Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Tumbuh-tumbuhan merupakan salah satu sumber senyawa bahan
alam hayati yang memegang peranan penting dalam pemanfaatan zat kimia
berkhasiat di dukung oleh penelitian ilmiah. Zat kimia yang berkhasiat ini
dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pengobatan tradisional. Tumbuhan
obat umumnya merupakan tumbuhan hutan yang sejak zaman nenek
moyang dijadikan sebagai tumbuhan pekarangan dan secara turun-temurun
digunakan sebagai tumbuhan obat. Sehingga masyarakat saat ini cenderung
kembali ke alam termasuk di bidang obat-obatan. Mereka beralih
ketumbuhan obat karena tumbuhan obat memiliki beberapa kelebihan yaitu
tidak ada efek samping bila digunakan secara benar, efektif untuk penyakit
yang sulit disembuhkan dengan obat kimia, harganya murah, dan
penggunaanya tidak perlu bantuan tenaga medis. Mereka menggunakan
tumbuhan obat tersebut tanpa mengetahui kandungan kimia didalamnya
tetapi mereka mengetahui khasiatnya.
Salah

satutanaman

yang

lazimdigunakansebagaiobattradisionaladalahtanamanSerehwangi. Tanaman
sereh wangi termasuk golongan rumput-rumputan yang disebut Andropogon

nardus atau Cympogon nardus. Genus Cympogon meliputi hampir 80


species tetapi hanya beberapa jenis yang menghasilkan minyak atsiri yang
mempunyai arti ekonomi dalam dunia perdagangan (Hieronymus,1992).Serai
wangi merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan di pekarangan dan
sela-sela tumbuhan lain. Biasanya serai wangi ditanam sebagai tanaman
bumbu atau tanaman obat. Seraiwangi di Indonesia ada 2 jenis yaitu
Mahapengiri dan Lenabatu (Ketaren dan Djatmiko,1978).
Secaratradisionalseraiwangidigunakansebagaipembangkitcita
padamakanan,

minumandanobattradisional

(Wijayakusumah,

TanamanserehwangibiasadimanfaatkanolehmasyarakatGorontalo

rasa
2002).
untuk

kesehatan seperti dapat membantu mengurangi gangguan lambung,


insomnia, gangguan pernafasan, demam, nyeri, infeksi, rematik dan edema.
Serai mengandung antioksidan flavonoid, dan senyawa fenolik seperti
luteolin, glikosida, quercetin, kaempferol, elimicin, catecol, asam klorogenat,
asam caffeic yang berkhasiat obat. Senyawa utama dalam serai adalah
lemonal atau citral, yang memiliki sifat anti-jamur dan anti-mikroba, Minyak
atsiri serai wangidapat digunakan untuk penyakit infeksi dan demam serta
dapat untuk mengatasi masalah sistem pencernaan dan membantu
regenerasi jaringan penghubung (Agusta, 2002)
Maksud dan Tujuan :

1. Untuk mengetahui senyawa atau komponen kimia yang terkandung


dalam sereh wangi yang dimanfaatkan sebagai pengobatan.
2. Untuk dimanfaatkan
dalam bidang teknologi sediaan farmasi
khususnya dalam pengembangan formula sereh wangi.
3. Untukdijadikansumberreferensibagipeneliti- penelitiselanjutnya

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. DeskripsiTanaman
Tanaman serai wangi termasuk golongan rumput-rumputan yang
disebut Andropogon nardus atau Cymbopogon nardus. Genus ini meliputi
hampir 80 species, tetapi hanya beberapa jenis yang menghasilkan minyak
atsiri

yang

mempunyai

arti

ekonomi

dalam

dunia

perdagangan

(Hieronymus,1992). Tanaman serai wangi mampu tumbuh sampai 1-1,5 m.


Panjang daunnya mencapai 70-80cm dan lebarnya 2-5 cm, berwarna hijau
muda, kasar dan memiliki aroma yang kuat (Wijayakusumah,2005).
Serai wangi merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan di
pekarangan dan sela-sela tumbuhan lain. Biasanya serai wangi ditanam
sebagai tanaman bumbu atau tanaman obat. Seraiwangi di Indonesia ada 2
jenis yaitu Mahapengiri dan Lenabatu (Ketaren dan Djatmiko,1978). Jenis
mahapengiri mempunyai ciri-ciri daunnya lebih lebar dan pendek, disamping
itu menghasilkan minyak dengan kadar sitronellal 30-45% dan geraniol 6590%. Jenis lenabatu menghasilkan minyak dengan kadar sitronellal 7-15%
dan geraniol 55-65% (Wijoyo, 2009)

Kedudukan taksonomi tanaman serai menurut Ketaren (1985) yaitu :


Kingdom
: Plantae
Subkingdom

: Trachebionta

Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledonae

Sub Kelas

: Commelinidae

Ordo

: Poales

Famili

: Poaceae

Genus

: Cymbopogon

Species

: Cymbopogon cytratus

UraianTanamanSerehwangi

Tanaman serai wangi mampu tumbuh sampai 1-1,5 m. Panjang


daunnya mencapai 70-80cm dan lebarnya 2-5 cm, berwarna hijau muda,
kasar dan memiliki aroma yang kuat (Wijayakusumah,2005).Serai wangi
merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan di pekarangan dan sela-sela
tumbuhan lain. Biasanya serai wangi ditanam sebagai tanaman bumbu atau
tanaman obat. Seraiwangi di Indonesia ada 2 jenis yaitu Mahapengiri dan
Lenabatu (Ketaren dan Djatmiko,1978). Jenis mahapengiri mempunyai ciriciri daunnya lebih lebar dan pendek, disamping itu menghasilkan minyak
dengan kadar sitronellal 30-45% dan geraniol 65-90%. Jenis lenabatu
menghasilkan minyak dengan kadar sitronellal 7-15% dan geraniol 55-65%
(Wijoyo, 2009).
Di Indonesia ada beberapa sebutan untuk tanaman ini yaitu Sereh
(Sunda), Sere (Jawa tengah, Madura, gayo dan Melayu), Sere mongthi
(Aceh), Sangge-sangge (Batak), Serai (Betawi, Minangkabau), Sarae
(Lampung), Sare (Makasar, Bugis), Serai (Ambon) dan Lauwariso (Seram).
Kandungan kimia
Kandungankimia yang terdapat pada tanaman Sereh wangi antara lain
antioksidan flavonoid, dan senyawa fenolik seperti luteolin, glikosida,
quercetin,

kaempferol,

elimicin,

catecol,

asam

klorogenat,

asam

caffeicdan0,4% minyak atsiri dengan komponen yang terdiri dari sitral,


sitronelol (66-85%), -pinen, kamfen, sabinen, mirsen,-felandren, psimen,

limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol, terpinen-4-ol, -terpineol,


geraniol, farnesol, metil heptenon, n-desialdehida, dipenten, metilheptenon,
bornilasetat, geranilformat, terpinil asetat, sitronelil asetat, geranil asetat, elemen, -kariofilen, -bergamoten, trans- metilisoeugenol, -kadinen,
elemol, kariofilen oksida (Anonim, 1984; Anonim, 1985; dan Rusli dkk., 1979
dalam Kristiani, 2013).
Kegunaan
Secara tradisional seraiwangi digunakan sebagai pembangkit cita rasa
pada makanan, minuman dan obat tradisional (Wijayakusumah, 2002). Serai
wangi juga digunakan sebagai pembangkit cita rasa yang digunakan pada
saus pedas, sambel goreng, sambel petis dan saus ikan (Oyen,1999)
Dibidang industri pangan minyak serai wangi digunakan sebagai bahan
tambahan dalam minuman, permen, daging, produk daging dan lemak
(Leung dan Foster,1996).
Penggunaan

seraiwangikemudian

berkembang,

terutama

dalam

industri parfum yang sebagian besar terdiri dari citral, yaitu bahan utama
untuk produksi dan ionon, yang digunakan sebagai bahan pewangi pada
sabun, detergen, krim dan lotion (Oyen, 1999).

Sebagai obat tradisional ekstrak serai wangi sering diminum untuk


mengobati radang tenggorokan, radang usus, radang lambung, diare, obat
kumur,sakit perut, batuk pilek dan sakit kepala serta juga digunakan sebagai
obat

gosok

untuk

mengobati

eksema

dan

rematik(Wijayakusumah,

2001Leung dan Foster,1996 dan Oyen,1999).


Minyak atsiri serai wangi dapat digunakan untuk penyakit infeksi dan
demam serta dapat untuk mengatasi masalah system pencernaan dan
membantu regenerasi jaringan penghubung (Agusta, 2002).Daun serai wangi
berfungsi sebagai peluruh kentut (karminatif), penambah nafsu makan 11
(stomakik), obat pasca bersalin, penurun panas, dan pereda kejang
(antispasmodik) (Kurniawati, 2010).
2. UraianSediaan
Definisi
Tablet adalah sediaan padat dari satu atau lebih bahan obat dengan
atau tanpa bahan pengisi yang mana dibuat dengan cara dikempa dengan
menggunakan mesin tablet (Scovilleshal :81)
Tablet adalah suatu bentuk sediaan obat padat yang berisi substansi
(bahan) obat dengan atau tanpa zat tambahan yang cocok dibuat dengan
atau melalui pengempaan atau pencetakan (RPS hal 1633).
Tablet adalah bentuk sediaan padat yang mengandung bahan obat
dengan atau tanpa zat pengisi yang cocok. (DOM hal : 772).

Komposisi Tablet
a. ansel : 246-247
Zataktif
Zattambahan
1. Pengencerataupengisiyaituditambahkanjikaperlukedalamform
ulasisupayamembentukukuran tablet yang diinginkan .
2. Pengikatatauperekat

yang

membantuperekatanpartikeldalamformulasimemungkinkangra
nuldibuatdandijagaketerpaduanhasildalamtabletnya.
3. Penghancurataubahan yang dapatmembantupenghancurakan
tablet

setelahpemberiansampaimenjadipartikel

yang

lebihkecilsehinggamudahdiabsorpsi. ( ansel : 246-247).


4. Pelicinyaituzat
memungkinkanaliranbahkanmemasukicetakan

yang
tablet

danmencegahmelekatnyabahanpadapunch dan die membuat


tablet menjadibagusdanmengkilap.
b. R.Voighthal 201
Zataktif
Zattambahan
1. Bahanpengisi. Menjamin tablet memilikiukuranataumassa
yang

dibutuhkan

(0,1-0,8)

selainnetralharusdicernadenganbaik.
2. Bahanpengikatdimaksudkanuntukmemberikankekompakanda
yatekan

tablet,

karenaitubahanpengikatmenjaminpengaturanbeberapapartikel
serbukdalamsebuahbutirgranulasi.

3. Pelincirdapatmemenuhiberbagaifungsi

yang

berbeda,

sehinggaakanlebihbermanfaatjikadiklasifikasikansebagaibaha
npengaturaliranpelincirdanpemisahhasilcetakan.
4. Bahanpengaturaliran,
memperbaikidayahancur
ataugranulasi

yang

ditabletdanmenjamin

rasa
tablet

mudahmengalirdariseparuhpengisikedalamseparuhpengisiked
alamruangcetak.
5. Bahanpenghancurmerupakanzat

yang

akanmembengkakdenganadanya air.
6. Bahanpenahanlembab (absorben :mencegahpengeringan
total darigranulatmenghindariretak tablet).
c. Scovilleshal 94-95
Zataktif
Zattambahan
1. Pengisi
yang
biasadigunakanadalahbahanpengisi
tidakberbahayadanditambahkansejumlahbesar
denganukurantepat.
2. Pengikat excipient

tablet

atauadesifadalahtambahan

:mengikatserbukdengangranulabersama
pengikatharusdengan

inert

cocokdengankomposisi

fisiologis,
yang

yang

bahan
tablet,

kimiawi

yang
lain

danmemilikisifatadesiftapicukupuntukmenghalangisolusidaripe
ngikat.
3. Pewarnawalaupunsebagianbesar
pewarnamungkinditambahkan,

tablet

tidakberwarna,

biasanyaditandaiolehlarutnyamakanandanwarnaobatdalamsolu
sidaripengikat.
4. Penghancuradalahbahanataucampuran

yang

digunakanuntukmnghancurkan

tablet

diatasnyaberhubungandenganuaplembabpartikelkecilitubereak
sidengancepat.

Jumlahpenghancurpadasuatu

tablet

adalahperintaholehkomposisidengankekerasandaribahanpeng
hancur.

5. Pelicinadalahtermasukbahandalam

formula

tablet

untukmencegah pelican danperekatdalammesinketikadicetak,


beberapabahancetakanbaiktanpapelicintetapibahanhigroskopik
seringperhatikankesalahan.
Evaluasi
Evaluasi

tablet

dilakukanuntukmengetahuisifatfisikakimiadanbiologi,

sifat-sifatinidapatmenggambarkankualitas total daritablet atauformulasi tablet


sertakondisipenyimpanankemungkinantekananataukeadaanlingkunganluar.
Evaluasi tablet meliputi :

Keseragamanbobot

Dapatdipertimbangkanmenjadiindikasidarikeseragamandosiszat
aktifdankeseragamandistribusiobatpadagranulatauserbukdimana tablet

dibuatsempurna.
Ujikeseragamanukuran
Kecualidinyatakan

lain

diameter

tidaklebihdari

kali

dantidakkurangdaritebal tablet.
Waktuhancur
Ujiinidilakukanuntukmenetapkankesesuaianbataswaktuhancur
yang terterapadamasing-masingmonografi.

Ujikekerasan tablet
Tablet
harusmempunyaikekuatanataukekerasantertentusertabahanataskeren
yahan

agar

dapatbertahanterhadapberbagaiguncanganmekanikpadasaatpembuat

an, penyepakandanpenggunaan.
Ujidisolusi
Digunakandalammengukurlamanyawaktu
dibutuhkanuntukmemberikanpresentasebahanobatdalam
(Lachmanhal 690-703)

Uraian bahan

BAB III
PEMBUATAN SEDIAAN

yang
tablet.

Bahan dan alat


Prosedur ekstraksi
Pembuatan sediaan
Rencana kemasan (kemasan, etiket)

BAB IV
PEMBAHASAN

BAB V
KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN