Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH FARMAKOGNOSI

FLAVONOID

DISUSUN OLEH

ADE ARLINI

(G 701 15 005)

ADIFA GABELA

(G 701 15 029)

HIDAYAT

(G 701 15 061)

ATIKA RESKY PRATIWI

(G 701 15 091)

SITTI JUMRIAH MAURANA

(G 701 15 116)

NOFRIYANTI

(G 701 15 161)

NUR INDAH SARI

(G 701 15 204)

NURUL MAGFIRAH IDWAR

(G 701 15 226)

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
Palu,

November

Penyusun

2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang kaya akan berpuluh-puluh ribu
tumbuhan yang banyak dibudidayakan sebagai tumbuhan pangan, industri,
tanaman obat, dan banyak lagi lainnya. Masyarakat Indonesia sejak zaman
dahulu telah mengenal berbagai macam tanaman yang mempunyai khasiat
obat atau menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tanaman yang
berkhasiat obat tersebut dikenal dengan sebutan tanaman obat tradisional.
Sebagai tanaman obat, kegunaannya pun tidak terbatas dan menghasilkan
zat yang berkhasiat melalui proses biosintesis.
Eksplorasi bahan alami yang mempunyai aktivitas biologis
menjadi salah satu target para peneliti, setelah senyawa-senyawa sintetik
yang mempunyai aktivitas biologi seperti senyawa antioksidan sintetik (
butylated hydroxytulen ), Butylated hydroxyanisole (BHA). Beberapa
penelitian yang telah dikembangkan, senyawa-senyawa yang mempunyai
potensi sebagai antioksidan umumnya merupakan senyawa flavonoid,
fenolat, dan alkaloid.
Dalam makalah ini akan diuraikan tentang pengertian flavonoid,
macam-macam

flavonoid,

sifat-sifat

flavonoid,

manfaat

flavonoid. serta tumbuhan-tumbuhan yang mengandung flavonoid

B. Rumusan masalah
1. Apa yang di maksud dengan senyawa Flavonoid ?
2. Bagaimana struktur dasar Flavonoid ?
3. Apa saja penggolongan senyawa Flavonoid ?

senyawa

4.
5.
6.
7.

Apa saja sifat-sifat dari senyawa Flavonoid ?


Apa saja Ciri Struktur dari senyawa Flavonoid
Apa saja manfaat dari senyawa Flavonoid ?
Apa saja contoh-contoh simplisia nabati yang mengandung senyawa
Flavonoid ?

C. Maksud dan Tujuan


Pembuatan makalah Farmakognosi tentang Tanin ini bertujuan
untuk memperdalam pengetahuan mengenai Flavonoid. Sebagai media
pembelajaran bagi kami sebagai penyususn dan mahasiswa lainnya.
Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah ini secara rincinya adalah
sebagai berikut:
a. Mengetahui definisi Flavonoid.
b. Mengetahui struktur kimia Flavonoid.
c. Mengetahui penggolongan Flavonoid.
d. Mengetahui sifat-sifat senyawa Flavonoid
e. Mengetahui manfaat Flavonoid.
f. Mengetahui tanaman penghasil tanin

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Flavonoid
Flavonoid adalah senyawa yang terdiri dari dari 15 atom karbon yang
umumnya tersebar di dunia tumbuhan. Senyawa flavanoid merupakan suatu
kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam. Senyawasenyawa ini merupakan zat warna merah, ungu, dan biru serta sebagai zat warna
kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan.
Pada tumbuhan tinggi, flavonoid terdapat baik dalam bagian vegetative
maupun dalam bunga. Senyawa ini berperan penting dalam menentukan warna,
rasa, bau, serta kualitas nutrisi makanan. Tumbuhan umumnya hanya
menghasilkan senyawa flavonoid tertentu. Keberadaan flavonoid pada tingkat
spesies, genus atau familia menunjukkan proses evolusi yang terjadi sepanjang
sejarah hidupnya. Bagi tumbuhan, senyawa flavonoid berperan dalam pertahanan
diri terhadap hama, penyakit, herbivori, kompetisi, interaksi dengan mikrobia,
dormansi biji, pelindung terhadap radiasi sinar UV, molekul sinyal pada berbagai
jalur transduksi, serta molekul sinyal pada polinasi dan fertilitas jantan.
Flavanoid mempunyai kerangka dasar karbon yang terdiri dari 15 atom
karbon, dimana dua cincin benzene (C6) terikat pada suatu rantai propane (C3)
sehingga membentuk suatu susunan C6-C3-C6.
B. Struktur Dasar Flavonoid
Senyawa flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar
yang ditemukan di alam. Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah,
ungu, biru, dan sebagai zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuhan.
Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman
hijau, kecuali alga. Flavonoid yang lazim ditemukan pada tumbuhan tingkat tinggi
(Angiospermae) adalah flavon dan flavonol dengan C- dan O-glikosida, isoflavon
C- dan O-glikosida, flavanon C- dan O-glikosida, khalkon dengan C- dan Oglikosida, dan dihidrokhalkon, proantosianidin dan antosianin, auron O-glikosida,
dan dihidroflavonol O-glikosida. Golongan flavon, flavonol, flavanon, isoflavon,
dan khalkon juga sering ditemukan dalam bentuk aglikonnya Menurut Markham
(1988).

flovonoid tersusun dari dua cincin aromatis yang terdiri dari 15 atom
karbon, dimana dua cincin benzene (C6) terikat pada suatu rantai propana (C3)
sehingga membentuk suatu susunan C6-C3-C6 .
Kerangka flavonoid :

Susunan ini dapat menghasilkan tiga jenis struktur senyawa flavonoid


yaitu:
1.

Flavonoida atau 1,3-diarilpropana

2.

Isoflavonoida atau 1,2-diarilpropana

3.

Neoflavonoida atau 1,1-diarilpropana

Istilah flavonoida diberikan untuk senyawa-senyawa fenol yang berasal


dari kata flavon, yaitu nama salah satu jenis flavonoida yang terbesar jumlahnya
dalam tumbuhan. Senyawa-senyawa flavon ini mempunyai kerangka 2fenilkroman, dimana posisi orto dari cincin A dan atom karbon yang terikat pada

B dari cincin 1,3-diarilpropanan dihubungkan oleh jembatan oksigen sehingga


membentuk

cincin

heterosiklik

yang

baru

(cincin

C)

Kelas-kelas yang berlainan dalam golongan ini dibedakan berdasarkan cincin


heterosiklik-oksigen tambahan dan gugus hidroksil yang tersebar menurut pola
yang berlainan. Flavonoid sering terdapat sebagai glikosida. Golongan terbesar
flavonoid berciri mempunyai piran yang menghubungkan rantai tiga-karbon
dengan salah satu dari cincin benzene. Sistem penomoran untuk turunan flavonoid
diberikan dibawah:

Di antara flavonoid khas yang mempunyai kerangka seperti diatas


berbagai jenis dibedakan tahanan oksidasi dan keragaman pada rantai C3.
/
C. Klasifikasi Flavanoid
Jika dilihat dari struktur dasarnya flavonoid terdiri dari dua cincin benzen
yang terikat dengan 3 atom carbon (propana). Dari kerangka ini flavonoid dapat
dibagi menjadi 3 struktur dasar yaitu Flavonoid atau 1,3-diarilpropana,
isoflavonoid atau 1,2-diarilpropana, dan neoflafonoid atau 1,1-diarilpropana.

B.1

Penggolongan Flavonoid
Nama flavonoid sendiri berasal dari kata Flavon yang merupakan senyawa

fenol yang banyak terdapat di alam. Senyawa flavon ini memiliki struktur yang

mirip dengan struktur dasar flavonoid tetapi pada jembatan propana terdapat
oksigen yang membentuk siklik sehingga memiliki 3 cincin heterosiklik.
Dalam makanan sehari-hari Flavonoid terkandung dalam beberapa macam
dan jenis, berikut ini table macam-macam kandungan jenis Flavonoid yang
terdapat dalam makanan.
Food

Serving

Flavonoid

size

content

Flavonoid type

(mg/serving*)
Apple

200 g

424

Flavonol

48

mg/serv.

Catechins 424 mg/serv.


Apricot

200 g

2050

Catechins

Aubergine

200 g

1500

Anthocyanins

Beans

200 g

70110

Catechins

Black berry

100 g

13-400

Anthocyanins:

100-400

mg/serv.

Catechins: 13 mg/serv.
Black

100 g

130400

Anthocyanins

200 g

31500

Anthocyanins:

currant
Black grape

601500

mg/serv.

Flavonol: 38 mg/serv.
Black

tea

2 dl

6100

infusion
Blueberry

Catechins:

12100

mg/serv.

Flavonol: 69 mg/serv.
100 g

3500

Anthocyanins:

25500

Flavonols: 316 mg/serv.


Broccoli

200 g

820

Flavonol

Capsicum

100 g

0.51

Flavones

mg/serv.

pepper
Celery

200 g

428

Flavones

Cherry

200 g

10900

Anthocyanins:

70900

mg/serv.

Catechins: 1044 mg/serv.


Cherry

200 g

340

Flavonol

Chocolate

50 g

2330

Catechins

Cider

2 dl

Catechins

Curly kale

200 g

60120

Flavonol

Grape

200 g

635

Catechins

Grapefruit

2 dl

20130

Flavanones

2 dl

4160

Catechins:

tomato

juice
Green

tea

infusion

Flavonol: 47 mg/serv.

Leek

200 g

645

Flavonol

Lemon

2 dl

1060

Flavanones

2 dl

40140

Flavanones

Parsley

5g

1.29.2

Flavones

Peach

200 g

1028

Catechins

Plum

200 g

450

Anthocyanins

juice
Orange

20160

juice

mg/serv.

Red

200 g

50

Anthocyanins

100 g

2-48

Catechins

1 dl

835

Catechins:

cabbage
Red
raspberry
Red wine

830

mg/serv.

Anthocyanins: 2035 mg/serv.


Rhubarb

100 g

200

Anthocyanins

Soy bean

200 g

120290

Isoflavones

Soy

50 g

3.215.7

Isoflavones

75 g

133

Isoflavones

75 g

99

Isoflavones

200 g

4150

Anthocyanins:

cheeses
(different
types)
Soy

flour

(full fat)
Soy

flour

(low fat)
Strawberry

30-150

Catechins: 4-100 mg/serv.


Tofu, fresh

100 g

22.631.1

Isoflavones

Tofu, fried

100 g

48.4

Isoflavones

Tomato

200 g

0.43

Flavonol

Yellow

100 g

35120

Flavonol

(soft

or

firm)

mg/serv.

onion
Senyawa-senyawa flavon ini mempunyai kerangka 2-fenilkroman, dimana
posisi orto dari cincin A dan atom karbon yang terikat pada cincin B dari 1,3diarilpropana dihubungkan oleh jembatan oksigen sehingga membentuk cincin
heterosiklik yang baru (Cincin C).

Senyawasenyawa flavonoid terdiri dari beberapa jenis, bergantung pada


tingkat oksidasi dari rantai propane dari system 1,3-diarilpropana. Berdasarkan
tingkat oksidasinya, flavan adalah yang terendah dan digunakan sebagai induk
tatanama flavon.

Flavon

Gambar 2.1 Flavon


Senyawa flavon ini dapat dioksidasi sehingga memiliki bentuk yang
bervariasi bergantung pada tingkat oksidasinya. Senyawa dasar flavon
yang tidak teroksidasi disebut flavan. Berikut contoh dari flavon yang
teroksidasi membentuk gugus OH.

Flavonol

Flavonol paling sering terdapat sebagai glikosida, biasanya 3-glikosida,


dan aglikon flavonol yang umum yaitu kamferol, kuersetin, dan mirisetin
yang berkhasiat sebagai antioksidan dan antiimflamasi. Flavonol lain yang
terdapat di alam bebas kebanyakan merupakan variasi struktur sederhana
dari flavonol. Larutan flavonol dalam suasana basa dioksidasi oleh udara
tetapi tidak begitu cepat sehingga penggunaan basa pada pengerjaannya
masih dapat dilakukan

Gambar 2.2 Flavonol

Isoflavon

Isoflavon merupakan isomer flavon, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan


sebagai fitoaleksin yaitu senyawa pelindung yang terbentuk dalam
tumbuhan sebagai pertahanan terhadap serangan penyakit. Isoflavon sukar
dicirikan karena reaksinya tidak khas dengan pereaksi warna manapun.
Beberapa isoflavon (misalnya daidzein) memberikan warna biru muda
cemerlang dengan sinar UV bila diuapi amonia, tetapi kebanyakan yang
lain tampak sebagai bercak lembayung yang pudar dengan amonia berubah
menjadi coklat.

Gambar 2.3 Isoflavon

Katekin

Katekin terdapat pada seluruh dunia tumbuhan, terutama pada tumbuhan


berkayu. Senyawa ini mudah diperoleh dalam jumlah besar dari ekstrak

kental Uncaria gambir dan daun teh kering yang mengandung kira-kira
30% senyawa ini. Katekin berkhasiat sebagai antioksidan.

Gambar 2.4 Katekin


Berikut ini ditunjukkan Kandungan Katekin dari beberapa sumber
makanan :
Food

Catechins

Catechins,

mg/serving

mg/100g food

Chocolate

23-30

46-61

Beans

70-110

35-55

Apricot

20-50

10-25

Cherry

10-44

5-22

Grape

6-35

3-17.5

Peach

10-28

5-14

Apple

20-86

10-43

Red raspberry

2-48

2-48

Strawberry

2-50

2-50

Blackberry

9-11

9-11

Green tea

20-160

10-80

Black tea

12-100

6-50

Red wine

8-30

8-30

Cider

Flavanon

Flavanon terdistribusi luas di alam. Flavanon terdapat di dalam kayu, daun


dan bunga. Flavanon glikosida merupakan konstituen utama dari tanaman
genus prenus dan buah jeruk; dua glikosida yang paling lazim adalah
neringenin dan hesperitin, terdapat dalam buah anggur dan jeruk.

Gambar 2.5 Flavanon

Leukoantosianin

Leukoantosianidin merupakan senyawa tan warna, terutama terdapat pada


tumbuhan berkayu. Senyawa ini jarang terdapat sebagai glikosida,
contohnya melaksidin, apiferol.

Gambar 2.6 Leukoantosianin

Antosianin

Antosianin merupakan pewarna yang paling penting dan paling tersebar


luas dalam tumbuhan. Pigmen yang berwarna kuat dan larut dalam air ini
adalah penyebab hampir semua warna merah jambu, merah marak , ungu,
dan biru dalam daun, bunga, dan buah pada tumbuhan tinggi. Secara kimia
semua antosianin merupakan turunan suatu struktur aromatik tunggal yaitu
sianidin, dan semuanya terbentuk dari pigmen sianidin ini dengan
penambahan atau pengurangan gugus hidroksil atau dengan metilasi atau
glikosilasi.
`

Gambar 2.7 Antosianin


Berikut ini ditunjukkan kandungan Antosianin dari beberapa makanan
yang ada :
Food

Anthocyanins

Anthocyanins

mg/serving

mg/100g food

Aubergine

1500

750

Black berry

100-400

100-400

Black currant

130-400

130-400

Blueberry

25-500

25-500

Black grape

60-1500

30-750

Cherry

70-900

35-450

Rhubarb

200

200

Strawberry

30-150

15-75

Red wine

20-35

20-35

Red cabbage

50

25

Plum

4-50

2-25

Auron

Auron berupa pigmen kuning emas yang terdapat dalam bunga tertentu
dan briofita. Dalam larutan basa senyawa ini berwarna merah ros dan
tampak pada kromatografi kertas berupa bercak kuning, dengan sinar
ultraviolet warna kuning kuat berubah menjadi merah jingga bila diberi
uap amonia. (Robinson, 1995)

Gambar 2.8 Auron

Kalkon

Khalkon adalah pigmen fenol kuning yang berwarna coklat kuat dengan
sinar UV bila dikromatografi kertas. Aglikon flavon dapat dibedakan dari
glikosidanya, karena hanya pigmen dalam bentuk glikosida yang dapat
bergerak pada kromatografi kertas dalam pengembang air. (Harborne,
1996)

Gambar 2.9 Kalkon

Dari berbagai jenis Flavonoid tersebut, flavon, flavanol dan antosianidin


adalah jenis yang paling banyak ditemukan di alam, sehingga sering kali
dinyatakan sebagai flavonoid utama. Sedangkan jenis-jenis flavonoid yang
ditemukan di alam dan jumlahnya terbatas adalah calcon, auron, katecin,
flavonon, leukoantosianidin.
Banyaknya

senyawa

Flavanoid

ini,

bukanlah

disebabkan

oleh

banyaknya variasi struktur, melainkan oleh berbagai tingkat hidroksilasi,


alkoksilasi, atau glikosilasi dari struktur tersebut.
Senyawa-senyawa isoflavonoid dan neoflavonoid hanya ditemukan
dalam beberapa jenis tumbuhan, terutama suku Leguminosae. Jenis-jenis senyawa
yang termasuk senyawa isoflavonoid ialah isoflavon, rotenoid, pterokarpan, dan
kumestan. Sedangkan, neoflavonoid meliputi jenis-jenis 4-arilkumarin dan
berbagai dalbergion.

Ragam isoflavonoid:

pterokarpan

isoflavon
HO

MeO

OH

R= H
daidzein
R = OH genistein

pterokarpin

rotenoid
kumestan
R
R2

R3
R1

OH

OMe
OMe

R1=R3=H
R2=OH
kumestrol
R1=R3=OH R2=OMe medelolakton

R=H
rotenon
R = OH amorfigenin

Ragam neoflavonoid:
dalbergion

4-arilkumarin
MeO

HO

MeO

R1
R1
R1=R2=H
dalbergin
R1=OH R2=OMe melanein

4-metoksidalbergion

D. Ciri Struktur Flavonoid


Masing-masing jenis Flavonoid mempunyai struktur dasar tertentu. Di
samping itu, Flavonoid mempunyai beberapa ciri struktur yang lain. Pada
umumnya cincin A dari struktur flavonoid mempunyai pola oksigenasi yang
berselang-seling, yakni pada posisi 2, 4 dan 6 dari struktur terbuka calkon.
Cincin B flavonoid mempunyai 1 gugus fungsi oksigen pada posisi para atau 2
pada posisi para dan meta atau 3 pada posisi 1 di para dan 2 di meta.

HO

HO

OH

OH

OH

OH

HO

O
OH

OH

OH

kaemferol
OH

OH

+
O

HO

apigenin

floretin

HO

OH

HO

OH
OH

OH
epikatecin

O
C
H

OH
OH
pelargonidin

OH

O
sulfuretin

E. Sifart Fisika dan Kimia Senyawa Flavonoid


Flavonoid merupakan senyawa polifenol sehingga bersifat kimia senyawa
fenol yaitu agak asam dan dapat larut dalam basa, dan karena merupakan senyawa
polihidroksi(gugus hidroksil) maka juga bersifat polar sehingga dapat larut dalan
pelarut polar seperti metanol, etanol, aseton, air, butanol, dimetil sulfoksida,
dimetil formamida. Disamping itu dengan adanya gugus glikosida yang terikat
pada gugus flavonoid sehingga cenderung menyebabkan flavonoid mudah larut
dalam air.
Pemisahan senyawa golongan flavonoid berdasarkan sifat kelarutan dalam
berbagai macam pelarut dengan polaritas yang meningkat adalah sebagai berikut :
1. Flavonoid bebas dan aglikon,dalam eter .
2. O-Glikosida,dalam etil asetat.

OH

3. C-Glikosida dan leukoantosianin dalambutanol dan amil alkohoI.

F. Manfaat Flavonoid
Flavonoid, juga dikenal sebagai bioflavonoid adalah kelas phytochemical
yang hanya bisa disintesis oleh tanaman. Flavonoid merupakan pigmen penting
yang bertanggung jawab pada pigmentasi kelopak bunga. Terdapat enam kelas
utama flavonoid atau bioflavonoid yang meliputi flavonol, flavon, flavanon,
isoflavon, flavonol, dan anthocyanin.Flavonoid yang paling sering ditemukan
dalam makanan adalah quercetin, epicatechin, oligomeric proanthocyanidin,
myricetin, catechin, dan xanthohumol. Seperti telah disebutkan, flavonoid hanya
bisa ditemukan dalam makanan yang berasal dari tumbuhan.
Flavanoid terdapat dalam jumlah melimpah pada sejumlah besar buahbuahan dan sayuran. Beberapa sumber makanan kaya bioflavonoid adalah jeruk,
stroberi, blueberry, bawang merah, kacang-kacangan, ginkgo biloba, dan bayam.
Teh hijau, teh hitam, dan teh putih juga sangat kaya akan flavonoid.
Cokelat hitam dan anggur merah adalah dua sumber penting lain dari
phytochemical. Madu juga merupakan sumber penting flavonoid, tergantung pada
jenis bunga dari mana nektar dikumpulkan.
Flavonoid

mampu

bertindak

sebagai

antioksidan

dan

berfungsi

menetralisir radikal bebas dan dengan demikian meminimalkan efek kerusakan


pada sel dan jaringan tubuh. Radikal bebas adalah molekul yang sangat reaktif dan
tidak stabil akibat telah kehilangan elektron. Untuk menstabilkan diri, radikal
bebas memerlukan elektron dan untuk mencapai tujuan ini kemudian
mengoksidasi sel-sel sehat tubuh sehingga menyebabkan kerusakan. Radikal
bebas terutama diproduksi sebagai produk sampingan dalam berbagai proses
biokimia dalam tubuh. Sebagian radikal bebas memasuki tubuh dari lingkungan

eksternal seperti dari asap rokok, konsumsi alkohol, radiasi elektromagnetik,


melalui paparan sinar matahari, konsumsi makanan olahan, polusi udara, dll.
Bahkan stres dapat menghasilkan tingkat tinggi radikal bebas dalam tubuh.
Flavonoid sebagai antioksidan membantu menetralisir dan menstabilkan radikal
bebas sehingga tidak lagi merusak sel-sel dan jaringan sehat.
Pada gilirannya, flavonoid memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit
termasuk kanker, penyakit jantung, diabetes, tumor, dll.
Flavonoid juga membantu mencegah aterosklerosis atau penyakit yang
ditandai dengan pengendapan lemak dalam dinding arteri.Deposisi tersebut
mempersempit arteri dan dengan demikian menghambat aliran darah ke organorgan vital tubuh seperti jantung dan otak. Flavonoid juga dikenal memiliki efek
anti-inflamasi, sifat anti-alergi, dan anti-virus.
Antioksidan ini dapat menurunkan risiko arthritis, osteoporosis, alergi dan
penyakit virus yang disebabkan oleh virus herpes simpleks, virus parainfluenza,
dan adenovirus. Flavonoid mampu menekan penggumpalan trombosit yang
berhubungan dengan penyakit seperti aterosklerosis dan pembentukan trombosit
akut trombus. Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa flavonoid seperti
quercetin dan epicatechin memiliki efek antidiare. Flavonoid diyakini pula
mampu meningkatkan respon kekebalan alami tubuh untuk melawan penyebab
alergi dan juga karsinogen.

G. Senyawa Flavonoid Pada Simplisia Tanaman


Flavonoid sebenarnya terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk
daun, akar, kayu, kulit, tepungsari, nektar, bunga, buah dan biji. Hanya sedikit
catatan yang melaporkan flavonoid pada hewan, misalnya dalam kelenjar bau
berang-berang, propilis (sekresi lebah), sayap kupu-kupu, yang mana dianggap
bukan hasil biosintesis melainkan dari tumbuhan yang menjadi makanan hewan
tersebut, Senyawa antosianin sering dihubungkan dengan warna bunga tumbuhan.

Sianidin umumnya terdapat pada suku Gramineae. Senyawa biflavonoid banyak


terdapat pada subdivisi Gymnospernae sedang isoflavonoid pada suku
leguminosae. Pada tumbuhan yang mempunyai morfologi sederhana seperti
lumut, paku, dan paku ekor kuda mengandung senyawa flavonoid O-GIikosida,
flavonol, flavonon, Khalkon, dihidrokhalkon, C-Gl ikosida . Angiospermae
mengandung senyawa flavonoid kompleks yang lebih banyak.
Berikut beberapa contoh tanaman yang mengandung flavonoid
1.

Kembang Sepatu

Nama simplisia

: Hibiscus rosa-sinensidis Folium, Hibiscus rosasinensidis Radix

Nama Tanaman Asal : Hibiscus rosa-sinensis L.


Keluarga

: Malvaceae

Zat berkhasiat

: Lendir, flavonoid, dan zat samak

Penggunaan

: Akar : Batuk, bronkitis, demam, haid tidak teratur,


infeksi saluran

kemih,keputihan, pelembut kulit,

radang kemih dan sariawanbisul (obat luar), radang


kulit bernanah (obat luar), radang payudara(obat luar)
Anti inflamasi, diuretik, analgesik, sedatif, dan
ekspectoran.
2.

Mahoni

Nama simplisia

: Swieteniae Radix

Nama Tanaman Asal : Swietenia mahaboni Jacq.


Keluarga

: Meliaceae

Zat berkhasiat

: Saponin dan flavonoida

Penggunaan

: Tekanan darah tinggi (hipertensi),kencing manis


(diabetes militus),kurang nafsu makan,masuk angin,
demam, rematik, ,

3.

Nangka

Nama simplisia

: Artocarpi Lignum

Nama Tanaman Asal : Artocarpus integra Merr. Thumb.

Keluarga

: Moraceae

Zat berkhasiat

: Morin, flavon, sianomaklurin (zat samak), dan tanin

Penggunaan

: Anti spasmodik dan sedatif

4.

Remak Daging

Nama simplisia

: Hemigraphis coloratae Folium

Nama Tanaman Asal : Hemigraphis colorata Hall.


Keluarga

: Euphorbiaceae

Zat berkhasiat

: Flavonoid, natrium, senyawa kalium

Penggunaan

: Disentri,

wasir,

perdarahan

sesudah

melahirkan

Diuretik dan hemostatik


5.

Temu Putih

Nama simplisia

: Zedoariae Rhizoma

Nama Tanaman Asal : Curcuma zedoaria Berg. Roscoe.


Keluarga

: Zingiberaceae

Zat berkhasiat

: Minyak atsiri zingiberin, sineol, prokurkumenol,


kurkumenol, kurkumol
isofuranolgermakrena,kukumadeol, hars, zat pati
lendir,minyak lemak, saponin, polivenol danflavonoid.

Penggunaan

: Kanker rahim, kanker kulit, pencernaan tidak baik,


nyeri hamil rahim membesar, sakit maag, memar (obat
luar), pelega perut. Antineoplastik, kholeretik, stomakik,
antiflogostik, dan antipiretik.

6.

Kulit kina

Nama simplisia

: Cinchonae Cortex

Nama Tanaman Asal : Cinchona succirubra


Keluarga

: Rubiaceae

Zat berkhasiat

: alkaloida kinina, saponin, flavonoida dan politenol

Penggunaan

: anti malaria

7.

Gandarusa

Nama simplisia

: Gendarusa Folium ; Gendarusa Radix

Nama Tanaman Asal : Justicia gendarussa Burm. F.


Keluarga

: Acanthaceae

Zat berkhasiat

: Alkaloid,saponin, flavonoid, polifenol


Alkaloid yustisina dan minyak atsiri

Penggunaan

: Haid tidak teratur, bisul (obat luar), memar (obat luar),


patah tulang (obat luar), radang kulit bernanah (obat
luar), rematik

(obat luar) dan sakit kepala (obat

luar) Analgesik, antipiretik, diaforetik, diuretik dan sedatif


8.

Sidaguri

Nama simplisia

: Sidae Folium

Nama Tanaman Asal : Sida rhombifolia L.


Keluarga

: Malvaceae

Zat berkhasiat

: flavonoid, sterol Alkaloid hipaforina,gula, triterpenoid.

Penggunaan

:Batuk darah, batu ginjal,cacing keremi, demam,disentri,


malaria, sakit perut, rematik, radang amandel,selesma, usus
buntu, Bisul (obat luar), Eksem (obat luar), gatal (obat
luar), ketombe (obat luar) Anti inflamasi,
analgesik

diuretik,

dan

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
a. Flavonoid adalah senyawa polifenol yang banyak terdapat di alam.
Flavonoidmerupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik
yang banyak merupakansebagai pigmen tumbuhan.
b. Flavonoid merupakan senyawa polifenol sehingga bersifat kimia senyawa
fenol yaitu agak asam dan dapat larut dalam basa, dan karena merupakan
senyawa polihidroksi(gugus hidroksil) maka juga bersifat polar sehingga
dapat larut dalan pelarut polar seperti metanol, etanol, aseton, air, butanol,
dimetil sulfoksida, dimetil formamida. Disamping itu dengan adanya
gugus glikosida yang terikat pada gugus flavonoid sehingga cenderung
menyebabkan flavonoid mudah larut dalam air.
c. Beberapa contoh simplisia yang mengandung falavonoid
1.
Hibiscus rosa-sinensidis Folium, Hibiscus rosa- sinensidis Radix
2.
Swieteniae Radix
3.
Artocarpi Lignum
4.
Hemigraphis coloratae Folium
5.
Zedoariae Rhizoma
6.
Cinchonae Cortex
7.
Gendarusa Folium ; Gendarusa Radix
8.
Sidae Folium

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.

2010.

Biflavonoid.

Online :

http://www.scribd.com/doc/12754372/D090115AHMBifavonoidxxx

diakses tanggal 16 November 2016


Hernawati. 2010. Perbaikan Kinerja Reproduksi Akibat Pemberian Isoflavon dari
Tanaman

Kedelai.

Online:

http://file.upi.edu/Direktori/D%20-

%20FPMIPA/JUR.%20PEND.%20BIOLOGI/197003311997022%20%20HERNAWATI/FILE%2012.pdf , diakses tanggal 16 November 2016.


Lenny, Sofia. 2006. Senyawa Flavonoid, Fenil Propanoid dan Alkaloid. Online:
http://www.pdf-searcher.com/SENYAWA-FLAVONOID,-FENILPROPANOID-DAN-ALKALOID.html , diakses tanggal 16 November 2016