Anda di halaman 1dari 5

ADHD

(Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Disusun Oleh:
1.
2.
3.
4.

Ayu Desfarina
(11030063P)
Yoma Novita
(13030013)
Ade Al Muktar
()
Rahutomo Adi Nugroho (14030021P)

1. Pengertian ADHD
ADHD adalah

istilah

populer,

kependekan

dari

attention

deficit

hyperactivity disorder; (Attention = perhatian, Deficit = berkurang, Hyperactivity =

hiperaktif, Disorder = gangguan). Atau dalam bahasa Indonesia, ADHD berarti


gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktif.
Petersdan Douglas mendiskripsikan attention

deficit

hyperactivity

disorder (ADHD), sebagai gangguan yang menyebabkan individu memiliki


kecenderungan untuk mengalami masalah pemusatan perhatian, kontrol diri, dan
kebutuhan untuk selalu mencari stimulasi. Barkley (2006) menggambarkan
ADHD sebagai hambatan untuk mengatur dan mempertahankan perilaku sesuai
peraturan dan akibat dari perilaku itu sendiri. Gangguan tersebut berdampak
pada

munculnya

masalah

untuk

menghambat,

mengawali,

maupun

mempertahankan respon pada suatu situasi.


Berdasarkan uraian diatas maka ADHD dapat dipahami sebagai
gangguan neurologis yang menyebabkan masalah pemusatan perhatian, kontrol
diri, dan hiperaktifitas/impulsivitas pada anak, sehingga anak sulit untuk
menghambat, mengawali, atau mempertahankan respon pada satu situasi.
2. Karakteristik dan Simtom ADHD
Tidak Mampu Memusatkan Perhatian :
1. Sering gagal memusatkan perhatian pada hal-hal kecil atau membuat
kesalahan ceroboh (tidak hati-hati) dalam pekerjaan sekolah, pekerjaan dan
kegiatan lain
2. Sering sulit mempertahankan perhatian pada waktu melaksanakan tugas
atau kegiatan bermain
3. Sering menghindar, tidak suka atau enggan melibatkan diri dalam tugas yang
memerlukan ketekunan yang berkesinambungan (seperti : melakukan
pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah)
4. Perhatiannya sering mudah dialihkan oleh rangsangan luar

Hiperaktivitas :
1. Sering tangan dan kakinya tidak bisa diam atau tidak bisa duduk diam
2. Sering meninggalkan tempat duduk di dalam kelas atau situasi lain
pada saat diharapkan dia untuk duduk diam
3. Sering menyelak atau memaksakan diri

terhadap

orang

lain

(misalnya : memotong percakapan atau mengganggu permainan).

Gejala hiperaktif-impulsif atau tidak mampu memusatkan perhatian yang


menimbulkan masalah telah ada pada usia 7 tahun.

Kegagalan yang ditimbulkan tersebut tampak pada dua atau lebih tempat

(misalnya : di sekolah atau tempat kerja dan rumah)


Gejala-gejala tersebut tidak disebabkan oleh gangguan perkembangan
pervasif, gangguan skizofrenia atau gangguan psikotik dan tidak
diakibatkan oleh adanya gangguan mental lain (misalnya: gangguan alam
perasaan, gangguan cemas, gangguan disosiatif, gangguan kepribadian).
Simtom-simtom ADHD :
- Bergerak Terus dengan gelisah
- Sulit Duduk dengan tenang
- Mudah teralih perhatian
- Sulit menunggu giliran
- Menjawab dengan segera tanpa dipikirkan lebih dulu
- Sulit mengikuti instruksi
- Sulit mempertahankan konsentrasi
- Berpindah pindah dari tugas satu ke tugas lain
- Sulit bermain dengan tenang
- Berbicara berlebihan
- Menggangu orang lain
- Tidak terlihat mendengarkan
- Kehilangan benda benda yang diperlukan untuk mengerjakan tugas
- Melakukan aktivitas fisik yang berbahaya

3. Etiologi (Faktor Penyebab)


Tidak ada faktor penyebab tunggal pada ADHD. Ada beberapa dugaan
penyebab ADHD baik secara mandiri ataupun secara kombinasi. Penyebab
tersebut antara lain :
3.1 Teori Neurologi ADHD
Reif dan Heimburg (1996) menjelaskan faktor neurologi diperoleh dari
fakta-fakta yang berkaitan dengan kerusakan otak bagian depan limbic.
Limbic merupakan sejumlah struktural neural yang membatasi cerebral cortex
yang berfungsi dalam mengendalikan emosi, motivasi dan beberapa fungsi
visceral.
Namun demikian, kerusakan pada bagian otak bukanlah penyebab utama
terjadinya ADHD. Penyebab lain adalah timbulnya penghambatan terhadap
system maturation (system pematangan) yang berada dalam saraf pusat.
Gangguan ini akan mempengaruhi kematangan pertumbuhan perilaku yang

cukup tinggi. Akibat malfungsi (kekacauan fungsi) pada salah satu bagian
otak akan membuat anak melakukan kegiatan-kegiatan yang tanpa tujuan.
3.2 Faktor Genetik
Faktor keturunan pada tempramen semakin perlu dipertimbangkan,
dengan tingkat aktivitas sebagai satu aspek tempramen yang membedakan
seorang anak dari anak lain pada perkembangan dini. Anak laki-laki empat
kali lebih hiperaktif daripada anak perempuan. Perbedaan jenis kelamin ini
dapat disebabkan oleh perbedaan-perbedaan pada otak anak laki-laki dan
anak perempuan yang ditentukan oleh plasma pembawa sifat pada
kromosom Y (Santrock, 2002).
Faktor genetik dipandang sebagai salah satu penyumbang timbulnya
ADHD dapat terlihat pada keluarga yang kecanduan alkohol, sociopath,
histeris, atau pada orangtua yang mengalami gangguan psikiatri lainnya.
Disamping itu faktor genetik dapat ditemukan pada bayi-bayi yang sangat
aktif sejak lahir (terlihat dari : mempunyai tingkat aktivitas yang tinggi,
emosinya labil, pola tidur yang tidak teratur).
3.3 Faktor-faktor Perinatal dan prenatal
Minuman beralkohol yang dikonsumsi secara berlebihan oleh ibu selama
hamil berkaitan dengan lemahnya perhatian dan pemusatan perhatian anak
mereka pada usia 4 tahun (Streissguth, dalam Flick 1998).
Berkaitan dengan makanan, defisiensi vitamin dapat menyebabkan
masalah-masalah pemusatan perhatian, yakni kekurangan vitamin B. Selain
itu turun pada masa kehamilan, anoxia(kekurangan cadangan oksigen ke
otak, selama kehamilan atau setelah kelahiran) atau suatu luka fisik serius,
bisa mempengaruhi kemampuan mempertahankan perhatian anak.
4. Penanganan ADHD
Penanganan Anak ADHD umumnya ditangani dengan pemberian obat
dan berbagai metode behavioral berdasarkan pengondisian operant
- Pemberian obat stimulant (medication)
Obat-obat Stimulan, khususnya metilfenidat atau Ritalin. Obat obat
lain yang diresepkan untuk ADHD termasuk amfetain atau adrenal dan
pemolin.

Obat obatan digunakan untuk mengurangi perilaku menggangu dan


meningkatkan kemampuan untuk berkonsentrasi.
-

Penanganan Psikologis.
Selain pemberian obat penanganan yang paling menjanjikan bagi
anak-anak ADHD mencakup pelatihan bagi orang tua dan perubahan
manajemen kelas berdasarkan prinsip-prinsip pengondisian operant.
Referensi :
Gerald C. Davidson, John m. Neale, ann m.Kring. 2006. Psikologi
Abnormal Edisi ke-9. Rajawali pers : Jakarta