Anda di halaman 1dari 2

Anestesi Umum

Mekanisme kerja obat anestesi umum sampai sekarang belum jelas, meskipun
mekanisme kerja susunan saraf pusat dan susunan saraf perifer mengalami banyak kemajuan
pesat, maka timbullah berbagai teori. Berikut teori yang dikemukakan adalah:
teori koloid
Zat anestesi akan menggumpalkan sel koloid yang menimbulkan anestesi yang
bersifat reversibel diikuti dengan proses pemulihan.
teori lipid
Ada hubungan kelarutan zat anestetik dalam lemak dan timbulnya anestesi. Makin
tinggi klerutan dalam lemak makin kuat sifat anestestetiknya.
teori biokimia
Pemberiaan zat anestesi invitro menghambat pengambilan oksigen di otak dengan
cara menghambat sistem fosforilasi oksidatif.
teori fisika
Zat anestesi dengan air di dalam susunan saraf pusat dapat membentuk mikrokristal
sehingga menggangu fungsi sel otak.
Anestesik lokal bekerja bila disuntikkan kedalam akson saraf. Anestesi lokal
melakukan penetrasi kedalam akson dalm bentuk basa larut lemak. Anestesi
lokal bersifat tergantung pemakaian artinya derajat blok porsional terhadap
stimulasi saraf. Hal ini menunjukkan bahwa makin banyak molekul obat
memasuki kanal Na+ ketika kanal-kanal terbuka menyebabkan lebih banyak
inaktivasi. Anestesi lokal menekan jaringan lain seperti miokard bila
konsentrasinya dalam darah cukup tinggi namun efek sistemik utamanya
mencakup sistem saraf pusat

pusat mekanisme kerja anestetika lokal adalah di membran sel. Seperti juga alkohol
dan barbital-barbital, maka anestetika local memblokir penerusan impuls dengan jalan
mencegah kenaikan permebelitas membran sel terhadap ion-ion natrium, yang perlu bagi
fungsi saraf yang layak. Pada waktu yang bersamaan ambang kepekaan terhadap rangsangan
listrik lambat-laun meningkat yang pada akhirnya memblokir penerusan (konduksi) impuls.
Diperkirakan bahwa proses stabilisasi membrane tersebut ion-ion kalsium memegang
peranan penting, yakni molekul-molekul lipofil besar dari anestetika local mungkin
mendesak sebagian ion-ion kalsium di dalam membrane sel tanpa mengambil alih fungsinya.
Dengan demikian membrane sel menjadi lebih padat dan stabil, serta dapat lebih baik
melakukan segala sesuatu perubahan dalam permeabelitas.
Di samping ini anestetika local menggangu fungsi dari semua organ-organ dalam
mana terjadi konduksi/transmisi dari impuls-impuls. Dengan demikian anestetika local
mempunyai efek yang penting terhadap SSP, ganglia otonom, cabang-cabang neuromoskular
dan semua jaringan otot.
NORMAL

Saraf dapat dilalui impuls karena memiliki muatan listrik yaitu permukaan
luarnya bermuatan positif dan bagian dalamnya bermuatan negatif (polarisasi).
Apabila saraf mendapat rangsangan akan terjadi perubahan muatan. Permukaan
luar bermuatan negatif, sedangkan bagian dalamnya bermuatan positif. Keadaan
ini disebut depolarisasi. Setelah dilalui impuls, serabut saraf dalam keadaan
istirahat sehingga tidak dapat menghantarkan impuls.
Sel saraf yang sedang beristirahat mempertahankan perbedaan potensial listrik
(voltase) pada membran sel di antara bagian dalam sel dan cairan ektraseluler di
sekeliling sel. Perbedaan muatan ini terjadi karena adanya mekanisme transpor
aktif yaitu pompa natrium-kalium.

Anestesi local amida disebar meluas dalam tubuh setelah pemberian lobus
intravena. Bukti menunjukkan bahwa penyimpanan obat mungkin terjadi dalam
lemak. Setelah fase distribusi awal yang perfusinya tinggi seperti otak, hati,
ginjal dan jantung diikuti oleh fase distribusi lambat yang perfusinya sedang
seperti otot dan usus. Karena waktu paruh plasma yang sangat singkat dari obat
tipe ester maka distribusinya tidak diketahui.
c. Metabolisme dan Ekskresi
Anastesi local diubah dalam hati dan plasma menjadi metabolit yang mudah
larut dalam air dan kemudian diekskresikan ke dalam urin. Karena anestesi local
yang bentuknya tak bermuatan maka mudah berdifusi melalui lipid, maka sedikit
atau tidak ada sama sekali bentuk netralnya yang diekskresikan. Pengasaman
urin akan meningkatkan ionisasi basa tersier menjadi bentuk bermuatan yang
mudah larut dalam air, sehingga mudah dieksresikan karena bentuk ini tidak
mudah diserap kembali oleh tubulus ginjal.
Tipe ester anestesi local dihidrolisis sangat cepat di dalam darah oleh
butirilkolinestrase (pseudokolinesterase). Oleh karena itu, obat ini khas sekali
mempunyai waktu paruh yang sangat singkat, kurang dari 1 menit untuk prokain
dan kloroprokain.
Ikatan amida dari anestesi local amida dihidrolisis oleh enzim mikrosomal hati.
Kecepatan metabolisme senyawa amida di dalam hati ini bervariasi bagi setiap
individu, perkiraan urutannya adalah prilokain (tercepat) editokain lidokain
mepivakain bupivakain (terlambat). Akibatnya, toksisitas dari anestesi local
tipe amida ini akan meningkat pada pasien dengan gangguan fungsi hati.
Sebagai contoh, waktu paruh lidokain rerata akan memanjang dari 1,8 jam pada
pasien normal menjadi lebih dari 6 jam pada pasien dengan penyakit yang berat.