Anda di halaman 1dari 9

Implementasi Penurunan Nilai Aset (Impairment) pada

PT Medco Energi Internasional Tbk.

Disusun oleh :
Kelompok 6 (Kelas 7D Reguler)
Agam Reynaldy Reza Erlanda

(01)

Andy Prihasto

(05)

Anggit Pambudi

(06)

August F. Sebastian Pangaribuan

(09)

Galuh Chandra Adrianur

(19)

Virginia Dewi Iswandari

(37)

D-IV Politeknik Keuangan Negara STAN


Tahun 2016

A. Penurunan Nilai (Impairment)


1. Ruang Lingkup
Penurunan nilai diatur dalam PSAK 48: Penurunan Nilai Aset. Ketentuan mengenai
penurunan nilai dalam PSAK tersebut berlaku untuk seluruh aset dalam suatu entitas,
kecuali:
a. Persediaan
b. Aset timbul dari kontrak konstruksi
c. Aset pajak tangguhan
d. Aset dari imbalan kerja
e. Aset keuangan
f. Properti investasi yang diukur pada nilai wajar
g. Biaya akuisisi tangguhan dan aset tak berwujud dari kontrak asuradur
h. Aset dimiliki untuk dijual
2. Indikasi Penurunan Nilai Aset
a. Suatu aset mengalami penurunan nilai jika jumlah tercatatnya melebihi jumlah
terpulihkan (par 8):
Jika terdapat indikasi-indikasi tersebut, entitas diharuskan membuat estimasi

formal jumlah terpulihkan.


Entitas tidak disyaratkan untuk membuat estimasi formal jumlah terpulihkan jika

tidak terdapat indikasi rugi penurunan nilai.


b. Pada setiap akhir periode pelaporan, suatu entitas harus menilai apakah terdapat
indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut,
entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut (par 9)
c. Terlepas apakah terdapat indikasi penurunan nilai, entitas juga harus menguji secara
tahunan atas penurunan nilai:
Aset tak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas
Aset tak berwujud yang belum digunakan
Goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis.
d. Sumber informasi dalam menentukan indikasi penurunan nilai aset (par 12):

a.

Sumber informasi eksternal


Nilai pasar turun signifikan lebih dari

Sumber informasi internal


Bukti keusangan atau kerusakan

b.

yang diharapkan
Perubahan signifikan yang berdampak

fisik aset.
Telah/akan

merugikan terhadap entitas, dalam hal

dekan, perubahan signifikan yang

teknologi, pasar, ekonomi, atau lingkup

berdampak merugikan sehubungan

hukum.

dengan penggunaan, penghentian,

terjadi

dalam

waktu

pelepasan, atau restrukturisasi dan


c.

Peningkatan suku bunga atau tingkat

penilaian ulang masa manfaat aset.


Terdapat bukti dari pelaporan

imbalan

internal

pasar

yang

mungkin

yang

mengindikasikan

d.

mempengaruhi tingkat diskonto yang

bahwa kinerja ekonomi aset lebih

digunakan

buruk, atau akan lebih buruk dari

dalam

pakai aset.
Jumlah tercatat

menghitung

nilai

yang diharapkan.
aset

neto

entitas

melebihi nilai kapitalisasi pasar.


3. Pengukuran
PSAK 48 mensyaratkan bahwa ketika suatu asset mengalami penurunan nilai,
jumlah terpulihkan asset harus diestimasi dan jika nilai tercatat asset tersebut melebihi
nilai terpulihkannya, maka kerugian penurunan nilai harus diakui.
- Jumlah terpulihkan: jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya
-

penjualan dengan nilai pakai.


Nilai wajar dikurangi biaya penjualan: jumlah yang dapat diperoleh dari penjualan
asset dalam transaksi wajar antara pihak yang berpengetahuan dan pihak yang

berkeinginan dikurangi biaya pelepasan asset.


Nilai pakai: nilai kini taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima dari asset.
Tariff diskonto harus ditetapkan atas dasar tariff diskonto sebelum pajak yang
menunjukkan taksiran sekarang mengenai nilai waktu uang dan risiko spesifik yang
terkait dengan asset tertentu.
Jumlah terpulihkan dari setiap asset harus ditaksir secara individual. Jika hal ini

tidak dilakukan, entitas harus menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas
dimana asset tersebut berada atau tercangkup di dalamnya.
4. Pengungkapan
Terkait penurunan nilai, diharuskan adanya pengungkapan yang lebih luas, termasuk:
a. Jumlah rugi penurunan nilai
b. Jumlah pengembalian rugi penurunan nilai, termasuk aset revaluasian
c. Deskripsi, dan agregasi Unit Penghasil Kas, serta asumsi utama dan pendekatan
yang digunakan dalam pengukuran jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai UPK
d. Periode proyeksi arus kas, tingkat pertumbuhan dan tingkat diskonto yang
digunakan.
B. HIRARKI NILAI WAJAR
Menurut PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar, terdapat 3 level input untuk teknik penilaian
yang digunakan dalam pengukuran nilai wajar, yaitu:
1. Input Level 1
Adalah harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
2. Input Level 2
Adalah input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat
diobservasi untuk aset atau liabilitas baik secara langsung atau tidak langsung.
3. Input Level 3

Adalah input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

C. Studi Kasus Penurunan Nilai Aset pada PT Medco Energi Internasional Tbk
Untuk implementasi penurunan nilai asset (impairment) ini kelompok kami mengambil
contoh kasus pada Laporan Keuangan PT Medco Energi Internasional Tbk tahun 2015
(audited). Berdasarkan Gambaran Umum, PT Medco Energi Internasional (selanjutnya disebut
PT Medco) bergerak dalam ruang lingkup yaitu:
- eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dan aktivitas energi lainnya,
- usaha pengeboran darat dan lepas pantai dan
- melakukan investasi (langsung dan tidak langsung) pada entitas anak.
Pada makalah ini, kelompok kami akan mencoba berfokus pada implementasi penurunan
nilai aset pada aset tidak lancar PT Medco, meliputi bagaimana pengakuan penurunan nilai
asset, apa saja indikasi yang menyebabkan PT Medco melakukan penurunan nilai pada asetnya,
serta pengukuran nilai kerugian penurunan nilai asetnya.
Berikut adalah aset tetap, property pertambangan, aset eksplorasi dan evaluasi dan aset
minyak dan gas bumi yang terdapat pada Laporan Posisi Keuangan PT Medco per tanggal 31
Desember 2015:

1. Aset Tetap
Berikut adalah rincian aset tetap yang dimiliki oleh PT Medco sebagaimana tercantum
dalam Catatan atas Laporan Keuangannya:

a. Pengakuan Aset tetap


Aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan penurunan nilai
b. Penurunan Nilai Aset
Berdasarkan hasil penelaahan atas asset tetap secara individu pada tanggal 31 Desember
2015, PT Medco mengakui kerugian penurunan nilai asset tetap terutama dari PT Medco
Energi Mining Internasional (MEMI) dan PT Exspan Petrogas Intranusa (EPI), entitas
anak, masing-masing US $ 6,9 juta dan US $ 2,6 juta pada tahun 2015 akibat penurunan
nilai asset tetap dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
c. Penentuan jumlah terpulihkan
Jumlah terpulihkan pada tanggal 31 Desember 2015 berdasarkan nilai wajar dikurangi
biaya pelepasan dan ditentukan dengan menggunakan perhitungan arus kas diskonto
sebelum pajak. Arus kas didiskontokan dengan tingkat diskonto sebelum pajak sebesar
11,33% untuk MEMI dan 20,47%-20,49% untuk PEPI.

2. Aset Eksplorasi dan Evaluasi


Berikut adalah rincian dari aset eksplorasi dan evaluasi PT Medco yang terdapat dalam
Catatan atas Laporan Keuangan:

a. Pengakuan penurunan nilai aset


Asset eksplorasi dan evaluasi dinilai untuk penurunannya pada saat terdapat bukti dan
keadaan yang menunjukkan bahwa nilai tercatat asset mungkin melebihi jumlah yang
dapat dipulihkan.
Pada tahun 2015, PT Medco mengakui kerugian penurunan nilai asset eksplorasi dan
evaluasi untuk usaha minyak dan gas bumi masing-masing sebesar US $ 76,5 juta dan
biaya sumur kering US$ 0,1 juta.

3. Aset Minyak dan Gas Bumi dan Properti Pertambangan


Berikut adalah rincian aset minyak dan gas bumi dan property pertambangan milik PT
Medco sesuai yang tercantum dalam Catatan atas Laporan Keuangan:

a. Pengakuan penurunan nilai aset


Pengujian penurunan nilai atas asset minyak dan gas bumi dilakukan ketika terdapat
suatu indikasi bahwa nilai tercatat asset minyak dan gas bumi tersebut mengalami
penurunan. Dalam hal ini, PT Medco menentukan hak kepemilikan pada masing-masing
blok sebagai satu UPK. Menimbang kondisi harga spot minyak dan gas pada saat
penilaian, PT Medco melakukan pengujian penurunan nilai atas UPK yang terdampak,
yaitu UPK yang hasil produksinya dijual dengan harga spot. Berikut adalah uji penurunan
nilainya:

b. Penentuan jumlah terpulihkan


PT Medco memperhitungkan jumlah terpulihkan berdasarkan nilai pakai yang dihitung
berdasarkan proyeksi arus kas. Nilai wajar ditentukan dengan menggunakan perhitungan
arus kas diskonto setelah pajak. Proyeksi arus kas didasarkan pada produksi dan rencana
pengembangan yang telah disetujui oleh manajemen yang mencangkup estimasi periode
kontrak termasuk perpanjangan kontrak dan investasi masa depan untuk peningkatan
output. Periode proyeksi berkisar antara 3-30 tahun.

Perhitungan nilai pakai untuk asset minyak dan gas bumi sangat sensitif terhadap asumsi
di bawah ini:
1) Lifting: Lifting tahunan yang diproyeksikan ini berdasarkan rencana bisnis manajemen
dengan mempertimbangkan kondisi saat ini dan ekspetasi masa depan
2) Harga: harga perkiraan minyak dan gas didasarkan pada estimasi manajemen dan data
pasar yang tersedia.
Kenaikan 10% pada proyeksi harga minyak akan menaikkan jumlah terpulihkan asset
minyak dan gas bumi sebesar US $ 31,7 juta pada tanggal 31 Desember 2015.
3) Tingkat diskonto: tingkat diskonto berasal dari biaya modal rata-rata tertimbang setelah
pajak (post-tax WACC) dengan penyesuaian yang dilakukan untuk mencerminakn risiko
khusus untuk asset minyak dan gas bumi dan untuk menentukan tingkat sebelum pajak.
Kenaikan 1% pada tingkat diskonto akan menurunkan jumlah terpulihkan asset minyak
dan gas bumi sebesar US$ 7,9 juta.
4) Beban operasi dan modal: asumsi ini didasarkan pada perencanaan beban operasi dan
modal. Manajemen memiliki control penuh atas biaya dan percaya bahwa asumsi akan
tercapai.
c. Pembalikan kerugian penurunan nilai
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya dipulihkan hanya
jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah
terpulihkan asset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini jumlah
tercatat asset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga
jumlah tercatat tidak melebih jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, setelah
dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk
asset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam
laporan laba rugi komprehensif.