Anda di halaman 1dari 13

Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif.

Cerpen
cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih
panjang, seperti novella dan novel.
Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta
seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan
fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan
singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja.
Cerita pendek biasanya mempunyai kata yang kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman saja.
Selain itu, cerpen atau cerita pendek hanya memberikan sebuah kesan tunggal yang demikian serta
memusatkan diri pada salah satu tokoh dan hanya satu situasi saja.
Ciri - Ciri Cerpen

1. Jalan ceritanya lebih pendek dari novel


2. Sebuah cerpen memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 (10 ribu) kata
3. Biasanya isi cerita cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari
4. Tidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan
hanyalah inti sarinya saja.
5. Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik hingga pada tahap
penyelesainmya
6. Pemakaian kata yang sederhana serta ekonomis dan mudah dikenal pembaca.
7. Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga pembaca dapat ikut
merasakan kisah dari cerita tersebut.
8. Biasanya hanya 1 kejadian saja yang diceritakan.
9. Memiliki alur cerita tunggal dan lurus.
10. Penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat

Struktur Cerpen
1. Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah
rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat
opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut.
2. Orientasi
Orientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen
tersebut.

3. Komplikasi
Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada
komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut,
hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan.
4. Evaluasi
Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai
mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.
5. Resolusi
Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.
6. Koda
Pada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh
pembacanya.

Unsur Intrinsik Cerpen


1. Tema
Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya
dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus
teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.
2. Alur / Plot
Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan
tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan >
peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian.
3. Setting
Setting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.
4. Tokoh
Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai
karakter tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh protagonis atau tokoh baik dan antagonis atau
tokoh jahat serta ada juga tokoh figuran yaitu tokoh pendukung.
5. Penokohan
Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah
diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode
penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:
Metode analitik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat
tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya.

Metode dramatik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung,
yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan
sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain
(dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).
6. Sudut Pandang
Adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada
4, antara lain:
1. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
Dalam sudut pandang ini, tokoh aku mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi
serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh aku akan menjadi pusat perhatian dari kisah
cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama.
Contoh:
Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena
setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai
bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
2. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
Tokoh aku muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan.
Tokoh aku hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca,
sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian dibiarkan untuk dapat mengisahkan
sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah
sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak
tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya.
Dengan demikian tokoh aku cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya
sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh aku pada umumnya hanya tampil sebagai
pengantar dan penutup cerita.
Contoh:
Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu,
aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa
untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman
asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab
dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.
3. Sudut Pandang Orang Ketiga Serba tahu
Kisah cerita dari sudut dia, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja halhal dan tindakan yang menyangkut tokoh dia tersebut. Pengarang mengetahui segalanya.
Contoh:
Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu
kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain.
Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya? ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1
kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert,
jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya.
4. Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat
Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serba tahu. Pengarang hanya
melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun
terbatas pada seorang tokoh saja.
Contoh:
Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang
kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapi kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak
hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering,
wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.
7. Amanat

Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca
agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.

Unsur Ekstrinsik Cerpen


Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur
intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan
masyarakat saat di mana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali
pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik
cerpen.
1. Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap
terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara,
kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.
2. Latar Belakang PengarangLatar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap
sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.
1. Biografi
Biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara
keseluruhan.
2. Kondisi Psikologis
Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah
cerita tersebut.
3. Aliran Sastra
Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal
tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam
menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.
A. PENGERTIAN NOVEL
Novel adalah karangan prosa yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan
seseorang dengan orang-orang di sekitarnya serta menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.
Biasanya, cerita dalam novel dimulai dari peristiwa atau kejadian terpenting yang dialami oleh
tokoh cerita, yang kelak mengubah nasib kehidupannya. Misalnya, novel Pada Sebuah Kapal,
karya Nh. Dini, dimulai ketika sang tokoh berusia tiga belas tahun, saat ayahnya meninggal.
Berbeda dengan cerita pendek, yang umumnya berkisah tentang perilaku sesaat sang tokoh
ketika ia menghadapi suatu peristiwa atau kejadian pada suatu ketika.
Penulis / pengarang novel disebut novelis.

B. CIRI-CIRI NOVEL
1. Ditulis dengan narasi atau penjelasan kemudian di dukung dengan deskripsi untuk
menggambarkan suasana kejadian atau peristiwa.
2. alur ceritanya kompleks.
3. jumlah kata biasanya di atas 10.000 kata.

4. minimal jumlah halaman 100 halaman.


5. minimal satu buah novel di baca 2 jam.
6. skala novel lebih luah di bandingkan cerpen.
7. sifat dari novel adalah realistis karena pengarang yang lebih tahu dengan situasi yang di
gambarkan novel.

C. JENIS-JENIS NOVEL
1. Jenis-jenis novel berdasarkan kejadian nyata dan tidak nyata
- Novel fiksi adalah novel yang tidak nyata atau tidak ada kejadian di dunia. Novel ini hanya
fiktif
(karangan)
dari
pengarang.
Contohnya
Harry
Potter
- Novel non-fiksi adalah novel dari kejadian yang pernah ada atau ilmiah. Contohnya adalah
Laskar
Pelangi
2. Jenis-jenis novel berdasarkan genre cerita
- Novel romantis. Cerita yang digambarkan dalam novel ini berupa kasih sayang dan cinta.
Contohnya
Ayat-ayat
cinta
- Novel horor/menyeramkan. Novel ini berisi tentang cerita yang menakutkan. Contohnya
Bangku
Kosong
- Novel misteri. Novel ini berisi tentang misteri. Contohnya novel Agatha Christie
-Novel komedi. Novel ini berisi tentang cerita komedi yang membuat kita ketawa. Contohnya
Kambing
jantan.
- Novel inspiratif. Berisi tentang cerita kisah inspiratif. Contohnya Negeri 5 Menara.
D. UNSUR-UNSUR NOVEL
1. Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur pembangun sastra dalam atau yang ada dalam sastra itu sendiri.
Unsur intrinsik novel meliputi :
1. TemaIde Pokok yang menjiwai seluruh cerita. Tema dapat berupa sosial, keluaga, remaja,
percintaan
religius.
2.
Tokoh
:
Tokoh
juga
disebut
orang
yang
ada
dalam
novel
tersebut.
Ada
3
macam
tokoh
yaitu
tokoh
utama
dengan
ciri
:
sering
muncul,
banyak
masalah,
berwatak
protagonis
3. Penokohan : Penokohan juga disebut karakter. Setiap tokoh mempunyai karakter yang
berbeda.
Ada
2
macam
karakter
yaitu
Protagonis
dan
Antagonis.
a. Protagonis yaitu watak yang baik. Biasanya dimiliki oleh tokoh utama
b.
Antagonis
yaitu
watak
yang
tidak
baik
(penentang
kebaikan)
4. Latar : Latar meliputi 3 hal yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana
5. Alur : yaitu urutan peristiwa. Ada 2 macam alur yaitu alur maju dan alur mundur.
a.
Alur
maju
yaitu
cerita
yang
peristiwanya
sekarang
dan
kedepan
b.
Alur
mundur
yaitu
cerita
yang
peristiwanya
telah
berlalu.
6. Amanat : Pesan yang disampaikan pengarang secara tersirat. Amanat diambil dari effek
samping
dari
sebuah
peristiwa.
Pesan
biasanya
bersifat
positif
7. Sudut pandang : Cara memposisikan diri pengarang terhadap hasil karyanya. Ada 2 macam
sudut
pandang
yaitu:
a. Sudut orang pertama (akuan) apabila pengarang ikut terlibat dalam cerita tersebut.
Pengarang
ikut
berperan
aktif.
b. sudut porang ketiga (diaan) apabila pengarang berada di luar cerita. Cerita ini biasanya
menggunakan nama orang sebagai tokoh.

2. Unsur Ekstrinsik
Unsur-unsur ekstrinsik novel adalah unsur dari luar novel tersebut. Adapun beberapa unsur
Ekstrinsik Novel yaitu
1. Sejarah/Biografi Pengarang biasanya sejarah/biografi pengarang berpengaruh pada jalan
cerita di novelnya
2. Situasi dan Kondisi secara langsung maupun tidak langsung, situasi dan kondisi akan
berpengaruh kepada hasil karya
3. Nilai-nilai
dalam
cerita
terkandung
nilai-nilai
pengarang. Nilai-nilai itu antara lain :

Dalam
yang

sebuah
karya
disisipkan

sastra
oleh

Nilai Moral, yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak atau budi pekerti baik buruk

Nilai Sosial, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan norma norma dalam kehidupan
masyarakat ( misalnya, saling memberi, menolong, dan tenggang rasa )

Nilai Budaya, yaitu konsep masalah dasar yang sangat penting dan bernilai dalam
kehidupan manusia ( misalnya adat istiadat ,kesenian, kepercayaan, upacara
adat )

Nilai Estetika , yaitu nilai yang berkaitan dengan seni, keindahan dalam karya
sastra ( tentang bahasa, alur, tema )

Pengertian Puisi, Ciri, Jenis-Jenis, Unsur & Struktur Puisi Lengkap-Puisi bercerita satu kejadian yang bakal
memberi makna yang mendalam untuk kehidupan seorang. Kata kata yang tersirat dalam puisi, membuat
puisi bukanlah yang menjemukan. Siapa saja bakal terasa tertarik dari tiap-tiap bait yang indah yang tertuang
di dalam puisi itu.
Puisi datang dari Bhs Yunani, yakni poet yang bermakna orang yang mencipta sesuatu lewat imajinasi pribadi.
Imajinasi pribadi artinya puisi adalah satu karya yang benar benar dihasilkan oleh individu berdasar pada
pengalaman sebelumnya yang pernah didapat. Puisi adalah satu di antara tipe dari teks sastra.
Puisi mengungkap perihal pikiran serta perasaan dari seseorang penyair dengan cara imajinatif. pikiran serta
perasaan penyair itu lalu disusun dengan fokus pada kekuatan berbahasa dengan struktur fisik, dan batinnya.
Puisi adalah bentuk karya sastra yang memakai kata kata yang indah serta kaya arti. Di Indonesia, puisi
sebagai bentuk dari kesusastraan yang paling tua, yang terdiri dua periode, menurut Ensiklopedi Sastra
Indonesia. Periode itu yakni puisi classic Indonesia serta puisi moderen Indonesia. Masing masing bisa
diterangkan seperti berikut.
Puisi moderen Indonesia, di mana puisi yang dihasilkan, tanpa memerhatikan bait, irama, baris, serta rima.
Puisi ini mengandung dua unsur pokok yakni susunan fisik serta susunan batin.
Susunan fisik dalam puisi moderen Indonesia, terkait dengan pilihan kata atau diksi, bhs figuratif atau majas,
serta citraan atau pengimajian adalah susunan kata untuk mengungkap pengalaman dari sensoris. Sedang
susunan batin dalam puisi moderen Indonesia, terkait dengan hal hal yang akan disibakkan oleh penyair
yang terkait dengan perasaan serta situasi jiwanya.
Susunan batin meliputi suara serta situasi, topik, amanat, serta perasaan. Puisi classic Indonesia mempunyai
ciri ciri khusus yakni bhs yang dipakai dalam puisi, terikat dengan irama, matra, rima, serta pembuatannya
begitu terikat dengan larik serta bait.

1Ciri ciri puisi

Dalam penyusunan puisi, unsur unsur bhs mesti dirapikan, diperindah, serta ditata
sebaik-baiknya dengan memerhatikan irama serta bunyi.

Bhs yang dipakai berbentuk konotatif.

Dalam puisi ada pemadatan dari seluruh unsur kemampuan bhs.

Puisi mengungkap pikiran serta perasaan dari penyair berdasar pada pengalaman serta
berbentuk imajinatif.

2Unsur fisik puisi


Diksi

Adalah satu penentuan kata yang pas dalam puisi. Pilihan kata yang pas, akan menghidupkan situasi,
perasaan, serta keindahan dari puisi.
Majas

Adalah satu gaya bhs yang berbentuk kiasan. Pengarang puisi biasanya memakai bhs kiasan untuk bikin puisi
terlihat indah serta menarik. Bhs kiasan mempunyai tujuan untuk mengemukakan otomatis tentang arti yang
disebut oleh pengarang puisi.
Rima atau unsur bunyi atau bisa disebut sebagai sajak.

Adalah satu pengulangan bunyi yang berselang, baik didalam larik sajak ataupun pada akhir larik di sajak.
Pengulangan bunyi ini ditujukan untuk menambah nilai merdu dari puisi. Maksudnya adalah untuk memberi
dampak pada suara serta suasana yang disebut dalam puisi itu.
Citraan atau imajinasi

dipakai untuk memancing imajinasi dari pembaca. Pengarang puisi bakal memakai kata yang bisa dipakai
untuk mengungkap pengalaman imajinasinya. Kata kata yang dipakai itu memberi kesan kesan pada panca
indra untuk pembaca. Tipe tipe citraan dalam puisi, yakni seperti berikut : citraan pandang, citraan dengar,
citraan rasa, serta citraan kecap.
3Unsur Batin dalam puisi
Topik

Adalah ide atau inspirasi yang menempati tempat paling utama dalam satu narasi. Tiap-tiap puisi cuma
mempunyai satu topik.
Rasa

Bisa pula dinamakan sebagai emosional dari satu puisi. Rasa itu di antaranya sedih, geram, benci, serta
senang.
Nada

Adalah sikap yang diperlihatkan penyair pada pembaca lewat satu puisi. Nada itu bisa berwujud, di antaranya
merayu, mencaci, merengek, mengajak, serta menyindir.
Amanat

Adalah pesan yang akan di sampaikan lewat puisi. Pesan itu menginginkan di sampaikan oleh pengarang pada
pendengar atau pembaca puisi. Pesan pesan yang terdapat dalam puisi, biasanya di sampaikan dalam
ungkapan yang tersembunyi.
4Jenis jenis Puisi

Ada beragam type puisi yang berkembang sekarang ini. Puisi puisi itu yakni :
1. Puisi Lama

disebut sebagai puisi terikat. Puisi lama adalah puisi yang di ciptakan pada saat sebelum pujangga baru terikat
oleh ketentuan ketentuan. Ketentuan yang disebut yakni jumlah baris dalam bait, jumlah kata dalam baris,
serta jumlah suku kata ataupun rima.
Sesudah anda mengerti mengenai puisi lama? Lantas apa saja yang termasuk puisi lama?
Pantun

Pantun adalah satu diantara puisi lama. Pantun mempunyai ciri ciri sebagai berikut

Satu bait terbagi dalam empat baris.

Baris pertama serta baris ke-2 adalah sampiran.

Satu baris terbagi dalam delapan s/d dua belas suku kata.

Bersajak a b a b.

Baris ketiga serta baris ke empat adalah isi.

Pantun berdasar pada isi, dibedakan jadi :

Pantun anak muda. Adalah satu diantara jenis pantun yang berisikan mengenai nasib
dagang, perjumpaan, perpisahan, asmara, jenaka, serta iba hati.

Patun orangtua. Adalah satu diantara jenis pantun yang berisikan nasihat, kebiasaan
istiadat, serta agama.

Pantun anak anak. Adalah satu diantara jenis pantun yang berisikan mengenai
perasaan yang senang atau suka ria.

Syair

Syair adalah jenis puisi lama yang datang dari daerah Arab. Ciri ciri dari syair, yakni
seperti berikut :

Satu baris ada delapan s/d dua belas suku kata.

Satu bait terbagi dalam empat baris.

Bersajak a a a a.

Baris pertama s/d baris ke empat adalah isi.

Karima

Karima atau pantun kilat. Karima mempunyai ciri ciri seperti berikut.

Baris pertama adalah sampiran.

Baris ke-2 adalah isi.

Ada dua bari dalam satu bait.

Sajak a a.

Gurindam

gurindam adalah type puisi lama yang datang dari daerah Tamil atau India. ciri ciri dari gurindam, yakni :

Baris pertama adalah sampiran.

Baris ke-2 adalah isi.

Puisi ini berisikan mengenai nasehat.

Mempunyai sajak a a

Ada jalinan kausal pada baris satu serta baris dua.

Satu bait terbagi dalam dua baris.

2. Puisi Baru

di kenal dengan puisi moderen. Puisi ini nampak pada saat pujangga baru. Lalu dipopulerkan pada th. 1945.
Ketika itu Chairil Anwar sebagai pelopor puisi baru. Lahirnya puisi moderen dilatarbelakangi oleh semangat
dalam mencari kebebasan untuk bicara. Kebebasan itu tak terikat pada pola pola estetika yang kaku ataupun
patokan patokan yang membelenggu diri seseorang penyair dalam bicara. Type type puisi baru yakni :

Tersina yang terbagi dalam tiga baris dalam tiap-tiap satu bait.

Kuatren yang terbagi dalam empat baris dalam tiap-tiap satu bait.

Kuin yang terbagi dalam lima baris dalam tiap-tiap satu bait.

Distikon yang terbagi dalam dua baris untuk tiap-tiap satu bait serta biasanya bersajak
sama.

Soneta yang terbagi dalam sembilan baris untuk tiap-tiap satu bait.

Septima yang terbagi dalam tujuh baris dalam tiap-tiap satu bait.

Oktaf yang terbagi dalam atas delapan baris dalam tiap-tiap satu bait.

Sektet yang terbagi dalam enam baris dalam tiap-tiap satu bait.3. Puisi Bebas

Adalah type puisi yg tidak memerhatikan ketentuan ketentuan yang ada pada puisi. Puisi bebas tak akan
mengutamakan pada pemakaian kata yang indah serta tak efisien.
Pengarang diijinkan untuk lebih ekspresif. Lewat cara memakai pilihan kata yang mempunyai arti. Puisi bebas
tak mempunyai ketentuan dalam sajak yang disusun. Pengarang bebas pilih kata sesuai dengan kebutuhannya.
4. Puisi Kontemporer

Adalah jenis puisi masa kini. Puisi ini mempunyai tujuan untuk mengemukakan kritikan, ide, atau sindiran
dari penulis mengenai kehidupan yang ada di sekelilingnya. Puisi kontemporer tak mempedulikan arti dari
puisi.
Puisi ini lebih mengutamakan pada batin yang dirasa oleh pengarang tentang satu persoalan. Puisi
kontemporer dibedakan lagi berdasar pada berisi, yakni :

Satire adalah jenis puisi kontemporer yang melukiskan mengenai kepincangan sosial.
Bentuk satire yakni sindiran serta kritikan.

Balada adalah jenis puisi kontemporer yang didapat dari merubah cerita jadi puisi.

Roman adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai luapan perasaan cinta pada
kekasih.

Himme adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai pujian pada Tuhan.

Elegi adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai rasa sedih atau ratapan hati
seorang.

Ode adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai pujian atau sanjungan pada
seorang.

Epigram adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai ajaran kehidupan, baik
sosial, agama, ataupun sopan santun.

Aturan Puisi Lama

Terikat dengan jumlah baris, apakah 2, 4 atau lebih

Terikat dengan jumlah suku kata

Terikat dengan rima

Terikat aturan jumlah baris pada satu bait

Terikat dengan irama

Ciri - Ciri Puisi Lama

Puisi kerakyatan yang biasanya tidak dikenal siapa pengarangnya atau anonim

Tidak seperti puisi baru, puisi lama tersebar secara lisan sehingga masuk kedalam jenis sastra lisan

Tidak sebebas puisi baru yang sering mengabaikan aturan - aturan, puisi lama terikat pada aturan aturan seperti persajakan, jumlah suku kata dan lain - lain.

Macam - Macam Puisi Lama


1. Pantun
Pantun merupakan puisi lama yang memiliki jumlah baris 4 dan terdiri dari 2 baris pertama sampiran
dan
dua
baris
terakhir
isi.
Ciri - Ciri Pantun :
o Memiliki empat baris
o Memiliki rima atau persajakan abab
o Jumlah suku kata tiap baris adalah 8-12
o Dua baris pertama adalah sampiran dan dua baris kedua adalah isi
Contoh

Pantun

Jika
ada
Kupetik
Wahai
putri
Cintamu Membuatku Tenggelam
2. Mantra

adalah

puisi

atau

mawar
ditengah

di

padang
malam
terang

berwajah
syair

yang

dipercaya

memiliki

kekuatan

ghaib.

Ciri - ciri
o Memiliki rima abc abc, abcde, abcde
o Dipercaya memiliki kekuatan ghaib
o Bersifat misterius
o Adanya metafora
o Adanya perulangan
o Bersifat Esoferik
Contoh
Manunggaling
Ya
Sirku
Kinasih

Sir

Kawula
Murubing
Sang
kang

Hyang

:
Gusti
Bumi
Widi
asih

3. Karmina
Merupakan puisi lama yang terdiri dari dua baris dan memiliki rima aa atau bb
Ciri - ciri :

Terdiri dari dua baris

Memiliki rima AA, atau BB

Tema bersifat epik atau kepahlawanan

Tidak ada sampiran melainkan semuanya adalah isi

Setiap frasa ditandai dengan koma dan diakhiri dengan titik

Contoh :
Lukamu adalah lukaku, Ditahan di Dalam Kalbu
Tetaplah maju, meski tak tahu yang dituju
4. Seloka
Seloka hampir mirip dengan pantun namun memiliki rima yang berbeda. Dalam hal ini, jumlah baris seloka
seringkali lebih dari 4.
contoh :

Nafas Kambing di Padang Senja


Dibawa gerobak buntung
Sungguh indah pandangan syurga
Wahai engkau wanita berkerudung
5. Gurindam
Gurindam adalah puisi yang lama yang berisikan 2 baris tap bait, bersajak atau memiliki rima a-a-aa,sementara isinya nasihat
Ciri-ciri gurindam :
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c
6. Syair
Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau
cerita
Contoh :
Ciri-ciri

Keempat

syair
Terdiri
baris

dari
Berirama
tersebut

mengandung

arti

baris
aaaa
atau

maksud

penyair

Contoh :
Pada
zaman
Tersebutlah
Sebuah
negeri
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

dahulu
sebuah
yang

kala
cerita
aman

sentosa

7. Talibun
Talibun adalah sejenis pantun namun memiliki jumlah baris yang genap seperti 6, 8, 10 dst.
Ciri-ciri:

Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.

Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.

Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.

Apabila enam baris sajaknya a b c a b c.

Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a b c d a b c d

Contoh :
Jauh dimata Jangan di Pandang
Jauh Dihati jangan di Sakiti
Jauh DI badan jangan di sentuh
Kalau dosa terus di tambang
Walau mati itu pasti
Tanda hatimu rapuh

(a)
(a)
(a)

PANTUN JENAKA:
Kalau tuan pergi ke kedai,
Belikan saya si gula batu,
Kalau tuan orang yang pandai,
Apa binatang tulangnya satu.
(Jawabannya: Ikan sotong)
Tuan putri belajar menari
Tari diajar oleh Pak Harun
Kalau tuan bijak bestari
Apa yang naik tak pernah turun?
(Jawabannya: Umur)
PANTUN PRIAHASA:
Pohon pepaya didalam semak
Pohon manggis sebesar lengan
Kawan tertawa memag banyak
Kawan menangis di harap jangan
Kehulu memotong pagar
jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian

ihan baihakiki
X IBB 1
SMA-IT-PURI Auhurairah Mataram