Anda di halaman 1dari 3

PENGUKURAN ENERGI GAMMA

Intan Wandira1, Ilwan Pusaka1, Gusti Ayu Made S.W1, Risca Adriana1, Nurlita Nofitri1
Asisten : Siti Rokayah1
1

Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
Jl. Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro No.1 Bandar Lampung 35145
E-mail : intanwandira7@gmail.com

ABSTRAK
PENGUKURAN ENERGI GAMMA. Telah dilakukan percobaan yang berjudul Pengukuran Energi Partikel Gamma. Percobaan
ini dilakukan untuk mengetahui energi yang dihasilkan akibat pemancaran radiasi gamma pada isotop radioaktif. Isotop radioaktif
yang digunakan adalah Cs-137 dan Co-60. Percobaan ini menggunakan alat-alat yang terdapat dalam laboratorium fisika inti, alatalat tersebut adalah sumber radiasi, sumber tegangan tinggi, spektrometer gamma yang terdiri dari penguat awal ( preamplifier),
penguat linier (Amplifier), Singel Chanal Analyzer (SCA) , Multi Chanal Analyzer ( MCA ), pencacah ( counter and timer ). Data
yang diambil pada masing-masing sumber radiasi adalah cacahan dengan menentukkan Baseline-E yaitu 0-400 dengan rentang
nilai 20 setiap melakukan pencacahan. Setelah mendapatkan data, untuk percobaan dengan menggunakan sumber radioaktif Cs137, baseline-E=0 menghasilkan nilai cacahan 3059. Kemudian nilai cacahan pada saat baseline-E bernilai 400 adalah 40.
Selanjutnya dengan menggunakan sumber radioaktif C0-60, baseline-E=0 menghasilkan nilai cacahan 3137. Kemudian nilai
cacahan pada saat baseline-E bernilai 400 adalah 60. Dari hasil diatas dibuat suatu grafik hubungan antara baseline E terhadap
cacahan dan didapatkan grafik yang naik turun, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan teori yang ada yaitu grafik seharusnya
berbentuk linear, karena semakin besar nilai baseline E maka nilai pencacahannya akan semakin kecil. Hasil percobaan ini dapat
dikatakan sedikit jauh dengan teori, hal ini dikarenakan alat yang digunakan sudah sudah lama/tua sehingga ketelitiannya akan
kurang baik juga.
Kata kunci : Baseline-E, Cs-137 dan Co-60, dan Energi Gamma

ABSTRACT
MEASUREMENT OF ENERGY GAMMA. Has conducted the experiment titled Measurement of Particle Energy Gamma. This
experiment was conducted to determine the energy generated due to the gamma radiation emission of radioactive isotopes. The
radioactive isotope used is Cs-137 and Co-60. This experiment using the tools contained in the physics laboratory core, these tools
are a source of radiation, high voltage source, gamma spectrometer consisting of reinforcing early (preamplifier), a linear
amplifier (Amplifier), Singel Chanal Analyzer (SCA), Multi chanal Analyzer (MCA), enumerators (counters and timers). The data
taken on each of the radiation source is chopped by Baseline-E value range is 0-400 with 20 each conducting the interview. After
getting the data, to experiment with the use of Cs-137 radioactive source, baseline-E = 0 produces count values 3059. Then count
values at baseline-E of 400 is 40. Furthermore, by using radioactive sources C0-60, baseline-E = 0 generates count values 3137.
Then count values at baseline-E of 400 is 60. From the above results was made a graph of the relationship between baseline E of
the chopped and obtained graphs that go up and down, so the results are not in accordance with the existing theory that is
supposed to be shaped graph linear, because the greater the baseline value of E then the value of the enumeration will be smaller.
The results of these experiments can be said to be a bit far to the theory, this is because the tool being used is already old / old that
their accuracy will be less good as well.
Key words : Baseline-E, Cs-137 dan Co-60, dan Energy Gamma

PENDAHULUAN
Salah satu sifat menakjubkan dari beberapa
inti atom adalah kemampuan mereka untuk

bertransformasi sendiri secara spontan dari satu inti


ke inti lainya. Ini terjadi pada Inti yang tidak stabil
yang bertransformasi ke dalam inti lain melalui
proses peluruhan yang tidak mengubah nukleon
sebuah inti. Pada keadaan ini terjadi eksitasi inti yang
dapat memancarkan foton dan sinar gamma. Peristiwa

ini disebut peluruhan radioaktif. Contohnya


peluruhan alfa, peluruhan beta dan peluruhan gamma
[1].
Laju peluruhan inti radioaktif disebut
aktivitas. Semakin besar aktivitasnya, semakin
banyak inti atom yang meluruh perdetik. Aktivitas
tidak bergantung pada jenis peluruhan yang
dipancarkan atau energi radiasi tetapi bergantung
pada jumlah peluruhan perdetik. Setiap inti yang
meluruh memiliki probabilitas peluruhan inti per
detik yang disebut tetapan peluruhan (koefisien
atenuasi).
Salah satu contoh peluruhan yang akan
dibahas yaitu peluruhan gamma. Peluruhan inti akhir
yang mencapai keadaan dasar setelah memancarkan
satu atau lebih foton disebut dengan sinar gamma inti.
Sinar gamma ini dapat menghasilkan radiasi sinar
gamma [2]. Radiasi merupakan suatu cara
perambatan energi dari sumber energi ke
lingkungannya tanpa membutuhkan medium atau
bahan penghantar tertentu. Radiasi nuklir memiliki
dua sifat yang khas yaitu tidak dapat dirasakan secara
langsung dan dapat menembus berbagai jenis bahan.
Oleh karena itu, untuk menentukan ada atau tidak
adanya radiasi nuklir diperlukan suatu alat, yang
digunakan untuk mengukur kuantitas, energi atau
dosis radiasi [3]. Alat ini disebut detector yang
merupakan suatu bahan yang peka terhadap radiasi,
bila dikenai radiasi akan menghasilkan jumlah radiasi
yang diterimanya. Terdapat beberapa aspek
pengukuran detektor yaitu efisiensi, resolusi energi,
dead time (waktu mati) dan kalibrasi energi. selain itu
juga diperlukan alat pengukur aktivitas radiasi yaitu
mengunakan spektroskopi. Dalam percobaan ini akan
dilakukan penentuan unsur radioaktif melalui
spektrometer gamma serta membuat kurva kalibarasi
untuk energi radiasi gamma.

angka hasil cacahan pada nol dengan menekan


tombol reset. Kemudian, menurunkan Baseline-E
sebanyak 20 (pada angka 380) dan melakukan
pencacahan kembali. Melakukan pencacahan secara
berulang sampai Baseline-E menunjukkan angka nol.
Setelah itu, didapat data hasil percobaan kemudian
membuat grafik Baseline-E terhadap cacahan untuk
setiap sumber radiasi gamma.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada percobaan ini menggunakan 2 buah
sumber radiasi yaitu Cobalt (Co-60) dan Cesium (Cs137). Percobaan dengan menggunakan bahan sumber
radiasi CO-60 dengan grafik yang dihasilkan dapat
dilihat pada Gambar 1.
300
200
cacahan

100
0
0

100 200 300 400 500


Base line E

METODE PERCOBAAN
Pada percobaan ini dilakukan pengukuran
menggunakan 2 buah sumber radiasi yaitu Cobalt
(Co-60) dan Cesium (Cs-137). Pengukuran energi
gamma dilakukan dengan memulai mengatur timmer
pada 0.5 menit dan switch mode pada window.
Setelah itu, menyimpan bahan yang akan dijadikan
sumber radiasi pada tempat sumber dengan jarak
sekitar 30-40 mm dari detektor lalu memutar switch
Baseline-E pada 400 dan switch window-E pada 2%.
Melakukan pencacahan dengan menekan tombol
counter. Setelah 0.5 menit maka lampu stop akan
menyala secara otomatis kemudian mencatat hasil
cacahan pada display. Setelah itu, mengembalikan

Gambar 1. Grafik base line E terhadap cacahan pada Co-60

Gambar 1 menunjukkan hubungan Baseline-E


terhadap cacahan pada Co-60. Pada grafik dapat
dilihat bahwa nilai cacahan pada Baseline-E sebesar 0
adalah 137 dan pada Baseline-E sebesar 400
didapatkan cacahan sebesar 60. Akan tetapi pada saat
nilai Baseline-E di turunkan cacahan mengalami naik
dan turun, hal ini tidak sesuai dengan teori bahwa jika
semakin besar nilai Baseline-E maka nilai cacahan
akan semakin besar. Baseline-E merupakan suatu
tingkatan energi yang mempengaruhi jumlah cacahan
radiasi pada suatu sumber radioaktif. Dengan adanya
Baseline-E maka sumber radiasi akan menghasilkan

cacahan semakin kecil, hal ini dikarenakan energi


pada Baseline-E mempunyai energi penghambat
untuk suatu sumber radiaoaktif. Adapun contoh grafik
untuk Co-60 seperti referensi sebagai berikut:

dilihat bahwa nilai cacahan pada Baseline-E sebesar 0


adalah 3056 dan pada base line E sebesar 400
didapatkan cacahan sebesar 137. Secara teori jika
nilai base line E semakin besar makan nilai cacahan
semakin kecil. Seperti di tunjukkan pada Gambar 4
berikut:

Gambar 2. Grafik Hubungan base line E terhadap cacahan Co-60

Dari Gambar 2 dapat dilihat bahwa nilai cacahan


semakin menurun dengan bertambahnya besarnya
base line E. Pada percobaan C0-60 yang dilakukan
nilai base line E terhadap cacahan tidak sesuai dengan
teori hal ini dikarenakan sudah kurang baik nya
fungsi kerja dari alat dan bahan yang digunakan saat
percobaan.
Percobaan pertama menggunakan bahan
sumber radiasi Cs-137 dengan grafik yang dihasilkan
dapat dilihat pada Gambar 3 dibawah ini:
6000
4000
cacahan

2000
0
0

100 200 300 400 500


Base Line E

Gambar 4. Grafik Hubungan base line E terhadap cacahan Cs-137

Pada percobaan Cs-137 yang dilakukan nilai base line


E terhadap cacahan tidak sesuai dengan teori hal ini
dikarenakan sudah kurang baik nya fungsi kerja dari
alat dan bahan yang digunakan saat percobaan.
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini
yaitu energi peluruhan sinar gamma Cs-137 lebih
besar dibandingkan dengan Co-60, radiasi gamma
dari sebuah radioaktif akan menghasilkan energi yang
disebut energi partikel gamma, nilai cacahan tertinggi
untuk Cs-137 adalah sebesar 4839, yaitu ketika
baseline E sebesar 300, sedangkan nilai cacahan
terendah yaitu saat baseline E sebesar 400 yaitu
sebesar 40. Serta Nilai cacahan tertinggi untuk C0-60
adalah sebesair 226, yaitu ketika baseline E sebesar
80 dan 40, sedangkan nilai cacahan terendah yaitu
saat baseline E sebesar 400 yaitu sebesar 60.
DAFTAR PUSTAKA

Gambar 3. Grafik base line E terhadap cacahan pada Cs-137

Gambar 13 menunjukkan hubungan base line E


terhadap cacahan pada Cs-137. Pada grafik dapat

[1] Akhadi, Mukhlis. 1997. Pengantar Teknologi


Nuklir.Jakarta: Rineka Cipta.
[2] Khopal.2003. Deteksi Radiasidan Pengukuran.
Jakarta: UI Press.
[3] Krane, K. 1992. Fisika Modern (Terjemahan oleh
Hans. J .Wospakrik dan Sofia Niksolihin.Jakarta:
Erlangga.