Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Asam sianida merupakan senyawa racun yang dapat mengganggu

kesehatan serta mengurangi bioavailabilitas nutrien di dalam tubuh.

Sianida

sering dijumpai di dalam kacang almond, daun salam, cherry, ubi. Di dalam koro
atau tanaman dari keluarga kacang-kacangan dan ketela pohon. Sianida
merupakan senyawa kimia yang toksik dan memiliki beragam kegunaan, termasuk
sintesis senyawa kimia, analisis laboratorium, dan pembuatan logam. Nitril
alifatik (acrylonitrile dan propionitrile digunakan dalam produksi plastik yang
kemudian dimetabolisme menjadi sianida. Obat vasodilator seperti nitroprusida
melepaskan sianida pada saat terkena cahaya ataupun pada saat metabolisme.
Sianida yang berasal dari alam (amigdalin dan glikosida sinogenik lainnya) dapat
ditemukan dalam biji aprikot, singkong, dan banyak tanaman lainnya, beberapa
diantaranya

dapat

berguna,

tergantung

pada

keperluan

ethnobotanikal.

Acetonitrile, sebuah komponen pada perekat besi, dapat menyebabkan kematian


pada anak-anak.1,2,3
Sebenarnya kasus keracunan sianida pada ternak jarang ditemukan di
lapangan, kecuali karena adanya unsur kesengajaan (kriminal). Uap sianida dari
bahan pemadam kebakaran yang digunakan untuk mengatasi kerusuhan di Putins
Rusia menyebabkan kematian lebih dari 17.000 orang selama tahun 2006
(Cyanide Poisoning Treatment Coalition 2006).3
Selain itu, kebanyakan kasus keracunan sianida pada ternak terjadi karena
pemberian sianida sintetis potas secara sengaja ke dalam pakan. Biasanya potas
yang digunakan berbentuk bubuk karena cukup murah, mudah diperoleh, dan
cukup efisien pada dosis rendah (1-2,5 mg/kg berat badan sudah dapat mematikan
hampir semua spesies). Hampir 40% dari 35 kasus keracunan senyawa toksik
(sulfat, nitrat-nitrit, klorin, klorida, sianida, rodentisida seng fosfit, insektisida
DDT, diazinon, temik, klorin, dan klorida) pada hewan di Indonesia pada tahun
19922005 merupakan keracunan sianida sintetis potas.3

Di berbagai media massa belakangan ini semakin terdengar kasus-kasus


keracunan, terutama kasus pembunuhan dengan menggunakan sianida yang
menjadio sorotann utama. Seorang dokter dituntut untuk mengenali gejala-gejala
dan tanda-tanda khas apa saja yang dapat dijumpai pada korban keracunan baik
pada korban yang hidup maupun yang mati dan mengetahui penanganan apa yang
bisa kita lakukan untuk menyelamatkan korban. Sesuai dengan kepaniteraan yang
sedang dijalani, yaitu bagian ilmu kedokteraan forensik dalam referat ini akan
dibahas mengenai sianida sebagai bahan belajar dan diskusi.