar deviasi relatif
RSD = SD X 100%

5) Syarat
a) Standar deviasi relatif tidak lebih dari 2,0 %.
b) Tailing factor (T) kurang dari atau sama dengan 2
No.

Keterangan

Validasi kondisi

Fase gerak ( air : metanol)

2:1

Laju alir fase gerak

1,4

(mL/menit)
3

Suhu kolom oC

Kriteria penerimaan : RSD 2,0 %


T 2,0

38

Hasil Pengamatan

Halaman 18 dari 18
BUNGA FARMA

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR TABLET PARASETAMOL

a. Kesimpulan
No.

Parameter

Uji

Hasil
kesesuaian

Persyaratan

Kesimpulan

Faktor kapasitas (k) 2

sistem

Faktor ikutan (T) 2


Jumlah lempeng teoritis
N 5000
Resolusi 2,0

Akurasi

Perolehan

kembali

98-

102%
3

Presisi

Linieritas

RSD 2,0 %
dan

Kriteria Penerimaan= r

Rentang

0,999

Kekuatan

RSD 2,0%

(Robustness)

Faktor ikutan T 2

Metode analisa penetapan kadar tablet parasetamol dianggap valid apabila seluruh parameter
pengujian pada metode analisa telah dilaksanakan dan hasilnya memenuhi spesifikasi
meliputi spesifitas, akurasi, persisi antara, linieritas dan rentang yang telah ditetapkan. Hasil
pengujian yang melampaui persyaratan yang telah ditetapkan, perlu dilakukan kaji ulang dan
diperbaiki untuk direvalidasi sebelum prosedur tetap validasi penetapan kadar tablet
parasetamol tersebut dinyatakan layak untuk digunakan.
Disusun oleh:

Diperiksa oleh:

Disetujui oleh:

Tanggal:

Tanggal

Tanggal: