Anda di halaman 1dari 3

Elang :

jadi jurnalku tentang baja anti peluru. terdapat 2 plat yang 1 tembus saat
ditembak nah yang satu engga. Trus dilakukan pengujian sifat mekanis. dengan
komposisi kimia yang sama, baja mengalami proses rolling dan heat treatment.
memperoleh impact dari proyektil dengan kekerasan 90 HV dan kecepatan 840
m/s. Dalam pengujian mikrostruktur: terdapat martensite dan austenite sisa
pada kedua plat, namun pada plat yang tidak tembus peluru terdapat austenite
sisa yang sedikit dibanding plat yang tembus. pada XRD analisis, plat 1-A yang
tidak tembus peluru memiliki 2,4% austenit sisa dan plat 5-E yang tembus peluru
memiliki 7,3% austenit sisa. pada mechanical propertiesnya: plat yang tidak
tembus peluru memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibanding plat yang tembus.
Dari pengujian kekerasan : plat yang tidak tembus peluru lebih tinggi
kekerasannya dibanding yang tembus.
Kesimpulannya : Karena kadar austenite sisa yang tinggi menyebabkan plat baja
tersebut tembus peluru

Fauzi :
4Cr13 identik dengan AISI 420, termasuk golonngan martensitic stainless steel,
martensit karena melalui proses quenching and tempering
4Cr13 merupakan golongan martensit stainless steel, dimana jenis ini memiliki
sifat tahan terhadap korosi dan tahan terhadap oksidasi temperatur tinggi.
Kekuatan dan kekerasan komponen 4Cr13 dapat meningkat tinggi setelah
melalui proses quenching dan tempering.
annealing(proses perlakuan panas pada material untuk memperoleh sifat
mekanik seperti kekuatan dan kekerasan supaya logam menjadi lunak dan
keuletannya bertambah)
quenching (proses pendinginan cepat yang dilakukan pada logam yang telah
dipanaskan)
tempering(proses pemanasan kembali dengan tujuan mengurangi tegangan sisa
dan meningkatkan ketangguhan dan keuletan yang telah mengalami pengerasan
martensite),
kegagalan tepat pada lekukan dimana lekukan tersebut patah sebelum mencapai
kondisi overloading. Dengan jenis patah getas
adanya dimple yaitu lingkaran2 yang terlihat pada permukaan menerangkan
bahwa kegagalan dari 4Cr13 merupakan golongan quasi-cleavage yaitu
pertengahan antara getas dan ulet namun lebih mengarah ke getas
diketahui bahwa setelah mengalami tempering struktur mikro komponen 4Cr13
terdiri dari sorbite yaitu campuran ferrit dan sementit. Struktur ini terjadi karena
adanya quenching dan tempering pada 4Cr13 stainless steel

Kekerasan tinggi menyebabkan kekakuan yang kuat tetapi mengakibatkan


ketangguhannya berkurang. Kekerasan yaitu kemampuan material untuk
menahan deformasi plastis akibat adanya gaya yg terjadi pada permukaan.
Ketangguhan adalah besar energi yang diperlukan sampai terjadi perpatahan.
Kegagalan fraktur ini disebabkan karena adanya kesalahan proses pengerasan
dimana dengan komponen yang memiliki kekerasan yang tinggi akan membuat
komponen memiliki sifat kekakuan yang kuat namun memiliki ketangguhan yang
kurang.

Jill
Dr yang ss304L airpipe
Jadi salah satu pipa di power station terjadi crack pada 2 titik. Material pipa itu
sendiri ss304/aisi 304 ini adalah austenic stainless steel dan sifatnya dia resistan
terhadap creep dan juga korosi pada temperatur tinggi. Lalu dilakukanlah
percobaan, percobaan pertama terdiri dari visual inspection,stereoscopic
imaging, chemical analysis, optical metallography,magnetism dan SEM. Nah si
crack1 sama 2 ini punya kecenderungan yg berbeda
Crack 1 dia terlihat seperti patah ulet dan terjadi deformasi plastis (asumsi:
patah karena high tempt overload)
Sedangkan crack 2 memang patah akibat creep bentuk patahan cenderung
kasar dan terdapat voids(semacam kekosongan gt)
Nah dan dari hasil optical mettalo juga menunjukan kalau crack 1 daerah sekitar
butirnya lebih terlihat memanjang ke arah crack
Sedangkan yg kedua justru terlihat banyak secondary phase pada daerah
sekitar crack 2
Dan juga hasil dari uji magnetism
Crack 1 bersifat ferro magnetic
Crack 2 strongly ferro magnetic, padahal pada pipa tersebut seharusnya nonferro magnetic
Hal ini menunjukan ada secondary phase yg ternyata berupa chromium karbida
yg bermula dr crack kedua.
Lalu investigasi lanjutan dgn cara memotong bagian pipa yang tdk rusak
kemudian di beri perlakuan panas, pada suhu2 tertentu
Hasilnya pada analisa ukuran butir disimpulkan bahwa perbesaran butir tertinggi
dan tercepat ketika diberi temperatur tinggi pada waktu yang cukup sebentar
dibanding temperatur yang terus menerus dlm waktu lama

Jadi dapat disimpulkan kalau ternyata crack 1 menerima temperatur yg lebih


tinggi dari crack 2, dan diperkirakan bahwa sebenarnya pipa tersebut menerima
tekanan yg jauh lebih besar dr working conditionnya yang mungkin dapat
disebabkan oleh adanya kebocoran pipa

Feby
Tentang implant penyangga patah tulang yang dipasang di paha kanan, implant
itu patah pas si pasien abis jatoh
Pas dicek ternyata itu patah gegara emang uda fatigue, fatigue keliatan dari
adanya beach mark di lubang buat baut sama di bautnya itu sendiri juga ada
beach mark nya
Itu diuji pake SEM sama analisa finite element method
Conclusionnya jadi ternyata design dari plat penyangga itu banyak titik
konsentrasi tegangannya jadi gampang patah
Rekomendasinya itu design nya perlu dikaji ulang pan Dikurangin stress riser nya