Anda di halaman 1dari 8

Nama : Stefani Claudia Paramita

NIM : 135020301111083
KASUS 4 INDIVIDU
1. Informasi yang harus dikumpulkan oleh rangga prawiro dan Ruslan Gani pada tahap awal
pekerjaan audit untuk menjawab pertanyaan arif effendi mengenai pengendalian internal
yang diimplementasikan adalah
- Berdasarkan PSA 67 tentang Pemahaman Atas Bisnis Klien, pada paragraf 02
disebutkan bahwa dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan, auditor harus
memperoleh pengetahuan tentang bisnis yang cukup untuk memungkinkan auditor
mengidentifikasi dan memahami peristiwa, transaksi, dan praktik, yang menurut
pertimbangan auditor, kemungkinan berdampak signifikan atas laporan keuangan atau
atas laporan pemeriksaan atau laporan audit. Sebagai contoh, pengetahuan tersebut
digunakan oleh auditor dalam menaksir risiko bawaan dan risiko pengendalian dan
dalam menentukan sifat, saat, dan luasnya prosedur audit. Sedangkan pada paragraf 03
menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan auditor untuk suatu perikatan mencakup
pengetahuan umum tentang ekonomi dan industri yang menjadi tempat beroperasinya
entitas, dan pengetahuan yang lebih khusus tentang bagaimana entitas beroperasi.
Namun, tingkat pengetahuan yang dituntut dari auditor biasanya lebih rendah bila
dibandingkan dengan yang dimiliki oleh manajemen. Daftar hal-hal yang perlu
dipertimbangkan mengenai pengetahuan tentang bisnis, dalam perikatan tertentu
disajikan dalam lampiran.
Di samping itu Sumber-sumber yang tersedia bagi auditor untuk membantu memahami
pengendalian internal klien dan menilai risiko pengendaliannya,

Seperti struktur organisasi perusahaan klien, kebijakan akuntansi dan kebijakan


manajemen perusahaaan, dokumen permanen yang sifatnya untuk tahun berikutnya serta
siklus operasional perusahaan klien juga dapat digunakan untuk memperoleh informasi
sistem pengendalian internal klien. Terkait dengan struktur organisasi, yang terpenting
adalah job description masing-masing bagian. Di mana mereka harus menjalankan
sesuai dengan tugas dan pekerjaan mereka masing-masing, sehingga dimungkinkan
tidak adanya suatu menjalankan yang menjalankan dua fungsi. Dalam SA Seksi 318
(PSA 67) paragraf 08, dijelaskan bahwa Auditor dapat memperoleh pengetahuan tentang
industri dan entitas dari berbagai sumber. Sebagai contoh:
o Pengalaman sebelumnya tentang entitas dan industrinya.
o Diskusi dengan orang dalam entitas (seperti direktur, personel operasi senior).
o Diskusi dengan personel dari fungsi audit intern dan review terhadap laporan
auditor intern.
o Diskusi dengan auditor lain dan dengan penasihat hukum atau penasihat lain

yang telah memberikan jasa kepada entitas atau dalam industri.


2. Flowchart (4.c)

Narasi (4.d)

1) Untuk Kantor Treasuri


Menerima pesanan melalui telepon dari pelanggan
Melakukan pembayaran kepada distributor barang
Menstempel setiap cek untuk disetorkan bukti pembayaran kas yang menunjukkan

identitas pelanggan
Membuat slip deposit rangkap 2 dan cek untuk kemudian disetorkan ke bank
Membuat daftar pembayaran pelanggan 4 rangkap beserta faktur pembayaran

kemudian diserahkan ke bagian penjualan


Daftar penjualan rangkap 1, 2, dan 3 serta faktur pembayaran diserahkan ke bagian

penjualan
Daftar pembayaran rangkap 4 diarsip
Mencocokan tanggal pembayaran di bukti pembayaran yang telah divalidasi dengan

daftar pembayaran rangkap 4


Menyerahkan bukti pembayaran yang telah di validasi ke asisten presiden
2) Untuk Asisten Presiden
Menerima bukti pembayaran bank rangkap 1 yang telah di validasi dari bagian kantor

treasuri
Menerima daftar pembayaran rangkap 3 dari bagian penjualan
Mencocokan tanggal pembayaran setoran bank yang telah di validasi dengan daftar

pembayaran
Membandingkan total slip setoran bank dengan total bukti pembayaran kas, kemudian

mengupdate buku besar pembantu piutang


Menyiapkan rekonsiliasi bank per bulan dengan memeriksa total penerimaan kas

dengan cek dan tanggal di rekening Koran


Mencocokan tanggal dari daftar pembayaran, rekening Koran, slip setoran bank dan

rekonsiliasi bank
3) Divisi penjualan
Menerima daftar pembayaran 3 rangkap dan faktur penjualan dari bagian treasuri
Melihat tanggal jatuh tempo dari pelanggan, jika disetujui kemudian membuat bill of

lading
Mencocokan slip faktur penjualan individual dengan faktur penjualan dan bill of
lading

Mengarsip daftar penjualan rangkap 1, rangkap 2 diserahkan ke bagian kontroler, dan

rangkap 3 ke bagian asisten presiden


Daftar penjualan rangkap 1, faktur penjualan rangkap 2, dan bill of lading rangkap 4

di arsip permanen di bagian penjualan


4) Bagian controller
Menerima daftar penjualan rangkap 2 dari bagian penjualan
Menelusuri kembali penerimaan kas dan diskon penjualan kemudian di catat pada
jurnal penerimaan kas
Mengarsip secara permanen daftar pembayaran rangkap 2.
a. Kelemahan
Dokumen yang dibuat oleh bagian penjualan terlalu banyak, seharusnya jumlahnya di

sesuaikan dengan banyaknya divisi yang terlibat saja saat terjadi transaksi
Hanya menerima pembayaran cek merupakan suatu kerumitan tersendiri bagi
pelanggan, sebaiknya terdapat opsi lain untuk pembayaran yang dilakukan oleh
pelanggan, entah itu melalui transfer antar bank atau pelanggan datang sendiri ke

kantor.
Pelanggan seharusnya tidak perlu mengirim faktur penjualan yang mereka terima,

karena perusahaan telah memiliki arsip khusus untuk data pelanggan


Pencatatan secara perpetual seharusnya mendebit piutang dan mengkredit penjualan,
serta mendebit HPP dan mengkredit persediaan barang dagang
Tidak adanya penjelasan mengenai penghitungan persediaan barang yang digunakan,

entah itu FIFO atau AVERAGE


b. Kelebihan yang ditemukan untuk mempertegas penilaian auditor antara lain :
Sudah ada pemisahan antara tugas, jabatan, dan wewenang.
Fungsi controller sudah cukup bagus.
Dokumen-dokumen yang disiapkan sudah cukup baik.
3. Tindakan yang dilakukan oleh auditor setelah melakukan penilaian pendahuluan terhadap
risiko pengendalian PT Maju Makmur yaitu,
- Melakukan Test Of Control. Pengujian Pengendalian (Test Of Controls), Auditor
melakukan kontrol test ketika mereka menilai bahwa kontrol resiko berada pada level
kurang dari maksimum, mereka mengandalkan kontrol sebagai dasar untuk mengurangi

biaya testing. Sampai pada fase ini auditor tidak mengetahui apakah identifikasi kontrol
telah berjalan dengan efektif, oleh karena itu diperlukan evaluasi yang spesifik. Namun
apabila risiko pengendaliannya tinggi maka Test Of Control nya dilewati dan langsung
melakukan pengujian substantif yang diperluas.
4. Bagaimana tes atas pengendalian yang mengindikasikan bahwa resiko berada di bawah level
maksimum dan penilaian tersebut dapat mengurangi waktu serta pengerjaan,
- Ada beberapa teknik audit untuk mengetes automated control. Auditor dapat
menggunakan tiga kategori berikut dalam menguji pengendalian biasa juga disebut
sebagai teknik audit berbantuan computer / TABK (Computer Assisted Audit
Techniques/CAAT) yang terdiri atas:
a. Auditing Around the Computer
Dengan teknik ini auditor menguji reliability dari computer generated information
dengan terlebih dahulu menghitung hasil yang diinginkan dari transaksi yang dimasukkan
dalam sistem, dan kemudian membandingkan hasil perhitungan dengan hasil proses atau
output. Jika terbukti akurat dan valid, maka diasumsikan bahwa sistem pengendalian
berfungsi seperti yang seharusnya. Kondisi ini cocok jika sistem aplikasi otomasi
sederhana dan ringkas. Pendekatan ini masih relevan dipakai di perusahaan yang
menggunakan software akuntansi yang bervariasi dan melakukan proses secara periodik.
b. Auditing With the Computer
Adalah auditing dengan pendekatan komputer, menggunakan teknik yang
bervariasi yang biasa juga disebut Computer Assisted Audit Technique (CAAT).
Penggunaan CAAT telah meningkatkan secara dramatis kapabilitas dan efektifitas
auditor, dalam melakukan susbstantif test. Salah satu CAAT yang lazim dipakai adalah
general audit software (GAS). GAS sering dipakai untuk melakukan substantive test dan
digunakan test of control yang terbatas. Sebagai contoh GAS sering dipakai untuk

mengetes fungsi algoritma yang komplek dalam program komputer. Tetapi ini
memerlukan pengalaman yang luas dalam penggunaan software ini.
c. Audit Through the Computer
Teknik ini fokus pada testing tahapan pemrosesan computerised, logic program,
edit routines dan program controls. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program
pemrosesan dikembangkan dengan baik, dan memenuhi edit routines dan programme
check yang memadai, maka error dan kecurangan tidak akan mudah terjadi tanpa
terdeteksi.
Sedangkan

tes

atas

pengendalian

secara

manual

dapat

dilakukan

dengan

pendokumentasian bukti audit melalui inspeksi.


5. Yang harus dilakukan oleh Ruslan Gani untuk mengatasi masalah Conflict of Interest
tersebut adalah,
- Di dalam situasi dimana pemisahan jabatan sudah dilakukan dengan baik, namun masih
terdapat kecurigaan akan adanya kerjasama pihak-pihak terkait yang dapat menimbulkan
moral hazard, auditor harus membandingkan asersi-asersi manajemen yang terkait
dengan isu tersebut serta merancang pengujian pengendalian guna mendeteksi tingkatan
kemungkinan atas berbagai resiko yang sangat mungkin terjadi. Selain itu, auditor juga
harus dapat memberikan pertimbangan-pertimbangan terkait bukti atas adnya isu affair
itu. Pada PSA 69 (SA Seksi 319) paragraf 64-69 menyebutkan jika pengendalian terdiri
dari lima komponen pengendalian internal, yaitu:
a. Lingkungan Kendali
b. Penilaian Resiko
c. Aktivitas Pengendalian
d. Informasi dan Komunikasi
e. Pengawasan
Lingkungan kendali adalah payung untuk keempat komponen lainnya, tanpa suatu
lingkungan kendali yang efektif, keempat komponen lainnya tidak mungkin menghasilkan

pengendalian internal yang efektif, dengan mengabaikan mutu mereka. Dengan didasarkan
atas hal ini, maka sudah dapat dipastikan jika pengendalian internal kurang bisa
mengakomodir kerjasama antar karyawan.
Sementara itu kemunkinan yang akan menjadi pendapat dari tim audit dan Arif Effendy
terhadap permasalah tersebut
-

Kemungkinannya pendapat dari pihak tim audit lebih pada aspek resiko bawaan yang
semakin tinggi dan sekaligus mengakibatkan resiko fraud juga melambung tinggi yang
merupakan dampak dari perencanaan auditnya. Sebagai tambahan, kemungkinan besar
akan menambah poin pada rekomendasi di management letter untuk dapat melakukan
mutasi karyawan bersangkutan sehingga dapat lebih mengefektifkan aspek pengendalian
dalam operasional perusahaan.